SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Terus berbuat baik


__ADS_3

Setelah dari sekolah mengantar Salma dan Armando, Ranti bergegas ke Desa yang akan dia bantu.


* Tuan, harap anda tenang saat berada di desa itu, karena kemarin anda membagi-bagikan uang kepada warga yang hadir di rumah pak Burhan, maka pihak dari kecamatan bahkan dari pemerintah kabupaten Malang.


Mereka mencurigai bahwa uang anda adalah hasil dari korupsi", ucap Rose.


" Terimakasih sudah memberitahukan hal ini, tapi tenang saja, aku tidak akan terpancing dengan tudingan mereka", jawab Ranti santai.


" Rose percaya, Tuan pasti mampu menghadapi mereka, Rose hanya mengingatkan saja, mereka juga hanya mengandalkan jabatan saja, jadi akan sangat rugi, jika Tuan meladeni mereka secara langsung", ujar Rose.


Dengan santai Ranti melajukan mobil Mercedes Benz GLE 53 miliknya, hingga tiba di pinggiran Surabaya, Ranti langsung terbang.


Hanya dengan waktu 10 menit Ranti sudah tiba di perbatasan kampung, dan lanjut dengan mobilnya.


Ranti langsung menuju rumah Pak Burhan, tapi sepanjang jalan desa itu, Ranti makin merasakan ada yang tidak beres.


Dan benar saja, saat dia tiba, ternyata sudah banyak warga berkumpul halaman rumah pak Burhan.


Ketika mereka melihat mobil Ranti, para warga yang tidak hadir kemarin langsung menghadang mobil Ranti dan hendak menghancurkannya.


Dengan segera Ranti langsung mengaktifkan Mind Ruler dan mengontrol pikiran mereka, hingga akhirnya warga-warga tersebut tenang.


Ranti memindai seluruh warga yang bersikap brutal itu, dan ternyata mereka di hipnotis oleh dukun setempat.


Ranti yang tak mau mengorbankan para warga, akhirnya memblokir pikiran warga yang brutal itu hingga mereka tertidur.


Dengan kata semesta, Ranti memindai seluruh perkampungan itu, namun ternyata sang dukun itu, tinggal di hutan yang tak jauh dari desa itu.


Tak mau berlama-lama, Ranti memasuki pikiran dukun itu dan berbicara kepadanya.


" Apa hanya segini kekuatanmu, dan ternyata kamu yang mengontrol seluruh penduduk lewat pak Kades", ucap Ranti di pikiran dukun itu.


Alangkah kagetnya dukun itu, karena pikirannya di masuki orang dan berbicara kepadanya.


" Kamu siapa?, berani-beraninya kamu memasuki alam pikiranku ! hardik sang dukun itu.


" hahaha, ternyata kamu hanya bisa memanipulasi orang lewat kelebihan kamu", ucap Ranti.


" Ya harus di gunakan, apalagi mereka berani membayar jasa saya", jawab dukun itu.


" Baiklah, mulai saat ini, hidupmu saya yang akan mengaturnya", ucap Ranti dsn langsung mengatur ulang pikiran dukun itu.


" Sekarang kamu ceraikan istrimu mudamu yang masih berumur 16 tahun, dan juga kamu harus memberikannya uang, lakukan sekarang juga", perintah Ranti.


Tanpa berlama-lama, sang dukun itu langsung memanggil istri ke 7 yang masih berumur 16 tahun dan mentalaknya, kemudian dukun itu memberikan uang dan juga rumah.


" Kamu jangan kuatir, seumur hidup dukun itu tidak akan pernah mengganggu kamu", tegas Ranti.


" Tuan gadis ini, anak yatim Piatu, dan berasal dari kampung sebelah, disana masih ada kakak tiri laki-laki yang menjualnya ke dukun itu, namun sebelum itu, kakak tirinya memperkosanya dari dia masih kecil, apalagi istri kakak tirinya, itu sangat kejam", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah, selesai dirumah pak Burhan dan sebelum saya ke perkampungan candi itu, saya akan mendatangi gadis itu.


" Pak Burhan, sejam lagi seluruh alat berat akan tiba di kampung ini, dan mereka akan langsung bekerja, ini surat keputusan dari pemerintah provinsi Jatim", ucap Ranti.


Tapi omongan Ranti langsung di tanggapi oleh camat dan bupati yang baru saja tiba.


" Kamu siapa, yang beraninya kamu datang kesini dan berbicara seolah-olah kamu adalah pemimpin disini ", ucap pak camat.


" Oh ternyata kamu sudah sampai, dan soal saya akan membangun jalan dan pengadaan sarana air bersih, itu inisiatif saya, dan uang yang di gunakan juga adalah uang pribadi saya", jawab Ranti.


" Disini bukan tempat kamu mencuci uang haram", hardik pak Bupati.


" Uang Haram !, maaf pak Bupati yang terhormat, desa ini sengaja anda tidak memperhatikannya, dan anda berbicara di media, bahwa desa ini tidak di kategorikan sebagai desa, melainkan dusun, makanya, desa ini tidak mendapatkan alokasi dana perbaikan dan pengadaan sarana umum, saya pastikan besok kamu akan lengser, ini bukti penggelapan anggaran perbaikan jalan, renovasi rumah warga dan membangun bak air minum", ucap Ranti.


" Silahkan saja anda serahkan, dan jangan salahkan saya jika anak buah saya akan menghabisi kamu", ancam Bupati itu.


" Ucapan anda sudah saya rekam, apalagi kalimat ancaman akan menghilangkan nyawa saya", ucap Ranti dengan santai.


" kita lihat saja, kamu yang menang atau saya yang menang, bilang sama orangtua kamu, bersiaplah kehilangan banyak yang untuk kamu", sombong Pak Bupati.


" Hahahaha, lain kali anda cari tahu dengan benar lawanmu, agar kamu nanti tidak terlihat seperti orang bodoh.


Kamu lihat saja, berapa anggaran yang saya siapkan untuk membangun jalan sepanjang 25 km, betapa banyak juga uang yang saya berikan kepada warga kemarin, belum lagi hal utama yang akan saya buat adalah pengadaan bak penampung, serta kolam yang bisa menampung air, itu semua lebih dari 1 triliun.

__ADS_1


Lalu, apa artinya saya mengeluarkan uang untuk membayar kekalahan saya, tapi percayalah, anda akan berlutut minta ampun kepada saya, tapi sudah terlambat.


Saat ini, seluruh data ini sudah sampai ke pihak yang berwenang, belum lagi laporan saya, bahwa anda menghambat pembangunan, yang saya mulai kerjakan", tegas Ranti yang mulai emosi.


" Jangan omong besar, buktikan saja jika anda mampu membangun jalan, dengan anggaran pribadi", ejek sang Bupati.


" Anda kurang berwawasan ternyata, ucap Ranti.


" Nona, saya mohon maaf, saya ingin bertanya, siapakah nama anda? tanya seorang sekcam atau sekretaris kecamatan.


" Saya Ranti Putri, jawab Ranti.


" Jika anda Ranti Putri, pemilik sekolah Bintang Timur, apakah anda mengenal Michele yang suaminya, seorang Security yang hebat", tanya Sekam itu.


" Oh, apa hubungan anda dengan Bu Kepsek SMA, Bintang Timur Surabaya", tanya Ranti.


" Michelle, adik bungsu saya, walau hanya adik tiri, tapi kami di besarkan bersama, ibu tiri saya, sangat baik dan berkat perjuangannya saya dan kedua adik Tiri saya bisa sampai di titik ini, apalagi setelah ayah saya meninggal", ucap sekcam itu, membanggakan ibu tirinya.


" Bu guru Michelle adalah wali kelas saya, dan setelah saya membeli Yayasan Bintang Timur, maka dia saya naikkan jadi kepala sekolah, sedangkan suaminya adalah salah satu Tim Keamanan kebanggaan saya dan seluruh saudara saya", Jawab Ranti.


" Maaf bukan saya tidak percaya, tapi apakah saya bisa menghubungi adik saya sekarang lewat Video Call", ucap Sekcam.


" Tak perlu, biar saya yang telpon", singkat Ranti dan langsung menelpon Bu Kepsek SMA Bintang Timur, Michelle.


" Halo Nona Muda, tumben menelpon saya, biasanya anda menelpon suami saya, jika ada hal mendadak ", jawab Michelle.


" Maaf mengganggu waktunya, saya ingin menanyakan, apakah Bu Michelle mengenal orang ini", dia mengaku Bu Michelle adalah adiknya", ucap Ranti sambil menghadapkan kamera ke Sekcam itu.


" Mohon maaf Nona Muda, dia kakak saya, tolong maafkan jika kakakku menyinggung anda Nona Muda, saya rela di pecat dari sekolah ini, asal jangan menghukum kakak kesayangan saya", ucap Bu Michelle dengan raut wajah memohon.


" Saya tak peduli walaupun Bu Michelle memohon, kakak ibu akan tetap saya hukum", ucap mengerjai Bu Michelle.


" Tolong Nona Muda, maafkan kakakku, ibuku sangat menyayanginya, walau dia hanya kakak tiri, tapi dia sangat menyayangi kami adiknya, dan juga mas Pujiono, tolong Nona Muda", ucap Bu Michelle ketakutan.


" Ya sudah, saya tetap menghukumnya", ucap Ranti dan mematikan handphonenya.


Bu Michelle hanya bisa diam, dan menelpon Pujiono suaminya.


" Terimakasih Nona, anda telah memberikan kepercayaan yang luar biasa buat adik kesayangan saya, apalagi dia satu-satunya adik perempuan kami, tapi anda mengerjai adikku dengan sangat sempurna", ucap Sekcam itu.


Dan benar saja, Pujiono langsung menelpon Ranti, tapi Ranti menolak panggilan itu.


" Maaf coba bapak hubungi, guru kebanggaan saya, yang juga kepala sekolah saya", ucap Ranti.


" Halo Dek, Mas baik-baik saja, Nona Ranti hanya menggoda kamu saja, apa mas pernah bersikap sombong kepada orang lain, mas selalu ingat akan ajaran ibu, jika Mas berbuat demikian, itu artinya mas tidak sayang dengan ibu, yang sudah membesarkan dan mendidik mas", ucap Sekcam.


" Maaf ya Bu Michelle, muridmu ini memang usil, gurunya sendiri di kerjai", ucap Ranti.


" Astaga Nona Muda, ibu sampai menangis, Dia kakak paling baik sedunia, apalagi kakak iparku juga sangat baik dan penuh kerendahan hati menerima saya sebagai adik iparnya", ucap Bu Michelle lega.


" Sebagai sebagai hadiah, saya belikan mobil untuk kakaknya Bu Michelle, atau Bu Michelle ada permintaan lain? tanya Ranti.


" Maaf Nona Muda, kakakku sangat jujur dalam bekerja, dan juga sama sekali tidak mau menerima apapun pemberian saya, jik Nona Muda berkenan, tolong belikan kakakku rumah, jangan mobil, karena kakakku belum punya rumah sendiri", ucap Bu Michelle.


" Baiklah, saya kabulkan permintaan Bu Michelle, sedangkan mobil, tetap akan saya beli, apalagi dia mau menerima Pujiono sebagai adik iparnya", ucap Ranti.


" Terimakasih banyak Nona Muda, maaf jika saya lancang meminta sesuatu kepada anda", ucap Bu Michelle.


" Tidak apa-apa, Bu Michelle dan Pujiono adalah orang saya, siapapun yang baik kepada orang saya, apalagi dia adalah kakak Bu Michelle, pasti ku bantu, jadi jangan meminta maaf.


Saya sangat bangga dengan kepribadian kakak Bu Michelle yang tetap taat dan sayang kepada ibu tirinya, juga adik-adiknya", ucap Ranti.


" Pak Sekcam, besok pagi silahkan anda tunggu kedatangan mobil Toyota Corolla Cross dan Toyota Raize buat istri anda, dan motor, 2 unit Honda PCX, serta 2 unit Motor Nmax untuk kedua Putri anda, juga orang saya akan membawa paket istimewa untuk anda.


Untuk rumah, silahkan nanti sore anda ikut dengan orang saya, untuk melihatnya.


Asal anda tahu saja, saya berikan ini semua, karena adikmu adalah guru yang baik di sekolah saya, apalagi suaminya adalah orang kepercayaan saya, tapi ingat baik-baik, gunakan semuanya dengan bijak.


Jangan kuatir, akan tuduhan anda korupsi untuk membeli semua ini, dan juga tuduhan gratifikasi, semuanya akan diurus oleh orang saya", ucap Ranti yang melihat keragu-raguan dari sekcam itu.


Pak bupati dan camat hanya tercengang mendengar pembicaraan Ranti dan pak Sekcam.


" Nona Ranti, jika anda pemilik Sekolah Bintang Timur, itu berarti anda pemilik RPS Group Company, yang menaungi Yayasan Bintang Timur? tanya seseorang.

__ADS_1


" Ya, RPS Group Company adalah milik saya, dan di kelola oleh Rendi, karena saya masih sekolah saat mendirikan perusahaan itu, dan sekarang saya baru lulus dari SMA Bintang Timur Surabaya.


Pak bupati semakin pucat, bagaimana tidak, 2 Mega Proyek yang heboh di berita dengan anggaran mencapai 600 triliun, adalah milik Ranti.


" Pak Sekcam berapa lama lagi anda baru pensiun", tanya Ranti.


" Masih 7 tahun lagi, dan ada tawaran untuk pensiun dini", ucap Pak Sekcam.


" Silahkan pensiun dini dan bekerjalah di perusahaan saya saya kasih waktu anda 2 tahun untuk mengambil S2 jurusan manajemen", ucap Ranti.


" Baik Nona, saya akan pensiun setelah S2 saya selesai', jawab Sekcam itu mantab.


" Baiklah, saya ingin melanjutkan berbincang dengan warga, dan lihatlah, iring-iringan alat berat saya sudah datang, dan puluhan tenaga kerja.


" Pak bupati yang terhormat, silahkan tunggu panggilan dari kepolisian", ucap Ranti dan berlalu meninggalkan pak Bupati itu.


" Maaf pak, seharusnya anda bekerjasama dengan Nona itu, agar seluruh sumbangannya itu, bisa masuk daftar pembangunan anda, artinya Nona itu tidak melaporkan anda", ucap sekretaris pribadi Bupati itu.


Bupati itu terdiam, di memikirkan kebodohannya harus berdebat dengan Ranti.


Sementara itu, Ranti dengan tenang berbicara dengan pak Burhan dan para warga yang mendukung aksi Ranti.


" Pokoknya kalian semua harus fokus dengan pembangunan yang saya buat, ini gaji kalian selama proses pembangunan, uang itu cukup untuk kalian mengawasi proyek ini selama 2 tahun, tapi percayalah, proyek ini akan selesai dalam waktu maksimal 1 tahun", ucap Ranti sambil membagikan lagi kepada warga cek senilai 1 milyar perorang.


" Ya ampun Nona Muda, kemarin kami sudah mendapatkan uang 2,5 milyar dari anda, itu saja sudah sangat banyak", ucap mereka.


" Uang itu kalian simpan saja, ada tim saya yang lain akan datang membongkar dan membuat rumah yang baru untuk kalian, targetnya 3 bulan 25 rumah milik kalian sudah selesai.


Kalian juga tetap bertani, dan tanam kedelai dan jagung, nanti setelah panen, hasilnya kalian harus jual kepada saya, tentunya dengan harga pasaran, saya tidak akan menekan harga hasil panen kalian", ucap Ranti.


Saya hanya minta kalian tetap hidup sederhana", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami semua akan ikut arahan anda, dan kami bersedia kapan saja, jika anda butuh bantuan kami", ucap mereka dan membungkuk berterimakasih.


" Tolong jaga pak Burhan untukku, dan ingatlah, anggap saja pak Burhan adalah orangtua kalian, pastikan makanan pak Burhan tidak kekurangan", ucap Ranti.


" Ya sudah saya pamit, dan ini biaya operasional selama proyek, dan ini juga handphone untuk kalian, tolong laporan perkembangan pembangunan setiap hari.


Ranti mengirim, 3 tim untuk membangun di desa itu, di tambah dengan tim pembebasan lahan.


Pihak pemerintah provinsi terkejut dengan berita pembangunan yang akan dilaksanakan di daerah itu, hingga akhirnya pemerintah provinsi menghubungi pak Bupati.


Tapi ternyata, pihak pemerintah provinsi menghubungi pak Bupati bukan memberikan arahan atau memuji kinerja Pak Bupati, melainkan memberitahukan bahwa Pak bupati harus segera membuat laporan pertanggung jawaban perihal anggaran yang berasal dari pemerintah.


Ranti saat ini, sedang berada di rumah mantan istri ke 7 sang dukun, dan baru saja selesai me make over gadis itu.


" Sekarang kamu sudah bebas dari dukun itu, ini ATM buat kamu, isinya 25 milyar deposito dan 5 milyar untuk biaya hidup kamu sehari-hari, lanjutkan sekolah kamu, besok rumah kamu ini akan di renovasi, dan tunggu mobil dan motor akan datang, kamu isi saja dokumennya, dan ini SIM untukmu dan teteskan darahmu sekarang", perintah Ranti.


Selesai dengan gadis itu, Ranti melanjutkan perjalanannya menuju ke warga penjaga candi, tapi sebelumnya dia mampir ke tempat dukun itu.


Tiba dihutan yang menjadi tempat praktek dukun itu, Ranti langsung menenggelamkan tempat itu dan langsung merubahnya menjadi hutan yang sangat lebat.


Beruntunglah dukun tersebut tidak berada di lokasi, akan tetapi dukun tersebut merasakan seluruh ilmunya hilang, seiring tenggelamnya tempat dia berpraktek.


Ranti yang sudah selesai menenggelamkan tempat itu, kini melaju menuju desa Penjaga Candi.


Dia disambut seperti seorang Putri Raja, apalagi warga di tempat itu sudah berjanji akan memperlakukan Ranti seperti majikan mereka.


Saat Ranti tiba, rombongan mobil yang mengangkut motor untuk para warga juga tiba.


Para sopir takjub dengan jalan yang ada di tempat itu, sepanjang jalan juga menuju desa itu, sangat terasa jalan yang sangat bagus.


Setelah semua motor diturunkan, dan semua dokumen di tandatangani, mobil itu pergi, tapi sebelumnya Ranti memberikan mereka tips yang cukup besar.


Sepeninggal para sopir itu, Ranti membuat array pelindung ilusi dan sesaat kemudian dia menyuruh seluruh warga itu agar keluar dari dalam rumah.


Setelah semua warga keluar, Ranti mengatur waktu, kemudian datang tim dari Rose dan bekerja merenovasi semua warga.


Warga melihat keajaiban yang di perlihatkan Ranti.


" Tenang saja, rumah kalian semua akan menjadi benteng terkuat, sekaligus saya menguatkan struktur tanah dimana candi yang kalian jaga itu berdiri, hanya keturunan kalian yang bisa masuk kesana saat terjadi hal yang sangat membahayakan.


" Terimakasih Nona Muda, kami akan selalu mengingat semua pesan anda, termasuk menyekolahkan anak-anak kami, dan mengikuti perkembangan dunia luar, tapi tetap berpegang pada perintah majikan kami, dan sekarang kami bersumpah akan mengikuti anda, dan segala aturan yang Nona Muda buat untuk kehidupan kami", ucap mereka sambil berlutut.

__ADS_1


" Baiklah, telanlah pil ini dan bacalah seluruh buku ini, kemudian berlatihlah, suatu saat saya pasti membutuhkan kalian", ucap Ranti sambil memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel serta Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak.


* Tuan, kesetiaan mereka sudah teruji, Rose akan membeli seluruh lahan ini agar tidak ada yang mengganggunya di kemudian hari, luasnya 180 hektare, dan semuanya atas nama Tuan, karena sejatinya tanah ini masih milik negara, dan Rose menambahkan bangunan untuk Tuan, dan percayalah suatu saat Tuan akan sering datang kesini, sekedar untuk beristirahat", ujar Rose.


__ADS_2