SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Sahabat lama dari Semesta berbeda


__ADS_3

Ranti, memerintahkan agar acara karyawisata, segera di bubarkan, kemudian Ranti membawa Salma pergi, tapi baru saja hendak keluar dari pantai, rombongan Ranti di cegat oleh puluhan kendaraan yang ternyata orang suruhan dari anak-anak berandalan itu.


" Turun kalian semua dan bebaskan anak-anak bos kamu", teriak orang suruhan itu.


" Apa bisa bos kalian menyembuhkan adik saya yang di tikam oleh mereka", jawab Ranti.


" Memangnya adik kamu sudah meninggal, hingga kalian menangkap mereka", ucap mereka.


" Jadi tunggu adik saya meninggal dulu, begitu maksud kalian", teriak Ranti.


" Mau bebaskan atau tidak", ancam para orang suruhan itu


" Mendingan kalian jangan menghalangi kami, karena saya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja", ucap Ranti menahan emosinya.


" Lepaskan dulu anak bos kami baru kalian bisa pergi dari sini", hardik orang-orang suruhan itu.


" Kalau begitu sembuhkan dulu adikku, baru kalian bisa mengambil mereka", jawab Ranti.


" Mind Ruler, aktif dan perintahkan mereka segera menyerang bos yang menyuruh mereka ", perintah Ranti.


Hanya dalam sekejap para orang suruhan itu langsung berambus dan pergi dari pantai itu, mereka menuju kerumah bos yang menyuruh mereka.


" Aplikasi Mata Dewa, hancurkan seluruh usaha mereka, bahkan untuk membuka warung kecil saja mereka tidak bisa", perintah Ranti.


Aplikasi Mata Dewa segera menjalankan perintah Ranti, dan berkolaborasi dengan Mind Ruler, dan tak butuh waktu lama eksekusi segera di laksanakan.


* Tuan, harap anda tenang, jangan biarkan emosi menguasai anda", lagi - lagi, Rose menenangkan hati Ranti.


" Maafkan saya Rose, tapi adik kesayangan saya terluka, dan mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal, dan sudah bagus saya tidak membunuh mereka", jawab Ranti, penuh ketegasan.


Dilain tempat, ternyata seluruh saudara Ranti telah mengetahui Salma terluka, Darel dan Vanya langsung bertolak dari Jakarta, begitu juga Renata dan Renita, hingga Aisyah juga tiba-tiba pamit kepada orangtuanya untuk ke Surabaya.


Malam tiba, dirumah Ranti menjadi sangat ramai, dan Aisyah yang paling Terakhir tiba bersama dengan taksi.


" Aisyah kamu kenapa kesini sayang? tanya Ranti.


" Salma adikku juga, tak akan kubiarkan siapapun melukainya, paman penjagaku dan anak buahnya sudah tiba di Malang, dan sudah ku perintahkan agar membunuh semua anak berandalan itu", tegas Aisyah sambil memeluk Salma.


" Terimakasih kak Aisyah, Salma baik-baik saja, jangan bunuh mereka, biarkan mereka mendapatkan kesempatan untuk bertobat", ucap Salma.


" Maaf dek kali ini kakak tidak mendengar ucapan kamu, lihatlhah tubuhmu telah telah terluka", ucap Aisyah sambil meneteskan airmata.


Ranti kemudian memberikan Salma Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel kepada Salma dan seketika Salma berteriak kesakitan, membuat para kakaknya terenyuh.


" Aku tidak tega melihat adik seperti ini", ucap Armando yang dari awal murung dan merasa bersalah.


Ranti dengan mata berkaca-kaca menggendong Salma masuk ke kamar mandi dan memandikannya.


Setelah hampir 1 jam, Salma dan Ranti Keluar dari kamar mandi dengan wajah senyum.


" Adikku sayang, lain kali hati-hati ya", ucap Vanya.


" Ia kak, kak Armando sudah banyak membantuku dari sebelum kami tinggal bersama kakak semua, kak Armando yang selalu melindungi ku, hari ini Salma bahagia bisa melindungi kak Armando", ucap Salma sambil memeluk Armando dengan penuh kebahagiaan.


" Terimakasih adik, kakak akan ingat pengorbanan adik hari ini untuk selamanya", ucap Armando dan mencium kepala Salma.


Di malang, para anak buah Aisyah sedang menghancurkan seluruh usaha milik para orangtua anak berandalan itu, hingga terjadi kehebohan di kota itu, bagaimana tidak, Tim Keamanan Awal dan anak buah Aisyah bergabung menghancurkan seluruh aset keluarga-keluarga itu.


Tak berapa lama kemudian, Adriansyah dan Monicha Herdiani tiba dirumah dengan perasaan yang sulit diartikan.


" Putriku sayang, maafkan bunda sayang terlambat datang", ucap Monicha Herdiani.


" Tidak apa-apa Bunda, Salma sudah sembuh, kak Ranti sudah mengeluarkan Pill ajaibnya, maafkan Salma yang mengganggu waktu ayah dan Bunda", ucap Salma.


" Jangan bicara seperti itu sayang, kailan semua putra Putri kami, sudah pasti kalian adalah prioritas utama ayah dan Bunda", ucap Monicha Herdiani dengan lembut.


" Nak, ayah sedih mendengar kamu terluka, makanya dari Bangkok ayah dan bunda langsung meninggalkan acara rapat dan kembali kesini, itu karena kamu adalah Putri ayah, begitu juga dengan kakak-kakakmu, jadi jangan bilang Salma mengganggu pekerjaan ayah dan bunda", ucap Adrian dan langsung menggendong Salma.


" Terimakasih ayah, terimakasih Bunda, Salma bahagia memiliki semua ini, terimakasih kak Ranti yang sudah mengangkat Salma dan kak Armando menjadi adik di keluarga ini", ucap Salma dengan haru.


" Ia sayang, kami semua sangat menyayangimu dan Armando, lihat seluruh kakakmu datang menjengukmu, itu karena kita mengutamakan keluarga", ucap Vanya dengan lembut.


Ya sudah sekarang, kita makan dulu baru kita istirahat, besok kita semua jalan-jalan", ucap Adrian.


" Ia sebagai ganti acara jalan-jalan Salma hari ini, besok kita ke pantai, ke tempat Suryani saja", ucap Ranti.


" Aisyah, apa kabarmu? tanya Adrian.


" Aisyah baik-baik saja ayah, hanya tadi sedih mendengar adik Salma terluka, tapi sekarang sudah tidak lagi", jawab Aisyah dan langsung merapat ke Adrian dan Monicha.


" Maafkan ayah dan bunda, beberapa Minggu ini ada di luar negri, jadi Aisyah tidak bisa datang menjenguk Bunda", ucap Monicha.


" Ia, padahal Aisyah juga kangen sama ayah dan bunda, untunglah kak Ranti dan kak Robin beberapa kali datang menjenguk Aisyah", ujarnya.


" Ya sudah ayo kita makan, bunda sudah sangat lapar, lihat juga kakakmu Ranti yang sudah kelaparan", ucap Monicha.


" Nona Muda, seluruh tugas sudah Paman dan anak buah selesaikan, sekarang Paman akan kembali ke Merak", ucap anak buah Aisyah.

__ADS_1


" Baik paman, ke Bandara saja, nanti masuk ruang VVIP, disana nanti pesawat kakakku akan mengantar Paman dan anak buah Paman", ucap Aisyah.


" Terimakasih Nona Muda, Kalau begitu paman berangkat sekarang", ucap Pengawal pribadi Aisyah yang di panggil Paman.


Sementara itu, kebakaran di tempat - tempat usaha milik keluarga anak-anak berandalan itu terjadi di hampir semua sudah kota Malang, bahkan perkebunan apel milik keluarga itu, dihancurkan, di bantu dengan Tim Rose.


Menjelang tengah malam, Polisi setempat kebingungan mencari siapa dalang dari semua kejadian yang ada.


Aisyah, Salma tidur bersama di kamar Ranti.


" Kak Aisyah sekali lagi terimakasih sudah datang menjenguk Salma", ujarnya.


" Kamu itu adikku, jadi jangan ada kata terimakasih, kamu dan Armando sumber kebahagiaan kakak juga, jadi Kaka juga akan lakukan apapun untuk membalas setiap perbuatan orang kepadamu", ucap Aisyah.


" Sudah sekarang istirahatlah, kamu juga Aisyah, sekarang istirahat, kamu pasti lelah", perintah Ranti pada kedua adiknya.


" Baik kakakku yang cantik, cup cup", ucap Aisyah sambil mencium pipi Ranti.


Pagi menjelang, semua penghuni sudah bangun dan sudah berada di meja makan untuk sarapan.


" Opa dan Oma, kapan datang, kok Ketty gak tahu, kalau Opa dan Oma datang", celoteh Ketty memecah kesunyian.


" Tadi malam sayang, Opa dan Oma datang karena Aunty kamu Salma terluka", jawab Adrian.


" Dasar orang jahat, beraninya mereka melukai Aunty Ketty",ucap Ketty sambil mendengus.


Selesai sarapan, seluruh penghuni rumah bersiap siap untuk pergi ke pantai, sekalian Ranti mau melihat perkembangan pembangunan rumahnya yang kini di bangun menjadi 15 unit dan 8 unit lagi untuk para pelayannya.


Salma tak mau lepas dari Adrian dan Monicha Herdiani setelah mereka tiba di pantai yang di sambut oleh Suryani.


" Selamat Datang Nona Mudaku yang cantik, ucap Suryani.


" Sekali lagi kamu bicara begitu, aku nikahkan kamu dengan Atmono", ucap Ranti yang tidak suka Suryani memanggilnya Nona Muda.


" Hehehehe mau dong", jawab Suryani dan langsung menggandeng tangan Ranti yang sudah dianggap sebagai keluarganya.


Suryani sangat bahagia mendapatkan Atmono yang baik hati, apalagi Ranti sangat mendukungnya, begitu juga dengan Atmini yang sudah lama memanggilnya kakak ipar.


" Antarkan kami ke gazebo yang sudah kami sewa, dan panggil Ayahmu dan suruh dia bawa semua laporannya", ucap Ranti.


" Ayahku lagi di kampung sama bunda, mereka berangkat tadi pagi subuh, katanya, ada sahabat ayah yang meninggal dunia", ucap Suryani.


" oh ya sudah", balas Ranti.


Sepanjang hari Keluarga besar Ranti menikmati suasana pantai dengan senang hati dan tidak ada gangguan, Salma yang di temani Armando dan Mora beserta Aisyah sedang asyik bermain air dan kejar-kejaran.


* Tuan, Salma dan Aisyah memiliki ikatan batin yang kuat, ternyata di masa lalu, mereka adalah saudara kandung, makanya Aisyah sangat menyayangi Salma", ucap Rose.


" Baik Tuan, seluruh keluarga Tuan, telah di jaga ketat oleh Tim Rose, tapi kejadian kemarin, itu sudah menjadi takdir Nona Salma, dan itu harus terjadi, Rose tidak bisa mencampuri hukum itu", jawab Rose.


" Aku mengerti Rose, lalu bagaimana dengan Putriku, tolong keluarkan dia sejenak, aku sangat ingin menggendongnya", ucap Ranti.


Tiba-tiba gazebo itu terjadi gumpalan awan dan keluarlah Noey bersama dengan Rosemary.


" Bunda, Rory, kangen sama bunda dan Aunty serta uncle juga Oma dan opa", ucap Rosemary lewat telepati.


" Bunda juga kangen dengan Rory, ucap Ranti menggendong Rosemary.


" Wah pantainya sangat indah Bunda, suatu saat Rory boleh gak main disini seperti uncle Armando dan aunty Salma serta aunty Aisyah.


" Ia sayang, bunda sudah buat rumah untuk kita di sana", ucap Ranti sambil menunjukkan bukit yang telah berubah menjadi kompleks perumahan.


" Asyik, terimakasih Bunda, ucap Rosemary sambil menoel hidung Ranti.


" Halo ponakan aunty yang cantik, ayo sini sama Aunty, ucap Salma dan langsung menggendong Rosemary.


" Hati-hati dek, teriak Ranti.


Salma membawa Rosemary lebih mendekati air laut yang sedang bergelombang ke pantai.


Rosemary terlihat sangat bahagia, karena bisa melihat laut di dunia luar.


Tak terasa hari sudah sore, seluruh pelayan sudah berkemas, hendak kembali ke rumah.


" Kak, Aisyah mau langsung kembali ke Merak, besok sekolah ucap Aisyah, kepada Ranti.


" Ia sayang, kakak antar sampai Bandara", ucap Ranti.


" Tidak usah, kan ayah dan bunda juga mau langsung kembali ke Jakarta, jadi biar Aisyah ikut ayah dan bunda saja", balas Aisyah.


" Uda jangan bawel, ayo masuk mobil, Salma, kakak antar Aisyah ke bandara ya, kamu pulang dengan kakak yang lainnya", Perintah Ranti.


" Ia kak, jawab Salma yang sedang bergelayut di lengan Armando.


* Tuan gunakan waktu anda untuk menolong gadis yang di tugaskan Absolute Supreme Divine kepada anda", ucap Rose.


" Baiklah, jawab Ranti dan langsung mengendarai mobilnya, bersama dengan Aisyah dan kedua orangtuanya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di Bandara, pesawat bombardir Global sudah menunggu.


" Sekolah baik-baik ya sayang, nanti kakak akan sering datang menjengukmu, tahun depan pesawat kamu sudah datang, jadi kamu bisa ke Surabaya kapan saja kamu mau", ucap Ranti.


" Hehehehe, nanti parkirnya dimana kak? tanya Aisyah polos.


" Kakak sudah bicarakan dengan pihak PT KS, agar bisa meminjamkan lahannya untuk di bangun Bandara Kecil, khusus untuk pesawat kamu, Aisyah tenang saja, semua sudah Kakak urus", Ujar Ranti


" Kakak, beli pesawat pasti mahal, lagian Aisyah belum waktunya punya pesawat Jet Pribadi", ucap Aisyah.


" Semua kalian saudaraku, sudah kakak belikan, jadi jangan membantah, atau kamu mau kakak cuekin kamu", pura - pura Ranti.


" Hehehehe, ia deh, Aisyah gak mau membantah lagi, daripada di cuekin kakak", ucap Aisyah.


" Gitu dong, tapi ingat jangan buat gaya, pakailah untuk keperluan saat Aisyah ingin ke Surabaya atau mau jalan-jalan ke tempat wisata di Indonesia", ucap Ranti.


" Baiklah kakakku yang cantik, Aisyah tidak akan pernah melupakan semua nasehat kakak, apalagi nasehat ayah dan bunda, ucap Aisyah.


" Itu baru Putrinya bunda, gunakan semua Fasilitas yang di berikan Kakakmu untuk keperluan yang penting, bukan untuk di pamerkan", timpal Monicha.


" Ya sudah, sekarang naik ke pesawat, nanti hati-hati bawa mobil dari Bandara Soekarno Hatta ke Merak", ucap Ranti mengingatkan.


" Ia kak, kakak jangan lupa untuk datang mengunjungi Aisyah ya", ucap Aisyah memeluk Ranti.


" Ia sayang, kakak sangat menyayangimu, jadi jangan mengecewakan kakak dan ayah juga bunda", ucap Ranti.


Setelah kedua orangtua dan adik manjanya terbang, Ranti segera melajukan mobilnya menuju ke tempat sepi dan langsung terbang menuju puncak Jawa Barat.


Dengan kecepatan tinggi Ranti terbang dan melewati pesawat Bombardir Global yang di tumpangi orangtuanya dan Aisyah.


" Dasar anak manja, sudah besar masih saja bergelayut sama mommy", batin Ranti penuh kebahagiaan.


Hanya buruk waktu 20 menit, Ranti sudah berada di tempat yang di tuju.


Dan benar saja, mata Semestanya melihat seorang gadis sedang, mencuci piring, dengan tatapan mata yang kosong.


" Halo, apa kamu tinggal disini? sapa Ranti.


Seketika gadis itu terkejut melihat kedatangan Ranti.


" Queency Ameera", batin Wanita itu.


" Hey, kenapa kamu diam saja saat melihatku", ucap Ranti membuyarkan lamunan gadis itu.


" Maafkan saya Nona, anda mengingatkan saya pada kehidupan saya terdahulu, wajah anda sangat mirip dengannya", ucap Gadis itu.


" Anggaplah sebuah kebetulan, oh ia yang itu adalah tanah saya, dan kalau yang tempati ini, milik siapa", tanya Ranti berpura-pura.


" Pemiliknya sudah menjualnya kepada seseorang, tadi malam, saya di tolong orang untuk tinggal disini, jadi saya sekarang tinggal disini", ucap Nirmala nama gadis itu


" Baiklah, boleh aku berteman dengan kamu, dan ada hal yang ingin ku bicarakan dengan kamu", ucap Ranti.


" Baiklah, nama saya Nirmala, dan siapakah nama Nona", ucap Nirmala.


" Saya Ranti Putri Setiawan, tapi di tempat lain orang memanggil saya, Queency Ameera.


Seketika itu juga, Nirmala langsung berlutut, Nona Muda, maafkan saya yang tidak dapat menjaga perusahaan anda", ucap Nirmala.


" Tidak apa-apa, kamu sahabatku, dari kecil kita bersama, saya yang minta maaf karena sudah menyusahkan di kamu, saatnya kamu hidup bebas dan bahagia, dan mulai hari ini, kamu tetap menjadi sahabatku", ucap Ranti.


" Saya sudah gagal melindungi anda Nona Muda, saya malu berhadapan dengan anda",ucap Nirmala.


" Itu semu sudah berlalu, sekarang kamu berada di semesta yang berbeda, jadi jangan pernah beranggapan seperti itu, dan ingat baik-baik, jangan pernah mengungkit masalah di semesta itu", tegas Ranti.


" Baik Nona Muda, Nirmala menerima perintah dari anda", ucap Nirmala sambil bersujud.


" Sudahlah, sekarang mari kita ke rumah sepupumu yang sedang sakit, dan ini ambilah, tanah ini sudah menjadi milikmu, aku juga sudah menyiapkan rumah dan segalanya untukmu, tugasmu hanyalah menunggu perintah dari saya", ucap Ranti.


" Siap Nona Muda, Nirmala, bahagia bisa mendampingi anda kembali walau di semesta berbeda", ucap Nirmala.


" Kamu itu sahabatku, bukan pelayan ku, jangan panggil aku Nona Muda, atau aku tidak akan lagi bersahabat dengan kamu, sini peluk aku", ucap Ranti.


" Jadi aku harus memanggilmu apa? tanya Nirmala.


" Panggil saja Ranti, jangan sebut namaku Queency Ameera", ucap Ranti.


" Baiklah, disini aku sangat menyayangi sepupuku, tapi sayang dia sedang sakit, apakah kamu masih tetap bisa mengobati orang seperti di semesta kita? tanya Nirmala.


" Masih dan bahkan lebih hebat, sekarang sebelum kita kita ke rumah sepupumu, saya ingin merubah kamu.


" Baiklah, dari dulu saya tidak pernah ragu kepadamu, buktinya, setelah sekian tahun aku menderita di semesta ini, ternyata kamu masih mencari saya dan menemukan aku', bangga Nirmala.


" Sekarang, telan Pill ini dan tahan sakitnya", ucap Ranti lalu memberikan Nirmala Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel.


Selesai dengan semua prosesnya, Ranti kemudian memberikan Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, serta SIM ajaib.


" Hahahaha, sekarang aku bisa memiliki mobil lagi dan mampu mengendarai pesawat seperti dulu", ucap Nirmala.

__ADS_1


" Keahlian beladiri kamu juga sudah ku tingkatkan, jadi kamu bisa menjaga diri, ini Cincin Ruang Penyimpanan, didalamnya ada mobil untukmu, sekarang keluarkan dan kita pergi kerumah sepupumu", ucap Ranti.


" Baik Ranti, ayo naik, mobil ini sangat bagus, dulu saya hanya melihat saja, apalagi kedua orangtua saya di semesta ini sangat miskin, tapi mereka sangat menyayangi aku", ucap Nirmala, sambil mengendarai Toyota Land Cruiser pemberian Ranti.


__ADS_2