
" Saya minta bantuan dari Kades setiap desa, agar mendata kelompok yang akan mereka buat, saya Tunggu hingga bulan depan, dengan syarat mutlak, setiap anggota kelompok wajib memiliki lahan masing-masing.
Bagi yang ingin bertani yang lain silahkan, atau selang seling juga tidak apa-apa", Ucap Ranti.
" Saya harap anda jangan mempermainkan harapan warga dengan janji-janji saja, saya sudah bertanya kepada rekan saya di Lampung, anda juga mengajak petani untuk menanam kedelai dan Jagung, jadi saya kuatir jika suatu saat produksi meningkat anda tidak membelinya", ucap ibu pejabat itu.
" hahahaha, kami pengusaha yang terus berinovasi, saya masih mampu bayar jika produksi mencapai 1 juta ton, dan di pastikan saya akan untung besar jika saya ekspor, tapi masalahnya, kebutuhan kedelai dalam negeri masih belum cukup, kalau jagung bisa kita ekspor, atau bangun pabrik dengan produk berbahan dasar jagung, jika saya mau, tapi buat apa, saya sedang membangun pabrik pakan Ternak premium, di Asia Tenggara baru ada produk dari Thailand makanya harganya mahal, kalau kita bisa buat sendiri untuk apa kita impor, begitu cara berpikir kalau kita mau maju.
Kalau kita sedang berencana dan semua terfokus pada kerugian atau ketakutan yang belum tentu terjadi, itu sama saja dengan diam tempat tunggu mati saja", ucap Ranti.
" Berarti ada kemungkinan anda tidak akan membeli Produksi mereka, apa itu tidak pantas di pikirkan, dengar Nona, anda boleh memiliki banyak uang, tapi cara berpikir Anda belum panjang dan luas, warga menanam pasti berharap produksinya ada yang beli, dan anda menjanjikan kepada mereka, apa jadinya saat produksi mereka ternyata besar, apa anda sanggup menampung semuanya", sengit Bu pejabat.
" Ternak saya wajib makan sama dengan kita manusia, dan pasti makanan bukan, dengan jumlah ternak ratusan ribu, apakah cukup jumlah produksi rakyat yang hanya 25 ton atau 100 ton, dan apakah ibu tau manajemen produksi dan manajemen logistik, jika ibu tahu, berarti ibu tahu dengan istilah manajemen resiko, bagaimana antisipasi jika petani gagal Penen, sementara ternak saya butuh makan, otomatis logistik yang harus saya persiapkan minimal 6 bulan kedepan, agar jika Petani gagal panen, kami bisa antisipasi, saya harap ibu lebih mengerti dari saya.
Selanjutnya, jika produksi petani sangat melimpah, dan di gudang saya juga masih banyak, apa ibu pikir langsung mati saya, hehehehe hanya orang naif yang tak berpikiran panjang.
Di Dunia kebutuhan akan jagung dan kedelai sangat banyak, makanya harganya tergolong mahal, karena mahal akhirnya pakan ternak mahal, karena pakan Ternak mahal maka daging jadi mahal, Karena daging mahal maka orang Indonesia kesulitan beli daging, apa ibu belum paham juga", tegas Ranti.
Dan pertanyaan saya kepada ibu, Magelang wilayah ibu, apa sebelum mencalonkan jadi anggota dewan ibu sudah datang ke wilayah ini, dan kampanye apakah ibu sudah mengetahui tingkat kebutuhan rakyat disini, sudah mau 2 periode ibu mewakili dapil ini, tapi air bersih saja ibu tak mampu pikirkan, kebutuhan mereka akan pupuk dan bibit saja ibu tidak tahu, bahkan jalan desa juga ibu tidak tahu, harusnya anda memberi kami motivasi dan jalan keluarnya jika misalnya terjadi apa-apa, bukan ibu menekan saya dengan kata- kata pesimis yang membuat warga disini bimbang, sekarang selama ibu jadi Anggota dewan apa yang sudah ibu buat warga disini, berpuluh tahun jalan mereka tidak bangun, jadi bagaimana mereka bisa produktif
Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati juga pasti akan kesulitan, untuk mencapai target pembangunan manusia seutuhnya, jika wakil rakyat tertingginya seperti ini, ini slogan ibu, "mengentaskan kemiskinan adalah tugas kita bersama, saya siap menjadi ibu buat saudara "
Sang ibu pejabat terdiam, wajahnya sudah merah menahan emosi dsn juga malu.
Perusahaan saya belum berproduksi, tapi saya sudah mulai menjalankan janji saya, yaitu pengadaan air bersih, walaupun waduk saya berfungsi penuh nanti akhir tahun, tapi infrastruktur nya sudah saya kerjakan, kami disini bekerja siang malam agar saat bukan Oktober masuk musim penghujan pekerjaan sudah tidak terlalu terkendala, itu namanya rencana kerja, jangan asal ngomong tapi tidak bisa mengeksekusi.
Pak Bupati dan Anggota yang lain tidak mau berkomentar lebih, karena memang dari tadi ibu itu hanya merecokin pembicaraan Ranti.
" Bapak Bupati dan yang lainnya, begini saja, pembangunan jalan, kita kembalikan ke formasi awal, pemerintah 40% dan saya 60 %, dan juga warga sekalian saya minta maaf dan menarik semua omongan saya, terserah bapak - bapak mau bertani apa, kalaupun bapak- Bapak bertani jagung dan kedelai, saya tidak tidak berkewajiban membelinya, soal bibit dan pupuk dan bantuan saya 5 juta perorang semuanya saya tarik, dan maaf saya akan jadi pengusaha yang egois, kalian mau keberatan silahkan, saya sudah punya ijin dan saya juga punya tata kelola peternakan, karena wakil anda yang terhormat ini lebih hebat dalam membangun", tegas Ranti
Sontak warga dan pejabat daerah kelimpungan, mereka langsung marah ke ibu pejabat itu, pak bupati dan perwakilan dari Pemprov juga emosi, mereka menghemat anggaran agar program yang lain bisa juga berjalan.
" Maaf Bu dewan, sedari awal kita berdiskusi, ibu tidak satupun kalimat memberikan solusi, tapi selalu mempertanyakan kesanggupan perusahaan, yang berdampak pada warga karena sikap pesimis anda, saya bupati disini, suatu keberkahan bagi saya ada perusahaan yang berdiri di wilayah saya dan mau membantu warga saya, saya mengundang anda kesini agar kita sama-sama memberikan dukungan buat perusahaan dan mengawal setiap janjinya, bukan anda malah bersikap seolah-olah Anda paling benar, silahkan anda tidak senang dengan saya, tapi Magelang tempat saya lahir, anda hanya berjuang bagi tempat anda, percaya saya sikap anda tidak akan memperpanjang anda menjadi dewan lagi kemudian hari, 4 wilayah dapil anda, jumlah 40% ada Wilayah Magelang", tegas Bupati.
" Jadi anda percaya dengan percaya dengan ucapan pengusaha yang belum terlihat prestasinya, kelas dia gadis masih bau kencur, omongan seperti ini sudah sering saya dengar, saya juga pengusaha, mana ada pengusaha yang mau mengeluarkan dana besar dengan bahasa sok memiliki uang banyak, perusahaan boleh banyak, tapi kita juga tahu, tidak ada perusahaan yang tidak punya beban hutang, bersifat pribadi,
Sekelas orang kaya kedua saja Minggu lalu usahanya tumbang, apalagi ini, peternakan yang belum juga jalan, 100 milyar itu bukan uang yang yang sedikit, dan apakah dia ini masuk daftar pengusaha kaya di Indonesia, jadi omongan seperti ini hanya bualan saja agar kita tidak mengganggunya, sudah paham maksud ku kan", Ucap ibu Anggota dewan.
" Apa ibu sudah selesai bicara, perusahaan saya tidak seperti 5 perusahaan ibu, yang saat ini di pegang oleh kedua anak Anda, bagi ibu uang 100 milyar adalah uang Besar, Karena nilai 5 perusahaan anda tidak lebih 1,5 triliun itu sudah dengan aset yang perusahaan ibu miliki, kenapa demikian, karena perusahaan ibu hanya menunggu proyek pemerintah lewat penunjukan langsung, ibu tau nilai proyek penunjukkan langsung bukan, perusahaan saya semuanya milik pribadi tanpa mengemis saham dari orang lain, silahkan cek di Bursa manapun, RPS Group Company, ARSA Group Company, Pakuwon Group, IDB dan Tri Link Finance Indonesia Dan SADB kalau melantai disana, kecuali Tri Link Finance Indonesia dan SADB, pernah melantai di BEI dan BES karena kedua perusahaan itu saya beli dan memang mereka sebelumnya berada di Bursa, tapi setelah saya beli, saya keluarkan dari BEI dan BES
__ADS_1
Bisa ibu cek portofolio nya, kalau ibu tidak tahu jangan banyak bicara, seperti tadi pagi ibu bicara ke saya hanya menghabiskan uang Orangtua saya, apa ibu mengenal saya, apa ibu mau tahu siapa ayah dan ibuku", tantang Ranti.
" Kamu pikir saya tidak tahu kamu berasal dari keluarga mana, perusahaan besar keluarga Setiawan baru tumbang Minggu lalu dan kamu bagian dari keluarga Setiawan, sekarang mereka berada di titik kebangkrutan, lalu kamu disini seenaknya bicara, Mega Proyek kamu saja sudah di pastikan di oper ke orang lain, jadi jangan mengumbar omongan yang jelas membodohi orang", ucap ibu itu
" Apa ibu tahu siapa saja Keluarga Setiawan, dan ibu boleh tanyakan ke menteri BUMN, apakah 60 perusahaan BUMN tempat saya berinvestasi ada permohonan penarikan saham, atau bisa ibu tanyakan pihak bank mandiri apakah uang saya untuk proyek di Surabaya terganggu, silahkan jawab dulu, apa ibu tahu siapa saja keluarga Setiawan", tegas Ranti.
" Mereka ada 3 bersaudara, Ferdiansyah Setiawan yang barusan tumbang yang kedua Adriansyah Setiawan tapi sudah meninggal sekeluarga, dan Nindya Pratiwi, kalau dia Ade kelas saya di kampus walau saya tidak terlalu mengenalnya, suaminya saya kenal namun mereka berdua juga sudah meninggal di Jogja, kalau kamu bukan anaknya Ferdiansyah Setiawan lalu kamu Setiawan darimana", jawab ibu itu.
" Untuk Silsilah ibu sangat benar, dan berarti ibu tahu siapa Adriansyah Setiawan dan Istrinya bukan? pancing Ranti.
" Siapa yang tidak kenal Dengan pasangan fenomenal itu, mereka Raja dan ratunya Saham di Indonesia, harta miliaran dolar hingga hari ini masih belum ada yang mampu menandingi kekayaan mereka, tapi sayang mereka sudah meninggal tanpa pewaris, hingga saat ini juga tidak ada yang tahu kemana uang mereka, mereka meninggal sudah lebih 10 tahun", ucap ibu itu.
" Hahahaha, apa anda percaya jika saya anaknya Adriansyah Setiawan dan Monicha Herdiani Pradipta Setiawan, dan apakah anda keluarga Pradipta dan posisinya sekarang? tanya Ranti.
" Hahahaha jangan bermimpi di siang bolong, Tuan Radjiman Pradipta orang ke tiga terkaya Indonesia di Indonesia, anaknya 2, Monicha Herdiani dan Bastian Pradipta, seorang arsitek terbaik se Asean dan masuk 20 arsitek terbaik Dunia, dan saya sangat mengenal Bastian, kami satu Fakultas hanya beda jurusan, saya sipil dia arsitek, hahahaha jawab Ibu pejabat itu.
" Apa berani ibu bertaruh dengan saya, jika saya bohong maka ambil ATM saya ini berisi 100 milyar yang sudah saya siapkan untuk proyek ini, jika ibu yang benar cukup ibu mengaku dengan jujur bahwa ibu ingin mempermalukan saya karena saya menolak pindah tempat tadi pas di Warung makan, hingga ibu mengatai saya arogan bukan, kenapa ibu bisa kenal dengan saya bagian dari Setiawan, karena pembawa acara mengatakan bahwa siswi terbaik dan jelas mereka mengumumkan nama lengkap saya", jadi apa berani bertaruh dengan saya?
" Hahahaha, kamu ingin mengatakan kalau kamu anak dari Raja dan ratu saham serta keponakan arsitek hebat sekelas Bastian, jika saya kalah maka ambil ATM saya juga berisi 100 milyar", ucap ibu itu dengan yakin.
" Pak Supomo, berikan ATM yang saya berikan kepada bapak tadi", Perintah Ranti.
" Maaf pak Bupati, tolong anda jadi juri, saya Pastikan, jalan ini Selesai dan pembangunan dalam desa selesai serta bantuan bagi masyarakat akan terwujud, tolong pegang kedua ATM saya dan ibu dewan yang terhormat", ucap Ranti.
" Maaf Bu dewan, silahkan tulis PIN dan ini pin saya, ucap Ranti.
" Aplikasi mata dewa tolong cek Nomor rekening ATM dan Cek berapa saldonya", Perintah Ranti.
" Baik ini pin saya", ucap ibu pejabat.
" Ibu bilang kenal dengan Paman saya Bastian Pradipta, saya telpon dia atau ibu yang menelpon agar kita tahu kebenaran", ucap Ranti.
" Kamu yang telpon video agar saya bisa lihat orangnya, agar kebohongan kamu bisa disaksikan pak bupati", ucap Ibu itu yang masih percaya diri.
" Baiklah, saya harap, anda tidak menyesal atau menangis kehilangan uang 100 milyar", ejek Ranti, sambil menekan Nomor telpon Bastian Pradipta.
" Halo Ponakan, apa kabar, kamu lagi dimana, kok seperti ada di Acara? tanya Bastian.
" Ranti lagi ada pertemuan dengan Pemerintah kabupaten Magelang, terimakasih Paman sudah mau merevisi Peternakan Ranti, dan Ranti ingin tanya apa Paman mengenal ibu anggota dewan ini, katanya dia kenal dengan Paman", tanya Ranti dan langsung mengarahkan panggilan Video ke ibu pejabat itu.
__ADS_1
" Hey Meriam, oh maaf ibu dewan, kok bisa kamu bertemu dengan keponakan saya? tanya Bastian.
" Bastian, apa Ranti adalah keponakan kandungmu? tanya ibu pejabat itu.
" Ya, dia anak kakakku Monicha, hanya saja di besarkan di Panti Asuhan Charity Surabaya, Ranti di selamatkan oleh pengasuhnya, tapi di temukan oleh teman ayahnya, 2,5 tahun yang lalu, Ada apa meriam? tanya Bastian.
" Apakah harta kedua orangtuanya sudah di berikan kepadanya, hingga dia bisa kaya seperti ini? tanya meriam berpura-pura tenang.
" Hahahaha, bagaimana mereka mau serahkan hartanya, sedangkan hingga saat ini kami belum tahu keberadaan Orangtuanya, jawab Bastian setengah berbohong.
" Teman ayahnya ketemu dengan Ranti saat itu Ranti sudah kaya dan sedang membangun peternakan sapi Premium di Cirebon, kalau soal kekayaan, keponakan ku lebih kaya dari orangtuanya, dia berjasa buat negara ini, sudah banyak perusahaan BUMN yang dia Ambil dari tangan orang luar, masa kamu tidak tahu, pemerintah membeli kembali saham-saham tersebut, hingga saat ini sudah ada 10 perusahaan atau lebih, makanya data ponakan ku di lindungi pemerintah agar jangan menjadi konsumsi publik apalagi dia masih sekolah, saya harap kamu bisa berhubungan baik dengan dia, agar perusahaan kamu bisa maju, lalu bagaimana dengan kedua Anakmu, kamu enak anak-anak sudah dewasa aku terlambat nikah jadi anakku masih kecil-kecil, dan memang kamu sebaya dengan kakakku", ucap Bastian.
" Mereka baik-baik saja, terimakasih nanti saya hubungi kamu lagi', ucap ibu itu dan mematikan handphone Ranti.
" Bagaimana? siapa yang kalah, aku atau kamu? ucap Ranti yang sudah tidak menghargai ibu itu.
" Jadi kamu lolos dari peristiwa berdarah di rumah kalian itu, tanya ibu pejabat.
" Ya ialah, kalau saya tidak lolos lalu saya ini siapa", ucap Ranti.
" Maafkan saya, saya kurang pengetahuan dan tidak berpikir lebih dalam lagi, tolong kembalikan taruhannya", ujar ibu itu
" Kembalikan, sembarangan saja kamu bicara, dari kita ketemu di rumah makan sudah ku peringatkan kenali dulu lawan bicaramu, baru buat keputusan, di sini juga kamu masih berulah, saya juga tidak menantang kamu dengan uang, cukup akui kesalahan kamu, tapi kami sendiri setuju dengan tantangan uang, ingat baik-baik, Aku Ranti Putri Setiawan, anak dari Adriansyah Setiawan dan Monicha Herdiani Pradipta Setiawan, keponakan arsitek terbaik di Asean dan kakekku adalah Radjiman Pradipta", tegas Ranti.
" Tolonglah, bisa ngamuk suami saya jika tau saya keluarkan uang sebesar itu", mohon ibu itu.
" Dari awal sudah ku katakan kenali dulu lawan bicaramu, sekarang siapa malu aku atau kamu, jangan menuduh orang lain arogan kalau kamu sendiri arogan, sudah bagus perusahaanmu tidak ku ganggu, sekali aku angkat telepon selesai perusahaan kamu itu, tapi aku masih punya hati.
Aku kasih tahu kamu, apa kamu kenal dengan 3 kartu ini, dan apa kamu memiliki salah satu dari Kartu ini, ucap Ranti sambil menunjukkan 3 kartu ATM tertinggi Dunia, itu belum dengan ATM dari dari Bank Global Intercontinental.
" Saya tidak punya satupun, kalau kedua kartu ini, seluruh kakakku dan adikku punya, Anakmu yang kamu banggakan kepadaku, belum tentu bisa mencapai seperti pencapaianku jika mereka tetap berada di perusahaan kalian, orangtuaku pemilik kekayaan terbesar di Indonesia, tapi aku tidak memanfaatkan kekayaan mereka.
" Bagaimana rasanya bertemu dengan orang lebih berkuasa daripada kamu, saya menghargai pertemanan kamu dengan Pamanku jadi ku ampuni kamu, lain kali jadi orang itu rendah hati, kamu boleh tanya ke Supomo bagiamana saya menghargai karyawan saya", ucap Ranti.
" Baiklah Nona, terimalah sudah mengajarkan banyak hal", ucap Ibu itu.
" Saya hidup menderita 10 tahun di Panti Asuhan, soal buly dan lainnya, saya sudah kebal, apalagi mereka juga masih Sekolah, tapi kamu seorang pejabat, kan malu saya yang baru lulus SMA mempermalukan kamu, dihadapan para pejabat lainnya,
" Maaf pak Bupati, tolong ATM nya, ucap Ranti meminta ATM yang di pertaruhkan.
__ADS_1
" Pak Supomo, besok suruh kontraktor segera survey, dan serahkan seluruh dokumen ini, kerjakan sesuai spesifikasi, dan nanti bekerjasama dengan pihak Pemprov yang tadi sudah dengan rela hati ingin membantu kita.