
Selama masih libur, Ranti berkeliling Surabaya untuk membantu para lansia, total sudah 5 Panti yang dia bantu, di berikan pengobatan, dana Abadi dan juga menjamin makanan sebelum Deposito Berjangka Cair.
Setiap Panti Ranti berikan Dana Abadi sebesar 2 triliun, untuk jajan penghuni Panti juga sudah di anggarkan sendiri, setiap pemilik Panti Jompo juga diberikan uang sebesar 25 milyar perorang dan kendaraan.
Untuk para pekerja juga di berikan bonus masing-masing 10 milyar, agar mereka bisa hidup dengan lebih layak.
Baik pemilik, maupun pekerja panti semuanya di gaji sesuai dengan jabatan masing-masing.
Hanya berbeda dengan Panti milik pemerintah, dana abadi di berikan sebesar 1 Triliun, dan pemimpin Panti hanya mendapatkan 10 milyar, serta seluruh pegawai hanya diberikan 3 milyar saja, sedangkan logistik makanan, sama setahun masih di tanggung oleh Ranti, sedangkan Uang jajan tetap sama, dan mereka tetap wajib memberikan laporan ke Ranti, itu kesepakatan dengan Pemkot dan bangunan nya akan di renovasi dan biaya tetap dari Ranti.
Alhasil, saat ini Ranti sudah membantu para lansia sebanyak 250 orang, mereka sekarang bebas beraktivitas, seakan mereka lupa dengan keluarga mereka masing-masing, karena fasilitas mereka di panti sudah sangat mumpuni, hanya menunggu waktu semua kamar terpasang AC.
Orang tua Drajat juga sudah terlihat sehat dan kuat, apalagi mereka juga mendapat uang dari Ranti sebesar 2 milyar per orang.
Ranti juga sudah memberi pengumuman kepada seluruh karyawan nya di Surabaya soal bantuan untuk para lansia.
Dan tak terasa hari Tantangan dari Tilarso sudah tiba, saat ini Ranti lagi bersiap-siap, sebelumnya pagi hari Ranti sudah menggelar rapat soal pabrik obat-obatan.
Ranti makan malam bersama saudara - saudaranya, Kecuali si kembar yang sudah pulang dengan di antar Helikopter Super Puma, dan untuk sementara helikopter itu akan di simpan Di bandara Adisucipto.
" Kak besok adalah hari terakhir liburan, Salma, kak Armando dan Mora minta ijin mau jalan-jalan di Mall bareng kak Yati, boleh gak?" tanya Salma.
" Ya sudah, telpon Mora agar besok dia antar ayahnya kesini", ujar Ranti.
" Baik kak, terimakasih ujar Salma.
" Dek kakak juga sama Sonia dan kak Vanya besok abis makan siang akan kembali ke Jakarta", ujar Darel
" Sepi lagi rumah ini, ujar Ranti".
" Jangan sedih begitu dong, ujar Vanya yang langsung berdiri memeluk Ranti.
" Aku gak sedih, aku sudah terbiasa tapi minimal sehari sekali kasih kabar, jangan kayak kemarin-kemarin, itu membuatku sedih", ujar Ranti.
" Ia maafkan kakak, kakak janji akan selalu memberi kabar untuk kalian semua, ujar Vanya.
" Baiklah, nanti aku telpon crew agar besok bersiap untuk mengantar kalian, ujar Ranti.
" Tidak usah, kami sudah lama ingin naik pesawat biasa, sekali ini saja ujar Darel.
" Ya sudah, tapi nanti kalau mau pulang kesini lagi pakai pesawat yang Bombardir Global itu saja, ujar Ranti.
Setelah selesai ngobrol, Ranti pamit mau keluar sebentar ada urusan sedikit.
Ranti menghubungi Pak Sumadi agar segera bergerak, dan memberitahukan bahwa dia sudah dalam perjalanan.
Tepat pukul 9 malam, Ranti tiba di markas Tilarso, perjanjian yang harusnya jam 8 malam, di undur oleh Tilarso jadi jam 9, melihat Ranti tidak mempersoalkan Tilarso yang seenaknya merubah jam, membuat para Anak buah Tilarso merasa bahwa Ranti dan anak buahnya adalah lawan Kecil.
" Baiklah, karena tamu sudah datang, maka kita segera mulai, masing-masing letakkan ATM di atas meja didalam toples kaca, ujar Tilarso.
" Aplikasi Mata Dewa, apakah ATM mereka benar berisi 10 milyar", Tanya Ranti.
" ATM mereka hanya berisi 10 juta, tapi bersikap biasa saja, nanti kita kuras saja hartanya dia", balas Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah ", singkat Ranti.
" Oke ini ATM saya, silahkan anda periksa", ucap Ranti.
" Dan ini ATM saya, ujar Tilarso, silahkan anda periksa", ujar Tilarso.
" Saya percaya dengan anda", ujar Ranti.
" Baiklah, sekarang silahkan anda kalahkan 5 orang terbaik dari saya, jika anda menang maka uang ini akan menjadi milik anda, dan jika anda kalah maka, uang ini menjadi milik kami dan kompleks tempat kamu tinggal adalah wilayah kami,jadi Beno dan kawan-kawannya silahkan pergi dari sana", ujar Tilarso.
" Lalu bagaimana jika orang-orang anda kalah, apakah hanya uang itu yang jadi milikku, dan juga kawasan tempat tinggal saya.
" Oke kami tidak akan mengganggu keluarga kalian dan juga keluarga Beno dan kawan-kawannya", ujar Tilarso.
" Deal, semua sudah saya rekam, agar kamu tidak bisa mengelak, sekarang silahkan tunjukkan orang-orang terbaikmu, dan jika ada yang patah tangan dan kaki, itu bukan tanggung saya", ujar Ranti.
" Oke, bersiaplah kamu menjadi gadis cacat", ujar Tilarso
" Kalian berlima buatlah sesuka hati kalian dengan gadis itu, tapi jangan membunuhnya dan jangan memperkosanya, karena itu bagian saya", ujar Tilarso dengan mata mesumnya melihat Ranti.
" Baik bos, aku sudah gak sabar mematahkan kakinya, dan meremas dadanya", ujar anak buah Tilarso.
Para anak buah Tilarso sudah mulai menyerang, Ranti sudah mengaktifkan Armor Transparannya, dia jijik jika anggota tubuhnya yang lain disentuh, selain tangannya dan kakinya.
Ranti berpura-pura terdesak, sehingga anak buah Tilarso makin bersemangat,
" Hei gadis kecil, apa hanya segitu kekuatan kamu, menyerahlah, biar bos kami mengajarkan hidup enak", ujar anak buah Tilarso.
__ADS_1
Tapi saat selesai bicara, Ranti sudah menangkap tangannya dan langsung kraak, kraak terdengar suara bunyi tulang patah.
Laki-laki itu langsung meringis kesakitan, tapi Ranti tidak berhenti dan berbisik pilih kaki kiri atau kaki kanan yang mau di patahkan, beberapa hari lalu kamu sangat jago mengancam Pak Beno.
Tak menunggu jawaban dari laki - laki itu Ranti langsung mematahkan kaki kiri laki-laki itu, dan menendangnya hingga tersungkur ke tanah.
Hanya teriakan yang terdengar dari laki-laki sombong itu.
" Kalian berempat Serang dia sekaligus dan patahkan kedua kaki dan tangannya", perintah Tilarso.
Dengan cepat keempat orang itu langsung menyerang Ranti, Pak Beno yang melihat Ranti begitu lihai dan beringas, sejenak dia bergidik ketakutan.
" Komandan Besar, apa bos kalian sehebat ini?" tanya pak Beno.
" 200 orang saja yang mengepungnya, belum tentu ada orang yang sanggup menyentuh badannya, Nona Muda paling tidak suka badannya di sentuh sembarangan orang", ujar Pak Sumadi.
Ranti terlihat santai melawan keempat orang anak buah Tilarso, tapi karena sudah bosan, Ranti mengubah pola menjadi menyerang, terdengar teriakan-teriakan yang memilukan.
Keempat orang itu langsung tersungkur dengan semuanya patah kaki dan tangannya.
" Hahahaha, bagaimana Tilarso apa ini yang kamu sebut orang terbaik kamu?" teriak Ranti.
" Hahahaha, kamu ternyata hebat juga, kalau begitu mari bertarung dengan saya, tantang Tilarso.
" Baiklah, jangan menyesal jika hidupmu berakhir disini, silahkan maju atau kamu mau gunakan senjata silahkan", tantang balik Ranti.
Tilarso dengan sombongnya berkata, kalau dia tidak butuh senjata untuk mengalahkan Ranti.
Dengan jurus andalannya Tilarso langsung menyerang Ranti, tapi Ranti dengan tenang hanya bergeser selangkah dan menampar pipi Tilarso.
" Sialan... lihai juga ni anak", batin Tilarso.
" Hahahaha, hanya segitu kehebatan kamu", ejek Ranti.
Bangsat kamu...! Tilarso memaki dan menyerang Ranti,
Tapi kembali lagi Ranti bergerak selangkah dan menampar pipi satunya lagi.
" Hahahaha, bertarung pakai jurus, bukan pakai mulut dan hanya bisa memaki saja", tersu Ranti mengejeknya.
Kali ini Tilarso mengambil tongkat Besi, dan langsung menyerang Ranti.
Tilarso yang sangat bersemangat menarik tongkat nya, dan langsung di lepaskan Ranti, akhirnya Tilarso tersungkur, dan belum sempat dia bangun, Ranti sudah mengambil tongkat besi itu dan menghajar kaki kiri Tilarso hingga patah.
Dengan menahan sakit, berusaha berdiri, Ranti tak memberinya ampun, Dia langsung menendang perut Tilarso hingga tersungkur lagi.
" Kalian semua serang mereka dan bunuh mereka semua", perintah Tilarso.
" Kalian boleh pilih menyerang saya dan anak buahku, tapi hasilnya kalian cacat seperti 6 orang itu atau kalian menyerah, dan bersumpah untuk ikut dengan Pak Beno sebagai sebagai bos kalian yang baru", ujar Ranti.
" Pak Beno, jika mereka mau bergabung dengan anda silahkan di terima, soal pekerjaan pasti seluruh perumusan akan Mengerti, Silahkan anda Ambil alih seluruh Security Tilarso, jika mereka tidak mau Silahkan pecat saja", tegas Ranti.
" Tilarso, katanya kamu orang hebat, hingga Aldino Sumitro sangat percaya kepadamu, asal kamu tahu, pengawalnya saja ku buat babak belur, apalagi kamu, lawan Pak Sumadi saja kamu tidak mampu", ejek Ranti sambil menginjak kaki Tilarso yang patah.
" Pengkhianat kalian semua, kenapa kalian tidak menyerangnya", maki Tilarso.
" Jujur saja, kami sudah muak dengan cara kamu dan Lima orang kepercayaan mu itu, memperlakukan kami, gaji kami tiap bulan kalian potong, THR dari kompleks tidak kalian berikan, bertahun-tahun kalian memeras kami, jadi saat ini kami sudah sepakat untuk ikut Pak Beno saja, toh beliau dari awal yang merekrut kami", ujar perwakilan Security itu.
" Pak Beno, tolong Pimpin kami, kami berharap bisa lebih baik dari yang sekarang", ujar mereka.
" Baiklah, saya bersedia memimpin Kalian, tapi dengan syarat, kalian harus berubah dan berpenampilan layaknya Security, dan Disiplin, Uang bulanan hanya 150 ribu, dan 50 ribu sebagai dana kas buat keperluan kita, yang 100 ribu untuk administrasi dan bayar sewa kantor baru, dan gaji 1 orang untuk administrasi dan menerima berbagai laporan, agar kita lebih profesional dan lebih di percaya oleh klien kita, ujar Pak Beno.
" Kami setuju, asal transparan seperti ini, dan Kami mohon agar memilih korlap yang mampu mengarahkan kami", ujar mereka.
" Kalian silahkan pilih diantara kalian, hingga kalian nyaman jika diarahkannya", ujar Pak Beno.
Keenam orang cacat itu, sudah pingsan, Ranti meminta agar mereka membawa keenam orang itu ke rumah sakit.
" Tuan, uang kantor ini, ada 3 milyar", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Rose buatkan ATM dengan saldo 3 milyar dari uang kantor ini", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", balas Rose.
Setelah semuanya selesai, akhirnya mereka bubarkan diri, Pak Beno kini bertanggungjawab atas seluruh Security bekas anak buah Tilarso.
" Pak Beno, ini ada sumbangan dari saya, beli saja Ruko yang seharga 600 juta atau 700 juta, dan rekrut 4 orang untuk membantu pak Beno, 1 administrasi dan 3 orang korlap, dan angkat 1 orang wakil pak Beno", ujar Ranti mengarahkan.
" Baik Nona, saya akan Segera mempersiapkan kantor baru untuk kami semua", ujar Pak Beno.
" ATM ini untuk uang Darurat, jadi untuk operasional, tetap ambil dari anggota, minimal sudah tidak bayar sewa kantor, hanya Listrik dan Air Saja, Serta 1 orang admin, dan tambahan tunjangan untuk Korlap dan wakil Pak Beno saja, Paling sekitar 25 juta semuanya", ujar Ranti
__ADS_1
" Baik Nona Muda", terimakasih atas bantuannya, ujar pak Beno
" Berikan gaji mereka sesuai UMR, dan buatlah kontrak dengan orang yang akan menggunakan jasa kalian, kalian juga harus membuat proposal penawaran yang baik dan teratur, agar banyak klien yang berminat menggunakan jasa Kalian", ujar Ranti.
" Baik Nona kami akan belajar lebih baik lagi", ujar pak Beno.
Mereka meninggalkan markas Tilarso, dan menuju rumah masing-masing, Ranti juga kembali kerumahnya.
Tak terasa hari sudah Pagi, suasana rumah Ranti seperti biasa, dan pagi ini mereka berencana mau sarapan di luar.
Dengan menggunakan 2 Alphard, mereka menuju Taman, dan makan bubur di tempat langganan mereka, yaitu warung Paman dan Bude, yang pernah Ranti bantu dari kebakaran, tapi kini mereka sudah punya rumah sendiri pemberian Ranti.
" Halo Paman dan Bude, tolong buburnya paket komplit, ayam goreng usus dan hati ampela, dan jangan lupa, kuah kuningnya, serta kikilnya", pesan Ranti.
" Baik Nona Muda, berapa Porsi", tanya Bude
" Buatkan 7 porsi, nanti bungkus juga 7 Porsi, samakan dengan ini isinya", jawab Ranti.
" Oke ditunggu Nona Muda", balas Bude.
" Bude, sekarang sudah umur berapa?" tanya Ranti.
" Bude dan Pakde, sudah 63 tahun, kami di sebut sudah lansia, Ujar Bude.
" Oh begitu, terus kapan bude libur berjualan", tanya Ranti.
" Setiap hari Senin, jadi pelanggan sudah tahu kalau hati Senin bude tidak jualan", ujar Bude
" Nanti sore saya ketempat Bude, tolong jangan kemana-mana, ada yang ingin ku berikan buat Bude dan Pakde, jadi tunggu saya jam 4", ujar Ranti.
" Baiklah nanti bude tunggu di rumah", jawab Bude.
" Berapa semuanya Bude?" tanya Ranti.
" Totalnya sama yang Bungkus 350 ribu", ujar Bude.
Ranti langsung memberikan uang sebanyak 500 ribu, dan beranjak kembali kerumahnya.
" Terimakasih Nona Muda, sampai ketemu nanti Sore",ujar Bude.
" Oke, siapkan bakwan udang dan gorengan tempe saja, teriak Ranti
" Tenang saja, pasti disiapkan", ujar Bude.
" Hei Bude mereka itu siapa?", kok kayaknya Sombong banget main perintah saja", ucap seorang langganan Bude.
" Gadis itu memang seperti itu, jadi kamu jangan salah sangka, dia pernah menolong Bude dan Pakde, bahkan modal yang sekarang bude Pakai Adalah pemberiannya, bahkan Rumah yang kami beli adalah uang dari gadis itu", ujar Bude.
" Wow, jadi maksud bude mau bilang, gadis itu anak orang kaya?" balas Pelanggan laki-laki itu.
" Mereka bersaudara awalnya yatim Piatu, tapi sekarang orangtuanya gadis itu sudah kembali, jauh setelah dia berikan uang kepada kami", ujar Bude.
" Oh begitu, apa pekerjaannya bude", lanjut pria muda itu.
" Hahahaha, dia memiliki banyak perusahaan sendiri, bukan milik orangtuanya, bahkan Kakak-kakaknya memiliki supermarket dan restoran terbesar di Surabaya", ujar Bude.
" Boleh aku minta nomor telponnya, siapa tahu saya bisa berkenalan dengan gadis itu", ucap pemuda itu.
" Maaf bude tak bisa memberikan nomor gadis itu, tanpa ijinnya, itu namanya tidak sopan", ujar bude.
" Sok kegantengan, mustahil Nona Muda akan tertarik", Batin bude.
" Kasih saja, tidak akan ku beritahukan kalau nomornya dari Bude", ujar laki-laki itu.
" Kelihatannya gadis itu masih polos, lumayan jika aku bisa berkenalan apalagi pacaran dengannya, bisa ku porotin", batin Pemuda itu.
" Sekali lagi maaf ya", singkat bude.
" Baiklah kalau begitu, nanti saya kasih tau yang punya lahan disini agar bude tidak diijinkan untuk berjualan disini lagi", ancam laki-laki itu.
" Anak muda, kasih tau saja sama Pak Haji Sulaiman, apa berani dia mengusir saya dari sini, jika berani silahkan datang datang ke warung saya, ucap Pakde.
" Baiklah kalau begitu", saya akan suruh orang untuk menghancurkan warung kalian", ancam laki-laki itu.
Laki-laki itu menelpon pak Haji Sulaiman, namun pak haji Sulaiman mengatakan bahwa tukang bubur itu tidak boleh di sentuh, karena mereka adalah teman dari pemilik lahan itu yang sah.
Sejenak laki-laki itu bingung, dan bertanya siapa pemilik lahan itu, tapi Pak Sulaiman hanya berkata, pemiliknya adalah orang besar dan tidak bisa di sentuh.
" Maaf pak Haji, di Surabaya ini, Keluarga kami paling Kaya dan berpengaruh, siapa yang tidak kenal dengan keluarga Haji Bensin, kami pemilik Pompa Bensin terbanyak dan terbesar di Jawa Timur, Bali dan NTB', Sombong laki-laki itu.
" Baiklah, silahkan saja anda menyinggungnya, dan coba saja kamu hancurkan Warung Bubur itu.
__ADS_1