SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membahagiakan keluarga Pelayan


__ADS_3

Selesai sarapan, Ranti bersama keluarga Marni pergi menjemput ibunya Marni di Rumah Sakit, yang letaknya di kota kecamatan Situbondo yang juga ibu kota kabupaten.


Tiba dirumah sakit, Marni mendengar laporan dari adiknya bahwa ibu mereka tidak boleh pulang karena pasien belum sembuh.


" Maaf Dokter, saya mewakili keluarga Pasien, meminta untuk memulangkan Pasien, segala resiko yang terjadi biar kami keluarga yang menanggungnya dan tidak akan menuntut apa-apa ke pihak Rumah Sakit", ucap Ranti.


" Apa alasan kalian ingin membawa pulang Pasien, jika memang karena masalah ekonomi, itu bukan alasan karena sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan, walau memang ada beberapa obat yang harus bayar, tapi itu tidak banyak, kami kuatir dengan pasien", Kata Dokter itu.


" Terimakasih atas perhatian Dokter, saya tau anda dokter yang sangat baik hati, mohon ijinkan kami membawa pulang pasiennya, besok pagi kami akan datang untuk melakukan Cek up", ucap Ranti.


" Baiklah, tapi mohon jika ada masalah tolong segera bawa kembali pasiennya, saya sendiri yang akan mengoperasinya, mungkin kalian tidak tahu, atau bahkan ibu pasien sudah lupa dengan saya, ibu ini pernah membantu saya, saat saya kehujanan waktu KKN, ibu memberikan saya makan dan minuman hangat, mungkin bagi banyak orang itu hanya tindakan sepele, tapi seumur hidupku, itulah kali pertama saya mendapatkan bantuan yang tulus", ucap Dokter itu.


" Anda sungguh luar biasa, begini saja, anda ikut dengan kami, ada hal yang akan ku berikan kepadamu", ucap Ranti.


" Baiklah, kebetulan 30 menit lagi saya lepas Dinas, apakah Nona mau menunggunya", ucap Dokter itu.


" Tidak masalah, justru apa anda sendiri tidak masalah jika suami Dokter lama menunggu dirumah", ucap Ranti berpura-pura tidak tahu masalah Dokter itu.


" Tidak masalah, saya dengan suami sudah bercerai, tinggal menunggu surat keputusan dari pengadilan, dia yang menggugat saya, jadi bebas saja say pulang terlambat", ucap Dokter malang itu.


" Oh maafkan saya Dokter, memangnya suami Bu Dokter kerja apa? tanya Ranti.


" Dia pengusaha, dia minta agar saya berhenti jadi Dokter, padahal menjadi Dokter adalah cita-cita saya, dan dari awal saya sudah bilang dan dia setuju, belakangan dia melarang saya, ketika saya tidak mau berhenti, dia menggugat saya, ya sudah gak apa-apa, toh saya juga punya penghasilan sendiri", ucap Dokter itu.


" Tapi maaf, tolong isi formulir ini, agar pasien bisa pulang", Lanjut Dokter itu.


Marni segera mengambil Formulir itu dan mengisinya, sementara kedua paman dan bibinya sudah berada di ruang rawat ibunya Marni.


" Bu Dokter, maaf juga sebelumnya, menurut saya, bukan masalah pekerjaan Bu Dokter yang dia persoalkan, maaf sekali lagi, mantan suami Bu Dokter itu selingkuh", ucap Ranti.


" Hahahaha, saya sudah tahu, bahkan selingkuhannya dia adalah Pembantu berumur 18 tahun dirumah saya, makanya Putra saya tidak mau ikut dengan mantan suami saya, karena putra saya yang memergoki mereka, dan mantan suami membuat alasan bahwa pekerjaan sayalah yang membuatnya seperti itu", ujar Dokter itu.


" Satu lagi, itu karena penampilan Dokter, mungkin bagi dia sudah tidak menarik lagi, biasalah banyak laki-laki hanya mau lihat kita wanita selalu tampil cantik", ucap Ranti.


" Anda benar Nona, dia sendiri mengatakan aku sudah berlemak, tapi aku tidak masalah dengan penghinaannya, saay surat cerai saya dapat, maka saya akan kembali ke Surabaya, dan kuliah lagi ambil S3, ucap Dokter itu.


" Oh itu bagus, di Surabaya saya punya rumah Sakit, Dokter bisa bekerja di Rumah Sakit saya, Namanya Medika Sentosa Surabaya, dan saat ini sedang perencanaan pembangunan Rumah Sakit besar di Jogjakarta", Ranti.


" Terimakasih Nona, saya pasti akan menghubungi Nona, apakah saya boleh minta nomor kontak Nona? tanya Dokter itu.


" Ini Kartu nama saya, jika sudah di Surabaya, WA saja dan foto kartu nama saya, dan kirim kesaya, pasti saya akan menghubungi dokter", jawab Ranti, sambil memberikan kartu namanya.


" Terimakasih Nona, Ayo kita ke ruang pasien dan urus administrasi nya, saya sekalian ke ruangan saya dan mengambil perlengkapan, baru ke ruang pasien", ucap Dokter itu.


Tak berapa lama semua sudah beres, ibunya Marni bawa pakai kursi roda hingga ke parkiran, Ranti berjalan beriringan dengan dokter itu, yang bernama Salsabila, panggilan Salsa.


Dokter Salsa mengikuti mobil Ranti dari belakang, tidak ada terbesit keraguan atau juga penyesalan dengan perceraiannya.


Sejam kemudian, mereka tiba di rumah Marni, Nimar adiknya Marni mendorong kursi roda dan mengantar ibunya ke kamar.


" Nimar, kamu sudah dapat kampus untuk tempatmu kuliah? tanya Ranti.


" Belum Nona Muda, Jawab Nimar.


" Kamu mau ambil jurusan apa? tanya Ranti.


" Maunya ambil Ekonomi, saya ingin kerja di Bank, tapi universitas di Situbondo belum mumpuni, ingin ke Surabaya tapi kasihan ibu, sedangkan Mbak Marni sedang kerja, makanya saya bingung mau kuliah dimana", ucap Nimar.


" Jujur saja apa Universitas impianmu? tanya Ranti.


" Aku sangat ingin kuliah di Universitas Brawijaya Malang, Apalagi status Akreditasi Program Studinya masuk kategori unggul", ucap Nimar.


" Ya sudah, jangan kuatir dengan ibumu dan juga keponakanmu, kamu kuliah disana, nanti orang saya akan bantu kamu, kirim saja data-data kamu dan ijazahnya, sekarang kita fokus dulu ke pengobatan ibumu dan juga kamu, serta kedua keponakan kamu yaitu anaknya Marni", ucap Ranti.


" Dokter, Kenalkan 2 kakak kembar saya, mereka kuliah kedokteran di UGM Jogjakarta, 1 kakak laki-laki saya kuliah Teknik Informatika dan 1 kakak perempuan saya Kuliah Fakultas Ekonomi, mereka berdua kuliah di Universitas Binus Jakarta, 3 kakak saya di Universitas Airlangga Fakultas Ekonomi dan yang ini, namanya Rindu, Calon mahasiswi di Massachusetts Institut of Teknologi, Fakultas Teknik Penerbangan, jurusan Desain Pesawat Terbang, Amerika Serikat", dan mereka berdua ini masih SD, kalau saya baru daftar kuliah Online, Ucap Ranti.

__ADS_1


" Wow, ternyata keluarga Nona sangat menjunjung tinggi pendidikan", ucap Dokter itu.


" Marni,bantu ibumu buka baju, dan juga kedua anakmu serta adikmu", ucap Ranti.


" Salma, tolong cek Nadi Keempat orang itu, Kak Mercy, kak Friska, kak Renita tolong bantu jaga energi Kedua anak Marni, Kak Renata tolong bantu saya menjaga energi ibunya Marni.


" Dokter jika anda mau merubah penampilan, silahkan buka baju anda dan berbaringlah, saya pastikan anda akan tampil cantik dan juga terlihat lebih muda, percayalah mantan suami Dokter akan menyesal menceraikan anda", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, saya mau merubah penampilan saya", ucap Dokter itu dan tanpa malu-malu dia langsung bertelanjang, mengikuti yang lain dan berbaring.


" Proses ini sangat menyakitkan, waktunya 30 menit, jadi harap jaga kesadaran, saudara-saudara saya akan membantu kalian semuanya, sekarang telanlah Pill ini dan pejamkan mata kalian" perintah Ranti.


Seluruh saudara Ranti kecuali Vanya dan Dewi, membantu Ranti menyebarkan Energi Positif, Marni melihat penderitaan kedua anaknya hanya bisa meneteskan air mata, tapi dia juga bahagia, karena dia yakin Ranti akan menyembuhkan mere semua, dia terharu melihat Nona Muda dan Tuan Muda nya berjibaku demi orang-orang kesayangannya.


Marni segera menyiapkan Air, dia di bantu oleh ke tiga sepupunya.


Teriakan demi teriakan terdengar dan bergema di dalam kamar itu hingga ke ruang tamu.


" Dul, Nona Muda dan Tuan Muda kalian sangat hebat, mereka paham pengobatan zaman kuno", ucap Pakdenya Marni.


" Yang paling pintar mengobati adalah Nona Muda Ranti, dia sangat pandai membuat obat, dan seluruh Saudaranya juga pintar mendiagnosa penyakit seseorang, bahkan mereka semua pintar Akupuntur", jawab Mang Dul.


" Saya Takjub dengan 2 anak kecil itu, umur masih kecil tapi sudah pandai Teknik menotok", ucap Pakleknya Marni.


" Nona Muda Salma memang bercita-cita menjadi dokter, dia juga pengobatan China kuno, dan di Antara saudaranya nona Ranti, Nona Muda Salma yang pintar Akupuntur, dia belajar dari buku dan diarahkan oleh Nona Muda Ranti ", ujar Mang Dul.


" Pantas kamu juga terlihat lebih muda dan segar, begitu juga Likha istri mu, ujar Pakdenya Marni.


" Semua yang bekerja dirumah Nona Muda dan Tuan Muda memang sudah diberikan Pill dan Serum", ucap Mang Dul.


Sejam Kemudian, ibunya Marni bersama Nimar sudah keluar dari kamar, di susul Bu Dokter, yang kini badannya sudah langsing dan bodinya sudah berubah menjadi ramping, wajahnya makin cantik di padu dengan kulitnya yang bertambah halus dan putih.


Ibunya Marini terlihat seperti wanita berumur 40 tahun, padahal saat ini umurnya sudah 50 Tahun.


Sedangkan Nimar telah berubah menjadi gadis yang sangat Cantik, dengan bertambah tinggi, tak lama kemudian kedua anak Marni keluar dari kamar, kedua bocah itu nampak semakin imut dan bertambah tinggi.


" Sama-sama Bu, semuanya demi Marni, saya gak mau orang saya bersedih, dia sudah menjadi bagian keluarga kami, walau orang lain berkata dia pembantu atau apapun itu, tapi kami semua menganggap Marni dan yang lain adalah keluarga, jadi ibu tenang saja, nikmati saja masa tua ibu bersama kedua cucu", ucap Ranti.


" Dan satu lagi, Nimar katanya mau kuliah di Malang, makanya saya mengobati ibu, agar dia bisa berkuliah dengan tenang, apalagi dia akan tinggal disana, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, ibu sangat bahagia, jika akhirnya Nimar melanjutkan Studinya", ucap ibunya Marni.


" Nak, berangkatlah ke Malang, ibu sudah sehat, jadi ibu bisa kamu tinggalkan untuk kuliah, kejarlah masa depanmu", ucap Ibunya Marni.


" Untuk kalian semuanya, telanlah Pill ini, badan kalian akan terasa hangat, dan kepala kalian semua akan pusing selama beberapa saat, Pill ini bernama Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, dan minumlah juga air ini", ucap Ranti.


Dan benar saja, mereka yang menelan Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, suhu badan mereka seketika naik, kepala mereka berasa pusing, karena berbagai jenis ilmu pengetahuan telah masuk ke otak mereka.


" Nona Muda, kepala kami terasa ringan, dan terasa lebih muda dalam memahami sesuatu", ucap Nimar.


" Ya, kamu akan mampu menterjemahkan kata-katanya yang sulit dalam buku, hingga kamu mudah memahami pelajaran", ujar Ranti.


Mereka semua berbahagia dengan apa yang Ranti berikan untuk mereka.


" Bu Dokter bagaimana perasaan Anda dengan perubahan terjadi? tanya Ranti.


" Luar biasa Nona, dan terimakasih sudah merubah tampilan saya seperti ini, tapi saya harus mengecilkan seluruh baju milik saya", ucap Dokter itu.


" Wah kalau begitu saya jadi merugikan anda dokter", ucap Ranti.


" Tidak masalah, saya punya tukang jahit langganan, jadi gampang itu", ucap dokter sambil tersenyum.


" Ya sudah mari kita makan ini sudah jam makan siang", ucap Bu Likha.


Mereka semua menikmati makanannya dengan penuh sukacita, terpancar rona kebahagiaan setiap orang yang ada dirumah Marni.

__ADS_1


" Bu Maryati, besok pagi tolong datang ke Rumah Sakit untuk cek up, agar kita bisa melihat kesembuhan ibu", ucap Dokter itu.


" Baik Dokter, saya akan menemui dokter besok pagi", ucap Maryati ibunya Mirna.


Sebelum Dokter itu pulang, Ranti mengajaknya berbincang secara pribadi.


" Bu Dokter, tolong jaga rahasia kesembuhan Bu Maryati, dan juga rahasia bagaimana ibu perubahan penampilan ibu saat ini, anggaplah apa yang saya berikan sebagai hadiah atas kebaikan Dokter pada Bu Maryati", ucap Ranti.


" Sudah pasti saya akan merahasiakannya", jawab Dokter itu.


" Ini buat Putra anda, Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, serta Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, serta cairan ini, baca aturan pakainya yang sudah saya catat", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, Ujar Dokter itu.


" Dan ini untuk biaya S3 dokter nantinya, dan juga untuk beli rumah di Surabaya dan mobil baru, mohon jangan di tolak, karena saya pasti tidak mau berteman dengan dokter", ucap Ranti


" Baiklah Nona Ranti, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya", ucap Dokter itu dan pamit pulang.


" Pak Suhendra bagaimana usaha anda di Semarang? ucap Ranti membuka obrolan.


" Usaha saya baik-baik saja, dan bisa dikatakan warung bakso dan warung makan saya, cukup ramai hingga mampu menyekolahkan Clarisa hingga lulus kuliah, dan saat ini adiknya sudah masuk ke UGM Jogjakarta ambil Fakultas Teknik jurusan Teknik Informatika", ucap Pak Suhendra pamannya Marni.


" Baguslah, Clarisa kapan kamu Wisuda? tanya Ranti tiba-tiba.


" Bulan Oktober sekalian Dies Natalis Kampus", ucap Clarisa.


" Kalau kamu mau, kamu bisa melamar di Bank IDB milik saya di Semarang, setelah kamu Wisuda nanti", ucap Ranti.


" Kebetulan Nona Muda, saya memang berkeinginan untuk melamar kerja di Bank IDB, apalagi dekat dengan Warung makan serta bakso milik ayah dan Bunda", ucap Clarisa.


" Bagus kalau begitu, nanti kamu kirim semua datanya ke Marni saat semuanya sudah siap, tapi saya sarankan kamu mulai dari bawah, dan sambil kuliah S2, saya jamin karir kamu akan bagus", ucap Ranti.


" Siap Nona Muda, apapun jabatannya, saya akan kerjakan dengan sungguh-sungguh, bekerja di bank impian saya, akan membuat saya bangga, apalagi Nona Muda pemiliknya", ucap Clarisa.


" Tapi juga ingat, jangan ada siapapun yang tahu kalau kamu kenal dengan saya, jika ada masalah genting atau ada petinggi Cabang yang aneh-aneh, segera laporkan", Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, saya juga gak mau di perlakukan khusus oleh mereka, dan nanti pasti banyak penjilat", ucap Clarisa.


" Jawaban yang tepat, dan jangan kecewakan kakakmu Marni, dan juga Mang Dul yang merekomendasikan kamu, tetaplah rendah hati dan jangan sombong itu aturan saya di seluruh perusahaan yang ku miliki", tegas Ranti.


" Pasti Nona Muda, biarpun kakak sepupu saya dianggap orang sebagai pembantu, tapi saya bangga memiliki kakak sepupu Mbak Marni ", ucap Clarisa dengan jujur.


" Baguslah, saya senang mendengarnya.


Pak Suhendra dan ibu, ambil ini, di dalam kedua ATM ini masing-masing berisi, 15 Milyar buatlah tabungan hari tua dan yang ini berisi 10 Milyar, khusus untuk modal usaha. Clarisa, dan Riklan ambil ini, masing-masing kalian saya berikan 2 ATM, yang 1 berisi 15 milyar jadikan tabungan deposito berjangka dan 1 lagi berisi 5 milyar untuk pemakaian sehari-hari, dan juga biaya kuliah serta biaya hidup kalian, beli saja mobil untuk kamu Riklan kuliah dan juga kamu Clarisa saat ke Kantor", ucap Ranti.


Pak Satrio dan ibu kalian juga mendapat ATM masing berisi 15 milyar sebagai Deposito, begitu juga kedua putri anda masing-masing deposito 15 Milyar. 1 ATM ini juga berisi 10 Milyar untuk modal usaha, dan 10 Milyar ini buat biaya hidup, termasuk membuat rumah dan beli Mobil, dan untuk kedua putrimu, saya berikan juga ATM untuk biaya sekolah mereka, masing-masing 5 milyar, silahkan beli mobil yang harganya 200 hingga 300 jutaan", Ucap Ranti.


" Tapi bukan berarti kalian menggunakan untuk foya-foya, pakailah dengan bijak, jika saya mendengar kalian boros apalagi yang masih sekolah, maaf uangnya saya tarik kembali", tegas Ranti.


' Baik Nona muda kami berjanji akan menggunakannya dengan baik", ucap mereka serentak.


" Terakhir ambil SIM ini, teteskan darah kalian disini maka SIM nya akan akan aktif sesuai nama kalian dan saat ini juga kalian semua bisa menyetir mobil maupun motor dengan lebih baik', ucap Ranti.


"Bu Maryati, Nimar Ambil ini masing kalian saya berikan 2 ATM, ATM deposito 30 Milyar dan 10 milyar sebagai biaya hidup, dan 1 lagi ATM untuk biaya merawat kedua anak Marni.


Dan untuk kalian berdua juga, nanti ada orang saya akan mengirim 1 unit mobil Toyota Corolla Cross untuk Bu Maryati gunakan mengantar kedua anak Marni dan 1 unit Mercedes-Benz B 200 Progressive Line untuk Nimar gunakan saat kuliah, serta 2 unit Motor Nmax.


Begitu juga Pak Satrio, tunggu saja 1 unit mobil Toyota Raize dan 4 unit motor Nmax.


" Untuk keluarga pak Suhendra, juga tunggu di Semarang ada orang yang akan mengirim mobil Toyota Raize 1 Unit, dan 3 unit motor Nmax serta 1 unit Yamaha R 25.


" Saya harap hadiah yang saya berikan ini bisa berguna buat kalian semuanya.


" Bu Maryati, Nimar Ambil SIM ini dan teteskan darah kalian", ucap Ranti.

__ADS_1


Dengan segera mereka meneteskan darahnya dan terasa sensasi yang berbeda, Rose memberikan mere skill mengemudi tingkat Master, Beladiri modern, komputer dan memasak dan bisnis manajemen.


__ADS_2