SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kemenangan Salma dan kesialan Tristan


__ADS_3

Pagi ini, Ranti di kagetkan dengan ketukan Pintu kamar Ranti, setelah dibuka nampak Salma yang sudah rapi, wajah sendu karena melihat Ranti yang belum siap.


" Kakak gak jadi temenin Salma bertanding ya, ucap Salma sedih


" Astaga sayang ini baru jam berapa, masih ada 2 jam lagi, ya uda sekarang Salma tunggu di bawa kakak mau mandi, jawab Ranti


" Hehehe asik, akhirnya komplit, semua kakakku hadir, kakak kembar, kakak Vanya dan kak Darel semuanya datang, ucap bahagia Salma.


Ranti meminta semuanya luangkan waktu, untuk menemani Salma ikut lomba melukis, tak ayal semuanya setuju, bahkan si kembar dan Vanya rela naik pesawat reguler ekonomi untuk tiba, Darel dan Sonia juga naik pesawat reguler.


Semua mereka, meminta agar Salma melukis dengan tenang dan rileks. tepat setengah sepuluh seluruh rombongan Ranti, tiba di Mall Galaxy .


Terlihat di tengah - tengah Mall, sudah banyak berkumpul para peserta, Salma juga melihat Mora dan ketiga kawan mereka hadir untuk mensuport Salma.


Dengan anggun, Salma membawa peralatan lukisnya yang terbilang sangatlah mahal, maklum kakaknya orang kaya keempat sejagat.


Waktu yang di berikan 2 jam, dan waktu tambahan 30 menit, Dengan tema alam pedesaan.


Peserta yang berjumlah sekitar 60 orang termasuk Salma, sudah memulai membuat sketsa, terlihat jari lentiknya memulai menggambar, Salma mengambil latar belakang desa di pinggir hutan dsn di kelilingi perbukitan.


Dari sekian banyak peserta, hanya beberapa orang saja yang terlihat tenang, sesekali Mora memberikan permen kesukaan Salma.


Waktu sudah berjalan selama 1 jam, Salma masih terlihat tenang, dia menggambarkan suasana sore dimana anak-anak sebayanya sedang bermain menunggu matahari terbenam.


Ranti dan seluruh saudaranya, tidak ada yang beranjak dari tempat mereka menonton, begitu juga dengan seluruh pelayan bahkan Keluarga, pak Sumadi juga ikut setelah mengetahui dari Mora.


Mereka tidak berharap apalagi memaksa Salma untuk menang, mereka hanya bangga akan keberanian Salma untuk mengikuti lomba.


Para pengunjung Mall Galaxy, ada juga yang iseng menonton anak-anak itu melukis.


Jam sudah menunjukkan tinggal 5 menit lagi waktu habis, Salma tinggal membuat nama saja.


setelah waktu wajib di nyatakan selesai, kini memasuki waktu tambahan.


Namun Salma sudah selesai dan menyerahkan hasilnya, 3 juri, terlihat antusias dan intens melihat karya Salma, bahkan ada tulisan yang menarik, " Bermain lompat tali bisa membuat kita sehat', By Salma Putri


Semua peserta sudah menyerahkan karya mereka, dan tinggal menunggu pengumumannya jam 2 siang.


Ranti membawa rombongannya menuju restoran seafood langganannya, bahkan dari 3 hari yang lewat Ranti sudah memesan tempat untuk makan siang sekitar 25 orang.


" Tuan, Tristan saat ini berada di Jogjakarta, besok subuh dia hendak ke Jakarta naik kereta, pesan aplikasi Mata Dewa.


" Baik aku akan kesana nanti, balas Ranti.


Waktu pengumuman tiba, karena tidak ada beban untuk menang, Salma pun cuek saja dengan pengumuman itu, dari peringkat 6 sampai 10 sudah di umumkan, tinggal peringkat 1 hingga.


Ketua Dewan Juri mengambil 2 lukisan yang menjadi peringkat 1 dan 2, Salma yang melihat hasil karyanya di angkat, dia tersenyum.


" Dan pemenangnya untuk tahun adalah, Salma Putri dengan judul lukisan, " Bermain lompat tali bisa membuat kita sehat', selamat kepada adik kita, Salma Putri.


Sontak seluruh kakaknya bersukacita, para pelayan dan juga sopirnya turut bahagia, tak ketinggalan sahabat baiknya Mora, hingga melompat - lompat kegirangan.


" Pemenang berhak mendapatkan hadiah uang sebesar 25 juta, Piala dan Piagam, serta bingkisan produk dari Sponsor, untuk itu kami mengundang Salma Putri untuk ke atas panggung.


" Apakah adik Salma ingin mengatakannya sesuatu, tanya pembawa acara itu


" Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih banyak buat seluruh Kakak-kakak Salma, bahkan mereka datang dari Jakarta dan Jogjakarta hanya untuk menemani saya, begitu juga kakak-kakakku yang dirumah,yang selalu memberikan saya semangat, dan untuk temanku Mora terima kasih karena sudah membantuku dan terakhir para bibi dan paman yang bekerja dirumahku, hari ini, mereka meninggalkan pekerjaan, hanya untuk melihat saya ikut lomba, terakhir untuk hadiah uang, saya sumbangkan untuk Panti Asuhan, dan saya harap Panitia mau membantu saya, Terimakasih


Kemudian mereka semua berfoto bersama, begitu juga dengan para pelayan, terakhir bersama Mora


Selepas kegiatan itu, mereka berkeliling, Mall Galaxy.


Dengan pakaian yang senada, rombongan Ranti menjadi sorotan, Darel yang menggendong Salma dengan begitu bahagia.


" Salma hebat, kakak bangga, sangat bangga, cup cup, ucap Darel sambil mencium pipi Salma.


" Halo Paman Ndut, bagaimana kabar hari ini, tanya Salma dengan sopan


" Paman Ndut hati ini, sangat bahagia, barang dagangan paman banyak yang laku, juga keponakan paman yang cantik juga menjadi pemenang lomba, jadi hari ini komplit kebahagiaan Paman, ucap Drajat dengan tulus.


" Terimakasih Paman Ndut, ucap Salma.


Para pelayan juga, memberi selamat kepada Salma, mereka sangat menghormati Salma karena biarpun kaya Raya tapi tidak sombong.


Terimakasih kakak - kakak pelayan cantik, ucap Salma


Mereka saat ini sudah di mobil dan menuju rumah.

__ADS_1


Tiba dirumah, mereka masuk kamar masing-masing dan membersihkan diri.


" Ranti kami berdua langsung pulang ya, kakak ada kunjungan ke rumah sakit jam 9 Pagi, ucap Renita.


" Oh baiklah, tapi pamit dulu sama yang lain nya, ucap Ranti


" Aku suruh Rendi siapkan pesawat untuk mengantarkan kalian berdua, ucap Ranti.


" Tidak usah, kami sudah di beli tiket pesawat PP jadi nanti 7 malam berangkat.


" Kakak kembar maafkan Salma sudah merepotkan kakak berdua, ucap Salma tidak enak hati


" Tidak apa-apa sayang, kakak bahagia bisa melihat salah satu anggota keluarga kita melakukannya hal-hal yang hebat, kalau kakak berpikir merasa direpotkan, pasti kakak tidak datang, tapi karena kebanggan dan rasa sayang kakak, maka, maka bangga bisa hadir menyaksikan Salma berlomba, ucap Renita.


" Terimakasih kakak kembar, ucap Salma.


Ranti mengantarkan mereka Pergi ke Bandara, setelah si kembar check in, Ranti bergegas ke ruang VVIP.


Tepat jam 8 malam Ranti berangkat ke Jogja dengan pesawat nya, aplikasi Mata Dewa sudah memberikan alamat hotel tempat Tristan menginap, yang tak jauh dari stasiun kereta Lempuyangan Jogja.


Turun dari pesawat, Ranti langsung bergegas menuju hotel dengan menggunakan taksi Bandara.


Tepat jam 11 malam, Ranti beraksi, tak perlu membuang waktu Ranti memesan kamar pas disamping kamar Tristan.


Dengan mata semesta dia melihat Tristan sudah tertidur, dengan menggunakan sarung tangan pemindah lokasi, Ranti memasuki kamar Tristan, dengan gerak cepat, dia membuka kantong Ruang dan langsung memerintahkan masuk.


Dalam sekejap Tristan, berpindah ke kantong Ruang, Ranti juga memasukkan seluruh pakaian Tristan.


Tristan di tempatkan sendirian, Ranti memblokir agar Aquino dan Aquinas tidak bertemu dengannya, dan hanya di kasih makan saja tidak ada fasilitas tambahan.


Selesai mengeksekusi Tristan, Ranti kembali ke kamarnya dan tepat jam 4 subuh dia berangkat ke Bandara.


Tepat pukul 6 pagi dia sudah berada di Bandara Juanda Surabaya.


Dengan kecepatan sedang Ranti membelah jalanan, dia ke warung lontong dan mulai menikmati makanannya.


Diiringi canda dan tawa bersama bude lontong, Ranti meminta agar membungkus 15 Porsi.


Ranti tiba di rumah pas saudaranya baru keluar dari kamar.


" Darimana kamu dek pagi-pagi begini, tanya Friska


" Wah pasti enak, terimakasih ya", ucap Friska.


Mereka tidak berpikir kalau Ranti semalam berangkat ke Jogjakarta dan baru saja pulang.


" Armando, bagaimana dengan game yang kamu buat, tanya Darel


" Sudah di masukkan ke play store, tapi baru 1000 orang yang mendownloadnya", jawab Armando


" Itu sudah lumayan, jangan patah semangat, tetap sempurnakan terus gamenya, 3 bulan sekali Armando update, kami yakin pasti sukses, ada pembuat game gagal di awal-awal tapi saat ini gamenya masuk kategori paling banyak di mainkan, ucap Darel memberi semangat.


" Armando tidak kecewa, sengaja Armando masukkan ke play store saat ini, hanya ingin melihat kekurangan nya dimana, ujar Armando.


" Benar begitu, nanti Armando lihat kritikan dari pemain, dan kalau perlu segera di perbaiki, mereka pasti senang memainkan lagi, ujar Mercy.


" Apa rencana kalian hari ini, tanya Dewi


" Salma dan kak Armando hari ini mau traktir Mora dan ketiga kawan yang kemarin datang mendukung Salma, ucap Salma


" Salma mau traktir mereka apa, tanya Rindu


" Salma mau belikan mereka mainan dan boneka, ucap Salma


" Hanya itu yang Salma mau berikan ? tanya Rindu memastikan


" itu saja sudah cukup, lagian mereka tidak mau aku belikan yang sesuatu yang mahal, ucap Salma


" Itu namanya sahabat yang baik, jangan paksakan sesuatu yang mereka tidak sukai, ucap Ranti


" Benar kak, mereka bilang tidak butuh barang atau uang dari Salma, mereka hanya ingin kita berteman saja, ujar Salma


" Masih kecil mereka sudah pintar berteman, mereka benar sayang, tapi ingat baik-baik, sebagai teman Salma harus memperhatikan dan melihat sikap mereka, tutur Mercy


" Terimakasih kak, Salma akan lakukan, jawabnya.


Selesai sarapan, mereka pindah ke ruang TV, Salma bersandar ke Ranti sambil mengelus-elus pipi Ranti

__ADS_1


" Kulit kakak sangat halus, puji Salma


" Memangnya kulit Salma kasar apa, tanya Ranti, yang membalas mengelus pipi Salma


" Tapi lebih halus kulit kakak, ucap Salma


" Kamu itu, pasti ada maunya, tebak Ranti


" Tidak ada, semuanya sudah ada, Salma hanya mau, kakak semua selalu sayang sama Salma dan kak Armando.


" Apa Salma merasa mari kurang kasih sayang dari kami, ujar Friska.


" Bukan kurang, Salma ingin kakak semua selamanya menyayangi Salma dan kak Armando.


" Kamu itu ada-ada saja, mana bisa kakak tidak sayang ke kalian berdua, sini duduk dekat kakak, panggil Friska.


" Salma dan Armando, jangan berpikir yang aneh-aneh, selamnya kalian berdua menjadi kesayangan kami, lihat saja Ranti, sampe saat ini masih di manjakan, karena kami sangat menyayanginya, kalian berdua juga sama, asal jangan pernah mengecewakan kami, ucap Friska


" Ia kak kami janji, ujar Salma


" Salma lihat kemarin waktu lomba, demi Salma kak Darel, kak Sonia dan si kembar rela jauh-jauh datang melihat kamu ikut lomba, itu semua karena rasa saya sayang dan bangga, kakak akan marah kalau Salma berpikir suatu saat kami tidak lagi menyayangi kalian berdua", ujar Friska


" Terimakasih kak, kalian memang yang terbaik, Salma sangat beruntung punya kakak yang cantik, ganteng dan juga sayang sama Salma, ujarnya bahagia.


" Armando, tumben Sekarang kamu lengket dengan Rindu, pake acara peluk lagi, ledek Mercy, yang melihat Armando duduk bersandar ke Rindu sambil memeluknya.


" Hehehehe Armando juga ingin di manjain sama kalian, ujar Armando


" hahahaha, yang biasanya sok cool dan selalu bilang malu kalau di peluk, sekarang jadi manja, ledek Mercy


" Sekali-kali boleh dong, ucap Armando


" Nah gitu dong, kakak senang kalau kita dirumah seperti ini, ucap Ranti yang kini bersandar ke Darel.


" Dek masalah kak Vanya gimana, apa surat cerainya sudah keluar, tanya Darel


" Sudah tapi aku belum tau apa Tristan sudah tanda tangan atau belum, ucap Ranti


" Dia tanda tangan atau tidak bagi kakak itu tidak penting, laki-laki tidak tahu diri, ujar Darel


" Sudah tenang saja, selamnya dia tidak akan mengganggu kak Vanya, ujar Ranti menenangkan Darel dan yang lainnya.


" Padahal kalau dia menyayangi kak Vanya dengan tulus, aku tidak akan perhitungan dengannya, jangankan 1 mobil mewah, 5 mobil mewah pun akan kubelikan, tapi dasarnya serakah ya seperti itu.


" Kak Robin dan Tiara saja ku belikan barang mewah apalagi dia sebagai kakak ipar, dasar bodoh dan serakah, ucap Ranti


" Hahahaha dia pikir dengan uang 5 milyar akan membuat kak Vanya miskin', ucap Rindu


" Sudahlah, kak Vanya sudah membuang parasit itu, kita juga harus belajar bagaimana melihat pasangan kita kelak, ujar Mercy.


" standard nya harus seperti kak Darel, ucap Friska.


" Rindu bagaimana dengan si Brandon, apa masih ada komunikasi, tanya Mercy tiba-tiba menyebut nama Brandon


" Masih suka chatting, tapi gak tiap hari, apalagi dia sekarang kerja part time, namanya kuliah di luar negeri.


" Apa kamu menyukainya, tanya Darel


" Jangan tanya itu dong, jawab Rindu dengan malu-malu


" Hahahaha, Berarti kalian jodoh, sama-sama suka tapi sama-sama diam, ucap Darel.


" kakak bukan menjodohkan kalian, tapi dia teman kakak dari kecil, kalian juga sudah mengenalnya, dia anak baik, hanya saja slengean, kami semua senang dengan dia, karena dia orangnya blak-blakkan kalau ngomong, suka ya suka, tidak ya tidak, kalau dia bilang akan membantu, pasti tuntas dia kerjakan, tapi jika dia rasa dia tidak mampu, maka dia akan berterus terang, ucap Darel


" Kita lihat saja nanti, kak Brandon tidak pernah menyinggung dia menyukaiku atau tidak, ucap Rindu


" Kak Darel, kalau kak Rindu sudah lulus kuliah, segera saja suruh kak Brandon datang melamar, ujar Ranti


hahahaha hahahah


mereka tertawa mendengar omongan Ranti.


Mereka yang asik ngobrol, tapi Armando malah ketiduran berbantal paha Rindu.


" Kak lihat tu yang sok cool, ujar Ranti


" Kalau lagi cuek, jangankan di peluk di genggam tangannya saja, dia pasti protes, alasannya malu karena sudah besar, tapi lihatlah !, manjanya keluar ucap Ranti.

__ADS_1


Rindu hanya mengelus rambut Armando, mereka juga mengurangi volume suara mereka.


__ADS_2