SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Berkunjung ke Panti Asuhan Charity


__ADS_3

Usai berbicara dengan keempat kakaknya, Ranti naik ke kamarnya dan membuka laptop, dia mengaktifkan aplikasi Mata Dewa dan mengatur semua yang telah Rose berikan.


Tablet dan handphone serta kaca mata Quantum sudah tersinkronisasi, saatnya mulai mencari dalang yang membuat aku terjatuh ke jurang, gumam Ranti


Ranti mengetik nama Aldi, tapi yang muncul sangat banyak, di lupa nama belakang Aldi siapa. Akhirnya dia melihat group WA kelas, walau tak ada nama belakang, tapi nomor teleponnya ada.


Ranti memasukkan nomor telpon dan berhasil mendapatkannya, semua informasi Aldi telah ada, sekarang waktunya meretas isi handphonenya dan ketemu, riwayat WA Aldi dan beberapa orang yang di bayar untuk mencelakai aku.


Sekarang mari kita lihat WA Aldi dan Hilman, oh ternyata dalangnya adalah Hilman, dan dari handphone Aldi, Ranti meretas remaja tanggung yang membuatku terjatuh.


Terdapat 7 orang remaja tanggung yang menerima bayaran dari Aldi, sekarang waktunya eksekusi.


Dalam sekejap ke tujuh orang tersebut dapat dilihat dengan jelas oleh Ranti dan mereka yang masih pagi sudah nongkrong di markas, Mind Ruler di aktifkan, Mata Dewa merespon dan meminta apakah Ranti akan mengaktifkan selamanya atau sementara


Terdapat beberapa pilihan waktu dari yang tercepat, cepat, sedang dan selamanya, Ranti memilih waktu cepat dengan waktu 1 tahun. Aplikasi Mata Dewa, dengan menggunakan panggilan telpon yang terhubung dengan Ranti, hanya butuh 1 menit Ranti berbicara dan seketika ke tujuh orang itu mulai, berteriak - teriak tidak jelas.


Dalam sekejap juga warga sekitar mulai terganggu, mereka bertujuh mulai ada yang buka baju dan mulai keliling daerah itu, sebagai orang idiot.


Pelaku pelaksana sudah di eksekusi, sekarang Aldi dan Hilman, Aplikasi Mata Dewa aktifkan, ternyata Aldi lagi mencuci mobil, segera aplikasi menelpon dan di terima Aldi, Ranti melihat dengan jelas, Aldi mulai mengalami perubahan lama-kelamaan perubahan sudah mulai menunjukkan keanehan.


Ayahnya yang sedang bersiap kekantor menegurnya, namun di balas nya dengan kasar dan mulai memaki-maki tak jelas.


Dalam sekejap ayahnya ikutan emosi dan menghajarnya, selesai ribut dengan bapaknya, Aldi Mulai mengamuk hingga mobil nya di hancurkan, pembantunya langsung lari masuk rumah.


Setelah mobilnya hancur Ranti membebaskannya, cukup dulu hari ini.


Ranti berpindah ke Hilman, Ranti meretas rekening bank Hilman dan memindahkan ke lembaga Donasi yang terkenal, setelah selesai, Ranti kembali melihat-lihat seluruh percakapan Hilman dengan beberapa wanita, dan ketemu, chat mesranya dengan pacar Aldi, langsung di screenshot dan dikirim ke Aldi.


Ranti menekan tombol untuk mengikuti semua yang di lakukan Aldi dan Hilman. Setelah semua beres, Ranti menonaktifkan laptop dan beralih melihatnya di tablet.


Asik menunggu kejadian apa yang terjadi antara Aldi dan Hilman, Ranti menerima telpon dari Presiden Direktur Bank Mandiri Pusat Jakarta, Pak Marwansyah mengabarkan bahwa dia saat ini telah berada di jalan menuju ke Panti Asuhan Charity.


Halo selamat pagi Nona Ranti, saat ini saya bersama Tim dari Bank Mandiri Pusat Jakarta dan pak Kepala Cabang Bank Mandiri Pusat Surabaya, Pak Jusuf, apakah Nona ada waktu untuk bertemu di Panti Asuhan Charity tanya pak Marwansyah?


Duluan saja mati saya juga kesamaan bersama dengan keempat kakakku, kata Ranti.


Setelah sepakat mereka akan bertemu di Panti Asuhan Charity, Ranti menelpon.


Keadaan rumah terlihat agak ramai, keempat kakaknya lagi berada di ruang TV bersama Armando dan Salma, Ranti bergabung dengan mereka dan berbicara bahwa di Panti Asuhan Charity akan ada orang dari Jakarta yang akan memberi sumbangan.


Terus apa hubungannya dengan kita, tanya Friska


Aku ingin kita kesana, sudah lama aku tak melihat Panti Asuhan Charity, ayolah kak, temenin aku kesana.


Apa kita bawa mobil masing-masing atau dengan Mang Dul, tanya Mercy


Kalau aku habis dari sana masih mau ketemu orang, jadi aku bawa mobil, jawab Ranti


Kami bawa mobil masing-masing ya, tanya Rindu ke Darel


Ia bawa saja, kan kita bukan mau kesekolah, kata Darel.


Aku mau jemput Alviani kak, katanya dia mau main kesini, soalnya adiknya tadi berangkat sekolah untuk praktek olahraga, kata rindu


Ya gak apa-apa, asal jangan ketemu Brandon saja, hahahaha ketawa Mercy yang memotong pembicaraan Darel dan Rindu


Kak Mercy kok gitu, jangan tuduh aku yang tidak-tidak, Rajuk Rindu


Bercanda sayang, Mercy menghibur

__ADS_1


Ya sudah ayo, ganti pakaian kalian, Perintah Darel


Armando, Salma kalian berdua mau ikut juga lihat Panti Asuhan tempat kakak dulu tinggal, tanya Ranti


Mau kak, tapi kami mau pergi dengan mobil kami juga boleh gak kak, tanya Armando


Hahahaha, kecil-kecil sudah mau pamer punya mobil, ledek Ranti


Boleh ya kak, boleh dan minta Mang Dul dan pengasuh yang antar kalian


Terimakasih, Salma kamu ganti baju dulu kakak mau panggil paman Dul, kata Armando.


Halaman rumah sekejap berubah menjadi show room mobil dadakan, kelima mobil membawa mobil sport masing-masing yang sudah menunggu dua bocah Armando dan Salma, mereka berdua bersama pengasuh sementara mereka.


Dengan beriring enam mobil itu keluar gerbang, security kompleks perumahan sudah sangat hafal dengan mobil-mobil itu dan langsung membuka gerbang.


Kini mereka sudah berada di tengah perjalanan, banyak orang yang memandang kagum dengan 2 Lamborghini Aventador dan Sian Roadster, ditambah lagi 3 Ferrari LaFerrari, siapa yang mengira 3 Ferrari LaFerrari itu milik 3 orang gadis yang belum berumur 17 tahun, apalagi jika mereka mengetahui pemilik Lamborghini SIAN Roadster.


Di lain tempat, tepatnya di Panti Asuhan Charity, para pengurus di kagetkan dengan kedatangan para Petinggi Bank Mandiri Pusat Jakarta, namun mereka mengatakan bahwa mereka sedang menunggu Ranti disini


Bu Farida dan Bu Serli, beserta pengurus yang lain juga ikut menerima kedatangan para petinggi Bank Mandiri.


Mereka lagi asyik berbicara mengenai apa saja yang di butuhkan Panti Asuhan Charity, tiba-tiba datang Bu Yanti dan langsung sok akrab.


Sikap Bu Yanti yang terlihat angkuh sangat membuat Pak Marwansyah dan Tim dari Bank Mandiri muak, jika bukan karena memenuhi persyaratan Ranti, sangat mustahil orang seperti Bu Yanti bisa bertemu dengan mereka.


Pak Marwansyah yang sudah hampir muntah dengan sikap Bu Yanti, akhir bernapas lega, terdengar suara mobil dan bukan hanya 1 melainkan enam, anak panti yang di perintahkan untuk menunggu kedatangan Ranti pun memberi tahu bahwa ada enam mobil yang baru tiba.


Mereka yang berada di ruang Tamu Panti Asuhan keluar bersama-sama dan yang paling depan adalah Pak Jusuf, Bu Yanti dan Bu Farida yang melihat ke-lima mantan anak Panti mereka turun dari mobil mereka masing-masing, hanya bisa melongo melihat mereka yang sedang berjalan mengarah ke teras.


Aku pikir kita menunggu siapa, ternyata hanya menunggu anak kemarin sore, kata Bu Yanti


Maaf Bu, kami kesini atas arahan dari Nona Ranti, jika bukan dia kami tidak akan kesini, belum sempat pak Marwansyah berbicara, Ranti dan saudara - saudaranya, sudah tiba di Teras.


Selamat pagi juga Nona, perkenalkan nama saya Marwansyah, Presiden Direktur Bank Mandiri Pusat Jakarta dan ini Istri saya yang ingin berjumpa dengan anda. Kata Pak Marwansyah


Saya Ranti Putri Setiawan, dan kita sudah berbicara di telepon, jawab Ranti


" Maaf Nona Ranti, nama belakang anda sepertinya tidak asing di telinga saya, tapi sudahlah Nona, aku punya teman yang sangat sukses di masa lalu, tapi... sudahlah Nona, Marwansyah tidak melanjutkannya kalimatnya


' Maaf pak Marwansyah, ini saya kenalkah keempat kakakku dan 2 anak kecil itu adalah adik angkatku dan mohon anda mengingat mereka semua, Ranti berbicara ke pak Marwansyah, tapi matanya ke Pak Jusuf.


" Pasti, kami akan mengingat keluarga anda Nona. balas Pak Marwansyah.


Silahkan Pak Marwansyah, kita langsung pokok kedatangan anda di tempat ini, Ranti mengingatkan


' Baik Nona Ranti, jawabnya


" Bu kepala dan Pengurus Panti Asuhan Charity yang hormati, adapun tujuan kami datang kesini adalah, silahturahmi dan ingin berbagi sedikit dari Bank Mandiri Indonesia.


' Dengan ini, saya atas nama Bank Mandiri Pusat Jakarta, dengan penuh keikhlasan menyerahkan bantuan berupa uang Tunai dalam bentuk Cek, sebesar 15 milyar dan kami akan mengganti semua Kasur dan bantal beserta 2 pasang sprei setiap kasur.


Dan kami juga sudah membuat kesepakatan yang nanti kita tanda tangan, yaitu pihak Bank Mandiri akan menjadi donatur sebesar 250 juta per tahunnya dan berlaku selama 5 tahun. dan dalam menyambut natal dan tahun baru kami akan memberikan bingkisan, yang akan di serahkan oleh pak Jusuf hari Sabtu. kata pak Marwansyah.


Bu Farida dan Nona, mari kita tanda tangan perjanjian ini, mohon Nona Ranti jadi saksi, peristiwa ini. kata Pak Marwansyah.


Setelah acara tanda tangan, kini pak Marwansyah, memberikan amplop yang berisi Cek sebesar 15 milyar. Dan kebetulan pihak Panti Asuhan Charity, memiliki rekening di Bank Mandiri dan saat ini keuangan Panti Asuhan Charity, bisa dikatakan sudah lumayan.


Dan tanpa mereka duga, Pak Marwansyah, menodong semua Tim yang datang bersamanya untuk menyumbang secara spontan.

__ADS_1


Suasana panti menjadi sedikit lebih cerah karena bahagia.


Selesai acara, mereka pun membubarkan diri, Ranti berpesan ke Pak Marwansyah, bahwa sejam lagi bertemu di restoran di Mall Galaxy, Ranti sudah memesan tempat dengan Menu yang paling spesial di restoran itu.


Sepeninggal Orang dari Bank, kini hanya Ranti bersaudara dan para pengurus panti.


Ranti, terimakasih banyak sudah menolong Panti Asuhan Charity kita ini, ucap Bu Farida.


Sama-sama Bu Farida, kami berlima berasal dari sini, jadi sudah sepantasnya kami membalas Budi baik Panti kepada kami berlima. Jawab Ranti.


Bu Farida, apa kami boleh berkeliling Panti sekarang tanya Rindu


Silahkan nak Rindu, kapan saja Panti Asuhan Charity terbuka untuk kalian semua.


Terimakasih Bu Farida, balas Rindu


Bu Farida, apa ibu bisa menyetir atau pengurus panti , tanya Ranti


Saya bisa dan saya punya SIM, jawab Bu Farida.


Ranti segera menelpon Aluna..


" Halo, selamat siang Nona Ranti, ada yang bisa di bantu


" Tolong Antarkan sekarang mobil C-HR 1 unit dan 1 unit Hiace, aku mau dikirim sekarang nanti sekalian urus dokumen disini alamatnya akan saya kirim, khusus mobil C-HR atas nama Bu Farida dan lengkapnya silahkan antar mobilnya sekarang, sekalian untuk dokumen pemilik. Bagaimana apa bisa di lakukan atau tidak


Bisa Nona, nanti jika mobil sudah berada di sana dan dokumen sudah beres baru anda membayarnya dan ini totalnya. Jawab Aluna


Diskonnya sama atau berbeda, tanya Ranti


Diskon semua unit sama Nona, jawab Aluna.


Bu Farida mobil yang satu buat ibu Pribadi dan Hiace untuk operasional Panti. ucap Ranti


Para pengurus yang mendengar ibu Farida di belikan mobil oleh Ranti langsung berkomentar dan memuji Ranti.


Keempat kakaknya dan 2 bocah itu ternyata berada di ruang makan, kebetulan sudah waktunya makan siang, Mereka melihat menu makan siang anak-anak Panti sudah ada perubahan dan ada tambahan lauk dan juga buah.


Ranti pamit kepada empat kakaknya, karena mereka berempat masih ingin di Panti.


Ranti bergegas ke mobil dan menuju ke Restoran, di Mall Galaxy


Saat turun dari mobilnya, suasana parkiran langsung heboh melihat Ranti Turun dari mobilnya, namun berbeda dengan seorang Pria Remaja yang melihatnya.


Pantas saja di group sekolah tak ada berita soal Ranti, ternyata dia masih hidup, gumam Hilman


Ranti yang berjalan ke arah Hilman hanya tersenyum misterius, dan menyeringai, kenapa kamu lihat aku kayak lihat hantu, apa kamu mengutuk aku jadi hantu hahahaha


Hilman masih terdiam tak bisa bicara apa-apa, sejenak Hilman seperti orang yang di datangi hantu


Kamu dengar ya, aku bisa membunuhmu kapan saja, jika aku mau, tapi itu tidak seru


Ranti ! urusan kita belum selesai, kata Hilman setelah bisa menguasai dirinya


Kamu benar urusan kita belum selesai, ada waktunya mulut ember, ejek Ranti.


Awas kamu, ancam Hilman


Hahahaha, ancam terus, bertindak tida berani, hahahaha Ranti terus mengejek Hilman.

__ADS_1


Ranti yang sudah muak, Pergi meninggalkan Hilman


" Nanti malam ku bakar kaki dan tangannya, batin Ranti


__ADS_2