SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Bertemu


__ADS_3

Darel dan Sonia, tak berani membantah, ketika Ranti mengatakan, bahwa dia dan Salma akan tidur di hotel, setelah mendapatkan hotel yang Ranti inginkan, mereka segera check in.


Selesai semuanya Darel mengajak Ranti untuk keluar makan, Frenli dan istrinya di ajak tapi karena Vini kelelahan, jadi tidak bisa ikut.


Sampai di restoran seafood di Grand Indonesia, Ranti memesan seperti biasa menunya, Ranti sengaja duduk dekat jendela, karena dia ingin melihat, perkembangan gedung yang di bangun oleh Rose.


Selesai makan, Ranti meminta di ajak ke Plaza Indonesia, dia ingin ketemu dengan Sasha, setiba di Toko tempat Sasha bekerja, kebetulan Sasha berada di depan dan tidak melayani pelanggan.


Sasha kaget melihat Ranti yang sudah berada di Toko itu, sementara mereka ngobrol, seorang pelayan datang menghampiri dan menyapa Ranti.


" Hai Ranti, Darel, apa kabarnya, masih ingat gak dengan kakak, ucap Vanya


" Oh hai kak Vanya, sejak kapan kakak di Jakarta, tanya Ranti


" Baru 3 bulan, kakak ikut suami, dia bekerja di Proyek pembangunan Gedung Sapphire, suami kakak, baru lulus kuliah dan kami langsung menikah tahun lalu, di Magelang Jawa Tengah, ucap Vanya


" Kak Vanya, Suster Diana sudah punya Panti Asuhan sendiri, ucap Darel


" Syukurlah, daripada Bu Yanti merecoki, mendingan Suster Diana, buat Panti asuhan lagi, ucap Vanya.


" Sasha, dulu kak Vanya sama-sama tinggal di Panti Asuhan dengan saya dan kakakku Darel, ucap Ranti


" Kak Vanya, Sasha temanku, aku kesini niatnya memang mau ketemu Sasha, ucap Ranti


" Vanya, kapan-kapan mainlah ke apartemenku, ucap Darel


" Oh Darel tinggal di sini juga, tanya Vanya


" Maaf Vanya sampai lupa, kenalkan Sonia Pacarku, wajahnya pasti kamu masih ingat, waktu di SMP Bintang Timur, walau saat kamu sudah kelas 9, ucap Darel.


" Maaf agak lupa, jujur Vanya


" Aku Sonia, pacar Darel, kami sama-sama kuliah di Universitas Binus Jakarta, ucap Sonia.


" Sekarang Kak Vanya, tinggal dimana disini, tanya Ranti


" Kami ngontrak di Daerah Pejompongan, biar gak terlalu jauh dengan tempat kerja, Ucap Vanya


" Baguslah, oh ia memangnya suami kakak kerja bagian apa di proyek


" Pemgawas lapangan, dia ikut pamannya, yang pelaksana proyek, ucap Vanya


" Memangnya dia lulusan apa, tanya Ranti


" Teknik Sipil, jadi sesuai dengan jurusannya, terus kamu disini dalam rangka apa, bukannya kamu masih sekolah, tanya Vanya


" Besok mau ketemu orang, jadi saya datang sekarang, besok malam pulang ke Surabaya lagi, ucap Ranti


" Kayaknya kalian baik-baik saja, ucap Vanya


" Ya begitulah, kami tinggal bersama, kak Mercy, kak Friska dan kak Rindu, sebelum kak Darel kuliah di Jakarta, juga tinggal bersama dengan kami, apalagi kami sudah setahun lebih keluar dari Panti Asuhan Charity, karena bermasalah dengan Bu Yanti.


" Kasihan sebenarnya Bu Farida, terus-menerus dimanfaatkan Bu Yanti, ucap Vanya


" Tenang saja, sekarang Bu Yanti, sudah tidak di Panti lagi, sudah ku usir, dan sekarang Panti kita sudah sangat maju, makanya kapan-kapan datang berkunjung kesana, ucap Ranti.


Lagi asik ngobrol, masuk sepasang suami isteri, tapi tiba-tiba wanita itu langsung menundukkan kepala dan menyapa


" Selamat malam Nona Muda, sapa Ruby


" Selamat malam Ruby, apa kamu mau belanja disini juga,tanya Ranti


" Tidak Nona muda, saat berkeliling, saya melihat Nona Muda ada disini, jadi saya masuk untuk menyapa anda Nona, ucap Ruby dengan gugup


" Oh.. ini suami kamu, tanya Ranti


" Maaf Nona benar ini suami saya, mas Yudistira Erlangga, ucap Ruby


" Saya Yudistira Erlangga, suami Ruby, ucapnya.


" Mas Yudistira, ini Nona Muda Ranti, Pemilik dari Gedung Ruby, Sapphire dan Emerald, ucap Ruby kepada suaminya.


" Saya sudah lama mendengar tentang Nona Muda dari istri saya, tapi baru malam ini saya bisa bertemu, ucap Yudhistira


" Maaf saya tidak bisa hadir di 💒 kalian, Ucap Ranti


" Tidak apa-apa Nona Muda, ucap Yudhistira.

__ADS_1


" Kenalkan ini Kak Darel dan Adikku Salma, Kak Darel kuliah di Universitas Binus, Ucap Ranti


" Salam kenal Tuan Muda Darel dan Nona Muda Salma, Ucap Ruby.


" Apa besok Nona Muda akan ke kantor atau ada keperluan lain disini, tanya Ruby


" Ada keperluan di Tri Link Finance, saya mau ketemu dengan Pak Jusuf Maulana, ucap Ranti


" Apa perlu saya temani Nona Muda, tanya Ruby


" Tidak usah, gunakan liburanmu dengan baik, dan jangan lupa laporan nya, ucap Ranti


" Saya tidak akan lupa Nona Muda, ucap Ruby


" Sasha, tolong Carikan untuk kak Sonia, Rubby dan Adikku Salma, Perintah Ranti


" Baik Nona, saya akan Carikan keluaran terbaru, ucap Sasha.


Sementara Sasha sibuk mencari Tas, Ranti dan yang lain sibuk ngobrol, Vanya nampak kebingungan, setiap Ruby memanggil Ranti dengan Nona Muda.


" Ranti, tadi kalau tidak salah dengar, Nona Ruby mengatakan, kamu pemilik gedung Sapphire tempat suami saya bekerja, tanya Vanya


" Vanya, Gedung Sapphire, Emerald dan Ruby adalah milik Ranti dan juga Seluruh komplek Mall Cempaka, Ucap Darel


" Ya ampun Ranti, kamu masih sekolah, belum lulus SMA tapi sudah sesukses ini, ucap Vanya.


" Biasa saja kak Vanya, semua warisan orang tua, saya hanya mengembangkannya saja, dan coba kamu lihat gedung yang sedang di bangun itu, dulu berdiri megah hotel The Queen Indonesia, karena sudah hancur, tanahnya ku beli dan sekarang sedang proses pembangunan, mungkin setahun lagi selesai, ucap Ranti.


" Astaga, kamu benar - benar bikin jantung kakak mau copot, ucap Vanya.


" Santai saja, ucap Ranti


" Maaf Nona, ini ada beberapa model tas terbaru, silahkan dipilih yang mana, ucap Sasha.


" Salma, kamu mau yang mana sayang, tanya Ranti


" Aku yang ini saja, kebetulan di rumah hanya ada si Hermes, ucap Salma, sambil memilih dompet LV.


Ruby dan Sonia juga sudah memilih, Ranti mengeluarkan Kartu ATM Mandiri World Elite dan menyerahkan ke Sasha.


" Jadi berapa totalnya Sasha, tanya Ranti


" Oke baiklah, jawab Ranti


Karena toko sudah mau tutup, akhirnya Ruby pamit duluan, dengan senyum bahagia dia pulang bersama suaminya, apalagi dapat hadiah Tas yang mahal.


Ranti yang sudah bertukar kontak dengan Vanya, dan menjelaskan semuanya kepada Vanya.


Tak lama berselang suami Vanya datang dengan mengendarai motor Matik Yamaha, dia kaget melihat istrinya sedang bersama dengan beberapa orang, kemudian dia menyapa.


" Dek, siapa mereka, tanya Suaminya


" Ini kenalkan mas, mereka dulu adik-adik saya di Panti Asuhan Charity Surabaya, ucap Vanya


" Oh maaf, saya Tristan, suami Vanya, ucapnya


" Mas, Ranti adalah seorang gedung Sapphire, yang proyeknya kamu kerjakan bersama paman, ucap Vanya


" Mas hanya dengar dari pak Thomas, kalau pemiliknya seorang gadis Muda, dan ternyata temanmu, ucap Tristan ke Vanya


" Nona Muda, saat ini kami sudah menyelesaikan untuk bagian bawah tanah, sesuai arahan dari Direktur Ane, ucap Tristan


" Tolong buat dengan bagus, itu saja permintaan saya, lalu bagaimana dengan pembayaran kalian, tanya Ranti


" Perusahaan kami dengan PT Andalan Mas, berhubungan dengan baik, hingga saat ini tidak ada masalah, Direktur Ane juga kadang datang melihat lokasi, minimal seminggu 2 kali, jadi kami semangat bekerjasama dengan mereka, ucap Tristan.


" Baguslah, oh ya sebentar saya ada perlu dengan Sasha, ucap Ranti


" Sasha, bagaimana dengan renovasi rumah kamu, tanya Ranti


" Sudah selesai Nona, sisa uangnya masih ada di tabungan dan sebagian di pakai ibu untuk buka warung nasi di kompleks Perumahan tempat kami tinggal, ucap Sasha.


" Baguslah, nanti kalau sudah waktu daftar kuliah jangan lupa telpon saya, awas kalau gak, ku pecat kamu jadi kawanku, ucap Ranti


" Pasti Nona, kan sekarang ada Vanya disini, Ucap Sasha


" Yang ku transfer 2 Minggu kemarin sudah kamu tabung, tanya Ranti

__ADS_1


" Sudah, ini saldonya, masih banyak kan, lagian aku tak suka jajan, tiap hari juga bawa bekal dari rumah, ucap Sasha.


" Gitu dong, aku saja kesekolah bawa bekal, lebih hemat dan lebih bersih, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona atas pemberiannya, kini uang kuliah ku sudah terkumpul, aku rencana akan resign saat masuk kuliah, Ucap Sasha


" Bagus, harus kuliah, dan kalau sudah selesai jangan kemana-mana, kamu wajib bekerja di Perusahaanku.


" Terimakasih Nona, saya akan kuliah baik-baik, untuk membalas kebaikan Nona, ucap Sasha


" Kalau kamu lulus dengan IP 4.0, aku kasih hadiah 2 milyar buat kamu, bagaimana apa kamu berani menerima tantangan dariku, tanya Ranti


" Berani siapa takut, ucap Sasha


" Semangat ya, aku pasti bantu kamu, selama kamu selalu rendah hati, jujur dan setia, ingat baik-baik omongan saya, ucap Ranti


" Pasti akan selalu aku ingat, oh ia itu motor yang saya beli dengan menggunakan uang dari Nona, Ucap Sasha.


" Baiklah, sekarang aku pamit dulu, aku mau ngobrol dengan Kak Vanya, Ucap Ranti


" Kalau begitu, saya pamit dulu Nona, terimakasih sudah berbelanja, Ucap Sasha dan langsung pergi dengan motornya.


" Ranti, kamu ketemu dengan Sasha dimana, tanya Vanya


" Disini, waktu saya belanja, dulu dia masih trainee dan selalu di bully seniornya, waktu itu juga, tak ada yang layani saya, dan hanya Sasha mau dsn juga dia tulus, ucap Ranti


" Anak itu memang baik, awal aku kerja, dialah yang sering bantu aku, apalagi Pemilik toko ini, sangat percaya dengan Sasha, ucap Vanya


" Syukurlah aku tidak salah memilih teman, oh ya kak, apa kalian mau menetap di Jakarta tanya Ranti


" Pamannya Suamiku ingin mas Tristan tetap bekerja di perusahaannya, jadi kami pasti menetap disini, lagian aku juga mau daftar kuliah disini juga, ucap Vanya


" Bagus itu, kak Vanya kalau butuh apa-apa jangan sungkan hubungi aku ucap Ranti


" Nanti kak Vanya hubungi kamu, kakak bersyukur bisa lihat kamu lagi dan bahkan sudah sukses, ucap Vanya


" Ini buat kakak beli rumah disini, sisanya beli mobil, biar kakak tidak kena angin malam, ucap Ranti sambil memeluk cek ke Vanya


" Ranti ini besar sekali jumlahnya, ucap Vanya yang kaget melihat Cek yang di berikan Ranti


" Sasha saja cuma teman biasa aku kasih dia puluhan juta, apalagi kak Vanya yang dulu sempat merawat ku, ucap Ranti


" Vanya terimalah, jangan kamu buat Ranti ngambek, Mercy gak ada disini, apa kamu sudah lupa bagaimana adik kita ini kalau ngambek, ucap Darel ke Vanya


" Baiklah kakak terima dan pasti kakak akan beli rumah dan mobil, kami memang berencana ingin menyicil rumah, biar gak ngontrak, tapi masih nabung buat DP, makanya kakak ikut bekerja bantu mas Tristan, ucap Vanya sambil meneteskan air mata bahagia.


" Ini takdir kita bisa bertemu dengan kak Vanya, kalau bukan karena aku kenal dengan Sasha, pasti kita belum bertemu lagi, ucap Ranti


" Kak Tristan, kak Vanya salah satu orang yang baik padaku, tolong jaga baik-baik kak Vanya, maaf jika kelak kak Tristan sudah tidak sayang lagi dengan kak Vanya tolong beri tahu kepadaku dan jangan sekalipun kak Tristan memukul nya, tegas Ranti


" Saya menerima Vanya apa adanya, apalagi keluargaku sangat menyayangi Vanya, dia bekerja disini saja aku sudah omelin keluarga saya, ucap Tristan.


" baguslah kalau begitu, belilah rumah, Suatu saat aku pasti datang berkunjung, ucap Ranti ke Tristan


" Ranti, kak Vanya tak tau mau bilang apa, hanya doa kakak semoga kamu baik-baik saja, Ucap Vanya


" Terimakasih kak Vanya, ingat jangan sungkan hubungi aku jika ada masalah, lagian disini ada kak Darel dan kakak iparku Sonia.


" Ia Terimakasih Ranti, sesegera mungkin kakak akan cari rumah dan membelinya, ucap Vanya


" kakak mau kuliah ambil jurusan apa, tanya Ranti


" Kakak sangat ingin jadi pegawai Bank, itu cita-cita kakak, jadi rencananya mau ambil ekonomi, ucap Vanya


" Kalau begitu daftar di Binus saja, biar bareng dengan kak Darel dan kak Sonia, ucap Ranti dengan entengnya


" Mahal disana, ucap Vanya


" Tenang saja, itu urusan saya, nanti saya bayar hingga kakak lulus dari sana, dan jika sudah selesai, kakak nanti bekerja di Bank Punya saya, mungkin 3 bulan lagi akan opening, jadi nanti kuliah baik-baik, Ucap Ranti


" Terimakasih Ranti, kakak gak nyangka akan ada hari ini buat kakak, apalagi kita sama-sama dari Panti, kakak sangat bahagia, kalau bukan kakak di adopsi, pasti kakak akan selalu ada buat kalian semua, ucap Vanya


" Sudah gak usah di pikirkan lagi, sekarang kita sudah bertemu, dan seterusnya kita akan bertemu, ucap Ranti


" Ya sudah Vanya, kami mau pulang dan istirahat, kamu juga istirahat, ucap Darel, karena Salma sudah ketiduran di pangkuannya.


" Oh baiklah, jadi lupa sama adik kecil Salma, Ucap Vanya

__ADS_1


Ranti kembali ke hotel, sedangkan Darel kembali ke apartemen nya, Ranti mengatakan besok tidak usah mengantarnya ke kantor Tri Link Finance.


__ADS_2