SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Mendekati usia 18 Tahun


__ADS_3

Setelah berbincang dengan Cassandra selesai, Ranti mendapatkan berita yang sangat menyenangkan bahwa, Yoga sudah selesai mengakuisisi, seluruh cabang Narendra, dan Dokumen alih kepemilikan sudah berada di tangan Yoga dan sudah di sahkan Secara hukum, artinya seluruh cabang telah sah menjadi milik RPS Development Bank.


" Aplikasi Mata Dewa, sekarang waktunya kita menghancurkan kantor Narendra Holding Company, dan biarkan nanti di selesaikan oleh Yoga Setiadi", perintah Ranti.


" Baik Tuan, segera dilaksanakan, pengurasan dana kantor dan Menjatuhkan saham, terakhir eksekusi Pemiliknya", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Benar sekali, terimakasih, tapi untuk pemiliknya nanti setelah transaksinya selesai, baru kuras harta miliknya 75%", perintah Ranti.


Sedangkan di Jakarta, terjadi pergerakan perpindahan kantor ARSA Group Company ke Gedung Narendra Land Property, yang kini berganti Nama menjadi ARSA building, Dengan kepala Pengelola di percayakan kepada Lukas, yang mengelola 100 lantai dari 151 lantai.


Rencana awal bulan baru resmi berjalan, sedangkan para penyewa lama sudah di beritahukan soal status kepemilikan dan mereka tetap bisa melanjutkan sewanya sampai jatuh Tempo.


Total Ranti mendapatkan aset dari Narendra Land Property 1 Gedung pencakar langit 151 lantai, 2 gedung perkantoran 50 lantai berada di TB Simatupang dan 2 blok kavling di PIK 2 dan terbesar lahan 2500 hektar lahan di Sentul.


Sedangkan Narendra Land Property, kini berganti Nama menjadi RPS Development and Building Properti, yang khusus menaungi seluruh Gedung Perkantoran, Apartemen, Mall dan hotel, serta pembangunan di Sentul, Perusahaan ini khusus di pegang Vanya dan wakilnya adalah Frenly.


Frenly sendiri terkejut ketika di telpon, dan betapa bahagianya dia mendapatkan kesempatan untuk berkarir di RPS Development and Building Properti.


Ranti sendiri memerintahkan agar segera keluar dari Bursa Efek Indonesia, karena dia tidak butuh investor, karena Ranti bisa mendanai seluruh Proyek dari semua perusahaan miliknya.


Tindakan ini membuat gempar BEI dan para investor serta pemain saham lainnya, bagaimana tidak salah satu emiten favorit kini kuat dari BEI.


Kembali ke Ranti.


Sebulan lagi, Ranti akan menghadapi UN, dan 3 bulan lagi dia akan berusia 18 Tahun, makanya Ranti sibuk membangun Sebuah Perusahaan yang akan menaungi seluruh Group Perusahaan milikinya.


Disamping itu dua sibuk membuat aplikasi perkantoran agar memudahkannya mengontrol seluruh perusahaannya, dan tentunya dia juga sedang sistem keamanan data agar aman.


Rose ikut membantu dengan membuat sistem basis data sendiri agar Perusahaan Ranti tidak menggunakan milik orang lain yang tentunya rentan dengan pembobolan, satelit milik sistem yang saat ini berfungsi sebagai layanan internet dan Aplikasi Mata Dewa dan Map, namun kini akan berfungsi sebagai Layanan Data online untuk Seluruh perusahaan Ranti yang bersifat rahasia.


Dengan double server, akan membuat sistem keamanan data Ranti akan semakin aman, dan untuk mendukung semua kecepatan komputasi Ranti membangun mainframe sendiri, dan juga Data center untuk perusahaan-perusahaan miliknya.


Semua itu tetap di bantu oleh Rose dan Timnya, sementara itu untuk lokasinya sendiri Ranti sudah menetapkan akan membangun pusat Data, Super komputer dan Mainframenya berada di Pulau yang lagi dia Bangun, tepatnya Berdekatan dengan dengan kediamannya, Yang nantinya akan di berikan Pelindung Semesta, pengoperasian saja menggunakan Tim dari Rose.


Persiapan menuju usia 18 tahun sungguh membuat Ranti menjadi jarang Tidur, karena setiap malam dia berada di Ruang Dimensi bersama dengan Tim arsitektur komputer dari Rose, apalagi semua bahan yang digunakan adalah teknologi dari semesta lain yang memang lebih maju dari dari semesta Ranti.


Aplikasi Mata Dewa, akan menscaning seluruh dunia untuk disimpan dalam data center, agar ratusan kedepan semua data masa kini akan tetap ada.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pagi, Ranti mengajak seluruh saudaranya untuk sarapan di Warung Bubur Bude dan setelah itu mereka akan ke proyek Perumahan pinggir pantai di tempat keluarga Suryani.


Ranti ingin melihat progres pembangunan rumah miliknya, dan seluruh saudaranya.


Dengan menggunakan 2 Alphard, mereka berangkat ke warung bubur ayam Bude, yang saat ini sudah berubah tampilan karena sudah menggunakan mobil yang di modifikasi untuk jualan.


" Halo Bude dan Pakde, bagaimana, lebih enak kan pakai mobil, tak capek dorong Gerobak, bahkan Bude bisa bawa barang lebih banyak", Ujar Ranti.


" Ia Nona, bahkan sekarang Bude, bisa membawa mangkok dan gelas banyak, hingga tidak lagi perlu mencucinya disini, kalau sudah banyak yang kotor langsung di bawa pulang untuk di cuci dirumah", kata Bude.


" Mantab dong, tolong buatkan seperti biasa, usus, hati dan ampela serta ayam goreng nya", pesan Ranti


Pelanggan bude juga semakin banyak, karena melihat tempat yang semakin bersih, hingga menurut Bude dia bisa menjual hingga 350 mangkok rata-rata perhari, sedangkan untuk sampingan, seperti usus, hati ampela, ayam goreng, minuman, dan kerupuk, bude setiap hari bisa dapat untung 1 juta bahkan lebih.


" Nona Muda, tolong jangan lupa, nanti jam 2 siang di kantor akan ada pengobatan masal untuk lansia yang anda perintahkan, saya sudah mengumpulkan sekitar 100 orang lansia, tapi nanti yang datang 50 orang dan Minggu depan 50 orang, bagaimana Nona Muda", tanya Rendi.


" Baiklah, nanti saya datang dan siapkan tikar sabun cair produk kita, perintah Ranti.

__ADS_1


" Semuanya sudah beres, Tim Keamanan Awal juga sudah di siapkan, hingga makanan kecil sudah siap", ujar Rendi.


" Ya sudah kalau begitu, terimakasih bantuannya", ujar Ranti.


" Apa kakak butuh bantuan nanti sore ?" tanya Salma.


Tidak sayang, nanti Salma dirumah saja, ujar Ranti.


" Baiklah", ujar Salma.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan Rumah Keluarga Suryani, dan disambut oleh Suryani dan orangtuanya.


" Aku pikir Nona sudah lupa tempat ini, ujar Suryani.


" Kenapa kamu bilang begitu, apa karena sudah lama aku tidak kemari", ujar Ranti.


" Ya ialah, Nona sudah 3 bulan tidak kesini, saya kan orangnya bukan uangnya saja yang datang", ujar Suryani.


" Maafkan aku, beberapa bulan ini saya sangat sibuk, lain kali kamu hubungi aja aku, atau mainlah kerumahku, kan kamu sekarang sudah punya mobil", ujar Ranti.


" Benar ya, Nona tidak keberatan kalau aku kerumah, ujar Suryani.


" Asal telepon dulu beberapa hari sebelum datang, agar aku siapkan waktu untuk mu, ujar Ranti.


" Oke dech, aku gak ngambek lagi", ujar Suryani.


Dari sekian teman selain Tiara, Suryani saja tak terlalu sungkan dengan status Ranti, justru itu yang membuat Ranti sangat nyaman ngobrol dengan Suryani.


" Nona, rumahmu setahun lagi sudah siap, lihatlah dari sini bangunan nya sudah berdiri bagus, ujar Suryani.


" Hehehehe, orang terlalu pendiam, sedangkan aku cerewet, tapi sekali ngomong aku klepek-klepek, apalagi di biang kerok Atmini, sudah memanggil aku kakak ipar segala", ujar Suryani.


" Tapi kamu serius gak sama Atmono", tanya Ranti.


" Serius lah, dia ganteng, pintar dan pekerja keras, serta lembut, soal harta, dia juga banyak duit, kerjaan juga bagus, dan hebatnya, dia tidak minum alkohol, hanya merokok saja, hanya wanita bodoh yang menolaknya", ujar Suryani.


" baguslah, saya senang saya juga ingin kalian berdua menikah, Atmono salah satu orang terbaik ku dalam perusahaan, aku bahagia jika kamu yang pasangannya, apalagi kamu juga termasuk taman terbaikku", ujar Ranti.


" Atmono bilang dia mau serius, dan akan melamarku, setelah aku lulus kuliah, jujur saja, terlepas dari semua yang ku sebutkan tadi, tapi dasar utama yang meyakinkan aku adalah, bahwa Atmono adalah orang kepercayaan Nona dan juga dia yatim-piatu, kata ayah laki-laki yang Yatim Piatu biasanya lebih tahan banting dan bertanggungjawab, jadi sudah kuputuskan Atmono adalah pasanganku", ujar Suryani.


" Aku bahagia, di samping ku selain keluarga ku, ada teman-teman ku yang sangat baik, aku janji akan berikan hadiah terbaik untuk kalian nanti", uang Ranti.


" Hehehehe hadiahnya nanti saja, pemberian Nona saja masih sangat banyak, untung ada Bank, coba Kalau tidak ada, sudah penuh dengan uang rumah kami ini, hehehehe", ujar Suryani.


Semua sahabat Ranti, punya tipe orang tidak gila uang, ingin jadi orang kaya, tapi tidak gila akan uang, yang paling mencolok Tiara, lahir dari keluarga kaya, tapi cara hidupnya kayak orang menengah saja, Robin juga seperti itu.


Ayah Suryani dan Suryani mengantar Ranti dan saudara-saudaranya melihat rumah milik mereka, Rindu menjadi terharu, karena alasan Ranti membangun rumah disini, karena Rindu yang sangat menyukai laut.


" Dek, ini sangat indah, tiap hari Kakak bisa melihat laut dengan bebas", ujar Rindu.


" Ini aku buat demi kakak, biar kita bisa menemani kakak melihat laut", ujar Ranti.


" Rindu, bontot tidak ingin kita berpisah, makanya rumah ini tempat kita berkumpul, sedangkan yang lainnya adalah tempat tinggal kita masing-masing, lihatlah itu jumlahnya ada 11, dan ini Bangunan utamanya, ujar Dewi.


" Astaga, berarti kita akan tinggal kompleks ini, dan hanya ada kita saja, ujar Rindu.

__ADS_1


" Ia, di Pulau juga kita punya kompleks sendiri di kota Terpadu juga kita punya kompleks sendiri, kalau di Jakarta kita nanti beli sekompleks di PIK 2 agar dekat laut", ujar Mercy.


" Aku sudah belikan tanah Disana, tahun depan baru bisa membangun, lahannya masih dalam proses persiapan, aku beli satu Blok pas pinggir pantai, untuk 12 bangunan, dengan luas 15 x 20, 11 untuk kediaman 1 untuk kita kumpul-kumpul", ujar Ranti.


" Wah ternyata dirimu sudah memikirkan semuanya, ujar Friska.


" Nona Muda, untuk pagar keliling sudah selesai semuanya, saat ini dalam tahap pengecatan dan pemasangan Kawat diri dan juga jaringan listriknya, serta lagi di bangun gudang logistik makanan dan juga dapur, serta bangunan untuk para pekerja disini", ujar ayahnya Suryani.


" Baiklah, jadi Dapur kasar semuanya terpisah, dan nanti tinggal di panaskan dirumah masing-masing? tanya Dewi


" Konsepnya seperti itu, nantinya akan diatur oleh seorang Kepala rumah tangga, kepala pelayan dan kepala koki, serta 1 orang ahli gizi, ujar Ranti.


" Nona, di belakang masih ada lahan 2 hektar, apa kita manfaatkan sebagai perkebunan saja bagaimana?, tanya ayahnya Suryani.


" Boleh juga itu, tapi tanaman apa yang cocok disitu, apakah ada mata air yang dekat lahan itu?' tanya Ranti,


" Walau tidak besar tapi ada Nona, airnya juga sangat bersih, kadang kalau mati air, kami suka kesana ambil air untuk minum, atau Mandi", ujar ayahnya Suryani.


" Baiklah kalau begitu, suruh orang buat kolam sedang saja untuk menampung air dan buatkan Bak Air untuk kami gunakan kompleks perumahan kami sendiri, jika lahan itu masih milik orang lain, tanya ke pemiliknya mau di jual atau tidak, jika di jual nanti kita Pagar dan tanam berbagai pohon agar lebih sejuk", ujar Ranti.


" Luas area itu sekitar 6 hektar, dan tidak dipergunakan oleh pemiliknya, pasti dia mau menjualnya", ujar ayahnya Suryani.


" Baiklah segera cari pemiliknya dan beli lahan itu dan langsung buat pagar kawat saja karena kita mau tanam pohon dan disamping pagar tanam juga pohon bambu yang rapat agar orang-orang jahat sulit untuk memasukinya", perintah Ranti.


" Baik Nona, dengan begitu seluruh perumahan Nona tidak perlu menggunakan PDAM lagi, di kemudian hari, ujar ayahnya Suryani.


" Benar sekali, nanti kedepan, buat 1 pipa yang mengarah ke rumah kalian, agar nanti bisa hemat pengeluaran, dan penyewa kios kalian tidak perlu bayar air lagi", ujar Ranti.


" Apa Benar, tanah sisa di belakang kami akan di Bangun mess Security untuk Perumahan", tanya ayahnya Suryani.


" Lahan itu memang sengaja di sisakan untuk Security di perumahan umum dan di rumah kami", ujar Ranti.


" Soalnya sekarang sudah Tahap finishing, karena katanya Agustus ini sudah mulai penyerahan kunci untuk tahap pertama", ujar ayahnya Suryani.


" Ia, laporan pak Mario seperti itu, dan baguslah, toh bangunan nya memang sudah selesai, tinggal kerjain yang kecil- kecil, misalnya pemasangan meteran air dan listrik serta jaringan internet, berarti nantinya Disni ada 160 Keluarga Baru", ujar Ranti.


" Kakak, model rumah nya bagus-bagus, dan sudah ada namanya, setiap rumah punya taman yang sangat luas", ujar Armando.


' Ia sayang, setiap orang mendapat lahan 500 meter bangunan, sedangkan taman adalah milik kita semua", ujar Ranti.


" pantas saja banyak pohon buah-buahan", kagum Armando.


" Nanti akan di buatkan kolam ikan dan Pendopo yang besar, biar nanti jika kita mau barbeque bisa di tepi kolam ikan", ujar Ranti menambahkan.


" Jadi nanti kita pindah kesini setelah semuanya beres, tanya Armando.


" Ia sayang, rumah kita yang sekarang akan diurus orang lain", Ujar Ranti.


" Oh Oke", jawab Armando".


Lahan seluas 10 hektar hanya dipakai oleh Ranti dan Seluruh saudaranya, bangunan utama berfungsi sebagai tempat menerima tamu umum, kantor mereka semua.


Semua rumah terhubung dengan lorong bawa tanah, untuk masuk ke ruangan rahasia jika terjadi sesuatu, lorong ini akan dibuat oleh Tim Rose saat, seluruh bangunan sudah selesai dan akan di gunakan, di ruang rahasia itu semua fasilitas sudah siapkan, bahkan jika dunia menghadapi perang nuklir atau juga dengan isue hujan asam, maka ruangan itu mampu bertahan.


Ruangan yang bisa menampung 1000 orang itu sudah dirancang dengan sangat baik oleh Tim Rose, semua demi kenyamanan Ranti dan keluarganya, apalagi Ranti akan hidup Abadi, jadi Rose menyiapkan segala sesuatunya untuk masa depan.

__ADS_1


__ADS_2