SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Cacat mental


__ADS_3

Ranti bersama 2 anak buah Rose, dengan berjalan kaki mereka tiba dirumah baru yang akan di berikan kepada Sundari Nechtar dan Alfons Nechtar anaknya yang berusia 2 tahun.


Mereka masuk dan disambut anak buah Rose yang sementara menata perabotan, dan peralatan Dapur, dan juga yang menata kamar.


" Selamat datang Nona Muda, maaf kami belum selesai menata Rumah ini, 1 jam lagi selesai, mobil dan motor dalam perjalanan kesini, tinggal itu saja, untuk internet dan yang lain sudah selesai terpasang, dapur juga selesai dan kulkasnya sudah diisi dengan bahan-bahan makanan, dan malam sudah tersedia, tinggal ditata di meja makan", lapor Tim Rose.


" Baiklah dan terimakasih, saya ke kamar dulu kalian tetaplah bekerja, dan kalian berdua tolong bantu saya mengobati orang yang akan tinggal disini", perintah Ranti.


Setelah sampai di kamar utama Ranti langsung memblokir suara dan mengeluarkan Sundari Nechtar dari kantong Ruang.


Terlihat wajah kebingungan dari Sundari Nechtar, Ranti langsung menenangkan Sundari yang sedang kebingungan dan memeluk erat-erat anaknya.


" jangan takut, aku akan menolongmu dan anakmu, tenang ya", ucap Ranti sambil memberikannya 1 gelas air bercampur air surgawi agar Sundari bisa tenang.


Akhirnya Ranti mengeluarkan anak buah Rose yang yang menemani Sundari Nechtar di dalam kantong, barulah Sundari Nechtar tenang.


Setelah Sundari Nechtar tenang, Ranti memasuki pikirannya dan membuat Sundari lebih tenang, kemudian Ranti meminta agar membuka bajunya dan berbaring dan menelan Pill Semesta.


Tak berapa lama kemudian, Sundari Nechtar sudah mulai bergetar, Ranti mengedarkan Energi Positif dan memasuki pikiran Sundari agar tetap sadar.


Sundari Nechtar berteriak kencang, Ranti terus berbicara dalam pikiran Sundari agar bertahan, Ranti juga meminta kepada anak buah Rose agar membantunya mengedarkan Energi Positif, bukan karena Ranti tidak mampu, akan tetapi biar lebih cepat penyerapan Pill Semesta.


Sudah hampir setengah jam Sundari terus menerus berteriak, dia merasakan bagaimana tubuhnya seolah-olah tercabik-cabik dan satukan lagi, pas setengah jam, efek dari proses penyerapan Pill semesta mulai hilang dan berangsur-angsur teriakan Sundari Nechtar mereda.


Setelah menunggu 15 menit, akhirnya Sundari sadar, Ranti sudah menanamkan bahwa Sundari Nechtar adalah namanya dan putranya adalah Alfons Nechtar.


Sundari hanya meminta air, dsn suaranya sudah lancar, matanya dan raut wajah juga berubah, Serta sudah mampu merespon lebih cepat.


* Tuan selamat anda berhasil membuatnya menjadi manusia normal, silahkan lanjutkan dengan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, tetapi berikan dulu segelas kecil Juice Buah Abadi untuk menambah Energi nona Sundari", Ucap Rose.


" Baik, terimakasih Rose.


" Sundari, silahkan minum juice ini", ucap Ranti dan langsung di sambut oleh Sundari.


Setelah menunggu beberapa menit, Ranti kemudian memberikan Pill Regenerasi Fisik Fisik dan Jaringan Sel, tanpa pikir panjang Sundari langsung menelannya.


Terdengar lagi teriakan-teriakan dari Sundari, tapi sudah tidak seperti proses awal, selang 20 menit kemudian Sundari kembali tertidur, Ranti memerintahkan agar menghidupkan air dan atur suhunya.


* Tuan, kini setelah Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh selesai dan Pill Penambah Kecerdasan, maka dia sudah normal 100 %, akan tetapi dia hanya mengingat kalau dia punya anak, serta orang tua yang sudah meninggal, dan bagaimana seluruh keluarga orangtuanya membuang dia", Ucap Rose.


" Apakah kedepannya tidak akan masalah? tanya Ranti.


* Tidak Tuan, Nona Sundari tidak memperhitungkan mereka, bahkan tidak akan peduli dengan saudara - saudara dari kedua orangtuanya, secepatnya tuan mengeksekusi 7 orang yang memperkosanya, termasuk pamannya, agar kedepannya tidak terjadi apa-apa, takutnya pikirannya berubah menjadi kejam ketika bertemu dengan si pemerkosa", ucap Rose.


" Baik Rose, besok malam akan tangkap mereka dan membuang mereka ke kantong 4 musim, tolong siapkan seperti biasanya, dan biarkan mereka selamanya disana, setahun sekali baru berikan pakaian dan ganti peralatan kerja mereka", ujar Ranti.


* Baik Tuan, Rose sudah menambah luas kantong Ruang 4 musim, kini mereka penghuni disana, tidak akan bertemu", ucap Rose.


" Terimakasih Rose", ucap Ranti.


" Tolong kalian temani dia ke kamar mandi dan nanti sebelum dia mandi normal, tolong kasih dia minum air ini', perintah Ranti.


* Tuan untuk anaknya silahkan ambil cairan dari cincin semesta tuan dan kasih ke anaknya, ini cairan khusus untuk anak-anak, manfaatnya untuk tumbuh kembang anak, menambah imunitas, dan daya tangkap, nanti sediakan produk Food Excellent, agar Alfons Nechtar, bisa bertumbuh dengan sehat dan kuat serta tidak muda terkena sakit penyakit", ucap Rose.


" Terimakasih Rose, apakah cairan ini bisa memperbaiki struktur tubuhnya yang agak tidak tidak normal? tanya Ranti.


* Bisa, dia akan berdiri tegak dan raut wajahnya akan normal, dan sarafnya 100% berfungsi, juga struktur tulang akan semakin kuat hingga Alfons Nechtar, bisa lancar berbicara dan berjalan", ucap Rose.


" Sudah biologisnya yang mana dari 7 pemerkosa itu? tanya Ranti.


* Seharusnya ada 8 yang memperkosanya, tapi yang satunya dan merupakan ayah biologis Alfons Nechtar ternyata sudah meninggal di tikam orang sekampungnya", jawab Rose.


" Bagus lah dia sudah dapat karmanya, dan berarti Alfons Nechtar tidak perlu lagi mengetahui keluarga Ayahnya", Ucap Ranti.


* Benar Tuan, tapi keluarganya Alfons Nechtar memiliki banyak harta, bahkan Ayahnya Alfons termasuk termasuk pedagang ikan yang sukses,. hingga saat ini uangnya di Bank mencapai 5 Milyar, sedangkan orangtuanya, termasuk orang terkaya di pulau mereka, uang mereka ratusan milyar, saran Rose selain Tuan membantu dengan uang dari rampasan lainnya, ada baiknya uang Ayahnya Alfons di ambil, kemudian 7 orang yang memperkosa ibunya juga walau harta mereka tidak banyak kuras juga, walau hanya sekitar 2 milyaran, tapi itu sudah cukup, dan ambil saja umah dari orang tuanya ayahnya Alfons 100 milyar tidak akan membuat mereka bangkrut", ucap Rose


" Baiklah, saya minta tolong Aplikasi Mata, dan Tolong buatkan ATM deposito berjangka 150 milyar, dan 2 ATM biasa, masing-masing 10 milyar, dan 1 lagi ATM 200 milyar untuk Modal usahanya, jadi total 4 ATM, Berikan dari 4 Bank berbeda, saya akan Ambil uang mereka 250 milyar, harta mereka 750 Milyar", ucap Ranti setelah membaca laporan dari Aplikasi Mata Dewa.


* Baiklah, keluarga mereka adalah penghasil ikan terbesar dan mengekspor ke Malaysia dan Singapura", jawab Rose.


" Aplikasi Mata Dewa segera eksekusi dan untuk uangnya Ayahnya Alfons sendiri dan 7 orang pemerkosa simpan sendiri", Perintah Rose.

__ADS_1


* Rose akan buat Deposito Berjangka untuk Alfons dari uang itu dan akan Rose bulatkan menjadi 25 Milyar, sambil dari Penukaran Poin Pengabdian untuk kebaikan, uang tersebut bisa dia ambil saat berusia 17 tahun", jawab Rose.


" Oke Rose, lakukan yang terbaik", ucap Ranti.


Akhirnya Sundari Nechtar dan anak buah Rose keluar dari kamar mandi, terlihat perubahan Sundari yang sangat Baik, dia tidak lagi bingung, dia memandang Ranti sebagai penyelamatnya.


" Terimakasih Nona, terimakasih sudah menyembuhkan saya, Ucap Sundari dengan lancar.


" Sama-sama, sekarang mandikan anakmu, dia juga sudah ku obati, dan sudah Sehat, pasti dia akan jadi Putra Kebanggaan kamu Sundari, dan mulai hari ini namamu Sundari Nechtar, dan Anakmu adalah Alfons Nechtar, apakah kamu suka dengan nama itu.


" Terimakasih Nona Muda, Sundari sangat menyukainya, dan maaf saya mandikan putraku dulu", ucap Sundari, sambil menggendong putranya me kamar mandi.


Dengan sabar Ranti menunggunya, hingga 15 menit kemudian Sundari dan Alfons keluar dari kamar mandi, Sundari juga sudah berganti baju kembali dan Alfons juga dipakaikan baju yang sangat bagus walau bukan merk luar negeri.


" Sekarang mari kita makan kita dulu, dan kamu tolong panggilkan Kurnia Saphira, mungkin dia sudah kembali", perintah Ranti.


Karena keasyikan naik mobil ternyata Kurnia Saphira baru tiba bertepatan dengan anak buah Rose tiba dirumahnya.


Setelah anak buah Rose memberitahukan bahwa Kurnia dipanggil Ranti, maka mereka kembali ke Rumah Sundari.


" Sundari, Telan ini, Pill ini namanya Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, manfaatnya, kamu bisa bisa belajar apa saja dengan mudah, apalagi kamu tidak pernah sekolah, namun jangan kuatir saya akan bantu kamu agar bisa membaca dan menulis", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya sangat senang, biar aku bisa membacakan cerita Untuk anak saya, tapi nanti saya pulang ke pulau bagaimana? ucap Sundari.


" Lebih baik kamu tinggal di sini, apa kamu menderita lagi disana, kamu lihat rumah ini, ini adalah rumah kamu, milik kamu sendiri saya beli atas nama kamu, Sundari Nechtar, dan mobil serta motor di parkiran itu, juga untuk mu", ucap Ranti.


" Tapi saya tidak bisa bawa motor, apalagi mobil", ucap Sundari.


" Makanya telan dulu Pill ini agar nanti kamu cepat bisa baca dan tulis.


" Rose, tolong Pill ini berikan kemampuan membaca dan menulis, apakah bisa", ucap Ranti.


* Bisa Tuan, tapi mulai besok dia harus belajar, sebelum nanti berusaha sendiri, anak buah Rose yang bersama dengan dia di kantong Ruang 4 musim, akan membantu dia belajar banyak hal, waktunya 1 bulan, soal buku-buku sudah tersedia di kamar, yang sekarang ini Rose rubah menjadi ruang belajar, selesai tuan makan malam semuanya sudah siap", ucap Rose.


Dokumen kependudukan Sundari Nechtar dan anaknya, Serta SIM Sudah berada di tas anda Tuan", ucap lanjut Rose.


" Terimakasih Rose, ujar Ranti dan mengambil semua dokumen kependudukan Sundari Nechtar, yang saat ini berumur 22 tahun, dan Anaknya berusia 2 Tahun.


" Sangat hebat Nona Muda, saya sudah bisa membaca nanti saya mencoba menulis selesai kita makan", Sundari.


" Terakhir, Teteskan darah kamu di SIM ini", Perintah Ranti.


Sundari dengan patuh meneteskan darahnya, setelah darahnya meresap, Sundari kembali merasakan sensasi, dan masuklah keahlian Mengemudi, memasak, berbisnis hingga Komputer.


'' Astaga Nona, kini aku sudah paham dan sudah bisa menyetir mobil dan Motor, bahkan bisa memasak dan Komputer serta bisa Berdagang", ucap Sundari sumringah.


" Baguslah, ucap Ranti ".


" Selamat malam Nona Muda, maaf terlambat datang, tadi sangking asyiknya berkendara hingga terlambat pulang", ucap Kurnia Saphira


" Tidak apa-apa, Besok juga kami silahkan bersantai-santai karena tempat usahamu belum selesai Renovasi, silahkan jalan-jalan atau datanglah ke rumah Arzen dan Hanum,


Dan ini Kenalkan, namanya Sundari Nechtar dan ini putranya, saya harap kalian bisa berteman dengan baik, begitu juga Arzen dan Hanum, ingat baik-baik, kalian semua adalah orangku, jadi jangan pernah berselisih, kalian harus bisa saling menopang", ucap Ranti.


" Baik Nona, saya bersyukur punya teman dan saya janji akan menjadikan Sundari Nechtar saudara angkat saya, biar kami bisa saling mendukung dan saling menyayangi sesama saudara ", Ucap Kurnia.


" Nama saya Sundari Nechtar 22 tahun, dan ini putra saya Alfons Nechtar usia 2 tahun, terimakasih mau mengangkat saya jadi saudara, saya sudah Yatim Piatu, Ucap Sundari bahagia.


" Sundari, karena saya saat ini berusia 26 tahun, berarti saya akan memanggilmu adik, bagiamana apa kamu suka", ucap Kurnia


" Sundari, mulai hari Sundari akan memanggilmu kakak", ucap Sundari dan membungkuk hormati kepada Kurnia, begitu juga Kurnia Saphira membalas membungkuk untuk menghargai etika Sundari.


" Baguslah, nanti angkat saudara juga kalian berdua dengan Arzen dan Hanum, agar kalian bisa lebih kuat dsn lebih bahagia", tegas Ranti


" Sekarang mari kita Makan, saya sudah lapar", ucap Ranti.


Selesai mereka makan malam waktu sudah menunjukkan jam 8 malam.


" Kalian tolong temani Sundari dan Kurnia, biar mereka terbiasa baru kalian kembali", Perintah Ranti kepada anak buah Rose.


" Baik Nona Muda, ucap mereka serentak.

__ADS_1


" Sundari, ini handphone dan tablet buat kamu, nanti mereka akan membantumu untuk bisa menggunakannya", ucap Ranti.


Terimakasih Nona Muda, Sundari berterimakasih sudah memberikan segalanya, Sundari akan belajar dengan baik, agar bisa mengajari anak saya kelak", ucap Sundari.


" Cita-cita yang mulia, jangan kuatir, salah satu dari mereka akan menjadi gurumu, belajarlah dengan baik, dan percaya pada dirimu sendiri, jangan memikirkan apapun, ini uang untukmu , nanti mereka ajarkan kepadamu cara menggunakannya ATM ini, dan ini dokumen kependudukan kamu dan putramu, simpan baik-baik, kakakmu Kurnia juga akan membantumu jadi jangan merasa sendirian lagi, aku juga kalau ada waktu pasti akan sayang menemuimu, kalau mau ngobrol telpon saja, jika saya senggang kita bisa ngobrol", Ranti beranjak berdiri.


" Zoey, tugas kamu memastikan Sundari Nechtar bisa tahu segalanya tentang dunia ini, saya kasih kamu waktu 3 bulan untuk menjadi gurunya, laporkan perkembangannya, dan ini uang buat kamu selamanya berada disini, nanti Rose akan menambahnya jika kurang", ucap Ranti


" Baik Nona Muda, untuk refreshing saya akan ajak Nona Sundari jalan-jalan", Ucap Zoey salah satu anak buah Rose yang bersama dengan Sundari di kantong Ruang saat Ranti mengambil Sundari dari hutan.


Kini Ranti telah meninggalkan kompleks perumahan Griya Indah dan menuju ke rumahnya.


" Dek Sundari kakak pulang dulu, nanti Besok kita masak atau bikin kue bareng bagaimana? ucap Kurnia.


" Keduanya saja kak, aku mau coba buat kue untuk putraku? ucap Sundari setuju.


" Ya sudah, selesai kita masak, kita buat kue untuk keponakan gantengku ', ucap Kurnia Saphira bahagia.


Sambil mengemudi, Ranti mendapat laporan dari Aplikasi Mata Dewa, bahwa terjadi kebingungan di rumah Keluarga Ayah biologis Alfons Nechtar, bagaimana tidak, mereka kehilangan uang 150 milyar dalam sekejap, pihak Bank menunjukkan bahwa Transaksi di laksanakan oleh pemilik bank sendiri.


Bukti dari pihak Bank itulah yang membingungkan Orangtua.atau kakeknya Alfons.


Ranti hanya tersenyum dan terus mengendarai mobilnya hingga sampai dirumahnya, dan ternyata masih ramai, semua Saudaranya masih asik nonton TV.


" Kakak sudah pulang, dan apa kakak sudah makan? tanya Salma.


" Sudah sayang, kakak sudah makan di rumah teman, kemudian Ranti menceritakan soal Sundari Nechtar dan anaknya, juga cerita soal Kurnia Saphira.


" Astaga Dek, kok ada orang seperti itu, tapi syukurlah sekarang dia sudah sembuh dan bisa merawat putranya dengan lebih baik", ucap Dewi.


" Dek, tadi kami ada rapat soal harga sewa di Pakuwon Mall, menurut Pak Arshad Warsito, untuk tahun depan, diharapkan belum ada kenaikan, biar Ekonomi stabil dulu, itu berlaku bagi Tenant lama, Sedangkan untuk yang baru Silahkan, bagaimana menurutmu? tanya Dewi.


" Ya sudah gak apa-apa, kasihan juga mereka, besok panggil saja perwakilan mereka dan umumkan, dan kirimkan surat pemberitahuan soal harga sewa", ucap Ranti.


" Baiklah", jawab Dewi.


" Dek besok kita seluruh lulusan di suruh datang kesekolah jam 8 pagi, apa kamu ada waktu", tanya Rindu.


" Ada, besok aku ada janjian dengan Tiara, mau kondangan tapi nanti jam 2 Siang, selebihnya aku tak ada acara", jawab Ranti.


" Baiklah, tapi kapan kak Mercy dan Friska pulang ? tanya Rindu


" Kayaknya Besok Sore sudah sampai di rumah, jawab Ranti


" Ya sudah", ucap Rindu.


" Sabar ya kak, kita semua rindu dengan kak Mercy dan Friska', ucap Ranti.


" Ia kak, Armando dan Salma juga rindu dengan Kak Mercy dan Friska", ucap Rindu.


" tapi seharian ini kak Mercy dan Friska tidak ada kabar, bahkan Handphone mereka tidak aktif", ucap Rindu.


" Ia Mungkin di sana lagi padam listrik, kita tunggu sampai besok pagi jika tidak kabar, batu kita hubungi pihak kampus dan tanyakan Dimana alamat tempat Kak Mercy dan Friska di tugaskan", ujar Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, tolong cari dimana kedua kakak saya berada, gunakan mata semesta agar aku bisa melihatnya", perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.


Karena sudah jam 10 malam akhirnya mereka semua amsuk kamar, Ranti langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


Dia berencana akan menghabisi seluruh toko milik Bagyo, sebelum berangkat dia membaca laporan tentang pamannya Hanum yang sudah di gelandang ke kantor Polisi, dan sudah di tahan sementara.


Sementara Suami Kurnia sedang Hura - Hura dengan teman-temannya yang sedang menghinakan narkoba.


Ranti menghubungi pihak polisi di Gresik soal pesta Narkoba, Polisi langsung bergerak ke TKP.


Dan yang paling penting dari laporan Aplikasi Mata Dewa adalah dimana kedua kakaknya, dan ternyata mereka sedang kamping di Perkebunan warga, dan memang tidak ada signal di tempat itu.


" Aplikasi Mata Dewa tolong pantau terus mereka, segera laporkan jika terjadi apa-apa", perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.

__ADS_1


__ADS_2