SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pakuwon City Mall


__ADS_3

Teman - teman Mercy dan Friska terkejut Ketika sampai di Kafe milik dari Mercy dsn Friska.


" Mercy, apa kafe ini milik kalian, tanya teman Mercy dan Friska.


" Ini milik kami semua, tapi tetap bos besarnya adalah adik kami Ranti, ucap Mercy.


" Ini tempat favorit kami, makanan disini sangat enak dan harganya ramah di kantong, juga para pelayan disini sangat sopan", sambung salah seorang teman Mercy dan Friska.


" Terimakasih atas Pujiannya, mari silahkan pesan sesuai selera", ucap Friska.


Disaat mereka sedang asik menikmati makanannya, sedangkan 2 orang teman mereka masih terbaring di Rumah Sakit, mereka juga sudah di beritahukan, agar jika ingin terus di VVIP maka biayanya wajib mereka bayar sendiri, karena Ranti hanya membayar 1 hari saja, sementara biaya di VVIP sendiri 25 juta perhari, mau tidak mau kedua orang munafik itu memindahkan anak-anak mereka ke ruang VIP yang lebih murah.


Pihak kampus sendiri tidak bisa berbicara apa-apa, bagi mereka sudah cukup keluarga Mercy dan Friska membantu kedua orang itu, dan setelah mendengar penjelasan dari dosen, sang dekan lebih paham apa alasan Ranti membiarkan kedua orang itu.


Tinggalkan sejenak mereka itu


Di Jakarta keruntuhan Ferdiansyah Setiawan kini menjadi buah bibir para ekonom, mereka sendiri kaget perusahan sebesar itu bisa runtuh dalam hitungan tidak sampai seminggu bahkan saat ini baru baru ketiga, dan akhirnya saham perusahaan Ferdiansyah di Suspen di lantai Bursa Efek Indonesia.


Akhirnya Ferdiansyah Setiawan menyerah, Ranti yang melihat itu hanya tersenyum dalam hati.


" Aplikasi Mata Dewa, pantau terus, dan sudah berapa banyak yang kita kuras uangnya, dan berapa sisa aset Ferdiansyah Setiawan", tanya Ranti.


" Total uang Cash 1100 triliun, saat ini jika seluruh asetnya di jual maka bisa mencapai 700 triliun, sudah termasuk 2 gedung apartemen di Singapura dan 1 gedung perkantoran yang juga berada di Singapura, kapal Cargo miliknya berjumlah 150 unit, dan beberapa gedung di Jakarta, Surabaya, Medan, 2 Mall di Bandung, 1 mall dan 1 Rumah Sakit di Manado, dan masih banyak lagi.


Pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit puluhan ribu hektar, di tambah lagi dengan bank dimana dia menjadi pemegang saham nomor 2 terbesar, terakhir bisnis penyedia internet ketiga terbesar di Indonesia, TV berbayar dan market place.


Kekayaan Ferdiansyah Setiawan memang sangat besar, belum lagi di luar negeri, di Australia dia memiliki saham 35 % di peternakan sapi terbesar di negara itu, hingga dia menjadi importir daging sapi terkuat di Indonesia", lapor aplikasi Mata Dewa.


" Terimakasih", balas Ranti.


Di Kafe milik ke-empat kakaknya Ranti terlihat sudah mulai pada bubar, dan setelah tinggal Ranti dan keluarganya, mereka pun akhirnya pulang kerumahnya.


Tiba di rumah dan sebelum istirahat, Adriansyah Setiawan mengatakan bahwa besok pagi dia akan kembali ke Jakarta, Vanya dan Darel juga mengatakan akan kembali Karena ada kuliah penting, begitu juga si kembar dan Nindya.


Ranti dan yang lainnya hanya bisa pasrah saja, tapi bukan berarti mereka sedih, mereka lebih mengerti akan tugas dan tugas dan tanggungjawab.


Tak terasa sudah pagi hari, mereka kembali berkumpul untuk sarapan pagi, Ranti dan Rindu akan datang ke kantor gubernur Jatim, bersama Tiara dan juga kepala sekolah SMA bintang timur.


Selesai sarapan, semua kembali pada aktivitasnya, Mang Dul mengantar Adriansyah dan Monicha, serta Nindya dan si kembar, Ranti tetap mengantar kedua adiknya.


Pulang dari mengantar Salma dan Armando, Ranti bersiap-siap untuk ke Kantor Gubernur Jawa Timur, Tiara juga sudah bersiap-siap dan akan diantar oleh ibunya.


Akhirnya mereka semua tiba Kantor Gubernur Jawa Timur, Ranti dan datang menggunakan Mercedes GLE 53, Tiara datang dengan Aston Martin Vanquish, sedangkan Bu Michelle datang dengan Toyota Corolla Cross.


Dalam Acara tersebut mereka di Berikan penghargaan, uang Tunai dan beasiswa, di sela-sela acara makan Siang, Ranti bertemu dengan beberapa Siswa dari Budi Luhur, yang notabene adalah mantan sekelas di SMP.


" Hei Ranti, bagaimana kabarmu, apa kamu senang dapat beasiswa untuk kuliah dan uang Tunainya, apa kamu mau buat rumah, kami dengar dari kementerian pendidikan Nasional memberikan kamu hadiah 2,5 Milyar, sedangkan dari Pemprov Jatim kami dapat 1 Milyar, ejek siswa dari Budi Luhur.


" Ya senang dong, kalau untuk uangnya, lumayan buat traktir teman-teman saya, dan kalau beasiswanya saya sebenarnya tidak butuh tapi karena sudah berikan ya aku bersyukurlah, dan Soal rumah maaf aku sudah Punya", ucap Ranti.


" Wah ternyata Tiara, setia juga kamu berkawan dengan orang miskin ini, apa gak sayang uang kamu habis buat jajannya dia", ucap mereka.


" Hahahaha, bukan berkurang bahkan bertambah triliunan, jadi kalau kalian menghina Ranti tolong di cek dulu baik-baik, apakah Ranti masih semiskin waktu SMP atau tidak, karena untuk saat ini saja, perusahaan ayahmu, bisa dengan mudah di beli adik bungsunya, bahkan uang saya dan pacarku sanggup membayar perusahaan kamu itu", ucap Tiara.


" Hahahaha, adiknya Ranti mampu membeli perusahaan Ayah saya yang bernilai 100 Triliun, jangan omong kosong kamu Tiara", sengit salah seorang mantan sekelas di SMP.


" Kasih tau ke Ayahmu, ada orang yang ingin membeli perusahaan kalian beserta seluruh aset kalian", tantang Ranti.


" Hahahaha, mimpi itu jangan siang-siang, aku kasih tau kalian, saat ini salah satu perusahaan ayahku menang tender 30 triliun di Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island, dan setelah selesai mengerjakan kontrak, maka kami di Berikan hak guna lahan 250 hektar selama 60 tahun secara gratis", sombong orang itu.


" Tiara, kasih tau Ayahmu, batalkan kontrak kerjasama antara perusahaan saya dengan mereka, lagian proyek itu belum berjalan", ucap Ranti.


Dalam sekejap Tiara menelpon ayahnya, agar membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan ayahnya Rima, dan di jawab nanti di bicarakan dengan Ranti, tapi Ranti langsung membalas, itu perintahku.


" Ayo Tiara, mau muntah aku melihat tampang Rima, ucap Ranti.


' Hahahaha, asal kalian tahu, ayah saya dengan. Pemilik proyek berteman baik, jadi jangan kalian bohongi kami dengan berpura-pura menelpon pemilik proyek besar itu, kasihan sekali kamu Tiara, demi si miskin ini kamu rela berbohong.

__ADS_1


" Siapa yang berbohong, jadi kamu menuduh Tiara berbohong, Hei gadis muda bilang sama ayahmu, bahwa Bos besar sudah membantalkan kontrak kerjasama nya, karena kami sudah menghinanya.


" Kok Tante ada disini, sapa Rima kepada ibunya Tiara.


" Apa kamu tidak tahu Tiara adalah Putri Tante dan Pak Pribadi, dan Ranti Putri adalah pemilik Proyek yang di kerjakan oleh suami Tante yang ayahnya Tiara, karena suami saya kasihan dengan perusahaan kalian maka kalian di bantu, tapi ternyata kamu dengan seenaknya menghina Nona Ranti dan putriku, sifat kamu persis dengan ibumu yang sok kaya, ditambah lagi ayahmu yang sombong", bentak Ibunya Tiara.


" Ini hanya salah paham Tante, saya tidak tahu jika Tiara anak Tante, dan juga kasihan Tiara, bertahun-tahun harus membantu Ranti, orang seperti dia cukuplah berikan jajan 500 ribu sebulan, itu sudah banyak Tante", ucap Rima.


" Makanya kalau masih kecil itu belajar hal yang baik, bukan hal buruk dari orangtuamu yang kamu contoh, Tanyakan me Ayahmu siapa pemilik Proyek itu, dan ingat baik-baik, 3 hari dari sekarang, bisa di pastikan kalian Bangkrut, titip pesan buat orangtuamu, Tante minta kalian segera bayar utang kalian 50 milyar uang suamiku, janjinya setahun, hingga sekarang sudah 5 tahun belum juga lunas", ucap ibunya Tiara.


" hahahaha ternyata Orangtuanya punya hutang sama ayah dan ibuku, Hahahaha, cepat kembalikan uang kami, ucap Tiara


" Hahahaha, ayo Tiara kita kembali ke ruang pertemuan, agar acaranya cepat ditutup", ucap Ranti.


" Kamu dari mana dek? tanya Rindu.


" Keliling sama Tiara, lalu ketemu mantan teman sekelas waktu di Budi Luhur.


" Kamu setelah ini mau kemana, tanya Rindu.


" Mau ke Pulau lihat proyek, jawab Ranti, berbohong, padahal dia mau ke Bali dan menghancurkan preman yang menyerangnya.


" Tuan koordinat nya sudah di sinkronisasi dengan Armor anda", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Terimakasih, Balas Ranti".


Setelah acara selesai mereka pun meninggalkan kantor Gubernur, Tiara dan ibunya langsung pulang, sedangkan Rindu ada janjian dengan Wulandari di Pakuwon City Mall.


Tanpa membuang waktu Ranti menuju ke rumah zaman Belanda, begitu dia parkir, di langsung terbang menuju Bali.


Sementara Rindu juga baru tiba di Pakuwon City Mall, Ranti sudah membekali seluruh saudaranya dengan Kartu VVIP khusus Pakuwon Group, artinya kartu tersebut bisa di gunakan di seluruh tempat milik Pakuwon.


Dan semua mall milik Pakuwon group, semuanya di berikan parkiran khusus untuk pemilik, namun saat Rindu ingin parkir di tempat khusus itu, dia di larang bahkan di bentak oleh Security.


" Hei Nona, apa matamu buta, tidak baca tulisan yang boleh parkir disitu adalah pemilik Mall", tegas Security.


" Jadi kamu tidak mau memindahkan mobilmu dari sini, kata Security itu sambil mengajar body mobil Rindu.


" Silahkan kamu hancurkan", Teriak Rindu.


Wulandari sudah ketakutan, dia menjerit hingga para pengunjung datang merapat.


" Nona, pindah lah, itu khusus pemilik, Ucap seorang pengunjung.


" Kalau kamu tidak tahu masalahnya, jangan banyak bicara.


" Tuan Security yang terhormat, 3 mobil yang di parkir tempat khusus pemilik, itu punya siapa? tanya Rindu.


" Itu urusan kami Security", jawab Security itu.


" Kenapa orang lain bisa, tapi saya tidak bisa, apa kamu yang buat aturan disini", ucap Rindu.


" Itu urusan kami, kalau kamu mau parkir silahkan bayar 25 ribu perjam, daripada kamu tidak mau keluar dari sini", ucap security itu.


" Oh jadi kamu menyewakan parkiran itu kepada orang lain, bagus kamu, jangan salahkan saya kamu jari ini juga di pecat", tegas Rindu dan langsung menelpon Wisnu Adi, direktur Pakuwon City Mall.


" Halo Pak Wisnu Adi, kenapa parkiran khusus pemilik di sewakan kepada orang lain, apa ada aturan seperti itu di Mall ini? tanya Rindu.


" Mohon maaf Nona, saya berbicara dengan siapa ? tanya Wisnu Adi.


" Saya Rindu salah satu pemilik Pakuwon Group, silahkan anda buka filenya dan lihat namaku, saya tunggu kamu di parkiran khusus sekarang juga", tegas Rindu.


Seketika Wisnu Adi terkejut membaca file pemilik dan Nomor telepon, setelah di cek nomor telponnya sama, Wisnu Adi langsung berkeringat dingin.


Tak sampai 10 menit, Wisnu Adi sudah tiba di parkiran dengan napas memburu.


" Maaf Nona Muda, parkiran ini tidak boleh di tempati oleh siapapun kecuali pemilik, dan jika ada yang parkir disitu berarti itu adalah ulah dari Security", jawab Wisnu Adi.

__ADS_1


Para pengunjung terkejut mendengar ucapan sang Direktur yang masih gemetaran.


" Silahkan kamu lihat, mobil saya di tendang oleh Security kamu, dan ujung-ujungnya dia minta saya bayar 25 ribu per jam, jadi bagiamana anda akan menjelaskan masalah ini kepada kakakku Dewi sebagai CEO dan adikku Ranti sebagai pemilik Utama, apakah Manajer HRD sudah tidak mampu mendidik sopan santun di Mall Keluarga kami ini, dan apakah kami selalu datang merepotkan Security anda hingga dia membentak dan menendang mobil saya? bisa anda jelaskan.


Wisnu Adi terdiam, dia selama ini tahu akan hal penyalahgunaan parkir oleh para Security, bahkan para Manajer semuanya cuek saja, namun kali ini mereka apes, harusnya Security bisa bertanya dengan sopan, pasti Rindu akan menunjukkan kartu VVIP sebagai tanda dia juga pemilik dari Mall ini.


" Baiklah, semua bukti sudah ada, kamu pak Security, silahkan ganti rugi atas tindakan anda, dan keluarkan mobil yang parkir di area itu, sekarang juga.


" Seluruh manajemen disini, buat laporan kalian dalam 3 hari wajib selesai dan pergi kalian dari Mall ini", bentak Rindu.


" Maafkan saya Nona Muda, saya lalai menjalankan tugas saya sebagai pemimpin, beri saya kesempatan sekali lagi", ucap Wisnu Adi.


" Lihat gaya Security kamu itu, seolah-olah tidak bersalah", ucap Rindu.


" Hei Nona, disini kami yang berkuasa, apa hebatnya kamu dengan pangkat pemilik, kami disini bekerja 8 jam sehari, kalian hanya membayar kami 5 juta ya jelas tidak cukup, di tempat lain gaji Security itu 7 juta, ucap Security dengan tidak tahu malu nya.


" Baiklah, gaji UMK Surabaya 4,3 juta, kami bayar kalian 5 juta di luar tgl merah yang hitungan lembur, tunjangan makan dsn transport 500 ribu, jika di total kami membayar kalian 6 juta, tapi tidak apa-apa, silahkan anda keluar dari sini dan carilah gaji Security yang 7 juta, seperti omongan kamu.


" Pak Wisnu Adi, pecat orang ini sekarang juga, agar dia bisa pindah ke tempat yang gajinya 7 juta", perintah Rindu.


" Baik Nona Muda, silahkan parkir mobil anda, biar security ini saya yang urus", ucap Wisnu Adi.


" Tidak, kamu harus pecat dia dan panggil komandannya sekarang saya Tunggu disini, tegas Rindu.


" Nyoto, kamu silahkan pulang dan besok silahkan ambil gaji terakhir", ucap Wisnu Adi.


" Pak Wisnu saya tidak bersalah, Nona ini yang tidak menunjukkan identitasnya, jadi saya peringatkan untuk jangan parkir disini", ucap Nyoto.


" Lalu ketiga mobil itu milik siapa? potong Rindu.


" Mereka Langganan di Mall ini, jadi apa salahnya kita berikan layanan terbaik, lagian untuk apa coba pemilik harus di sediakan tempat khusus, mereka juga kesini hanya merepotkan kita yang bekerja", ucap Security itu.


" Apa pernah saudara-saudaraku datang merepotkan Anda, selama Mall ini kami beli, baru sekarang saya datang kesini, saudara - saudara saya sendiri belum ada yang pernah datang kesini, dan kalau kamu merasa kami sebagai pemilik hanya merepotkan kamu, lalu Kenapa kamu tidak buka usaha sendiri agar tidak repot-repot mengurus bos", ucap Rindu.


" Pak Wisnu mana Kemana HRD kamu sudah 15 menit dia belum juga tiba? tanya Ranti


" Mungkin lagi ada tamu barangkali, tunggulah sebentar, ucap Wisnu Adi.


" Halo kak Dewi, saya di Pakuwon City Mall, saya mau dalam Minggu ini seluruh manajemen di Pakuwon City Mall di ganti, Security juga ganti semuanya, dan tidak ada yang boleh bekerja di seluruh perusahaan kita", ucap Rindu.


" Baiklah pak Wisnu saya tunggu laporan kalian semuanya, HRD dan Komandan Security Security dari tadi tidak ada yang datang, itu berarti mereka lebih berkuasa daripada kami disini, jadi Minggu depan silahkan cari kerja yang baru", ucap Rindu.


Ayo Wulan kita ke Pakuwon Mall saja, mereka penguasa disini, ucap Rindu.


" Hahahaha, pergi sana, seenaknya mau pecat orang, kamu pikir kami disini takut dengan kalian Pemilik, hei Nona, seluruh mall ini kami yang berkuasa, jadi kalian hanya pemilik di atas kertas, lihat saja Pak Wisnu Adi saja tidak menggubris kamu apalagi saya, jadi mending kamu pulang sana, duduk manis saja, setelah dapat Inah sewa nanti kami bagikan untuk kalian, hahahaha, dasar pemilik goblok ", ejek Security itu.


" Pak Wisnu jadi kamu sendiri tidak menghargai kami sebagai pemilik? tanya Rindu.


" Sudahlah Nona Muda, mending kamu ikuti saja dengan aturan kami, yang jelas kalian tidak rugi, dan kalau kesini jadilah pengunjung yang baik, agar kami sopan kepada kalian, jika tidak maafkan kami yang tidak menghargai kalian, silahkan kalau anda mau pergi, kami disini bekerja, bukan seperti anda yang hanya jalan-jalan saja dan merepotkan kami disini", ucap Wisnu yang mulai tidak sopan.


" Hei Nona pergi kamu dari sini sebelum kesabaran saya hilang", ucap Security itu.


Rindu yang sudah tidak tahan dia merapat ke Security dan plak, plak, plak, dan langsung menampar Security itu dengan kencang hingga tersungkur


" Bangun kamu ! kamu pikir saya takut dengan kamu, bugh bugh bangun kamu teriak Rindu dan langsung menendang wajah Security itu hingga berdarah.


" Dan kamu direktur, Mulai hati ini kamu saya pecat dari sini, pergi kalian dari sini", bentak Rindu.


" Kalian pikir kami takut dengan kalian, lihat saja dalam 2 hari mall kalian ini akan kami hancurkan, ucap Wisnu Adi.


" Pak Sumadi, panggil semua Tim Keamanan Awal dan berjaga disini, usir kedua orang ini sekarang juga, dan HRD serta komandan Security mereka


" Baik Nona muda, saya sudah merekam ancaman dari pak Wisnu, dan maaf saya baru di infokan oleh Nona Muda Dewi, maaf terlambat", ucap Pak Sumadi.


" Pujiono, Wawan, Wibowo, bawa kartu ini dan datang ke bagian manajemen suruh keluar mereka sekarang, ternyata Mall ini sudah di kuasai oleh mereka, kamu Pratikno periksa seluruh dokumen, dan buat laporan ke Polisi polisi sekarang.


" Maaf Nona muda silahkan anda keluar dari sini, tidak pantas nona mengotori tangan anda nona Muda, biar kami yang mengurusnya", ucap pak Sumadi.

__ADS_1


" Baik Pak Sumadi, saya pergi dulu, hati-hati dengan mereka", ucap Rindu.


__ADS_2