
Saat masuk kedalam Rumah Paman Karyono yang bernama Budiono, Ranti langsung melihat seorang gadis lagi tiduran sambil nonton TV.
" Nayla, kakak pulang, panggil Karyono.
" Kakak, kemana saja, ninggalin Raisa dan Anjeli, hiks hiks, ucap Raisa sambil meneteskan air mata dan memeluk Karyono.
" Maafkan, mulai sekarang kakak tidak akan kemana-mana lagi, kakak sekarang kerja dekat rumah, dan ini kenalkan bos kakak dari Surabaya, Pemilik Perusahaan yang akan membuka Peternakan dan perkebunan di dekat desa kita, namanya Nona Muda Ranti Putri, dan satu lagi namanya Nona Sandrina, Asistennya", Ucap Karyono sambil memperkenankan Ranti dan Sandrina.
" Hai, namaku Nayla, adik sepupu kak Karyono, maaf saya tidak bisa berdiri menyambut Nona Muda Ranti dan Nona Sandrina", ucap Raisa sambil berusaha duduk di ranjangnya.
" Tidak apa-apa, santai saja, saya kesini ingin melihat kampung nya Karyono, dan ternyata sangat rapih dan sejuk, apalagi dia memiliki 2 adik yang cantik-cantik", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, tapi saya sudah cacat dan kata Dokter saya akan cacat seumur hidup", Sahut Nayla dengan mata berkaca-kaca.
Ranti mendekat dan mengecek dengan mata Semestanya, dan memang benar kata dokter, kemungkinan sembuh sangat Kecil.
" Sabar dan berdoa, tapi aku mau tanya, seandainya kamu bisa sembuh dan berjalan normal, hal apa yang akan kamu lakukan?' tanya Ranti.
" Aku ingin kuliah, dan menjadi seorang Dokter hebat, dan membuka klinik di kampung saya ini atau di kecamatan, yang kedua tentunya membalas kebaikan orangtuaku, selama 1 tahun mereka juga sudah menderita karena saya sakit", ujar Nayla.
" Nayla, Apakah kamu percaya dengan keajaiban?' lanjut Ranti bertanya
" Saya percaya, makanya saya selalu berdoa dan selalu sabar, saya juga tidak mau terlalu merepotkan ayah dan ibu, makanya jika saya sembuh dan bisa kuliah serta bisa bekerja, merekalah prioritas utama yang harus aku bahagiakan, kemudian kakak-kakakku dan adikku satu-satunya Anjeli, dia tak pernah meninggalkan ku, kecuali dia sekolah dan bekerja di warung bakso", ujar Nayla mengungkapkan harapan dan cita-citanya.
" Bangga saya bisa mengenal kamu, dan ini mungkin bisa dikatakan takdir, padahal tadi saya sudah bilang Karyono agar Anjeli bawa pakaian ganti karena kita mau nginap di hotel, tapi dia lupa, ternyata kamu bernasib baik,
" Nayla, Asal kamu yakin dan percaya, hari ini juga kamu akan ikut kita jalan-jalan ke Bandar Lampung dan nginap bersama kami di hotel, tapi kamu harus menahan sakit selama 30 Menit, apa kamu bersedia ? tanya Ranti.
" Rose, apakah Pill Rekonstruksi Tulang dan Fisik, sudah cukup menyembuhkannya, soalnya tulang kakinya sudah hancur", ucap Ranti.
* Bisa Tuan, tapi sebelumnya berikan campuran ginseng, madu dan setetes embun Pohon Kehidupan, Rose sudah mencampur semuanya, dan sudah ada di kotak obat anda Tuan, setelah itu, buka peredaran darahnya dengan Akupuntur, dalam kondisi tidak berpakaian dan telapak kakinya harus bersentuhan dengan telapak kaki pria, agar energi Yang bisa seimbang, dan Tuan juga harus mengeluarkan Energi Positif.
Setelah jarum akupuntur di lepas, tuan berikan minum air putih bercampur air surgawi, terakhir adalah Pill Rekonstruksi Tulang dan Fisik
" Apapun syaratnya saya bersedia, setahun saja saya mampu bertahan walau sia-sia, apalagi hanya 30 Menit", Silahkan Nona Muda, ujar Nayla.
" Nayla, saya akan mengobati kamu, tapi kamu tidak harus membuka seluruh pakaianmu, dan nanti Karyono akan ikut membantu saya, hany satu-satunya cara agar kamu bisa berjalan lagi, kedokteran di dunia ini tidak akan mampu menyembuhkan kakimu, apalagi keduanya patah, maaf Tulangnya bukan hanya patah tapi hancur, jadi saya butuh Energi dari laki-laki.
Disini hanya ada ayahmu dan Karyono, Ayahmu sedang sakit, sedangkan saya butuh energi besar, untuk proses awal, semua tergantung kamu, jika kamu malu, saya mohon maaf tidak bisa memenuhi keinginan kamu untuk sembuh
Orangtua Nayla, kebingungan dengan cara pengobatan yang Ranti sampaikan, tapi mereka masih yakin.
" Kak Nayla, kita tumbuh Besar bersama, saya saja sudah besar masih manja dengan kakakku, Anjeli ingin kita tahun ini sama-sama kuliah, dan juga bisa jalan-jalan bersama", ucap Anjeli mencoba meyakinkan Nayla.
" Nona Muda, saya bersedia", ucap Nayla lantang.
" Sandrina, tolong ambilkan Ransel saya dan bawa kesini", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab Sandrina dan berlari ke mobil.
Ranti mengambil kotak obat dan membukakan, benar kata cairannya ada dan dikemas dalam botol.
" Nayla mari kita, Anjeli tolong bantu Nayla buka baju, dan ibu tolong rebus Air 2 panci, Karyono kamu ambil kursi dan taruh kedua tempat kaki Nayla dan tahan kaki Nayla, Anjeli bantu luruskan kaki Nayla agar tetap menempelkan dengan telapak kaki kakakmu, ujar Ranti
" Nayla, minumlah ini, ini cairan perangsang sel pembentuk sum-sum, nanti kakimu akan terasa hangat selama 5 menit, rileks saja, percayalah, jam ini adalah terakhir kamu cacat, jam berikutnya kamu sudah normal kembali", ucap Ranti memberi semangat.
Nayla merasakan hangat di kedua kakinya, apalagi di daerah yang tulangnya hancur, Karyono justru merasakan kalau kakinya agak dingin, kemudian Ranti memberikannya Pill Booster Energi.
Setelah 5 menit berselang, Ranti mengambil jarum akupuntur, kemudian dia mulai menusuk titik saraf, reaksi Nayla dan Karyono berbanding terbalik, jika Nayla mulai merasa hangat berbeda dengan Karyono, yang kedinginan, tapi dia bertahan, kali ini Ranti memberikannya juice buah abadi.
Setelah tahap pertama dan kedua selesai, terlihat tubuh Nayla kembali memerah, apalagi bagian kakinya, yang biasanya sudah lemah, kini urat-urat saraf seperti telah terbangun Kembali.
" Nayla minumlah, habiskan semuanya", perintah Ranti, sambil masih menahan tubuh Nayla agar duduk tegak.
Nayla sudah membuang rasa malu dengan kondisinya yang tak berpakaian, dilihat ayahnya dan Karyono, di pikirannya hanya 1, " Aku harus sembuh".
Selesai minum, Ranti mengingatkan bahwa tanpa ini adalah tahap yang paling menyakitkan, Ranti juga mengatakan kepada Karyono bahwa tugasnya sudah selesai dan silahkan istirahat.
Nayla segera berbaring dan Ranti pun segera memasukan Pill Rekonstruksi Tulang dan Fisik ke mulut Nayla, kemudian Ranti membagikan masker khusus kesemua orang disitu, selanjutnya Ranti juga memblokir suara, agar teriakan Nayla tidak kemana-mana.
Teriakan demi teriakan terus bergema, psk Budiono dan istrinya sampai menangis melihat putri mereka sedang berjuang.
__ADS_1
Anjeli dan Karyono juga meneteskan air mata, walau mereka hanya sepupu dengan Nayla, tapi mereka besar bersama, Karyono sangat yakin Nayla akan sembuh.
Sandrina sendiri, tetap tegak berdiri di samping Ranti, yang sedang menyalurkan energi positif ke tubuh Nayla.
Akhirnya terdengar bunyi bunyi penyatuan tulang, kaki Nayla berangsur-angsur kembali normal, tapi disinilah puncak kesakitannya, namun selang 10 menit kemudian, teriakan Nayla mulai mereda, dan keluarlah cairan kental dari pori-pori Nayla, yang disertai dengan bau yang menyengat.
Setelah proses menyakitkan selesai, Nayla tertidur, tubuhnya seperti di Balur dengan oli bekas.
" Bu siapkan airnya, sebentar lagi Nayla bangun dan harus berendam 2x di air hangat", perintah Ranti.
Nayla, akhirnya bangun, dan melihat sekelilingnya, akhirnya dia tersenyum.
" Nayla, coba kamu gerakkan kakimu perlahan", perintah Ranti.
Nayla mengangkat kakinya dan menggerakkannya, dan ternyata kakinya sudah sembuh.
" Ayah kaki Nayla sudah bisa bergerak, ucap Nayla dengan gembira.
" Syukurlah nak, bapak janji akan menguliahkan kamu, biar cita-cita mu terwujud.
Seketika Pak Budiono berlutut, dan berterimakasih.
" Bangunlah, saya tidak pantas mendapatkan penghormatan dari bapak, bapak adalah ayah baik, ini sudah takdir, dan saya juga senang bisa membantu anak bapak, pesan saya jangan pernah menceritakan Maslah ini kepada siapapun, kecuali anak tertua bapak", tegas Ranti.
" Saya berjanji Nona Muda, Tapi maaf kami tidak punya uang banyak untuk membayarnya", ujar Pak Budiono.
" Ini gratis, kalian orang hidup dengan kasih sayang keluarga yang hebat, lihatlah di luar sana, banyak saudara saling bermusuhan, tapi lihat bagaimana Nayla, Anjeli dan Karyono yang saling menyayangi, jadi tidak Perlu bapak dan keluarga membayarnya, cukup jaga pesanku saja.
" Nayla, bangunlah dan berjalanlah ke kamar mandi, melangkahlah dengan pasti", perintah Ranti.
Dengan penuh semangat dan keyakinan, Nayla bangun dan berdiri, walau terbersit keraguan, tapi dia masih yakin.
Dan akhirnya Nayla bisa berdiri sempurna, dan mulai melangkah perlahan-lahan, hingga terlihat dia berjalan dengan santai ke kamat mandi, dan masuk dalam bak besar dan berendam, setelah itu Ranti memberikan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, lanjut dia Berendam, hingga akhirnya terdengar suara orang Mandi seperti biasa.
Selesai Mandi, dia keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk menuju kamarnya dan berganti pakaian, Ketika dia keluar kamar, orangtuanya kagum dengan perubahan putrinya, yang tambah cantik bahkan tambah tinggi.
Namun tiba-tiba, Nayla mendekati Ranti dan berlutut, berterimakasih.
" Sama-sama, berdirilah, seperti janji saya, sejam lagi kita jalan-jalan ke Bandar Lampung, saya ingin lihat seindah apa kota Bandar Lampung", ujar Ranti.
" Ayah, Bunda, Nayla boleh pergi jalan-jalan dengan Nona Muda dan kak Aryo serta Anjeli, juga nginap di hotel pulang besok", tanya Nayla.
" Pergilah, bersenang-senanglah, justru ayah dan ibu bahagia melihatmu bisa seperti gadis lainnya, tapi tetap berhati-hati ya sayang", sahut ibunya Nayla.
" Ia Bu, kalau capek tinggal minta gendong sama kak Aryo, kakak sepupu terbaik sedunia", puji Nayla.
" Kamu itu, tetap saja seperti anak kecil, selalu minta gendong kakakmu, nanti kapan kakakmu bisa punya pacar", ujar ibunya Nayla.
" Hehehehe, abisnya kak Aryo membiasakan Nayla dan Anjeli seperti itu, kalau capek jalan pasti di gendong kakak, protes Nayla.
Nayla kembali ke kamar dan menyiapkan baju ganti diisi dalam tasnya.
Ketika Nayla keluar dari rumah, nampak banyak warga yang berada di depan rumah Karyono, terkejut melihat melihat Nayla dan Anjeli berjalan bersama, dan mereka tidak melihat Nayla duduk di kursi roda.
Di depan halaman seorang warga sedang berkumpul beberapa pemuda, ternyata salah satunya mantan pacarnya Nayla, dia meninggalkan Nayla setelah 3 bulan Nayla pulang dari rumah sakit, dia tidak mau punya pacar yang cacat.
Namun saat ini dia melihat Nayla telah sembuh dan bahkan jauh lebih cantik dari sebelum kecelakaan, kemudian dia datang mendekat.
" Hei Nayla, syukurlah kamu sudah sembuh, kapan-kapan jalan sama aku yuk", ujar pria berasa tidak bersalah.
" Maaf, kita sudah tidak memiliki hubungan apapun, jadi sejak kamu ninggalin saya, sejak itulah saya berjanji tidak akan pernah jalan berdua dengan kamu", ujar Nayla.
" Wow, mentang - mentang sudah sembuh kamu sekarang sombong padaku", ujar laki-laki itu.
" Saya tidak sombong, hanya pikiran saya sudah terbuka, ternyata kamu tidak tulus mencintai saya, tapi aku bersyukur karena Tuhan memberikan saya kesempatan kedua, jadi tolong jangan ganggu saya", ujar Nayla.
Laki-laki tidak tahu malu dengan kasar menarik Nayla hingga hampir terjatuh.
" Hendi apa yang kamu lakukan pada adikku", bentak Kartono dan langsung menggeser Nayla ke punggungnya.
" Kamu berani menantang saya, sadar Aryo kamu itu siapa, apa kamu lupa, siapa Ayahku adalah tuan tanah di kampung ini", ejek Hendi.
__ADS_1
" Lalu, apa kami harus tunduk padamu, ingat baik-baik, sekali lagi kamu kasar pada adikku, kamu berhadapan dengan saya", ancam Karyono.
Hendi seketika terdiam melihat raut wajah Karyono yang sudah merah, aslinya memang di kampung itu tahu kalau Karyono sangat pandai berkelahi, tapi selama dia tidak ganggu, Karyono adalah anak paling Baik, siapapun akan di tolong olehnya.
Hendi langsung mundur dan menaiki motor nya dan tari gas pergi, namun sayang, Ranti paling benci orang seperti itu, kemudian memerintahkan Drone untuk menghancurkan motor Hendi.
Tiba-tiba, terdengar suara ledakan, dan terdengar orang berteriak minta tolong, hingga akhirnya para warga berkumpul dan membantu Hendi, ternyata menderita luka bakar dan kaki kirinya patah hingga tulangnya kelihatan.
Namun anehnya, orangtua Hendi datang dan langsung memaki ke Karyono.
" Apa yang kamu lakukan dengan motor anakku, kamu tahu itu motor mahal, gara-gara kamu kaki anakku patah, dan kamu harus ganti rugi biaya pengobatan anak saya, kalau tidak ku laporkan kamu ke kantor Polisi.
" Hei pak Tua, motor anakmu tidak parkir di halaman rumah ini, dan kapan Karyono menyentuh motor anakmu, disini banyak saksi kalau anakmu yang datang kesini sendiri sedangkan motornya di parkir di sana, yang ada teman-temannya, jadi apa hubungannya Karyono", bentak Ranti.
" Kamu siapa, kamu bukan warga disini, jadi kamu tidak berhak bersuara disini", bentak ayahnya Hendi yang terkenal Sombong.
" Jadi apa mau kamu pak Tua, tanya Ranti.
" Karyono harus bertanggungjawab atas kecelakaan anakku", jawab ayahnya Hendi.
" Apa buktinya, yang harus kamu tuduh itu justru orang yang duduk dekat motor anakmu.
" Drone bakar Mobil yang tidak Pakai orang ini, sisakan satu buat antar anaknya ke rumah sakit", Perintah Ranti.
" Karyono mari tinggalkan manusia yang tidak tahu diri ini, perintah Ranti.
" Dan kalian warga disini, kalian melihat sendiri Karyono yang di maki-maki oleh anaknya, anaknya juga bertindak kasar ke Nayla, tapi Kenapa kalian diam, teriak Ranti.
" Mereka akan bersaksi bahwa Karyono yang merusak motor anak saya hingga mengakibatkan anak saya celaka", ujar ayahnya merasa menang.
Namun sayang kemenangan itu segera hilang setelah dia melihat asap membumbung dari rumahnya, secepat pelari ayahnya Hendi Pergi, dan saat tiba di pekarangan rumah, 2 unit mobil Fortuner dan Innova sementara terbakar, motor Nmax nya juga ikut terbakar, tiba-tiba handphone berdering ternyata dari istrinya minta agar dia segera datang ke klinik karena Hendi mau dirujuk ke rumah sakit.
Ayahnya Hendi kebingungan mau pakai kendaraan yang mana, terpaksa dia kembali ke rumah Karyono.
" Hei antar saya ke klinik sekarang, Perintah Ayahnya Hendi.
" Kamu siapa main Perintah dan emangnya ini mobil kamu, dasar tidak malu, kata orang kamu punya banyak tanah dan banyak mobil, pakai saja mobil kamu", bentak Ranti.
" Mobil saya sudah hangus terbakar juga motor saya, dan itu salah kalian", tuduh Ayahnya Hendi.
" Hahahaha, anakmu celaka salahkan orang lain, mobilmu hangus terbakar juga orang lain lain yang kamu salahkan, saya bingung dengan otakmu, ganti otakmu dengan otak udang saja', ejek Ranti.
" Dan kalian para warga yang hanya diam, saya minta maaf, saya tidak menerima suami atau anak kalian atau kalian sendiri yang mendaftar bekerja di perusahaan saya, ingat itu baik, minta pekerjaan saja ke manusia ini', teriak Ranti.
" Rose, mana orangmu yang bertugas merekrut warga disini, tolong dia kesini", ujar Ranti.
* Mereka berada di balai desa, Rose akan menghubungi mereka sekarang", ujar Rose.
" Jadi kalian tidak mau bertanggung jawab, teriak ayahnya Hendi.
" Tidak !. apa bukti kesalahan kami", silahkan", tentang Ranti.
" Baiklah kalau begitu, saya telpon polisi sekarang juga", ucap ayahnya Hendi.
" Totok, kamu mengancam keponakan saya, saya pikir siapa yang buat keributan, ternyata kamu, beraninya kamu karena punya uang, hingga mampu membeli hukum begitu, anakku baru sembuh dan ditarik kasar oleh anakmu, saya yang harusnya yang laporkan anak mu ke polisi", ujar pak Budiono.
" Hei Budiono, kamu sadar diri, tempat kamu mengajar, saya ketua yayasannya, jadi mending kamu atau saya keluarkan kamu dari sekolah itu", ancam si totok.
" Keluarkan saja, putri saya lebih berharga dari apapun", Sahut Budiono langsung.
" Baiklah, mulai besok kamu sudah tidak boleh mengajar di sekolahku, ujar totok.
" Baik, Kamu pikir saya akan mengemis kepadamu, kalau bukan Kepala sekolah kamu yang datang kerumah, saya juga malas mengajar di sekolah kamu, jadi baguslah saya punya alasan untuk menjawab kepada Kepala sekolah", ujar Budiono.
" Maafkan kami Nona Muda, ujar anak buah Rose.
" Karyono sebutkan anggota keluarga dark warga yang diam saja saat kamu dituduh oleh manusia gila itu.
" Selamat siang Nona Muda, saya kades disini, terimakasih sudah mau mengajak warga saya bekerja di proyek Anda", ujar kepala desa itu.
" Biar saya luruskan, Orangtua itu menuduh dan memfitnah Karyono yang jadi penyebab anaknya kecelakaan dan mobilnya terbakar, dari tadi warga melihat Nayla di tarik paksa oleh anaknya, hampir jatuh jadi Karyono membela Nayla, mereka beradu mulut, lalu anaknya pergi dan celaka, namun Karyono yang disalahkan, sialnya warga disini justru diam tidak mau bersaksi bagi Maryono, jadi seluruh warga yang saya tolak sampai kapanpun untuk bekerja di Proyek saya, jadi maaf pak Kades, saya tidak suka punya pegawai yang membela kejahatan,
__ADS_1