SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Tetap berbagi dimana saja


__ADS_3

" Maaf saya bukan menindas kalian, tapi semua demi kalian, jadi harap kalian semua bisa mengerti dan berpikir positif tentang perkataan saya", ucap Ranti.


" Kami justru sangat berterimakasih atas kebaikan nona Muda yang sudah memberikan kami kesempatan", ucap Nasrudin.


" Baguslah", ucap Ranti.


" Maaf Nona Muda, kalau boleh tau, dari perusahaan mana yang membuat sistem keamanan kantor kita, karena saya sudah lebih 100 x sejak di angkat jadi supervisor IT, untuk mencoba membobol pertahanan kita, atas perintah Pak CEO, katanya kita harus mengecek sistem kita secara berkala, agar kita jaga melihat apakah sistem keamanan kita masih kuat atau ada potensi kebobrokan", ujar Nasrudin.


" Seluruh perusahaan, sistem keamanannya saya yang buat, begitu sistem perkantoran, jadi saya bisa mengecek hasil pekerjaan di seluruh perusahaan saya", jawab Ranti.


Nasrudin terkejut mendengarnya, dan tersenyum.


" Pertahanan yang Nona Muda buat, membuat para hackers frustrasi membobolnya, saya bangga bisa bekerja di perusahaan anda Nona", ucap Nasrudin.


" Bukan sombong, aplikasi perkantoran yang kalian pakai itu, di buat oleh 2 adikku saat mereka berumur 9 dan 11 tahun", saya hanya kebagian membuat pertahanan, kami 11 orang mampu meretas seluruh satelit yang ada jika kami mau, tapi itu tidak ada untungnya buat kami", ucap Ranti.


" Apa, umur 9 dan 11 tahun, itu aplikasi perkantoran yang sempurna", ucap Nasrudin.


" Ya, makanya saya bisa mengontrol semua perusahaan saya, aplikasi mobile banking saja adikku yang buat, jadi kamu harus belajar dengan baik", Ucap Ranti.


Tepat jam 8 malam keluarga Zulkarnain meninggalkan kios Aisyah.


" Aisyah kakak juga mau pulang, hari Jumat kakak datang untuk ultahmu, kamu ingin hadiah apa? ucap Ranti.


" Gak ada, Aisyah hanya ingin kakak hadir di acara ultahku, itu saja", ucap Aisyah.


" Baiklah", ucap Ranti dan berpamitan ke Orangtua Aisyah dan juga keluarga Pak Sobari.


Sepeninggalan Ranti, mereka terus ngobrol, pak Sobari tak berhenti berterimakasih kepada Aisyah.


" Paman ikuti saja omongan kakakku", sahut Aisyah.


" Aisyah kakakmu sungguh sangat kaya dan baik hati, paman juga kecipratan rezeki, kamu belajar baik-baik ya, biar kakakmu bangga sama kamu, Paman juga akan sangat bangga melihat kamu nanti jadi pengacara top dan membantu orang-orang yang membutuhkan", ucap Pak Sobari.


" Ia dong, Aisyah harus buat kalian semua bangga, ya sudah aku mau pulang dan mau istirahat", Aisyah dan beranjak ke mobilnya.


Dirumahnya Aisyah di sambut oleh pelayannya, ya setelah Aisyah pindah ke rumahnya, Ranti menyuruh Aisyah agar mempekerjakan 2 orang pelayan, akhirnya Aisyah mengambil pelayan, suami istri dan 1 orang anak.


Pelayan Aisyah hanya membantu membersihkan rumah dan mencuci baju, selebihnya, sepasang suami istri itu hanya memasak untuk diri mere sendiri, sepasang suami istri bahagia bisa bekerja di rumah Aisyah.


Aisyah menggaji mereka 10 juta, serta memberikan uang belanja dapur mereka 2 juta sebulan di luar beras, minyak goreng, serta daging baik ayam maupun sapi, karena daging di belikan ayahnya.


Sementara itu, Ranti sendiri sudah beratas di udara, dengan tujuan Surabaya.


Tepat jam 21.30 WIB, Ranti tiba di Rumah Belanda, dan langsung lanjut pulang kerumahnya.


Dirumah semuanya belum ada yang tidur, kecuali Dewi, sedangkan ketiga kakaknya dan 2 adiknya masih asyik bercengkrama.


" Hore kakak pulang, sambut Salma dengan membuka lebar kedua tangannya ingin memeluk Ranti.


" Kangen ya? ucap Ranti.


" Ia, Salma sangat kangen, tapi tidak apa-apa, masih ada kak Armando dan keponakan ku yang menemani Salma", Ucap Salma.


" Memangnya Mora tidak kesini? tanya Ranti.


" Datang, hari ini dia seharian sama Salma, tadi sore kami hanya jalan-jalan saja dan bertemu Paman Ndut juga kak Andini di mall Galaxy", ucap Salma.


" Ya sudah kakak mau mandi dulu, apa Salma dan Armando mau tidur dengan kakak? tanya Ranti.


" Adik Salma saja, Armando mau tidur dengan kak Rindu, nanti kalau kakak Rindu sudah di Amerika, Armando tidak bisa tidur dan memeluk kak Rindu", ucap Armando.


" Baiklah, nanti hari Jumat setelah terima raport Salma dan Armando, aku mau langsung ke Jakarta, Aisyah ulang Tahun, kalian berangkat Jumat malam, nanti ketemu di Jakarta, sekalian kakak antar Aisyah sekalian", ucap Ranti.

__ADS_1


" Baik Kak, yang penting raport Salma dan kak Armando, kak Ranti yang mengambilnya", ucap Salma.


" Ia sayang, kami semua akan datang mengambil raport Salma dan Armando", ucap Mercy.


" Asyik dong kalau kakak semua mau datang, kalian semua adalah kakakku yang terhebat dan terbaik", Ucap Salma.


Ranti merangkul Salma dan menuju ke kamarnya, dan selesai mandi dan berganti baju Tidur, Ranti berbaring di samping Salma dan memeluknya.


" Kok belum tidur", ucap Ranti.


" Sebentar lagi, Salma ingin memeluk kakak, oh ya kak, besok pagi tolong temani Salma ke kuburan ayah dan ibu Salma, sudah 2 bulan Salma gak kesana", ucap Salma.


" Ia sayang, selesai sarapan kita kesana", ucap Ranti.


" Terimakasih kak, Salma ingin melihat perbaikan makam orangtua Salma", Ucap Salma.


" ia sayang, kakak pasti antar kamu ke sana, sekarang tidurlah, besok kita mau jalan jauh", ucap Ranti.


Sambil memeluk Salma, Ranti melihat laporan Aplikasi Mata Dewa, yang melaporkan bahwa ayahnya Nuril sudah datang ke kantor Super Speed Line dan bertemu dengan Yogi.


Banyak karyawan yang bingung dengan kedatangan Fuadi ayahnya Nuril, mereka berbisik-bisik melihat Fuadi saat memasuki pintu kantor.


" Selamat pagi Pak Fuadi, tumben main kesini, apa ada yang bisa saya bantu? tanya Resepsionis itu.


" Saya ada janji ketemu dengan Pak direktur", ucap Fuadi.


" Sebentar Pak, saya telpon dulu, memang tadi pak direktur hanya berpesan jam 10 dia akan menerima Tamu", jawab Resepsionis itu dengan sopan, dan langsung menghubungi sekretaris Yogi.


" Pak Fuadi sudah di tunggu oleh direktur, ruangan direktur masih sama pak, atau mau saya antar", ucap Resepsionis itu.


" Terimakasih, aku bisa sendiri, lagian aku masih ingat ruangannya", jawab Fuadi dan langsung beranjak menuju lantai 3, dimana Yogi berada.


Tak berapa lama Fuadi sudah tiba di depan ruangan Yogi dan disambut oleh sekretaris Yogi.


Sekretaris mengetuk pintu ruang rapat dan masuk bersama dengan Fuadi, seketika ruang rapat itu menjadi hening sebentar dan kemudian terdengar suara seorang manajer.


" Bu sekretaris, mengapa anda membawa orang luar ke ruang rapat ini", Ucap salah seorang manajer.


" Pemilik Perusahaan dan pak Direktur yang memerintahkan saya untuk membawa Pak Fuadi keruangan ini ! apa ada masalah dengan anda Pak? tanya sekretaris itu.


Si manajer itu terdiam dan tak berani bersuara lagi.


" Selamat datang Pak Fuadi, silahkan duduk di samping saya, saya sudah di hubungi oleh adik saya, perihal tujuan kedatangan bapak kesini, terimakasih sudah mau hadir", ucap Yogi.


" Terimakasih Pak Direktur, saya tidak tahu kenapa saya disuruh kesini oleh adik Angkat pemilik Perusahaan ini", ucap Fuadi dengan jujur.


" Itu sengaja di lakukan oleh adik angkat adikku, tapi jangan kuatir ini kesempatan baik buat Pak Fuadi, saya juga sudah membaca laporan kinerja bapak, jadi tenang saja.


" Bapak- bapak para Manajer dan supervisor, mungkin kalian ada yang sudah mengenal Pak Fuadi dan mungkin ada yang belum, tapi lepas dari kalian kenal atau tidak, saya hanya ingin memberitahukan, bahwa Hari Senin depan, saya di tarik untuk memimpin salah satu perusahaan milik Adik saya, dan mulai hari saya umumkan, sesuai perintah adik saya, bahwa yang menggantikan saya adalah Pak Fuadi, dan akan aktif sepenuhnya pada Hari Senin depan", ucap Yogi.


ucapan Yogi sontak membuat para manajer dan supervisor, khususnya mereka yang tidak suka dengan Fuadi.


Yogi yang melihat raut wajah para Manajer dan supervisor yang terlihat tidak suka dengan Fuadi berkomentar.


" Jika ada yang ingin kalian sampaikan mengenai pengangkatan Pak Fuadi sebagai Direktur, silahkan katakan", tegas Yogi.


" Jujur saja kami keberatan jika di pimpin oleh Fuadi, dia tidak berkompeten dalam memimpin perusahaan makanya dia di Pecat oleh pemilik lama", ucap salah seorang manajer.


" Kalau yang lain apa yang ingin kalian sampaikan? tanya Yogi.


" Kami sepakat dengan manajer keuangan, kami tidak ingin dipimpin oleh Fuadi", ucap mereka.


Diantara mereka hanya ada 2 orang yang tidak berkomentar, mereka adalah manajer operasional dan supervisor operasional, mereka mantan anak buah Fuadi.

__ADS_1


" Baiklah karena kalian tidak mau di pimpin oleh Fuadi, maka dengan sangat menyesal kami pihak perusahaan memberhentikan kalian", ucap Yogi.


" Saya sudah memiliki beberapa bukti ketidak becusan kalian bekerja", ucap Yogi dengan tegas.


" Maaf pak Direktur, anda boleh jadi Direktur disini, tapi bukan berarti anda sembarangan menuduh kami, anda tidak tahu siapa kami disini, kami yang merintis perusahaan ini", ucap mereka.


" Apakah kalian yang membuat perusahaan ini, berapa modal yang kalian keluarkan untuk perusahaan ini, dan ini bukti kalian menggerogoti perusahaan ini", ucap Yogi.


" Hahahaha, anda pikir dengan menunjukkan semua itu lantas anda merasa sudah bisa memecat kami, jangan berpikir kami akan diam saja ketika anda memecat kami", ucap mereka tak tau diri.


" Dan kalian kami takut dengan omongan kalian", tegas Yogi.


Dalam sekejap, para pengawal yang biasa mengawal Aisyah dan para pekerja di Gerai KFC sudah berada di kantor PT Super Speed Line.


Mereka juga sudah bersama dengan pihak berwajib, ternyata diam-diam Ranti sudah meminta Rose agar segera menghubungi pihak berwajib, sedangkan aplikasi Mata Dewa mengirimkan bukti - bukti penggelapan dana oleh para Manajer itu.


Seketika mereka tidak bisa berkutik dan langsung di gelandang ke kantor Polisi, terkecuali mantan anak buah Fuadi, hari itu Polisi membawa sekitar 20 orang, untuk di periksa dan apa peran mereka Masing-masing.


Selesai melihat laporan dari Aplikasi Mata Dewa, Ranti pun istirahat sambil memeluk Salma, Ranti sangat menyayangi Salma dan juga Armando, dia memanjakan mereka sebagaimana Kakak-kakaknya dulu memanjakan Ranti.


" Dek kalian berdua harus bahagia, kami Kakak-kakak kalian sangat menyayangi kalian berdua", monolog Ranti.


Ternyata Salma terbangun saat Ranti memeluknya dengan erat.


" Terimakasih kak, Salma dan kak Armando akan selalu mengingat kasih sayang kalian semua, kami akan selalu berbahagia dan akan selalu menjadi adik kalian", batin Salma dan tanpa sadar airmatanya menetes, dia mengingat bagaimana Ranti membawa dia dan Armando dan memberikan segalanya, sebagaimana yang mereka berdua rasakan saat ini.


Tak terasa malam telah berganti pagi hari yang cerah.


Ranti dan Salma bangun dan mereka mandi bersama, sementara Armando di mandikan Rindu.


Sementara sarapan, Ranti Pamit mau mengantarkan Salma ke Makam orangtuanya.


Kini Ranti dan Salma sudah dalam perjalanan menuju ke Gresik untuk ke makam orangtua Salma.


2 jam jam kemudian akhirnya mereka tiba di makam orangtua Salma, yang kini sudah sangat rapi bersih dan terawat, paman dan bibi Salma yang jahat, kini hidup mereka telah kembali menjadi orang miskin.


Salma sudah tidak peduli, sementara paman dan bibinya yang baik hati, sudah sangat makmur, Ranti memberikan mereka segalanya, Salma juga memberikan biaya hidup buat bibinya itu.


Ketika Salma turun dari mobil, banyak yang memperhatikan Salma, mereka sudah tahu kehidupan Salma, para tukang kebersihan kuburan, sudah di perintahkan Ranti agar selalu membersihkan makam kedua orangtua Salma.


" Bapak- bapak terimakasih sudah memperbaiki dan merawat makam kedua orangtua adiku, kali ini kalian berempat saya berikan hadiah yang besar, besok kalian tunggu di rumah masing-masing, saya sudah belikan kalian motor Honda Supra X, dan Yamaha matic Nmax, jadi seorang 2 unit,


" Saya berikan uang ini buat kalian membuat rumah yang bagus dan untuk biaya sekolah anak-anak kalian, mohon di terima, dan gunakan dengan baik, bersihkan seluruh kuburan yang ada disini, dan anggap saja ini upah kalian, dan jika rumah kalian sudah siap tolong beritahu saya, karena ada hadiah juga buat kalian", ucap Ranti dsn memberikan kepada mereka masing-masing cek senilai 10 milyar tabungan, dan 5 milyar untuk buat rumah dan modal usaha, tapi mereka wajib membersihkan makam kedua orangtua Salma.


Para penjaga makam langsung berlutut berterimakasih, mereka tak menyangka akan mendapatkan rezeki yang sangat banyak, kini mereka milyader di kampung mereka.


" Terimakasih Nona Muda Ranti dan Nona Muda Salma, kami berjanji akan merawat makam kedua orangtua Nona Muda", ucap mereka.


" Ya sudah, pulanglah dsn pergilah ke Bank mumpung masih pagi, dan ini Handphone buat Bapak- bapak beserta istri dan anak-anaknya, gunakan dengan baik", ucap Ranti.


Salma masih terpaku melihat nisan kedua orangtuanya.


" Ayah, Bunda Salma sudah hidup bahagia, kakak- kakak angkat Salma sangat menyayangi Salma", monolog Salma.


Sejam Salma dan Ranti di kuburan, akhirnya mereka kembali menuju Surabaya.


" Gimana sayang, apa sudah terhibur bisa melihat makam kedua orangtua kamu? tanya Ranti.


" Sangat bahagia, walau hanya melihat batu nisan saja, Salma sudah ikhlas atas kepergian mereka, Salma masih bersyukur bisa melihat makam ayah dan bunda, Terimakasih kak, ucap Salma.


" Sama-sama sayang, jangan bersedih lagi, kapan saja Salma mau ke makam, datanglah, jika kakak ada waktu pasti kakak sendiri yang akan mengantar Salma, dan suatu saat Salma sudah bisa bawa mobil, maka datanglah", ucap Ranti.


" Ia kak, ucap Salma dengan senyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2