SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Keluarga yang beruntung bag.2


__ADS_3

Tak terasa hari sudah Pagi, tepatnya sudah jam 8 pagi, mereka berlima sudah berada di restoran hotel untuk menikmati sarapan Pagi.


" Bagaimana istirahat kalian ? tanya Ranti membuka suara.


" Sangat nyaman Nona Muda, apalagi kasurnya empuk sekali", sahut Anjeli yang terlihat tidak sungkan lagi ngobrol dengan Ranti.


" Makanya rumah kalian itu di renovasi biar kalian lebih nyaman, tanah kalian itu sangat luas, bisa berdiri 2 rumah besar", ujar Ranti kepada Anjeli dan Karyono.


" Itulah penyebab, si brengsek Totok sangat marah kepada almarhum kedua orangtuaku, dia ingin membelinya tapi orangtua kami menolak, makanya dia selalu cari alasan untuk memojokkan keluarga kami", sahut Karyono.


" Sekarang dia sudah masuk Penjara, jadi kalian sudah bisa tenang, Karyono tugasmu sangat berat, jadi latihan lah dengan baik dan benar, dan kamu Anjeli kuliah dengan benar dan tetaplah rendah hati di kampus nanti, apa yang sudah lewat ikhlaskan saja, mulai hari ini dan seterusnya hiduplah dengan lebih baik", nasehat Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami pasti akan merubah pola hidup kami, tanpa harus menjadi orang sombong karena banyak uang", ujar Anjeli.


" Itu sangat bagus, dan kamu Nayla apa kamu tidak akan memaafkan Hendi", tanya Ranti.


" Aku sudah memaafkannya, tapi aku tidak akan berhubungan dengan dia lagi, aku mau fokus kuliah dan membahagiakan kedua orangtuaku", ujar Nayla.


Selesai sarapan, dan ngobrol banyak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Ranti mendapat telpon dari pihak bank Mandiri Kalianda mengkonfirmasi tentang 3 lembar Cek.


" Ya pak itu memang saya berikan untuk mereka, tolong bantu buatkan rekening seperti kemarin", jawab Ranti.


" Baik Nona, terimakasih juga, berkat anda saya dan seluruh staff di sini dapat pujian dari kantor wilayah", ujar kepala Cabang.


" Sama-sama, besok juga tolong buatkan 4 rekening nominalnya sama, mungkin mereka akan datang sebelum makan siang, dan tolong anda layani mereka dengan baik", ujar Ranti.


" Saya akan menunggu mereka, terimakasih Nona", ujar kepala cabang itu.


Tepat jam 10 pagi mereka check out dari Hotel, Ranti mengantar mereka pulang, dalam perjalanan Ranti melihat dealer motor Kawasaki dan Yamaha berdampingan, dan langsung saja dia belok dan masuk ke kompleks tersebut.


" Sekarang, mari kita beli kendaraan untuk Karyono kerja", ajak Ranti.


Mereka bergegas masuk ke dealer Kawasaki, Karyono tertegun melihat Motorsport yang membuatnya ngiler.


" Kamu pilihlah, setelah itu baru kita ke Yamaha buat Anjeli dan Nayla", Ujar Ranti kepada Karyono.


" Baik Nona Muda, saya bingung memilih antara ZX 25RR atau KLX 250", sahut Karyono.


" Kalau bingung ambil saja keduanya, satu untuk kerja dan satu lagi buat santai, ambillah tidak apa-apa, dan ingat kamu harus buat teman - teman kamu di Merak iri kepadamu, tapi cukup sekali ini saja kamu boleh pamer", apa kamu Mengerti ! tegas Ranti


" Baik Nona Muda", ujar Karyono bahagia.


" Mereka itu kaum pemalas, setelah kamu pamer ke mereka, jangan lagi kamu bergaul dengan mereka", ingat baik-baik pesanku, dan fokus pada latihan, saya sudah berikan kamu ilmu beladiri, latihlah dengan rajin, percayalah kamu hanya akan kalah dengan Tim Keamanan Awal di Surabaya", tegas Ranti.


" Saya akan latihan bersama dengan kedua adikku, agar mereka bisa jaga diri selama kuliah atau jauh dariku.


* Tuan, mereka semua sudah Rose berikan tambahan anti racun dan zat-zat yang akan merugikan mereka,termasuk obat bius dan perangsang serta obat obat tidur dosis tinggi, untuk obat bius, hanya akan bekerja saat mereka berada dalam penanganan dokter", ucap memotong pembicaraan Ranti dan Karyono.


" Maaf Mas, saudara saya ingin membeli 2 unit motor Ninja ZX 25RR dan Kawasaki KLX 250, berapa harganya dan berapa lama surat - suratnya selesai, kedua motor itu harus varian tertinggi? tanya Ranti.


" Ninja ZX 25RR varian tertinggi 130 juta, Kalau KLX 250 75 juta, dan untuk seluruh surat-suratnya besok sudah selesai dan akan saya antarkan sendiri bersama motornya", ujar sales itu.


" Baguslah, saya pegang janji kamu bahwa besok semuanya beres, saya pesan 3 Unit KLX 250, nanti kamu antar Besok ke alamat ini dan isi dokumennya disana, jika sudah selesai pengiriman semuanya kamu foto bersama mereka bertiga dan kirim ke saya, ada hadiah untukmu", Ujar Ranti.


" Siap Nona, jujur saja pembelian anda akan membuatku naik jabatan, saya akan kerjakan dengan sebaik-baiknya dan secepatnya", ujar sales bernama Fikri.


" Kenapa Dealer Yamaha berdampingan dengan Kawasaki, Bahkan nama perusahaannya juga sama? tanya Ranti


" Karena keduanya milik bos saya, saya juga sales di Yamaha, sahut Fikri.


" Oke, kalau begitu, saya juga mau belikan ke dua saudara perempuan saya motor Yamaha", ujar Ranti.

__ADS_1


Fikri dengan hati riang segera membantu Karyono dalam mengisi data sementara itu Nayla dan Anjeli sedang melihat-lihat motor matic Nmax.


" Kalian tidak suka motor seperti Karyono? tanya Ranti


" Hehehehe, sejujurnya kami juga mau tapi gak Nona, kami juga tertarik dengan Nmax", sahut Nayla sambil menunduk.


" Kalian itu sudah sangat mahir mengendarai motor sport, bahkan kalian setara dengan pembalap, tapi tetap hati-hati karena bukan di arena balap, ya sudah ambil saja keduanya", ujar Ranti.


" Hehehehe, kok kami jadi kayak morotin uang Nona Muda", seloroh Anjeli.


" Hahahaha bener juga", sambung Ranti.


" Fikri, tolong yang ZX 25 RR tambah 2 unit dan 4 Nmax, 2 unit Nmax dan unit ZX 25 RR wajib semua surat dan platnya besok, sedangkan 2 unit Nmax kamu datang kesana dsn isi dokumennya", apa kamu sanggup tanya Ranti.


" Sanggup Nona", jawab Fikri terharu


" Ya sudah, berapa totalnya saya bayar sekarang", ucap Ranti.


Setelah beres semuanya, Ranti memberikan Fikri uang tips sebesar 100 juta, dan berpesan ganti motor dan handphone.


Selesai urusan motor, mereka langsung menuju rumah tak lupa mampir ke restoran untuk makan Siang. Sebelum makan Ranti menghubungi Anjas dan kedua Brimob yang berjaga di Gerbang proyek, dia mengatakan agar besok menunggu orang Dealer yang akan mengantarkan motor buat mereka.


Kini mereka sudah tiba di Rumah Nayla, Nayla terkejut melihat kakaknya dan calon kakak iparnya berada di rumahnya, sambil berlari dia mendekati kakak laki-laki nya.


" Kakak, kenapa jarang pulang, Nayla sangat kangen", ujar Nayla bahagia hingga tak sadar airmatanya menetes.


" Maafkan kakak, soalnya sibuk murid-murid SMA baru saja selesai UN, dan kakak dan calon kakak iparmu juga sedang sibuk urus pernikahan, ini saja kakak baru pulang dari dinas, tapi ayah bilang kamu sudah sembuh, makanya kakak dan calon kakak iparmu mampir ke sini", ujar kakaknya Nayla.


" Kakak lihat sekarang, Nayla sudah sembuh, dan bisa jalan-jalan, kapan-kapan Nayla akan datang kerumah kalian di Tanjung Karang, uang Nayla.


Hahahaha hahahaha


" Terimakasih Tuhan, engkau sudah menyembuhkan adikku, dan untuk perantaranya, semoga selalu di berikan limpahan rezeki dan kasih sayang dari semua orang", doa syukur kakaknya Nayla.


" Sama-sama, nama saya Ranti Putri, saya kesini bersama dengan Karyono kemarin, kami bertemu di Merak", ujar Ranti.


" Karyono adalah adik sepupuku, tapi walaupun kami hanya sepupu, dia sudah ku anggap adik kandung sama seperti juga Anjeli, mereka berdua Keluargaku yang juga berharga di hidupku", ujar Ardan.


" Aku bangga melihat keluarga kalian, makanya saya juga dengan ikhlas membantu Nayla, saya ingin dia meneruskan cita-cita nya, sekaligus biar Anjeli ada teman untuk kuliah ataupun jalan-jalan", ujar Ranti.


" Kami melihat kehidupan Orangtua kami, ayahku dan ayahnya Karyono, tidak pernah sekalipun kami melihat mereka ribut apalagi ribut soal pembagian warisan, begitu juga ibuku dan ibunya Karyono, mereka berhubungan sangat baik, makanya kami di besarkan bersama-sama, paman dan bibi begitu menyayangi saya dan Nayla", jadi saat mereka pergi, Karyono dan Nayla hidup bersama kami walaupun hidup seadanya", ujar Ardan panjang lebar.


" Orang bilang harta bisa mempererat tali silaturahmi bagi sesama, tapi harta justru lebih banyak memutuskan tali silahturahmi terhadap orang-orang terdekat", ujar Ranti.


" Benar sekali Nona, sahut Ardan".


" Pak Budiono dan ibu, saya harus kembali ke Surabaya nanti malam dari Jakarta, jadi saya ijin Pamit saya titip Karyono dan tolong bantu dia", Ujar Ranti.


" Kami akan membantu nya, tapi apakah bapak bisa bekerja di perusahaan Nona Muda", tanya Budiono.


" Tidak perlu, bapak nikmati saja masa tua, tak usah mengajar lagi di sekolah gak jelas itu, bapak santai saja di rumah sambil tungguin Warung, Dan ini 3 lembar Cek, 1 isinya 15 Milyar bapak buat rekening deposito berjangka, dan 2 lembar ini masing-masing berisi 5 milyar 1 buat ibu dan 1 buat Bapak, Serta buat rekening biasa agar bisa dipakai sehari-hari.


Besok pergi ke Bank Mandiri Kalianda, temui kepala cabangnya, saya sudah menghubunginya dan ini juga SIM kendaraan buat Bapak dan Ibu, nanti Nayla yang akan bantu menjelaskannya", ujar Ranti.


" Untuk Mas Ardan dan istri ini ada 3 lembar juga, berisi sama, Besok datanglah bersama dengan ayahmu sebelum makan Siang", ujar Ranti.


" Nona Muda, ini sangat banyak sekali, ucap pak Budiono.


" Ambillah anggaplah sebagai uang pensiun, dan Bapak bisa santai menikmati masa tua, kalian sudah cukup bekerja keras buat mereka berempat, dan lihatlah Mas Ardan menjadi Guru bahkan sudah PNS, Karyono sebentar lagi akan menjadi petinggi peternakan, Nayla dan Anjeli juga akan kuliah, bapak dan ibu bisa lebih santai merawat mereka', ujar Ranti.


" Dan ini untuk Nayla, 2 kembar Cek ini, isinya sama, yang 1 kamu deposito kan, dan 1 lagi tabungan biasa buat kamu pakai sehari-hari, termasuk biaya kuliah kedokteran yang mahal.

__ADS_1


" Terakhir ini buat mas Ardan dan calon istri, serta ini juga buat bapak dan ibu, biar komunikasi kalian lancar.


Dan besok mas Ardan datang ke sini juga untuk isi Dokumen motor Nmax, sudah saya bayar tinggal isi dokumennya saja.


Terakhir dari saya, ini ada 5 ATM, berisi masing-masing 5 Milyar, ini untuk Kalian bangun Rumah, Karyono, Anjeli kalian berbagi halaman dan segera bangun rumah kalian masing-masing, Pak Budiono sesuai omongan saya kemarin suatu saat rumah bapak akan jadi besar, ini ambilah dan renovasilah rumah ini, jika uang ada lebih belilah mobil, dan mas Ardan, ambillah ini bangunlah rumah kalau bisa bangun di kampung ini, dan jika uangnya lebih, beli mobil saja, dan kamu Nayla uang ini kamu boleh tabung untuk buat klinik seperti cita-cita mu", Ujar Ranti sambil membagikan ATM kepada mereka kecuali calon istri Ardan.


" Maaf, Untuk calon istri mas Ardan, saya juga akan memberikannya tapi menyusul, begitu juga SIM kendaraan untuk kalian berdua, akan dikirim orang saya besok.


" Karyono, Nayla dan Anjeli kalian jelaskan bagiamana mengaktifkan SIMnya, khusus Nayla jangan lupa Paket semalam buat orangtuamu dan mas Ardan serta calon istrinya", Ujar Ranti.


Mereka sekeluarga tidak mampu berbicara lagi, betapa banyak rejeki yang mereka dapat dalam semalam, Karyono lebih bahagia lagi, lewat Ranti, dia bisa membalas sebagian Budi baik paman dan bibinya.


" Tetaplah rukun, harta yang ku berikan kepada kalian tolong di gunakan dengan baik, jangan gara-gara harta ini keluarga kalian hancur, jika suatu saat saya mendengar ada perpecahan di antara kalian, maka saya akan menarik seluruh fasilitas ini, hingga kalian tidak punya apa-apa, buatlah rumah sebagus mungkin, karena saya akan sering kesini dan pasti nginap di rumah kalian", ucap Ranti dan langsung berdiri diikuti oleh Sandrina.


" Terimakasih pemberian dan nasehat dari Nona, kami akan selalu hidup apa adanya dan akan menjalani prinsip hidup keluarga kami yaitu saling menyayangi dan saling melindungi, ucap Pak Budiono", ujar pak Budiono.


Ranti dan Sandrina bergegas masuk ke mobilnya dan berangkat menuju pelabuhan Bakauheni.


Sepeninggal Ranti, keluarga itu masih belum percaya kalau mereka saat ini telah menjadi orang kaya di kampung mereka.


" Bu, bantulah adikmu yang lagi susah, biar bagaimanapun dia satu-satunya adikmu, siapa tahu istrinya sudah sadar atas kesalahannya", ucap Budiono ke Istrinya.


" Adik ipar sudah bertobat mas, dia sudah tau kalau totok biang keroknya, nanti sore mereka mau kesini, mereka mau kesini, ibu rencananya mau minta Karyono masukkan adik ibu di proyek nona Muda", ujar istri Budiono.


" Ia bude, nanti Aryo carikan posisi yang sesuai kemampuan adiknya Bude", jawab Karyono.


" Ardan, Nayla, keluarga kita dapat memiliki harta hari ini karena Karyono yang membawa Nona Muda Ranti kesini, dan ini rejeki buat keluarga besar kita, kedepannya hubungan kalian jangan sampai rusak, jangan dengarkan omongan orang yang menjelekkan satu sama lainnya, kita berterimakasih pada Karyono, Nayla juga sudah sembuh, saatnya kita berbahagia, dan kamu Ardan sebagai kakak tertua, jika ayah dan ibu sudah tidak ada, maka jagalah ketiga adikmu,hanya itu kesan ayah dan ibu", ujar Budiono.


" Ia ayah, untuk apa dengar kata orang, Adik Karyono tak pernah mengganggu orang, walau kita susah tak pernah juga Ardan membencinya, karena paman dan bibi dulu sangat menyayangi ku, ya ku balas saja perlakuan paman dan bibi pada adik Aryo dan Anjeli", ujar Ardan.


" Terimakasih kak Ardan, Aryo dan Anjeli bangga punya kakak sepertimu, makanya nasehat kakak selalu Aryo dengarkan dan ikuti, karena Aryo hanya punya 1 kakak, yaitu kak Ardan", ucap Karyono membanggakan kakaknya.


" Kamu juga asik laki-laki kakak yang terbaik, bantu kakak jaga 2 adik kita yang cantik- cantik ini, ujar Ardan.


" Ia kak, Aryo juga kerja disini, jadi gak kemana-mana, kapan-kapan kita akan datang ke Tanjung Karang", Ujar Karyono.


" Tidak perlu jauh-jauh ke sana, tahun depan kakak sudah pindah ke Kalianda, kakak iparmu juga sementara mengurus surat untuk pindah, kebetulan ayahnya teman kampus kakak dan kakak iparmu sekarang jadi Kepala Dinas, dan SMA di Kalianda kekurangan guru, jadi kami berdua mengajukan pindah kesana, nah kalau sudah di Kalianda, kakak bisa tinggal di kampung ini", uang Ardan.


" Apa benar begitu kakak ipar ? tanya Nayla menyela.


" Ia, kakak ipar yang ingin dekat dengan kalian, apalagi orangtua kakak tinggal nya di Jakarta, jarang-jarang pulang ke Tanjung Karang, jadi lebih baik kakak tinggal dekat mertua, jika mas Ardan Pergi kakak ada teman Yaitu kalian berdua, adik kakak yang selalu kompak dan cantik", ujar calon istri Ardan.


" Hehehehe akhirnya kakak berdua tidak lama lagi akan jadi suami istri, Nayla dan Anjeli sangat bahagia, apalagi nanti tinggal disini", ucap Nayla.


" Ayah, apa Ardan sudah bisa menggunakan tanah sebelah untuk bangun rumah", tanya Ardan.


" Tentu boleh, harta ayah dan ibu tetap akan jadi milik kalian, tapi biar adil, kita ukur saja dulu dan bagi 2 dengan adikmu, bagiamana? tanya Budiono.


" bagus itu ayah", jawab Ardan mendukung usulan ayahnya.


" Karyono, Anjeli, kalian berdua juga sudah waktunya Paman membagikan harta kedua orangtua kalian, biarpun sedikit tapi itu harta warisan keluarga kita, Halaman rumah kalian, akan di ukur dan bagi 2 sama rata, dan buatlah surat, untuk ladang ada 2 bidang, masing-masing ada 7 dan 6 hektar, Anjeli harus ngalah, yang 7 hektar buat Karyono dan 6 hektar untuk Anjeli, Bagaimana tanggapan kalian berdua", tanya Budiono.


" Lantas buat Paman yang telah merawat kami apa bagiannya? Karyono.


" Tanpa ada uang dari Nona Muda Ranti saja, kami tidak pernah menghitung biaya merawat kalian berdua, apalagi kalian juga sangat baik dan sangat menghormati bude kalian, dan sekarang, berkat kamu, Paman dan Bibimu serta 2 saudaramu, mendapatkan uang miliaran, tambah belajarlah arti ketulusan dan keikhlasan serta rasa sayang dalam keluarga", Jawab Budiono sambil menasehati.


" Paman, Anjeli tidak keberatan dengan pembagian yang paman atur, kami bersyukur memiliki Paman dan Bibi, Anjeli berjanji akan membahagiakan Paman dan bibi, ujar Anjeli sambil memeluk lengan bibinya.


" Ia sayang, bibi tau kamu anak baik, bibi berterimakasih padamu sudah bantu bibi menjaga kakakmu selagi dia sakit, ujar Istrinya Budiono yang terkenal penyabar sekampung Mereka.


" Baiklah, paman akan lapor ke kantor desa agar mereka membantu mengukur tanah kalian dan membuat Dokumennya, tapi sesuai amanah orangtua kalian yaitu adikku sendiri berkata, bahwa kedua ladang itu akan diserahkan setelah kalian menikah, ujar Budiono.

__ADS_1


" Hahahaha, pamanku yang baik, Anjeli ini masih kecil dan juga mau kuliah, mana tau aku mengurus ladang, terserah paman mau kasih ke kami kapan, selama paman yang pegang kami tidak keberatan, kasih sayang paman dan bibi melebihi harta apapun di dunia ini", ujar Anjeli dengan bangga.


" Baiklah, paman bantu kalian merawat ladangnya, tapi, Anjeli juga harus bantu paman jaga kakakmu Nayla, apalagi dia sudah bisa jalan, Hahahaha", ujar Budiono


__ADS_2