
" Maaf Nona Muda, tadi Nona telpon bos di Kantor nya Attila ya ? tanya Pak Antara.
' Ia, saya telpon direktur utama atau CEO, saya menaikkan pangkat Attila menjadi supervisor, gajinya 15 juta, istrinya tetap, tapi bedanya dia hanya membersihkan 2 ruangan saja, ruang pribadi saya dan ruang kerja saya ", Ucap Ranti.
" Kalau begitu apa jabatan Nona Muda di kantor itu? tanya Pak Antara.
" Hahahaha, Bank salah satu perusahaan Keuangan milik Saya, telpon anak bapak sekarang suruh dia pulang sama istrinya, biar dia bisa lihat perubahan bapak dan ibunya yang sekarang", jawab Ranti.
" Nona Muda, itu perusahaan besar, makanya anak saya berharap bisa menjadi karyawan di perusahaan itu, dan ternyata, Nona Muda pemiliknya, yang sudah sudah dianggap kakak perempuan oleh Aisyah", Ujar pak Antara.
" Santai saja, selama dia tidak nakal, pasti selalu ku sayang, kalau dia nakal, aku pecat dia jadi Adikku", Ucap Ranti.
" Kakak, Aisyah janji gak akan nakal", ucap Aisyah manja.
" Hahahaha, makanya buat kakak selalu bangga padamu, pasti kakak akan selalu menyayangimu, sana cuci muka dulu terus ganti baju kita jalan- jalan", Ucap Ranti.
" Baik Kak, Ucap Aisyah lalu beranjak dan membawa kotak yang berisi perlengkapan motor.
" Kamu Diman, jangan coba- coba mengganggu Aisyah, jika ku dengar kamu macam-macam, ku hajar kamu, ancam Ranti.
Diman tak bisa bicara apa-apa, hanya tertunduk lesu, dia berpikir jika melawan pasti di buang ke kampung, yang dia heran kenapa nasib keluarga Aisyah begitu mujur, Anjas dan Atilah bekerja di di perusahaan Ranti, Anak juga katanya di kasih jabatan, sekarang Atilla juga dapat jabatan, Aisyah lebih beruntung lagi, di belikan mobil 3 milyar, dan pasti dapat tabungan, akhirnya dia memutuskan untuk bertahan dulu, nanti kalau sudah lulus tahun depan baru lapor bapak.
" Kenapa kamu diam, bentak Ranti.
" Maafkan saya Nona Muda', ucap Diman.
" Kamu pikir aku percaya dengan kata maaf kamu, tapi biarkan kamu disini, selama kamu tidak mengganggu Aisyah termasuk barang miliknya, sudah bagus aku masih menyuruh Aisyah memberikan kamu uang 30 ribu sehari, itu karena aku masih ada rasa kasihan sama kamu", tegas Ranti.
" Bu kasih saja 100 ribu per Minggu Untuk beli Bensin, kalau jajan sudah ku titipkan ke Aisyah tiap hari 30 ribu, dan kalau dia mau pulang kampung berikan 250 atau 300 ribu saja, dia sudah mulai belajar merokok dan minum alkohol", ujar Ranti.
" Diman, kenapa kamu membuat bibi kecewa, tapi semua terserah kamu, jika kamu mau seperti itu, Bibi hanya pasrah, percayalah, mulai hari ini, Bibi tidak akan melarang apapun yang akan kamu lakukan, kecuali barang milik Aisyah, dan Paman kamu, Padahal bibi ingin kamu kuliah, agar masa depan kamu lebih baik, tapi kamu ternyata tidak bis di kasih hati", ucap ibunya Aisyah.
" Ayo kak, Aisyah sudah siap", ucap Aisyah.
" Pak, Bu, kami jalan- jalan dulu" ijin Ranti.
" Hati-hati Nona Muda, sahut Ibunya Aisyah.
" Aisyah, jangan buat Nona Muda repot", sambung Ayahnya Aisyah.
Para tetangga kios selain yang sebelah kanan, semuanya iri dengan kedekatan Aisyah dan Ranti, apalagi mereka tahu ternyata mobil, dan motor serta kios semua berasal dari Ranti.
" Bu Antara, apa gak takut nanti Aisyah di jual ke pria hidung, secara mana ada orang memberikan sesuatu itu dengan gratis", Ucap salah seorang tetangga kios.
" Saya percaya dengan Nona Muda Ranti, kedua anak laki-laki saya bekerja di perusahaannya, untuk apa kita berprasangka buruk", ucap ibunya Aisyah.
" Ya lihat saja nanti", ujar tetangga itu lagi.
Ayahnya Aisyah, mengambil mobil putrinya dan memarkir persis di didepan kios mereka, lalu menutup dengan tutupan mobil, begitu juga motor Aisyah di tutupi, agar tidak berdebu juga tidak menarik perhatian orang.
Kini Ranti dan Aisyah sedang berkeliling, Ranti berniat membelikan Aisyah rumah, Ranti sudah melihat di internet ada rumah yang akan di jual, cukup besar dan juga ada kontrakkan 11 Pintu, cukup buat nambah tabungan Aisyah, itulah pikiran Ranti.
Akhirnya Ranti berhenti di pinggir jalan dan menelpon tulisan Nomor telpon yang tertera di depan rumah Besar itu, si pemilik rumah itu mengangkat telpon Ranti, Ranti berkata dia ada di depan rumah itu. Pemilik rumah meminta Ranti tunggu dia pintu.
" Aisyah, menurut kamu apa rumah ini bagus", tanya Ranti.
__ADS_1
" Bagus, pasti mahal ya kak kalau rumah sebesar ini? Aisyah balik bertanya.
" Kalau kalau kakak baca di iklan, harganya 2,2 milyar, dan ada kontrakan 11 pintu, untuk pemilik sendiri ada 4 kamar, dan ini dekat dengan Kios kalian, kalau Aisyah mau kakak belikan untukmu, biar kamu nyaman dan mobil kamu tidak kepanasan dan kehujanan saat parkir berhari - hari, karena ada 1 garasi yang muat untuk 2 mobil, berarti mobil kamu dan 2 motormu, kamu juga bisa ada uang tambahan dari kontrakan 11 pintu. cukup buat bayar listrik dan air rumah ini", Ucap Ranti.
" Aisyah sebenarnya berencana mau beli tanah kosong, kata ayah lahan kosong depan Kios kami itu mau di jual, ada sekitar 5000 meter, kata ayah itu cukup bagus buat Kios dan minimarket serta kontrakan, karena banyak pekerja Pelabuhan yang kontrakkannya agak jauh, begitu juga yang jualan, kata ayah pemiliknya mau jual dengan harga 7,5 milyar", Ucap Aisyah.
" Apa Aisyah juga mau dengan tanah itu? tanya Ranti.
" Pasti maulah, buka supermarket, rumah makan, dan kontrakkan lalu tambah beberapa kios ukuran sedang kan lumayan buat tabungan Aisyah, dan Aisyah sudah bisa mulai menjadi Bos, walupun baru bos kecil, hehehe", ucap Aisyah.
" Kakak belikan dan dan bangun sesuai keinginan kamu, tapi janji 1 hal, jangan Sombong dan pemalas seperti sepupumu", tegas Ranti.
" Buat apa Sombong kak, Aisyah sangat kagum dengan kakak, biarpun kaya raya tetap rendah hati, sombong itu kata ayah hanya kenikmatan sesaat, karena disaat kita jaya, maka banyak yang memuji, tapi saat kita hancur, lebih banyak yang mentertawakan dan membenci kita, makanya, Aisyah berprinsip sedikit teman asal tulus tanpa memandang harta daripada, banyak teman tapi karena mereka melihat harta kita.
Jujur saja kak, Aisyah di sekolah hampir tidak punya teman, karena Aisyah gak mau seperti mereka yang pulang sekolah tidur, Sore keluyuran gak jelas, Apalagi kondisi ayah dan ibu yang pas-pasan, jadi Aisyah lebih senang bantu ibu jualan, sambil belajar berbisnis, makanya cita-cita Aisyah ingin jadi orang kaya, dan jalannya adalah berbisnis, dan sebagai tahap pertama Aisyah harus kuliah Bisnis, agar lebih mantap pengalaman dan teori di kuliah", ucap Aisyah.
" Hebat kamu Dek, kakak janji akan selalu mendukungmu, walau kakak jauh dari kamu, tapi ingatlah kakak selalu memantau perkembangan kamu setiap hari, suatu saat kakak akan kenalkan kamu dengan 10 saudara Kakak", ucap Ranti.
" Baik Kak", jawab singkat Aisyah.
Ranti melihat pintu pagar rumah itu terbuka dan terlihatlah si pemilik Rumah, Ranti dan Aisyah beranjak turun dari mobil dan langsung menyapa wanita pemilik rumah itu.
" Selamat sore Bu, perkenalkan saya Ranti dan ini adik saya, apa benar ibu ingin menjual rumah ini ? tanya Ranti tanpa membuang waktu.
" Saya Ainun, mari silahkan masuk, kita bicarakan di dalam saja.
Sampai di ruang tamu, Ranti memindai seluruh isi rumah, statusnya bangunan baru 5 tahun.
" saya memang mau melepas rumah ini, karena saya mau Kembali ke Medan, ke kota kelahiran saya, disana juga saya punya Rumah, dan kedua anak saya sudah punya usaha disana, anak ketiga saya sudah bekerja di Jakarta, katanya sudah naik jabatan menjadi supervisor perusahaan besar, dan sekarang sedang mencicil rumah, ujar Ibu itu.
" Suami ibu dimana? tanya Ranti.
" Maaf atas pertanyaan saya', ucap Ranti.
" Tidak apa-apa, lagian itu 10 tahun yang lalu, tapi tenang saja, rumah dan tanah ini atas nama saya pribadi, kalau Nona mau tanah di samping saya ini ada 2 kapling, totalnya 1400 meter, sertifikatnya lengkap, dan boleh cek ke BPN, pajak tidak menunggak, kalau Nona mau tiga Tanah saya jual 4,5 milyar, sudah cukup untuk hari tua saya.
Tanah disamping bisa dibuat kontrakan, 2 lantai bisa 30 Pintu, masih bisa untuk parkiran taman, saya jamin pasti laku kontrakannya, banyak perusahaan disini, apalagi dekat dengan pelabuhan, hanya 15 Menit sudah sampai", ujar ibu pemilik.
" Baik Bu, saya ambil semuanya, besok pagi orang saya akan akan datang mengurusnya, siapkan saja surat-suratnya, saya berikan tanda jadi 1 milyar ke ibu hari ini, bagiamana? tanya Ranti.
Ranti sudah mengecek Nomor sertifikat dan nama pemilik lahan, serta pajaknya, semua benar, dan juga mata dewa juga melaporkan bahwa status kepemilikan sah atas nama ibu Ainun.
" Baiklah, saya ambilkan kuitansi dan juga materai, dan jika Besok semuanya selesai, Minggu ini saya pindah, semua perabotan disini aku tinggalkan, mungkin kalian hanya perlu mengganti kasur saja, setiap kamar ada ac-nya mungkin sudah bisa di ganti Karena sudah 5 tahun, semua kamar kontrakan penuh, nanti saya berikan jadwal pembayaran mereka, harganya 1,5 juta perbulan", ujar ibu itu.
" Terimakasih Bu Ainun, senang berbisnis Dengan anda, jam 10 pagi orang saya akan datang", ucap Ranti.
" Sama-sama, saya akan akan tunggu kedatangan staf anda Nona Ranti", ujar ibu.
Ranti dan Aisyah kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan bunyi berkeliling kota Cilegon, hingga akhirnya mereka mampir di Ramayana mall Cilegon dan masuk ke gerai KFC.
" Aisyah, rumah yang tadi beserta tanah kosong itu, kakak beli atas nama kamu, nanti juga lahan samping pelabuhan juga kakak akan beli atas Nama kamu, dan semua biaya pembangunannya kakak yang tanggung, semua untukmu, itu kakak lakukan karena kakak pasti sangat jarang ketemu kamu Secara langsung, tapi jangan kuatir, kakak tidak akan pernah melupakan kamu apalagi membuangmu, kalau kamu kangen dan ada waktu, datanglah ke Surabaya, soal tiket itu urusan kakak", ucap Ranti.
" Terimakasih Kak, Aisyah mengerti dengan kesibukkan kakak, pasti pas libur dan tidak sibuk, Aisyah akan menghubungi kakak kalau mau ke Surabaya, Aisyah juga nanti meng-upload semua kegiatan pembangunannya jadi kakak bisa melihatnya", Balas Aisyah.
Tak terasa waktu sudah sudah jam 7 malam, mereka lanjut berkeliling dan mampir beli martabak, dan akhirnya mereka Kembali ke Kios.
__ADS_1
" Kakak, tidur disini saja ya", ujar Aisyah.
" Maaf Dek, staf kakak sudah menyewakan kakak hotel di Aston hotel, kakak juga ada pertemuan dengan mereka nanti ucap Ranti berbohong.
" Oh ya sudah kalau begitu, ucap Aisyah.
" Antar kakak ke kamar kamu, ada hal yang akan Kaka berikan kepada kamu", Ucap Ranti.
Sampai di kamar Aisyah, Ranti tersenyum melihat penataan kamar yang rapi, semua Tembok ternyata di lapisi dengan wallpaper yang sangat Bagus, tidak barang satupun yang berserakan.
" Aisyah, kakak berikan kamu sebuah benda ajaib, tapi jangan beritahukan kepada siapapun, kecuali Anjas, dua sudah kakak berikan, sama juga dengan Anjeli, Nayla dan Karyono, namun punya kamu lebih tinggi dari mereka, hanya saja modelnya sama agar mereka tidak bertanya-tanya kepada mu.
" Ini namanya Cincin Ruang Penyimpanan, dalam Cincin ini kamu bisa menyimpan segala hal, kecuali benda hidup, sekarang kamu teteskan darahmu ke cincin nya, nanti dia akan melingkar otomatis di jari kamu.
Aisyah melakukan apa yang di perintahku Ranti, kemudian cincin itu bersinar dan melingkar di jati Tengah tangan kanan Aisyah, dan seketika sekujur tubuh Aisyah terasa hangat. Dan selang beberapa menit merasakan sensasi dari Cincin Ruang pemberian Ranti, akhirnya Aisyah kembali normal.
" Aku rasanya menyatu dengan cincin ini, dan aku bisa merasakan sejuk dan nyaman, pikiran juga lebih tenang", ucap Aisyah.
" tolong jaga rahasia ini dari siapapun, jika kamu mau mengambil atau memasukkan barang, jangan sampai kelihatan orang, kamu boleh bicarakan ini kepada ayah dan ibumu asalkan mereka tak sengaja melihat kamu menggunakan nya, kamu lihat ini", ucap Ranti dan mengeluarkan makanannya dari dalam cincin bahkan kopi secangkir.
Aisyah melihatnya terkejut, takjub dan heran menjadi satu. Kemudian Ranti menjelaskan manfaat nya, secara gamblang, hingga Aisyah mengerti dan mencoba praktekkan, dengan memasukkan sebuah buku dan mengeluarkan kembali.
" Kakak, berarti nanti kalau kami touring pakai motor, tidak repot bawa tas besar, cukup tas kecil buat isi dompet, handphone dan air mineral, yang lainnya bisa disimpan dalam cincin termasuk pakaian dan bekal makanan, apalagi kalau mampir beli KFC, semuanya tetap hangat walau beberapa hari, terimakasih kak, Ternyata ada barang seperti ini di dunia ini", bahagianya.
" Nanti, surat-surat tanah atas nama kamu, masukkan saja kedalam Cincin, agar tidak tercecer dan selalu ada bersama kamu, terakhir Cincin Ruang ini tidak akan bisa hilang karena jika 3 jam kamu tidak menggunakannya maka dia akan akan Kembali dengan sendirinya ke kakak, oleh karena itu jangan pernah di lepaskan, Batu warna hijau itu adalah batu giok asli dan harganya lumayan mahal.
Perlu di ketahui, yang sudah mendapatkan Cincin Ruang, hanya Tiara, Sonia, Robin, suster Diana, Rendi, Ayah dan ibu Ranti, Lukman dan Suratmi, Yolanda dan Maureen. yang paling tertinggi adalah kedua orang tua Ranti, Tingkat Platinum, kelebihannya sudah bisa memasukkan hewan hidup, selebihnya memiliki fungsi yang sama hanya luas dan durasi waktu yang berbeda.
" Juice yang ada di dalam Cincin kamu, jangan berikan kepada sembarangan orang, kecuali ayah dan ibumu, juga abangmu Atilla,tapi jangan dengan botolnya, setelah kosong botol itu masukkan lagi ke dalam Cincin, nanti botol itu akan hancur sendiri, dan setelah habis telpon kakak, makanya nanti baca baik-baik aturannya", ucap Ranti kemudian berdiri dan mengajak Aisyah turun ke lantai bawah.
" Kak Besok jangan lupa datang ya, dan apakah Aisyah besok bawah mobil atau motor? tanya nya.
" Besok bawa mobil, nanti kakak jelaskan ke Pihak Sekolah, bila perlu kakak akan minta ijin agar kamu setiap hari bisa bawa mobil kesekolah kalau kamu mau", ucap Ranti.
" Jangan tiap hari, nanti kalau hujan saat kesekolah saja, ucap Aisyah.
" Ya sudah kakak pergi dulu, besok pagi juga kakak sudah sini, Kakak mau ketemu dengan abangmu dulu baru pulang Surabaya, Ucap Ranti.
" Bagaimana Pak Antara, apakah Atilla mau datang besok kesini? tanya Ranti.
" Mereka berangkat jam 7 Mungkin jam 10 malam ini, nanti bapak jemput di Cilegon", Pak Antara.
" Baguslah, besok Sore mobil untuk Atilla datang, agar nanti dia pulang bisa bawa mobil, ujar Ranti.
" Kak, merek apa mobilnya? tanya Aisyah.
" Sama dengan abangmu Anjas, Toyota Corolla Cross, pokoknya mobil kamu lebih mahal dari dari kedua abangmu, punya mereka hanya 600 juta, sedangkan punya kamu itu 3 miliar, apa kamu masih nambah mobil lagi",. tanya Ranti.
" Tidak, ini sudah cukup, nanti saja Kalau sudah lulus Kuliah, yang ini saja Pasti jarang di pakai, ucap Aisyah.
" Ya sudah, pokoknya kalau kamu mau apa-apa kasih tau kakak, oh ya tanah yang kamu maksud itu Bedok jadi milikmu, rumah dan tanah yang tadi juga akan jadi milikmu", ucap Ranti.
Pak Antara dan istrinya sama sekali tidak berani berkomentar, sejak orang dari Rose yang mengantar mobil Aisyah memberitahukan apa yang Ranti tidak suka kalau dia lagi memberikan sesuatu.
" Nona Muda terimakasih, setelah berpuluh tahun, akhirnya kita punya Tanah sendiri, walaupun bukan milik bapak dan ibu, tapi kami bersyukur Aisyah bisa memiliki tanah di Merak ini", ucap pak Antara terharu.
__ADS_1
" Silahkan cari kontraktor, karena Besok sore orangku akan datang membawa seluruh dokumen yang sudah di balik nama Dengan Aisyah Antara.
Satu lagi, soal keponakan kalian, dia jangan tinggal disini, biarkan saja dia di kontrakan lama kalian, bayar saja hingga dia lulus, dia boleh kesini kalau mau makan saja, biar dia paham arti hidup itu seperti apa", ucap Ranti dan langsung beranjak masuk mobil dan berangkat menuju hotel Aston Cilegon.