
Ranti memasukkan semua barang yang di belinya ke dalam Cincin Semesta, dan menyamarkan dengan bentuk kotak yang di beli dari toko sistem, sebelum Ranti keluar dari ruangan VVIP.
Kenapa Ranti melakukan itu, ternya setelah dia memindai dengan Mata Semesta, di luar gedung terdapat beberapa kelompok orang yang sudah mengintai setiap peserta yang membawa hasil dari pelelangan itu.
" Rose tolong buatkan barang tiruan dari ketiga barang yang saya dapat hari ini, perintah Ranti
* Baik Tuan, segera di kerjakan, sebelum acara lelang selesai barangnya sudah selesai, tapi silahkan Tuan bayar dengan 10 ribu Poin Pengabdian di toko sistem.
" Baik Rose", jawab Ranti
Ranti yang sudah tiba di lobby menunggu Wanita paruh bayah dari VVIP nomor 5 datang, sambil minum kopi di temani Yun Li.
10 menit berselang, terlihat wanita itu, dengan nafas terburu-buru, dia datang bersama dengan 2 orang pengawal pribadi nya.
" Maaf saya terlalu lama keluar dari ruangan, Perkenalkan nama saya, Helena Ling, panggil saja Helen, kata wanita itu memperkenalkan dirinya.
" Saya Ranti, dan berasal dari Indonesia, Balas Ranti
" Oh dari Indonesia, saya sering kesana waktu muda dulu, suami pertama saya, Keturunan Indonesia, dan ibunya cucu saya, adalah anak saya dari suami saya yang pertama, kata Helen, dengan raut wajah bahagia.
" Senang bertemu dengan anda Nyonya Helen, maaf apakah suami pertama anda masih hidup? tanya Ranti
" Dia sudah lama meninggal, makanya saya kembali kesini dan tidak pernah lagi ke Indonesia, karena keluarganya takut aku mengambil hak almarhum suami saya, kata nyonya Helen
" Kalau suami ke dua anda warga negara disini juga, tanya Ranti
" Ia mantan suami kedua saya, warga negara asli disini, tapi orangnya kasar, jadi kami berpisah dan saya tidak menikah lagi, kata nyonya Helen
" Maaf Nona Ranti, selama disini, kamu menginap di hotel atau di rumah saudara, tanya nyonya Helen
" Saya menginap di hotel Shangrila, jawab Ranti
" Kalau begitu kita searah, rumah saya hanya berjarak 5 km dari hotel Shangrila, balas nyonya Helen
" Jika nyonya berkenan, ijinkan saya mengobati cucu anda sekarang, mumpung belum malam, ucap Ranti
" Terimakasih sebelumnya, anak saya sudah pasrah melihat putri satu-satunya sakit, suaminya meninggal dengan penyakit yang sama 2 tahun lalu, dan setahun ini, anaknya yang mengalami penyakit ini, kata nyonya Helen.
" Saya, pastikan cucu anda sembuh dan selamanya tidak akan sakit lagi, dan ini gratis untuk Nyonya, bagaimana apa kita berangkat sekarang ke rumah nyonya,tanya Ranti
" Mari Nona, apa anda bawa kendaraan atau bagaimana, tanya nyonya Helen
" Ini Nona Yun Li, teman saya dan dia yang mengantarkan saya kemana-mana, jawab Ranti
" Baik kalau begitu, mari kita berangkat sekarang, ajak nyonya Helen
Di depan Gedung Lelang, sekelompok orang yang mengawasi peserta lelang, sudah bersiap ingin merampas barang Ranti.
Mereka mendekati Ranti dan menodongkan pistol otomatis di kepala Ranti, Yun Li yang melihat kejadian itu langsung gemetar, namun Ranti hanya diam dan mengontrol pikiran mereka, sambil Ranti memberikan barang tiruan kepada pria yang menodongkan pistol di kepala Ranti.
Nyonya Helen yang baru saja tiba di belakang mobil Ranti langsung mematung tak bergerak, melihat pistol di kepala Ranti dan anggota perampok sedang memeriksa barang yang di berikan Ranti, karena pikiran mereka sudah di kontrol Ranti, maka barang-barang yang mereka periksa di katakan barang asli.
Si penodong yang mendengar omongan temannya segera mendorong Ranti dan berkata, Terimakasih Nona cantik, dengan seringai licik.
Ranti yang pura-pura ketakutan, hanya senyum-senyum dalam hati, kemudian dia mengontrol pikiran mereka semua untuk saling berebut barang-barang itu.
Sungguh di luar nalar, ketika mobil Ranti mulai berjalan, dia menengok ke belakang, ternyata para perampok sudah mulai beradu mulut dan bunyi pistol terdengar
Yun Li langsung bergegas dengan kecepatan agak tinggi, Ranti tetap senyum dan tertawa hahahaha
" Maaf Nona kenapa anda tertawa padahal barang anda sudah di ambil mereka, tanya Yun Li
" Mereka mengambil barang palsu, dan barang asli nanti pihak Balai akan mengirimkan ke Hotel, tempat saya menginap, Ranti berbohong soal barang yang akan dikirim pihak Balai Lelang
"Syukurlah Nona, daya kira Nona tertawa karena.... ??? Yun Li tak meneruskan kata-katanya
__ADS_1
" Hahaha kamu pikir aku tadi sudah gila ya... kata Ranti
" Maafkan saya Nona, tolong anda jangan marah atau laporkan saya ke kantor, ucap Yun Li takut Ranti tersinggung
" Nanti saya laporkan ke kantor soal kejadian hari ini, Ranti menakut-nakuti Yun Li
" Maafkan saya Nona, saya akan lakukan apa yang Nona perintahkan asal jangan laporkan saya, karena pekerjaan ini sangat berarti buat kehidupan saya dan anak saya, ucap Yun Li
" Itu urusan kamu, kan kamu yang bilang aku sudah gila, hahahaha, akting Ranti
" Ampun, Nona ampuni saya, ucap Yun Li yang hampir menangis
" Besok sebagai hukumannya kamu bawa anakmu ke hotel jam 8 pagi, bagaimana? tanya Ranti
" Maaf Nona putri saya lagi sakit, hari ini dia di pulangkan dari sekolah karena sakit, Jawab Yun Li
" Baiklah kalau begitu, saya akan laporkan ke kantor mu, bahwa kamu mengejek dan melawan saya, kata Ranti pura-pura tegas
" Baik Nona, besok saya antar anak saya ke hotel, Yun Li sudah tak bisa berkata-kata lagi.
Sambil melihat mobil Nyonya Helen, mereka berdua tak lagi berbicara, Ranti yang pura-pura diam, sedangkan Yun Li gelisah dan bingung.
Terlihat nyonya Helen memasuki kompleks perumahan yang sangat mewah, ternyata nyonya Helen adalah orang kaya.
" Silahkan masuk di rumah kami, ajak nyonya Helen
Beberapa pelayan menyambut mereka, dan datanglah seorang wanita dewasa berumur sekitar 30 tahun dengan balutan dress yang elegan, ya Dia adalah anaknya Nyonya Helen.
" Mom bagaimana apakah dapat barangnya, tanya Lily anaknya Nyonya Helen.
" Maaf Putriku, mom tidak berhasil mendapatkan Pill Dewa itu, tapi Mom membawa orang yang akan mengobati Lin Mei, Kenalkan Dia Ranti dari Indonesia, ucap nyonya Helen
Sekejap mata Lily menatap Ranti dengan intens, dan bersuara
" Maafkan saya Nona, bukan saya tidak percaya, tetapi kami sudah berobat kemana-mana, dari saat suami saya yang sakit hingga sekarang putri saya, tapi belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakitnya dan almarhum suami saya, Ujar Lily sendu
" Saya juga kurang yakin Nona, tapi kata teman saya, mereka pernah membeli Pill seperti di pelelangan itu 5 tahun lalu, dan saudara temanku yang sakit kanker payudara sudah sembuh, kata Lily
" Baiklah jika anda meragukan saya tidak apa-apa, tapi karena saya sudah berjanji dengan ibu anda maka saya tetap akan memberikan apa yang sudah saya janjikan, dan jika putri anda tidak sembuh dalam waktu 1 jam, anda boleh mematahkan kedua tangan saya, sebagai kompensasi dan dan saya bayar anda 5 milyar Yuan, kata Ranti, tapi jika anak anda Sembuh, anda tidak perlu memberikan saya sesuatu, jawab Ranti
" Maaf Nona, bukan seperti itu maksud saya, jawab Lily
" Saya tidak pernah suka membohongi orang dan juga saya tidak suka membuang waktu hanya untuk berbohong, Pill yang kalian sebut adalah Pill Dewa itu benar mampu mengobati segala penyakit, tapi penyakit anak ibu sudah berada di tahap akhir, kurang dari 2 bulan lagi , maka malaikat maut akan datang, bukan begitu kata Dokter yang memeriksanya, kata Ranti.
Jika hari ini anda melarang saya membantu anakmu, tidak masalah, toh kalian bukan siapa-siapa buat ku dan aku juga yang rugi memberikan pengobatan gratis buat kalian, jika kamu melarang, saya pastikan kamu akan kehilangan anakmu dan kamu juga sudah tidak bisa memiliki anak, kata Ranti.
Lily terkejut mendengar kata-kata Ranti yang tahu kalau dia tidak bisa lagi memiliki anak.
" Jadi bagaimana apa saya di ijinkan untuk membantu atau tidak, jika tidak saya akan kembali hotel, tanya Ranti sekali lagi
" Maafkan saya Nyonya Helen, karena saya, anda tidak mendapatkan Pill itu, untuk cucu nyonya tolong jangan salahkan sepenuhnya, karena anak anda yang tak mengizinkan saya untuk melakukannya, jadi saya permisi kalau begitu dan sebagai kenang-kenangan saya berikan serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh buat anda nyonya, ambil air Putih segelas.
Nyonya Helen yang tak bisa memaksa anaknya dia hanya bisa diam dan pergi mengambil air Putih.
Ranti meneteskan setetes Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, kedalam air putih dan meminta nyonya Helen meminumnya.
Hanya kurang dari lebih menit, terlihat semua kotoran keluar dari tubuh nyonya Helen, setelah itu dia ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, setelah selesai dan berganti pakaian terlihat penampilan Nyonya Helen sudah berbeda, keriput di wajahnya hilang dan semua kulitnya kini nampak cerah.
Hanya yang bisa saya berikan untuk Nyonya Helen, dan saya permisi, semoga cucu anda tidak menderita lagi, selamat tinggal dan Ranti langsung melangkah ke arah pintu keluar.
Lily yang bimbang, bertanya kepada ibunya, Mom berapa harga Pill di pelelangan itu terjual.?
" 275 juta Yuan, dan tuan Anderson yang mendapatkan barang itu, kata nyonya Helen.
" Apakah kamu mau membeli nya dari tuan Anderson, tanya nyonya Helen
__ADS_1
" Saya bingung Mom, mau percaya atau tidak
Kalau kamu tidak mencobanya, maka kamu tidak tahu hasilnya, toh kalau di coba juga dan tidak berhasil kita juga tidak rugi dan juga anakmu memang sudah seperti itu kondisinya, Mom percaya, Nona Ranti bisa menyembuhkan anakmu, tapi semua tergantung kamu, kata nyonya Helen
" Tapi Mom, bagaimana kalau gagal dan anakku meninggal, ucap Lily
" Apakah kamu yang dalam waktu 2 bulan ini anakmu akan sembuh, dan apakah tidak lagi menderita setiap harinya, maaf Lily ibu sudah hampir menyerah, Pill yang mahal kamu lebih percaya yang tak tahu berhasil atau tidak, saat ini ada yang sukarela datang ingin membantu tapi kamu menolaknya, lihat ibu sekarang hanya dalam 15 menit ibu terlihat lebih muda dari kamu
" Jadi bagaimana Mom, tanya Lily
" dia putrimu, kewajiban kamu merawatnya da juga segala keputusan ada di tanganmu, sekarang antar Nona Ranti dulu.
" Mom aku harus bagaimana ? tanya Lily lagi
" Mom tidak berhak atas hidup dan matinya anak kamu, selama ini ibu hanya membantu kamu saja, apa pernah ibu memutuskan untuk Celine ?
" Berarti Mom tidak sayang dengan cucumu, kesal Lily
" Kalau aku tidak sayang untuk apa, aku membantumu setiap hari, saat kamu ke kantor siapa yang merawat Celine, saat ini Mom membawa orang yang mudah-mudahan bisa membantu, tapi kamu menolaknya, terus kamu mau Mom berbuat apa, harta dari kakekmu sudah hampir habis, apa itu karena aku tidak sayang cucuku.
" Nona tunggu, teriak Lily kepada Ranti
" Ada apa nyonya Lily yang terhormat, apakah anda sudah berubah pikiran, kata Ranti
" Silahkan anda mencoba menyembuhkan Putri saya, kalau Putri saya sembuh apapun yang kamu mau akan aku penuhi, kata Lily
" Kalau aku minta nyawamu ganti dengan nyawa putri mu apa kamu setuju, jawab Ranti
" Kalau hanya itu syaratnya aku setuju, balas Lily
" Baik kalau begitu, tunjukkan kamarnya
Lily, menunjukkan jalan kearah kamar putrinya, Ranti yang melihat keadaan Celine yang lemas hanya bisa menyapa , halo
" Celine hanya membalas dengan senyum kecil.
" Apa yang ingin Celine buat jika sembuh, tanya Ranti
" Aku mau ke sekolah dan temani nenek jalan-jalan, jawab Celine
" Baiklah, kakak akan menyembuhkan kamu, tapi kamu harus berjanji satu hal buat kakak, yaitu jika kamu libur sekolah, Kaka tunggu kamu dan nenek di Indonesia, bagaimana ?
" Aku berjanji kak, jawab Celine
" Nyonya Lily tolong lepas semua alat-alat ini termasuk baju Celine, selang oksigen biarkan saja dulu, nanti saya yang mencabutnya.
" Ingat janjimu ya, kata Ranti sambil memberikan Pill Semesta.
" Telanlah, dan tahan sakitnya, kamu harus bertahan agar nenekmu bahagia
Celine menggelengkan kepalanya, dan sesaat kemudian dia sudah mulai bergerak bergetar, Suara kertakan gigi sudah mulai terdengar, Ranti memasuki pikiran Celine dan berbicara memberikan semangat, Ranti menjaga organ-organ vital Celine, karena umurnya masih 13 tahun.
Tubuh Celine terus bergetar, tak tahan dia berteriak sekencang kencangnya, Lily terlihat kuatir, namun dia tidak mau mengganggu, sudah 15 menit Celine berteriak, namun proses masih berjalan, Ranti juga tetap memberikan semangat lewat pikiran, agar Celine tetap sadar dan bertahan.
Kini sudah 30 menit, keringat bercampur cairan kotoran tubuh Celine sudah mengalir dengan deras, tubuhnya yang putih kini terbungkus cairan hitam pekat yang berbau sangat menyengat.
Terdengar suara Celine Mulai perlahan-lahan mengecil dan dan akhirnya Celine tak bersuara lagi, Ranti berbicara ke dalam pikirannya agar tenang dan tidurlah.
Celine terlelap seperti orang pingsan, " tolong siapkan air hangat untuk Celine mandi sekarang, kalau ada bathtub lebih bagus.
Segera Lily bergerak masuk kamar mandi dan mengatur suhu air, Celine yang masih terlelap terlihat sangat tenang, badannya yang sudah kurus terlihat agak berisi, rambutnya yang rontok sudah mulai tumbuh kembali, Lily yang datang dari kamar mandi melihat putrinya terkejut, bagaimana tidak rambut putrinya perlahan-lahan mulai panjang hingga sebahu.
Akhirnya Celine bangun, dan langsung tersenyum kepada nenek dan ibunya, " Mom badanku lengket dan bau, hanya itu yang keluar dari mulut Celine.
" sekarang bantulah Celine mandi, biarkan 5 menit dia berendam di bathtub, dan teteskan cairan ini 2 tetes jangan lebih.
__ADS_1
Menunggu hingga 20 menit akhirnya ibu dan anak itu keluar dari kamar mandi,