
Setelah rapat selesai, Ranti menuju ruanganya, tapi sebelum itu dia memanggil Sabrina dan Santina.
" Sabrina dan Santina, bagaimana keadaan kalian, apa kalian nyaman bekerja disini?" tanya Ranti.
" Sangat nyaman Nona Muda, tapi boleh gak kami minta tolong", ucap mereka berdua.
" Tolong apa?" tanya Ranti.
" Nona, tolong adik saya, dia sendirian di semesta kami, mohon Nona minta Rose mengirimkan dia kesini bersama kami", ujar mereka sambil berlutut.
" Dia laki-laki atau perempuan, dan apa kemampuannya?" tanya Ranti.
" Perempuan Nona, dia sama seperti kami berdua, Ujar mereka berdua.
" Siapa namanya Sandrina, tolong Nona persatukan kami disini, kami janji tidak lagi meminta ijin untuk pulang meninggalkan pekerjaan kami ', ujar mereka berdua
" Rose, apakah saya boleh meminta adik mereka untuk bekerja di perusahaan saya?" tanya Ranti
* Boleh, tidak masalah, tapi biaya 1 juta Poin Pengabdian, itu sudah termasuk seluruh dokumen kependudukan, paspor dan SIM seluruh Kendaraan, termasuk juga sertifikat mengemudikan pesawat dan helikopter, terakhir pengurusan rekening Bank", ujar Rose.
" Oke, kapan dia bisa datang ?" tanya Ranti.
* Hari ini juga, jika tuan setuju dengan pembayarannya", Ujar Rose.
" Baik aku setuju, tapi apakah dia sudah paham kehidupan di semesta ini atau apakah dia pernah bekerja di semesta ini", tanya Ranti.
* Dia sudah paham dan pernah bekerja di semesta Tuan, selama 3 tahun, namun dia di kecewakan seorang Pria dan mundur dari pekerjaannya, dan digantikan Santina, di negara Amerika Serikat", ujar Rose.
" Oke lanjutkan pembayaran dan isi ATM dengan Saldo 100 milyar, suruh dia menghadap saya sekarang, tapi lewat lobby, bekali dia handphone iPhone 14 Pro Max, dan masukkan Nomor saya", Perintah Ranti.
* Baik Tuan, Segera di proses, dan tunggu 30 Menit dia akan tiba kantor", ujar Rose.
" Terimakasih Rose ", ujar Ranti.
" Rose setuju, dan sebentar lagi dia sampai di lobby, silahkan kalian turun dan menunggunya", Ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kami berjanji akan selamanya mengabdi kepada Nona Muda, kini kami sudah tenang bekerja", Ujar mereka.
" Ya sudah, kalian pergilah menunggu Sandrina di lobby", ujar Ranti.
" Rose bagaimana dengan lahan yang di Lampung, apa Tim kami sudah bertemu dengan pemiliknya? tanya Ranti.
* Sudah Tuan, mereka sudah deal, hanya mereka meminta agar karyawan tambak udangnya mohon jangan di pecat, itu permohonan mereka", ujar Rose.
" Baiklah, ada berapa orang mereka disana dan apakah mereka warga lokal atau perantau", tanya Ranti
* Mereka ada 40 orang dan perantau paling banyak, ada yang sudah berkeluarga, dan tinggal di gubuk yang di buat oleh pemilik lahan itu.
* Dalam kesepakatan juga mengatakan, bahwa pemilik lahan masih boleh melakukan panen sekali yang akan diadakan lusa", ujar Rose.
" Baiklah, nanti setelah mereka panen segera isi dengan bibit yang bagus, perintah Ranti.
* Dilaksanakan Tuan, pembayaran lahan Besok siang yang akan di hadiri seluruh Pemilik lahan itu, dan beruntungnya, ada satu keluarga menjual tanahnya sebesar 10 hektar, lokasinya tepat berada di pinggir jalan, cocok buat kantor dan mess karyawan, juga sebagai gerbang utama masuk lokasi', Ujar Rose.
" Berapa harga yang dia minta", tanya Ranti.
" 25 milyar, katanya buat biaya hari tuanya bersama anak satu-satunya", ujar Rose.
" Lanjutkan saja, dan langsung bangun mess bertingkat, dan 6 rumah 1 untuk Saya dan saudara- saudaraku, 5 untuk petinggi. Saya akan berkunjung kesana setelah dari Cirebon", ujar Ranti.
* Baik Tuan, Rose akan alokasikan lahan 1 hektar khusus untuk kediaman Tuan, sedangkan untuk kantor akan di buat 3 lantai, ada supermarket untuk di pinggir jalan, kebetulan lahan itu ujungnya berada di pinggir jalan Utama antar kota kecamatan, jadi jalannya sudah lebar dan cukup ramai", ujar Rose.
" Di atur saja, tolong infrastruktur di lokasi di buat secara baik, agar truk pengangkut ternak bisa nyaman, penerangan juga harus bagus, Ujar Ranti.
* Karena lahannya kurang memadai maka Waduk hanya bisa di gunakan untuk menampung Air dan ikan untuk para pekerja, kalaupun mau buat aliran listrik, mungkin bisa sistem PLTMH bisa menghasilkan listrik 150 KVA, itu sudah cukup menerangi area peternakan dan perkebunan, ditambah dengan tenaga Surya, intinya penerangan di seluruh area lokasi, tidak perlu menggunakan listrik dari PLN", Ujar Rose.
" intinya area itu harus terang kalau malam dan fasilitas CCTV, dan juga secara bertahap, saya mau seluruh area di pagar dan di tanami berbagai pohon, agar mempersulit orang jahat untuk Masuk", ujar Ranti.
" Baik Tuan, semua sudah tertuang dalam masterplan yang Rose buat, Untuk Security, kita butuh setidaknya 100 orang, itu sudah cukup untuk 24 jam", ujar Rose.
" Baiklah, berarti anggaplah sudah beres, saya yakin Rose bisa menyelesaikan dengan baik", ujar Ranti.
* Pasti Tuan, semuanya akan selesai dalam tempo 2 Tahun, kita akan bekerja 16 jam sehari, untuk mempercepat pekerjaan", Ujar Rose.
Lagi asyik berdiskusi, datanglah 3 orang wanita dewasa, diantaranya adalah Sandrina.
" Selamat sore Nona Muda, saya Sandrina, terimakasih sudah membawa saya kesini dan bertemu dengan 2 kakak saya", ucap Sandrina sambil membungkuk.
" Nanti bekerjalah dengan baik, ini semua dokumen kependudukan, SIM kendaraan bermotor, dan yang lainnya, Serta ATM untuk keperluan kamu sehari-hari, nanti akan ada gaji bulanan, saya harap kamu tidak mengecewakan saya dan kedua kakakmu", tegas Ranti.
" Tidak akan Nona Muda, ucap Sandrina tegas.
__ADS_1
" Minggu depan nanti kamu ikut saya ke Cirebon dan ke Lampung, selesai dari sana kita akan Magelang", Apa kamu siap?" tanya Ranti.
" Saya siap Nona Muda, jawab Sandrina.
" Baiklah, kamu istirahat saja dulu dan nanti hari Senin sore kita ketemu lagi", ujar Ranti.
" Sabrina dan Santina, apa rumah kalian masih ada kamar?" tanya Ranti
" Ada Nona Muda, jawab Santina.
" Besok baru mobilnya datang, ambil mobil seperti kalian saja", ujar Ranti.
" Sandrina apakah kamu juga memiliki Cincin Ruang seperti Sabrina dan Santina.
" Ada Tuan, tingkat Perunggu, Cukup untuk menyimpan peralatan dan Makanan", jawab Sandrina sambil memperlihatkan cincinnya.
Selesai dengan urusan kantor, yang kebetulan bertepatan dengan jam pulang kantor, Ranti juga pulang ke rumahnya, sampai dirumahnya sudah jam 6 Sore.
Saat memasuki ruang tamu, Ranti melihat wajah murung Salma.
" Ada apa sayang, kenapa kamu duduk sendirian dengan raut wajah sedih", ujar Ranti sambil merangkul Salma.
" Salma kepikiran Mora, kasihan dia, pasti saat ini dia lagi kesakitan", ujar Salma dengan mata berkaca-kaca.
" Kakak paham perasaan Salma, kakak sudah berikan obat pencegah rasa sakit, dan hari Senin depan dia sudah bisa pulang, nanti kakak obati dia hingga tuntas, bahkan tidak ada bekas luka bakar sedikitpun, kakak janji", ucap Ranti.
" Terimakasih ya kak, andai Salma sudah besar, pasti Salma akan buatkan obat terbaik untuknya, apakah Salma kangen dengan Mora?" tanya Ranti.
" Ia, biasanya jam segini dia sudah ingatkan aku mandi dan makan serta minum susu", ujar Salma.
" Ya sudah, besok pulang Sekolah Salma datanglah kesana, besok dia sudah lebih baik dari hati ini", Ucap Ranti.
" Ia kak, ucap Salma".
" Kakak mandi dulu ya, ujar Ranti.
" Ya sudah Salma mau nonton TV dengan kak Armando.
Ranti masuk kamar dan mandi, kemudian turun lagi dan nonton TV bersama saudara - saudaranya, Ranti mendekat serta bersandar ke Mercy.
" Ada apa bontot, tumben mau nyender ke kakak lagi sekarang", ujar Mercy.
" Berarti bontot sudah besar, dan sudah tidak manja lagi", ujar Mercy.
" Kalau Manja tetap, tapi kakak saja yang terlalu sibuk dengan sibuk dengan kuliah, apalagi kak Friska sudah gak pernah memelukku", ujar Ranti menggoda Friska yang asik nonton.
" Hei bontot sayang, kamu lagi di peluk Kak Mercy tapi godain kakak ya, hahahaha Uda mulai nakal ya", ujar Friska langsung merapat ke Ranti dan Mercy.
" hehehehe asik, Salma lihat kesini, kakak di peluk sama 2 wanita cantik", ujar Ranti sambil memanggil Salma.
Hahahaha... hahahaha
Suasana ruang TV seketika berisik dengan suara tawa mereka.
" Memangnya kamu pikir kakak gak sayang lagi ya sama kamu", ucap Friska.
" Ya gak mikir kayak gitu, mana mungkin Kakak tidak sayang sama ku", ujar Ranti.
" Ia dong, kakak selalu menyayangimu, kakak sangat bahagia kita dalam keluarga kita, lihat kamu sudah sebesar ini, membuat kakak kadang takut, kehilangan kalian semua", ujar Friska.
" Aku gak akan kemana-mana, kalian kebahagiaan ku selain kedua orangtuaku, aku paham kakak banyak tugas kuliah, Ujar Ranti.
" Terimakasih kasih adikku sayang, kamu tidak pernah berubah, membuat kakak semakin sayang dan bangga sama kamu, apalagi lihat kamu memperhatikan kedua adik kita, sama persis perlakuan kami terhadap kamu dulu, bedanya sekarang kita banyak uang, kalau dulu kita hanya mampu kasih kamu 1 gorengan saja", ujar Friska mengenang masa lalu.
" hehehehe, tapi kakak memberi disaat kakak justru tidak makan gorengan itu, aku masih mengingatnya, triliunan uang yang kuberikan buat kalian, belum cukup membalas pengorbanan kalian terhadap ku", ucap Ranti sambil meneteskan air mata haru mengenang perjuangan Kakak-kakaknya.
" Kenapa nangis bontot ?" tanya Mercy.
" Gak apa-apa, hanya teringat masa kecil, kalian berkorban untuk membahagiakan aku, hingga saat ini kalian tetap berkorban untukku, Bontot ingin kakak berdua lanjut kuliah di Luar Negeri, Bontot tau itu keinginan kakak berdua", ujar Ranti.
" Ia sayang, tapi kuliah di mana saja juga sama, kami hanya tidak ingin berjauhan dengan kamu, takut nanti kamu sedih dan sendirian", ujar Mercy.
" Sekarang aku sudah besar aku tidak boleh terlalu manja lagi, jadi nanti gak apa-apa aku di tinggal disini, kan masih ada kak Dewi dan Ketty, juga ada Salma dan Armando, ditambah lagi ada Tiara dan kakakku Robin, lebih mantab lagi, aku punya 2 pesawat, kapan saja bisa langsung berangkat menemui kakak berdua", ujar Ranti.
" Ya sudah, toh masih lama juga, Pesawat kami, kapan selesainya bontot", tanya Friska.
" Pokoknya saatnya kalian lulus S1 pesawatnya sudah ada, agar kalian disana bisa keliling Amerika Serikat", Ujar Ranti.
" Bagaimana jadinya jika semuanya sudah ada dan parkir di Bandara Juanda, pasti heboh sejagat Indonesia", ucap Mercy.
" Pasti heboh, Ucap Ranti".
__ADS_1
" Tapi kan nanti kita punya Bandara sendiri di Kota Terpadu", ucap Friska.
" Ia, Bontot sudah perintahkan, agar nanti buatkan parkiran sendiri untuk semua pesawat milik kita", ujar Ranti.
Rindu hanya diam menikmati tontonannya, bersama Salma dan Armando, dia hanya tersenyum mendengar obrolan ketiga saudaranya, " terimakasih Tuhan atas limpahan rejeki dan kasih sayang kepada kami semuanya ", doa syukur Rindu dalam hati.
Tak terasa sudah jam 9 malam, mereka beranjak masuk kamar untuk istirahat, keharmonisan keluarga Ranti , membuat rumah mereka berwarna.
Ranti tak pernah membantah nasehat dari kakak- kakaknya, dan memang mereka tidak pernah ribut jika mendiskusikan sesuatu atau menyelesaikan masalah.
Vanya mendidik mereka dari kecil, agar saling menghargai jika ada yang berbicara, dan jangan berdiskusi dengan kata-kata yang kasar, karena justru masalah tidak akan selesai.
Itulah kenapa mereka tidak pernah ribut, berselisih pendapat sering, tapi aturan keluarga mereka adalah selalu memberi kesempatan siapapun memberikan alasannya, agar tidak salah paham.
Kepercayaan terhadap sesama saudara di terapkan dengan baik, makanya mereka tidak pernah menutupi masalah yang di hadapi.
" Salma, Armando, ayo tidur sayang besok sekolah", ujar Mercy
" Ia kak, jawab Armando sambil mengajak Salma.
" oh aku hampir lupa, Besok jam 7 malam, salah satu staf di kantor kita, anaknya ngadain resepsi pernikahan, apa kalian mau ikut gak?" tanya Ranti.
" Kak kami berdua boleh ikut gak?" tanya Salma.
" Boleh, lagian kita jarang ke pesta", ujar Ranti.
" Ya sudah kita pergi semua, ajak juga kak Dewi dan Ketty ", ujar Rindu.
Mereka semua masuk kamarnya masing-masing dan beristirahat.
Pagi menggantikan malam, kehangatan di meja makan menambah rasa sarapan mereka terasa lebih nikmat.
" Ketty sayang, nanti sudah mau sekolah, nanti naik mobil seperti Salma dan Armando", Ujar Mercy.
" Ia, Ketty sudah mau masuk TK, jawab Ketty, yang sudah lancar berbicara.
" Ketty mau minta apa sama aunty saat masuk sekolah", ucap Rindu.
" Mau tas dan kotak makanan kayak punya aunty Salma warna pink", ujar Ketty.
" Ia sayang nanti aunty belikan sama botolnya sekalian", ujar Rindu.
" Terimakasih aunty, timpal Ketty.
" Ponakan aunty pintar banget", ujar Rindu.
" Siapa dulu dong bundanya dan aunty serta uncle", jawab Ketty dengan bangga.
Hahahaha hahahaha.
" Waduh Putri Bunda, kelihatannya lagi senang", ujar Dewi yang datang dari arah dapur.
" Bunda, aunty Rindu mau belikan Ketty Kotak bekal makanan seperti milik Aunty Salma dan uncle Armando", jawab Ketty.
" Oh gitu ya, itu berarti apa ?" tanya Dewi.
" Berarti aunty Rindu sayang sama Ketty Angelina", jawabnya lantang.
Hahahaha hahahaha
" Apa hanya itu saja yang Ketty mau", tanya Ranti.
" Oh sama buku gambar, biar Ketty pintar menggambar seperti aunty Salma, siapa tahu dapat Piala seperti itu", ujar Ketty sambil menunjuk deretan Piala milik Salma.
" Ia sayang, nanti Aunty belikan sama crayon sekalian", ujar Ranti dengan gembira.
" Kak Dewi sudah daftarkan Belum, soalnya laporan dari bagian Play group dan TK, bahwa yang mendaftar sudah banyak, kuota kita hanya Mampu 500 orang, untuk PAUD, Play group, dan TK", tanya Ranti.
" Rencananya pagi ini sebelum kekantor, kakak mau mampir di Bintang Timur dulu untuk daftarkan Ketty, sudah seminggu dia minta di ajak sekolah Aunty katanya", ujar Dewi.
" Oh baiklah, walaupun Ketty sudah layak masuk SD, tapi biarkan dia masuk TK besar saja, dan tahun depan masuk SD", Ujar Ranti.
" Ia kan Ketty sudah pintar membaca dan menulis serta menggambar, dia senang di ajari Salma dan Armando", ujar Dewi.
" Keponakan kita memang pintar ujar mereka bahagia".
Ketty yang berusia 4 tahun sudah bisa menulis dan membaca, termasuk anak yang pintar, tingginya juga kelihatan anak kelas 1 SD, makanya Dewi tidak lagi merasa sepi saat dikantornya, karena ada Ketty.
Ketty adalah anak yang besar di tempat kerja, jadi dia tak pernah mengganggu Dewi saat bekerja, dia sibuk dengan tabletnya bermain game atau nonton kartun, serta menggambar untuk nanti di nilai oleh Salma, jika gambarnya bagus pasti Salma akan memberikannya hadiah.
Ketty tumbuh besar dengan serba kecukupan, walau awalnya dia kena gizi buruk, namun berkat perawatan dan herbal buatan Ranti, membuat seluruh kerusakan akibat gizi buruk berangsur-angsur bisa dipulihkan, kini Ketty menjelma menjadi balita cantik dan Sehat.
__ADS_1