
Kini kendaraan di kendalikan oleh Sandrina, sementara Ranti terus mengawasi beberapa mobil yang mengikuti Ranti dan Sandrina.
Mobil Ranti di paksa memasuki jalan sempit dan karena sudah malam, jalanan itu makin sepi.
" Sandrina, nanti kamu akan saya masukkan ke Cincin Semesta, kita ke Jakarta kembalikan mobil, dan saya kan terbang menuju Magelang, nanti kita pakai Mobil yang ada di dalam Cincin untuk Pergi ke Acara pada siang harinya", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, tapi kita selesaikan saja para preman ini", ujar Sandrina.
" Apa eksekusi terbaik buat mereka? tanya Ranti.
" Patahkan saja kakinya, dan bakar Mobil mereka, tapi siapa yang menyuruh mereka, apa mereka temannya Tuan Karyono? tanya Sandrina.
" Bukan, yang ini begal, salah satunya adalah pekerja yang merenovasi kios Aisyah, dia melihat barang-barang yang kuberikan kepada Aisyah, mereka tidak berani bertindak di pelabuhan, karena grup ayahnya Aisyah terkenal kumpulan para jawara insaf, mereka akan bertindak jika memang terpaksa", ucap Ranti.
" Ku buat mereka jadi abu disini mobilnya ku tenggelamkan disini saja, biar tidak merasakan", monolog Ranti.
Para begal mulai lebih cepat mobilnya untuk mendahului mobil Ranti yang sengaja berjalan dengan kecepatan sedang.
Mobil Ranti di tekan agar ke pinggir dan di paksa berhenti, Ranti dan Sandrina membelokkan mobil kearah tanah kosong untuk memancing para begal agar keluar dari jalan raya.
Dan rencana Ranti Berhasil, saat semua mobil berada di tanah kosong yang sangat luas, Ranti segera membuat Array Pelindung Ilusi dan memblokirnya, kemudian Ranti dan Sandrina turun dari mobilnya.
" Hei kalian Nona berdua, bekerjasama lah dengan baik agar kalian bisa selamat, serahkanlah seluruh uangmu, dan harta lainnya, termasuk mobil kalian ini", ucap Seorang Begal.
' Ambillah kalau mampu, kalian hanya 20 orang belum mampu mengalahkan kami berdua, ingat lah hati ini terakhir kalian melihat dunia ini", ucap Ranti sambil mengaktifkan Armor Transparan.
" Sandrina, masuk ke mobil sekarang", perintah Ranti.
" Hahahaha, kalian berdua saja sudah tidak akan mampu melawan, apalagi kamu sendirian, sok melindungi teman kamu", ejek Seorang Begal.
Di jalan raya nampak beberapa mobil yang melintas tapi tidak bisa melihat kondisi asli di tanah kosong itu.
' Apa kalian yakin sanggup mengalahkan saya, kalian lihat baik-baik bagaimana aku menghilangkan mobil ini, ujar Ranti dan langsung memegang mobilnya dan berkata, ' Masuk", seketika muncul awan tebal dan mobil masuk ke cincin semesta.
Para begal yang melihat kejadian itu hanya tertawa, mereka pikir itu adalah trik sulap saja, namun beberapa dari mereka justru ketakutan.
' Hei Nona, jangan bermain sulap dengan kami, teriak mereka.
" Kalian mau lihat pertunjukan lainnya, kemudian Ranti merubah Armor Transparan menjadi Armor Ultimate.
Kini dihadapan mereka terlihat Ranti yang terbungkus dengan Armor Ultimate berwarna merah keemasan dengan sayap ungu masih tersembunyi di punggungnya.
" Bagaimana apa kalian masih berpikir bisa mengalahkan saya", Ejek Tanti dan langsung terbang.
" Bos,dia bisa terbang seperti burung, jangan-jangan dia adalah Monster, ujar salah satu anggota Begal itu.
" Masih mau melihat pertunjukkan, ucap Ranti dan langsung menenggelamkan semua mobil para begal.
" Bos, dia bukan manusia, bos ayo kita pergi", teriak para Begal yang sudah ketakutan melihat mobil- mobil mereka tenggelam.
" Aku malas bertarung dengan kalian, jadi lebih baik aku kubur saja kalian Disni, teriak Ranti.
Para preman melihat ada beberapa orang yang naik motor tiba- tiba berhenti di pinggir, dan lara preman berteriak minta tolong, tapi sayang orang-orang di luar Pelindung Ilusi itu akan bisa mendengar dan melihat apa yang berada di dalam Pelindung Ilusi itu.
Para Begal segera berlari tapi mereka terpental karena menabrak pelindung ilusi, sementara sang pemimpin begal sudah kebingungan, otaknya tak bisa berpikir melihat mobil-mobil mereka telah amblas seluruhnya kedalam tanah.
" Sekarang giliran kalian, teriak Ranti dan tanpa belas Kasihan langsung membakar para Begal.
__ADS_1
Sang pemimpin Begal gemetaran dengan keringat dingin mengucur, tak kuat dia melihat anak buahnya mulai hangus terbakar, dia mengingat kejahatan nya selama ini dia hanya membunuh 5 orang, memperkosa belasan anak gadis, merampas ratusan handphone, puluhan motor dan mobil, tapi membakar orang hidup-hidup adalah yang terkejam.
" Siapa kamu sebenarnya, Kenapa kamu bisa berpenampilan seperti itu? tanya pemimpi Begal itu.
" Hahahaha, aku orang biasa, aku sudah tau, kalau kamu melihat aku di pelabuhan, aku ikuti permainan kami sejak dari pelabuhan, dan di jalan ini sudah banyak orang tak bersalah menjadikan korban kejahatan kamu, nah kuberikan lahan ini sebagai kuburan kamu dan anggota mu", ujar Ranti dan langsung menembakkan jarum Black Soul ke Pemimpin begal itu.
Pemimpin Begal tidak bisa berteriak karena karena lehernya sudah tertusuk Jarum Black Soul dan mulai hangus.
Lima kemudian Semua begal sudah Menjadi termasuk pemimpin itu. setelah itu dengan Elemen Tanah Ranti membolak-balik tanah.
Dengan segera Ranti mengaktifkan Mode Stealth dan terbang menuju menuju Jakarta,
Hanya butuh 35 Menit Ranti sudah tiba di langit Jakarta, kemudian dia sampai di basement apartemen dan mengeluarkan mobilnya dan kemudian lanjut terbang menuju Magelang.
Sandrina begitu takjub dengan apa yang berada di dalam Cincin Semesta milik Ranti, Sandrina melihat begitu banyak barang berharga yang tersusun dengan rapi, perhiasan, tumpukan uang cash, peralatan bertarung, ratusan batang Emas serta berlian, dan Juga makanan.
Ranti terbang dengan santainya, hingga akhirnya dia tiba di langit Magelang tepat jam 1 dini hari, Ranti memindai jalan yang sepi untuk mendarat.
Setelah menemukan jalanan sepi, Ranti mendarat dan langsung mengeluarkan mobil dan Sandrina, seketika itu juga Ranti segera bergegas mencari hotel.
Ranti memindai daerah itu bahwa mereka saat ini telah berada dekat dengan alun-alun dan disana ada beberapa hotel, akhirnya Ranti memilih hotel Atria saja yang sudah dekat.
Ranti dan Sandrina akhirnya bisa beristirahat, setelah dari pagi terjadi banyak hal yang tak terduga.
Tak terasa sudah jam 8 pagi, Ranti dan Sandrina sudah bersiap, pak Supomo memberi kabar bahwa acaranya akan berlangsung jam 10 bertempat di kantor desa setempat.
Setelah tiba di desa tersebut, ternyata desa itu bisa di kategorikan sebagai desa tertinggal, infrastrukturnya sangat minim, itulah sebabnya pihak desa dan kecamatan menyambut antusias ketika mereka mendengar bahwa akan di bangun peternakan ayam pedaging dan petelur di area seluas 60 hektar.
Dan tidak disangka oleh Ranti, bahwa dalam acara tersebut di hadiri oleh pihak Pemkab Magelang dan seorang anggota dewan provinsi dapil Magelang.
Ranti awalnya senang dengan kehadiran mereka disana akan tetapi Anggita dewan Propinsi tersebut membuat statement pesimistis kepada masyarakat yang ikut hadir.
Ranti yang kesal dengan sikap anggota dewan itu akhirnya angkat bicara.
" Bapak-bapak dan ibu-ibu, jika hanya berencana tanpa ada eksekusi itu sama dengan memberi harapan tanpa kepastian, jalur sepanjang 10 Km, sudah ada jalan rintisan, dan ada lahan milik pemerintah yang sudah ada untuk pelebarannya, jika warga mendukungnya saya akan lebarkan dan membuat tanggal sepanjang 10 Km, agar lahan kalian semua tidak longsor, dan yang bekerja adalah kita semua", ujar Ranti.
" Saya tidak hanya membangun peternakan Ayam, tapi juga akan membangun Rumah Potong, dan teknologi terbaru, 75 % pekerja akan saya Prioritaskan bagi warga desa-desa sekitar, yang tentunya harus memiliki kemampuan dan mau belajar.
Selanjutnya adalah di lahan itu terdapat 2 mata air yang sangat bersih, saya akan bangun bak penampungan besar, bagi setiap desa agar tidak kekurangan pasokan air bersih.
Semua rancangan sudah ada, anggaran juga sudah siap, tinggal menunggu warga yang rela memberikan lahan untuk kami bangun bak penampung air dan ijin penggalian Pipa dari lahan saya, dan nanti pembangunan bak-bak penampungan tersebut akan saya serahkan kepada warga yang membangun dengan anggaran dan pengawasan dari kami agar pembangunan bak tersebut memiliki kualitas yang standar", ujar Ranti menjelaskan panjang lebar rencananya.
" Kami warga dari empat Desa tidak keberatan dengan pembangunan Bak Air, tapi maaf bagaimana penyaluran nya ke setiap warga, apakah ada bantuan dari perusahaan atau bagaimana", tanya seorang Kades
" Ini baru pertanyaan yang sangat bagus", Ucap Ranti.
" Untuk penyaluran ke warga, kami pihak perusahaan akan membantunya, akan tetapi untuk biaya perawatan di masa depan, tentunya adalah warga itu sendiri, kami hanya menyediakan peralatan dan bahannya saja, selebihnya adalah tanggungjawab warga, dan kami akan membangun bak-bak yang berukuran sedang di beberapa titik desa agar lebih mudah dalam penyaluran air tersebut", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, kami senang mendengarnya, kami juga tidak akan tinggal diam melihat perusahaan anda bekerja sendiri, kami pastikan akan ikut membantu saat dalam pembangunan", ucap salah satu Kades.
Selesai berbicara panjang lebar akhirnya, acara itu selesai, dan tinggal yang berkempentingan, yaitu para pemilik lahan serta saksi, dan juga yang diminta kehadirannya para kades dari empat desa serta pak camat, dan tak lupa orang dari BPN.
" Nona Muda, jangan dengarkan anggota dewan tersebut, kami menyesal telah memilihnya, sejak dia terpilih, belum ada satupun yang dia kerjakan disini", ucap seorang Kades.
" Bapak dan ibu Kades, saya tidak berjanji banyak, tapi percayalah dengan hadirnya Peternakan saya disini, akan banyak peluang bagi warga bapak dan ibu, misalnya mereka bisa menjadi pengusaha telur atau daging ayam, tenaga kerja juga pasti ada, jadi jangan kuatir, apalagi jalan ini akan saya buat sebagus mungkin pastinya banyak kendaraan yang melewati desa-desa kalian", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda atas rencana membangun desa kami, intinya kami paling butuh adalah akses jalan menuju ke kota dan dari kota kembali ke desa", ujar kades.
__ADS_1
" Saya sangat butuh jagung dan kedelai untuk pabrik pakan ternak saya, prioritaskan warga disini menanam kedua tanaman ini, berapapun jumlah produksinya pasti saya akan membelinya, dengan begini pertanian Disni akan bisa berkembang, dan bukan hanya itu saya bersedia menyuplai pupuk dan bibit serta konsultan, agar hasil panen berkualitas, dan tentunya hasil kuantitas nya juga banyak", ujar Ranti.
" Kalau begitu, kami tak akan ragu untuk memberitahukan kepada warga kami", ucap ibu kades.
" Jangan kuatir, untuk bibit jagung dan kedelai awal saya akan bantu gratis, selebihnya bisa diambil dari hasil panen, pupuk pasti mahal, bagi siapapun yang telah bekerjasama dengan kami, maka saya berikan subsidi harga Pupuk, obat anti hama, dan terakhir adalah pinjaman lunak untuk modal usaha, dengan jaminan hasil panen, soal bunga pasti tidak tinggi, agar warga bisa membayarnya dan warga lain juga pemya kesempatan yang sama.", ujar Ranti.
" Kapan pembangunan jalannya akan di mulai? tanya para Kades.
" Awal bulan depan, semuanya bergerak bersama-sama, pembongkaran lahan dan pembangunan jalan, setelah jalan rampung 70 %, maka kami akan membangun kandang, dan juga pembangunan waduk, serta penggalian Pipa menuju ke bak-bak di desa kalian, jika rencana berjalan mulus, saya pastikan pembangunan jalan akan selesai awal Januari tahun depan", ujar Ranti.
" Mantab kalau begitu Nona Muda, kalau begitu kami akan sosialisasikan dengan warga kami, lalu soal tanggul bagaimana", tanya mereka.
" Setelah jalan rampung 50% maka kami akan segera membangun, agar bisa sama-sama selesai, termasuk parit nya, jalan ini akan menjadi lebar 14 meter, tapi yang di aspal baru lebar 10 meter, cukup untuk kendaraan besar lewati", jawab Ranti.
" Kenalkan ini, adalah Pak Supomo, dialah nanti yang akan menjadi Kepala Proyek, jadi jika ada masukkan silahkan sampaikan, saya jamin semua laporan pasti sampai ke tangan saya", lanjut Ranti.
" Baiklah, kami menunggu realisasi nya dan pasti kami siap membantu, jika perusahaan ada kebutuhan dengan kami, silahkan datang ke kantor desa dan kita bicarakan sama-sama", ujar Bu kades.
" Terimakasih sudah menerima kehadiran kami disini, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik, Perusahaan saya maju, warga desa dan desa kita juga maju", ucap Ranti dengan bijaksana.
Ranti mengajak semua yang hadir saat tandatangan alih kepemilikan untuk makan siang bersama.
Sementara di pihak lain, Anggota dewan itu masih tidak terima dengan pernyataan Ranti, dia juga merasa terancam di pilkada nanti, secara dia menang banyak di kecamatan itu.
Justru keuntungan berpihak pada anak muda yang menjadi anggota dewan kabupaten, dia sangat menyambut program Ranti, apalagi anggaran yang di gunakan adalah murni anggaran perusahaan, dan dalam rapat mendadak itu mereka memutuskan akan mendukung nya, bahkan mereka berencana mendesak bupati agar Segera menerbitkan ijin pembangunan peternakan Ranti.
Dari pihak kesehatan dan dampak lingkungan yang membaca tata cara pengolahan limbah peternakan juga merasa bahwa peternakan Ranti tidak berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, artinya limbah tersebut telah diatur dengan baik, mereka hanya perlu mengontrol dan mengawasi pembangunan tersebut.
Di balai Desa masing-masing, para warga sedang mendengar pemberitahuan dari pengurus desa soal kedelai dan jagung, ternyata warga menyambutnya dengan antusias, apalagi harga akan mengikuti pasar dan bisa mendapatkan pinjaman lunak untuk modal kerja, asalkan menandatangani kontrak kerjasama dengan Perusahaan Ranti.
Setelah selesai makan siang, mereka membubarkan diri dan kembali ke aktifitas masing-masing, Ranti dan Sandrina masih ngobrol dengan pak Supomo sebelum akhir nya berangkat menuju Jogjakarta.
Dengan menempuh perjalanan selama 2 jam akhirnya Ranti tiba di Yayasan Bintang Timur Jogjakarta.
Dia melihat perkembangan yang kuat biasa, Gerbang utama terlihat sangat megah, dan juga utamanya terlihat gagah berdiri dengan perpaduan cat yang indah.
Ranti tidak memasuki kantor yayasan, melainkan menuju ke bagian belakang, disana dia melihat pembangunan gedung Panti Asuhan sedang berjalan, Ranti di sambut oleh puluhan anak-anak panti yang baru saja selesai sekolah.
" Selamat siang dan selamat datang kakak, kami baru selesai jam sekolah, kalau kakak Popy dan Juwita, mereka ada di kantornya", ujar salah seorang anak Panti.
" Belajar yang rajin, lalu bagaimana dengan makanan kalian serta kebutuhan lainnya, apa kalian setiap hati minum susu? tanya Ranti.
" Kami dapat susu 2x sehari, makan daging ayam dan daging sapi, serta ikan laut dan darat juga yang lainnya, pokoknya makanan disini sangat enak, bahkan tiap hari kami makan cemilan yang di buat ibu koki dan kakak-kakak yang sudah besar, juga kami di ajarkan masak dan bikin kue", ujar seorang anak Panti.
" Baguslah, tolong jangan buang-buang makanannya, kalau jajan bagiamana?
" Kami yang SMA dapat 50 ribu perhari tapi di berikan tiap Minggu, kata kak Juwita, kami harus belajar mengatur uang jajan, kecuali adik-adik SD, yang diberikan tiap-tiap hari", ujar anak panti yang sudah SMA.
" Baguslah, kalian harus mengaturnya dengan baik, kalau bisa jangan di habiskan, minta ke kakak kalian untuk bantu buatkan Rekening, agar jika ada uang lebih kalian bisa menabungnya", ujar Ranti.
" Ada kak, kami sudah di buatkan, jadi kami bisa menabung tiap bulan, lagian mau jajan apalagi, semua sudah tersedia, ya kecuali pas di sekolah, sekedar beli minuman segar kaya Es yang 5 Ribuan serta gorengan ", ujar anak itu.
" Itu namanya anak pintar, kakak senang mendengarnya.
Kelanjutan ketakutan Anggota dewan itu berlanjut dengan dengan meminta para bawahannya untuk mengikuti perkembangan pembangunan.
Menurut dia jika ada progres baik maka dia akan menggunakannya sebagai alat untuk menaikkan namanya.
__ADS_1
Tapi sayang, rencana licik anggota dewan itu terpantau jelas oleh Aplikasi Mata Dewa.