SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kebaikan di balas kebaikan


__ADS_3

Kembali ke Rumah Ranti


Saat ini mereka semua sedang menunggu Salma dan Armando pulang dari acara ulangtahun, walau Yati melaporkan, semuanya baik-baik saja, tapi namanya seorang kakak pasti akan kuatir dengan adiknya.


" Dek, bagaimana keadaan Salma dan Armando, tanya Darel dari Jakarta


" Kata Yati, mereka baik-baik saja, jawab Mercy


" Sebelum kakak lihat mereka berdua, kakak dan Sonia di sini masih tetap kuatir, jika terjadi apa-apa, kakak pulang besok pagi, penerbangan pertama, Ucap Darel kuatir


" Kita tunggu mereka pulang, katanya masih mampir di supermarket kita di depan, balas Mercy


" Dek bagaimana dengan Salma dan Armando, giliran Renata dan Renita yang menelpon


" Mereka baik-baik saja, kami sedang menunggu mereka pulang, ujar Ranti.


" Bilang sama Pak Sumadi agar datangi perusahaan mereka dan hancurkan saja, jika mereka berani menyentuh salah satu adik kita, ucap Renita emosi.


Di kampus si kembar membaca pesan di group, sudah gelisah, tapi karena ada presentasi, jadi mereka berdua menahan emosi.


" Jika terjadi apa-apa, besok pagi kami berdua, ke Surabaya, gak peduli dengan Kuliah, masih bisa menyusul, amarah Renita.


" Kasian si pelayan itu, yang kena Tamparan, dek tolong bantu pelayan itu, minimal kasihkan dia sejumlah uang, sebagai tanda terimakasih atas pelayanannya buat adik kita, ucap Renata.


" Astaga, sampai tersungkur begitu dek, kasian sekali dia, ucap Renita


" Ia nanti Ranti, kesana bareng - bareng, kalau Salma dan Armando sudah pulang.


Mereka semua sedang gelisah, Salma masuk dengan riang gembira. Mereka langsung mendekati Salma dan Armando


" Kamu gak apa-apa sayang, tanya Ranti


" Aku dan kak Darel baik-baik saja, hanya ketemu 2 orang gila di toko sepatu, tapi sudah ku Tampar yang perempuan dan Kak Armando menampar yang laki - laki.


" Cuma kasihan, kak Ita, dia di tampar Tante-tante gila, kata Salma sendu


" Sudah sekarang, telpon kak Darel dan kakak kembar, mereka sudah ngamuk-ngamuk, mau datang hajar 2 orang itu, kata Rindu


" Salma, Armando sayang, gimana, apa kalian baik-baik saja, ucap Renata dan Renita


" Kami Baik-baik saja,sudah Salma dan kak Armando tampar mereka 2 orang gila itu


" Apa..! kalian berdua sudah menghukum mereka, " oh ya ampun sayang, kakak sampe lupa, kalau kalian berdua bisa membela diri ", ucap di kembar.


" Tenang saja kalau cuma seperti itu kami masih mampu, kecuali sudah lebih 20 orang, hancur tanganku yang mulus ini, ucap Salma sambil bercanda.


" Ya sudah sayang, lain kali hati-hati ya, apa kamu sudah berterimakasih dengan pelayan yang kena Tamparan itu, tanya Renita


" Sudah, tapi aku hanya kasih dia 2,5 juta, jawab Salma.


" Bagus itu namanya Salma dan Armando sudah semakin pintar, kakak tambah sayang dengan kian berdua, ucap Renata


" Kami juga sayang kakak kembar, ucap Salma dan Armando


" Kakak mau mandi dulu ya, ucap si kembar


Salma dan Armando juga menghubungi Darel dan Sonia, dan menjelaskan semuanya, hingga akhirnya Darel dan Sonia, akhirnya bisa tenang.


Saat ini, mereka berenam, sudah di parkiran Mall Galaxy, niat mereka ingin bertemu dengan Pelayan yang begitu baik, melayani Salma, bahkan demi barang Salma, dia rela mendapatkan Tamparan.


Dewi yang juga datang langsung dari kantor bersama Ketty dan Clara, mereka berdua tidak tahu, Kalau Ranti dan lainnya akan ke toko sepatu Nike, pas mereka tiba di toko sepatu, Dewi juga pas tiba.


" Kak Dewi, Clara kok disini, tanya Ranti


" Clara dari tadi tidak tenang, saat terima telpon dari Salma, ucap Salma.


" Ayo kita temui pelayan itu, ucap Ranti


" Selamat malam Nona, ada yang bisa saya bantu, tanya seorang pelayan


" Bolehkah kami bertemu dengan Pelayan Toko bernama Marnita atau Ita, tanya Ranti


" Oh sebentar, tapi mohon maaf saya berbicara dengan Nona siapa, tanya pelayan itu


" Via ini aku Clara, tolong panggilkan Ita, bilang kak Clara datang, dan juga Salma, potong Clara


" Oh Kak Clara dan Nona Kecil Salma, yang tadi beli sepatu ya, ucap pelayan itu


" Hehehehe ia kak, bilang Salma dan kakak-kakakku ingin bertemu dengan kak Ita, tolong ya, ucap Salma


Via si pelayan, langsung berlari ke belakang dan memanggil Ita, Ita yang merasa di panggil pun segera berdiri dan meletakkan gorengannya, ketika dia sampai di depan, dia terkejut, melihat banyak orang yang sengaja mencari.


" Halo kakak cantik, salma datang lagi, bagiamana pipi kakak, tanya Salma

__ADS_1


" Ya ampun Nona, kakak pikir siapa, ucap Ita


" Kenalkan mereka semua adalah kakakku, ujar Salma sambil memperkenalkan seluruh kakaknya.


" Selamat Malam Nona - Nona semuanya, maaf tadi saya di belakang, ucap Ita dengan sopan.


" Mba Ita kita langsung saja, saya sebagai kakak tertua Salma dan Armando, dan atas nama keluarga kami, dengan tulus mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, atas pelayanan mba Ita buat adik bungsu kami, ucap Dewi


" Dan yang tersambung lewat handphone mereka juga adalah adik-adik ku, Darel, serta Renata dan Renita, ucap Dewi melanjutkan.


" Sama-sama Nona semuanya dan Tuan Muda, semuanya sudah menjadi aturan kami disini, siapapun pelanggan entah hanya sekedar melihat-lihat, dan syukur kalau jadi membeli, kami semua pelayan disini wajib melayani dengan baik, ucap Ita


" Tapi mba Ita, melayani adik kami seperti anda melayani adik sendiri, jawab Mercy.


" Karena saya punya seorang adik, andai dia sehat-sehat, mungkin dia secantik Nona Kecil Salma, ucap Ita sendu


" Terimakasih sudah menganggap adik kami sebagai adikmu juga, ucap Ranti.


" Sama-sama Nona Muda, aku bekerja cari uang, dan hanya ini yang mampu aku kerjakan, maklum aku hanya tamatan SMA, ucap Ita


" Kamu tinggal dengan siapa dirumah, tanya Rindu


" Aku sama ibu dan adik, mereka berdua mengalami Luka bakar 70%, di bagian badan Hinga kaki, ucap Ita


" Sudah berapa lama kejadiannya, tanya Friska


" Hampir 7 bulan, ayah tiriku demi menyelamatkan kami dan warga lain jadi salah satu korban yang meninggal pada waktu itu, ucap Ita.


" Pak Manuel sekarang dimana, tanya Ranti


" Bos kami ada di Bali, Disana ada 5 orang karyawan yang mencuri barang di gudang, jadi dia kesana.


" Saya telpon bos kamu, dan antar kami kerumah kamu, sekarang berkemaslah, ucap Ranti.


' Halo pak Manuel, saya mohon di ijinkan, Marnita pulang cepat hari ini, Ucap Ranti


" Halo Nona Muda, silahkan tidak apa-apa, maafkan atas kejadian yang menimpa Nona kecil Salma tadi, ucap Manuel


" Sama-sama, anda memang hebat mendidik karyawan, sebagai rasa terimakasih kami dari keluarga, silahkan gunakan kios ini selama 5 tahun gratis, dari kami sekeluarga, ujar Ranti


" Maaf Nona itu terlalu besar, buat saya, ucap Manuel


" Pak Manuel memang bukan orang serakah, tapi saya tidak mau di tolak, sekarang silahkan pilih menerima 5 tahun gratis atau bulan depan pak Manuel cari tempat lain, bagaimana ? tanya Ranti


" Aku tidak membayar sepeserpun, gedung ini milik saya, dan hak saya mau menyewakan atau menggratiskan, dan bahkan mengusir orang, apalagi orang yang menolak pemberian saya, ujar Ranti langsung menusuk jantung Manuel


" Baiklah kalau begitu, saya sangat berterimakasih kepada kalian semua, yang telah setia berbelanja di toko saya, tapi ijinkan saya untuk membagi rezeki dari Nona untuk Ita, agar ibunya dan asiknya bisa dirawat lagi, ucap Manuel


" Sakit saya dengan sikap anda yang begitu tulus kepada karyawan anda, soal Ita itu tanggung jawab saya, simpanlah uang anda, apalagi katanya ada yang maling di toko Anda, ujar Ranti


" Benar Nona, tapi biarlah, toh sekarang mereka sudah di tahan polisi, jadi saya ikhlas tidak mengajukan ganti rugi, cukup di penjarakan saja, sesuai hukum, ucap Manuel.


" baiklah kalau begitu, saya titipkan kartu Nama saya, jika anda butuh Dana segar atau butuh modal usaha menambah toko yang baru, saya kasih anda 1 kesempatan untuk mengajukan pinjaman modal dengan bunga 3 % per-tahun, maksimal Pinjaman 10 milyar.


" Kalau itu aku mau, kebetulan ada 2 kios seperti toko saya sekarang di Pakuwon Mall, aku ingin bertarung Disana, ujar Manuel


" Silahkan anda datang bertemu dengan Kak Dewi, bawa saja dokumen nya, jam itu juga langsung di cairkan, dan saya dan direktur utama berdua yang akan tanda tangan, persetujuan permohonan pinjaman anda Tuan, ucap Ranti


" Terimakasih Nona, lusa pagi saya saya pulang ke Surabaya, dan siangnya saya langsung ke kantor RPS Multidana Finance, ucap Manuel bersemangat.


" baiklah kalau begitu saya permisi dulu, ijin bawa Ita pulang duluan, ucap Ranti


" Silahkan Nona, saya janji, jika saya buka toko di Pakuwon, Ita akan saya angkat jadi Kepala toko disana, anggaplah dia perwakilan dari Anda, ujar Manuel


" hahahaha, anda ternyata agak licik juga, tapi okelah, berarti selesai anda melunaskan pinjaman, maka Ita saya bawa kekantor saya, Bagaimana, tanya Ranti


" Waduh, karyawan terbaik saya di angkut lagi, hahaha, tapi tidak masalah Nona, kasian juga dia menanggung beban hidup sendirian, saya ikhlas jika Nona mau membawanya, seperti waktu nona membawa Clara, ucap Manuel.


" Pasti kubawa, tapi tidak sekarang, oke sampai jumpa lagi, ujar Ranti dan langsung menutup telpon.


" Mba Ita ayo kita berangkat ke rumah kamu sekarang, ajak Ranti


" Kakak, boleh gak kita mampir ke paman gendut di konter Handphone, ucap Salma


" Oh apa Salma mau beli handphone, tanya Ranti


" Tidak, nanti kita bicarakan di konter Paman gendut ya, ucap Salma.


" Baiklah, ayo antar Kakak kesana, ucap Ranti


" Kak Ita, pilih mana uang 2 milyar atau kesembuhan adik dan ibu kak Ita, ayo pilih salah satu, ucap Salma


" Kak Ita akan pilih kesembuhan untuk mereka berdua, walau harus membeli uang 2 miliar, jual diri juga kakak ikhlas asal adik dan ibu kak Ita bisa di sembuhkan, ucap Ita.

__ADS_1


" Kak Ita pintar memilih dan jawaban Kak sungguh luar biasa, tenang saja, malam ini, Kedua orang yang kak Ita sayang pasti sembuh total, percayalah, ucap Salma.


" Terimalah Nona Salma, saya percaya, Nona tidak akan membohongi saya, Ucap Ita dengan yakin.


" Itu baru teman Salma, sesama teman tidak boleh saling membohongi apalagi berkhianat, nanti asik kak Ita tahun ini masuk SD Di Bintang Timur, Salma hanya punya satu teman di kelas, jadi biarkan adik kak Ita, sekolah di tempat saya, nanti jika sekolah kakakku sudah selesai, dia dan Mora sahabat ku, ikut aku ke sekolah kakakku, ucap Salma.


' Terimakasih Nona Salma, ucap Ita


" Adiknya kak Clara saja di kuliah kan oleh kakakku, jadi tenang saja Oke, ucap Salma.


" Sekali terimakasih Nona. Salma, balas Ita


Ketika mereka sudah mendekati konter Handphone Galaxy, Salma langsung berlari kesitu.


" Halo kakak - kakak cantik, Salma datang lagi, apakah Paman gendut masih ada, tanya Salma


" hahahaha masih ada Nona Salma yang juga cantik dan baik hati, sebentar ya kakak panggilkan Pamanmu, ucap salah seorang pelayan


" Halo Paman Ndut, baru selesai makan ya, tanya Salma


" Hahahaha, Nona Salma pintar menebak, Paman Ndut baru selesai makan Cumi-cumi, istri paman yang buat, kata Drajat


" Paman, lihat kesana, itu kak Dewi, dia Direktur baru menggantikan kak Rendi, yang di pindahkan ke kantor yang lebih besar lagi, ucap Salma


" Kenapa Nona Salma mengajak mereka, tapi gak bilang-bilang sama Paman Ndut, ucap Drajat


" Itu tidak penting, sekarang waktunya Paman ngomong dengan mereka, awas paman gugup, nanti perut paman kempes, hahaha, ucap Salma bercanda


" Halo selamat malam Tuan, aduh maaf kalau adikku tidak sopan cara memanggil Tuan, ucap Mercy


" Tidak apa-apa Nona Muda, mungkin dengan memanggil saya dengan sebutan gendut, adalah panggilan akrab Nona Salma, saya sama sekali tidak keberatan, toh selama ini Nona Salma begitu sopan dan santun baik sama saya ,maupun karyawan saya, ucap Drajat dengan jujur.


" Langsung saja Tuan Drajat, adik saya jarang memaksa saya untuk datang ke suatu tempat, apalagi saya tidak ada keperluan atau kepentingan, tapi di lantai atas tadi dia merengek mampir ke sini, coba ceritakan ada apa sebenarnya, tegas Ranti dengan wajahnya yang serius.


" Saya jujur saja, bulan Desember tahun lalu, anak saya yang pertama operasi usus buntu, Alhamdulillah sekarang sudah Sehat, dan saat bercakap- cakap dengan istri saya soal modal kami yang ikut terpakai, ternyata di dengar dan di pahami oleh Nona Salma,


' Nona Salma, mengatakan coba minta bantuan ke perusahaan Pembiayaan Nona, jujur saya kaget Nona Salma bisa memahami sampai kesitu, tapi aku takut permohonannya saya di tolak, jadi 2 toko saya hingga jati ini, belum bisa saya buka, karena kehabisan Modal, padahal masa sewa masih ada sekitar 7 bulan, ucap Drajat.


" Tolong jawab pertanyaan saya Tuan, kenapa anda takut permohonan Anda di tolak, dan apakah ada alasan lain yang membuat anda tidak berani mengajukan permohonan, tanya Ranti


" Pertama, KTP kami bukan berasal dari Surabaya, kami baru 4 tahun disini, dan juga tidak ada yang bisa kami jadikan jaminan, rumah yang kami tempati milik kakak ipar saya. Yang kedua, takut di kiranya saya memanfaatkan kebaikan hati Nona Salma, jadi selama ini kami suami istri hanya pasrah dengan 2 toko kami ini, Toh anak kami sudah sembuh, jadi tidak sia-sia kami berusaha, ucap Drajat.


" Berapa biaya untuk membuka ke dua konter anda itu, dan seberapa besar keyakinan anda bisa membayar angsuran nya, tanya Ranti


" Untuk mengembalikan posisi semula di luar sewa tempat saya butuh 250 juta per konter, berarti 500 juta, yang saya butuhkan. jawaban kedua, saya yakin karena saya menjual barang yang berkualitas, kasihan juga langganan saya jauh-jauh mereka kesini padahal hanya butuh barang yang harganya lebih mahal ongkosnya, Ucap Drajat


" Mohon maaf memang tidak akan diterima jika pinjaman anda berada di angka 500 juta dengan tidak ada jaminan, tapi bukan berarti tidak ada solusi, Jawab Ranti


" Tidak apa-apa Nona Muda, kami sudah menyadari itu akan hal itu, terimakasih sudah mendengar cerita saya.


' Apa Tuan Drajat kenal dengan pak Ryan, yang buka toko kelontong serta bahan Dapur, tanya Ranti


" Saya sangat mengenalnya, kami sama-sama berasal dari Cirebon dan sekelas dari SMA kelas 1 hingga lulus, jawab Drajat.


' Apa Pak Ryan pernah cerita, jika aku pelanggan terbesar nya saat ini, tanya Ranti


" Dia sudah cerita, dan dia sangat menghormati anda, bahkan sekarang dia tidak terlalu akrab lagi dengan Yunus, pemilik toko sepatu branded di Pakuwon Mall, karena meremehkan nona Salma Januari tahun lalu, ucap Drajat.


"'Sekarang, buat tanda terima pakai materai 1000 ribu, saya akan pinjamkan anda 600 juta, 100 juta kamu boleh jadikan dana cadangan, dan waktu pengembalian 5 tahun, apa kamu sanggup, kalau sanggup silahkan buat tanda terimanya dan fotokopi KTP suami istri.


"' Terimakasih Nona, saya akan kerja keras untuk mengembalikan pinjaman saya beserta bunganya, ucap Drajat.


" Tidak usah Pakai bunga, karena ini uang pribadi saya, tapi saya ingatkan, tolong jangan kecewakan kepercayaan Salma, yang begitu perhatian dengan orang yang sudah di anggap Paman nya, apa anda sanggup menjaganya, tanya Ranti


" Saya berjanji tidak akan mengecewakan kepercayaan Nona Muda dan Nona Salma, Ucap Drajat


" Berapa nomor rekening mu, tanya Ranti


Bukti transfer sudah ku kirim, tolong di cetak dan tanda tangan juga Suami istri, besok siang nanti orang saya akan mengambilnya.


" terimakasih Nona Muda, terimakasih Nona Salma, Paman Ndut, akan jaga kepercayaan Nona Salma, ucap Drajat


" Harus begitu, biar Salma dan Kak Armando, bisa juga belajar dari Paman Ndut, mengenai menjaga kepercayaan, ucap Salma


Drajat yang siap berlutut, di tahan Salma dan seluruh kakaknya


" Paman Ndut tidak boleh berlutut ke Salma, paman hanya berlutut, pada orsngtua dan pada Tuhan, ucap Salma.


" Baiklah Tuan Drajat, saya tunggu bukti Anda, silahkan anda mulai mencicilnya, mulai 4 bulan kedepan, dan dari cicilan pertama baru mulai hitung hingga bulan ke enam puluh, ucap Ranti


" Ayo kita Pergi, ajak Ranti


" Sekali lagi Terimakasih kasih Nona Muda dan Nona Salma.

__ADS_1


__ADS_2