
Saya penyumbang tetap di Panti Asuhan Charity, Agape dan Al Azhar, silahkan datang kesana, bilang saja bapak dapat informasi dari saya, Ujar Ranti.
" Nona Ranti, bukannya pak Ryan yang menyuplai logistik makanan di Panti Asuhan Charity, tanya Ayahnya Gilang.
" Ya pak Ryan orang yang selama ini saya percayakan untuk memasok kebutuhan pangan di 3 Panti Asuhan itu, dan juga rumah saya, apa hubungan bapak dengan pak Ryan.
" Istrinya pak Ryan dan istri saya masih kerabat, sama seperti Nona juga, kebutuhan pangan dirumah saya dia juga yang suplai", ujar ayahnya Gilang.
" Ternyata, dunia ini sempit", ujar Ranti
" hahahaha, nanti saya sampaikan ke pak Ryan kalau saya bertemu dia, ucap ayahnya Gilang.
Masalah telah beres, kini saatnya masuk kelas dan belajar.
Ayahnya Gilang pulang dengan hati gembira, dia membawa semua bawahannya untuk berobat, dia bersumpah akan merubah gaya hidupnya dan menerima ujian dengan ikhlas, dia juga akan membelikan Gilang Lamborghini Aventador svj yang dihancurkan Ranti.
Didalam kelas, Gilang di datangi oleh teman-temannya, dan berkenalan serta mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas.
" Sekali lagi maafkan atas sikap burukku, dan tolong bantu saya untuk menjalankan tugas sebagai Ketua Kelas, ucap Gilang.
" Tenang saja kawan, kamu tidak bekerja sendirian, kami pasti membantumu, lain kali jika ada masalah, ceritakan kepada kami, tidak usah sungkan, kalau kami senggang, mari kita jalan-jalan, tentunya no alkohol apalagi narkoba, ucap Geo.
" Saya juga tidak minum alkohol apalagi narkoba, kalau merokok jujur saya merokok, ujar Gilang.
" Baiklah, teman-teman semuanya, berarti tidak ada yang keberatan dengan pengangkatan Gilang Samudra sebagai ketua kelas 12 ruang A", tanya Pretty.
" Kami semua ikhlas dan siap mendukung program dari ketua Kelas, ucap Yulianto.
" Kami dari para wanita, juga siap mendukung Gilang Samudra sebagai Ketua Kelas 12 Ruang A.
" Terimakasih semua teman-teman, jika ada usulan program dipersilahkan, kita akan bicarakan bersama dan putuskan bersama, ucap Gilang.
Mereka akhirnya melakukan rapat dan menentukan program kegiatan dan juga menunjuk siapa - siapa yang menjadi pengurus.
Beli tanda istirahat berbunyi, mereka semua datang ke kantin, seperti biasanya Ranti duduk dimeja makan tempat dia dan Tiara duduk bersama di kembar.
Si Kembar tanpa disuruh langsung memesan minuman favorit Ranti dan Tiara, bukan karena mereka takut dengan Ranti, tapi karena kebaikan Ranti yang besar bagi keluarganya.
" Yulianto, kamu tau saja minuman kami, ujar Tiara.
" Hahahaha, kita sudah setahun berkawan dan duduk ditempat yang sama, pasti ingatlah minuman kalian berdua yang tak pernah aneh-aneh.
" Kamu itu, tapi ngomong-ngomong, bagaimana usaha orangtua kalian, apa sudah oke, tanya Ranti.
" Lumayan Ranti, sejak ada mesin baru semuanya lancar, tenda juga sudah berdiri dengan bagus dan rumah kami juga sudah selesai renovasi, itu berkat bantuan kamu, Ucap Yulianti.
" Namanya juga kawan, suatu saat kita berpisah dari sekolah ini, anggaplah itu sebagai kenang-kenangan dari saya, ucap Ranti.
" Pasti kami akan mengingatnya dan menjadi cerita buat keturunan kami, kalau kami punya kawan yang sangat peduli, kami juga di bantu oleh Pretty dan Chelsea, mereka berdua membangun membelikan ayah saya 200 mangkuk mie, dan peralatan lainnya, jadi warung bakso kami sudah lebih kinclong, hehehehe ujar Yulianto.
" Syukurlah kalau begitu, saya juga bahagia bisa berteman dengan kalian, ingat baik-baik, walau kita nanti berpisah, jangan sungkan menghubungi saya, atau Tiara, karena kita adalah sahabat, ucap Ranti.
Setelah istirahat selesai, mereka semua kembali ke kelasnya, tapi Gilang sudah tidak ada, dia ijin pulang karena ibu dan kakaknya mengalami kritis, jadi dia ijin pulang.
" Ada yang tau gak Rumah Gilang?" tanya Ranti.
" Ranti dia sekompleks dengan kamu, ujar Tiara.
" Oh begitu, nanti pulang sekolah aku berkunjung kerumahnya, ucap Ranti.
Tak terasa, sudah jam pulang sekolah, Ranti Segera bergegas ke mobilnya dan pulang beriringan dengan Rindu.
Tiba di rumah, dia di sambut oleh Suratmi dan Lukman, mereka berdua juga baru kembali dari kampung.
" Halo Bibi, kenapa pulang kampung tidak bilang-bilang, udah gitu lama banget di kampung, ujar Ranti sambil memeluk Suratmi.
' Maafkan bibi ya sayang, bibi di kampung lagi rencana bangun rumah buat kakak dan adik Bibi, kasihan mereka sudah tua tapi tidak punya rumah yang layak", ujar Suratmi.
" Oh gitu, kirain Bibi sudah gak mau dirumah Ranti lagi', ucap Ranti
" Bibi tidak punya anak, Nona Muda lah kesayangan bibi dan Paman Lukman", ujar Suratmi.
" Cuma bilang sayang, tapi Paman tidak mau peluk Ranti lagi, ucap Ranti sendu.
" Kan Nona Muda sudah besar, bukan anak TK lagi, ujar Lukman.
" Pokoknya Paman Lukman sudah gak sayang lagi sama Ranti", ujar Ranti mode manja kumat.
__ADS_1
" Ya sudah sini Paman Gendong masuk rumah dan makan Siang, biar bibimu yang suapin, ucap Lukman tak berkutik dan langsung menggendong Ranti.
" Hahahaha, paman ternyata masih kuat, Dady, mommy , Princes di gendong Paman Lukman, teriak Ranti membuat seisi rumah pada tertawa.
Hahahaha ... hahahaha
" Nona Muda, jadi kayak anak TK, ucap Dewi Pelayan.
" Hehehehe kalau iri bilang bos", balas Ranti.
" Ya sudah, sini duduk, dan makan banyak, tadi bibi Koki sudah masak semur daging sapi pesanan Nona Muda, ujar Suratmi.
" Lukman maafkan Putri saya, yang selalu merepotkan kamu", ucap Adriansyah.
" Tidak apa-apa Tuan Besar, saya juga sangat menyayanginya, salah saya juga dari dulu memanjakan Nona Muda", ujar Lukman.
" Benar kamu, lihat sekarang akibat ulah kita dari kecil memanjakannya, hingga kakak-kakaknya kerepotan kalau penyakitnya kumat, ucap Adriansyah.
" Sebentar lagi juga Nona Muda pasti dewasa dengan sendirinya, ucap Lukman.
" Semoga saja Lukman, lihat saja istrimu, tetap saja memperlakukan Ranti seperti anak kecil, ujar Adriansyah.
" Bagi kami Nona Muda adalah Putri kami, jadi mohon Tuan mengerti maksud kami", ujar Lukman.
" Selama Ranti bahagia, aku tidak pernah mempersoalkan nya, dia hanya nyaman dengan orang yang dia sayang, kamu dan Ratmi, adalah bagian dari hidupnya, makanya dia sangat menyayangi kalian berdua", ujar Adriansyah.
" Terimakasih tuan besar, Ucap Lukman.
" Saya yang berterima kasih kepada kalian berdua yang dengan tulus menyayangi Putri saya, hingga dia tak kurang kasih sayang dari kita semua, ucap Adriansyah.
" Besok jam berapa kita jalan Tuan, tanya Lukman.
" Kita jalan setelah kami shalat Subuh, biar saat kita nyebrang, suasana masih pagi, ujar Adriansyah.
" Baiklah kalau begitu, oh ya Tuan, Nona Muda, memberikan uang buat kami sangat banyak, ucap Lukman.
" Terima saja, jangan komentar ke Ranti nanti malah dia ngambek, pokoknya kalau dia berikan sesuatu kalian terima saja dan berterimakasih, itu saja, perintah Adriansyah.
" Baik Tuan besar", jawab Lukman.
Setelah Ranti selesai makan, dia kekamarnya dan berganti pakaian, dengan stelan kaos oblong dan celana pendek.
Sementara berkeliling, dia melihat rumah Gilang terdapat begitu banyak mobil, dia juga melihat Pak Ryan ada disana.
Ranti mendekati kerumunan orang itu dan menyapa pak Ryan.
" Halo pak Ryan, apa kabar?" sapa Ranti.
" Halo juga Nona Muda, kabarku baik, tapi kerabat ku lagi sakit, tidak tahu apa yang terjadi, dokter masih menangani mereka", ujar Pak Ryan.
" Oh gitu, Gilang juga teman sekelas saya, jadi saya sengaja kesini mau menjenguk ibu dan kakaknya", ujar Ranti.
" Nona Muda, saya mohon bantu sembuhkan kerabat istri saya, mereka yang memberikan saya pinjaman modal untuk membuka usaha grosir sembako, ujar Psk Ryan.
" Kamu itu, minta tolong gak kira-kira, obatnya itu harganya milyaran apalagi ada 2 orang, canda Ranti.
" Nanti saya bilang mereka siapkan 1 triliun untuk membayar per orang", ujar pak Ryan.
Kerabat dan saudara keluarganya hilang terkejut mendengar biaya 1 triliun perorang.
" Ryan obat apa kok mahal banget, tanya salah seorang kerabat Gilang.
" Pokoknya obat mujarab, kalau obat itu di berikan Nona Muda Ranti, pasti bisa menyembuhkan Irmawati dan Embun", ujar pak Ryan.
Mereka yang sudah lama menunggu dokter keluar dari kamar, akhirnya lega, karena melihat tampang dokter yang tersenyum.
" Pasien sudah normal kembali, walau belum ada kepastian kapan akan sadar", ucap Dokter.
Tak lama kemudian, ayahnya keluar dari kamar dan menemui seluruh kerabatnya, dia terkejut melihat Ranti yang hanya menggunakan celana pendek selutut dan kaos oblong serta sendal jepit.
" Loh kok Nona Ranti disini, tanya ayahnya Gilang.
" Rumah saya di kompleks sini, tepatnya di nomor 1, ujar Ranti.
Para kerabat Ayahnya Gilang terkejut, Rumah yang ditempati Ranti adalah yang terbesar dan termahal di kompleks perumahan itu, bahkan termahal sekita Surabaya, luas lahannya saja 1,2 hektare, berbeda dengan rumah Ranti yang pertama.
" Saya datang ingin menjenguk, tapi saya tidak kalau lagi banyak orang", Ujar Ranti.
__ADS_1
" Oh tidak apa-apa, ucap Ayahnya Gilang.
" Gading, apa kamu percaya keajaiban?" tanya Pak Ryan.
" Aku percaya, dan berharap ada keajaiban buat istri dan putriku, ujar Gading, ayahnya Gilang.
" Ijinkan Nona Muda Ranti melihatnya, kamu harus tahu, Nona Muda Ranti adalah seorang Dokter hebat, ujar Pak Ryan.
" Nona Muda, mohon bantuannya, tolong obati istri dan Putriku, ucap Gading sambil berlutut dan membungkuk, dengan tangan memohon.
" Saya tidak membawa peralatan, saya hanya datang ingin menjenguk, katanya ada Dokter yang datang jadi saya tidak ada persiapan", ujar Ranti.
" Nona Muda, kami semua memohon bantuan anda, tolong obati saudara kami", ujar mereka semua sambil berlutut, termasuk pak Ryan dan juga Gilang.
" Bangunlah, saya telpon orang dirumah agar membawa ransel saya, dan ijinkan saya melihat mereka berdua.
Ranti menelpon Bu Likha agar meminta Mang Dul membawa Ransel nya ke rumah Gilang.
Ranti bersama Pak Ryan dan Gading dan juga Gilang masuk ke kamar dimana istri dan putrinya Gading terbaring koma.
Dengan Mata Semesta, Ranti memeriksa tubuh ke dua wanita itu, ternyata organ penting dalam tubuh kedua orang itu sudah sangat parah.
* Tuan, Pakai saja Pill surgawi dan Pill Rekonstruksi Fisik dan Jaringan Sel dalam Tubuh, tapi sebelumnya tuan harus membuka Meridien mereka dengan Jarum Perak, setelah Meridien mereka terbuka, kasih Pill surgawi, setelah mereka sadar, baru berikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, terakhir Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, waktunya bisa 2 jam",ujar Rose mengarahkan Ranti.
"Baiklah, tapi ini ada yang sengaja menyumbat jaringan Meridien mereka, untung dokter yang tadi pintar, ujar Ranti.
* Makanya Tuan harus membuka Meridien mereka dulu", ujar Rose
" Oke, terimakasih Rose".
Tak lama Mang Dul tiba bersama dengan Salma dan Armando.
" Tuan besar, di depan ada yang ingin mengantar tas ransel katanya milik Nona Muda ini", ujar pelayan Gading.
" Cepat suruh bawa kesini dan layani dengan baik orangnya Nona Muda Ranti, Perintah Gading.
" Kakak, ini ranselnya, mang Dul sudah Sudah kembali, karena mau jemput Kak Dewi, ujar Armando.
" Kak kayaknya ada salah dengan ibu dan kakak itu, ucap Salma.
Mata Gading dan pak Ryan terkejut mendengar omongan Salma.
" Menurut Salma, apa yang salah dengan ibu dan kakak itu?" tanya Ranti antusias.
Salma mendekat dan memegang pergelangan nadi kedua orang itu.
" Menurut ku, ibu dan kakak ini, ada kesalahan prosedur di awal mereka kerumah sakit", ujar Salma sambil tetap memeriksa.
" Kakak, jaringan Meridien ke otak mereka tersumbat, tepatnya disumbat, kalau tidak salah itu di lakukan saat dokter mengatakan kalau mereka berdua mengalami pendarahan di kepala dan harus di operasi, nah saat operasi itu mereka menanamkan alat pada saraf motorik, jika tak di tangani, 1 tahun lagi mereka berdua akan meninggal, kak jahat sekali orang yang melakukan ini, ujar Salma, saat tangannya sudah berada di kepala bagian belakang kedua orang itu.
" Kamu sangat pintar sayang, kakak bangga denganmu, kalau begitu mari kita sembuhkan kedua orang ini, siapa tahu mereka bisa jadi temanmu, ucap Ranti.
" Ayo, tapi Salma belum bisa mengobati, hanya bisa menganalisa saja, buku yang kakak berikan Nim selesai aku baca dan juga Salma belum hafal semua titik akupuntur untuk bagian saraf di kepala, ujar Salma Jujur.
" Hehehehe, suatu saat kamu pasti bisa, kakak pasti membantumu, sekarang, ambilkan Jarum dan nanti bantu kakak menekan titik yang Kakak tunjuk, bagaimana apa kamu berani tabib kecil, ucap Ranti
" Siap guru, murid akan membantu guru", ucap Salma.
Mereka yang melihat interaksi Salma dan Ranti hanya bisa melihat dsn mendengar, mereka tak mau berkomentar.
" Armando, totok telapak kedua orang ini, dan tekan jari jempol kanan, fokus pada titik urat balik, apa kamu sudah paham?" tanya Ranti.
" Sudah kak, jawab Armando.
" Pak Gading tolong Buka baju mereka, sisakan pakaian dalam saja, tolong yang lain keluar dan buka jendelanya, saya dan adik-adik saya susah bernafas, biarkan Pak Ryan dan Gilang Disni menemani pak Gading, sisanya tolong keluar", ujar Ranti.
Pak Ryan segera membantu membuka jendela dan menyediakan air panas untuk mensterilkan jarum.
" Armando tekan sekarang, kekuatan 50 %, Salma pegang kedua sisi Kepala ibu ini, tahap ini harus satu persatu" ucap Ranti.
Setelah semua sudah posisi, Ranti mulai menancapkan Jarum di 36 titik, 5 menit kemudian dia mencabut 9 jarum, begitu selanjutnya hingga selesai tahap pertama, terlihat tubuh istri pak gading mulai memerah, dan saatnya tahap kedua, yang paling krusial, salah tancap bisa membuat pasien koma selamanya.
" Salma, tekan titik yang ini 25%, Armando kamu titik yang ini 25 %.
" Ini jarum perak 3 mata Dewa, Armando kamu tancapkan inchi dari titik yang tekan sedalam 5 Mili sebelah kiri titik 45, dan kamu juga Salma, buat seperti kakakmu, nanti pusatnya kakak, dalam hitungan ketiga", ujar Ranti.
Kedua bocah itu sudah berkeringat, tapi mereka tetap fokus, mereka yang menontonnya tidak tahu,jika ketiga orang ini sedang mengalirkan energi positif mereka, makanya mereka berkeringat.
__ADS_1
Akhir nya dalam hitungan ketiga, secara bersamaan ketiga jarum itu tertancap sempurna.