SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Ambang kehancuran PNSP


__ADS_3

Ranti dan Tim Aluna tiba bersamaan, para pengantar mobil sangat bersemangat jika Ranti yang membeli mobil, karena sudah pasti uang tips tidak kurang dari 1 juta perorang, kalau Aluna jangan tanya, dia di nobatkan sebagai sales mobil terbaik selama 2 tahun berturut-turut, bahkan merk Toyota memberikan dia Bonus 1 Unit Toyota Corolla Cross, karena sanggup menjual mobil Toyota berbagai jenis dan tipe, sebanyak 200 unit, Dealer Grace sendiri memberikan bonus uang 200 juta.


Kini kekayaan Aluna mencapai 5 milyar, dari semua penjualan mobil, tercatat beberapa pemimpin perusahaan juga membeli mobil lewat Aluna, apalagi mobil mewah yang dia jual sudah lebih 100 unit, ditambah motor besar yang dia tangani, namun hal itu tidak membuatnya sombong, teman-temannya justru baju membahu membantunya jika memang pelanggan mencari dia, karena Aluna juga tidak pelit.


" Nona Muda, semua Dokumen sudah saya bawa, maaf mobilnya buat siapa, tanya Aluna.


" Itu buat mereka berdua, tolong bantu isikan nanti mereka tinggal tanda tangan", perintah Ranti.


" Aluna, bagaimana dengan penghargaan dari Toyota, kamu dapat apa dari Jakarta", tanya Ranti.


" Aku dapat Toyota Corolla Cross dan uang 1 miliar, dan piagam Sales terbaik, tapi uangnya sebagian aku bagikan buat teman-teman, karena mereka juga banyak membantu saya", ucap Aluna.


" Harus begitu, itu namanya kita tidak egois dan perhitungan dengan teman.


Warga sekitar rumah tempat tinggal Amir dan Omar sekejap menjadi ramai, karena ada 2 mobil dan 2 motor besar yang sedang di turunkan.


" Amir, ini mobil dan motor siapa? tanya seorang warga.


" Ini mobil kami, dan Minggu ini kami juga sudah mau pindah ke rumah besar yang di depan', jawab Amir.


" Syukurlah, ingat baik-baik jangan takabur saat memiliki banyak uang, ingat baik-baik dengan ibu kalian, dia orang baik, hanya saja orang jahat yang memanfaatkan kelemahan kalian, makanya kami menerima kalian disini, ucap seorang warga yang ternyata adalah Pak RT.


" Terimakasih Pak RT, kami akan selalu mengingat Budi baik bapak terhadap kami, jika bukan bapak yang terus membela kami, mungkin kami sudah terusir dari sini, kami nanti pindah di samping rumah Bu Amalia dan pak Hadid", ujar Amir.


' Itu rumahnya sangat besar, tapikan dirumah itu masih ada orang", ucap Pak RT.


" Maaf Pak, rumah itu sudah saya beli perkemarin Sore, pelunasannya Besok pagi, karena orang kantor saya libur Sabtu Minggu", ucap Ranti.


" Loh bukan Nona yang juga dulu datang mencari mereka", tanya pak RT.


" Ia saya", jawab Ranti.


" Terimakasih sudah membantu anak-anak malang ini, tapi hebatnya mereka tidak mengeluh dan jadi pengemis, mereka berusaha dengan mengamen, itu lebih terhormat untuk anak seusia mereka", ucap pak RT.


" Sama-sama Pak RT, kita sama-sama manusia, lagian saya juga di besarkan di Panti Asuhan Charity selama 10 tahun', ucap Ranti.


Ranti kemudian memanggil pak RT masuk kedalam Rumah, di dalam rumah Ranti memberikan pak RT selembar Cek sebesar 1 milyar, dengan syarat jangan bicara ke siapa-siapa.


Selesai dengan urusan mobil Ranti, dan setelah Tim Aluna Pergi, Ranti berpesan kepada Amir dan Omar agar merawat mobil itu baik-baik, dan rumah yang barusan di beli adalah untuk mereka dan masih ada 3 kapling kosong, yang nantinya akan di bagikan kepada mereka berempat.


Ranti berencana akan memberikan kepada ibu mereka uang dari hasil rampasan dari Panji Nakula Sadewa Persada sebesar 5 Triliun, sebagai kompensasi dari perusahaan itu, dengan harapan suatu hari kelak bisa di bagikan ke anak-anak nya.


Di kediaman Indrajati Patria, kehebohan terjadi bagiamana tidak uang mereka terkuras, Aplikasi Mata Dewa hanya menyisakan 100 milyar, namun istrinya pertamanya tersenyum, karena setelah suaminya menikah lagi agar memiliki keturunan, dia seolah tersingkir bersama anak adopsinya.


Ranti sengaja meminta kepada aplikasi tersembunyi agar menyisihkan 10 triliun buat ibu dan anak itu, tapi belum boleh di aktifkan.


Dan benar saja wanita paruh bayah itu menjadi sasaran Indrajati Patria dan langsung Menjatuhkan talak 3, itu artinya mereka telah bercerai, dan Indrajati Patria mengusir mantan istrinya, beserta anak perempuan yang berusia 18 tahun dan baru selesai UN untuk keluar dari rumahnya.


Si wanita paruh bayah itu dengan tenang keluar dari rumah, dia melihat tabungannya selama menikah dengan Indrajati masih ada sekitar 10 milyar, dia juga diam-diam membeli rumah di daerah Pakuwon City.


Setelah tiba di teras, datang sepasang suami isteri yang setia terhadap istri pertama Indrajati Patria dengan membawa bungkusan dan koper, mereka pelayan dan supir wanita itu.

__ADS_1


" Nyonya kita akan kemana sekarang? tanya pak supir.


" Jalan saja, saya masih punya rumah, dan juga 3 buah ruko, kalau kalian masih ingin ikut saya, mohon maaf saya tidak bisa menggaji kalian berdua seperti dulu", Ucap wanita paruh bayah itu


" Tidak apa-apa nyonya, asal kita bisa makan saja sudah cukup, kita buka usaha warung makan saja, jika nyonya masih punya ruko", ucap bibi pelayan.


" itu memang rencana saya, agar Putri saya bisa kuliah dan bisa berbisnis kelak, saya masih punya simpanan dan 5 batang emas peninggalan Orangtua saya, jadi kita bisa masih bisa hidup walau pas-pasan., semoga kita berhasil dan aku bisa menggaji kalian dengan layak",ujar wanita itu.


" Amin, Nyonya sekarang kearah mana kita? tanya pak supir.


" Kita ke Perumahan Pakuwon City aku punya rumah disana, semua sudah lengkap, dan hanya ada 3 kamar, cukup buat kita, dan dapurnya sudah saya Renovasi menjadi luas, agar beberapa makanan sudah kita olah setengah jadi dirumah, baru lanjut di restoran yang nanti kita bangun", ujar wanita.


Sepeninggal mantan Istrinya, Indrajati Patria terlihat lebih emosi, kedua anak laki-laki nya dan istri keduanya juga terlihat sangat bingung, biasanya uang triliunan tapi kini tinggal 100 milyar.


" Sabarlah, toh perusahaan kita masih berjalan, akhir tahun juga kita akan dapat hasil dari seluruh perusahaan kita yang lain, kalian berdua bagaimana dengan usaha kalian? tanya Indrajati Patria.


" Kalau aku lancar, beberapa gerai Pizza milikku dari TP 2 hingga 6 lancar, di Mall Galaxy, Mall Pakuwon juga lancar, serta beberapa Mall lainnya dan juga di Gerai Pusat juga lancar, hanya saja yang di TP 1 ada gerai Pizza Hut, aku sudah mengajukan untuk menggesernya, kata pengelola, besok keputusannya", Ucap Panca Patria.


" Kalau konveksi saya juga lancar, PO Bus juga lancar, hanya saja perusahaan RPS Group Company tidak menerima penawaran saya untuk pengadaan seragam karyawan dan seragam sekolah mereka, murid mereka hingga ke Jogjakarta, menurut informasi ada 10 ribu orang, karyawan di Pabrik dan perusahaan mereka ada sekitar 2000 orang, kan lumayan untuk pemasukkan tahunan ucap Dwi Patria.


" Lain kali kesana lagi dan katakan, kalian putraku, ucap Sombong Indrajati Patria.


" Sudah ayah, tapi mereka bilang untuk urusan seragam, tunggu bos besar mereka,


" Oh ia ayah, di RPS Food Excellent, saya menawarkan daging sapi, dan sayuran impor tapi terang-terangan pihak perusahaan itu menolaknya, alasannya mereka memiliki peternakan sendiri, untuk susu mereka mengambilnya dari warga lokal, dengan uji sterilisasi sangat ketat", sambung Panca.


" Apa kalian sudah melihat siapa pemegang saham terbesar mereka, dan berapa harga sahamnya di pasaran, biar kita beli", ucap Indrajati Patria.


Aplikasi mata dewa yang meretas CCTV rumah langsung merekam dan mengirimnya ke Ranti.


Dilain tempat seluruh petinggi Mall yang dimiliki Ranti, sedang menggelar rapat di kantor pusat mereka, di pimpin oleh Pak Dharmadi, perihal gerai Pizza yang dimaksud Ranti, data yang di tampilkan sungguh mencengangkan, dalam kontrak tertulis 2 tahun, tapi pembayaran per enam bulan, itupun terlambat bayar alasannya pihak pengelolaan tidak mengingatkan.


Akhirnya dalam rapat di putuskan, TP 5 dan 6 sudah jatuh tempo lewat 4 hari, TP 3 sudah sebulan nunggak, Pakuwon Mall, sudah lewat semingguan, di Hanya Mall Galaxy mereka masih tersisa 1 bulan sebelum jatuh tempo dan keputusannya gerai itu fi hapuskan dari seluruh Mall milik Ranti.


sementara di tempat lain Ranti sudah tiba dirumah dan berbincang dengan kakaknya, bahwa dia akan ke Lampung dan berangkat malam dari Surabaya, pesawat terakhir, karena pesawat Jet nya lagi maintenance di Jakarta.


" Ya sudah berangkat dari rumah jam berapa? tanya Mercy.


" Jam 6, pesawat berangkat jam 8, dan aku dari Bandara langsung ke Merak, mau ambil 1 orang di sana, Selasa malam aku sudah dirumah", ucap Ranti.


" Ya sudah, tapi ingat saat ada waktu telpon Salma, dia terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya jika kamu pergi terlalu lama, dia lebih banyak diam dan hanya menghabiskan waktu pulang sekolah dengan menggambar atau main musik, paling banter dia ke Mall Galaxy, ke restoran seafood atau ke pak Drajat dengan Mora", ucap Mercy.


" Ia kak, lain kali aku atur jadwal keluar kota hari Sabtu, biar bisa bisa mengajaknya sesekali", ucap Ranti.


" Itu solusi terbaik, Kecuali darurat, dihari biasa ya pasti di akan mengerti, usianya lagi butuh perhatian, dia lebih dekat dengan kamu, karena kamu yang membawanya, mereka kesini, bukan berarti dia tidak bahagia saat hanya ada kami, tapi sifatnya mirip dengan kamu, lepas kak Vanya pergi hampir 1 tahun kamu bersedih", ucap Mercy sambil merangkul Ranti dengan kasih sayang.


" Terimakasih kak, Ranti akan merubah jadwal lain kali, ini terakhir aku pergi lama, lain kali kalau ke Jakarta pergi pagi pulang malam, kalau rapat bisa di tunda hati Sabtu Pagi, malam sudah pulang itu pun dengan Salma, kasihan juga dia, ucap Ranti merasa bersalah dengan adiknya.


" Ya sudah, sebentar lagi dia pulang, dia hanya mengantar Mora pulang, tapi yakinlah ini hanya sementara, dia itu tabah dan kuat, hanya saja umurnya saat ini masih rentan, mohon Bontot mengerti, kakak hanya gak mau dia kesepian, kakak sangat sayang kalian semua, harapan Kakak kita semuanya hidup bahagia, dengan penuh cinta", ucap Mercy.


" Bontot, bangga punya kakak seperti kalian semuanya, sebenarnya gak rela kak Rindu kuliah ke Amerika, tapi itu cita-cita kak Rindu, sama dulu ketika kak Darel kuliah di Jakarta, tapi ini Cita- cita kak Rindu dan kak Darel, makanya kakak juga kuliah S2 di Amerika Serikat, wujudkan impian kakak, agar kelak tidak ada yang kurang di selanjutnya hidup kita kedepannya", ujar Ranti.

__ADS_1


" Ia, kami semua paham, S2 hanya 2 tahun, jadi bisa pulang sama kami bertiga sama-sama sudah selesai", lanjut Mercy.


Dari depan pintu terlihat Salma dan Armando memasuki rumah dengan senyum.


" Ada angin apa ini, kok senyum-senyum", tanya Ranti


" Tidak apa-apa, Salma dan kak Armando dapat telpon dari Bu guru, ikut lomba nyanyi tingkat propinsi Jawa Timur, yang di adakan selama 3 hari di alun-alun Trenggalek mulai hari Rabu hingga hari Jumat", Ucap Salma.


" Kakak akan temani Salma disana", ucap Ranti.


" Kata Bu guru, sebaiknya kita nginap kalau gak mau capek bolak-balik, Mora juga ikut tapi dia hanya di paduan Suara, kalau Salma, solo, duet dan paduan suara, padahal awalnya guru bilang Salma hanya ikut paduan suara saja, nanti duet bareng kak Armando", ucap Salma.


" Kami semua akan menemanimu disana, dan jika masuk final, kak Darel, kak Vanya dan kakak kembar pasti datang, nanti kakak buat siaran langsung agar ayah dan bunda bisa menonton nya", Ucap Ranti.


" Terimakasih kak, Salma akan berusaha sebaik mungkin, tapi tidak mau berambisi", Ucap Salma.


" Selamat sore Nona Muda, pihak Penyelenggara mengirim proposal Lomba seni suara di Trenggalek, tanya Boni.


" Berikan uang dan bingkisan Sabun', ucap Ranti.


" Apakah kita menjadi sponsor utama 250 juta, bagaimanapun Nona Muda? tanya Boni.


" Silahkan Saja', ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", ujar Boni.


" Salma, kakak ada kerjaan di Lampung, Hati Selasa Malam kakak sudah pulang, besoknya kakak temani kamu selama kami masih bertahan di lomba itu", ujar Ranti.


" Ia, tapi kakak janji akan temani Salma dan kak Armando di Trenggalek", sahut Salma.


" Kakak janji", ucap Ranti.


" Ya sudah, tapi Salma Mohon kakak harus hadir, di acara Lomba", ucap Salma, sambil memeluk Ranti.


" Ia sayang, apapun caranya kakak pasti datang,", Ucap Ranti.


" Nanti Salma antar kakak ke bandara, tapi kan pesawat kita lagi di Jakarta, lalu kakak naik apa nanti? tanya Salma.


" Kakak naik pesawat Garuda jam 8 Malam, dikit lagi kakak ke Bandara.", ujar Ranti.


" Nanti di Trenggalek, kita desa hotel sendiri sama Mora ya kak', ucap Salma.


" Ia, lalu dari sekolah mana saja urusan kota Surabaya? tanya Ranti.


Gak tau juga kak, soalnya, bukan hanya SD, tapi SMP dan SMA juga ikut, makanya ramai nanti, Bintang Timur, dari SD hanya Salma, kak Armando, Mora dan ada 5 orang lagi", jawab Salma.


" Baguslah, berarti kita harus gabung dengan sekolah lainnya yang berasal dari Surabaya, tapi kita sewa hotel sendiri bersama Mora", Ucap Ranti.


" Asik, terimakasih kakak sayang, ya uda ayo berangkat ke Bandara, Salma mau makan roti boy.


'

__ADS_1


__ADS_2