
* Berhati-hati Tuan, suami kakak tuan sudah mulai menyusun rencana untuk merayu Istrinya agar minta beli mobil mewah, ucap Rose mengingatkan
" Terimakasih Rose, ku pastikan dia tidak dapat apa-apa.
* Jangan sampai Tuan, apa perlu Rose buatkan ATM baru untuk Nona Vanya.
" Buatkan Mandiri World Elite, Perintah Ranti.
* Karena melihat Tuan begitu sayang dengan Nona Vanya, dan Rose merasakan betapa kebahagiaan Tuan bertambah, maka Rose menghadiahkan khusus buat Nona Vanya, uang tunai sebesar 20 triliun untuk deposito berjangka dan 5 triliun untuk tabungan biasa, ucap Rose
* Dan bonus buat Sasha, Rose berikan dia uang 2 triliun, karena tuan bertemu dengan dia maka tuan di pertemukan dengan salah satu orang yang tuan rindukan, bagaimana menurut Tuan, apa hadiahnya masih kurang ? tanya Rose
" Sudah cukup,Terimakasih Rose, kamu sangat baik memperhatikan saudara ku, ucap Ranti
* Demi kebahagiaan Tuan, Rose akan melakukan apapun, selama tidak melanggar aturan.
" Sekali lagi terimakasih Rose, saya akan tetap pada tujuan awal, setelah umur 18 tahun, aku akan berkeliling membantu orang lebih banyak lagi
* Rose percaya dengan ucapan Tuan, selama ini, Tuan tidak pernah gagal dengan ucapan Tuan, balas Rose.
" Bontot, kakak bertiga akan ikut kak Vanya ke Batu Malang, apa kamu juga mau ikut, tanya Mercy
" Kalian duluan saja, aku mau nemenin Salma, sebentar lagi teman-temannya mau kesini, ucap Ranti.
" Baiklah, nanti nyusul ya, ucap Mercy
" Oke, jawab Ranti
" Oh sayang sudah sarapan belum, tanya Ranti ke Salma
" Sudah, maaf Salma telat bangun, ucap Salma
" Tidak apa-apa, mana kakak ganteng mu, tanya mencari Armando
" Kak Armando lagi ambil susu buat Salma, ujarnya
" Masa kak Armando disuruh ambil susu, ujar Ranti
" Hehehehe, kak Armando sudah terbiasa ngambil kan Salma susu, karena kadang Salma lupa, ucap Salma.
" Adik minum dulu, baru lanjut ngobrol, entar tidak enak kalau sudah dingin, perintah Armando.
" Terimakasih kak, ucap Salma
" Lain kali jangan lupa minum susu kalau pagi hari, ucap Armando
" Ia maaf, ucap Salma
" Kakak gak marah, kakak mau adik sehat dan kuat, katanya mau jadi dokter dan ahli pengobatan, kalau suka lupa bagaimana dengan pasiennya yang Salma lupa kasih obat, balas Armando
" Hahahaha, terimakasih kakak ganteng, Salma semakin sayang sama kakak, ucap Salma.
" Salma, nanti teman- temannya sudah di kasih cara masuk kompleks kita, tanya Ranti
" Sudah, Salma suruh mereka telpon, kalau sudah di gerbang kompleks, jawabnya
" Pintar sekali, puji Ranti
Sementara mereka asik ngobrol, Yati datang membawa handphone Salma
" Nona Muda, ada telpon dari Mora, ucap Yati
" Tolong panggil paman Jumono, bawa si biru kita jemput Mora di gerbang, Perintah Salma
Salma, Armando dan Yati meninggalkan Ranti dan yang lain di gazebo.
" Maaf kak memang ada acara apa di kampung, tanya Ranti
" Pembagian warisan si Mbah, jadi semua anak-anak Mbah dan cucunya wajib datang, kakak sebenarnya gak mau ikut, tapi paksa ibu dan ayah, soalnya anak kandung ibu ada di Papua tidak bisa hadir, ucap Vanya
" Oh ada anak juga orang tua kak Vanya
" Ada mas Bram, dia ikut orang sekampung kita jualan disana, buat bantu bapak dan ibu, tau sendiri gaji pensiunan PNS, ucap Vanya
" Oh begitu, tapi hubungannya dengan kakak gimana, apa dia baik sama kakak.
" Mas Bram orangnya cuek, tapi jangan sampai kakak di ganggu orang, pasti di hajar habis-habisan, apalagi dia terkenal preman kampung, ucap Vanya
" Nakal banget dong kakaknya, ucap Rindu
" Mas Bram tidak sembarangan pukul orang, dia hanya tidak suka aku di ganggu dan di Katain anak pungut, tanya sendiri sama mas Tristan, mereka seumuran, ucap Vanya
__ADS_1
" Berarti dia sayang dengan kak Vanya, ujar Mercy
" Sangat, apalagi pacarnya yang juga sudah menyusulnya ke Papua, Mas Bram bercita- cita ingin punya restoran, karena dia hobi memasak dan masakannya enak.
Usai mereka ngobrol di gazebo, mereka pindah ke dalam rumah, ternyata teman- temannya Salma sudah datang.
" Selamat Pagi ade- Ade, sapa Mercy
" Pagi juga Kakak-kakak, ucap mereka sambil mencium tangan dan memperkenalkan diri.
" Sudah makan belum, tanya Ranti
" Sudah kak, maaf kalau kami berisik mengganggu kakak semua, ucap Mora
" Tidak apa-apa, ucap Ranti
Mercy, Friska dan Rindu, tengah bersiap-siap untuk mengantar Vanya dan suaminya.
Kebahagiaan Vanya terasa sempurna, apalagi melihat semua adik-adiknya, tumbuh dengan baik, sehat dan juga pintar.
" Kebaikan hati dan sifat rendah hati Vanya menurun ke mereka, tapi bukan berarti Vanya lemah, Vanya memiliki mental yang kuat, soal pintar, Vanya adalah Anak Panti Asuhan Charity pertama yang meraih juara umum tingkat SD se kota Surabaya.
Kini mereka telah berada di tol menuju Batu Malang, di antar Mang Dul.
Sedangkan di rumah, Ranti masih setia mengawasi Salma dan kawan-kawannya
Armando sedang sibuk dengan aplikasi Gamenya,
" Salma, ajak teman-teman kamu makan siang, bibi koki sudah memasak pesanan Salma, ucap Ranti.
Ditempat berbeda, saat ini Vanya, suami, dan ketiga adiknya sudah sampai.
Warga kampung kaget dengan hadirnya mobil mewah, ketika mereka melihat yang turun adalah Vanya dan suaminya, mereka berpikir kalau itu mobil sewaan.
Mereka semua turun dari mobil, sedangkan Mang Dul, mencari lokasi parkiran.
Vanya menyalami semua keluarganya, walau tidak semua menerima kehadirannya, tapi demi berbakti pada orang tua angkatnya, Vanya berusaha tegar.
Apalagi dia melihat wajah ibunya yang memohon agar bersabar, " Coba kalau mas Bram ada disini, pada mati kutu mereka", batin Vanya.
Mercy, Friska dan Rindu, melihat suasana yang membuat kakaknya tertekan, mereka langsung menarik Vanya agar duduk di luar saja.
Orangtua Vanya, datang menghampiri Vanya, yang sabar ya nduk, ucap ibunya dengan penuh kasih sayang.
" Kamu sampai jam berapa nduk, tanya ibunya
" Tadi malam, Vanya di jemput di Jakarta oleh adik Vanya yang nanti menyusul kesini, Vanya dan mas Tristan menginap di rumah mereka di Surabaya, jawab Vanya dengan lembut.
" Yang penting kamu sudah sampai, Ade - ade, maafkan Vanya, yang sudah merepotkan kalian, ucap ibunya Vanya
" Kami tidak merasa di repotkan, kak Vanya adalah kakak kami, jadi kami harus pastikan kalau kakak kami tiba dengan baik dan pulang dengan bahagia, jawab yang mulai tegas
" Syukurlah kalau kalian tidak di repotkan oleh anak ibu, ucap ibunya Vanya.
Kembali ke Surabaya.
" Kak boleh gak Salma ajak teman-teman ke Mall Galaxy, tanya Salma
" Boleh ajak kakakmu Armando dan Yati, ucap Ranti
" Boleh gak Salma jajanin mereka di sana, tanya Salma
" Boleh, apa kamu masih punya uang, tanya Ranti
" Masih, dompet si Hermes masih, si Gucci juga masih, kalau kurang masih ada kartu, ucap Salma
" Kakak mau menyusul kakak yang lain, kalau ada apa-apa langsung telpon kakak, ucap Ranti
" terimakasih kak, ucap Salma.
" Ade-ade, ini buat kalian jajan, jangan sampe kalian terpisah dari Yati dan pak Jumono.
" Halo pak Sumadi, tolong kirim 2 orang pengawal, harus yang sudah Salma kenal, sekarang ya, Perintah Ranti
" Baik Nona Muda, biar mereka ganti baju biasa dulu, jawab Pak Sumadi
" Jemput dirumah, soalnya saya mau ke Batu Malang, mau jemput kakak ku, balas Ranti
" Baik Nona, segera laksanakan
" Yati, Pak Jumono, kalian berdua wajib mengikuti kemana Salma pergi, nanti ada tambahan pengawal dari Pak Sumadi, mereka 2 orang, kalian juga sudah mengenal mereka, ujar Ranti.
__ADS_1
" Baik Nona, ucap Yati
" Pak Jumono antar Salma dan Teman-teman nya pakai Alphard saja, Perintah Ranti.
" Baik Nona, jawab Jumono.
" Ini buat kalian jajan, ucap Ranti sambil memberikan uang 500 ribu per orang.
" Terimakasih Nona Muda, ucap mereka berdua.
Pengawal dari pak Sumadi sudah tiba di depan rumah dengan mobil kantor, Salma dan teman-temannya, keluar ke teras dan melihat 2 orang pengawal itu.
" Halo Paman - paman, apa disuruh kakak untuk temani Salma ke Mall, tanya Salma
" Benar Nona Muda, Paman berdua akan menemani nona Muda, jawab mereka.
" Terimakasih Paman, nanti Salma traktir makan udang dan cumi-cumi goreng tepung, di Restoran kakak Andini, bagaimana? tanya Salma
" Siap Nona Muda, ucap mereka berdua.
Ranti yang tiba-tiba muncul, membuat kedua pengawal itu langsung gugup.
" Ada apa dengan kalian, kayak maling yang ketangkap saja, ucap Ranti meledek mereka
" Tidak apa-apa Nona Muda, jawab mereka berdua
" Pastikan aman untuk adikku dan teman-temannya, dan ini buat kalian berdua, bagi yang adil, amplop ini tolong berikan ke Pak Sumadi, Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, jawab mereka.
" Aplikasi Mata Dewa, pantau Salma dan laporkan segera jika ada bahaya, pesan perintah Ranti.
" Siap, balas Aplikasi Mata Dewa.
Ranti dengan membawa Toyota New C-HR Hybrid, melenggang tenang.
Sementara di kampung orang tua, tepatnya kampung ibunya, sedang terjadi perdebatan ketika menyentuh masalah pembagian warisan.
Ada yang menghitung cucu secara utuh termasuk Vanya namun lebih banyak yang tidak setuju,
" Saya tidak masalah, anak saya Vanya tidak di ikut sertakan, kami datang ke sini hanya ingin silahturahmi saja, saya hanya mengambil apa yang menjadi hak saya, itupun kalau kalian masih mau membaginya untuk saya, ucap ibunya Vanya sambil merangkul Vanya.
" Saya sebagai kakak tertua kalian, status Vanya secara hukum adalah anak dari adik bungsu kita, tolong jangan hanya karena tanah sebidang, keluarga kita berantakan, apa kalian sudah tidak ingin adik kita hadir disini, tanya anak tertua dengan tegas
" Kami tidak menghalangi Elok untuk mengambil haknya, akan tetapi warisan untuk cucu ayah kita, kami keberatan jika keturunan kamu berbagi dengan Vanya, itu saja, jawab seorang kakak perempuan ibunya Vanya.
" Mbak yu, silahkan kalian bagikan saja warisan cucu ayah buat anak-anak kalian, Brama dan Vanya tidak usah kalian ikut sertakan, Anak-anak saya,masih bisa hidup tanpa warisan kakeknya, lahan itu bertahun-tahun kalian yang menggunakan, tapi tiap bulan kalian tetap meminta saya mengirim uang untuk ayah, dan tidak pernah suami saya atau anak-anak saya membantah, bagi mereka ayah adalah kakek mereka, Ucap ibunya Vanya
" Mohon maaf kalau saya lancang, terimakasih sudah menerima saya di keluarga ini, saya mengerti maksud paman dan bibi semuanya, saya memang tidak punya Hak untuk warisan keluarga ini, saya sudah punya Suami dan kami juga akan menetap di Jakarta, jikapun saya kebagian, apakah tanah itu bisa saya urus, tentu tidak, Tidak paman dan bibi membentak ibuku, mulai hari ini, aku yang mengurus ibuku, ada warisan atau tidak, saya dan mas Bram pasti sanggup memberikan kehidupan yang layak buat ibuku, terimakasih, ucap Vanya
" Hei anak pungut, apa karena kamu sekarang sudah memiliki suami yang bekerja di Jakarta dan mampu menyewa mobil mewah, lantas kamu mau bilang kalau kamu tidak butuh warisan dari keluarga kami, dasar tak tau diri kamu, ucap kakak perempuan ibunya Vanya.
" Maaf saya orang luar, mohon jaga mulutmu Bu, Kak Vanya adalah kakak kami, memang bukan saudara kandung, tapi kami saling menyayangi sebelum dia ikut ibu angkatnya, pertanyaan saya, apakah selama kak Vanya di keluarga ini, ibu pernah memberikan kakak ku sesuatu, baju, sepatu atau uang seribu rupiah, tolong jawab, jika ada saya akan menggantinya 1000 kali lipat, ucap Mercy yang tiba-tiba masuk dari luar
" Ini urusan keluarga kami, bukan urusan kamu anak kecil, sengit ibu itu.
" Kalau kalian tidak terima dengan Vanya, cukuplah bicara dengan kata - sopan, tidak perlu mengatai kak Vanya anak pungut, lagian bukan kamu yang merawatnya, ibu Elok dengan penuh kasih sayang merawat Kakakku, dan juga sudah tidak menginginkan harta warisan yang tidak seberapa, kakakku juga secara sadar mengakui tidak berhak, kenapa kamu mesti menghina kakakku, apa kamu lebih kaya dari kakakku sekarang, hati-hati kamu bicara, sebentar lagi adik bungsu saya datang, kalau sampai dia tau kamu memaki kak Vanya, kamu rasakan akibatnya, ancam Mercy.
" Dek sudahlah, jangan sampai Ranti tahu, kamu tau sendiri kan, ucap Vanya.
" Ayo Kak kita Pergi dari sini, ajak orang tuamu, tanah tak sampai 2 hektar saja sudah kayak 2000 hektar, ucap Mercy
" Memangnya kamu punya apa, hingga merendahkan keluarga saya, ucap ibu itu
" asal kamu tau saja, sekampung ini di jual, uang saya tidak akan habis untuk membelinya, itu baru uang saya, belum semua saudaraku, apalagi Adikku yang 15 menit lagi, se-Jawa Timur jika di jual tak sampai setengah hartanya habis, kalian tidak percaya, tanya Tristan suami kak Vanya, adikku menjemput kak Vanya pakai pesawat Jet Pribadi pribadi, karena kami sangat menyayanginya, ucap Mercy
Seketika mereka terdiam, Tristan mengatakan bahwa benar mereka dilarang naik kereta oleh adiknya, karena akan di jemput dan foto-foto kami dan videonya, ucap Tristan sambil memutar video.
" Maaf paman dan bibi semuanya, kamu sudah pasti menetap di Jakarta, saya ikut paman saya yang punya perusahaan kontraktor dan sedang membangun gedung apartemen milik dari adiknya Vanya, kami sudah di belikan mobil dan juga seharga 3 milyar, Vanya mulai tahun ini akan kuliah di Universitas Binus Jakarta, semuanya di bayar oleh adiknya, ucap Tristan
" Kami kesini hanya ingin silahturahmi, saya sebagai suaminya, masih sanggup menafkahi istri saya, maaf bukan saya sombong, berapa besar tanah yang akan kalian bagi dan berapa yang kalian dapat masing-masing, benar omongan adik Vanya, harta segitu saja di perebutkan.
Asal Paman dan bibi tau, Vanya bertahun-tahun tidak bertemu dengan adik-adiknya sesama tinggal di Panti, tapi saat bertemu, dia kasihan lihat istri saya di jemput pakai motor, malam itu juga dia berikan 15 milyar, tanpa pikir panjang, dia hanya bilang, Vanya adalah kakakku orang lain saja aku kasih puluhan juta, apalagi Kakakku, ucap Tristan
" Paman Bibi, terimakasih atas semuanya, tapi mulai hari ini, saya tidak ada hubungan apapun dengan keluarga, kecuali ibuku dan Paman tertua yang dari awal selalu membantu ibuku, apalagi ketika ayahku sakit, hanya paman tertua dan bibi tertua yang pontang panting membantu ibu, toh kalian memang tidak menerima saya, seumur saya di ketemu bibi berdua, dan paman berdua, tidak pernah kalian memberikan apa-apa, jadi saya tidak punya hutang apapun, bahkan lebaran saat aku mau salam saja kian menolak, jadi saya tidak berhutang apapun dengan kalian, saya Vanya tidak pernah menyebut kalian dengan sebutan paman atau bibi, ingat baik-baik aku hanya anak pungut, Ucap Vanya.
Ayah, ibu mari kita pulang ke Magelang saja, toh Mbah juga sudah tidak ada, kedepannya kita hanya datang nyekar ke kuburan Mbah saja, ucap Vanya
" Selamat Sore semuanya, mohon maaf mengganggu, saya hanya mau menjemput kakak saya, dan kamu ibu, segera lunaskan pinjaman kamu ibu, di perusahaan saya, kamu juga traktor yang kamu pakai hasil kredit lunak di perusahaan saya, lepas panen ini kalian berdua harus bayar dan tidak ada toleransi seperti bulan-bulan kemarin, apa kalian paham, ucap Ranti
" Kami berurusan dengan tuan Rendi dan Nona Clara waktu dan sekarang di pegang oleh ibu Dewi, jadi tidak ada urusan kami dengan anak ingusan seperti kamu, ucap paman ketiga Vanya.
__ADS_1
Ranti segera menghubungi Clara, dan pasti langsung diangkat