
Begitu saat tiba di hotel, Ranti masuk kamar dan membersihkan diri, kemudian berganti pakaian, dia segera berpamitan ke orangtuanya, karena ingin segera kerumah Hong Yuan.
Ranti kini sudah berada di mobil yang di Kendarai Yun Li, di dalamnya ada Hong Yuan.
Mereka pergi hanya bertiga, dalam perjalanan Ranti mulai mentransfer satu persatu temannya, Lima laki-laki bersaudara dia berikan masing-masing 30 milyar Yuan, Yun Li sendiri 45 milyar, Tang Mei 25 milyar.
Kemudian Seluruh saudaranya masing-masing 500 milyar, kedua orang tuanya 2 triliun, bibi Nindya sebesar 1 triliun, untuk Suratmi dan Lukman 500 milyar, Yolanda dan Mercy masing-masing 250 milyar Yuan, sedangkan Lukas 150 milyar Yuan dan untuk teman di Indonesia dia sudah.
Seluruh saudaranya begitu terkejut mendapatkan uang sebesar itu, yang jika di rupiahkan menyentuh angka 1 kuadriliun lebih, saat ini saja keempat saudara Ranti, Darel, Mercy, Friska dan Rindu, uang mereka sudah menyentuh angka 150 triliun, si kembar 100 triliun, Armando dan Salma sudah 75 triliun, Dewi 50 triliun dan Vanya paling sedikit 45 triliun.
Dengan jumlah seperti saja mereka sudah termasuk orang yang super Kaya, apalagi di tambah saat ini, Mereke ketambahan 1.077 triliun, pertanyaannya seberapa sayangnya Ranti kepada saudaranya.
Tak terkecuali dengan Helen dan Lili masing-masing 100 milyar sedangkan Celine 50 milyar Yuan.
Untuk Sonia, Tiara dan Robin Ranti memberikan mereka masing-masing 10 milyar Yuan. Lupita, Viani, Novita, Regina, Sasha, Wulandari, Atmono, Atmini, Andini, Clara dan Marnita masing-masing, 1 milyar Yuan, untuk Suryani dan orangtuanya 3 milyar Yuan.
Tiga pengelola gedung, Nugroho, Thomas dan Rubby mereka mendapatkan 2 milyar, sementara Yoga, Hino Nakata, Elisabeth dan Rezita juga 2 milyar Yuan, Bayu Krisna dan Maryana 2,5 milyar Yuan.
Tim Cirebon terdapat 3 keluarga, masing-masing 2 milyar, Bu Widya 500 juta Yuan, untuk seluruh staf dan dokter hewan masing-masing 5 milyar untuk di bagi ke seluruh staf dan bawahan diatur Pak Adam.
Pak Jusuf Maulana dan Haris Setiadi, mendapatkan masing-masing 5 milyar Yuan.
Tim Keamanan Awal terdiri Pak Sumadi 1 milyar, Wawan 750 juta sedangkan 24 orang lainnya masing-masing 500 juta, Tim Keamanan Kedua, mereka dianggarkan Ranti 2 milyar untuk di bagikan dan tahap ketiga 1 Milyar sedangkan yang paling baru 750 juta, semuanya yang bertanggung jawab adalah Pak Sumadi.
Ketiga panti asuhan mendapatkan anggaran, Charity 4 Milyar, Agape 3 milyar dan Al Azhar 2 Milyar. sedangkan kepala Panti masing-masing 1 milyar.
Tim sekolah Ranti, Bu Michelle dan ketua yayasan dan Bu Gendhis masing-masing 1 milyar Yuan. sedangkan yang di Jogja Bu Gayatri, Supomo dan Gunadi juga sama-sama 1 milyar Yuan.
Pelayan, supir dan tukang kebun di Surabaya dan Jogja, masing-masing mendapatkan 250 juta Yuan, Bu Likha 300, pak Mul 275 juta, sedangkan Yati 200 juta Yuan.
Paman Ranti Nikson Pradipta mendapatkan 50 milyar, Aubrey dan Paul masing-masing 15 milyar Yuan.
Pak Pribadi mendapatkan 10 milyar Yuan, sedangkan dari seluruh karyawan Ranti yang mendapat bagian paling besar adalah Rendi 30 milyar Yuan.
Sedangkan seluruh direktur di Tri Link dan IDB, mereka semua mendapatkan 1 milyar Yuan, tapi mereka di pending hingga mencapai target.
Dalam hal pembagian seperti ini, yang paling pening adalah Rose, karena dia harus menukar semua uang itu ke dalam bentuk rupiah, apalagi Rose harus menutup semua kekayaan saudara-saudara Ranti agar tidak terpublikasi, begitu juga Bank Mandiri.
" Rose jika ada yang ku lupakan tolong ingatkan saya, saya gak mau temanku yang lain tidak kebagian rejeki dari saya, ujar Ranti.
" Baik Tuan, ada 3 teman baru anda yaitu Gema, Yudi dan Kiran apakah mereka juga akan tuan berikan, sebagai saran Rose, Tuan harap anda membantu keluarga Mora teman Nona Salma mereka tengah terlilit hutang banyak karena di tipu saudara Ayahnya Mora, Rose sudah melihat Kedepan, bahwa Mora akan menjadi orang yang sangat sayang kepada Nona Salma, sama seperti Nona Tiara yang begitu menyayangi Anda, ucap Rose.
" Baiklah, untuk ketiga sahabat baruku itu bagaimana mereka di kemudian hari, tanya Ranti
" Di tangan mereka Panti Asuhan Al Azhar dan sekolah yang anda bangun akan menjadi sekolah yang bersinar, walau tidak bisa mengalahkan Bintang Timur dan sekolah elite milik Anda, tapi mereka akan menjadi nomor 1, Di Level menengah, dan mereka akan menjadi salah satu bagian pilar Pengabdian anda yang setia di masa depan ujar Rose.
" Siapkan saja, masing-masing 500 juta Yuan, sedangkan Pretty dan Chelsea berikan mereka masing-masing 150 juta Yuan, biar bagaimanapun mereka berdua sudah bertobat, mereka sudah mulai hidup sederhana dan sangat peduli dengan teman-teman.
" Perihal kedua gadis ini, mereka akan menjadi mitra perusahaan anda, dan ternyata mereka sangat mengagumi anda Tuan, sudah sewajarnya anda berteman dengan mereka berdua, tapi tuan harus ingat baik-baik yang di akui oleh sistem hanya Tiara dan Robin, selebihnya tidak, bukan berarti mereka tidak baik, tapi Tiara dan Robin hadir sebelum Rose hadir di kehidupan Tuan, jadi mereka berdua sudah terikat dengan sistem, di luar saudara- saudara dan keluarga Tuan, harap Tuan maklum", ujar Rose.
Tak terasa Ranti sudah tiba di Rumah Hong Yuan. Ranti melihat rumah sederhana dan di penuhi barang-barang yang sudah tua, namun memiliki nilai yang luar biasa.
__ADS_1
" Maaf Nona Ranti, seperti inilah rumah saya, sebentar lagi ketiga anak saya akan tiba bersama menantu saya", ucap Hong Yuan.
" Tidak apa-apa Paman, dan jangan panggil Saya Nona, ikut saja seperti ibunya kak Yun Li, memanggil saya Nak, ucap Ranti.
" Baiklah, tapi apakah istri paman bisa sembuh Nak Ranti, paman sangat ingin membawanya jalan-jalan, ucap Hong Yuan.
" Tenang saja, bukan hanya Bibi yang akan saya obati, tapi Paman juga, saya tahu Paman menderita penyakit radang paru-paru dan ada gejala pada ginjal Paman, jadi kita tunggu anak-anak Paman baru saya obati kalian berdua, buat kalian bisa jalan-jalan dengan bahagia, bila Perlu Desember ikut kak Yun Li ke Indonesia", Ujar Ranti.
" Baiklah, Paman janji akan ikut dengan Nona Yun Li, secepatnya Paman akan urus paspor", ujar Hong Yuan.
Tak lama ketiga anak Hong Yuan tiba, mereka kelihatan gugup tiba-tiba di suruh berkumpul oleh ayah mereka.
" Ayah, ada apa?" apakah ibu mau di bawah ke dokter, tanya Hong Lie anak tertua Hong Yuan.
" Tidak Nak, ini ada teman ayah mau mengobati ibu kalian dan ayah juga, selesai pengobatan ayah akan membelikan kalian rumah yang bagus, serta mobil untuk kalian pakai ke kantor", ujar Hong Yuan.
" Jangan pikirkan kami ayah, yang penting ibu sehat dulu, Ujar anak keduanya yang perempuan Hong Mei.
" Nona Muda, tolong sembuhkan orangtua kami, kami siap melayani anda jika orang tua kami sembuh", ucap mereka bertiga sambil berlutut memohon.
" Bangunlah Kakak-kakak, kalian tidak perlu melayani saya, kalian bayar jasa saya dengan lebih sering datang berkunjung menengok orangtua kalian saja", ujar Ranti
" Nona Muda, biarpun kami hanya menantu, tapi ibu mertua adalah satu- satunya ibu kami, dan ayah mertua juga adalah satu-satunya ayah kami, tolong sembuhkan kedua orangtua kami, ucap ketiga menantu Hong Yuan.
" Bangunlah dan siapkan air hangat dan masukkan ke dalam bak Air dan tambahkan cairan ini, masing-masing bak 1 botol", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, ucap anak laki-laki ketiga Hong Yuan, bernama Hong Qi.
Setelah semua sudah di kerjakan, Ranti memberikan 2 pil surgawi kepada Hong Yuan dan langsung memberikan kepada istrinya dan satu lagi untuk dirinya.
" ingat baik-baik, prosesnya sangat menyakitkan, jadi kalian semua jangan sampai mengganggu proses nya, semakin mereka berteriak kesakitan berarti Pill nya bekerja dengan baik", ucap Ranti memperingatkan anak-anak Hong Yuan.
Sementara Ranti sibuk mengobati sepasang suami istri, di Indonesia sendiri terjadi kehebohan di Antara teman-teman Ranti.
Tiara hampir pingsan menerima uang lebih dari 20 triliun, begitu juga Robin dia menelpon Tiara, Robin sampe datang kerumah Tiara, pak pribadi juga berkata bahwa dia juga mendapatkan uang dari Ranti.
Sonia yang tak berani menghubungi Ranti dia menelpon Darel, Darel menjawab bahwa Ranti dapat triliun Yuan dalam transaksi batu Giok.
Wulandari yang baru pertama kalinya mendapatkan uang dari Ranti sempat kaget akhirnya dia paham, dan menghubungi Rindu, tapi Rindu hanya menjawab, itu hadiah dari adikku pakailah dengan baik dan jangan ceritakan kepada siapapun kecuali ibu dan nenekmu, hadiah itu pertanda adikku memperhatikan kamu, ujar Rindu.
Saat ini terdengar suara teriakan sepasang suami istri itu, suara mereka terdengar sangat menyayat hati, anak-anak dan menantu semua meneteskan air mata.
Jika di rumah Hong Yuan mereka berteriak kesakitan karena proses pengobatan, di Indonesia sendiri lebih tepatnya mereka yang kebagian uang teriak - teriak senang mendapatkan uang besar.
Andini langsung mengajak orangtuanya makan di restoran tempat dia bekerja, Lupita juga tak kalah bahagia, dia segera menelpon agen rumah, Alviani berencana merenovasi rumah mereka.
Atmini berencana membeli rumah dan mobil, sisahnya dia tabung, Novita juga berencana membeli rumah.
Di Bank mandiri pusat sendiri terlihat kebingungan dengan arus transaksi yang tak biasa, tapi ketika melihat nama pemilik rekening yang melakukan Transfer, akhirnya mereka diam, dan menutup jejak transaksi rekening Ranti.
Kemabli ke rumah Hong Yuan.
__ADS_1
Kini kedua suami istri itu sudah tertidur, Ranti segera meminta menyiapkan semuanya.
" Kalian sebagai anak-anak Paman Hong Yuan, jangan lupa apa yang saya bicarakan tadi, fan saya kasih tau kalian semua, saat ini ayah kalian memiliki uang 52 milyar Yuan, tadi dia menemani saya ber judi batu Giok, dan saya membagi keuntungan dengan ayah kalian", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, pantasan ayah ingin membelikan kami rumah dan mobil", ujar mereka.
" Tolong rawat baik - baik orangtua kalian, dan ini ada 3 botol cairan, berisi sejumlah anggota kalian, cara menggunakannya sudah aku tulis di kertas, dan juga ini hadiah dari saya", ujar Ranti sambil memberikan 3 ATM Bank of China Berisi masing-masing 5 milyar Yuan.
" Terimakasih Nona Muda, kami akan merawat ayah kami dengan baik, ucap mereka bertiga.
" Biarkan mereka menikmati masa tuanya, terimalah jika ayah kalian membelikan kalian rumah dan kendaraan, dan uang yang saya berikan pasti cukup buat kalian menyekolahkan anak-anak kalian, sisanya kalian tabung, dan ingat baik-baik saya tidak akan mentolerir jika kalian menjadi sombong apalagi serakah", ujar Ranti
" Orang tua kalian sudah bangun, sekarang antar mereka ke kamar mandi dan bantulah mereka", perintah Ranti.
Setelah menunggu sekitar 20 menit, terlihat dari kamar mandi keluar sepasang suami istri yang sudah terlihat bugar dan segar.
" Bagaimana paman, apa yang anda rasakan sekarang?' tanya Ranti
" Sangat luar biasa Nak, kenalkan ini istri paman namanya Feng Yi.
" Halo Bibi, saya Ranti dari Indonesia, teman Paman Hong, besok pagi tolong datang ke hotel tempat saya dan keluarga menginap", ucap Ranti.
" Oh ia Paman ini sudah malam saya kembali ke hotel dulu, jangan lupa besok jam 8 kita bertemu di hotel, jangan sarapan dulu, nanti sarapan bareng disana saja", ujar Ranti.
" Baik Nak, apakah anak-anak Paman bisa ikut kesana?" tanya Hong Yuan
" Kalau mereka tidak bekerja, silahkan datang, tidak masalah, malah lebih bagus", ucap Ranti.
" Kami sudah minta ijin sehari tidak masuk sama bos kami, ucap mereka.
Kini Ranti dan Yun Li sudah berada di sebuah Kafe dan menikmati makan malam.
" Nona Muda, Terimakasih banyak, uangnya sudah masuk, kemarin 25 milyar sudah masuk juga, ucap Yun Li.
" Baguslah, lalu bagaimana dengan keluarga kandung kak Yun Li.
" Mereka tetap tidak mau memaafkan saya, jadi biarlah tidak masalah, hanya tiap bulan aku selalu mengirimkan mereka uang 5 juta Yuan dan adekku sudah aku sekolahkan secara diam-diam, ucap Yun Li sendu.
" lalu ayahnya Yun Wei bagaimana?', tanya Ranti
" Dia ingin aku menikah dengannya, tapi beruntung kak Xiao Lang tau tujuan ayahnya Yun Wei, dia hanya ingin hartaku saja, jadi aku tolak dan dia di ancam oleh semua saudaraku termasuk Paman Tan Kian", ucap Yun Li.
" Mereka sangat menyayangi kak Yun Li, jadi aku harap kakak juga banyak mendengar omongan mereka, mereka bilang kalau kak Yun Li adalah Permata di keluarga mereka, jadi kakak harus bersyukur memiliki mereka, apalagi istri - istri mereka begitu sayang juga sama kak Yun Li", Ujar Ranti.
" Semua berkat Nona Muda ", jawab Yun Li.
" Tolong titip Tang Mei, ajarkan dia berusaha dan bagaimana mengelola keuangan, tolong kakak beri dia pekerjaan", ujar Ranti.
" Pasti aku akan membantunya", jawab Yun Li.
Selesai makan dan mengobrol, akhirnya mereka kembali ke hotel, apalagi saat waktu sudah jam 9 malam.
__ADS_1