
Setelah ketiga kakaknya dan kedua adiknya berangkat sekolah, Ranti segera bersiap-siap untuk ke Bandara, hari ini dia akan menuju Singapura, Via Batam.
Dia ingin melakukan sesuatu di Batam setelah kembali dari Singapura.
Bu Likha sudah mempersiapkan makanan untuk bekal Ranti di jalan, hal itu memang sudah biasa bagi Ranti.
Tepat pukul 8 pagi, Ranti berangkat menuju Bandara Juanda, rencana penerbangan jam 9 Pagi.
Tiba di bandara kurang dari 10 menit, jam 9. Ranti bergegas ke ruangan VVIP, dan benar saja pesawatnya sudah siap.
Diatas yang mengudara, Ranti membaca pesan dari aplikasi Mata Dewa, lokasi dari Aquinas Setiawan.
Dengan menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya Ranti tiba di Bandara internasional Hang Nadiem Batam, Kepulauan Riau.
Gulfstream G 700, kembali menjadi tontonan para calon penumpang, maupun yang hanya sekedar mengantar calon penumpang.
Dengan langkah santai Ranti turun dari pesawat dan menuju pintu keluar bandara, banyak yang memperhatikannya dari jauh, Ranti hanya membawa Ransel Ruang, dan tak lupa, Kantong ruang untuk menangkap Aquinas Setiawan.
Ranti menggunakan Taksi dan minta di antarkan pelabuhan internasional Batam Center.
Pelabuhan yang berdekatan dengan Mega Mall, sungguh menarik minat Ranti, setelah melihat-lihat dan membeli tiket Ranti berpikir setelah dari Singapura dia akan mampir di Mega Mall.
Ranti membeli tiket Batam Center Indonesia tujuan harbour front Singapura atau SCC (Singapore Cruise Centre)
Setengah menunggu, akhirnya kapal Ferry tujuan Singapura di berangkatkan, jarak Batam Center. Singapore yang dekat dan hanya membutuhkan paling lambat 1 Jam Ranti sudah tiba Singapura.
" Rose tolong tukarkan 100 ribu dollar Amerika ke dolar Singapura,
* Baik Tuan, sebenarnya Tuan bisa menggunakan ATM dari Mandiri World Elite, untuk belanja atau sekedar tarik tunai, jawab Rose
" Tidak apa-apa, minimal aku ada pegangan uang cash, jawab Ranti.
Dengan menggunakan kacamata Quantum, Ranti mencari tempat untuk makan, sambil makan dia membuka tabletnya dan sambil menonton.
Selesai makan dia melihat Apple Store Singapura, iseng dia mampir dan melihat-lihat.
" Rose jika aku beli iPhone di Singapura apakah bisa di pakai di Indonesia.
* Tidak masalah Tuan, hanya saja jika rusak tidak bisa di klaim di Indonesia, jawab Rose.
" Baiklah, terimakasih informasinya", balas Ranti.
Ranti melihat iPhone 14 promax yang di rilis September tahun lalu, dia teringat untuk membelikan nya untuk seluruh saudaranya.
Dengan santai dia bertanya ke karyawan Apple store, varian apa saja yan tersedia, dan maximal pembelian.
Setelah di jelaskan akhirnya Ranti memutuskan untuk membeli sebanyak 30 unit, 15 unit varian 1 terabyte dan 15 unit untuk 512 terabyte.
Karyawan itu sangat kaget ada orang yang membutuhkan iPhone 14 promax
Dengan membayar sebesar SGD 100 ribu, serta aksesoris lainnya, kemudian di masukkan kedalam troli belanja tertutup.
Akhirnya aplikasi Mata Dewa memberikan informasi bahwa, Aquinas sedang berada di apartemen milik kekasihnya, di daerah Apartemen Lucky Plaza Orchard Road.
" Pantau dan segera kabarkan saat dia hendak keluar dari apartemen, perintah teks Ranti.
Ranti segera mencari Taksi dan menuju ke apartemen dimaksud,
" Segera tuan, sebentar lagi dia akan pergi untuk membeli makanan, pesan aplikasi Mata Dewa.
Ranti bergegas naik lift menuju lantai dimana unit apartemen pacarnya Aquinas berada.
" Retas semua CCTV di apartemen ini, perintah Ranti.
" Retas juga rekening bank miliknya, Perintah Ranti.
" Baik, sekedar informasi, Aquinas memiliki anak dengan mantan pacarnya, umur anaknya baru 9 bulan, saat ini tinggal di Batam dan terpaksa jadi wanita malam, karena malu kembali ke daerahnya, pesan aplikasi Mata Dewa.
" Cari dia serta nomor telpon nya, segera
" Baik", Dia memiliki 100 milyar rupiah dan SGD 1,1 juta, balas aplikasi Mata Dewa.
" Kuras sekarang juga, sisakan 100 ribu, Perintah Ranti.
Dengan Armor Transparan Mode Stealth Ranti berdiam di depan pintu unit apartemen.
Aquinas keluar dari unit pacarnya dan segera menuju lift.
Ranti mengikutinya dengan perlahan dan masuk berbarengan dengan Aquinas.
Tanpa menunggu lama-lama, Ranti langsung memukulnya hingga pingsan, Ranti membuka kantong Ruang Penyimpanan dan langsung mengucapkan masuk, " Masuk"!
Dalam sekejap Aquinas terhisap ke dalam kantong Ruang itu, namun di jatuh di tempat yang berbeda dengan Aquino.
Ranti keluar dari lift, dan menonaktifkan Armor Transparan dan menuju lobby.
" Rose, transferkan uang 500 ribu dolar ke pacarnya Aquinas, anggaplah sebagai kompensasi.
__ADS_1
* Toh uang rampasan dari Aquinas, jawab Rose tersenyum
" Terimakasih Rose, sekarang mari kita langsung ke Batam.
Dengan menggunakan taksi, Ranti meninggalkan apartemen lucky plaza dan menuju Harbour Front, untuk kembali ke Batam.
Ranti melihat pesan dari aplikasi Mata Dewa, data diri mantan pacarnya Aquinas, melihat data itu Ranti meneteskan airmata, gadis itu masih sangat mudah, baru 19 Tahun, sudah di buat seperti itu.
" Hubungi dia dan suruh ke pelabuhan Batam Center, Perintah Teks Ranti
" Halo, apa benar ini dengan Youla, tanya aplikasi Mata Dewa.
" Benar sekali, ada yang bisa di bantu, tanya Youla.
" Majikan ingin bertemu dengan anda, Berapa tarif untuk satu malam
" 1 juta, hotel majikan anda yang bayar.
" Baik, tolong jemput majikan saya di Pelabuhan Batam Center, sebentar lagi akan naik Ferry, tapi ingat pakai pakaian yang sopan dan agak tertutup, majikan saya tidak suka jika anda memakai pakaian yang terbuka apalagi yang kurang bahan, Perintah aplikasi Mata Dewa.
" Baik, saya akan lakukan, jawab Youla.
" Berapa nomor rekening kamu, saya akan mengirimkan ongkos Taksi dan uang DP, ucap aplikasi Mata Dewa
" Baik saya kirim sekarang, jawab Youla.
Dalam tempo 3 menit, Rose sudah mengirim uang 500 ribu.
Youla yang membaca notifikasi dari Bank, langsung bergegas, dan memesan Taksi online.
" Syukurlah, anakku bisa beli susu dan makanan tambahan yang lagi tenar, Batin Youla.
Dengan gembira dia menuju ke Pelabuhan Batam Center, " Semoga pelanggan kali ini puas dan aku dapat tambahan", batin Youla.
Dengan tergesa-gesa, dia turun dari taksi dan menuju ke pintu keluar Pelabuhan Batam Center.
Ranti yang sudah melihatnya dari jauh, tapi belum mau mendekat, dia memindai Youla dan sistem mengeluarkan status nya dan benar saja, dia di ajak Aquinas ke Batam 2 tahun lalu, setelah lulus sekolah, setelah hamil, Aquinas meninggalkan dia dengan dengan hanya meninggalkan uang 100 juta, dan membayar kamar kos Elite selama setahun.
Terlihat Youla, masih setia menunggu, kemudian aplikasi mata dewa mengirim pesan, bahwa majikannya baru tiba, maaf membuat kamu menunggu lama.
" Tidak apa-apa, saya sudah di bayar, jadi saya harus menunggu, balas Youla.
Akhirnya Ranti mendekat, dan menyapanya,
" Apa Kamu Youla, yang di telpon asisten saya, tanya Ranti basa-basi
" Jangan salah sangka, aku masih normal, sengaja aku ajak kamu bertemu, dengan berpura-pura menyewa kamu, Jujur Ranti
" Maaf Nona, terus maksudnya apa, jujur aku bingung, ucap Youla.
" Kita cari tempat yang enak untuk ngobrol, mumpung baru jam 6 Sore, ucap Ranti
" Tempat nongkrong seperti yang Nona suka, tanya Youla
" Kafe atau food court, bagaimana kalau ke Nagoya hill saja, disana lebih ramai dan juga banyak pilihan makanan nya.
" Ikut kami saja", balas Ranti
Dengan Taksi pelabuhan mereka menuju ke Nagoya Hill, di Teuku Umar.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit mereka sudah tiba di Nagoya Hill.
Youla, memimpin jalan menuju lantai 1 yang terdapat Food Court. Karena gak mau ribet akhirnya Ranti memilih KFC, sedangkan Youla memilih ayam Penyet Ria.
Selesai makan, akhirnya Ranti membuka pembicaraan yang serius
" Youla, aku ingin menanyakan sesuatu, harap kamu mau menjawabnya dengan jujur, ucap Ranti
" apa yang ingin kamu tanyakan, dan apakah kamu yakin dengan jawaban saya, tanya Youla.
" Ini menyangkut masa depan anak kamu, aku tau kamu memiliki anak bersama dengan Aquinas Setiawan, sekarang dia tinggal di Singapura.
" Ya dialah yang membuat aku seperti ini, tapi aku sudah mengikhlaskan jalan hidupku, asalkan anak saya bisa terpenuhi kehidupannya, jawab Youla yang berusaha tegar.
" Jujur saja, saya sendiri tidak suka dengan keluarga mereka, jadi aku menyuruh orang-orang ku mencari siapa yang berkaitan dengannya, tapi bukan untuk disakiti atau di jadikan umpan, kamu tenang saja, kita membenci orang yang sama, tapi dalam kasus berbeda, ujar Ranti.
" Apa yang ingin kamu ketahui tentang Aquinas, tanya Youla.
" Sudah tidak penting lagi, saat ini yang terpenting bagi saya adalah kamu dan anakmu, apakah kamu nyaman bekerja seperti ini, tanya Ranti
" Jujur saja, jika aku punya pilihan, aku pasti tidak mengambil jalan ini, jawab Youla.
" Apa kamu ingin pulang ke Bandung, ke tempat keluargamu atau tidak, tanya Ranti
" pasti aku pulang tapi tidak sekarang, aku ingin membesarkan anakku dulu, baru datang minta maaf ke orang tuaku, jawab Youla.
" Jadi kamu masih ingin disini, tanya Ranti.
__ADS_1
" Kalau sudah punya uang, aku ingin ke Jakarta, disana masih lebih nyaman, karena dekat dengan Bandung, jawab Youla.
" Kalau mau, besok kamu ikut dengan saya ke Jakarta, soal uang kamu tidak perlu repot-repot kerja seperti ini, ucap Ranti
" Lalu disana aku kerja apa, tanya Youla.
" Kamu hanya mengurus anakmu saja, dan lanjutkan sekolah, kamu bisa kuliah, selesai itu kamu bisa bekerja di tempat saya, Bagaimana?
" Aku tak berhutang kepada siapapun, ucap Youla.
" Kamu tidak berhutang kepada ku, aku akan memberikan yang seharusnya Aquinas berikan kepadamu, ucap Ranti.
" bagaimana dengan tempat tinggal dan biaya hidupku dan anakku? tanya Youla.
" Jangan kuatir, asal kamu setuju ikut dengan saya, kamu tidak akan rugi, bahkan kamu akan bahagia karena masa depan kamu fan anakmu terjamin dan tidak berhutang kepada siapapun, termasuk saya, jawab Ranti
" Baiklah aku percaya, kalau begitu aku ijinkan aku pulang untuk membereskan barang-barang saya dan juga ijazah SMA saya.
" Bawa saja baju yang layak, sisanya buang saja, nanti di Jakarta kita beli semuanya, jangan kuatir, yang penting ijazah kamu, dan malam ini, kamu dan anakmu nginap dengan saya di hotel, besok jam 9 pagi kita berangkat. ucap Ranti.
" Apakah kamu menunggu disini atau bagaimana, tanya Youla.
" Kita sama-sama ke kostan kamu, baru kemudian cari hotel, atau kita cari yang dekat dengan mall ini bagaimana, tanya Ranti.
" Baiklah, di kompleks Mall ini ada hotel, mari kita kesana.
Mereka beranjak dan menuju hotel yang dimaksud.
Sampai di hotel Ranti booking 2 kamar.
Selesai itu, Ranti mengatakan bahwa nanti akan kembali, karena masih ada urusan.
Mereka langsung menuju ke kost Youla dengan taksi yang berada di Mall.
Hanya 15 menit sudah sampai, Ranti meminta agar menunggu saja.
Youla mengambil koper dan memasukkan baju yang semuanya kategori sopan dan ada sebagian yang branded, tak lupa ijazah dan juga susu anaknya.
Selesai membereskan baju- baju nya, Youla berpamitan kepada temannya yang selalu menjaga anaknya saat dia bekerja, temannya telah bersuami dan bekerja sebagai pelaut.
Sebagai ucapan terimakasih, Ranti memberikan cek senilai 50 juta kepada teman Youla.
Akhirnya saat ini mereka sudah tiba di hotel, Ranti memberikan 500 ribu kepada supir taksi itu dan mereka masuk ke kamar.
Ranti mengajak Youla untuk kembali Mall, Ranti masih ingin membelikan Handphone baru untuk Youla, karena handphone milik Youla sudah jelek.
Ranti membelok Youla, handphone Samsung Galaxy S Ultra 22, varian tertinggi.
Saat ini mereka sudah berada di hotel, Ranti mengingatkan agar bangun pagi-pagi.
Tepat jam 6 pagi, Youla mengajak Ranti ke Kopitiam Indorasa termasuk Kopitiam legendaris di Batam.
Puas Menikmati sarapannya, mereka kembali ke hotel dan check out.
Saat ini mereka telah berada di dalam Taksi menuju Hang Nadim, Youla hanya percaya saja, dan tak mau banyak bertanya atau memulai pembicaraan.
40 menit kemudian mereka tiba di bandara Hang Nadim (BTH), Ranti dan Youla memasuki ruangan VVIP dan mengurus beberapa dokumen, termasuk dokumen Youla untuk di masukkan ke dalam manifestasi Penumpang VVIP.
Sambil menunggu Ranti berbelanja oleh-oleh untuk kakak-kakak nya dan kedua adiknya, serta seluruh yang bekerja dirumahnya.
Akhirnya jam keberangkatan mereka tiba, betapa kagetnya Youla, bahwa dia akan naik Jet Pribadi untuk ke Jakarta.
" Ranti, apa pesawat ini kamu sewa atau milikmu, tanya Youla.
" Milik Perusahaan saya, jawab Ranti singkat.
Youla, apa kamu bisa menyetir mobil, tanya Ranti.
" Dari SMP aku sudah bisa bawa mobil, ayahku sopir angkot di Bandung, Aku juga sempat ikut taksi online, tapi mobilnya di tarik Dealer, saat anakku sakit, jawabnya
" Baiklah, nanti semuanya kita urus di Jakarta, saya mau kamu terus kuliah, dan fokus urus anak,
" Baik aku akan mengikuti semua saranmu.
Akhirnya mereka tiba di Jakarta, Ranti tidak mengabarkan siapapun kalau dia berada di Jakarta.
Ranti meminta ke supir taksi agar mengantar hotel ke hotel Aryaduta, Ranti juga meminta supir taksi untuk menunggu, karena mereka akan pergi lagi.
" Youla kamu lebih nyaman tinggal di komplek perumahan atau apartemen, tanya Ranti
" Aku lebih suka di kompleks perumahan, lebih nyaman dan pengeluaran lebih hemat, jawab Youla
" Yang kamu tau perumahan mana yang bagus, tanya Ranti
" Yang lagi trend di PIK 2, kata Youla
" Baik kita Cek Disana, saya hubungi dulu orang yang pernah mengurus rumah kakakku disana, semoga dia masih ada unit, apalagi jika sudah full furnished, jawab Ranti
__ADS_1
Youla tak hanya ikut saja omongan Ranti, dan Taksi membawa mereka ke sana.