SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Rencana Pembangunan di Sulawesi Tengah


__ADS_3

" Jangan di ceritakan, itu masalah Keluarga kalian, saya bertemu dengan mereka di restoran ini, bersama Duma Anaknya, dan ternyata dia bawahannya pak Jusuf Maulana, saya lihat orangnya baik dan pekerja keras serta jujur, maka saya percayakan dia jadi wakil Pak Jusuf, saat saya membeli 100 perusahaan, maka saya buat group, dan jadilah Hino yang menjadi CEO, dan hanya tempo beberapa bulan saja, perusahaan itu sudah mampu mencapai target", ucap Ranti.


" Maaf kapan anda terakhir bertemu dengan mereka", ucap pak Hanafi.


" Awal bulan ini, waktu syukuran di rumah saya di Surabaya, atau apakah anda ingin mendengar suara Kamala atau Duma cucu Anda", ucap Ranti.


" Kalau tidak merepotkan Anda Nona", ucap Hanafi.


" Baiklah, saya akan menghubungi Kamala, seperti apa menurut anda soal Hino Nakata", tanya Ranti.


" Hahahaha, anak itu sangat cerdas, orangtuanya masih sahabat dengan almarhum mamanya Kamala, jadi mereka termasuk teman dari kecil, maka saya sangat bahagia waktu Kamala bilang akan menikah dengan Hino Nakata, apalagi Hino orang baik, walau waktu itu dia masih karyawan biasa, tapi aku yakin dengan kemampuannya, jujur saja Saya sudah buatkan Kamala perusahaan, tapi dia menolak nya, dia ingin berjuang bersama suaminya, dan buktinya dia berhasil, saya bangga melihatnya", ucap Hanafi


" Halo Nona Ranti, tumben malam-malam menelpon, pak Hino Nakata belum pulang dari Makassar, nanti besok pagi dia tiba, ucap Kamala.


" Apa ponakan ku yang cantik sudah tidur", tanya Ranti.


" Hahaha dia sudah tidur, apalagi kalau sudah peluk boneka Lobster dari Nona, tambah pulas tidurnya, dia selalu bilang mau bobo dengan boneka dari aunty nya, ujar Kamala.


" Apa Kamala kenal dengan Pak Hanafi dari Perusahaan Investasi Dana Eksekutif ? tanya Ranti.


" Sangat kenal, beliau Ayah kandung saya, kakeknya Duma, apa ada masalah Nona dengan ayah saya, kalau ayah saya menyinggung Nona tolong maafkan ayah saya, ujar Kamala.


" Hahaha, perusahaan Ayahmu sudah mau bangkrut, karena sangat merindukan anaknya dan cucunya, makanya dia tidak bersemangat mengurus perusahaan itu, kata sekretaris nya, ucap Ranti membohongi Kamala.


" Aku memang sudah lama tidak bertemu ayahku, dari menikah hingga saat ini, karena ibu tiriku tidak suka denganku, daripada ayahku bingung antara aku dan ibu tiriku, jadi aku tak mau mengganggu ayah, kasihan Ayahku jika harus berantem dengan ibu tiriku yang matrealiatis itu, tolong titip salam jika Nona Bertemu, dan harap datang di ulangtahun ke lima Duma, saya mohon Nona, kasihan Duma, sudah sebesar ini belum melihat kakeknya, ucap Kamala.


" Baiklah, kak Kamala ngomong sendiri saja, orangnya ada di depanku, ucap Ranti dan langsung memberikan handphone ke pak Hanafi.


" Ayah kok ada bersama dengan Nona Ranti, tolong minta maaf Ayah sama Nona Ranti, dia bos Hino, ucap Kamala.


" Ia, ayah tidak menyinggung siapapun, bos suami kamu itu sangat baik, tidak pantas ayah menyinggung orang yang sudah begitu baik mempercayakan perusahaan besar kepada menantu nakal yang mencuri kamu dari ayah, ucap Hanafi.


" Maafkan Kamala ayah, semua Kamala lakukan demi ketenangan rumah tangga ayah dengan ibu tiriku, Kamala dan Hino selalu sayang dengan ayah, tapi kami sudah janji belum akan datang kerumah ayah kalau Hino belum sukses, dan berkat Nona Muda, kini Hino mulai berusaha bangkit, tolong bantu Hino Ayah, biar bagaimanapun Hino masih butuh bimbingan orang yang berpengalaman seperti ayah, ucap Kamala.


" Pasti ayah akan lakukan apapun untuk Hino, biar dia itu pencuri tapi ayah sangat bangga punya menantu seperti dia sangat menyayangi kamu, bukan jabatannya atau hartanya", ucap Hanafi.


" Terimakasih ayah, Sabtu Minggu depan mohon datang kerumah kami, Duma ulangtahun ke lima, ucap Kamala.


" Ayah pasti datang, ibu tirimu ingin ketemu dengan kamu, begitu juga adik-adik kamu, mereka semua sekarang sudah berubah, ibumu sudah rajin beribadah dan dia menyesal terlalu egois denganmu, jadi maafkan lah dia, biar bagaimanapun dia juga sudah merawatmu dari kecil", ujar Hanafi.


" Datanglah kalian semua saat ulang tahun Duma, ucap Kamala.


" Terimakasih sayang, pasti ibumu senang mendengarnya", ucap Hanafi.


" Baiklah, nanti kita bicara lagi, tidak enak dengan Nona Muda, ucap Kamala.


" Baiklah, nanti ayah minta nomor telpon kalian berdua dari Nona Ranti, ujar Hanafi.


" Terimakasih Nona Muda, maaf keasikan ngobrol sama ayah, ucap Kamala.


" Tidak apa-apa, saya juga senang kalian bisa bahagia, ujar Ranti.


Tak lama setelah selesai dan berbincang dengan pak Hanafi, Ranti pamit untuk pulang.


Pak Hanafi masih lanjut ngobrol dengan teman-temannya.


" Hanafi, hebat juga menantu kamu bisa memiliki bos besar yang baik hati seperti Nona Muda tadi", ujar kawan pak Hanafi.


" Hino Nakata, orangnya humble, juga cerdas, jujur saja sangat bangga putriku bisa menikah dengannya, lihat saja bos nya saja sangat percaya dengan kinerja Hino", ujar Hanafi.


" Benar kamu, akhlak Hino memang baik, jadi pantas buat putrimu yang juga baik hati dan sederhana, puji Kawan Hanafi.


" Tapi ngomong-ngomong, seberapa kaya bos Hino itu, tanya kawan yang satu lagi.


" Kalau aku tebak hartanya diatas 50 Kualidrium, itu uang cash yang harus di depositokan, ujar Hanafi.


" Buset dah.. itu duit apa daun bisa sebanyak itu, ucap kawan Hanafi.


" Jangan sampai kalian bermasalah dengan perusahaan dia, saya curiga, Nona Muda itu tidak sembarangan, lihat saja penampilannya yang jauh terlihat dari kata mewah, apalagi dia masih sangat muda, ingat baik-baik perusahaan yang dia sebutkan tadi", ujar Hanafi memperingatkan kawan-kawannya.


" Itu pasti, aku akan kasih tau anakku agar jangan sembarangan dalam bergaul", ujar mereka.


Ditempat berbeda, pengacara Ranti sudah selesai mengurus gadis yang di pukul majikannya, mereka melakukan perdamaian, majikannya memberikan kompensasi sebesar 5 milyar, sesuai tuntutan dari pengacara Ranti.


" Terimakasih Tuan", ucap Gadis itu


" Berterimakasih lah kepada Nona Muda kami, karena dia yang memerintahkan kami membantumu", kata pengacara itu.

__ADS_1


Kembali ke Ranti.


" Rose, tolong hubungi gadis yang jadi PSK dari China, ujar Ranti.


* Baik Tuan*, jawab Rose.


Ranti terus menyetir mobilnya berkeliling, sambil menunggu laporan dari Rose.


* Tuan, dia oke, tarif 5 juta semalam", jawab Rose.


" Baik kita ketemu di restoran di harmoni', jawab Ranti.


*Baik Tuan*, jawab Rose


" Rose uang rampasan 200 milyar tadi, tolong transfer ke ibu Mona, anggaplah itu bayaran hutang dari keluarga Hadiwijaya.


Tak lama kemudian, Ranti tiba di hotel Aryaduta dan 20 menit kemudian datanglah seorang gadis dengan penampilan biasa.


Ranti memanggilnya, gadis itu bingung, karena dia berpikir yang akan menggunakan jasanya adalah seorang lesbian, tapi karena sudah mendapat DP maka mau tidak mau.


" Silahkan duduk, siapa nama aslimu? tanya Ranti.


" Nama saya di paspor Fan Bing", ujar gadis itu.


" Apa kamu mau tinggal disini atau mau kembali ke Beijing", tanya Ranti.


" Saya ingin tinggal di sini, kalau bisa jadi warga negara disini saja", ucap gadis itu".


" Baiklah, tapi waktunya cukup lama, sekitar 5 tahun, bahkan lebih, ucap Ranti.


" Tidak apa-apa, daripada nanti saya pulang ke Beijing, ayah tiri saya akan membunuhku", ujar Fan Bing.


" Dia tidak akan lagi mengganggumu, tapi terserah kamu, saya hanya ingin bertemu dengan kamu, dan memberikan ATM ini, lebih baik kamu tinggal di Beijing, dan kalau ada waktu kamu bisa main kesini", ujar Ranti.


"' Apa ayah tiri saya dan anggotanya sudah di tangkap", tanya Fan Bing.


" Ayah Tirimu sudah tertangkap dan dihukum seumur hidup, jadi kamu aman, ambilah ini rumah dan beberapa Aset, semua atas nama kamu, dan ini ATM Bank of China isinya 2 triliun Yuan, gunakan baik-baik, tahun depan saya akan kesana dan ingin berjumpa dengan kamu", ucap Ranti.


" Baiklah, saya akan simpan semua pemberian anda, dan Minggu depan saya pulang ke Beijing, mungkin akan lanjut ke sekolah, dan untuk perusahaan biarkan saja orang lain yang mengurusnya", ucap gadis itu.


" Terimakasih Nona Muda, nanti saya kembalikan uang Nona, ujar Fan Bing.


" Tidak usah, saya sudah bayar lunas, dan sudah saya tambahkan sebagai uang tiket kamu pulang", ujar Ranti.


Ranti langsung pergi dan kali ini benar-benar pulang rumah, waktu sudah hampir jam 10 malam.


Sejam kemudian Ranti tiba di PIK 2, suasana rumah masih ramai, Salma dan Mora masih bermain, sedangkan Armando, lagi manja sama Vanya.


" Kakak akhirnya pulang", ujar Salma.


" Gimana tadi jalan-jalan ke Ancol", tanya Ranti.


" Seru dan bisa lihat ikan hiu dan kita main ke Dufan dan lanjut makan seafood di muara Angke", ujar Salma.


" Pantas saja kamu tidak menghubungi kakak, ternyata lagi keasikan makan rupanya", ucap Ranti.


" Hehehehe, Salma hanya tidak mau ganggu kakak lagi kerja, coba kakak lihat kak Armando", ujar Salma.


" Ada apa dengan kakakmu itu", tanya Ranti.


" Gak apa-apa, dia hanya mau di peluk kak Vanya kata Salma.


Ranti langsung ke ruang TV dan mendekati Armando yang sudah merem di pangkuan Vanya.


" Kenapa dia kak?" tanya Ranti.


" Kangen rumah Surabaya katanya", ucap Vanya.


" Dia kangen dengan kak Rindu", ujar Ranti.


" Bukan, dia lupa bawa laptopnya, makanya dia sepi gak bisa main game, lihatlah betapa lucu adik kita ini, ucap Vanya.


" Sini gantian aku yang memangku Armando, ujar Ranti.


" Kakak sudah pulang, besok jam berapa kita pulang Surabaya", ujar Armando.


" Selesai Salma jalan-jalan di pasir putih", ujar Ranti.

__ADS_1


" Oh ia, adik Salma ingin kesana", ujar Armando.


" Kak Vanya temani Armando tidur dong", ucap Armando ke Vanya.


" Emang Armando mau tidur bareng kakak?" tanya Vanya


" Ia kalau kak ijinin", ucap Armando.


" Ya sudah ayo kita pindah ke kamar, capek ya jalan-jalan tadi", tanya Ranti.


Armando hanya menggeleng kepala dan merem lagi.


Vanya langsung menggendong Armando dan pindah ke kamar.


Ranti masuk kamar dan mandi, saat dia mau keluar kamar, handphonenya berdering saat diangkat ternyata Monicha yang menelpon, hanya sekedar menanyakan kabar dan kapan pulang.


Disaat yang sama di kediaman Mona terjadi kebingungan, dia baru membuka handphone dan membaca notifikasi dari Bank yang memberitahukan bahwa dia mendapatkan transfer senilai 200 milyar.


Sangat berbeda di keluarga Hadiwijaya, mereka kebingungan karena tabungannya berkurang 200 milyar, uang yang yang mereka tabung bertahun-tahun, hilang percuma, dilacak juga tidak bisa.


Hal yang sama juga berlaku di keluarga pemilik toko, hari ini mereka kehilangan uang 10 Milyar.


Namun hari ini, ada 2 pihak yang di untungkan, dan itu pantas mereka dapatkan.


Si gadis yang mendapatkan uang 10 milyar, ternyata bernama Selina, dia langsung berencana beli rumah di pinggiran Jakarta dan membuka warung makan bersama ibu dan ayahnya, serta kedua adiknya.


Tak terasa malam sudah berakhir, kemarin tinggal sebuah cerita. Saat ini Ranti bersama yang lain sudah berada di pantai pasir putih, Armando, Salma dan Mora mereka bermain air di temani Yati, sementara Ranti dan Vanya mereka hanya melihat adik-adik mereka.


DING... DING


* Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi dadakan membantu sopir membayar angsuran mobil dan biaya rumah sakit istrinya.


Hadiah :


- 1 triliun PS


- 700 milyar PP


- 1 Milyar Poin Pengabdian.


Bonus : 2500 ekor Sapi Wagyu dan 500 pasang Domba Suffolk dan Merino, jadi total 1000 pasang.


* Hadiah telah dalam perjalanan 1 Minggu lagi tiba di Cirebon.


Setelah Ranti melihat hadiahnya, dia langsung menelpon ke Cirebon, Ranti menginformasikan bahwa akan kedatangan 2500 ekor sapi jenis Wagyu dan 1000 pasang Domba yang nanti akan di kembang biakkan.


" Halo pak Adam bagiamana dengan lahan yang baru, apakah sudah bisa di gunakan, dan bagaimana dengan kandang nya tanya Ranti.


" Sudah bisa Nona Muda, tapi maksimal nya 3 bulan lagi semua rumput sudah bertumbuh dengan maksimal, jawab pak Adam.


" Baguslah, tolong buat kandang cadangan, agar aku bisa tahu ada berapa kandang kosong yang harus diisi, sekarang ada berapa ekor sapi Wagyu dan lainnya tolong Segera laporkan", Perintah Ranti.


" Baik Nona, tapi Nona Muda menurut saya, kita harus menambah Lahan untuk domba, apalagi Saat ini domba belum biasa kita jual, jadi kalau bisa, kita beli lahan yang di seberang kita itu, kuasnya 60 hektar milik 10 orang, surat- surat lengkap, juga ada tanah yang agak jauh sedikit dari sini, sekitar 2 Km, dan 3 lagi arah pintu tol ke Jakarta luasnya 6 hektar, cocok untuk bangun pengolahan daging beku untuk ekspor atau dikirim ke pabrik Makanan di Surabaya, ujar psk Adam.


" Baiklah, berapa harganya tanah itu, mereka minta 100 milyar untuk yang 60 hektar dan 10 milyar untuk 6 hektar, jawab pak Adam.


" Baik, atur pembeliannya, dan buat terowongan penghubung kedua lahan itu nantinya, atur ijin ke pemerintah untuk pembuatan terowongan itu


" Baik Nona, saya juga mau laporkan, tadi siang kita kedatangan dari restoran besar di Jakarta mereka ingin bekerjasama membeli daging kambing dan sapi Wagyu setiap Minggu mereka minta 200 kilo daging sapi dan 250 kilo daging Kambing, ucap pak Adam.


" Baiklah atur saja, tapi bagaimana dengan tukang potong kita, apa mereka masih mampu atau perlu tambahan orang, tanya Ranti.


" Kita butuh 3 orang Helper dan 1 orang tukang jagal, itu saja, ucap pak Adam


" Silahkan rekrut tapi cari yang terbaik agar kualitas potong kita bisa bagus, apa ada lagi, tanya Ranti


" Jika Nona ada waktu hari Sabtu depan bisa menandatangani pengalihan hak atas tanah itu, ujar Pak Adam.


" Nanti saya liat kalau saya ada waktu, dan bagaimana dengan seluruh pagar kita, apa semuanya sudah tersambung, tanya Ranti.


" Sudah Nona Muda, oh ya Nona Muda, Minggu depan Niko akan ke Palu melihat persiapan pembukaan peternakan kita Disana, dan kalau Nona Muda tidak keberatan Niko saja yang memimpin peternakan Disana, ujar pak Adam.


" Kalau soal itu nanti saya pikirkan, sekarang fokus dulu untuk pembelian lahannya, bila perlu hari ini kalian sudah bertemu dengan pemilik lahan, Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, untuk hasilnya nanti malam saya kirim beserta rekaman videonya, ujar pak Adam.


" Saya tunggu kabarnya, ujar Ranti dan langsung menutup telpon.

__ADS_1


__ADS_2