SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Tiba di Singapura bersama teman sekelas


__ADS_3

Ranti tiba di kantor RPS Group Company tepat jam 8.45 pagi, dengan santai dia memasuki lobby dan disambut oleh Sabrina dan Santina.


" Apa tamunya sudah datang?" tanya Ranti.


" Sudah mereka berada di ruang rapat dan sedang menunggu Nona Muda", jawab Sabrina.


" Baiklah, ayo kita selesaikan semuanya segera, karena jam 2 nanti aku mau terbang ke Singapura" ujar Ranti.


Mereka bertiga sampai di ruang Rapat, dan semua yang berada diruang rapat berdiri.


Namun betapa terkejutnya para tamu dari Pakuwon group melihat Ranti, yang ternyata masih sangat muda, dan di luar ekspektasi mereka, bahwa bos besar dari RPS Group Company adalah seorang wanita dewasa.


" Selamat Pagi semuanya, maafkan saya karena terlambat di acara penting ini", ujar Ranti sambil membungkuk sopan.


" Tidak Apa-apa Nona Muda, kita janjian jam 9 pagi, sekarang belum jam 9, ujar Direktur utama Pakuwon Group.


Setelah berbasa-basi, Ranti mengambil posisinya dan mendengarkan kata-kata pembuka dari kedua belah pihak, yang intinya penjualan saham ini, lebih di karenakan, Pemilik Pakuwon group ingin mengembangkan usaha yang lain dan butuh Modal yang lebih besar, dan setelah ditimbang - timbang, akhirnya pemilik perusahaan induk melepaskan jaringan bisnis Pakuwon group di bidang property.


Alasan mereka memilih menjualnya ke RPS Group Company, karena mereka melihat RPS Group Company memiliki masa depan dan memiliki visi yang sama.


Setelah saling mengetahui latar belakang, akhirnya Ranti memutuskan Segera menanda tangani seluruh berkas-berkas yang ada, namun sebelum dia menandatangani lembar terakhir, Ranti bertanya soal saham 25% itu.


" Saham tersebut merupakan milik publik, Nona Muda dan perusahaan, bisa langsung membelinya lewat Bursa, dengan metode buy back, tentunya harganya akan sedikit naik", ujar Direktur utama Pakuwon group.


" Oh oke baiklah, dan terakhir untuk anda sendiri, setelah ini apa yang akan anda lakukan ? tanya Ranti


" Saya hanya di tunjuk oleh pemilik untuk menjabat Direktur Utama, dan kontraknya akan berakhir setelah Nona Muda menanda tangani lembar terakhir dokumen itu, dan demikian, berakhirlah masa tugas saya dan secara otomatis saya juga sudah di berhentikan secara hormat, oleh Pakuwon group", ujar Direktur Utama itu.


" Maksud saya, apa anda akan ikut dengan Pemilik lama atau bagaimana?" tanya Ranti.


" Tidak sama sekali Nona Muda, mereka tidak menawarkannya dan juga usaha yang akan mereka geluti, sangat berbeda jauh dengan bidang saya di Property, jadi saya juga pasti akan istirahat sebentar dan memulai hidup baru", ujar Direktur Utama itu.


" Silahkan anda istirahat dulu, saya menawarkan anda untuk mengisi Posisi Direktur Pelaksana Harian, artinya anda melaporkan segala sesuatunya kepada kakak saya, dan selama dia tidak berada di kantor, andalah yang bertanggung jawab, kecuali ada keputusan penting, oleh karena itu tugas yang Nanti ada emban adalah menjalankan perusahaan seperti biasa, dan laporkan kepada kakak saya", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, saya siap bergabung, tapi mohon ijinkan saya melaksanakan janji saya kepada istri saya, bahwa setelah selesai tugas saya akan bawa jalan-jalan ke kampung halaman nya, karena sudah 5 tahun dia tidak datang berziarah ke makam Orangtuanya, ujar direktur itu yang bernama Dharmadi.


" Baiklah, silahkan saya berikan waktu 2 Minggu, dan saya harap nomor telpon pak Dharmadi selalu aktif, dan untuk jabatan lain agar anda beri masukan untuk rotasinya", jawab Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami akan pindah juga rumah dinas yang di berikan oleh kantor", ujar Dharmadi.


" Tidak Perlu, silahkan tetap di gunakan, karena kakak saya masih tinggal bersama saya, jadi jangan kuatir, selama anda masih bergabungbersama kami, maka fasilitas tambahan tempat tinggal dan mobil dinas silahkan di gunakan, namun jika mobil dinasnya sudah lama, nanti kita kita adakan mobil dinas baru untuk para Direktur, tentunya setelah kita selesaikan urusan yang masih tersisa", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, ujar Dharmadi.


Ranti pun Segera menandatangani lembaran terakhir, itu menandakan Ranti menjadi pemilik saham pengendali di Pakuwon Group.


" Baik Nona Muda, dengan demikian kami atas nama Pemilik Pemilik Pakuwon Group yang lama mengucapkan terima kasih, dan semoga Pakuwon Group lebih terdepan di tangan anda", ucap Dharmadi.


" Baiklah, dan selamat berlibur dan mari berjuang kembali bersama RPS Group Company.


" Terimakasih Nona Muda atas kepercayaannya", ujar Dharmadi.


Setelah berbincang-bincang beberapa saat akhirnya mereka membubarkan diri dan kembali ke tempat masing-masing.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 Siang, Ranti bergegas kembali ke rumahnya, karena dia akan berangkat ke bandara tepat pukul 13.00.


Sementara di tempat terpisah, Dewi sedang berbicara dengan Clara, Dewi mengatakan bahwa nanti Clara akan menggantikan dia menjadi Direktur Utama di RPS Multidana Finance, dan Irene menjadi wakilnya, tinggal menunggu surat resmi dari RPS Group Company.


Setiba dirumah, Ranti langsung bersiap-siap, dia hanya membawa beberapa potong baju saja, karena hanya 2 hari, dan cukup bawa koper ukuran kecil dan Ransel Ruang miliknya, sedangkan di rumah teman-temannya mereka juga sudah siap-siap dan menunggu waktu menuju bandara.

__ADS_1


Saat ini, Ranti sudah berada di Bandara, dia duduk bersama dengan Tiara dan juga si kembar serta Pretty dan Chelsea.


Ranti membantu mereka untuk melakukan verifikasi data untuk keberangkatan, dan akhirnya setelah sejam lebih mereka semua sudah selesai memverifikasi data nya.


Petugas mendekati Ranti dan berkata bahwa jadwal keberangkatan masih ada 1 jam 15 Menit lagi.


" Terimakasih informasinya mas", jawab Ranti.


" Aku baru kali ini mau naik pesawat", ujar Yulianto.


" Aku juga sama", ujar Gema.


" Santai saja, lagian penerbangan kita hanya 2 jam saja, 2btahun lalu aku ikut Ranti ke Los Angeles USA, itu terbilang sangat jauh, berjam-jam di pesawat", ujar Tiara.


" Kalian sudah pernah Los Angeles USA, asik banget bisa pergi ke negara Adi Daya itu, ucap Yulianto lagi.


" Hanya seminggu, dan hebatnya lagi adalah, pergi naik pesawat komersil, pulang naik pesawat pribadi", lanjut Tiara.


Tepat pukul 4.15 wib, akhirnya Ranti dan kawan-kawan di wajibkan naik ke pesawat.


Betapa bahagianya teman-teman Ranti, melihat 2 pesawat mewah sudah terparkir cantik dan menunggu mereka naik.


" Baiklah, karena kita ada 30 orang, dan kapasitas pesawat hanya 19 orang maka, kita bagi 2 kelompok, jadi siapa yang mau main di Gulfstream G 700 dan siapa yang mau di Bombardir Global 7500, nanti saat kita pulang kita bertukar", ujar Ranti.


Setelah mereka semua memilih, Ranti menyerahkan lembar manifes kepada petugas agar dibuatkan dokumen sah.


Teman-teman Ranti tak mau ketinggalan momen, mereka berswafoto dengan latar belakang kedua pesawat Mewah itu.


Gilang, Pretty dan Chelsea yang dulu sempat mengatakan Ranti miskin, terlihat hanya tersenyum kecil, mereka malu jika mengingat saat mereka dulu menghina Ranti.


Mereka menaiki pesawat dan mengambil posisi masing-masing, mereka masih berswafoto dan langsung menguploadnya ke Instagram kelas 12 Dan OSIS SMU Bintang Timur.


Tak yang merespon komentar itu, Ranti dan kawannya sudah duduk dengan tertib, dan akhirnya secara berurutan kedua pesawat take off.


Setelah pesawat mencapai ketinggian normal, maka para penumpang sudah di bebaskan beraktifitas, kali ini Ranti untuk pertama kalinya menaiki pesawat Bombardir Global 7500 miliknya.


Teman-teman Ranti iseng-iseng mencari tau harga kedua pesawat milik Ranti menggunakan Google.


Mereka tercengang setelah mengetahui bahwa harga masing-masing pesawat itu di atas 1 triliun perunitnya, belum lagi biaya operasionalnya yang termasuk gaji kru dan maintenance.


" Gila, berapa banyak harta Ranti sebenarnya", ujar Agatha.


" Aku jujur sama kalian, Ranti pernah mentransfer uang kepada saya dan Chelsea, masing-masing 300 Milyar lebih, katanya hadiah Natal dan tahun baru, begitu juga dengan si kembar, serta Gema, Yudi dan Kiran", Ujar Pretty.


" Wow, 300 milyar hanya untuk hadiah perorang, kalau kalian bertujuh berarti itu sudah 2 triliunan, Tapi aku gak dengar nama Tiara.


" Hahahaha, kalian jangan pingsan jika aku mengatakan yang sejujurnya, Tiara dan tunangannya, masing-masing mendapatkan 21 Triliun, katanya untuk modal nikah dan modal usaha mereka berdua", kata Pretty.


" Astaga, sangking sayangnya dia sama Tiara dan kakak angkatnya, dan pantas saja Tiara tidak pernah cemburu saat Robin memeluk Ranti, ternyata Robin memang sangat mencintai Ranti sebagai adiknya", ujar Rafika.


" Benar sekali, dan Robin memang sangat tulus mencintai Tiara, sebaliknya Ranti sangat bahagia mendapatkan sosok kakak, waktu dia miskin, teman dia hanya Robin dan Tiara, bahkan Robin kadang membawakan makanan untuk Ranti, sejak itulah, Robin mengangkat Ranti menjadi adiknya, dan seluruh keluarga besar Robin sudah tahu, keluarga Ranti juga sudah tahu.


Robin juga bukan pemuda sembarangan, dia berasal dari keluarga Wijaya yang terkenal kaya dan dermawan, intinya tali persaudaraan mereka itu sangat kuat, hingga Tiara dari awal sangat bahagia memiliki Robin sekaligus Ranti.


Tiara juga bukan berasal dari keluarga biasa, ayahnya kontraktor besar dan sekarang menjadi kepala Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island yang terkenal dan fenomenal, karena katanya nilai proyeknya sebesar 600 triliun dan itu uang pribadi Ranti sendiri, itu kata Ayahku", lanjut Pretty.


" Gila juga kawan kita itu, sudah punya harta bergunung - gunung, tapi tak terlihat kaya", ujar Geo.


" Makanya, jika ingat perbuatan saya dan Chelsea dulu, jujur saja saya sangat malu, apalagi setelah kenal dan bersahabat dengannya, ternyata Ranti orang sangat baik dan tidak memanfaatkan kekayaannya untuk memperbudak teman atau karyawannya, Tiara pernah cerita bahwa Ranti hampir pecat pelayannya hanya gara-gara daging dan susu, itu karena Pelayannya segan makan daging yang harganya mahal dan susu yang mahal, ehh malah mau pecat, akhirnya Pelayannya minta maaf dan sekarang para pelayannya hidup makmur.

__ADS_1


Bahkan, ada yang minta kuliah dan kursus masak, di ijinkan dan di sediakan mobil khusus serta uang kuliah gratis, dan pelayannya bahkan wajib istirahat setelah makan malam mereka jam 8 malam maksimal", cerita Pretty.


Terakhir, jangan salah semua pelayannya itu menggunakan handphone iPhone 14 Pro, yang di beli dari Singapura, itu termasuk pelayan kakak kembarnya di Jogjakarta", ujar Pretty.


" Astaga, sampe segitunya dia memanjakan Pelayannya", ujar Rafika.


" Aku pernah beberapa kali kerumahnya, para pelayan disana cantik-cantik kaya orang yang perawatan full, bahkan pakaian mereka bagus-bagus, kerjaannya santai, mereka bilang Ranti tidak peduli dengan pekerjaan mereka, asal jangan sampai rumah berantakan saja, dan kalian tau gak, Ranti selalu meminta tolong saat ingin di buatkan sesuatu, dan seluruh Saudaranya juga sama, kalau kita kan kadang main perintah saja", lanjut Pretty.


" Pretty, lalu bagaimana ceritanya kamu bisa di maafkan oleh Ranti.


" Hahahaha kalau ingat hari itu aku jadi malu dan juga lucu, Ranti hanya bertanya, Berapa banyak uang yang aku cari sendiri dan bagaimana jika orangtua saya bangkrut, apakah kesombonganku dapat menolongku, lalu Ranti sendiri " Tidak ", bahkan dia bilang jika dia melihat aku di perkosa orang maka dia akan bersyukur",


Lalu bertanya, apakah jika aku jadi orang baik pasti akan ada yang menolong ? jawabnya Ranti adalah pasti akan ada, dan kalaupun dia terlambat menolong pasti ada orang lain yang akan menolong, bahkan orang yang akan menolong adalah orang dari yang kita rendahan", saya tanya kalian apakah ada orang kaya mau membantu orang yang dalam kondisi seperti itu saat mobilnya lewat, dan Bandingkan dengan orang yang kita anggap rendahan yang sedang jalan kaki", bagiamana menurut kalian", tanya Pretty.


" Benar juga omonganmu, jadi itu yang membuatmu berubah? tanya Rafika.


" Ya, dan ternyata apa yang kudapatkan, aku sekarang bahagia, bisa punya banyak kawan, makan di pinggir jalan juga asik bahkan bisa menghemat pengeluaran, hidup seperti yang dulu ternyata membuat dunia kita sempit, tapi sekarang, di panti asuhan aku justru di panggil kakak, datang panti Jompo aku di bilang anak baik, saat bantu orang di pinggir kita dikatakan orang baik juga, dan terakhir kita dapat doa tulus dari mereka yang dulunya kita anggap rendahan,


Bayangkan jika rumah sebesar Istana dan tidak ada pelayan, bagaimana rasanya", ujar Pretty.


" Ternyata bukan hanya gaya hidupmu yang berubah, tapi pola berpikir kamu juga berubah, kamu juga hebat kawan, kamu mampu memilih jalan yang justru banyak orang kaya tidak mau", ujar Agatha.


" Semuanya sia-sia, lihat saja yang tukang pamer, setelah bangkrut pasti malu, depresi dan gila, atau bisa bunuh diri, dan aku gak mau seperti itu, sekarang jika aku bosan dirumah, aku ambil mobil ke panti asuhan atau ke Mall itupun kalau ada yang temani, tuh yang sering jadi korban si Kembar, sampe mamanya bingung mau ngomong apa", uang Pretty.


" Ia, dia mah memang gitu, kalau kita gak ke panti, pasti ke Mall, kalau belum puas nongkrong di warung pinggir jalan, begitu sebaliknya jika aku Yulianti ingin jalan-jalan pakai Mobil dia sama Chelsea yang temani, itulah arti kita berteman", ujar Yulianto.


" Intinya berteman dengan Ranti itu jangan aneh-aneh, apalagi munafik, semakin kita tulus berteman dengan dia, pasti kita tidak akan dibiarkan, dan pahami saja sifatnya, apalagi dia pandai bertarung, kita lihat saja saat dia menghajar preman yang dulu menyerang sekolah kita", giliran Yulianti yang berkomentar.


Tak lama kemudian pengumuman terdengar bahwa 15 menit lagi pesawat akan mendarat di Bandara internasional Changi Singapura.


Setelah 15 menit, akhirnya pesawat Gulfstream G 700 dan Bombardir Global 7500, mendarat dengan selamat.


Mereka turun dan keluar lewat jalur VIP dan di dalam ruangan itu sudah ada Yoga Setiadi beserta beberapa Petinggi Southeast Asian Development Bank (SADB), yang sudah berbaris rapi menunggu Ranti.


Kawan-kawan Ranti kebingungan melihat penyambutan yang begitu mewah, bahkan ada yang sudah dewasa.


" Selamat datang di Singapura Nona Muda, maaf jika penyambutan kami kurang berkenan", ujar Yoga Setiadi yang datang bersama istrinya.


" Kak Yoga, kedepannya tidak perlu ada acara seperti ini, nanti aku ditertawakan sama Paman Haris dan Bibi, kan jadi malu aku, kak Yoga ada-ada saja", ujar Ranti.


" Ini kan pertama kali Nona Muda kesini untuk melihat perusahaan, jadi kami ingin seperti yang di film- film itu, hahahaha, ujar Yoga sambil tertawa.


" Dasar, ku laporkan nanti sama Paman, aku bilang nanti kak Yoga buat aku menangis di Bandara", ancam Ranti.


" Waduh, nanti aku di marahin singa tua itu', Yoga Setiadi.


" tapi terimakasih atas sambutannya kak, saya senang sekali, dan ini pasti kakak ipar ya", ujar Ranti menyapa istri Yoga.


" Salam kenal Nona Muda, nama saya Dona, istri Mas Yoga Setiadi, senang bertemu dengan anda Nona Muda", ucap Dona.


" Sama-sama, dan kenalkan mereka semua adalah teman sekelas ku", ujar Ranti.


" Kak Yoga, apa orangmu sudah mengurus semua yang kuminta", ujar Ranti


" Sudah dan ini amplopnya, serta nanti mobil dan tour guide sudah disiapkan khusus malam ini, kami sudah siapkan acara makan malam di perusahaan kita, ujar Yoga Setiadi.


" Oke mati kita kesana saja, sekalian aku ingin lihat sebesar apa gedung kita itu", ujar Ranti.


"

__ADS_1


__ADS_2