SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membantu Pemerintah


__ADS_3

Pujiono yang sedang mengendarai mobil baru milik calon istrinya, mendapatkan pesan dari Ranti


" Kali kumaafkan atas kesalahan kamu, yang tidak menghargai ku sebagai keluarga dan pimpinan, jika terjadi sekali lagi, jangan pernah memanggil saya Nona Muda lagi"


Pujiono langsung menepi dan membalas pesan dari Ranti


" Terimakasih Nona Muda, saya tetap akan menjalankan hukuman, baru saya lega, dan punya muka berhadapan dengan semua teman saya, balas pesan Pujiono.


Ranti tak membalasnya, dia lebih fokus dengan ibu wali kelasnya yang terus memohon agar calon suaminya jangan di hukum.


" Sudahlah, saya sudah di jemput, ingat baik-baik, ibu sudah tau saya siapa, jadi pegang baik-baik rahasia ini, dan ibu setelah menikah juga wajib mentaati peraturan di keluarga Tim Keamanan, ibu boleh tanya kepada yang istri-istri dari anggota Tim Keamanan yang lain, dan belajar dari mereka, saya tidak membuat mereka menjadi babu atau jongos, karena mereka adalah manusia yang sama dengan saya, saya pikir ibu mengerti maksud saya, saya memang baik kepada mereka tapi juga sangat tegas dengan aturan, ucap Ranti


" Ibu mengerti, maafkan ibu karena baru sekarang ibu tahu, kalau Ranti yang sudah membuat mas Pujiono menjadi orang baik dan taat menjalankan ibadah, ucap wali kelas Ranti


" Anggaplah ini sebagai pembelajaran ibu juga, bahwa betapa berharganya keluarga itu, sayang boleh, memberi hadiah juga lebih bagus, tapi aturan tetap aturan, dia datang menolong ibu membawa pulang mobil ibu itu hal yang saya suka, tapi ketika saya sadar Pujiono calon suami ibu, baru aku marah beneran, Karena saya merasa tidak di hargai, jika ibu di posisi saya apa ibu tidak sakit hati, tanya Ranti


" Pasti sakit hati, ucap wali kelas nya


" Sudahlah, jangan di pikirkan lagi, saya permisi pulang, kakak-kakakku sudah kelaparan, nanti saya di omelin sama mereka, ucap Ranti dan beranjak Pergi.


Hari berlalu, Ranti ijin tidak masuk, ketiga kakaknya dan adiknya juga tidak masuk sekolah, mereka semua ingin ke istana.


Sesuai jadwal, akhirnya rombongan itu tiba di bandara, 15 menit kemudian mereka naik ke pesawat.


Dan ternyata ada perubahan tujuan, yaitu Surabaya Jogja Jakarta Surabaya. hal ini dikarenakan si kembar ingin juga ke Istana.


Pesawat mendarat di Jogjakarta dan hanya menunggu 1 jam kemudian mereka terbang lagi menuju Jakarta.


Tiba di bandara Soekarno-Hatta, mereka sudah di tunggu oleh 3 mobil mini bus Hiace,


Darel dan Sonia, serta Vanya, juga turut menjemput dengan pakaian formal, begitu juga Ranti yang jarang menggunakan baju stelan wanita biasanya, walau tetap menggunakan celana panjang tapi sepatu pantofel kulit, untung saja bukan high heels, namun begitu dia terlihat lebih dewasa dan anggun.


Rendi sudah menkonfirmasi bahwa yang datang bukan hanya Tim dari perusahaan tapi juga dari keluarga pemilik, dan untung saja pihak istana mengijinkan Tapi tetap protokoler.


Rombongan Jakarta juga sudah terlebih dahulu masuk di istana, mereka disambut dengan begitu kaku, namanya juga istana sudah pasti sistem protokoler berlaku dengan ketat.


Hanya yang berkepentingan yang masuk ke dalam ruang rapat, Ranti, Rendi, Elisabeth, Pak Jusuf Maulana, Hino Nakata, 3 pengelola gedung , Yoga, Dewi dan terakhir Clara. Sedangkan yang lain berkeliling istana di temani para pegawai.


Dalam diskusi mereka, pihak pemerintah ingin mendengar tentang Produk Makanan yang lagi booming, banyak para ahli yang merekomendasikan agar di jadikan produk makanan tambahan wajib untuk bayi dan juga ibu hamil.


Pemerintah bertanya apakah pihak pertama tidak rugi dengan menjual harga pasaran dan cenderung lebih murah, Elisabeth mengatakan perusahaan tidak rugi, hanya keuntungan saja sedikit, tapi tidak masalah, pihak pemerintah yang mendengar kejujuran Elisabeth, tersenyum.


Dari menteri kesehatan, mengajukan kerjasama untuk produk Food Excellent, guna di subsidi untuk warga miskin.


" Elisabeth yang melihat form kerjasama atas lembaga, tidak serta-merta menandatanganinya, dia menyerahkan kepada Ranti.


Setelah kesepakatan produk makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil terjadi, kini mereka membahas soal Pembangunan Mega Proyek Kota Terpadu.


Pak Pribadi yang menjelaskan, sambil menunjukkan site Plan dan master plan. menteri PUPR, senang melihatnya, dia bertanya skema pembiayaan pembangunan, dan di jelaskan oleh Rendi untuk melanjutkan jawaban Pak Pribadi,


" Kami akan membangun secara bertahap, tahap awal adalah menyiapkan rumah tinggal bagi warga, dan anggaran yang kami sediakan berasal dari Perusahaan kami sendiri tanpa ada investor, karena kami tidak ingin membagi saham kami, jawab Rendi.


" Terimakasih, sudah mengundang kami datang ke istana.


Saat ini Presiden sedang berdiskusi dengan Ranti, mereka berdua membicarakan tentang pembangunan yang sedang berjalan, Ranti bersedia membantu negara, dengan berinvestasi di berbagai sektor, yang di kerjakan oleh BUMN.


Saya berjanji tidak akan mengecewakan bapak Presiden, Ranti menjelaskan bahwa dia akan membangun bendungan yang akan berfungsi untuk pembangunan pembangkit listrik, untuk memenuhi kebutuhan listrik di kota terpadu.


Pemerintah sangat setuju, apalagi dengan anggaran pribadi, dan sebagai imbal balik, pemerintah akan membantu segala bentuk perijinan, termasuk izin membangun Bandara Pribadi, yang secara khusus melayani penerbangan pribadi, dan tetap operasional bandara akan diserahkan ke pemerintah.


Dari kementerian BUMN, menyatakan keinginannya untuk mengambil alih beberapa perusahaan besar yang kini di kuasai asing, untuk bisa menjadi pengendali, di 3 perusahaan besar pemerintah membutuhkan anggaran sekitar 500 triliun, sedangkan dana yang tersedia hanya 200 triliun.


" Baik pak Menteri, saya bersedia bergabung, kita ambil alih 3 perusahaan itu, dengan porsi 60 % pemerintah dan 40 % Perusahaan kami RPS Group Company, bagaimana ? tanya Ranti

__ADS_1


" Baik setuju, ucap pak menteri


" Di buat daftar saja, perusahaan mana saja yang paling vital dan dan di kuasai asing saya akan membelinya, dan sebagai pertukaran nya, Pemerintah akan tetap menjadi pengendali, ucap Ranti.


" Apakah Nona tidak merasa di peralat oleh negara, tanya Pak Presiden


" Saya tidak keberatan atau di rugikan, selama bisa berdampak pada kesejahteraan rakyat kita, hanya saya meminta, agar pemerintah benar-benar menghukum para koruptor, ucap Ranti


" Kita awasi bersama, ucap Pak Presiden.


" Pak menteri BUMN, daftarkan juga Perusahaan di bawah BUMN yang sedang sekarat, bila perlu di rampingkan, atau jika berpotensi merugikan segera tutup dan alihkan ke perusahaan yang lain, ucap Ranti


" Banyak anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi di beberapa perusahaan milik pemerintah, ujar pak menteri.


" Benar Pak, tapi saya siap membantu, sudah waktunya kita melakukan gebrakan, dan kita juga membutuhkan ketegasan dalam hal pajak, jika ada perusahaan yang mengemplang pajak silahkan tutup saja, atau ambil alih dan saya siap untuk itu, ucap Ranti.


" Sangat bagus, saya sangat setuju, ucap pak menteri.


" Bank yang sudah bermasalah, pemerintah ambil alih dan merger saja mereka semua yang bermasalah, jadikan satu bank baru yang lebih segar, nasabah tetap aman pemerintah tidak akan dirugikan, dan saya juga siap membantu.


" Baiklah kami akan mempertimbangkan semuanya, ucap pak menteri.


" Maaf Pak presiden dan pak menteri, kita negara kepulauan, untuk bepergian antar pulau pasti moda transportasi yang jadi kendala karena mahal, ada baiknya kita menguasai sepenuhnya tambang minyak bumi, kemudian, kembangkan perusahaan pembuatan pesawat dan juga perkapalan.


Namun itu semua harus di tunjang dengan ketersediaan SDM, sebanyak apapun SDA dan modal yang kita punya kalau kita tidak memiliki SDM yang mumpuni, pasti negara ini tetap bergantung dengan dunia luar.


Dari sekian banyak jumlah penduduk kita, mustahil kita tidak mendapatkan SDM yang berkualitas, Pendidikan Tinggi tidak harus gratis semua, bisa dengan sistem kredit, hitung saja berapa biaya seorang mahasiswa hingga lulus dan terapkan angsuran sesuai kemampuan, dan tetapkan batas waktu hingga saat mengambil ijasah, sangsi bagi yang berhenti atau juga yang malas datang berkuliah, juga harus di atur dengan ketat, saya percaya masyarakat yang di kategori kan miskin akan berminat sekolah, di beberapa negara, banyak yang menyelesaikan utang pendidikan nya saat dia mulai bekerja, ucap Ranti.


" Kita belum mampu dalam hal anggaran operasionalnya, ucap Pak Presiden


" Pasti ada caranya, memang pahit dan akan menuai berbagai protes tapi harus di jalankan, ucap Ranti


" Pemikiran yang sangat idealis, Ucap Pak Presiden.



Renovasi sekolah di desa-desa terpencil


Pembangunan Rumah sederhana bagi masyarakat miskin


Beasiswa siswa berprestasi, 2 orang per propinsi yang mendapatkan nilai tertinggi.


Perbaikan infrastruktur di desa-desa terpencil.



Untuk menjalankan program ini, saya akan mengirimkan orang untuk mengawasi penggunaan anggaran.


" Pemerintah akan membuat lembaga khusus dalam mengelola anggaran ini dan Pihak anda sebagai pengawas.


" Saya bersedia menyumbang kembali di tahun depan jika seluruh target selesai dengan hasil yang memuaskan, dan saya pastikan selama penggunaan anggaran tepat sasaran dan tidak kebocoran, selama kepemimpinan bapak, saya bersedia memberikan dana dengan nominal sama pertahun, Ujar Ranti


Lebih dari 2 jam pertemuan berlangsung, akhirnya selesai juga, beberapa kesepakatan terjadi dalam pertemuan itu dan akan sesegera mungkin untuk di tindak lanjuti.


Semua saudara Ranti dan rombongan mendapat kesempatan untuk berfoto bersama dengan pemimpin negara dan jajarannya.


Ranti dan saudaranya di berikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan Pak Presiden dan Ibu negara.


Banyak momen yang mereka ambil, namun Ranti memohon agar namanya tidak di publikasikan, alasannya dia dan keluarganya tidak mau menjadi konsumsi publik.


Pihak Pemerintah menyetujuinya, dan hanya akan menyebutkan nama Perusahaan.


Sedangkan yang menjadi hal penting lainnya adalah Nama untuk Kota Baru, Yaitu, New Queen City

__ADS_1


Selesai di istana, Ranti dan rombongannya menuju ke Mall Cempaka, untuk makan sebelum bertolak ke Surabaya.


Yoga sudah mengatur restoran tersebut agar tidak menerima tamu dari Pukul 2 siang, dengan alasan bos besar akan datang dengan rombongannya sekitar 25 orang.


Ranti meminta agar mereka semua mengundang pasangannya, bagi yang sudah memiliki pasangan.


Sore hari yang begitu ramai di Mall Cempaka, kini heboh dengan kedatangan rombongan yang di kawal ketat oleh security Mall, dan begitu tiba di lantai 5, khususnya di food court, terlihat para pelayan dan pemilik yang di dampingi istrinya, Juga Bayu Krisna dan Maryana, menyambut kedatangan Ranti dan rombongannya.


Mereka semu mengambil kursi masingmasing. Sebelum Ranti berbicara, secara diam-diam dia memblokir area restoran, agar seluruh pembicaraan mereka tidak terdengar dari luar.


" Terimakasih saya ucapkan kepada kalian semua, dengan adanya undangan ke Istana, menjadi titik baru buat kita melangkah lebih jauh lagi, ucap Ranti.


Setelah seluruh makanan di hidangkan, sambil ngobrol ringan mereka menikmati makanan yang begitu nikmat.


" Bibi ayo makan bareng Salma, ucap Salma ke Maryana yang hanya menyuapi Salma.


" Bibi akan makan setelah bibi pastikan, kesayangan bibi sudah kenyang, ucap Maryana


" Bibi baik sekali, tapi lebih baik kita makan sama-sama, ucap Salma.


Bayu melihat kebahagiaan istrinya bersama Salma, membuat hatinya tersentuh, istri yang dulu begitu judes ke orang lain, kini sudah menjadi ramah kepada siapapun, tetangga kompleks mereka juga sampai bingung, tapi mereka juga bahagia melihat dan merasakan perubahan Maryana.


" Salma sudah kenyang Bi, sekarang bibi yang makan, biar Salma temenin, biarkan saja paman Bayu makan sendiri, hehehehe, ucap Salma yang mampu membuat suasana menjadi bahagia


" Adiknya Nona Muda, sangat pintar dan sangat menggemaskan, ucap Kamala, ke Ranti


" Dia memang seperti itu, oh ya kak Kamala, Duma kenapa tidak di ajak, tanya Ranti


" Sungkan membawa anak di acara resmi seperti ini, ucap Kamala.


" Lain kali tolong di bawa ya, saya kangen ingin melihatnya, ucap Ranti


" Lain akan saya bawa, ucap Kamala.


Ranti berfoto bersama para istri yang hadir di acara makan itu, sebelum berpamitan, Ranti meminta Sabrina dan Santina agar mengeluarkan beberapa Kotak dari ranselnya.


" Sebagai rasa syukur, saya dan keluarga memberikan hadiah ini khusus untuk kalian semua, ucap Ranti sambil memberikan sepasang cincin bagi yang sudah berkeluarga dan liontin bagi yang lajang, perhiasan dengan giok Velvet jenis kaca, di padukan dengan emas kuning yang di kombinasikan dengan emas putih, menjadi sebuah karya yang indah.


" Maaf Nona, Dari model dan cara pembuatan nya, di Indonesia hanya ada satu orang terkenal yang mampu membuatnya, jika Nona membuatnya di Indonesia, ucap istri pemilik restoran.


" Giok itu asli dari China, spesialnya adalah batu giok itu aku memenangkan dalam acara judi batu di Beijing, dan saya buat Indonesia, hanya emas putih yang di beli untuk membuat perhiasan itu, emas kuning menggunakan emas warisan orang tua saya, ucap Ranti


" Terimakasih Nona Muda, kalau gak salah taksir berat Cincin ini di luar batu, adalah 10 gram untuk yang Pria dan 8 gram untuk wanita, dan jika benar tebakan saya, perhiasan ini hasil karya Arthur Johansen, sang maestro perhiasan kelas dunia yang kini tinggal di Indonesia, Ucap istri pemilik restoran.


" Anda benar nyonya, dia yang merancang dan membuatnya setelah dia sembuh dari penyakitnya yang membuat tak bisa berkarya, tapi saat ini dia sudah berkarya lagi. hanya saja khusus menerima pesanan, tidak lagi memproduksi dalam skala besar, saat ini dia lagi mengerjakan pesanan saya, ucap Ranti.


Selesai makan, Ranti memberikan kesempatan kepada rombongan nya untuk berbelanja.


Salma dan Armando yang di temani Maryana, sangat antusias berkeliling, banyak tenant yang menyapa Maryana.


" Bibi, Salma ingin memberikan bibi hadiah, mamanya Salma ajak bibi berkeliling, ini tolong di terima ucap Salma sambil memberikan selembar cek sebesar 5 milyar.


" Nona Salma, ini terlalu banyak buat Bibi, ucap Maryana


" Simpanlah, nanti banyak orang melihatnya, dan kalau bibi menolak nya, pasti kakakku akan marah, karena tidak menghargai kami, ucap Maryana.


" Bibi, itu sengaja disiapkan kak Ranti untuk Bibi, dan kak Ranti paling tidak suka pemberian nya di tolak, terima saja, dan nanti pas ketemu jangan membicarakan tentang ini, pasti kak Ranti akan tersinggung, ucap Armando.


" Baiklah, sekali lagi terimakasih, ucap Maryana.


" Kata kak Ranti, semoga bibi selalu bahagia, ucap Salma sambil menggenggam tangan Maryana dan mereka lanjut berkeliling.


Tepat jam 7 malam mereka ke bandara dan kembali ke Surabaya, Kecuali Rendi dan Bella, serta 2 orang karyawan bagian laboratorium Food Excellent, Rendi beralasan ingin menjenguk saudara, sedangkan 2 orang lainnya mau jenguk orang tua mereka.

__ADS_1


__ADS_2