SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Acara syukuran


__ADS_3

Waktu tak terasa sudah terasa sudah hari Sabtu, semua orang pada sibuk menyiapkan acara, semua yang di wajibkan datang mulai berdatangan, Tim Cirebon, Tim Jakarta, Pak Haris dari Bandung, dari Jogjakarta.


Untunglah Ranti memiliki Taman yang luas, namun yang berbeda dari acara itu adalah pakaiannya, semua orang tidak wajibkan menggunakan baju formal.


Disudut yang berbeda, terlihat Salma lengket dengan Bu Maryana, hingga anak-anak, Bu Maryana sampai tersenyum, melihat bunda mereka yang terlihat sangat bahagia.


Ranti dsn lainnya sedang sibuk membantu para pelayan, untuk menyiapkan makanan.


Tepat jam 11.30 WIB, sesaat acara mau dimulai, kini masuk sebuah mobil Alphard, yang di Kendarai oleh mang Dul.


Pembawa acara langsung meminta semua tamu agar berdiri, mereka semua yang menghadap ke arah mobil itu, penasaran siapa yang akan turun.


Lukman terlebih dahulu turun, dan membukakan pintu untuk Majikannya, ketika Adriansyah dan Monicha Herdiani turun, Haris dan keluarganya terkejut dan langsung mendekati sahabatnya sekaligus bosnya


" Sungguh hari ini adalah hari yang paling bahagia saudaraku, Adrian, Monic, lihatlah anak kalian, maafkan aku yang terlambat menemuinya, ucap Haris.


" Haris, apa kamu tidak ingin memeluk temanmu, ucap Adriansyah


" Tapi kamu Bosku, ucap Haris Nyang agak sungkan


" Hahaha, kita sahabat tidak ada atasan dan bawahan, kamu lihat kawanmu itu, ucap Adriansyah sambil menunjuk ke Istrinya


" Dek, Abang senang bertemu dengan kalian lagi, ucap Haris yang tak kuat menahan airmatanya, kemudian memeluk Monicha Herdiani.


" Tidak apa-apa bang, adik juga bahagia bisa bertemu Abang lagi, maafkan sudah merepotkanmu bang, mana kakak iparku dan ponakan kesayangan ku si Yoga.


" Aduk ipar, selamat datang kembali, Tuhan menunjukkan mukjizatnya, mempertemukan kita kembali, ucap istri Haris.


" Selamat datang kembali bibi cantik dan baik hati, ucap Yoga yang sedari kecil di sayang Monicha.


" Oh sini sayang bibi kangen sama ponakan bibi yang tampan ini, gimana apa kamu sudah menikah, tanya Monicha


" Gimana mau nikah, adik Ranti tak tanggung - tanggung kasih kerjaan, aku harus mengurus salah satu mall terbesar di Jakarta miliknya, jadi ya nikahnya baru nanti sebelum Natal Bi, ucap Yoga


" Hahahaha, kasian ponakan bibi, tapi gimana, galak gak anak bibi, tanya Monicha


" Galak sih gak, tapi sangat tegas, makanya yoga senang bekerja dengan adik, karena tujuannya jelas, kita tidak boleh aneh-aneh kalau tujuan sebelumnya belum tercapai, jadi kita tetap fokus pada rencana kerja, dan itu sesuai dengan keinginan saya, jadi tidak terasa berat, ucap Yoga.


Ditempat yang berbeda, tepatnya di bandara Juanda, sepasang suami istri dan dua orang anaknya, lagi tergesa-gesa, mereka adalah Nikson Pradipta dan keluarganya.


Mereka juga diundang Ranti, setelah Monicha menyetujui kehadiran mereka.


Semua bersenang-senang, kemudian Adriansyah mengambil mic dan berbicara, mereka yang mendengar ucapannya, seolah teringat kata-kata Ranti ketika berbicara prinsip


" Pantas saja Nona Muda, jadi orang yang sangat baik, orangtuanya seperti ini", batin karyawan Ranti.


Selesai berbicara, Adrian dan Monicha bersama Haris, menemui Keluarga Pak Adam dari Cirebon


" Halo Pak RT, apa masih ingat dengan saya, ucap Monicha


" Saya masih ingat Bu, dan untuk amanah ibu, masih berada disaya karena di perintah Nona Muda agar tetap saya yang memegangnya, dan sekarang di tempati Bu Widya, saat ini menantunya Niko bekerja di peternakan unggul milik Nona Muda, dan saya di perintahkan untuk jadi bos Disana, ucap pak Adam.


" Orang jujur seperti keluarga pak Adam Pantas mendapatkan penghargaan yang besar, tolong bantu anak saya, ucap Monicha


" Kenalkan saya Adriansyah Setiawan, ayah kandung dari Ranti Putri Setiawan dan ini istri sah dan satu-satunya yang saya miliki, ucap Adriansyah.


" Akhirnya kita bisa bertemu, dulu ibu Monicha sempat menjadi tetangga saya dan sertifikat rumah di Cirebon sampai hari ini, berasa di tangan saya, Nona Muda datang, tapi tidak mau mengambilnya, saya yang sudah pensiun, di minta tolong memimpin peternakan miliknya, sekarang luasnya sudah 135 hektar, dengan sapi unggul dan kambing unggul, jumlah sekitar hampir 7000 ribu ekor, kambing 3000, daging 45 ribu ekor, saat ini lagi buat rumah potong hewan, ujar Pak Adam.


" Hebat sekali bapak memimpin nya, tolong bantu anak saya, umurnya masih sangat muda, jadi harap maklum kalau ada kata-kata dia yang belum rapi atau kasar, ucap Adriansyah.


" Kami tidak pernah bentak atau di kasari apalagi menyebut kami orang rendahan, orang luar saja menghina kami pasti di hajar oleh Tim Keamanan Nona Muda, mereka sangat taat kepada Nona Muda, mereka sangat menyayangi Nona Muda, ucap Adam membanggakan Ranti dengan Jujur.

__ADS_1


" Terimakasih Pak Adam, kesetiaan dan kejujuran dan kerendahan hati itulah prinsip hidup saya, dan mengajari saya adalah istriku ini, ucap Adriansyah memuji Istrinya.


" Pantas saja Nona Muda, mendidik kami agar hidup dalam kerendahan hati dan tidak sombong, dan terbukti benar, karyawan dan staf lain segan dan tidak berani berbuat curang, ucap pak Adam.


" Tetapi sebagai pemimpin tetap harus tegas, timpal Monicha.


" Harus demikian, ya kalau ya, tidak kalau tidak, yang bersalah tetap harus di hukum, tapi tetap harus menjaga harganya sebagai manusia, ketika dia bertobat maka mereka akan lebih baik,itulah ajaran yang selalu di ajarkan Nona Muda, kepada seluruh karyawannya, jadi kami bekerja dengan nyaman, ucap pak Adam.


Selesai ngobrol dengan pak Adam, Adriansyah memanggil Yolanda dan anaknya.


" Yolanda menghadap kepada tuan besar, ucap Yolanda dengan sikap yang berbeda dari pelayan yang lain


" Bu Yolanda, apa kabarnya


" Yolanda, hingga saat ini, baik-baik saja Tuan Besar.


" Maafkan Keluarga kami, Suami Bu Yolanda meninggal demi saya dan keluarga, ucap Adriansyah sambil membungkuk memberi penghormatan, kepada Yolanda Pelayan tingkat 1.


" Sudah menjadi tanggung jawab kami, dan mohon Maaf juga tuan, kami tidak bisa menemukan Nona Muda, tapi justru Nona Muda yang menemukan kami, ucap Yolanda dengan jujur.


" Semua sudah lewat, kalian keluargaku, dan kedepannya, anakmu wajib menggantikan ayahnya, setahuku kalian punya anak perempuan, ucap Adriansyah.


" Maureen Yohana, menghadap Tuan Besar, ucap Maureen.


" Tunjukan pergelangan tanganmu, perintah Adriansyah Setiawan


Maureen menunjukan pergelangan tangannya, ketika Adriansyah menyentuhnya, keluar tato pelayan yang di aktifkan Ranti.


" Bagus, sekolah baik-baik, tugasmu kedepan adalah membantu Nona Muda kamu, ingat baik-baik, kamu bukan pembantu atau budak, kamu dan keluarga adalah orang kepercayaan dari keluarga kami, dan jangan sekalipun kamu mempermalukannya ayahmu yang begitu hebat dedikasinya, ayahmu benar sebagai pelayan, tapi di sahabatku dari kecil.


Ambil ini dan gunakan baik-baik, kuliah di kampus terkenal, tapi tetap dengan prinsip keluarga kita, apa kamu mengerti, tegas Adriansyah


" Terimakasih arahannya dan Maureen Yohana mengerti, ucap Maureen.


Dengan gemetar dia melangkah, orang-orang yang melihat Adriansyah Setiawan, terlihat begitu mengagumi kharisma Adriansyah Setiawan.


" Lukas Wibowo Menghadap Tuan besar, ucap Lukas.


" Lukas, kamu memang bukan darah dagingnya ayah Maureen, tapi kamu dari kecil sudah menyandang nama ayah angkat kamu, kamu anak yang baik, hormatilah mereka dan berbaktilah kepada ayah dan ibu angkat kamu, mereka sudah membesarkan kamu dengan penuh cinta, Lanjutkan sekolah kamu, dan gantikan tugas Ayahmu, tapi ingat, sesuai aturan keluarga, jadi jangan kamu tersinggung, ucap Adriansyah.


" Lukas Ananda Wibowo Mengerti, jawab Lukas.


" Bagus, ambil ini dan gunakan baik-baik, walaupun kamu bukan pewaris Pelayan tingkat 1, tapi kamu harus belajar bertanggung jawab, anggaplah itu sebagai balas Budi buat ayah dan ibu angkat mu, apa kamu mengerti, tegas Adriansyah


" Lukas Ananda Wibowo Mengerti.


" Maureen, Lukas, ibu kalian tolong kalian rawat dengan baik, soal biaya hidupnya kalian tidak usah kuatir, ucap Adriansyah.


" Maaf tuan besar, sejak bertemu kembali dengan Nona Muda, Tuan Haris sudah memberikan kami biaya hidup, serta melarang saya untuk bekerja diluar, lapor Yolanda


" Itu memang aturan keluarga, jadi tolong di ikuti, saya tidak mau dengar lagi kamu bekerja seperti yang anak saya katakan, apa sudah mengerti, ujar Adriansyah


" Yolanda Mengerti, terimakasih Tuan Besar.


" Baiklah, semua sudah beres, tapi nanti kalau saya dan istri sudah di Jakarta, tolong temani istri saya, yang boleh dekat dengan istri saya hanya kamu dan Ratmi, Ujar Adriansyah


" Terimakasih Tuan Besar, anda tidak pernah berubah, selalu menghargai kami, ucap Yolanda.


" Karena kalian keluarga ku, masih ingatkan arti keluarga yang saya ajarkan, tanya Adriansyah.


" Masih dan tidak akan pernah lupa, ucap Yolanda.

__ADS_1


" Sekarang mari kita makan, nanti Nyonya Besar kalian ngambek, udang dan cuminya dingin, ucap Adriansyah.


" Hahahaha... ketahuan, Mommy ternyata suka udang dan cumi-cumi goreng tepung, ledek Ranti.


" Dek jangan menggoda bunda, apa kakak setop ke pak Ryan agar jangan bawa udang kerumah, ledek Vanya.


" Jangan dong kak, masa aku harus ke pasar sendiri, ucap ranti berlagak sedih.


" Hehehehe, Bunda, aslinya adikku ini, paling doyan sama udang dan cumi goreng tepung, nah yang bungsu juga Salma apalagi, Ucap Vanya


" Berarti bunda ada kawan untuk makan udang dan cumi goreng tepung, ucap Monicha bahagia.


" Oh ya, Maureen, Lukas, mereka adalah anak-anak saya, tolong layani dengan Baik ya, ucap Monicha


" Pasti Nyonya besar, rumah kami dengan Nona Muda Vanya sekompleks juga di blok yang sama, rumah itu di beli oleh Nona Muda Ranti, ucap Maureen.


" Benar begitu Princes, tanya Monicha


" Ia, kasihan rumah bibi Yohana sudah tidak layak, tapi sudah ku renovasi dan juga aku belikan mereka rumah di kawasan yang nyaman dan semuanya sudah ku lengkapi.


" Anak mommy sangat baik hatinya, ucap Monicha"


" Kan anak mommy, di tambah lagi ada Kakak-kakakku yang mengajarkan harus berbuat baik, kak Vanyalah kakak sekaligus guru buat kami, Ucap Ranti.


" Maaf bukannya kamu Jusuf Maulana, yang kerja di Bank Mandiri, tanya Adriansyah.


" Benar Tuan besar, dulu bos saya pak Marwansyah, ucap Jusuf Maulana.


' Kalau Marwansyah itu kawan istri saya, lantas kamu kenal anak saya dimana, Tanya Adriansyah


" Di Surabaya, dulu saya kepala cabang pusat Surabaya, Nona Muda adalah nasabah terbesar waktu itu, dan tuan tau sendiri Bisnis perbankan ketika melihat ada nasabah besar, akhirnya lewat Nona Muda saya di promosikan ke pusat dengan jabatan direktur, tapi sebelum bertugas, Nona Muda menawarkan saya untuk memimpin Tri Link Finance Indonesia,


Saya yang umur sudah tua, di janjikan menjadi CEO, di perusahaan yang termasuk dalam 10 besar, siapa yang tidak tergiur, apalagi Nona Muda berkata, pensiunlah saat berada di puncak karier, kalimat itu yang membuat saya, berani keluar dari Mandiri.


" Sekarang janji Nona Muda kepada saya, terlaksana, saat ini saya di percaya menjadi CEO di Indonesian Development Bank dsn Tri Link Finance Indonesia, ucap Jusuf Maulana.


" Bagaimana rasanya ketika janji di tepati, tanya Adriansyah.


" Bahagia, kerja jadi semangat dan Nona Muda juga menghargai saya, kalau di kantor dia atasan, tapi kalau di luar, dia sangat marah kalau saya terlalu kaku, ucap Jusuf Maulana.


" Terimakasih Pak Jusuf Maulana, tapi rahasiakan dulu kehadiran saya, saya percaya anak saya sudah membahas nya, dan saya yakin kalian adalah orang-orang yang sangat dia sayang, ucap Adriansyah.


" Benar Tuan, tidak sembarangan orang yang bisa hadir di rumahnya, dan itu jelas aturannya, tapi buat kami dia berkata, selama dia tidak sibuk silahkan datang, dsn hebatnya lagi, para Nona Muda dan tuan Muda, tidak pernah datang ke kantor dengan gaya sombongnya, mereka kalau datang ke kantor ya biasa saja, tidak mau perlakuan khusus, jawab Jusuf Maulana


" Berarti psk Jusuf Maulana tidak menyesal menerima tawaran anak saya, tanya Adriansyah.


" Justru saya menyesal sekarang andai dulu saya menolak nya, dan saat ini saya menikmati keputusan saya, bicara harta, kami sebagai pegawai bisa dibilang kami sudah kaya raya, mobil, rumah dan fasilitas, tapi Nona Muda selalu ingatkan, " Saya ikhlas memberikan kalian 1 triliun, tapi saya akan hukum yang mencuri 1 rupiah uang saya", itu kata-kata yang hebat, ujar pak Jusuf semangat.


" Apa pak Jusuf Maulana tidak malu di ejek kawan-kawan, saat memegang Tri Link Finance, tanya Adriansyah


" untuk apa malu, jujur saya gila karir tapi tidak gila uang, tapi sekarang yang saya terima adalah, diumur saya sudah kepala 5, saya sudah menjabat CEO 2 perusahaan dengan nilai ratusan triliun, soal uang, bohong kalau saya bilang Nona Muda menggaji saya dengan sedikit, yang membanggakan saya adalah, kepercayaan, dari Nona Muda.


" Itu yang maksud, ketika kita di percaya, dan kita setia, hanya bos pelit dan tamak yang tidak menghargai keringat bawahannya, ucap Adriansyah.


" Bukan sombong, ini baru Minggu ini, kami yang hadir disini, semua mendapatkan rejeki dari Nona Muda, Minggu ini saya di berikan 10 milyar, dengan bahasa sederhana, pakailah dengan bijak, dan jangan lupa bersyukur, ucap Jusuf, sambil menunjukkan transfer dari Ranti.


" Itu karena Anak saya, percaya dengan pak Jusuf, dan saya dengar bank yang baru itu, saat ini menjadi bank dengan Modal terbesar, tanya Adriansyah.


" Bank yang baru kami merger, memiliki modal sebesar 100 triliun, dsn memang Bank Baru dengan modal terbesar, awalnya Nona Muda, menyediakan modal 250 triliun, tapi akhirnya, kita putuskan bertahap Saja, dan akhir tahun, Nona Muda memberikan target untuk buka 6 cabang baru, dan sementara berjalan pembangunan gedungnya, Ujar Jusuf.


"' Tapi pak Jusuf terlihat sehat dan bugar, padahal umur sudah kepala 5, pekerjaan sangat banyak, tanya Adriansyah.

__ADS_1


" Percaya atau tidak, setelah minum Pill dari Nona Muda, seluruh penyakit saya, dan juga Istri, bahkan anak-anak saya, hingga saat ini, kami rutin check up, selalu hasilnya kami baik-baik saja, Nona Muda selalu menyarankan agar atur pola hidup dan pola makan


Mendengar semua hal tentang Ranti, membuat Adriansyah sangat bahagia, bagaimana pengaruh anaknya terhadap orang sekitarnya.


__ADS_2