
Sebelum Rendi, pergi Ranti memberikan oleh-oleh dari Bandung, berupa kaos 2 kembar dan cemilan khas Bandung.
Kembali ke dalam ruangan, terlihat Bu Serli seolah enggan menyentuh makanan dan minuman, apalagi dia melihat Bu Likha yang berada di dekatnya dan sambil berdiri.
Bu Serli mencoba buka suara, Bu..apakah ibu sudah lama bekerja pada pemilik rumah ini, tanya Bu Serli sungkan
Oh belum lama, baru mau sebulan, ada Bu, bertanya demikian, Bu Likha balik tanya
Tidak apa-apa, hanya ingin tau saja, karena anda sangat sopan sekali dengan nak Ranti.
Nona Ranti dan Kakak-kakaknya adalah majikan saya, jadi sudah sewajarnya saya dan para kerja disini menghormati mereka, apalagi Nona Ranti yang dipercayakan langsung oleh pemilik rumah ini
oh begitu ya Bu
ia aturannya memang seperti itu, saya di tempatkan disini untuk mengatur semua keperluan, keempat Nona muda dan 1 tuan muda. Dan kami wajib memanggil seperti itu, apakah ada masalah dengan cara kami pelayan memperlakukan, para nona muda dan tuan muda
ahh... tidak, maaf kalau pertanyaan saya, membuat ibu tidak nyaman
Bu Likha sejenak melihat HP dan membaca pesan dari Ranti.
Bu.. mohon maaf pesan dari nona Ranti, meminta saya menanyakan rekening anak ibu yang di kampung..
Bukan saya gak mau kasih nomor rekening anak saya, tapi Ranti juga butuh biaya hidup dan juga Kakak-kakaknya, kata Bu Serli
Maaf Bu jangan menolak bantuan Nona Ranti, kalau anda menolaknya, sama saja anda meremehkan keuangan Nona Ranti, ancam Bu Likha
Tapi Bu, ini 50 juta, bukan 50 ribu.. kasihan Ranti nantinya, Bu Serli gak enak Terima bantuan Ranti
maaf Bu boleh panggilkan Ranti sebentar
maaf Bu sebentar lagi Nona datang, nona lagi membuat obat untuk cucu anda Bu.
akhirnya Bu Serli menyerah dan memberikan nomor rekening bank anaknya ke Bu Likha, dan dengan segera Bu Likha mentransfer 60 juta sesuai perintah Ranti.
Bu uangnya sudah saya transfer 60 juta, ke rekening anak ibu, kata Bu Likha.
Betapa kagetnya Bu Serli, Bu apakah Nak Ranti sungguh banyak uang sekarang, tanya Bu Serli ke Bu Likha
Bu Likha hanya bisa tersenyum, Bu Serli anda cukup menerimanya dan tidak perlu kuatir, uang Non Ranti pasti cukup untuk biaya hidup dan sekolahnya serta Kakak -kakaknya, jadi tenang saja.
Sementara Bu Likha dan Bu Serli sedang ngobrol, Ranti datang datang menemui mereka.
Bu Serli saya ada obat untuk cucu Bu Serli, kalau ibu percaya dengan saya, saya akan mengobati cucu Bu Serli, tegas Ranti
Nak Ranti tau darimana cucuku sakit ? Bu Serli penasaran
Bu Serli tak usah pikirkan aku tau dari mana dan dari siapa, intinya sekarang, " Bu Serli percaya atau tidak", saya bisa mengobati cucu ibu..!
Maaf nak Ranti, bukan tidak percaya tapi ibu tak sanggup membayar obatnya.
Hahahaha, tidak usah kuatir yang saya butuhkan adalah ibu percaya atau tidak, itu saja.
Jika ibu percaya maka saya obati, jika tidak saya antarkam ibu dan cucu ibu ke Panti Asuhan. Kalau ibu ragu tidak usah.
Bu Likha apa sudah di transfer uangnya ? " sudah Non 60 juta sesuai perintah nona".
Kerja bagus, oh ya Bu Likha tadi saya janjikan bonus kepada 2 pelayan, 1juta perorang, tapi Bu Likha kasih 1,5 juta, dan tolong hari ini semua laporan keuangan Minggu ini.
Baik Non, seperti biasa saya akan letakkan di kamar Non, kata Bu Likha
Sementara Ranti dan Bu Likha mengobrol, Bu Serli dilanda kebingungan. Ranti cuek saja terus ngobrol dengan Bu Likha sambil ngemil.
Akhirnya Bu Serli bersuara, baiklah nak Ranti, "ibu percaya sama kamu", Bu Serli menjawab pertanyaan Ranti.
Bagus, sekarang kita selesaikan. Bu Likha, tolong gelar tikar plastik di kamar mandi dekat dapur dan buatkan air hangat, serta perintahkan mereka buat bubur sekarang.
Bu Serli, suruh cucu ibu untuk berbaring dan suruh dia telan ini sembari memberikan Pil ke ibu Serli.
Kita tunggu proses penyembuhan yang hanya 15 menit, dan ibu siapkan baju ganti untuk cucumu.
5 menit telah berjalan dan nampak raut wajah cucu Bu Serli yang sedang menahan sakit, walau umurnya baru 9 tahun tapi dia sudah kelihatan gadis 13 tahun, karena dari sangat kecil sudah menjalani hidup susah.
Kasihan memang cucu Bu Serli ini, batin Ranti. Ranti sejenak berpikir untuk meminta Suster Diana menampung Bu Serli, saat Panti Asuhan suster Diana sudah selesai dan beroperasi.
10 Menit sudah berlangsung, teriakan kesakitan dan keringat, cairan kental dan air mata sudah bercampur di atas tikar, Bu Serli hanya menahan tangisnya, melihat cucunya yang sementara berjuang, dan bertanya kepada Ranti
Nak Ranti, apakah cucu saya kedepannya tidak akan lagi kambuh penyakitnya?
Bu Serli, saya jamin cucu ibu, tidak akan pernah lagi menderita penyakit ini, kecuali dia sendiri yang tidak menjaganya. Mulai hari ini cucu ibu harus banyak makan bergizi dan yang penting adalah minum air yang kualitasnya bagus.
Saat mereka berbincang-bincang, tubuh cucu Bu Serli, sudah tenang tidak lagi bergetar dan sudah tidak lagi berteriak, kelihatan lemas tapi perubahan wajahnya sudah normal dan tidak pucat lagi.
Sudah selesai Bu Serli untuk tahap pertama dan tahap ke dua nanti 1 bulan dari sekarang. Ini hanya sekedar omongan Ranti, padahal cucu Bu Serli sudah sembuh total, Ranti hanya akan memberikan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh kepadanya yang tidak berpengaruh pada penyakitnya, hehehehe bisa aja si Ranti.
Silahkan Bu Serli mandikan dengan air hangat, setelah itu makan buburnya dan selama seminggu, cucu ibu wajib makan sarapan bubur dengan daging yang di giling, terserah ayam atau daging sapi. Dan juga selama 3 bulan cucu ibu wajib makan sesuai dengan menu yang sudah saya tulis.
__ADS_1
Bu Serli hanya pasrah saja, baginya lebih baik beli makanan sesuai menu dari Ranti daripada cucunya seumur hidup harus menahan sakit.
Ranti masuk ke kamarnya dan juga mandi, lalu keluar menuju ke meja makan.
Hari ini rencananya Ranti akan menaikkan level dan mengaktifkan seluruh skillnya, untuk itu dia berencana akan melakukannya di Ruang Dimensi.
Selesai mereka makan, Ranti menelpon Rendi, dan sementara menunggu Rendi, Ranti berbicara ke Bu Serli
Bu Serli, apa yang terjadi hari ini, jangan sekali-kali ibu menceritakan kepada pengurus panti asuhan, apalagi ke Bu Farida dan Bu Yanti, apa ibu mengerti.! Ranti menegaskan
Pasti nak Ranti, ibu tau seperti apa perlakuan Bu Farida dan Bu Yanti kepadamu. Dan maaf kami yang lain tak bisa membantu apa-apa dalam masalah itu, ucap Bu Serli
Sudah tidak apa-apa, saya juga mengerti posisi ibu dan lainnya, tapi ingat suatu saat saya butuh bantuan ibu Serli, maka ibu wajib membantu saya, pahamkan maksud saya, terdengar nada suara Ranti penuh ketegasan.
Kata-kata Ranti, membuat Bu Likha sampai bergidik ngeri, dan batinnya berkata Nona sangat baik hati tapi juga sangat tegas, masih muda tapi sudah sangat hebat.
Bu Serli, kasih tau anak ibu, agar saat ini juga ambil uangnya dan bayar hutang itu, kirim bukti pembayarannya kepada saya, silahkan telpon sekarang
Setelah tersambung, anak Bu Serli kaget dan berkata, " ia Bu, sekarang saya kerumah pak Joko untuk mengajaknya ke Bank. Tapi kata ibu, Orang yang bantu ibu mengirim 60 juta berarti ada lebih 10 juta, terus lebihnya mau di apakah Bu ?
Kamu pegang saja, tapi jangan di habiskan, kata Bu Serli
" Baik Bu", saya ke rumah pak Joko dulu.. Tut..Tut.. telpon terputus.
Karena Rendi baru bisa datang 2 jam lagi, maka Ranti undur diri untuk ke kamar
Di kamar Ranti menelpon Pak Ryan, dan tersambung.
Pak Ryan :
Halo Nona, apakah Anda sudah sampai Surabaya ?
Ranti :
Sudah, jam 09.00 WIB, tadi pagi, gimana kabar Tante
Pak Ryan :
Kami baik-baik saja, dan maaf atas perlakuan ayah saya kemarin.
Ranti :
Tidak apa-apa, santai saja dan pasti 2 hari lagi pasti mereka akan telpon pak Ryan.
Pak Ryan :
Ranti :
Oh ya Om, kalau boleh tau di toko Om jualan apa saja, karena kalau lihat alamat toko Om itu tidak jauh dari Rumah saya.
Pak Ryan :
Kami buka Toko grosir Sembako, tak hanya itu Kami juga menyiapkan Sayur dan Buah.
Ranti :
Saat ini, ada berapa banyak beras yang pak Ryan punya
Pak Ryan :
Kalau yang kualitas bagus, ukuran 25 kg ada 150 sak, harga 280 ribu per sak.
Ranti :
Oh oke, nanti tolong kirim ke Panti Asuhan Charity, sebanyak 100 sak, unagnya saya transfer. untuk saat ini itu dulu.
Pak Ryan :
Terimakasih Nona, saya segera kirim nomor rekening saya dan langsung suruh sopir saya mengantarnya.
Ranti :
Tolong kasih tau kalau beras itu dari saya, katakan saja ada yang menyumbang lewat toko pak Ryan.
Pak Ryan :
Oke saya mengerti Nona, dan istri saya kirim salam, katanya ingin ketemu dengan anda Nona.
Ranti :
Boleh , kenapa tidak cari waktu dan kita ketemu, saya juga ingin bertemu dengan anak- anaknya pak Ryan dan saya juga akan kenalkan kakak-kakak saya.
Pak Ryan :
Baiklah nona, nanti kalau sudah ketemu waktu yang pas, saya kabari Nona lagi.
__ADS_1
Ranti :
oke, bye
Cukup lama ngobrol dengan pak Ryan, dan setelah itu, handphone Ranti berdering, ada telpon dari pak Adam, dan langsung Ranti mengangkatnya
Ranti :
Halo, selamat siang pak Adam
Pak Adam :
Selamat siang juga nona, maaf mengganggu istirahatnya, apakah Nona masih di Bandung ?
Ranti :
Saya sudah di Surabaya saat ini, langsung saja pak, bagaimana hasil survey lahannya?
Pak Adam :
Saya sudah kirim 5 video singkat ke WA Non Ranti, tapi saya jelaskan sedikit. Lahan tersebut sudah bersih artinya pihak keluarga penjual sudah setuju dan perwakilan keluarga inti juga sudah tanda tangan yaitu 5 orang anak kandung dari pihak pemilik tanah tersebut dan anak tertua dari pihak penjual juga adalah seorang kepala desa.
Dan untuk lahannya sendiri, memilki mata air yang debitnya lumayan besar dan kata warga setempat walau kemarau panjang mata airnya tetap mengalir walau debit berkurang.
Jadi menurut saya dan pak Haryo, lahan tersebut sangat layak untuk perkebunan sebagian dan sebagian lagi untuk peternakan
Ranti :
Oke saya lihat videonya dulu, tunggu 1 jam lagi saya kasih jawaban, jadi pak Adam dan pak Haryo jangan pulang dulu dari sana
Pak Adam :
Baik Nona, kami masih berbincang dengan salah satu warga pemilik tanah yang berbatasan langsung lahan yang kita survey dan tanahnya sekitar 3 hektar serta berbatasan langsung dengan jalan raya, jadi kita akan melewati tanahnya untu ke lahan yang akan kita beli, Dia menawarkan 5 milyar untuk lahannya itu.
Ranti :
Oke jika saya putuskan membeli lahan yang awal, maka lahan yang di tawarkan itu juga kita beli sekalian, saya tutup dulu telponnya
Saat ini Ranti, sedang melihat video-video yang dikirim oleh pak Adam dan ada pesan foto juga, sangat bagus lokasinya apalagi jika saya beli yang 3 hektar itu, akses ke jalan raya tidak akan bermasalah terkait lahan orang lain, aku putuskan saja.
Ranti langsung menelpon pak Adam, dan langsung di angkat,
Ranti :
Halo pak Adam katakan kepada mereka bahwa saya akan membelinya sesuai harga yang ditawarkan dan untuk yang 3 hektar juga
Pak Adam
Baik Nona, saya segera bicarakan dengan mereka, agar segera siapkan sertifikat nya
Ranti :
Tolong tanyakan ke pak Haryo untuk legalitas hukum pengalihan lahan dan soal balik nama ke dua sertifikat itu.
Pak Adam :
Oke siap Nona, nanti saya hubungi nona lagi.
Ranti :
Katakan kepada mereka semua pembayaran akan saya transfer ke rekening mereka dan nanti saya kirim buktinya. Tut..tut
Selesai urusan lahan, Ranti turun ke lantai bawah, Rendi ternyata sudah tiba
" Bu Serli", apa sudah siap, tanya Ranti
Sudah nak, balas Bu Serli
kalau begitu ayo kita berangkat
Mereka menaiki mobil dan berangkat ke Panti Asuhan Charity
Ranti mengirim pesan ke kakak-kakaknya, bahwa menunggunya di sekolah mereka nanti dia jemput, mereka langsung membalasnya bersamaan di group WA mereka.
Akhirnya mereka sampai di gerbang Panti, Ranti tidak ikut turun karena tidak nyaman kalau pengurus lain melihat nya mengantar Bu Serli.
Setelah mengantar Bu Serli, Ranti meminta Rendi, kesekolah menjemput Kakak-kakaknya.
Rendi hanya mengikuti perintah Ranti dan berangkat
Rendi kamu tenang saja, pasti ku bayar lebih untuk hari ini oke.. kata Ranti
hahahaha terserah Nona saja, kan sewanya seharian dan ini masih lama waktunya, nona atur saja... hahahaha
oke kalau begitu, aku tak jadi kasih kamu bonus...
__ADS_1
jiaahhhhh, hilang bonusnya....