SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Tugas dari Rose


__ADS_3

Setelah berpamitan, Ranti langsung berangkat kembali ke Surabaya, kali ini Aisyah tidak terlalu merengek saat kepergian Ranti, karena ada Robin dan Tiara.


" Kakak ipar nanti, Aisyah tidur dengan kakak ya", ucap Aisyah.


" Ia, nanti kakak temenin, dan jangan bersedih, kakakmu Ranti itu sangat sibuk, jadi kamu harus terbiasa, toh semua yang dia kerjakan demi kamu juga", ucap Tiara.


" Ia Kak, Aisyah tau itu, tapi Aisyah sangat kuatir dengan kesehatan kak Ranti", ucap Aisyah.


" Kakak tau itu sayang", ucap Tiara lembut.


Ranti mendengar laporan dari Aplikasi Mata Dewa tentang percakapan Tiara dan Aisyah, membuatnya terharu dan bahagia, ternyata semua saudaranya dan sahabatnya sangat menyayanginya.


* Tuan, mereka sangat menyayangi anda, bukan karena harta yang Tuan berikan, tapi ketulusan hati Tuan yang juga menyayangi mereka", ucap Rose dengan lembut.


" Ia Rose, aku tau semua itu, dan semuanya berkat pemberian kalian, mereka adalah hidupku, tolong buat mereka lebih bahagia", mohon Ranti.


* Sudah pasti Tuan, itulah mengapa Rose tidak mengijinkan Tuan mengangkat saudara lagi, besok setelah pulang dari Malang bersama Nona Salma, Tuan mendapat Tugas untuk menolong seorang gadis yang di buang oleh keluarganya, setelah kedua orangtuanya meninggal, kejadiannya nanti besok malam jam 9, buatlah gadis itu kaya dalam semalam, dan buat dia kejam kepada seluruh keluarganya, kecuali 1 orang sepupunya yang sangat menyayanginya.


" Sepupunya saat ini sedang sakit, hingga tidak bisa membantunya, sepupunya juga, akan diusir, hanya saja dia masih belum tanda tangan surat pengalihan warisan dari ayahnya.


" Buatlah kedua orang ini kaya, rumah untuk mereka segera Rose siapkan, mobil, maupun motor, uang Deposito 500 milyar dan uang biaya hidup 50 milyar, serta tanah perkebunan", ucap Rose.


" Baik Rose, tapi dimana gadis itu tinggal? tanya Ranti.


* Dia tinggal di daerah Puncak Jawa Barat, di tengah perkebunan teh, dan kebun itu sudah menjadi miliknya, tapi Tuan yang harus memberikannya, luasnya 20 hektar, beserta kebun Tehnya, lokasinya tepat berdampingan dengan perkebunan milik Tuan, sedangkan rumahnya berada di Bogor", jawab Rose.


" Baiklah, apakah ini misi atau tugas biasa saja? tanya Ranti.


" Gadis itu adalah reinkarnasi sahabat Tuan dari semesta yang berbeda, disana dia seperti persahabatan Tuan dengan Nona Tiara, sebelum bereinkarnasi, gadis itu dibunuh suaminya yang ternyata menyamar untuk menghancurkan perusahan milik Tuan di semesta tersebut.


Tapi gadis itu berkorban untuk keselamatan Tuan perusahaan, namun dia tewas di bunuh suaminya, kemudian 17 tahun lalu dia bereinkarnasi ke tubuhnya yang sekarang, dan ternyata orang-orang dari semesta itu datang mengejar dan membunuh orangtuanya di Semesta ini", ucap Rose.


" Baik Rose, kirim saja koordinatnya", jawab Ranti.


* Baik Tuan, ATM Deposito Berjangka dan ATM untuk keseharian sudah berada dalam Cincin Semesta, Sedangkan untuk sepupunya, berikan saja, 100 milyar Deposito dan 25 milyar untuk biaya hidup, sedangkan untuk rumah dan mobil terserah Tuan mau berikan seperti apa modelnya", ucap Rose.


" Baik Rose", jawab Ranti, dan langsung mendarat di rumah Belanda.


Tepat jam 8 malam Ranti tiba dirumahnya, dia disambut Salma yang langsung tersenyum bahagia melihat Ranti yang sudah berada di ruang tamu.


" Kenapa wajahmu seperti abis bersedih? tanya Ranti ke Salma.


" Salma kira, kakak lupa dengan acara sekolah besok", jawabnya.


" Tidak sayang, sekali kakak bilang bisa, pasti kakak akan tepati, kecuali kakak di luar negeri baru kakak tidak bisa", jawab Ranti.


" Apakah Salma merepotkan kakak", ucap Salma.


" Tidak sayang, jangan berpikir demikian, karena hanya membuat kakak sedih",ucap Ranti.


" Terimakasih kak, Salma sangat beruntung memiliki kakak-kakak yang baik dan menyayangi Salma dan juga kak Armando", jawab Salma.


" Ya sudah, ayo senyum dan temani kakak makan malam",ucap Ranti sambil merangkul Salma.


" Dasar anak manja, udah besar dan punya keponakan, masih saja manja", ledek Mercy.


" Hehehehe, Salma jadi malu sama Ketty Angelina keponakanku",ucap Salma.


" Temani kakakmu makan malam, perintah Mercy.


" Ia kak, kan Salma juga mau makan kentang goreng, tadi sudah minta tolong bibi koki untuk membuatnya", jawab Salma.


Sementara di Merak, tepatnya dirumah Aisyah, mereka bertiga masih nongkrong depan TV.


" Dek, bersihkan dirimu dan ganti baju", perintah Robin yang juga sudah berdiri untuk ke kamarnya.


" Ia kak, jawab Aisyah dan langsung beranjak di temani Tiara.


" Kamu itu, harus belajar mandiri, agar kakak-kakak mu tidak kecewa sama kamu dek", ucap Tiara.


" Hehehehe, kalau ada kakak-kakakku, Aisyah pasti tidak bisa kalau tidak manja sama mereka berdua, apalagi ada kakak ipar yang cantik", ucap Aisyah menggoda Tiara.


" Ini pakaiannya, sekarang ganti, nanti kakakmu datang mencubit kamu", ucap Tiara.


Tiara menarik napas panjang melihat tingkah calon adik iparnya, yang terlihat seperti anak kecil saat Robin atau Ranti berada di dekatnya.


" Halo Ranti, lihat tingkah adikmu ini, manjanya kumat lagi", ucap Tiara lewat Video Call ke Ranti yang kini sedang duduk di depan TV setelah selesai makan malam.


" Hahahaha, kenapa kakak ipar, apa adik cantikku merepotkan dirimu? tanya Ranti sambil meledek.


" Lihat saja tingkahnya, ganti baju tidur saja, minta aku membantunya", jawab Tiara.


" Aisyah, apa kamu senang merepotkan kakak iparmu", ujar Ranti.


" Mumpung kakak ipar ada, ya manfaatin saja, kan nanti jika kakak ipar dan kak Robin pergi, pasti Aisyah kesepian lagi", Ujarnya.


" Ya sudah, tapi jangan buat kakak iparmu kecapean ya sayang", ucap Ranti.

__ADS_1


" Ya nggaklah kak, Aisyah gak mau kakak ipar kecapean, karena Aisyah sangat menyayangi kakak ipar yang cantik dan lembut ", jawab Aisyah memuji Tiara.


Tiba-tiba Robin masuk kamar Aisyah, yang belum menggunakan bajunya.


" Cepat pakai bajunya, terus tidur, temani kakak iparmu", perintah Robin.


" Ia, tapi kami masih telponan dengan kak Ranti", jawab Aisyah yang masih dalam kondisi telanjang.


Tiara juga yang dalam kondisi sama dengan Aisyah, tidak berusaha menutupi tubuhnya, tapi walaupun Robin sudah sering melihat Tiara telanjang, tapi Robin tidak pernah melebihi batas dalam hubungan mereka, itulah yang membuat Tiara sangat nyaman dan makin mencintai Robin.


" Kak Robin, tolong temani Aisyah tidur, Ucap Ranti.


" Ia Dek, kakak dan Tiara akan menemaninya malam ini", jawab Robin ke Ranti.


" Ya sudah, adik mau urus perlengkapan Salma untuk karya wisata besok pagi jawab Ranti dan mematikan handphonenya.


" Ya sudah sekarang pakai bajunya, nanti kakak dan kakak iparmu temani kamu tidur malam ini", perintah Robin.


Betapa bahagianya hati Aisyah, mendengar ucapan Robin, dan langsung memakai piyamanya.


Mereka bertiga tidur dengan posisi Aisyah di tengah-tengah Robin dan Tiara.


Tepat pagi hari, Ranti bangun dan membangunkan Salma yang tidur disampingnya.


" Ayo bangun gadis kecil yang manja", panggil Ranti sambil menoel hidung Salma.


" Masih ngantuk kak", jawab Salma dan langsung memeluk Ranti.


" Ini sudah jam 5 sayang, kita harus sudah sampai sekolah jam 6. 30, ucap Ranti dengan lembut.


" Baiklah, jawab Salma dan langsung beranjak dari kasur.


Tak jauh berbeda dengan yang terjadi di Merak, Robin sedang kesulitan membangunkan kedua gadis kesayangannya, Aisyah yang sedang terlena dalam pelukan Tiara.


Memang sangat mirip tingkah Salma dan Aisyah, jika hari libur, susah bangun pagi.


Ranti yang sedang memandikan Salma dengan penuh kebahagiaan, begitu juga Tiara yang saat ini sedang membantu Aisyah mandi.


Aisyah sangat bahagia, memiliki kakak ipar yang cantik dan juga baik hati, kelembutan hati Tiara, mampu membuat Aisyah nyaman.


Apalagi Tiara, tidak pernah berpikiran buruk terhadap Aisyah dan Ranti dalam hubungan mereka dengan Robin, justru sebaliknya, Tiara semakin sayang kepada Robin, sama halnya dengan Robin yang sangat mencintai Tiara.


" Dek sudah mandinya, jangan buat kakak iparmu kedinginan", panggil Robin dari luar kamar mandi.


Ranti dan Salma juga sudah siap menuju sekolah, dan walaupun sudah disediakan bus, tapi Ranti tetap bawa mobil sendiri, apalagi Armando juga ikut.


Orangtua murid lebih terkejut lagi melihat mobil Ranti.


" Ternyata ada juga orang yang sangat kaya, sekolah di SD Bintang Timur", ucap ibu-ibu yang biasa mengantar anaknya.


" Mobil itu harganya lebih dari 20 milyar lebih saat beli baru", terdengar bisik-bisik dari rombongan ibu-ibu.


" Pasti mereka anak orang kaya, namun tidak menampilkan diri seperti biasa kita lihat di media sosial", ucap seorang ibu berpikiran Positif.


Ranti yang mendengar obrolan mereka hanya tersenyum kecil, dan tidak ada niat untuk menyambung omongan dari ibu-ibu itu.


Tepat jam 6.30 WIB, beberapa mobil bus pariwisata keluar dari kompleks sekolah dasar Bintang Timur, dengan tujuan Malang.


Ranti dengan setia menemani Salma pergi karya wisata untuk seluruh kelas 5, Salma begitu bahagia, karena Ranti memiliki waktu menemaninya.


Para orangtua murid, memang di wajibkan untuk menemani anak mereka, kecuali Mora yang di wakilkan oleh Ranti, karena bersama dengan Salma.


Dengan SUV Cullinan Klassen, mereka berempat mengikuti mobil bus yang disewa pihak sekolah.


Orangtua murid yang lain tidak tahu, jika mereka sedang berwisata bersama dengan pemilik sekolah dan Yayasan Bintang Timur.


Tak terasa mereka sudah tiba di pantai Parang Dawo, mereka disambut oleh panitia yang sudah terlebih dahulu tiba, apalagi informasi dari Kepsek Indarwati, bahwa pemilik sekolah akan hadir, hingga mereka menyewa beberapa pondokan, namun mereka tidak tahu kalau Ranti sejak malam sudah mengirim Tim Keamanan Awal agar ke tempat itu untuk membuat tenda, agar jika nanti Salma mandi untuk untuk bilas dan berganti pakaian, tidak berdesakan.


Tim Keamanan Awal di bantu oleh Tim Keamanan kedua, hingga membuat kesan eksklusif nya Salma dan Ranti.


Setelah Ranti memarkir mobilnya, mereka di sambut oleh anak buah Pak Sumadi, yang di koordinir oleh Pujiono dan Pratikno.


" Selamat datang Nona Muda Ranti, dan Nona Muda Salma serta Tuan Muda Armando", ucap Pujiono.


" Terimakasih dan maaf jika merepotkan kalian semuanya", ucap Ranti.


Para orangtua murid yang tidak tahu latarbelakang Ranti terkejut dengan perlakuan Pujiono dan Pratikno serta yang lainnya, apalagi Tim Keamanan Kedua, yang sangat gugup melihat Ranti.


" Ternyata Nona Muda dan Tuan Muda Armando sangat ramah", ucap salah satu Tim Keamanan Kedua.


" Nona Muda, kami sudah buatkan kamar Mandi darurat, walau sederhana", ujar Pujiono.


" Terimakasih, dan ini buat kalian jajan selama menunggu kami, bagi dengan rata, perorang 500 ribu", ucap Ranti sambil memberikan uang kepada Pujiono.


* Tuan, ada keluarga Nelayan disini yang sedang kesusahan, rumah dan perahunya telah disita oleh rentenir karena tidak mampu bayar utangnya, sekarang mereka tinggal di gubuk sambil berjualan makanan kecil, bantulah mereka sekarang", ucap Rose.


" Baiklah, tunjukkan dimana mereka tinggal", jawab Ranti.

__ADS_1


* Tidak perlu Tuan, sebentar lagi suami istri itu akan datang menawarkan jualan mereka, mereka jualan sambil membawa anaknya yang berumur 3 tahun dan sedang sakit, tapi kelihatan sehat saja", ucap Rose.


" Baiklah, saya akan buat keluarga itu, menjadi orang kaya, belikan rumah, mobil dan berikan kios serta berikan skill memasak, bermain musik dan beladiri, juga bisnis", ucap Ranti.


* Baik Tuan, semua pengeluarannya adalah milik dari sistem", jawab Rose.


" Oke, terimakasih Rose, uang rampasan saja masih sangat banyak, dan hampir tidak akan habis", ujar Ranti.


* Memang demikian, uang rampasan Tuan, tidak pernah habis, sebenarnya Tuan memiliki seluruh kekayaan yang ada di dunia ini, tapi karena Tuan tidak serakah, makanya sistem berusaha untuk membantu orang lain dengan menggunakan nama Tuan.


Desember nanti Tuan masih bisa menukar Poin Pengabdian Tuan seluruhnya, yang saat telah mencapai 50 milyar Poin", ucap Rose.


" Wow, gak nyangka poinku sebanyak itu Rose", kaget Ranti.


* Benar Tuan, karena anda saat ini sudah berada di tahap Berlian", Jawab Rose.


" Oh begitu, tolong nanti di tukarkan semuanya, Perintah Ranti.


* Baik Tuan, selesai menukarnya, maks Tuan akan menjadi manusia dengan kekayaan yang terbanyak dalam kehidupan manusia modern, Aset Bank Global Intercontinental akan berlimpah dan mampu mengontrol ekonomi dunia seutuhnya, dan Tuan akan mendapatkan hadiah, 15 pesawat jet pribadi untuk saudara-saudara Tuan, karena Tuan tidak lagi membutuhkan pesawat", ucap Rose.


" Terimakasih Rose, aku memang berniat memberikan mereka semua pesawat, aku ingin mereka bahagia, aku tidak ingin mereka di kalahkan oleh orang lain, walaupun sekarang mereka sudah punya uang lebih dari 1 kuadriliun, tapi aku ingin sepanjang Keturunan mereka, tetap memiliki kekayaan yang banyak", ucap Ranti.


* Rose tahu isi hati Tuan, tenang saja, tidak ada yang bisa mengalahkan mereka, selain Tuan", ucap Rose.


* Tuan masih punya permintaan darurat, juga masih ada 30 kotak yang belum di buka, sebelum Desember nanti,Tuan sudah harus membukanya, karena Tuan sudah di Tahap Berlian Puncak", ucap Rose.


" Nanti saya akan membukanya", jawab Ranti singkat, sambil melihat sepasang suami istri yang sedang berjalan kearah Ranti berada.


" Kakak, Salma dan Kak Armando juga Mora mau bergabung dengan teman-teman yang lain", ucap Salma.


" Ia sayang, nanti kakak menyusul, pegang uang ini, bagikan juga buat Mora, dan Armando tolong jaga adikmu ", perintah Ranti.


" Ia kak", jawab Armando.


" Ya sudah bergabunglah dengan teman-temanmu", ucap Ranti kepada Salma.


Armando menggandeng tangan Salma, dan Salma juga sangat bahagia perlakuan Armando kepadanya.


" Terimakasih kak, Salma sangat bangga memiliki kakak", ucap Salma.


" Kakak juga bangga punya adik yang cantik dan juga pintar, kakak tidak akan pernah membuatmu sedih apalagi dilukai oleh siapapun", ucap Armando.


Armando, sangat menyayangi Salma, baginya Salma adalah adik kandungnya, artinya selain Ranti dan yang lain, hanya Salma lah yang dianggap keluarganya.


Sementara Ranti sudah di dekati oleh sepasang suami istri, yang berjualan jajanan kecil.


" Nona, apakah berminat kue buatan saya, tawar ibu itu.


" Mari masuk bapak dan ibu, jangan sungkan-sungkan, jangan juga pikir soal dagangan Kalian", ucap Ranti.


" Maaf Nona, kami tidak enak masuk ke tenda Nona, jawab suami ibu itu yang sedang menggendong anak mereka.


" Tidak apa-apa, masuklah dan hitung berapa jumlah kue yang kalian jual, dan berapa harganya", ujar Ranti.


" Kuenya ada 100 buah, karena memang belum laku", ucap ibu itu.


" Baiklah, saya akan membeli semuanya, tapi jawab dengan pertanyaan saya", ujar Ranti.


" Maaf, Nona mau bertanya apa", tanya suami ibu itu dengan polosnya.


" Pertanyaan saya sederhana, Andaikan ibu dan bapak punya uang 1 miliar, hal apa yang ingin kalian lakukan dengan uang itu? tanya Ranti.


" Kami hanya ingin mengobati putri kami, yang mengidap paru-paru basah", jawab mereka.


" Berapa anak kalian? lanjut tanya Ranti.


" Anak kami hanya 2, anak pertama kami juga jualan, setelah dia berhenti sekolah", jawab mereka.


" Saya tahu masalah kalian, dan tolong beritahukan kepada saya, siapakah orang yang paling baik di kampung kalian, yang hingga kini membantu kalian? tanya Ranti.


" Hanya dua orang kakak beradik Yatim Piatu, mereka bekerja sebagai pelayan di warung bakso di pantai ini, selain mereka tidak ada, dan jika benar saya punya uang 1 milyar, maka saya akan membantu mereka berdua", jawab suami istri itu.


" Sangat mulia hati kalian, menurut kalian apa mereka pantas di bantu? tanya Ranti.


" Sangat pantas, mereka dari kecil sudah sangat menderita, kalau kami seperti ini, karena putri kami sedang sakit, tapi biarpun kami menderita mencari uang, yang terpenting adalah anak kami bisa sehat, dan ini adalah tanggung jawab kami dan bukti kasih sayang kami kepada Putri kami", ucap suami istri itu.


" Baiklah, mulai hari ini kalian berhenti berjualan, dan katakan padaku, tempat wisata mana yang menjadi impian kalian? tanya Ranti.


" Kami hanya ingin melihat kampung halaman kami, kebetulan kami berdua sekampung di Imogiri Jogjakarta", jawab si Suami.


" Baiklah, sekarang saya obati Putri kalian, tapi tolong bapak panggil putra bapak, dan kedua anak yatim-piatu itu, nanti orang saya akan membantu bapak", perintah Ranti.


" Tapi Nona", jawab si suami ragu-ragu.


" Percayalah, putrimu akan sembuh total, dan mulai hari ini kalian akan berubah", ucap Ranti.


Si suami tanpa membantah lagi dan langsung pergi mencari putranya, juga kedua anak yatim-piatu itu.

__ADS_1


Setelah bapak itu pergi, Ranti dengan segera memblokir tenda.


__ADS_2