
Ranti dengan cepat menggunakan segel dan array pelindung semesta, hingga kompleks pelabuhan terlihat seperti memiliki kubah yang sangat besar.
Ranti juga segera menonaktifkan mode Stealth, hingga para preman dan orang-orang yang berada di pelabuhan bisa melihatnya dengan armor dan bercahaya ungu keemasan, apalagi sayap berwarna emas yang membentang, sungguh terlihat sangat mendominasi
" Berhenti kalian semua, atau kalian akan berhadapan dengan saya, terdengar suara lantang Ranti, hingga membuat para preman terkejut dan sejenak berhenti bertarung.
Para warga yang juga mendengar, begitu terkejut melihat Ranti terbang melayang di atas mereka dan langsung merekamnya.
Kali ini, Ranti membiarkan siapapun merekam aksinya, karena wajah Ranti tertutup kaca, walaupun transparan, tapi manusia biasa tidak bisa melihat wajahnya.
" Kamu siapa, apakah kamu manusia atau Monster", ujar seorang preman.
Di Kios Aisyah sendiri, merasa kebingungan, beberapa ruko di sebelah blok mereka di datangi para preman dan di hancurkan, tapi di blok mereka sendiri tidak terjadi apapun, di kios Nino dan gerai KFC juga tidak terjadi apa-apa.
Para preman juga kebingungan, karena tidak bisa masuk ke Ruko dimana kios Aisyah berada.
" Kakak, tolong Aisyah, batin Aisyah.
" Sabar adikku sayang, kakak akan bunuh mereka yang berani menyentuhmu", monolog Ranti.
" Pedang Phoenix membelah neraka, seketika tubuh Ranti bercahaya keemasan, para preman terkejut melihat Kilauan emas yang keluar dari tubuh Ranti.
* Tuan, jangan keluarkan kekuatan penuh, karena akan menghancurkan seluruh pelabuhan, bahkan kota Cilegon akan hancur", Peringatan Rose.
" Baiklah, tapi aku ingin mereka semua pergi dari pelabuhan, karena hanya akan mengganggu ketenangan adikku dan juga para penumpang lainnya", tegas Ranti.
" Silahkan Tuan hancurkan mereka tapi jangan sampai berimbas pada kios Aisyah dan juga Nona Aisyah sendiri", ucap Rose.
" Terimakasih Rose", ucap Ranti dan mendarat di tengah-tengah para preman dan langsung menghajar mereka.
" Jika kalian tak mau pergi dari sini, jangan salahkan saya menghabisi kalian", teriak Ranti.
Dan betapa kagetnya, para preman ketika Ranti mengeluarkan kedua Pedang White Sword Destiny dan Black Soul Destiny, kedua pedang itu keluar dari tato yang berada di kedua pergelangan tangannya.
" Kamu bukan manusia, tidak ada manusia yang bisa terbang dan bercahaya seperti kamu", ucap seorang preman yang terkejut melihat kedua pedang yang keluar dari pergelangan tangan Ranti.
" Jika kamu tidak mau mati sia-sia, silahkan kalian pergi dari sini dan jangan pernah berharap merebut wilayah ini, berapapun jumlah kalian, pasti akan ku lawan", tegas Ranti.
* Tuan, hati-hati ! salah satu kelompok preman itu, memiliki pelindung dari Sistem Pembantaian, Tuan segera membunuhnya, dan bakar dia hingga menjadi debu, kemudian segel abunya di dalam penjara 4 musim, agar tidak memicu kedatangan para anggota dari Sistem Pembantaian", ucap Rose memperingati.
" Apakah dia ada kaitannya dengan mafia uang palsu? tanya Ranti.
* Ya, mereka tersebar di berbagai kelompok penjahat di semesta Tuan", jawab Rose
" Baiklah, dengan senang hati aku akan menghabisinya", jawab Ranti.
Di media sosial, Video kehadiran Ranti dengan armornya menjadi trending topik, bahkan stasiun TV nasional dengan rating terbaik, menayangkan berita tersebut berdasarkan video amatir dari netizen yang berada di lokasi.
Di Surabaya, tepatnya di rumah milik Ranti juga, mereka terkejut melihat tayangan itu.
Sabrina, Santina dan Sandrina, serta Tim yang bekerja di rumah Belanda, sangat kagum dengan majikan mereka.
" Kak Sabrina, ternyata Nona Muda, memiliki kekuatan yang sangat besar, kita bersyukur bisa bisa dijadikan pengikutnya", ucap Sandrina.
" Benar sekali itu dek, tolong jangan mengecewakan kebaikan hati Nona Muda Ranti, dia memilih menerima banyak misi, demi kenyamanan kita di semesta ini", ucap Sabrina.
" Maksud kakak apa? tanya Sandrina.
" Rose, memberikan pilihan buat Nona Muda Ranti, apakah mau menerima misi sulit atau tidak, jika tidak, maka kita bertiga tidak akan bisa berada di semesta ini untuk selamanya", jawab Santina.
" Betapa baiknya, hati Nona Muda, Sandrina tidak akan pernah mengecewakan Nona Muda", jawab tegas Sandrina.
" Nona Muda sudah berjanji, akan membawa Adik laki-laki kita, Sandro setelah selesai pemurnian", lanjut Sabrina.
" Baik kak, Sandrina akan lebih bersungguh-sungguh bekerja mengembangkan sekolah elit milik Nona Muda", jawab Sandrina.
Kembali ke Posisi Ranti.
" Aisyah Adikku sayang, kakak jangan takut, kakak akan melindungi kamu", batin Ranti sambil mengayunkan pedangnya.
" Pergi kalian dari sini, atau akan ku buat kalian menjadi debu atau serpihan es", teriak Ranti.
" Hahahaha, hey Nona, aku tahu siapa kamu, jika kamu bisa mengalahkan saya, maka tempat ini akan menjadi wilayah mu", jawab Preman anggota elit dari Sistem Pembantaian.
" Baiklah, bertarung menggunakan skil, bukan menggunakan mulut, dasar pengkhianat", tegas Ranti.
__ADS_1
" Kali ini aku akan berhadapan dengan musuh sangat kuat, bagaimana bisa di semesta ini, hidup seorang yang memiliki Sistem Kekayaan dan Pengabdian, Puncak tertinggi dari Sistem yang di buat oleh Absolute Supreme Divine", batin Anggota elit itu.
[Rose, blokir semua media, jangan sampai aksi Ranti, memicu para Sistem yang lain, ucap Absolute Supreme Divine]
" Baik yang mulia", jawab Rose.
" Aplikasi Mata Dewa, halus semua tayangan berada di seluruh media sosial dan TV, Mind Ruler, hapus semua ingatan, siapapun yang melihatnya", perintah Rose.
Seketika, seluruh tayangan live streaming, dan tayangan di seluruh media, tidak bisa lagi di akses, dan dalam sekejap juga, seluruh yang menonton aksi Ranti, tidak mengingat apapun dengan aksi tersebut.
Ranti yang masih berdebat dengan anggota elit sistem pembantaian, sambil dia melihat keadaan Aisyah, walaupun Aisyah juga sangat pandai bertarung, tapi dia juga tidak akan sanggup melawan ribuan preman yang mengobrak abrik pelabuhan Merak.
Melihat kondisi Aisyah yang semakin sedih memikirkan kedua orangtuanya dan pamannya, serta Delia yang sudah dianggap kakak, membuat Ranti tak meneruskan perdebatan dan langsung menerjang Anggita elit Sistem Pembantaian.
Kini terlihat pertarungan yang sungguh sangat luar biasa, apalagi dari punggung anggota elit itu, keluar pedang yang cukup besar dan sangat bagus.
" Hahahaha, akhirnya kamu mengeluarkan pedangmu", ucap Ranti lewat pikiran.
" Sudah ku lihat pedang itu 3000 tahun lalu di semesta lain, apakah kamu yang di sebut Quincy Ameerah", ucap anggota elite itu sambil menangkis ayunan pedang Ranti.
" Hahahaha, akulah sang legenda di semesta itu, bahkan aku hanya manusia biasa, aku bersama 3 orang pelayanku, dan 2 orang saat ini sudah berkhianat, dan itu semua ternyata ada kaitannya dengan kalian, maka saatnya aku akan menghitungnya", ucap Ranti sambil menaikkan tempo pertarungan.
Bunyi suara pedang yang beradu dan membuat semua yang berada di lokasi itu terpana, jual beli jurus sungguh sangat indah terlihat tapi sangat mematikan.
Seketika, Anggita elit itu, mengaktifkan armornya, hingga membuatnya terlihat lebih mendominasi.
" Hahahaha, 2 saudaramu sudah ku bunuh, dan kamu akan menyusul mereka ke neraka, kalian hanya punya 1 kesempatan, yaitu bertobat dan menjalani hukuman setelah pemurnian", tegas Ranti yang terus menyerang.
" Kamu di bodohi oleh Absolute Supreme Divine, lewat Sistem Kekayaan dan Pengabdian, kamu telah di jadikan budak oleh mereka", provokasi anggota elite itu, juga sambil menyerang.
" Oh ya, sayang sekali, aku tidak sama seperti kalian, sekali lagi aku bertanya, mau bertobat atau mati di ujung kedua pedang ku? tegas Ranti.
"Tidak akan! jawab lantang anggota elite sambil melayangkan pedangnya.
Orang-orang yang berada disekitar situ, seolah lupa kalau mereka barusan terintimidasi karena perebutan wilayah oleh 2 kelompok preman terbesar di Jawa Barat dan Jakarta.
" Mind Ruler, hapus ingatan semua anggota preman itu, Dan aplikasi Mata Dewa, cari semua lokasi markas mereka, dan kuras seluruh harta organisasi preman itu, juga cari siapa pemimpin besar mereka", perintah Ranti.
Di semesta awal, orang pertama pemilik sistem dari Indonesia terkejut, dia merasakan ada penerusnya yang sangat luar biasa.
Pertarungan terus berlangsung, belum terlihat tanda-tanda ada yang menyerah.
" Tarian Pedang Phoenix Yin dan Yang, menghancurkan Surga, gerakan puncak", teriak Ranti.
Anggita elite yang mendengar teriakan jurus Ranti, membuatnya gemetar.
Pedang Ranti berubah menjadi Es Abadi dan Api Abadi, hanya sekali gores saja, pasti orang itu akan berjumpa dengan raja neraka.
" Tidak ampun bagimu, kamu telah mengganggu ketenangan orang-orang disini", teriak Ranti dan mengayunkan kedua pedangnya.
" Ampuni saya, saya siap menjalani pemurnian dan di buang ke semesta awal, dan tolong jaga istri dan kedua anakku disini, ucap anggita elite itu sambil berlutut dan menyerahkan pedangnya.
*Tuan, ambillah pedangnya, dan segel di dalam ruang 4 musim, dan saat itu juga kekuatannya akan ikut tersegel, biarkan Tim Rose yang akan membawanya ke hadapan Absolute Supreme Divine", ucap Rose.
" Saya akui seluruh kesalahan saya, tapi sekali lagi tolong jangan hukum istri dan anak saya, ambilah ini, dan tolong serahkan kepada istri ku, dia wanita yang sangat lembut, dan dia tidak tahu jika saya seorang penjahat, mohon anda menolong saya", ucap Anggota Elit itu, sambil menyerahkan sebuah flashdisk.
" Dalam Flashdisk itu, terdapat data seluruh kekayaan saya, mohon berikan sebagiannya untuk istri dan anak saya, agar mereka bisa layak", lanjut Anggita itu memohon.
* Berikan dia pengampunan dan tolonglah istri dan anaknya, dia sengaja bertobat, agar Tuan tidak menyentuh istri dan anaknya, harap Tuan berbelas kasih", ucap Rose dengan lembut.
" Apakah, dia benar-benar akan bertobat? tanya Ranti meyakinkan dirinya.
" Ya, lihat saja, pedangnya telah diserahkan, apalagi dia sangat mencintai istrinya dan kedua anak kembarnya, yang kini telah berusia 15 tahun, mereka hidup sederhana, karena istrinya tidak tahu kalau suaminya memiliki kekayaan yang terbilang banyak, dia berbohong kepada istrinya, kalau dia bekerja di perusahaan dengan gaji yang tidak terlalu besar", jawab Rose meyakinkan Ranti.
Rose sangat paham, bahwa Ranti pasti tidak akan mengampuni orang itu.
" Tapi adikku telah di buat tidak tenang, untung ada kamu Rose, jika tidak !, bukan mustahil adikku akan bertarung habis-habisan", ucap Ranti sambil meneteskan air mata.
" Tolong Tuan, ampuni saya", ucap Anggota elit itu, sambil terus berlutut dan membungkuk ketanah.
" Baiklah, saya ampuni kamu, tapi ingat baik-baik, jalani hukuman kamu dengan benar, dan jika suatu saat saya butuh bantuan, maka kamu wajib membantu saya", tegas Ranti.
" Saya bersumpah, demi istriku dan kedua anakku, selesai menjalani hukuman, dan jika saya di kembalikan ke semesta ini, maka saya akan membantu Tuan, sekalipun menantang sesama Anggota Sistem Pembantaian", sumpah Anggota elit itu.
" Baiklah saya akan ingat sumpahmu, dan saya juga berjanji akan memberikan titipan kamu kepada istri dan anakmu.
__ADS_1
" Saya akan menjamin, bahwa mereka akan hidup dengan baik, 25 tahun kedepan, kamu bisa bertemu dengan mereka, itu artinya di semesta awal, adalah 250 tahun, saya akan memohon kepada Sistem saya, untuk membebaskan kamu, 25 tahun kemudian", ucap Ranti.
" Terimakasih atas kemurahan hati anda, saya siap membantu anda setelah saya di bebaskan, demi istriku dan keturunanku, ini adalah darah perjanjianku dan keturunanku", ucap anggota Elite itu.
Rose terkejut melihat anggota elit itu, demi istri dan anaknya dia rela mengorbankan sebagian kekuatannya untuk disegel oleh Ranti.
[ Rose, ambil setetes darahnya saja, dan bebaskan dia hari ini juga, dalam waktu 10 menit, saya akan menyegel kekuatannya hingga 250 tahun lamanya, biarkan dia hidup dengan layak dan makmur, aku akan melindunginya dari kejaran para anggota Sistem Pembantaian lainnya, jangan kuatir serahkan kepadaku", Ucap Absolute Supreme Divine]
* Baik Tuan", singkat Rose.
* Tuan, bebaskan dia hari ini, dan biarkan dia berkumpul dengan anak dan istrinya, Absolute Supreme Divine, akan menyegel kekuatan membantainya, dia hanya di berikan kekuatan bertarung di atas rata-rata manusia biasa, agar dia bisa bertahan selama proses hukuman berlangsung", ucap Rose.
" Saya ikut saja omongan kamu Rose, saya ingin dia menjadi pengawal bayangan seluruh saudaraku, dan dia wajib membantuku", tegas Ranti.
" Saya bersedia Tuan, kapanpun saya di butuhkan, saat itu juga aku akan datang", tegas Anggota itu.
" Kamu saya berikan kesempatan menjalani hukuman di semesta ini, didiklah kedua anakmu dengan baik, akuilah kesalahan kamu kepada istrimu, tanpa memberitahu siapa kamu sebenarnya, silahkan ambil kembali flashdisk ini, dan jangan sekalipun kamu terlibat dalam masalah semesta ini, buatlah sebuah perusahaan, agar istri dan anakmu bangga memilikimu.
" Kekayaan saya lebih dari 5000 triliun, saya tidak akan terlibat dalam hal apapun, saya hanya ingin membawa istri dan kedua anakku, ke kampung halamannya, saya akan menjalani hidup sebagai petani, untuk mengisi kegiatan saya", ucap Anggota itu.
" Baiklah, sekarang pergilah, pedangmu akan ku simpan, tapi sebelum itu, telanlah Pill ini, dan ini berikan kepada istrimu dan anakmu, dan ingat jadilah orang yang rendah hati, walaupun kamu juga sangat kaya", tegas Ranti.
" Terimakasih atas pengampunan anda, jujur saja istriku sangat lembut dan rendah hati, dia mendidik kedua anak kami dengan penuh kasih sayang", ucap anggota sambil meneteskan airmata.
" Baguslah, bangunlah dan silahkan pergi, saya sudah menghapus ingatan seluruh anggota preman itu, dan bantulah seluruh anggotamu, berikan mereka modal untuk usaha, dan jika ada setia dengan kamu, saya ijinkan kamu membawa mereka", ucap Ranti.
" Saya hanya memiliki 3 orang yang sangat dekat dengan saya, terimakasih atas kemurahan anda Tuan", ucapnya.
" Pelindung Semesta sebentar lagi akan saya lepaskan, ajaklah ketiga orang itu, dan berikan Pill ini, duanya sudah ada aturan pakainya", ucap Ranti.
Tak lama berselang, Anggota itu pergi dengan hati yang bahagia, dia merasakan suatu kehidupan yang baru selama ribuan tahun.
Absolute Supreme Divine, segera menghapus jejak dari anggota elit itu, agar dia tidak dikejar.
Ranti juga menonaktifkan Pelindung Semesta dan menghentikan waktu sesaat, kemudian dia terbang menuju Surabaya.
Dan tepat jam 10 malam, Ranti sudah berada di Surabaya.
Tapi sebelum dia menonaktifkan Pelindung Semesta di pelabuhan Merak, Absolute Supreme Divine, membantunya untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang terjadi, menjadi seperti semula, ternyata Absolute Supreme Divine, memutar ulang waktu sebelum kejadian, entah bagaimana caranya.
Sampai dirumahnya, Ranti langsung ke kamarnya dan membersihkan dirinya, kemudian dia ke kamar Salma, sesuai janjinya.
Tapi, Ranti juga mendapatkan peringatan keras dari Absolute Supreme Divine, ternyata kejadian di Merak, memang sudah harus terjadi, dan tidak bisa di campuri oleh siapapun, tapi demi ketenangan dan kenyamanan Aisyah, Ranti mencampuri masalah itu, akhirnya Ranti wajib menjalani hukuman ringan, dengan menjadi tukang antar makanan dari sebuah restoran di Jakarta, dengan jam kerja dari jam 9 pagi hingga jam 8 malam.
Walau Ranti mendapatkan hukuman, tapi Dia terhibur dengan melihat kedamaian di raut wajah Salma dan Armando saat kedua adik angkatnya itu terlelap, kemudian Ranti tidur di tengah-tengah mereka.
Ranti terbangun saat kedua adiknya itu memeluknya sambil mencium pipinya.
" Hmmm, masih pada bau, sudah mencium kakak", ucap Ranti dengan senyum.
" Hehehehe, kami sangat bahagia, kakak tak pernah abai dengan janji, dan kami juga bahagia dengan kehidupan yang sekarang", ucap Armando sambil memeluk Ranti.
" Kalian adik-adik kebanggaan kami, apalagi kakak yang sangat bahagia dengan kehadiran kalian, kakak selalu ingatkan, kamu Armando jangan pernah membuat adikmu sedih apalagi sampai adikmu menangis", ucap Ranti.
" Ia kak, Armando juga ingin adik Salma selalu ceria", ucap Armando.
" Ya sudah, ayo Kakak mandikan kalian berdua, nanti kita bertiga kena ceramah dari kak Mercy", ucap Ranti.
Hahahaha hahahaha
Karena mendengar suara ketawa, akhirnya Mercy mendatangi kamar Salma.
" Oh ya ampun, kenapa kalian bertiga belum beranjak dari kasur, ini sudah jam berapa sayang, ayo mandi, nanti terlambat kesekolah", perintah Mercy.
Ketiga kakak beradik itu, hanya patuh dan beranjak ke kamar mandi, Mercy sendiri segera ke kamar Armando mengambil baju seragam.
" Apa Armando mau selamanya di mandikan sama Kakak-kakak semua? tanya Ranti.
" Ya enggaklah kak, tapi kalau manja, Armando mau, selamanya di sayang sama kakak semua", ucap Armando.
Dengan penuh kasih sayang Ranti merawat kedua adiknya, tanpa rasa malu dia bertelanjang di depan Armando, yang sudah beranjak remaja.
Jangankan Armando, Ranti tidak pernah malu bertelanjang di didepan Darel atau Robin, hanya mereka laki-laki yang bisa menyentuh Ranti, selain Adriansyah dan Lukman.
" Kakak, Salma mau ke universal Singapura, katanya tempat itu sangat bagus, dan apa kita juga jadi ke Malaysia, ke tempat pamannya kak Aisyah? tanya Salma.
__ADS_1
" Pamannya Aisyah yang akan datang ke Singapura dari Malaysia, jadi kita tak perlu kesana", jawab Ranti.