
" Kalian juga nanti kalau kangen sama kakak bisa datang hari Jumat Sore dari Jakarta, nanti Darel kakak laki-laki yang datang jemput kalian dan antar kalian pulang lagi pada hari Minggu sore, sebulan 2 kali juga tidak apa-apa " ujar Ranti.
" Tapi tolong, kalau misalnya ibu angkat sudah tidak mau dengan kami lagi, tolong bawa kami kesini lagi", ujar Velove.
" Berarti kamu setuju, jadi anaknya Bibiku, dan kamu Vexia gimana mau gak ? tanya Ranti"
" Aku ikut kakak saja, Ujar Vexia ".
" Apa kalian memiliki peninggalan dari orangtua kalian", tanya Ranti.
" Tidak ada, kata ibu kepala Panti kami di antar warga saat ibu kami selesai di makamkan, sedangkan ayah kami katanya, pergi entah kemana, hanya itu yang di kasih tau ibu kepala Panti, dan satu lagi soal tanggal lahir kami berdua", ujar Velove.
" Tidak masalah, begini saja kalian nanti ikut kakak ke rumah bibiku yang satu lagi, kalian nanti mandi disana dan ganti pakaian adikku yang seumuran dengan kamu Velove tapi ukuran pakaian kalian sama, nanti kalian pulang kesini dengan kakak kalian Juwita dan Poppy, bagiamana? tanya Ranti.
" Kami terserah kakak saja", ujar Vexia.
" Apa kalian di Panti tidak punya banyak teman", tanya Ranti.
" Semua mereka teman kami, hanya kami jarang main, aku ingin dapat beasiswa agar bisa lanjut sekolah sampai sarjana, makanya kami berdua lebih sering diam dan baca buku", ujar Vexia
" Tapi tidak ada masalah kalian dengan mereka", tanya Ranti.
" Tidak ada, mereka semuanya baik, tidak pernah mengganggu kami belajar, makanya saat di Jakarta nanti, pasti kami akan sangat kangen dengan mereka", ujar Velove.
" Nanti kalian bisa Pakai handphone untuk menelpon ke sini", ujar Ranti.
" Ia kak, semoga ini jalan terbaik buat kami berdua, ujar Velove layaknya orang dewasa.
" Ya sudah, sekarang panggil kakak kalian, bilang ayo kita berangkat.
Setelah menunggu 10 menit akhirnya Juwita dan Poppy selesai juga mencatat nomor sepatu, seluruh anak-anak Panti.
Mereka berlima akhirnya keluar dari Kompleks Sekolah bintang timur Jogjakarta, dan menuju rumah si kembar.
" Juwita, kita mampir dulu kerumah, mandikan Velove dan Vexia, baru kita ke mall, belanja sepatu dan cari toko grosir, dan nanti kita ajak ke panti suruh dia lihat ukuran baju anak-anak dan nanti suruh dia antar ke panti", ujar Ranti.
" Baiklah Nona Muda, kami ikut saja", ujar Juwita.
Tak berapa lama mereka pun tiba di rumah si kembar, Ranti memanggil pelayan agar membantu memandikan Velove dan Vexia.
Tapi sebelum masuk kamar mandi, Ranti menyuruh Velove dan Vexia minum air putih yang sudah campur dengan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh.
Saat di kamar mandi Ranti mengatur suhu air agar hangat, sementara Velove dan Vexia, terlihat mukanya sudah Mulai memerah dan dan dari tubuh mereka keluar cairan hitam yang sangat bau, namun tidak terlalu sakit buat mereka jadi mereka tidak berteriak.
Setelah 15 Menit, Velove dan Vexia disuruh berendam selama 5 Menit, setelah itu, air dalam bathtub di ganti, dan mereka berdua kembali berendam, kali ini airnya sudah dicampur dengan air Surgawi.
Setelah 10 menit mereka keluar dari bathub dan mandi seperti biasa, Ranti memberikan sabun produksi pabriknya, kemudian dia keluar dari kamar mandi dan masuk kekamarnya.
" Rose saya mau beli pakaian anak gadis, berumur masing 9 dan 8 tahun 2 potong dan sepatu tolong semuanya atur sesuai ukuran mereka ", pinta Ranti.
* Baiklah, harganya cukup murah Tuan, semuanya hanya 5 poin Pengabdian, ujar Rose.
" Lanjutkan, dan Tolong Tukarkan Poin Pengabdian untuk kebaikan, untuk 2 orang masing-masing 100 poin, dan buatkan ATM, dan buatkan Rekening Deposito Berjangka dengan Saldo 250 milyar per orang, ambil dari rampasan 5 orang pengusaha, terakhir buatkan 1 rekening dan ATM, untuk operasional sementara Panti, termasuk seluruh karyawan dan uang jajan untuk anak-anak itu, perintah Ranti.
* Baik Tuan segera akan di buatkan dan biayanya 25 poin pengabdian" jawab Rose.
Selesai dengan urusannya, Ranti keluar dari kamar dan membawa baju ganti serta sepatu buat Velove dan Vexia.
Saat kedua gadis kecil itu, Juwita dan Poppy terkejut melihat mereka Velove dan Vexia, kulitnya mereka jadi begitu mulus, bekas luka mereka berdua semuanya menghilang dan berubah menjadi sangat mulus dsn pastinya terlihat sangat cantik.
Ranti memberikan pakaian kepada mereka berdua dan membantu mereka berpakaian.
" Nona Muda, maaf kok bisa mereka berdua menjadi mulus seperti itu, tanya Poppy.
" Aku berikan mereka serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, nanti seluruh anak Panti Asuhan akan kuberikan dan juga sabun kesehatan akan ku berikan, mulai Besok kalian urus semuanya", ujar Ranti.
Beres mendandani Velove dan Vexia, mereka bergerak menuju Mall Ambarukmo plaza.
Tiba disana, mereka pertama kali menuju restoran untuk makan, terlihat Juwita dan Poppy serta kedua gadis kecil itu sudah lapar.
Selesai makan, mereka ke toko handphone untuk membelikan Juwita dan Poppy, serta kedua gadis kecil itu, Ranti juga berencana akan memborong puluhan handphone.
" Juwita, maaf saya berubah pikiran, berapa jumlah anak kelas 1 SD hingga kelas 3", tanya Ranti.
" Kalau SMA hanya kami berdua, SMP 15 orang, untuk SD kelas 4 hingga kelas 6 ada 20 orang, sisanya termasuk Velove dan Vexia, jawab Juwita.
" Baiklah, yang SMP kita belikan yang harga maksimal 4 juta, untuk 4-6 SD Maksimal 3 juta, sisanya maksimal 2 juta, tapi nanti ada jam khusus buat mereka Pakai handphonenya", Ujar Ranti.
Sampai di toko handphone, mereka berlima langsung masuk, tapi sayangnya tidak ada pelayan yang yang melayani mereka, Ranti cuek saja, kemudian masuk seorang pria Muda dengan seragam masih hitam putih.
" Mas, apa kamu pelayan di Toko ini ?" tanya Ranti".
__ADS_1
" Ia Nona, ada yang bisa saya bantu ? tanya pria muda itu
" Kalau saya beli banyak, kira-kira maksimal berapa unit per merk per jenis HP, tanya Ranti.
" Tidak ada batas maksimal, sebanyak dana anda Nona", jawab pelayan pria itu.
" Baiklah, Siapkan 15 Redminote 11 Pro 5G, 20 Redminote 10 5 G dan 6 unit Oppo A57, apa semua barangnya ada?" Tanya Ranti.
" Saya lihat stok dulu", jawab pelayan pria itu.
" Jamal hati-hati, nanti setelah kamu siapkan barangnya, mereka tidak jadi membelinya", ujar sesama pelayan pria yang sudah agak dewasa.
" Kalau mereka tidak jadi beli ya tidak apa-apa, berarti belum rejeki saya, tapi saya wajib melayani mereka, Ujar pelayan baru itu.
" Terserah kamu saja, yang penting saya sudah kasih tau", ujar pelayan senior.
" Terimakasih nasehatnya kak", ujar Pelayan baru.
" Maaf Nona agak lama, tapi jangan kuatir, semua barang Yang Nona tanyakan tadi masih tersedia dan jumlahnya sesuai pesanan anda Nona.
" Baiklah, tolong keluarkan barangnya dan hitung totalnya berapa", ujar Ranti.
" Oh ya mas, apa masih ada Samsung Galaxy S22 Ultra varian 12/512 dan Oppo Reno 8 Pro 5 G 12/256, masing-masing 2 unit, ucap Ranti.
" Barangnya ada, jawab pelayan itu".
" oke tolong tolong hitung totalnya semuanya dan saya akan saya bayar dulu karena saya mau ke toko pakaian, tapi yang Samsung dan Oppo tolong setting terlebih dahulu dan isikan kartu Internet yang sudah bisa langsung di gunakan", ujar Ranti.
" Total semuanya 200 juta, ini rinciannya, tolong baca dulu baru kita konfirmasi", Ujar pelayan itu.
" Oke ini Kartu saya, ujar Ranti sambil memberikan Kartu ATM yang menyimpan uang rampasan dari sejumlah orang jahat termasuk Aquino dan Aquinas.
Setelah gesek dan Ranti menekan PIN, mesin EDC dan kasih berbunyi, pertanda pembayaran sukses, seketika wajah pelayan sombong itu berubah pucat.
" Hei kamu, tadi kamu bilang saya tidak jadi membelinya !" jadi orang jangan Sombong, baru jadi pelayan senior saja sudah belagu", ejek Ranti.
" Maafkan saya Nona", ujar pelayan itu.
" Sudahlah", melihat manusia seperti kamu, membuatku ingin muntah saja", hina Ranti.
Semua pelayan di situ dan pengunjung yang tahu persoalannya tersenyum saja mendengar ejekan dan hinaan Ranti
" Kali ini maafkan kamu, tapi lain kali segera ku laporkan ke pemilik Toko", ancam Ranti.
" Ampuni saya Nona", mohon pelayan itu.
Ranti tak menanggapi omongan pria itu, dia sibuk melihat pelayan baru itu sedang menyeting 4 unit handphone, setelah selesai, pelayan itu memberikan kepada Ranti.
" Ini barang Anda Nona, untuk biaya 4 Kartu semuanya 450 ribu, ujar Pelayan itu.
" Apa kamu tahu, Sekolahan Timur, Tolong kamu antar kesana jika kamu bersedia" tanya Ranti.
" Jamal segera antar barang Nona ini", ujar manajer toko yang tiba-tiba masuk ke dalam toko.
" Baik Pak setelah saya selesai setting saya antarkan ke alamat ini dan titipkan ke Pak Security", ujar menulis alamat sekolah dan namanya serta Juwita atau Poppy, begitu pesan Ranti.
" hampir lupa, tolong isikan Kartu, dan paket yang 100 ribu, berarti total 4,1juta.
" Benar Nona, total dengan 4 kartu yang tadi, 4,550 juta,ujar pelayan itu.
" Ini 10 juta sisanya buat kamu, dan ini 5 juta untuk ganti handphonemu yang sudah jelek", ujar Ranti dan langsung bergegas Keluar dari toko itu.
Ranti berpindah ke toko grosir pakaian anak-anak dan remaja, baik laki-laki maupun perempuan.
" Maaf mba apa saya bisa bertemu dengan manajer tokonya, tanya Ranti.
" Oh saya sendiri, ucap wanita dewasa itu.
" Begini Mba, saya mengasuh 41 anak SMP dan SD, saya butuh baju yang sangat banyak tapi saya bingung ukurannya, besok pagi bisakah anda dan 2 orang datang ke sekolah bintang timur, Bertemu dengan mereka berdua, saya butuh kaos oblong untuk harian masing-masing anak 15 potong, terus untuk laki, celana pendek 6 dan celana panjang 6, lebih jelasnya mba datang saja dsn catat disana, saya DP 150 juta sekarang, sisanya besok setelah mba menentukan ukuran dan harga, bagaimana? ujar Ranti.
" Bisa Nona, besok saya dan 2 orang akan datang sekitar jam 11 siang, ujar wanita itu.
" baiklah saya transfer sekarang, untuk pakaian hari-hari maksimal 100 ribu, pakaian untuk santai 250 dan pakaian resmi 500 ribu", Ujar Ranti.
" Baik Nona, terimakasih", ujar Manajer itu.
' Oke kami tunggu kedatangan anda",ujar Ranti dan langsung bergegas Pergi.
Sekarang mereka sudah berada di Toko sepatu Merk Bata, Ranti menyerahkan catatannya dan minta 3 pasang 2 hitam 1 putih, juga sandal untuk santai pria dan wanita, Ranti menulis alamat dan memberikan kepada pelayan, dan karena waktu sudah agak Sore, jadi dikirim Besok paling lambat jam makan Siang.
Juwita dan Poppy juga sudah membungkus belanjaan mereka dan dititipkan untuk di kirim.
__ADS_1
Mereka ke toko baju yang sedikit bermerek, Ranti membelikan mereka berdua masing-masing 5 potong pakaian santai, begitu juga dengan Velove dan Vexia,
Kemudian mereka masuk toko sepatu Nike, Ranti membelikan mereka berempat masing-masing 1 pasang sepatu untuk santai.
Selesai berbelanja, mereka masuk ke Foodcourt, mereka memesan minuman, terlihat Velove dan Vexia sudah sibuk dengan handphone mereka.
Selesai minum dan ngemil, mereka akhirnya kembali ke kompleks sekolah bintang timur Jogjakarta.
Saat tiba sekolah, Ranti melihat begitu banyak orang yang sedang berdiskusi dengan pak Supomo dan Gunadi, Ranti tidak menggangu mereka yang lagi berdiskusi, dan langsung ke belakang.
Mereka berempat membawa sebagian barang belanjaan dan meminta anak-anak panti yang laki-laki untuk membantu.
Tak sampai 30 menit kemudian, pak Gunadi dan Supomo, beserta beberapa orang datang dan menemui Ranti.
" Selamat Sore Nona, mereka adalah tim dari pak Herman temannya pak Mulyono, ujar pak Gunadi.
" Nona, karena kami bukan depan akan sibuk dengan pembangunan 3 gedung panti dan mess karyawan serta kantor dan kediaman petinggi Panti, jadi kami mengerahkan banyak orang untuk menyelesaikan Renovasi dan pembuatan Dapur serta tempat cuci Baju, hingga pengecatan ulang serta membangun kamar mandi dan toilet.
Besok kami akan mulai bekerja dan maksimal 3 Minggu, sudah selesai, tinggal pasang AC saja, ujar Kepala tukang.
" Oke terimakasih", ujar Ranti".
" Pak Supomo bagaimana dengan barang yang saya suruh beli?", tanya Ranti.
' Besok dikirim semuanya", ujar pak Supomo.
" Nona Muda, kami seluruh pengurus sudah mengantarkan surat pemberitahuan kepada penyewa Kios dan mereka setuju dengan keputusan kita.
" Bagus, sangat cepat, saya senang dengan kerja cepat kalian", ujar Ranti.
Setelah kontraktor dan pak Supomo dan Gunadi Pergi, Ranti mengajak Juwita dan Poppy untuk berbicara.
" Juwita, besok Sore atau malam, saya dan bibi akan menjemput Velove dan Vexia, bibi saya akan mengadopsinya mereka dan akan tinggal bersama mereka di Jakarta", ujar Ranti.
" Baiklah kalau mereka berdua mau, silahkan saja, tapi tolong jika ada masalah kembalikan mereka kepada kami, ucap Juwita.
" Tenang Saja, bibi saya pasti merawat mereka dengan baik, ujar Ranti
Baru saja selesai ngomong, telpon Ranti berdering.
" Sayang, bagaimana apa mereka berdua setuju untuk jadi angkat Bibi', tanya Suratmi.
" Ya mereka mau, bagaimana dengan foto yang aku kirim", tanya Ranti.
"Mereka cantik-cantik, paman kamu dan orangtuamu juga sangat setuju, ucap Suratmi.
" Besok Bibi sampai jam berapa? tanya Ranti.
" Bibi berangkat hari ini saja, agar besok bibi bisa langsung bawa pulang ke Jakarta.
" Oke nanti kalau sudah tiba di bandara Adi Sucipto, telpon saja biar Ranti jemput.
" Juwita, Poppy, ini 2 ATM untuk deposito berjangka sebesar 250 milyar untuk kalian berdua, tiap tahun akan dapat bunga setelah potong pajak, kalian berdua masing-masing dapat 5,5 milyar pertahun, dan 2 ATM lagi untuk operasional kalian dalam merawat mereka sebesar 10 milyar masing-masing kartu, 4 ATM itu milik Pribadi kalian, pakailah dengan bijak.
Dan ini 2 ATM 1 ATM ada deposito berjangka sebesar 500 milyar, pendapatan Bunga per-tahun 11 milyar, bunganya saja sudah cukup untuk biaya operasional Panti, dan 1 ATM lagi Berisi 10 milyar untuk operasional 1 tahun ini, dan jangan laporan penggunaan anggaran dengan baik", Ujar Ranti
" Nona ini sangat banyak sekali", ujar Poppy.
" Ambilah, tapi ingat tetaplah hidup dalam kerendahan hati, belajarlah menyetir mobil dan belilah mobil untuk nanti kalian kuliah, masih ada waktu untuk belajar", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, kami akan bijak menggunakan uang ini", ujar mereka.
" dan ini, serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, serta cairan Surgawi, semua caranya sudah aku catat, jadi nanti gunakan dengan hati-hati, jangan tertukar", ujar Ranti sambil memberikan puluhan botol cairan Surgawi dan Serum.
" Baik Nona Muda, terimakasih", ujar Juwita
" Jangan lupa, berikan jajan untuk mereka, kalian atur berapa jumlah peranak per usia, berikan setiap hari dan ajarkan mereka berhemat untuk uang jajan", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda", Ucap mereka berdua.
" Besok Pagi saya dan Bibi akan datang menjemput Velove dan Vexia, baju mereka dan buku tinggalkan saja, soal surat pindah nanti kami urus, Ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, jawab Juwita.
" Kak Ranti, terimakasih, ucap Velove dan Vexia.
" Mulai hari ini dan selamanya, kalian berdua bagian dari keluarga ku, jadi kalian harus kuat dan belajar, Ujar Ranti.
" Kami janji akan rajin belajar dan tidak akan nakal, agar ibu angkat kami senang bangga kepada kami di kemudian hari", ujar mereka.
" Kakak akan ingat janji kalian", tegas Ranti.
__ADS_1