SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Tiba di RS Medika Sentosa


__ADS_3

Dengan kecepatan tinggi Ranti Langsung melesat, menuju ke TKP, hati dan pikiran Ranti menjadi sangat kacau, energi tahap Berlian Level 9 Menengah, membuat area sekitar dia terbang menjadi bergetar.


Hanya menbutuhkan waktu 20 menit, Ranti sudah tiba di TKP, Ranti memindai para korban termasuk kedua kakaknya, sudah tak berdaya, dengan sigap Ranti memasukkan mereka semua beserta mobil itu kedalam kantong Ruang.


Ranti mengikuti saran Rose dan lalu mengeluarkan mobil beserta para korban di pinggir jalan utama, dan tak kemudian Tim Rose tiba dengan ambulance, Ranti sendiri menelpon pihak kampus agar segera menghubungi keluarga korban, Ranti menelpon seluruh keluarganya dan memberitahukan kecelakaan tersebut.


" Dek darimana kabar itu? tanya Rindu.


" Dari pihak kampus, cepat kak ke Banyuwangi, aku juga sudah mau jalan, Ayah dan bunda, kak Darel dan kakak, serta kakak kembar besok pagi akan tiba", ucap Ranti.


" Baik Dek, kakak ajak Salma dan Armando, serta kak Dewi juga mang Dul.


Rindu berhati-hati memberitahukan kepada Salma dan Armando, dan tepat perkiraan Rindu, tangisan Salma langsung bergema di ruang TV hingga bu Likha dan para pelayan terkejut, secara mereka tak pernah mendengar majikan mereka menangis, akhirnya mereka datang ke ruang TV.


" Nona Muda ada apa, kasih tau kami? tanya Bu Likha.


" Kak Mercy dan kak Friska kecelakaan saat mau kembali ke Surabaya", ucap Salma.


" Ya Tuhan, semoga Nona Muda Mercy dan Friska tidak kenapa - kenapa", Doa para pelayan.


" Bu Likha tolong panggil Mang Dul dan kak Dewi, kami mau ke sana, Ranti sudah di jalan, ucap Rindu.


" Dek ganti baju dan pakai jaket, Yati tolong bantu Salma, biar Armando aku yang bantu biar cepat", perintah Rindu.


" Dek Rindu, apa kalian sudah siap? Tanya Dewi.


Sedangkan di Jakarta, Darel, Vanya dan Sonia langsung meluncur ke rumah Adriansyah dan akan berangkat ke Bandara Subuh, tujuan Bandara Banyuwangi.


Si kembar di Jogjakarta sudah gelisah, menunggu pagi mereka akan berangkat menggunakan helikopter tujuan Bandara Banyuwangi.


Kekompakan keluarga Ranti sekali lagi di tunjukkan, mereka yang ada diluar Surabaya langsung bergerak, apalagi mereka memiliki kemampuan dan fasilitas.


Ambulans membawa korban ke Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi, salah satu rumah sakit terbaik di sana.


Dengan cepat para korban di bawah ke IGD, salah satu Tim Rose mengurus administrasi dan memberikan sejumlah uang agar segera mendapatkan penanganan dan tindakan.


Ranti terus memantau tanpa mendekati ke rumah sakit, dia berpura-pura kepada Rindu, kalau dia masih di jalan.


Akhirnya hampir 4 jam perjalanan, Ranti berpura-pura datang dan memasuki RS, dan menuju ke IGD.


Tak lama berselang, Rindu, Salma dan Armando, serta Dewi tiba dan menelpon Ranti.


Saat ini mereka sudah tiba di IGD, Ranti terlihat sangat sedih, walaupun dia bisa menyembuhkan mereka tapi tetap saja dia sedih, melihat kedua kakaknya yang dari kecil merawatnya dengan penuh kasih sayang, kini terbaring, untung saja dia punya sistem.


" Kak, apa kak Mercy dan kak Friska bisa kakak sembuhkan? tanya Salma.


" Bisa, tenang saja, kita tunggu ayah Bunda besok pagi baru kita bawa Kak Mercy dan Friska ke Surabaya, tenang saja kakak sudah mengobati mereka tapi hanya menghilangkan rasa sakit, tapi pasti mereka berdua akan baik-baik saja", jawab Ranti.


Sejam kemudian suasana RS Yasmin Banyuwangi ramai karena pihak keluarga korban dan pihak kampus sudah tiba.


Salma mengusap wajah kedua kakaknya dengan sangat telaten, dengan handuk kecil, sambil memanggil nama kedua kakaknya.


Beberapa saat kemudian, Mercy dan Friska akhirnya sadar, Mercy melihat Salma lalu tersenyum.


" Maafkan kakak karena terlambat pulang", ucap Mercy.


" Tidak apa-apa kak, yang penting sekarang kakak berdua sembuh dulu, Salma dan kak Armando sangat sedih melihat kakak berdua terbaring disini", ucap Salma.


" Kory apa semuanya sudah kamu tangani, termasuk administrasi? tanya Ranti.


" Sudah Nona Muda, seluruh biaya tindakan medis sudah saya bayar, totalnya 35 juta",jawab Kory.


" Terimakasih bantuannya, istirahatlah tolong minta ke yang lain agar menunggu Besok antar pasien ke Surabaya, dan kamu temani saya disini", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, kami cari tempat untuk parkir, agar tidak mengganggu di RS ini", ucap Kory.


" Kak Mercy, kak Friska tenang saja, pasti akan sembuh total, gimana apa ada rasa sakit di dada dan kaki kakak berdua", tanya Ranti.


" Tidak ada, rasanya biasa saja, lalu bagaimana dengan teman- teman kakak", tanya Mercy.


" Tergantung kalau mereka baik ke kakak pasti akan ku tolong", ucap Ranti.


" Tolonglah mereka semuanya, walau mereka sombong, tapi mereka tidak pernah menyinggung kakak berdua, jawab Mercy.


" baiklah, tapi nanti di Surabaya, sahut Ranti.

__ADS_1


" Maaf Nona, kami dari Pihak kampus, akan menanggung semua biaya RS, karena mereka sedang menjalankan tugas dari kampus", ucap seorang dosen yang ditugaskan mewakili kampus.


" Terimakasih Pak Dosen, seluruh biaya administrasi sudah kami bayar, termasuk seluruh teman-teman kedua kakak saya, besok kami akan merujuk pasien ke Surabaya, semua sudah kami atur, jadi tenang saja Pak Dosen", ucap Ranti dengan sopan.


" Tapi Nona, ini adalah tanggungjawab kami, kami pihak kampus jadi sangat tidak enak", ucap Pak dosen itu dengan rasa tidak enak hati.


' Terimakasih sudah mau bertanggung jawab, tapi kami ikhlas menanggung biaya RS nya, mendengar niat kampus yang bertanggungjawab saja, keluarga kami sudah senang, jadi Masalah ini sudah selesai, dan tidak akan ada tuntutan kami ke pihak kampus di masa depan", ucap Ranti.


" Maaf jika demikian saya bingung menjelaskan ke Rektor", ucap Dosen itu.


" Bilang saja keluarga pasien dengan ikhlas menanggung biaya RS, dan kalau rektor mau bicara dengan saya, maka saya akan menjelaskannya", tegas Ranti.


" Maaf dengan siapa saya berbicara? tanya dosen itu.


" Saya Ranti Putri , dan mereka berdua adalah kakak saya, dan kami yang ada disini kakak beradik, nanti besok pagi ayah dan bunda tiba dari dari Jakarta", Jawab Ranti.


" Mohon maaf jika pertanyaan saya diluar masalah RS, kata istri saya bos tempatnya bekerja namanya Ranti Putri dan memiliki banyak saudara", ucap Dosen itu.


" Oh.. memangnya istri bapak bekerja di perusahaan apa? tanya Ranti.


" Istri Manajer HRD di Bank Petani, Perkebunan, Peternakan dan Nelayan ( P3N), baru diangkat 6 bulan yang lalu", jawab Dosen itu.


" Oh Ibu Fonda Joung, saya mengenalnya dan saya mengangkatnya, salam buat istri bapak", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, tapi tolong nanti jika Pak rektor atau dekan fakultas kami mengkonfirmasi soal pembayaran harus tolong Nona jelaskan", ucap Pak dosen.


" Pasti saya akan jelaskan", ucap Ranti.


Tak terasa sudah jam 7 pagi, Ranti menghubungi pihak Dinas Pendidikan Pemprov Jatim mohon agar acara pertemuan di tunda besok, karena masalah kecelakaan kedua kakak nya di Banyuwangi dan sebagai gantinya, seluruh biaya konsumsi untuk besok akan ditanggung Ranti, pihak Dinas Pendidikan Pemprov Jatim setuju dan mengucapkan rasa empati mereka.


Di parkiran sudah datang Adriansyah, Monicha, Darel, Vanya dan Sonia, dan tak lama berselang Taksi datang dan yang datang adalah Nindya bersama si Kembar.


" Mas bagiamana dengan kedua putri kalian", tanya Nindya.


" Kata Ranti, kedua kakaknya sudah sadar, pagi ini mau di rujuk ke rumah sakit milik Ranti di Surabaya.


" Baiklah mas, ayo masuk, adik juga sudah sangat Kangen dengan keponakan- Keponakanku, ucap Nindya.


" Renata dan Renita memberi salam untuk Paman dan bibi", ucap Si kembar.


" Oh sayang sini sama Paman, kalian tambah cantik seperti mama kalian, cup, cup ucap Adriansyah sambil mencium kening si kembar berdua.


Nindya juga sama memeluknya Darel dan Vanya dan mencium pipi kedua keponakannya itu dengan hati senang.


" Ayo kita lihat mereka dan kita urus rujukannya", ucap Monicha.


Adriansyah dan Monicha serta lainnya masuk ke IGD, mereka melihat anak-anaknya telah berkumpul menjaga Mercy dan Friska.


" Dady, mommy, panggil Ranti".


" Ia sayang, Mommy dan Dady sudah datang, lihatlah semua kakakmu dan Bibimu datang", ucap Monicha.


" Terimakasih mom", jawab Ranti"


" Putri Bunda sayang, Bunda sedih melihat kalian seperti ini", ucap Monicha sambil meneteskan airmata.


" Terimakasih Bunda, Jawab Mercy berusaha tegar.


" Cepat sembuh ya putri ayah", ucap Adriansyah.


" Ia ayah, kata Ranti kami pasti akan di obatinya dan bisa sembuh total, hingga kami bisa jalan normal lagi.


" Ia sayang, ayah dan Bunda percaya adik kalian mampu melakukan itu, tapi sabar ya sayang", Ucap Adriansyah.


Monicha hanya mampu membelai kepala kedua putri angkatnya itu, hingga membuat Mercy dan Friska merasa damai dan bahagia.


" Dek, kami semua ada disini", ucap Vanya dan mendekat ke ranjang, diikuti Darel dan si kembar.


Sementara para keluarga korban lainnya merasa sangat tidak berdaya, anak Kebanggaan mereka mengalami patah kaki dan tangan, otomatis anak mereka akan cacat.


" Maaf tuan, saya mendengar jika kalian mampu menyembuhkan putri kalian, kalau boleh tahu dimana tempat yang bisa membantu penyembuhan anak kami", ucap salah satu orangtua korban..


" Tenang saja, putri saya sudah membeli obatnya, nanti di Surabaya baru obatnya datang, dan semuanya gratis untuk kalian", ucap Adriansyah.


" Terimakasih Tuan, tapi kami pasti akan membayarnya", Ucap mereka.

__ADS_1


" Tidak usah, cukup anak-anak kalian berteman dengan kedua putri saya itu sudah cukup", ucap Adriansyah.


" Mohon maaf, kami berbicara dengan tuan siapa? tanya mereka.


" Saya Adriansyah dan ini istri saya Monicha", jawab Adriansyah.


Selesai dengan seluruh adminstrasi, akhirnya seluruh pasien di bawa dengan Ambulance ke Surabaya, dan terdapat 5 ambulans yang membawa pasien berjumlah 10 orang.


Perjalanan panjang menuju Surabaya sangat melelahkan, iring- iringan ambulans dan mobil yang para keluarga korban cukup menyita perhatian.


Pertanyaannya kenapa Ranti tidak menyembuhkan mereka di RS Banyuwangi, jawabannya agar jangan tersebar kemana-mana, makanya dia hanya memberikan Pill penghilang rasa sakit dan perbaikan sel, agar peredaran darah tetap lancar, dan menjaga agar tulang tetap lembut di bagian yang patah agar saat proses penyambungan para korban tidak terlalu merasakan kesakitan.


Intinya para korban sebenarnya sudah tidak merasakan sakit, tinggal proses terakhir yaitu menyambung ulang seluruh tulang yang patah.


Ambulans terus melaju, sedangkan Ranti dan mang Dul terus di depan membantu membuka jalan, sedangkan keluarganya yang lain naik pesawat dan helikopter, mobil para keluarga korban berada di belakang ambulans, Mata Semesta Ranti menunjukkan jalan yang mana yang sepi agar perjalanan bisa lancar hingga masuk Tol.


Tepat jam 2 siang mereka sudah tiba Rumah Sakit milik Ranti, Medika Sentosa Surabaya, Ranti booking 5 ruangan VVIP.


Para Petinggi RS membaca Pesan dari Ranti, mereka segera bergegas menyiapkan ke Lima ruangan tersebut, dan sudah menunggu, area VVIP memang terletak terpisah dari bangunan utama, VVIP memiliki 100 ruangan sekelas hotel dan peralatan canggih sudah lengkap di setiap ruangan, dan terbagi berbagai kelas, Ranti memesan yang kelas Deluxe.


Begitu turun dari mobil Ranti tanpa istirahat langsung ke bagian administrasi dan mengkonfirmasi bahwa pasien sudah datang..


Semua karyawan yang melihat Ranti, langsung menyapa.


" Selamat datang Nona Muda, seluruh ruangan dan dokter sudah di persiapkan, begitu juga ruang operasi sudah di persiapkan", ucap Direktur.


" Baiklah Segera urus semuanya, dan jangan ada terabaikan, 2 dari 10 pasien adalah kakakku, jadi tolong di atur baik-baik, kita tidak perlu menggunakan ruang operasi, karena saya sendiri yang akan menangani para pasien, dan maaf apa jabatanmu disini.


" Saya Dokter Zaki Alexander, Direktur Rumah Sakit ini", jawab Dokter Zaki.


" Baiklah, tolong panggil saja dokter ahli ortopedi, dan perawat, selebihnya saya yang akan menangani pasien-pasien itu sendiri", Perintah Ranti.


" Maaf Nona Muda, apakah anda memiliki sertifikat Dokter, tolong jangan tersinggung dengan pertanyaan saya.


" Silahkan di lihat saja, aku memiliki sertifikat ahli pengobatan modern dan tradisional, saya hanya butuh 1 jam untuk menyambung seluruh tulang yang patah, dan ini rekam medis dari rumah sakit Yasmin Banyuwangi", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, untuk saat ini, biar kami observasi dulu, agar semua prosedur rumah sakit berjalan, ucap direktur Rumah sakit.


" Baiklah, tolong hubungi saya jika segala prosedur sudah selesai, Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Direktur Rumah Sakit.


Para Orangtua korban, hanya diam saja tak berkomentar, hanya mereka penasaran dengan Ranti, apalagi mereka melihat sendiri bagaimana seorang Direktur Rumah sakit datang langsung menangani Pasien.


Dekan Fakultas Ekonomi juga kebingungan melihat Ranti dengan tegas memerintah seorang Direktur Rumah Sakit.


Ranti yang sadar di perhatikan oleh orangtua para korban dan pihak kampus mau tidak mau dia harus menjelaskan kepada mereka.


" Mohon maaf bapak- bapak dan ibu semuanya, jangan kuatir akan biaya rumah sakit dan pengobatannya, rumah sakit ini milik saya dan keluarga, Apalagi mereka juga adalah teman yang bertugas bersama-sama dengan kedua kakak saya, nanti malam atau besok pagi anak-anak kalian semuanya sudah bisa pulang dan berjalan lagi, tapi harus jaga pola makan agar tulang yang nanti tersambung bisa lebih sempurna", ucap Ranti.


" Maaf Nona Muda, apakah benar dengan ucapan anda, jika benar maka siap membayar berapapun, asalkan anak kami bisa sehat Kembali", ucap mereka sambil menundukkan kepala memohon kepada Ranti.


" Tidak perlu kalian membayarnya, cukup anak-anak kalian mau berteman dengan kedua kakakku saja, itu sudah cukup, tapi jika mereka tidak mau berteman dengan kedua kakakku juga tidak apa-apa, saya tetap akan menolong anak-anak anda, dengan gratis, jadi tenanglah, kami sudah terbiasa hidup tanpa teman", ucap Ranti.


" Maaf Nona Muda, Soal pergaulan mereka itu terserah, tapi kami orangtua tetap akan mengingat Budi baik anda, dimasa depan jika anda butuh bantuan tolong hubungi kami", ucap mereka dengan tulus.


" Terimakasih, saya senang mendengarnya, dan Kenalkan mereka semua adalah Keluarga saya, dan kami semua 11 bersaudara, walau kami bukan saudara kandung, tapi kami selalu menghargai dan menghormati saudara kami, dan yang itu, mereka adalah Orangtua kandung saya dan bibi saya, lihatlah ayahku sangat menyayangi bibiku yang adik kandungnya", ucap Ranti.


" Kalian keluarga yang harmonis, terimakasih sudah berbagi dengan kami, boleh kami tahu nama anda Nona, tanya mereka.


" Saya Ranti Putri, umur 18 tahun, dan baru lulus dari SMA Bintang Timur, jawab Ranti.


" Maaf Nona Muda, apa anda orang yang sama dengan pemilik Body Clean ? tanya salah seorang ibu-ibu yang anak nya juga korban kecelakaan.


" Kenapa ibu bertanya demikian", Tanya Ranti.


" Maaf Nona, jika benar anda orang yang sama Dengan Pemilik Perusahaan Body Clean, berarti saya bertemu dengan bosnya menantu saya, yang saat ini menjadi Direktur Utama Di perusahaan itu, jika benar, saya sebagai orang tua ingin berterima kasih atas kepercayaan anda kepada menantu kebanggaan keluarga, walau dia besar di Panti Asuhan, tapi dia sangat giat dan jujur bekerja, maka dengan senang hati saya menerimanya menjadi menantuku", ucap ibu itu.


" Hahahaha, Boni memang pekerja keras, Rendi mantan bosnya langsung yang merekomendasikan Boni untuk wakil Direktur, tapi 3 bulan di tangan dia, perusahaan saya maju pesat, bodoh saya jika tidak menaikkan pangkat orang seperti Boni.


Lagian orangnya juga kocak, jadi kalau rapat kami pasti terhibur dengan banyolan konyolnya, tapi soal pekerjaan, hingga saat ini saya tidak menemukan kesalahan apapun, ibu beruntung mendapat menantu seperti Boni", Ucap Ranti membanggakan karyawannya.


" ternyata tingkahnya sama saja dengan dirumah, makanya saya dan suami bahagia memiliki menantu seperti Boni, Putri kami sangat bahagia dan apalagi sekarang Putriku sementara hamil, terimakasih Nona Muda, saya akan katakan pada suami saya, bahwa ternyata bosnya Boni memiliki sifat yang baik dan rendah hati", ucap ibu itu.


" Boni memang pantas mendapatkan penghargaan, dia memang baik dan rendah hati, tapi sangat tegas dalam tugas-tugas nya, jadi teman-teman dia juga bangga di pimpin oleh dia, kelemahannya dia cuma 1, sering lupa makan, makanya dia beberapa kali saya marahi", ucap Ranti.

__ADS_1


" Baik Nona Muda, saya akan nasehati dia", ucap ibu itu.


" Harus itu, karena saya tidak pernah melarang orang yang hendak makan, di kantor saya, bebas mereka mau berbuat apa, selama tugas mereka tidak terbengkalai, makanya seluruh karyawan saya bahagia, saya juga tidak menjaga jarak terlalu jauh dengan mereka, biar mereka merasa bahwa kita peduli dan menganggap mereka sebagai teman", ucap Ranti.


__ADS_2