SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kekeluargaan


__ADS_3

" Tuan, semua harta milik Keluarga pengkhianat sudah di kuras, semua bukti juga sudah di kumpulkan", Lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baguslah, sekarang biarkan keluarga itu menyelesaikan masalah mereka sendiri, pantau terus mereka, lalu bagiamana dengan keberadaan keturunan Kaisar dari Permaisurinya? tanya Ranti.


" Saat ini keturunan Kaisar dari Permaisurinya berada di Malaysia, keturunan Kaisar itu tersisa kurang dari 20 orang dan dipimpin oleh kepala keluarga yang sudah sepuh, Saat ini sudah berusia 110 Tahun, dan keturunan 3 dari Kaisar, dia memiliki Tato Naga dan hidup dengan bertani, dia memiliki 3 anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan, serta memiliki 5 cucu juga 2 cicit, semuanya memiliki tato,


Saudara yang lainnya tidak ada lagi, Kakek tua sedang sakit kronis", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Terimakasih laporannya", balas Ranti.


" Rose, tolong kirim orang secepatnya dan bawa seluruh keluarga itu kesini, sebelum aku berangkat ke Amerika Serikat, aku ingin seluruh keturunan Kaisar berkumpul dan membuka pintu makam di balai pertemuan desa itu, apakah bisa? tanya Ranti.


* Bisa Tuan, besok jam 10 pagi silahkan berangkat ke desa itu dan pertemukan mereka semua, kakek tua itu akan di make over dulu agar terlihat lebih mudah dan lebih kuat, serta akan di bekali beberapa kemampuan termasuk bahasa Mandarin", ucap Rose.


" Terimakasih, dan tolong atur semua Dokumen kependudukan mereka semuanya, dan apakah permohonan pembelian lahan kepada pemerintah sudah di setujui atau bagaimana? tanya Ranti.


* Hahahaha jangankan 150 ribu hektar, 1 juta hektar saja gampang bagi sistem, tapi pihak pemerintah meminta bayaran 3 triliun Yuan, dan Tuan wajib membangun infrastruktur disana", jawab Rose.


" Baiklah, selesaikan juga sebelum saya ke Amerika, biarkan keluarga itu yang membangun, nanti saya perintahkan Xiao Lang dan Acun yang mengerjakan Pembangunan infrastruktur jalan, dan membangun lahan-lahan siap Pakai", ucap Ranti.


* Baik Tuan, besok sore semuanya sudah selesai", jawab Rose.


" Terimakasih Rose", jawab Ranti.


Di pinggiran kota kota Sabah Malaysia tepatnya di salah desa, sedang berkumpul keluarga Keturunan Kaisar China, mereka di buang ke Jepang terlebih dahulu dan akhirnya mereka di bawa ke Malaysia saat Jepang sedang menyerang ke wilayah Asia tenggara.


Tim Rose bekerja dengan sangat cepat dan saat ini tengah berada di rumah keluarga itu dan sedang berbincang-bincang.


" Tuan, saya mendapat perintah dari majikan kami, agar segera membawa tuan dan seluruh keluarga ke China, dan ini amanah dari Kakek buyutmu yang merupakan seorang kaisar di masa lalu", ucap Tim Rose.


Si kakek terkejut, dia hanya mendengar cerita dari Ayahnya saja, dan dia menceritakan kepada anak-anaknya, tapi ke 3 anaknya tidak terlalu peduli, karena kenyataannya meeecsaat ini hidup dalam kekurangan.


" Kenapa majikan anda yakin dengan status keluarga saya? tanya Kakek itu.


" Di tubuh anda seluruh keturunan anda memiliki tato naga emas yang akan bereaksi saat darah anda bersatu dengan darah Kaisar, dan majikan kami memiliki darah Kaisar itu, jika darah itu bersatu, maka seluruh tato di bawah kulit kalian akan aktif, majikan saya berharap seluruh keluarga anda besok pagi sudah berada di China dan akan membawa anda berkumpul dengan seluruh Saudara anda, dan saat ini mere menunggu anda untuk memimpin keluarga Kaisar", ucap Tim Rose.


" Saya sudah menjadi warga negara Malaysia dan saya tidak memiliki paspor, apalagi keturunan saya, kami hidup miskin jadi bagaimana kami bisa bepergian keluar negeri", ucap kakek itu realistis.


" Jangan kuatir, sekarang kumpulkan seluruh keluarga anda, dan malam ini kita berangkat ke China dan kami akan menyembuhkan seluruh penyakit anda, dan merubah penampilan seluruh keturunan anda Tuan", ucap Tim Rose.


" Baiklah, semoga kami bisa kembali ke tanah leluhurku", pak Tua itu dan meminta agar seluruh keturunan berkumpul.


Karena saat ini adalah hari Minggu jadi seluruh keluarga mereka berada di rumah masing-masing.


Setelah menunggu 1 jam, akhirnya semua keturunan kekek itu sudah berkumpul, nampak raut kebingungan di wajah mereka, namun mereka tetap datang.


" Ada apa ayah", ucap anak tertua kakek itu.


" Kalian semua bersiaplah, malam ini kita akan kembali ke China, jangan banyak tanya, bawa saja apa yang penting dan sisanya tinggalkan saja, kita tidak akan pernah kembali menetap disini, kalian akan bertemu dengan saudara - saudara yang lain disana", ucap Kakek itu.


" Baik ayah, walau ragu tapi mereka tetap melakukannya.


Sejam kemudian, seluruh keturunannya sudah berkumpul kembali dengan membawa barang seadanya.


" Sekarang tutup mata kalian, kita berangkat sekarang", Tim Rose lalu memasukkan semua keluarga itu ke kantong ruang.


Entah Bagaimana ceritanya kantong tersebut sudah berada di dalam cincin semesta.


* Tuan, seluruh keluarga Kaisar dari Permaisurinya sudah berada dalam kantong penyinaran dan kini sudah berada di dalam Cincin Semesta milik Tuan.


Sementara keluarga kaisar itu masih terlihat bingung, bagaimana tidak, kini mereka tengah berada di sebuah tempat yang sangat indah.


" Halo selat datang di tempat ku", sapa Ranti.


" Maaf nona dengan siapa", tanya anak tertua sang kakek.


" Saya Ranti Putri Setiawan, asli orang Indonesia dan saya ingin merubah penampilan kalian semuanya.


Berbaringlah dan jangan kuatir, proses ini memang menyakitkan, tapi kedepannya kalian akan baik-baik saja", ucap Ranti.


" Baiklah", jawab kakek itu dan mengambil Pill Surgawi, sedangkan seluruh keturunannya di berikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel.


Terdengar suara teriakan dari seluruh keturunan Kaisar dari Permaisurinya, Ranti memasuki pikiran mereka dan memberikan motivasi.


" Nona Muda, Rosemary 2 hari ini selalu rewel, tapi saat melihat foto anda sedang menggendongnya baru dia tenang kembali", ucap Noey.


" Mungkin dia ingin di gendong oleh ibunya", ucap Ranti.


" Sepertinya demikian Nona Muda", jawab Noey.


* Tuan, sebaiknya anda segera mengambil keputusan, Rose tidak keberatan dia menjadi anak angkat Tuan, walau dia bukan pewaris anda, tapi Rosemary bisa menjadi penghibur dan pelindung buat Putra anda kelak", ucap Rose.


" Saya masih kepikiran dengan saudara-saudaraku, terutama Salma dan Armando, takutnya mereka berdua merasa tersaingi dengan hadirnya Rosemary.


* Tidak akan, Tuan Armando dan Nona Salma justru akan senang, silahkan di bicarakan dengan mereka", ucap Rose.

__ADS_1


" Baiklah", jawab Ranti singkat.


" Noey, bagaimana dengan susunya apa Rosemary lancar minum susunya? ucap Ranti


" Lancar Nona Muda, dan maaf beberapa kali dia memasukkan ke mulutnya kue cemilan saya", ucap Noey.


" Baguslah, nanti saya bawakan makanan tambahan untuknya, kamu yang sabar merawatnya", ucap Ranti.


" Tenang saja Nona Muda, saya akan merawat Nona kecil dengan senang hati", ucap Noey.


Proses penyerapan Pill sudah selesai, kini seluruh Keturunan Kaisar dari Permaisurinya sedang berendam, beruntunglah Rose sudah memberikan sungai surgawi di dalam Cincin Semesta.


Berselang 20 menit kemudian, mereka semua keluar dari sungai itu dan berganti pakaian yang disediakan Ranti.


Terlihat kakek yang berusia 110 tahun kini terlihat seperti berusia 70 tahun dan masih tegak berdiri, kharisma keturunan Kaisar dan Permaisuri jelas terlihat.


Begitu juga dengan anak-anaknya serta cucu dan cicitnya, semuanya terlihat lebih berkharisma.


" Bagaimana perasaan kalian? tanya Ranti.


" Sungguh luar biasa, jawab mereka.


" Sekarang telan Pill ini, dan rasakan keajaiban lainnya", ucap Ranti sambil memberikan Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak.


Mereka merasakan hangat di sekujur tubuhnya, kepala mereka terasa pusing.


" Wah Nona Muda, sensasinya juga luar biasa, kami sekarang mampu berpikir dengan cepat", Jawab mereka kompak.


" Ya sudah, kalian istirahat dulu disini, silahkan nikmati makanan yang ada, ini Noey dan Rosemary, jika ada yang kalian inginkan katakan saja pada Noey", ucap Ranti dan beranjak Pergi.


Betapa kagetnya mereka saat melihat Ranti menghilang dari pandangan mereka.


Ranti kini berada di kamar hotel dan berganti pakaian lagi kemudian keluar dari kamarnya, dia memindai mencari Yun Li, dan ternyata Yun Li berada di ruangannya sedang bermain dengan Yun Wei.


Ketika Ranti membuka pintu ruangan Yun Li, sejenak Yun Li terdiam.


" Nona Muda, kapan datangnya, kok gak kasih kabar", ucap Yun Li sambil memeluk Ranti.


" Sudah 2 jam yang lalu", ucap Ranti.


" Ehh maaf Nona Muda saya tidak sopan memeluk anda", ucap Yun Li yang sadar telah memeluk Ranti.


" Tidak apa-apa Kak, apa kakak sangat kangen dengan saya", ucap Ranti.


" Ia, Yun Li sangat kangen dengan Nona Muda", Ucapnya.


" Yun Wei memberi hormat buat bibi, Ucap Yun Wei sambil berlutut.


" Keponakan yang sopan, bangunlah sayang, bagiamana sekolahmu? tanya Ranti.


" Baik-baik saja bibi, apalagi sekarang Yun Wei ke sekolah selalu naik mobil bersama dengan nenek", ucap Yun Wei.


" Sekolah yang rajin dan belajar juga harus rajin, biar ibumu dan bibi selalu bangga sama Yun Wei.


" Ia bibi, Yun Wei akan selalu rajin sekolah dan belajar, biar bisa juara kelas seperti kakak Celine", Jawab Yun Wei.


" Ini hadiah bibi untuk mu, ucap Ranti sambil memberikan liontin dari batu Giok jenis Fulushou.


" Ini sangat indah sekali", Ucap Yun Wei bahagia.


" Jangan sampai hilang", ucap Ranti.


" Ia Bibi, terimakasih", ucap Yun Wei.


" Bibi, Yun Wei boleh minta sesuatu sama bibi? tanya Yun Wei.


" Yun Wei mau minta apa, kalau bibi mampu pasti bibi akan mengabulkannya", jawab Ranti.


" Yun Wei hanya ingin di peluk sama Bibi, seperti kata kakak Celine yang sering di peluk bibi, bahkan katanya kak Celine pernah tidur dengan bibi juga kak Salma", ucap Yun Wei sambil menundukkan kepalanya.


" Hahahaha, jadi keponakan bibi cuma mau di peluk bibi saja", ucap Ranti.


Yun Wei menganggukkan kepalanya dan wajah yang memohon.


" Sini sayang, bibi janji setiap kesini akan selalu memelukmu, Yun Wei harus ingat, jangan pernah iri hati kepada siapapun, karena itu hak yang tidak baik, jika Yun Wei ingin sesuatu, katakan saja sama Bibi", ucap Ranti sambil memeluk Yun Wei dan menasehatinya.


" Terimakasih Bibi, Yun Wei tidak iri, hanya kepingin seperti kak Celine yang selalu di peluk Bibi", jawab Yun Wei.


" Lain kali jika ingin sesuatu harus bicara dengan jujur, jangan di simpan dalam hati, soal di setujui atau tidak, yang penting Yun Wei sudah berani berbicara jujur, itu yang bibi lebih suka", jawab Ranti.


" Ia Bi, maafkan Yun Wei", ucap Yun Wei.


" Ia sayang, lalu bagiamana dengan paman-pamanmu, apa mereka juga menyayangi Yun Wei", pancing Ranti.


" Mereka sangat menyayangi Yun Wei dan ibu, apalagi para bibi dan kakak - kakak sepupu, mereka sangat memanjakan Yun Wei, ibu juga sangat menyayangi kakak - kakak sepupu", jawab Yun Wei.

__ADS_1


" Bibi senang mendengarnya, Yun Wei jangan nakal sama Paman dan Bibi, juga sama Kakak-kakak sepupumu, tapi kalau manja boleh sama kakakmu", ucap Ranti.


" Hehehehe, kami semua yang perempuan sangat disayang oleh saudara laki-laki, jadi disekolah tidak ada yang berani mengganggu kami", ucap Yun Wei.


" Ya sudah, ayo kita jalan-jalan, Yun Wei mau dibelikan apa sama Bibi? tanya Ranti.


" Itu kemarin, Yun Wei lihat ada boneka panda besar, itu saja, tapi harganya mahal, bibi Huang bilang tunggu diskon saja, nanti dia tanyakan, kebetulan dekat dengan toko tempat bibi Huang bekerja", ucap Yun Wei.


" Hari ini bibi belikan untukmu, jadi kalau rindu sama bibi peluk boneka panda saja", ucap Ranti.


" Kan boneka Lobster masih ada, kata ibu bibi paling senang makan Lobster, makanya tiap mau Bobo, Yun Wei selalu memeluk boneka Lobster, dan melihat foto bibi dan ibu", Ucap Yun Wei sambil menggenggam tangan Ranti.


" Nanti temenin bibi makan Lobster di restoran bibimu Tang Mei.


Yang Mei selain membuka kios mie, dia juga membuka Restoran Seafood di Mall, kebetulan pemilik Restoran mau menjualnya, Xiao Lang menyarankan agar Yang Mei membelinya.


" Baik bi, kata paman besar, disana makanannya sangat enak", ucap Yun Wei.


Dengan berjalan kaki, mereka bertiga menuju ke Mall yang memang dekat dengan hotel Six Star.


Saudara - saudara dan keluarga Ranti sudah tiba di Amerika Serikat tepatnya Massachusetts, dan kini mereka sedang bersantai di mansion yang di beli Ranti.


Mereka begitu takjub dengan mansion milik Ranti, yang nantinya Rindu akan tinggal disitu.


" Kak Rindu, apa nanti mau tinggal disini sama kak Wulandari? tanya Salma.


" Ia sayang, tapi kalau capek kakak paling tidur di apartemen dekat kantor", jawab Rindu.


Wulandari sendiri tercengang, bagaimana tidak, nanti rumah sebesar ini, dia hanya berdua dengan Rindu, sedangkan para pelayan ada tempatnya sendiri di bangunan terpisah.


" Aisyah, kamu sudah telpon Kakakmu belum? tanya Monicha Herdiani.


" Sudah Bunda, kakak lagi jalan-jalan temannya, namanya Nona Yun Li dan anaknya", jawab Aisyah yang menyebut Monicha Herdiani dengan Bunda, sesuai keinginan Adriansyah dan Monicha Herdiani sendiri, begitu juga Robin Junior.


Aisyah dan Robin malah bangga di anggap sebagai anak oleh orang terkenal.


" Apalagi omongan kakakmu? tanya Monicha Herdiani.


" kakak hanya ingatkan jangan lupa makan dan bantu jaga adik Salma dan Armando serta Mora", jawab Aisyah sambil bergelayutan dilengan Monicha Herdiani.


" Kangen ya sama Kakakmu? lanjut Monicha Herdiani.


" Ia Bunda", singkat Aisyah.


" Dek, sini kakak dan kakak ipar, Bunda masih capek, biar bunda istirahat dulu", ucap Robin.


" Bunda sangat bahagia melihat kalian semua, lihatlah Dewi dan Vanya, mereka bekerjasama menyediakan makanan untuk kita semuanya, bunda hanya berpesan sayangi kakak kalian dengan tulus dan jangan membuat kedua kakak kalian itu kecewa", ucap Monicha Herdiani.


" Ia Bunda, jawab mereka kompak.


" Bunda tidak menyangka akan di anugerahi anak-anak yang cantik, ganteng dan juga pintar serta yang utama yang membuat bunda bahagia adalah kekompakan kalian semua, bunda tenang walau jauh dengan kalian", ucap Monicha Herdiani.


" Inilah kekuatan keluarga kita, menurut kak Vanya, apa gunanya kita bersaudara kalau tidak bisa saling menyayangi dan saling mendukung", jawab Mercy.


" Menurut kak Dewi, keluarga itu dimana kita mencurahkan segalanya, buat apa rumah besar kalau kita sendiri tidak nyaman didalam rumah, dan buat apa saudara kita banyak kalau kita hidup masing-masing dengan ego kita", jawab Darel.


" Ayah salut dengan kalian yang mengerti ajaran kakak kalian", ucap Adriansyah.


" Ayah, bunda dan Bibi berdua, Salma merasakan setiap kakak punya ajaran yang berbeda tapi Semua mengarah pada saling menyayangi, menghormati dan menghargai, makanya Salma tidak pernah membantah omongan kakak semuanya, karena Salma selalu ingat, tidak mungkin kakak akan membawa Salma ke jurang atau jalan yang salah, pokoknya semua kakak Salma adalah yang terbaik, jadi Salma sebagai yang paling bungsu sangat bangga memiliki kakak yang banyak dan semuanya menyayangi Salma", ujar Salma dengan bangga.


hahahaha hahahaha.


seketika ruang keluarga itu menjadi ramai.


" Makanya Salma selalu manja sama kakak-kakaknya", celetuk Monika Hadinata.


" Kalau itu sudah jelas bibiku yang cantik, percuma punya kakak banyak kalau Salma tidak bermanja-manja dengan mereka hahahaha", jawab Salma dengan ketawa.


" Dasar bungsu", ucap Friska.


" Kan gak salah dong kalau Salma manja sama kakak sendiri, kak Friska saja selalu memanjakan Salma, makanya Salma sangat sayang sama kakak semuanya", jawab Salma.


" Kalian ini, bikin bunda dan ayah tambah sayang sama kalian", ucap Monicha Herdiani.


" Menurut kak Mercy jika rumah kita sudah nyaman buat apa cari kenyamanan di luar rumah, makanya kami malas kemana-mana", ujar Armando.


" Ayah setuju itu nak, lihat saja ayah, dulu sebelum menikah, senang jalan-jalan kemanapun, tapi setelah menikah dengan bunda kalian, ayah jadi malas keluar rumah, kalau mau pergi pasti ayah ajak Bunda, padahal bunda kalian tipe pemalas jalan-jalan", ucap Adriansyah.


" Itu karena bunda selalu memberikan kasih sayang buat ayah", jawab Friska.


" Benar sekali itu Nak, secapek apapun bunda kalian, saat tiba dirumah pasti nyiapin ayah teh atau kopi sebelum bunda kalian mandi, dan kalau hari Sabtu, kami masak berdua di temani pelayan, tanya ke Bu Ratmi", ucap Adriansyah.


" Wah romantis juga ayah dan Bunda waktu muda", ujar Mercy.


" Oh ia dong, bunda romantis sama ayah kalian karena memang ayah kalian itu aslinya manja, makanya turun ke Ranti manjanya", jawab Monicha Herdiani.

__ADS_1


" hahahaha ketahuan ternyata ayah juga manja sama Bunda", Celetuk Vanya.


" Itu karena ayah tahu, bunda kalian menyayangi ayah dengan tulus, sama seperti ayah sekali mencintai dan sekali menikah, dan kalian bisa lihat sekarang, ayah dan bunda tetap rukun apalagi ada kalian semuanya, dan juga apa yang mau di ributkan", ucap Adriansyah.


__ADS_2