SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Siswa baru


__ADS_3

Ranti sudah memiliki Lahan hampir 150 hektar di Cirebon, tapi di palu sangat luas lahannya 100 ribu hektare , Ranti tengah membuka lahan itu secara bertahap, lahan yang sangat jauh dari kota tentunya membutuhkan infrastruktur yang baik.


Namun begitu Ranti masih mencari lahan, Ranti ingin membuka peternakan terbesar dan termodern, agar kebutuhan daging di Indonesia tidak perlu lagi bergantung dari negara lain.


Dan sangat kebetulan, ketika Ranti melihat situs tentang konsesi Tanah, Ranti langsung berpikir akan meminta dalam jumlah besar dan akan langsung di bangun.


Ranti segera mengirim pesan kepada pemerintah dan ingin mengajukan permohonan hak guna lahan untuk peternakan, sapi, kambing dan domba, kalau bisa di Sulawesi Tengah.


Tak Terasa sudah jam 10 pagi, akhirnya mereka kembali kerumah Vanya dan bersiap untuk kembali ke Surabaya.


Vanya mengantar Ranti, Salma, Armando dan Mora serta Yati ke Bandara.


Hanya butuh waktu 4 jam dari rumah Vanya hingga ke rumah Ranti di Surabaya.


Mereka terlebih dahulu mengantar Mora kerumah orangtuanya, baru lanjut pulang, mereka disambut oleh keluarganya, kecuali Darel yang pergi Jalan-jalan dengan Sonia.


" Gimana jalan-jalan ke Jakartanya, tanya Monicha ke Salma.


" Seru, kami hanya Ancol dan pasir putih di dekat rumah kak Vanya, hari pertama kita kena masalah dengan pejabat sombong, tapi sudah beres, dan lanjut kak Ranti mengurus panti asuhan di sana, ujar Salma.


" Terus kamu jalan-jalan dengan siapa kalau kak Ranti sibuk ? tanya Monicha.


" Dengan kak Vanya, Armando dan Mora, juga ada teman-teman kak Vanya, pokoknya happy", ujar Salma.


Hahahaha... hahahaha


" Baguslah, ya sudah sana mandi dan turun sebentar lagi kita makan malam di Kafe milik kakakmu", ujar Monicha


" Baik Bunda", jawab Salma dan langsung beranjak ke kamarnya.


Armando juga di tanyain oleh Monicha dan Adriansyah, dia menjawab sangat bahagia kalau lagi jalan tapi dirumah sepi lupa bawa laptop", ujar Armando.


" Ya sudah nanti beli Laptop satu lagi, dan jangan keluarin dari Cincin kamu biar gak lupa", ujar Monicha.


" Ia Bunda nanti kalau ada senggang ke Mall Galaxy, ujar Armando.


" Kalau Princes, bagaimana dengan urusan mutasi karyawan, tanya Adriansyah.


" Sesuai rencana Dady, jadi tidak ada masalah, lagian aku pemilik tunggal, siapa yang berani protes, ujar Ranti.


" Memang begitu Sistemnya, jika kita pemilik tunggal dari sebuah perusahaan", ucap Adriansyah.


" Besok kamu sudah masuk sekolah, jadi harus bisa mengatur waktumu dengan baik.


" Dad, bagaimana dengan keluarga paman Ferdiansyah, tanya Ranti.


" Dady sudah 100% pulih, baik fisik maupun mental, Dady dan mommy akan kembali ke perusahaan, kami juga memiliki 1 gedung perkantoran di Thamrin, walau tidak sebesar gedung milikmu, saat ini Pamanmu Nikson sedang merenovasinya, dan lahan sisa di belakang gedung masih ada sekitar 1,8 hektar, akan ayah bangun perkantoran dan apartemen,ucap Adriansyah.


" Apakah ayah butuh bantuanku, tanya Ranti.


" Tidak usah sayang, uang ayah masih banyak, belum lagi kamu sudah memberikan uang yang sangat banyak, jadi ayah belum butuh, ujar Adriansyah.


" Jadi maksud Dady akan kembali perusahaan, apakah ingin menantang Paman Ferdinand secara langsung ?" tanya Ranti.


" Jika memungkinkan, Dady akan menantangnya dengan terbuka, dia bukan kakak Dady lagi jadi jangan lagi kamu memanggilnya Paman, ujar Adriansyah.


" Baik Dady, silahkan Dady menantangnya, kedua anak laki-lakinya entah berada dimana sekarang sudah hampir setahun tidak ada kabar', ujar Ranti.


" Dady hanya toleransi dengan Aquila, dia anak yang baik, beda dengan Aquino dan Aquinas, harapan Dady di masa depan tinggal kamu dan kedua kakak kembarmu, sebagai pemilik darah Setiawan, ucap Adriansyah.


" Iya dad, tenang saja, ujar Ranti.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Hari ini adalah hari pertama Ranti dan Rindu sekolah, begitu juga Salma saat ini kelas 4 dan Armando kelas 5 SD.


Kini hanya 1 mobil yang di gunakan ke Sekolah, karena Mercy dan Friska kini sudah lulus, dsn persiapan mau kuliah, jadi mulai hari ini, Armando dan salma akan semobil dengan Ranti dan Rindu.


Tak sampai 30 menit mereka sudah tiba di sekolah, Ranti dan Rindu turun di depan gerbang, mereka di sambut Tiara yang sudah duluan.


Saat ini formasi di kelas 12 sedikit berbeda, hanya beberapa orang yang masih sekelas, Gema, Yudi dan Kiran, Pretty dan Chelsea, Si Kembar Yulianto dan Yulianti, selebihnya sudah tidak lagi, fan saat melihat Yulianto dan Yulianti Ranti jadi kepikiran untuk memberikan mereka rezeki, biar bagaimanapun, si kembar itu sekelas dengan Ranti dari kelas 1.


" Hei bestie, gimana jalan-jalannya,tanya Tiara ke Ranti


" Sangat menyenangkan, dan aku dapat untung besar, jadi aku bagi sama kamu, gimana apa sudah kamu terim, tanya Ranti.


" Pening kepalaku membaca nol nya, banyak banget, itu lebih dari cukup buat aku hidup 7 turunan, apalagi ku juga memberikan ke Robin jumlahnya juga sama, nah sudah berapa banyak uang kami, ujar Tiara.


" Terus kami simpan bagaimana uang kamu, tanya Ranti


" Sudah kuburan deposito berjangka yang 21 Triliun, sisanya tabungan biasa yang bisa bebas di gunakan", ujar Tiara.


Lagi asyik ngobrolin dengan Tiara, Ranti melihat Pretty dan Chelsea, telah berada di pintu masuk kelas.

__ADS_1


" Hai Ranti, hai Tiara", senang banget bisa sekelas dengan lagi, ucap Pretty.


" Tapi bukan hanya kami berdua, lihat tu, si gema, Yudi dan, juga ada di kembar, ujar Ranti.


" Apa kalian berdua sudah melupakan kami?", tanya di kembar ke Pretty dan Chelsea.


" Hahahaha, maaf kawan tadi kami belum melihat seisi kelas, jadi jangan ngambek ya kembar", ujar Chelsea.


" Hai Gema, Yudi dan Kiran, kalian juga apa kabar, apa ibu dan ayah angkat kalian sudah sembuh ?" tanya Chelsea.


" Alhamdulillah mereka sudah sehat, terimakasih atas kepedulian kalian, kami bersyukur saat kelas 2 bisa bertemu kalian, ucap Gema.


" Sama-sama, kita adalah teman, dan sesama teman harus saling mendukung, ujar Pretty.


" Terimakasih buat kalian berdua, kapan-kapan datanglah main ke panti, Ujar Kiran.


" Pasti, kami akan datang kesana", ujar Pretty dan Chelsea.


" Hei bisa diam gak kalian, ini kelas bukan tempat buat ngerumpi", ujar seorang laki-laki, namanya Gilang murid baru pindahan Amerika Serikat.


" Oh, sekarang belum ada guru jadi kami bisa ngobrol dengan teman kami, kalau kamu gak suka, ya kamu tutup kuping saja, ujar Chelsea.


" Dasar kampungan, umpat Gilang.


Akhirnya guru masuk, tapi karena hari ini adalah hari pertama, maka hanya diisi dengan perkenalan materi pelajaran dan penyampaian pengumuman.


Setelah guru keluar dari kelas Ranti, membuat murid pada berkelompok dan mulai bergosip, Ranti berkelompok dengan si kembar, Tiara, Pretty dan Chelsea, juga Gema, Yudi dan Kiran.


" Hei..! siapa nama kamu, tanya hilang ke Ranti


" Biasakan kalau kamu mau bertanya itu dengan sopan", ujar Ranti.


" Aku harus sopan ke gadis seperti kamu, hahahaha, biarpun kamu cantik tapi sayang kamu miskin jadi gak level dengan saya", ujar gilang.


" Baguslah, tidak ada untungnya berteman dengan kamu", ujar Ranti.


" Hahahaha, kalau kamu berteman denganku, pasti setiap hari aku akan membelikan kamu makanan", ujar Gilang


" Maaf ya uang jajan saya sangat cukup, jadi aku tak perlu uang kamu, jadi jangan ganggu saya", ujar Ranti mulai kesal.


" Siapa juga yang mau ganggu gadis miskin seperti kamu", ujar Gilang


" Makanya sudah tau aku miskin kenapa kamu menggangguku", ujar Ranti.


Orangtua Gilang memiliki Harta terbilang sangat banyak, tapi belum mampu mengalahkan kekayaan orang tua Ranti, itu artinya harta orangtua Gilang tidak ada artinya bagi Ranti.


Baru saja asik ngobrol, Gilang sudah berulah.


" Hei nanti pulang sekolah mau gak pulang bareng denganku, daripada kamu naik ojek atau angkot", t


ucap Gilang.


" Lebih naik ojek daripada naik mobil kamu, ujar Ranti.


" Baru ada orang miskin sesombong kamu", ucap Gilang.


" Hahahaha, bukannya dari tadi kamu yang berlagak disini", ujar Ranti.


" Wajarlah aku kalau aku agak Sombong, secara aku punya segalanya tapi kamu dan teman-temanmu, bahkan ada yang tinggal di panti asuhan, jijik aku melihat orang-orang miskin sekolah disini", ujar Gilang.


" Kalau kamu kaya kenapa tidak lanjut di Amerika, atau ke sekolah mahal di Jakarta", ujar Ranti.


" itu urusan saya, intinya mulai hari ini, setiap orang harus menuruti semua omongan ku, jika tidak mau nurut maka aku akan menghajarnya", ujar Gilang.


" Hahahaha, kawan-kawan, bagusnya anak baru ini di apakan, kita harus tunduk padanya, ujar seorang siswa.


" Hei bro, disini bukan tempat kamu mencari kekuasaan, anggaplah kamu orang paling kaya, tapi ku pastikan, jika kamu mengganggu di kelas ini, aku patahkan tangan mu", ancam seorang siswa laki-laki.


" oh jadi kalian ingin menantang saya, ucap Gilang dan langsung bergerak mau menghajar siswa yang mengancamnya.


Akhirnya terjadi perkelahian di kelas Ranti, ternyata Gilang lumayan hebat juga dalam bertarung, Ranti memblokir suara dari kelasnya, dia sengaja melakukan itu agar yang lain bisa memberi pelajaran kepada Gilang.


Belum ada yang mau menyerah, baik Dio maupun Gilang, Ranti melihat Dio sudah mulai kelelahan, mau tidak Ranti memisahkan mereka.


" Sudah cukup, teriak Ranti.


" Apa kalian masih berani dengan saya", ujar Gilang.


" Hei, sejak kapan aku takut dengan kamu", ucap Ranti yang sudah mode marah.


" Hanya gadis seperti kamu mau melawanku", Ujar Gilang.

__ADS_1


" Hati-hati kalau kamu bicara, saya pastikan kamu tidak akan pernah pulang rumah lagi", ujar Ranti.


" Hahahaha, ancaman kamu sungguh lucu", kita lihat saja nanti, ucap Gilang.


" Hehe, jangan menangis jika omongan ku benar", seringai Ranti.


Ranti menunggu Rindu di gerbang bersama Tiara, lalu datanglah mobil Toyota GR Supra.


" Hei mari pulang bersamaku, ngapain naik angkot", teriak Gilang.


" Drone, hancurkan jaringan mesin mobil ini", perintah Ranti.


Dalam sekejap Drone langsung masuk dalam map mesin mobil milik Gilang, dan mulai menghancurkan nya, dan tiba-tiba saja mesin mobil Gilang mati.


" Katanya mau ajak aku pulang bareng, kok mobilnya mati, jangan-jangan habis bensin", ejek Ranti.


Tak lama berselang Rindu sampai di gerbang, dan mobil Alphard Ranti datang, sedangkan Tiara dia menyetir sendiri mobil Aston Martin Vanquish miliknya.


" Gilang, Tiara yang miskin saja bisa bisa beli Aston Martin Vanquish S The Ultimate Super GT, harganya 11 Milyar, kamu tadi ngaku-ngaku orang kaya, dan bilang kami miskin, tapi mobil kamu hanya 2 milyar lebih sedikit, itupun sudah rusak, ejek Ranti dan di ketawain oleh teman-teman sekelas mereka.


" Hei kamu, kalau kamu memang kaya, besok kita bertarung, mobil siapa yang Paling mahal", tantang Gilang.


" Boleh, tapi ingat harus mobil atas nama sendiri bukan nama orangtua", ujar Ranti


" Boleh siapa takut", ucap Gilang.


" Apa taruhannya?", tanya Ranti.


" Siapa yang kalah wajib menghancurkan mobilnya", ujar Gilang.


" Apa kalian sudah merekam semuanya", tanya Ranti.


" Sudah, dan kami juga sudah upload ke Group siswa dari kelas 10 hingga kelas 12, ujar seorang siswi.


" Baiklah orang Kaya, besok kita bertarung, jangan lupa bawa martil", ejek Ranti.


Gilang merasa yakin akan menang, dia memiliki Lamborghini Aventador svj, seharga 22 milyar.


" Tuan, orang sombong ini memiliki Lamborghini Aventador svj, Tuan gunakan saja Lamborghini SIAN Roadster milik Tuan", ucap Rose.


" Baiklah, aku pakai yang itu saja", ujar Ranti.


Ranti beserta Rindu dan Tiara pergi meninggalkan Gilang di gerbang sekolah, sembari mengejek.


" Hei orang kaya, biar kamu gak ribet coba kamu pakai korek api, pasti dapat mobil baru", hahahaha ejek Ranti.


Gilang hanya bisa mendengus kesal, " Besok harus ku hancurkan mobil gadis itu", batin Gilang.


Setibanya Ranti dirumah, dia hanya berganti pakaian dan makan siang dan langsung menuju garasi dan melihat kondisi Lamborghini SIAN miliknya, walaupun jarang di pakai tapi seluruh mobil Ranti terawat dengan baik.


Mang Dul dan pak Jumono sangat telaten dalam mengurus semua mobil milik majikannya.


Sementara Gilang sendiri, baru saja tiba di rumah, setelah menunggu mobil derek lebih dari sejam.


" Kak Rindu, bagaimana kalau kita mulai besok bawa mobil sendiri saja, biar Salma dan Armando yang di antar Mang Dul', usul Ranti ke Rindu.


" Tapi kalau bawa mobil semewah ini, kakak tidak nyaman, ucap Rindu.


" Pakai yang BMW SUV saja", ucap Ranti.


" Baiklah aku juga sudah lama gak menggunakan mobil ini, tapi khusus Besok aku mau pake yang Ferrari LaFerrari, ucap Rindu.


" Kalau aku besok mau Lamborghini SIAN Roadster", ujar Ranti.


" Kamu juga besok mau kesekolah, ucap Friska yang tiba-tiba datang ke garasi mobil Ranti.


" Apa kakak juga mau bawa mobil sendiri, tanya Ranti.


" Ia soalnya mau langsung ke kampus mau melengkapi berkas, ucap Friska.


" Terus kakak mau pakai mobil yang mana, tanya Ranti.


" Kakak paling Ferrari LaFerrari saja, tapi nanti kalau kuliah pakai yang BMW SUV saja, atau beli mobil yang lebih sederhana saja", ucap Friska.


" Ia kadang tidak nyaman juga bawa mewah seperti ini, bagaimana kita beli Toyota Corolla Cross, ujar Friska.


" Mobilnya juga bagus, nanti kalau kakak kemana-mana akan lebih nyaman di jalan, biarkan saja kalau nanti ada mahasiswa lain yang pakai mobil mewah", ujar Rindu.


" Rindu nanti kalau kuliah di luar negeri apa bisa bawa mobil", tanya Friska


" Harusnya bisa, tapi mungkin menunggu dan adaptasi 3 bulan baru boleh menyetir mobil sendiri.", ujar Ranti.

__ADS_1


" Dari sini nanti aku minta pihak kepolisian membuatkan SIM internasional, buat kita semuanya", ujar Ranti.


__ADS_2