
" Tuan, Jasmine Hotel, masih sah milik Ibunya Jasmine Husna, makanya mereka tidak bisa mengganti namanya, ibunya Jasmine menyerahkan Hotel itu, hanya karena diancam akan memasukkan suaminya dalam penjara dan akan membunuhnya dan juga Jasmine.
Nama keluarga ibunya adalah Soetomo, mereka memiliki 7 hotel dan 5 penginapan serta 2 restoran, restoran mereka salah satu kompetitor dari restoran milik saudara Tuan", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah, tolong ambil 50 % harta harta keluarga mereka, sebagai kompensasi kepada Husna dan anggap sebagai warisan untuk Ibunya, kita hanya mengambil hak Husna atas hotel Jasmine saja, yang lain biarkan saja, cukup ganggu saja", perintah Ranti.
" Harta keluarga itu berjumlah 250 milyar belum dengan asetnya, tapi rumah yang di tempati oleh kakak ibunya adalah milik dari pendapatan ibunya Husna, sampai sekarang sertifikat itu masih bernama Sarinah Soetomo, hanya saja mereka yang mencurinya saat mengusir Sarinah Soetomo dan keluarga kecilnya, Lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah, nanti malam saya akan mengambilnya", ucap Ranti.
" Dokumen tersimpan dalam Brankas di kamar yang terhubung dengan gudang, pintunya di belakang lukisan", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah, terimakasih laporannya".
Ranti tiba di rumahnya sudah pukul 8 malam saat saudara - saudaranya sedang makan malam.
" Dek, ayo makan baru mandi", ujar Dewi.
" Ia kak, Ketty mana kok gak kelihatan?" tanya Ranti.
" Ketty nginap di rumah neneknya", jawab Dewi.
" Oh ya sudah, lain kali jangan dong, kan kayak gini lagi di cari gak ada, padahal aku pingin menggendongnya", ujar Ranti.
" Ia hanya kali ini saja, karena ibuku besok mau ke kampung 1 bulan, mau lihat rumah dan kebun, sekalian kakak ijin bawa adik kaka besok nginap disini kalau boleh". ujar Dewi.
" Gak apa-apa, asal dia bisa ikuti aturan dirumah ini, sama seperti kita semuanya", ujar Ranti.
" Ia, dia sudah kakak kasih tau, juga nanti dia kesekolah bawa motor sendiri", ujar Dewi.
" Ya sudah, nanti tempati kamar tamu saja", ujar Ranti.
Selesai makan malam mereka masuk kamar masing-masing, Ranti sendiri berencana akan mengambil sertifikat rumah milik ibunya Husna.
" Tuan, saya sudah menguras 25% harta keluarga itu, jumlahnya 62 Milyar dan 500 juta", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih, dan pantau terus mereka", perintah Ranti.
Tepat jam 12 tengah malam Ranti terbang menuju kediaman kakak tertua Sarinah Soetomo, tak ada gangguan apapun saat Ranti tiba di kamar suami istri itu, mereka sedang asyik tertidur.
" Rose, salinan dari sertifikat itu apakah sudah ada ?" tanya Ranti.
* Sudah di dalam Cincin Semesta, oh ya Tuan, ambil sekalian 2 kotak perhiasan Berlian itu, karena itu milik Sarinah Soetomo, didalam brankas itu ada laporan keuangan asli, termasuk hotel Jasmine, kakak tertua Sarinah Soetomo melakukan korupsi bersama bagian keuangan di hotel Jasmine, silahkan tuan ambil semua hasil korupsinya sekitar 25 milyar selama hampir 17 tahun", ujar Rose.
" Baiklah", apa perlu saya hukum mereka berdua?" tanya Ranti.
" Biarkan saja dulu, kecuali mereka mengganggu Jasmine Husna Patty", ujar Rose.
" Terimakasih Rose". ujar Ranti.
" Sama-sama Tuan, Jasmine Husna Patty memang berjodoh dengan Pratikno, jadi tuan biarkan saja mereka berdua, anak mereka yang akan menghancurkan keluarga Soetomo lewat jalur bisnis di masa depan, pasti Tuan akan melihat nya", ujar Rose.
" Apakah rumah ini langsung aku berikan kepada Husna?" tanya Ranti.
* Nanti saja dulu, Jasmine Husna akan menemukan bukti bahwa itu rumah ibunya, saat itu baru Tuan berikan Sertifikat Rumah itu, dan biarkan Jasmine Husna yang mengusir mereka, kan Tuan sudah berikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan serta Pill Kecerdasan kepada Jasmine, Rose sudah buatkan SIM dan sudah memberikan skill mengemudi kepadanya, Tuan pakai saja uang hasil korupsi manusia jahat ini", ujar Rose.
" Buatkan SIM juga buat ibu Atika, dan berikan skil Mengemudi, oh ya untuk Jasmine Husna, tambahkan skill bisnis, agar dia bisa mengelola hotel miliknya", pinta Ranti.
* Baiklah Tuan, SIM mereka berdua sudah ada dalam Cincin Semesta", ujar Rose.
Ranti menyelesaikan tugasnya dengan Baik, dia mengambil Serifikat rumah, 2 kotak perhiasan Sarinah Soetomo dan dokumen asli laporan keuangan, Ranti mengganti semua Dokumen itu dengan foto kopi, Sedangkan kotak di biarkan, hanya isinya yang Ranti pindahkan ke kotak yang di beli dari toko sistem.
" Aplikasi mata Dewa, ambil uang 25 milyar dari tabungan laki-laki jahat ini sekarang", perintah Ranti sambil keluar dari kamar itu.
Ranti terbang kembali menuju rumahnya, dan langsung masuk ke ruang Dimensi, dia berendam di sungai surgawi, terasa tubuhnya sehat Kembali.
Keluar dari Sungai Surgawi Ranti meminum minuman Herbal, akhirnya Energi Positif nya kembali normal.
Kini waktu berganti pagi, Ranti, Rindu serta Armando dan Salma, berangkat sekolah, sedangkan Mercy dan Friska berangkat ke kampus.
" Halo Tiara, bagaimana keadaan keluargamu?" tanya Ranti.
__ADS_1
" Seperti biasa, Sabtu Minggu hanya dirumah dan keluar makan di restoran, itu saja, nah kalau kamu kemana saja, tumben gak ada kabar", ucap Tiara.
" Maaf, aku lumayan sibuk, kan kamu enak sudah pasangan yang baik hati dan juga ganteng", ucap Ranti sambil mencubit pipi Tiara.
" Hehehehe, aku beruntung dapat cintanya kakakmu Robin Junior, pria kaku tapi romantis", bangga Tiara.
" Aku juga bangga, kakakku bisa jadi dapatkan pasangan seperti dirimu, baik hati dan juga tidak royal", ujar Ranti mengiyakan kebanggaan Tiara.
" Terimakasih ya", ujar Tiara.
" Berarti kamu traktir aku makan bakso nanti istirahat", ujar Ranti.
" Hahahaha, tumben kamu minta traktir, oh betapa bahagianya hatiku, setelah sekian lama, akhirnya adik iparku yang kaya sejagat Bintan Timur, minta ditraktir", teriak Tiara
Omongan Tiara memicu teman-teman mereka untuk tertawa, melihat tingkah Tiara.
" Hei Tiara, kebanyakan orang saat teman minta traktir banyak alasan yang di ucapkan, tapi kamu justru bahagia, saat Ranti minta traktir", ucap salah satu teman sekelas mereka.
" Bagaimana kalau Ranti lagi kesambet hantu lapar dan pesan 10 Porsi, bisa-bisa kamu nanti berhutang lagi sama ibu Kantin, Hahahaha, canda mereka.
" Kalian ini ada-ada saja, tapi ia juga ya, bentar aku lihat apakah uangku cukup, pura-pura Tiara menambah suasana pagi menjadi gembira.
Saat lagi senang- senangnya, Gilang sang Ketua Kelas datang memberi Pengumuman.
" Teman-teman, UN sudah semakin dekat, tapi ada 10 anak di kelas 12 terancam tidak bisa ikut Ujian Nasional, karena Belum membayar SPP dan uang pembangunan.
Di kelas lain sudah melakukan aksi kumpul dana, bagaimana dengan kelas kita?' ucap Gilang sang ketua kelas.
" Kita juga ikut serta, bagaimanapun mereka adalah angkatan kita, Ujar yang lain nya.
" Baiklah, nanti kumpulkan uangnya ke Tiara, jangan paksakan kalau tidak bisa, semuanya sukarela", ujar Gilang.
" Kami 1 juta, ucap Pretty dan Chelsea
" Kami juga 1 juta, ucap si Kembar
" Kami bertiga 1,5 juta, ujar Gema.
begitu seterusnya ada yang 200 dan ada yang 300, aksi solidaritas ini membuat ikatan kelas mereka menjadi semakin akrab, apalagi Gilang ternyata mampu memimpin kelasnya dengan baik dan juga tulus kepada teman-temannya.
" Saya dan Tiara 10 juta, Dan jika nanti ada kekurangan, itu tanggung jawab saya, ujar Ranti".
" Pak Ketua Kelas, kenapa mereka bisa tidak bisa bayar uang sekolah, tanya Pretty.
" Panti Asuhan mereka telah di bongkar oleh Pemerintah karena Panti asuhan itu berdiri di lahan Pemerintah dan pemerintah berencana akan membangun gedung perkantoran pemerintah, hanya itu yang kudengar dari mereka", ujar Gilang.
" Lalu bagaimana dengan anak-anak yang lain", tanya mereka lagi.
" Masih di sana, waktu mereka hingga saat lulusan dan naik kelas.
* Rose, tolong Carikan lahan dan bangun gedung Panti dalam Waktu 2 bulan apakah bisa, tanya Ranti.
" Bisa tapi warga akan terkejut, minimal 6 bulan bisa selesai agar manusia lainnya tidak curiga, ada kompleks Ruko kosong di wilayah itu, ada sekitar 1 blok yang belum terjual, jika Tuan mau, Rose beli hari ini dan langsung renovasi, sementara mereka bisa tinggal disana, dan nanti tuan tinggal cari lahan untuk membangun Panti Asuhan yang baru, bagaimana Tuan.
" Baiklah, beli hari ini, dan langsung renovasi, nanti yang lainnya di urus manusia biasa, seperti AC dan pembelian barang-barang lainnya, tugas Tim Rose cukup renovasi Saja buatkan kamar-kamar dan dapur l", perintah Ranti.
" Baik Tuan", segera Rose kerjakan.
" Gilang, nanti istirahat ajak 10 orang itu makan bersama kita di kantin", ujar Ranti.
" Oke, nanti aku minta WA ke ketua kelas mereka Masing-masing, ujar Gilang.
" Halo Bu Michelle, ada berapa murid kelas 12 yang terancam tidak ikut UN, dan tanyakan ke ketua yayasan, berapa siswa kelas 6, kelas 9 dan 12 yang tidak bisa ikut Ujian, setahu saya seluruh anak-anak Panti tidak wajib bayar uang pembangunan, kalau SPP hanya 25%, ini keputusan dari siapa ?" tanya Ranti.
Semua teman Ranti terdiam, mereka awalnya agak tidak percaya dengan omongan Gilang waktu dia bermasalah dengan Ranti, tapi saat mendengar omongan Ranti mereka jadi terdiam ketakutan.
" Maaf Nona Muda, itu perintah dari bagian keuangan, katanya semuanya wajib membayar uang pembangunan, anak panti juga, dengan 25% dari total Uang pembangunan yang di sepakati, dalam rapat terakhir", ujar Bu Michelle.
" Siapa saja yang ikut rapat dan kapan rapat itu di adakan, kenapa saya tidak tahu dan kalian tidak ada satupun yang memberitahukannya padaku, apa kalian masih menghargai saya atau tidak", ujar Ranti.
" Saya juga kaget, terakhir Nona Muda sudah menghapuskan soal uang pembangunan, kecuali SPP tetap bayar 25% untuk panti asuhan yang cukup mampu, seperti, charity, Agape dan Al Azhar, 10 anak ini, Ketua Pantinya juga kaget saat membaca surat dari kita, mereka sudah meminta kelonggaran tapi bagian keuangan tidak memberikan nya, makanya barusan Pak ketua yayasan marah- marah ke bagian keuangan", ujar Bu Michelle.
__ADS_1
" Suruh dia menghadap saya sekarang, dan panggil 10 anak itu, dsn juga Ketua Yayasan", Perintah Ranti
" Baik Nona Muda", ucap Bu Michelle.
" Ada apa sebenarnya Ranti? tanya Tiara.
" Saya sudah menghapus uang pembangunan untuk seluruh teman-teman dari Panti Asuhan, yang masih berlaku hanya SPP bayar 25 % untuk Panti Asuhan yang cukup mampu, dan hanya ada 3 panti Asuhan yang wajib bayar SPP 25% untuk siswa yang tidak berprestasi, yaitu, Charity, Agape dan Al Azhar, dan suratnya sudah sampai ke ketua Panti, boleh tanya ke Gema, Yudi dan Kiran, karena juga sudah tau masalah ini", ujar Ranti.
" Ya sudah, tenangkan pikiranmu, lihat semua kawan-kawan kita sudah terdiam ketakutan melihat wajah marah mu", ujar Tiara.
" Maafkan saya teman- teman, jujur saja sekolah ini milik saya, dan jujur saya malu jika hanya karena uang , teman- teman kita tidak bisa ikut ujian.
" kita tetap berikan sumbangan itu, saya yakin mereka kurang makan di panti, soal biaya sekolah itu bisa di atur, apa kalian rela uang kalian buat mereka yang lebih kekurangan dari kita?" tanya Ranti.
" Kami ikhlas Ranti, mungkin hari ini kita yang membantu mereka, tapi mungkin di masa depan justru merekalah yang akan membantu kita, Ujar salah seorang teman mereka.
" Ya sudah, aku senang punya teman seperti kalian, miskin kaya bukan ukuran kita bersahabat, ujar Ranti.
Ranti meninggalkan kelas dan menuju ke ruangan guru dia memanggil kakaknya Rindu untuk menemanya.
Sepeninggal Ranti, Tiara di berondong berbagai pertanyaan dari teman-teman sekelas yang tidak mengenal dekat Ranti.
" Tiara, berani juga kamu menenangkan Ranti yang lagi emosi berat', ujar mereka.
" Hey kawan, aku kasih tau, yang mampu menenangkan Ranti kalau ngamuk, selain seluruh kakaknya, ya hanya Tiara, secara mereka berteman dari kelas 7, ujar Yulianto.
" Memangnya kamu pernah lihat Ranti ngamuk sebelumnya? tanya yang lainnya.
" Kalau kalian ingat kasus Hilman dan Aldi, nah itulah dia ngamuk sama 2 orang itu, dan hanya Tiara yang sanggup menenangkanya, tanya Gema, Yudi dan Kiran, maaf juga waktu dulu Pretty dan Chelsea dan bagaimana berhadapan dengan Ranti", ujar Yulianto.
" Benar sekali, dulu saya dan Chelsea hampir babak belur, tapi saat Tiara memegang tangannya, Ranti langsung diam, intinya Ranti itu, sangat tidak suka di ganggu, apalagi soal temannya, dulu saja ada kakak kelas iseng dengan Chelsea, langsung di tempeleng sama Ranti di kantin, makanya aku bersyukur waktu itu di maafkan dan ternyata hidup sederhana akan memiliki banyak teman sejati", ujar Pretty.
" Teman- teman, Ranti sudah puas di bully waktu di Budi Luhur, tapi dia tidak pernah membalas mereka hingga sekarang, kalian mungkin tidak percaya, ayah saya saja kalau lagi ngomongin soal proyek dengan dia, bisa gemetaran, padahal hampir tiap hari dia dan Ayahku ngobrol", uang Tiara.
" Teman kita itu unik, saya kasih tau kalian, di Surabaya dan Jawa Timur, tidak akan mampu mengalahkan kekayaan nya, tanya Gilang, Ranti pesan berapa unit kapal ke bapaknya dan tanya Pretty dan Chelsea, berapa banyak barang yang Ranti pesan ke pabrik ayahnya belum kalian disini, tidak tahu kalau orang tua kalian bekerja sama dengan Ranti lewat ayahku dan semuanya karena kalian sahabatnya", ujar Tiara.
Seketika mereka seruangan kebingungan, ada yang perusahaan ayahnya sudah mau bangkrut, tiba-tiba bisa bangkit dan langsung dapat proyek.
" Tiara, ayah saya salah satu kontraktor di Mega Proyek Kota Terpadu bersama dengan ayahmu, lantas apa hubungannya dengan Ranti, Tanya Geo.
" Geo, seingat saya, Ranti menelpon ayah saya 5 bulan yang Lalu, katanya bantu perusahaan ayahmu, karena kamu teman sekelasnya, Perusahaan ayahmu dapat modal RPS Group Company dan Proyek dari Ayahku, hubungan nya adalah RPS Group Company adalah milik Ranti sendiri tanpa campur tangan dari orangtuanya", ucap Tiara.
" Astaga, ayahku saja dapat proyek 100 milyar, untuk menggali dan pasang Pipa untuk air bersih, kadang saya ikut bantu ayah ke lapangan", ujar Geo.
" Kalau ayah saya, di berikan proyek yang tak tahu jumlahnya berapa, tapi dalam kontrak itu, tertulis, seluruh bangunan yang menggunakan keramik, semuanya di suplai oleh ayahku, sedangkan ayahnya Chelsea, wajib menyediakan peralatan dapur seperti kompor listrik, fusi dan gas, juga alat listrik di seluruh gedung yang akan di bangun", ujar Pretty.
" Tapi kenapa dia tidak bergaya seperti orang kaya yang kebanyakan, ujar mereka.
" Orangtua kandung nya adalah orang terkaya se-Indonesia hingga saat ini, coba kalian lihat daftarnya yang masih tanda tanya, karena orangtua nya menghilang sejak lama, tapi aset mereka masih berjalan, dan katanya orangtua Ranti memang hidup nya sederhana tapi tidak bisa di singgung, ujar Tiara.
" Pantas saja Ranti seperti itu, dia akan bantu orang dengan tuntas, tapi akan melawan jika ada yang menyinggungnya, ujar Geo.
" Untungnya aku cepat sadar", ujar Gilang akhirnya bersuara.
" Gilang, asal kamu tahu saja, saudara kami Mikael, yang sekarang pergi dari rumahnya entah kemana, itu tidak di ampuni oleh Ranti, bahkan dia memblokir akses seluruh sekolah se-Jawa timur, hingga saudaraku frustrasi dan kabur dari rumah, tanya saja si kembar, belum lagi Hilman dan Aldi di usir dari sekolah ini, bahkan Hilman di penjarakan hingga saat ini belum keluar, ujar Pretty.
" Aku bersyukur, hanya di hukum jadi ketua kelas, bahkan bisnis ayahku terdongkrak karena pesanan kapal Ranti berjumlah 8 unit, di bayar cash, hingga akhirnya hutang perusahaan kami lunas, belum lagi peralatan lain yang di pesan perusahaan Ranti, ujar Gilang tersenyum.
" Teman kita hebat, orang tua sudah kaya raya, dia sendirian juga sudah kaya, bagiamana jika harta mereka di gabungkan", ujar salah satu teman mereka.
" Dia juga unik, punya Instagram tapi jarang posting sesuatu", ujar Geo.
" Hahahaha, dari dulu dia seperti itu, oh ya kalian belum dengar kalau dia nyanyi dan main musik, kalah artis kita, ujar Tiara.
" Tapi Tiara maaf aku lihat dia sangat dekat dengan pacarmu, apa hubungan mereka, apa mereka sama-sama dari Panti Asuhan", tanya murid perempuan itu.
' Robin pacar saya bukan dari Panti Asuhan, jujur saja Robin itu cucu dari keluarga Wijaya, dia dan Ranti sudah mengangkat saudara, jadi Robin menganggap nya sebagai adik dan begitu sebaliknya, bahkan Ranti yang kasih tahu kalau Robin sering bilang ke Ranti kalau dia suka samaku, karena Ranti bosan Robin tak berani tak berani nembak akhirnya Ranti atur hingga kami jadian waktu itu aku kelas 8 akhir, Robin saat itu baru selesai UN, sampai sekarang.
Dan ini foto berlian pemberian Ranti saat aniversari saya dan kak Robin juga penetapan acara tunangan kami saat nanti saya lulus SMA", ujar Tiara.
" Apa kamu tidak cemburu kedekatan mereka berdua", pancing mereka.
__ADS_1
" Hahahaha, selain kakaknya Darel dan asiknya Armando, yang bisa memeluk nya hanya Robin, dan dia hanya bisa di tenangkan juga oleh Robin, makanya pacarku sangat menyayanginya, apalagi Ranti juga sangat menyayangi pacarku, semuanya sudah di siapkan Ranti untuk kami berdua, kalau aku cemburu itu hal konyol, kalau mereka mau pacaran sudah dari awal, sebelum Robin dengan saya.