
" Dek, apa kamu sudah mengakuisisi PT KFC Indonesia", tanya Vanya.
" Ia kak, ada apa dan kakak tau darimana? tanya Ranti
" Dari Pak Haris yang menanyakan apakah kakak punya orang untuk menangani KFC Indonesia", ucap Vanya.
" Untuk sementara Tim akuisisi yang memegangnya, apalagi saat ini komposisi saham 70 % milikku, 30 % milik ayahku, Ucap Ranti.
KFC Indonesia awalnya di berikan Sistem dengan jumlah saham 40%, saat RUPS, Ranti menambah beli 10%, sedangkan tadi malam Rose menambahkan 20% saham publik ke Ranti, dan segera keluar dari BEI.
" Oh begitu, kita memang kekurangan orang untuk memegang seluruh perusahaan mu, tapi biarkan saja dulu Tim kamu yang memegangnya, kasihan pak Haris, dia sendiri sedang mengurus perusahaan Ayahmu", Ucap Vanya.
" Ia Kak kasihan juga dia, jika aku repotin terus, tapi mencari orang yang bisa di percaya itu sangat sulit, 5 tahun kedepan baru aku tenang karena teman-teman ku sudah lulus kuliah, tapi aku yakin akan dapat orang yang tepat mengurusnya", ucap Ranti.
" Ia dek, pikirkan juga Tri Link Finance, kita belum menetapkan kepastian siapa pemimpinnya, mereka sudah memilih tapi mereka belum jawaban pasti darimu Dek, kakak masih mampu, hanya keterbatasan kakak masih kuliah", ujar Vanya.
" Hahahaha, aku sampai lupa, ya sudah suruh mereka tetapkan saja, dan coba kakak lihat apakah pilihan mereka pantas atau bagaimana", jawab Ranti.
" Baiklah, kandidat yang mereka ajukan Pak Rudolph dan Pak Mustofa", balas Vanya.
" Ya mereka juga bilang Rudolph orang kepercayaan Hino Nakata, mereka beranggapan pasti Rudolph bisa seperti Hino Nakata", jawab Ranti.
" Ya sudah, kalau menurut kakak, Rudolph lebih mumpuni, selain masih muda, Istrinya juga sangat baik dan berteman akrab dengan Kamala istrinya Hino Nakata, artinya secara tidak langsung kita bisa mempercayainya", Ucap Vanya.
" Oke, sampaikan kepada Rudolph buatlah sebuah pendapat atau rancangan untuk di terapkan dalam perusahaan kita", ucap Ranti.
" Baik Dek, nanti kakak ajak dia dan istrinya ketemuan, tapi maaf kakak ke kampus dulu ya, kasihan Sasha sudah lama menunggu, nanti dia ngamuk hahahaha", ucap Vanya.
" Maaf Nona, kak Vanya bohong, Sasha mana berani ngamuk sama kakak sendiri", ucap Sasha yang merebut handphone Vanya.
" Laporan kak Vanya katanya kamu sering ngambek, kalau kak Vanya kelamaan", Ucap Ranti mengerjai Sasha.
* Tuan ada-ada saja, pagi-pagi sudah isengin anak buah", celetuk Rose.
" Ya ampun Nona, Sasha tidak pernah ngambek atau ngamuk", ucap Sasha dengan mata sudah mulai berkaca-kaca.
Regina dan Maureen hanya cengengesan melihat Sasha.
" Apa Sasha sudah bosan membantu saya, kalau sudah bosan tidak apa-apa, Sasha boleh mengajukan pengunduran diri, dan itu berarti kita berdua tidak lagi berteman", ucap Ranti lebih mengerjai Sasha.
" Nona, lebih baik saya tidak punya harta, daripada Nona dan kak Vanya membuangku, Sasha akan lebih giat bekerja, hikz hikz", ucap Sasha meneteskan airmata, yang tak sanggup lagi menahan kesedihan nya.
" Hahahaha, maaf Sasha, aku dan kak Vanya hanya menggodamu, lagian Sasha kerjanya terlalu serius dan kaku, juga disuruh libur gak mau kalau gak di paksa", ucap Ranti.
Hahahaha hahahaha
" Kak Sasha kena prank", Ucap Maureen.
" Sha, maafkan kakak sudah keterlaluan menggoda kamu", ucap Vanya.
" Kakak tahu, Sasha sangat beruntung memiliki kalian semua, Sasha hanya ingin kakak tidak kerepotan dalam pekerjaan", ucap Sasha yang sudah menganggap Vanya kakaknya.
" Sasha, terimakasih ya, tak sia-sia aku berteman dengan kamu, tapi lain kali, ambil libur dan bahagiakan keluarga kamu, bawalah jalan-jalan orangtuamu.
Lihatlah Regina, walaupun hanya ayah Sambung, dia selalu meluangkan waktu buat Ayahnya, walau hanya saat hari Minggu.
Kalau kamu, hari Minggu pun kamu datang ke apartemen dan mengawasi orang yang membersihkannya, ingat keluarga itu penting, saya tidak akan mengganggu kalian saat hari Minggu", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, Sasha sangat bahagia bekerja di perusahaan Nona, Sasha dihargai sebagai keluarga, Sasha sudah putuskan tidak akan pernah meninggalkan Nona dan kak Vanya, kecuali Nona dan kak Vanya membuang Sasha", ucap Sasha.
" Jadi kamu kerja keras agar tidak di buang, sampai tidak mau liburan", ucap Ranti.
" Ia, kasihan kak Vanya kalau kerepotan", Ucap Sasha.
" Pokoknya hari Minggu adalah waktu kalian bersama keluarga, ini perintah", tegas Ranti.
" Baiklah Nona, Sasha ikut perintah Nona saja", ucap Sasha pasrah.
" Ya sudah, sekali lagi saya minta maaf sudah membuat kamu sedih", ucap Ranti.
" Sasha takut Nona beneran membuang Sasha", ucap Sasha.
__ADS_1
" Ya gak segitunya kali, kecuali Sasha berkhianat, baru saya buang, kita keluarga, sedikit ngambek sama kakakmu itu masih wajar, yang penting jangan khianati saya dan kak Vanya, itu saja, kita bisa bercanda dan ngomong bebas kalau hanya ada kita-kita saja, tanya Maureen siapa dia, tapi dia saya tetap berhubungan seperti Saudara, jangan terlalu kaku, nanti cantiknya hilang di gondol preman hehehehe", canda Ranti.
" Nona, jangan godain lagi, nanti riasan Sasha berantakan, tambah gak laku nanti", ucap Sasha.
" Ya sudah silahkan berangkat kuliah, aku juga mau kembali ke rumah", ucap Ranti dsn memutuskan panggilan.
" Kak Vanya, kak Regina dan adek juga bukannya kasihan, tapi Ade malah nambah godain kakak", ucap Sasha.
" Adik traktir makan pentol bakso nanti di kampus", ucap Maureen.
" Jangan ngambek lagi dong, ayo kita berangkat", ucap Vanya.
" Maaf kak, Regina hari ini kuliah Sore, jadi Regina mau ke perusahaan saja, tapi mau mampir rumah, kasihan ayah semalam aku gak pulang", ucap Regina.
" Ya sudah kalau begitu, salam buat ayahmu, kamu Ambil daging Wagyu di kulkas dan masakin buat Ayahmu biar dia senang, apalagi sekarang ini dia sudah tidak bekerja lagi", ucap Vanya.
" Terimakasih Nona, selesai saya rapikan ruangan ini, baru saya ke rumah", ucap Regina.
" Baiklah, kami berangkat kuliah dulu, nanti tolong ambilkan laporan di Tri Link, Mall Cempaka dan ARSA serta wakilkan saya rapat bersama Pak Frenli jam 1 siang, soalnya saya kuliah sampe jam 2 siang", ucap Vanya.
" Baik Nona, Regina akan hubungi Pak Frenli", jawab Regina.
" Bahagianya bisa bekerja dengan Nona Vanya dan Nona Ranti, aku juga bisa membahagiakan ayahku, walaupun dia hanya ayah sambung, tapi tinggal dia keluargaku", ucap Regina bermonolog.
Sementara jauh di Sleman, tepatnya di rumah pak Yanuar, mereka kedatangan pengurus RT dan RW setempat.
" Selamat Pagi, mohon maaf jika kami mengganggu bapak dan keluarga", sapa pak RT.
" Mari masuk, maaf kami baru pindah semalam, jadi rumahnya belum terlalu rapi, silahkan duduk", ucap pak Yanuar.
" Tidak apa-apa, kenalkan saya ketua RT disini dan yang ini pak RW kita", pak RT.
" Saya Yanuar dan ini Arsini istri saya, kami tinggal bersama dengan kedua putri kami, Yang tahun ini baru mau masuk kuliah", Ucap Pak Yanuar.
" Baiklah, kami hanya ingin berkenalan dengan pemilik baru dan warga baru kami, serta ini adalah peraturan yang sudah di sepakati seluruh warga disini, takutnya nanti kita ada salah paham di kemudian hari", ucap Pak RT.
" Benar sekali Pak, saya pasti mengikuti semua peraturan dan juga kegiatan di kampung ini, apalagi kami disini masih sangat baru dan tidak punya kenalan maupun saudara", Ucap Pak Yanuar.
" Saya sudah tidak bekerja lagi, rencananya minggu depan mau buka Toko di bangunan samping, kalau pak RW apa kegiatannya", tanya Pak Yanuar.
" Saya kontraktor, saat ini lagi mengerjakan proyek pembangunan Kandang Ayam di Magelang, lokasinya hanya 50 km dari sini, biasanya saya berangkat jam 8, tapi karena di ajak Pak RT, ya saya bertamu kerumah Pak Yanuar", ucap Pak RW yang ternyata Pak Herman teman nya pak Mul.
" Terimakasih sudah Pak RW sudah luangkan waktu bertamu kerumah saya, ucap Pak Yanuar.
" Selamat Pagi dengan Pak Yanuar, kami dari Toko AC, mengantarkan pesanan dari Nona Ranti Putri, sekaligus memasang dan memindahkan AC lama ke ruang Tamu", ucap Orang dari Toko
" Saya pak Yanuar, mohon tunggu sebentar, saya lagi ada tamu, biar istri saya buatkan kalian minum", ucap Pak Yanuar.
" Baik pak, kami juga mengantarkan Kulkas untuk Daging", ucap orang toko itu.
" Terimakasih", singkat Pak Yanuar.
" Maaf Pak Yanuar, kalau saya tidak salah, tadi saya mendengar pesanan AC atas nama Nona Ranti Putri, kalau boleh saya tau siapa Nona Ranti Putri, karena Nama itu, sama dengan nama Bos Pemilik Proyek tempat yang saya kerjakan", ucap Pak Herman.
" Nona Ranti adalah Penolong keluarga kami, jujur saja rumah ini dia yang belikan untuk kami, kemarin dia bilang baru saja dari Perusahaan nya di desa Rojo, katanya lagi bangun peternakan, dia hany minta, kapan-kapan kesana saat peternakan sudah beroperasi, ada apa Pak RW.
" Apa bapak punya Fotonya", Tanya balik Pak Herman ingin memastikan.
" Sebentar saya pinjam Handphone Putri saya", ucap Pak Yanuar dan langsung beranjak ke Dapur.
Beberapa saat kemudian Pak Yanuar kembali ke ruang tamu dan Menunjukkan Foto Ranti bersama Juni dan Febiola, juga foto Ranti bersama Pak Yanuar dan istrinya, saat sebelum Ranti pulang.
Seketika, pak RW langsung gugup, karena dia sudah di beritahu oleh Pak Mul, agar jangan sampai menyinggung teman dari Ranti.
" Maaf Pak Herman ada apa, apakah Nona Ranti yang ini bos Pak RW.
" Ia benar Pak Yanuar, suatu kebetulan saya bisa mengenal salah satu dari teman Nona Muda Ranti", ucap Pak RW.
" Oh sangat kebetulan kalau begitu, saya telpon Nona Ranti dulu, saya juga mau laporan kalau AC dan kulkas sudah sudah datang, karena nona Ranti berpesan jika pesanannya datang segera hubungi dia", ucap pak Yanuar, lalu menekan Nomor telpon Ranti.
" Selamat pagi Nona, bapak mau melaporkan bahwa AC dan Kulkas daging sudah datang", ucap Pak Yanuar, sengaja di loud speaker handphonenya.
__ADS_1
" Baiklah, suruh mereka pasang dengan rapi, maaf saya lupa, untuk AC lama taruh saja di toko Bapak agar lebih Adem, saya sudah kirim 4 AC lagi, mungkin sebentar lagi sampai, jadi ruang keluarga 1 PK dan ruang tamu pasang yang 2 PK, nah yang 2 lagi ukuran 2 PK pasang di toko saja agar tokonya bisa seperti Indomaret", ucap Ranti.
" Baiklah Nona, oh ya Nona, saya kedatangan tamu, Pak RT dan RW, nah Pak RW di sini ada namanya pak Herman, katanya kontraktor yang membangun peternakan Nona yang di desa Rojo ucap pak Yanuar.
" Coba ganti ke telpon video, biar saya lihat wajahnya, takutnya hanya mengaku-ngaku saja ucap Ranti dan menerima perubahan panggilan ke video.
Saat pak Yanuar memfokuskan ke Pak Herman Ranti langsung mengenalnya.
" Pak Yanuar, itu benar sekali, Pak Herman yang membangun peternakan saya, silahkan berteman dengannya", ucap Ranti.
" Pak Herman, apakah bapak bersedia membantu saya? tanya Ranti.
" Saya bersedia selama jangan suruh saya ganti istri seperti yang Nona selalu bercanda ke saya", ucap pak Herman
Pak Herman termasuk penakut istri, Ranti selalu bercanda agar pak Herman mengganti dengan istri baru.
" Hahahaha, ya enggaklah, makanya Pak Herman jangan suka keluyuran, pantas istri pak Herman ngamuk, kali ini saya minta bapak bantu Pak Yanuar, jika ada kesulitan di kampung itu, mereka sekeluarga teman saya, sama seperti bapak sekeluarga, kapan-kapan ajak saja ke proyek kenalkan dengan Pak Supomo", Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, tapi apa saya boleh mengajak Putra saya ke Peternakan, kebetulan dia di PHK bos nya di Jakarta, jadi tadi malam dia pulang", ucap Pak Herman.
" Dia bekerja apa di Jakarta, Tanya Ranti.
" Kebetulan Putra saya di angkat jadi Manajer di salah satu gerai KFC di Jakarta, Gerai itu memiliki 5 Cabang, dan keponakan bos Penilik Gerai KFC itu membuat laporan keuangan, dan Putra saya menemukan adanya penggelapan, saat Putra saya menegurnya, keponakan bos itu tidak terima, dan entah bagaimana putra saya di PHK", Ucap Pak Herman.
" Baiklah, suruh saja dia istirahat seminggu, dan jika dia memang memiliki kemampuan, jujur, setia dan rendah hati, saya ingin dia bekerja dan menjadi salah satu petinggi di KFC Indonesia milik saya", ucap Ranti.
" Maksud Nona Muda, apa PT KFC Indonesia, milik Nona Muda", ucap Pak Herman.
" Ya saham saya 70% dan saham Ayahku 30%, jadi secara tidak langsung KFC Indonesia, punya saya pribadi, dan saya lagi kebingungan cari orang yang mengendalikannya, Minggu depan suruh dia ke kantor Pusat KFC dan Bertemu dengan Joey, dan suruh putra pak Herman telpon saya", Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, terimakasih banyak", ucap Pak Herman bahagia.
Selesai berbicara dengan Ranti, pak Herman dan Pak RT, menikmati cemilan yang buat Bu Arsini.
" Pak Yanuar, anda sungguh beruntung bisa berkenalan dan menjadi orang dekatnya Nona Muda kami, status kita berbeda Pak, kami ini pekerja, sedangkan bapak adalah bagian dari Nona Muda kami, jadi di hadapan Nona Muda, status bapak lebih tinggi dari saya,
Nona Muda kami, punya saudara kembar di Jogja, Pak Supomo adalah paman dari kakak angkat Nona Muda, namanya Nona Muda Vanya, dan perlu bapak tahu, Nona Muda kami tidak akan mentolerir siapapun yang mengganggu orang dekatnya,
Rumah bapak ini di wajibkan pasang AC hingga di ruangan ini, itu artinya Nona Muda kami akan sering kesini,
Nona Muda Ranti, orang sangat baik hati dan dermawan, tapi sangat kejam terhadap siapapun yang mengganggu keluarganya dan temannya,
Nona Muda Ranti bukan orang sembarangan, jadi pak Yanuar jangan sampai mengkhianati kebaikan dan status yang di berikan Nona Ranti kepada bapak", ucap Pak Herman.
" maaf pak, saya jadi gak enak saat bapak bicara status, kita semuanya sama-sama manusia, saya hanya ingin tinggal disini hingga saya tua nanti, karena rumah ini adalah pemberian dari Nona Ranti, jadi harap bapak bantu saya dalam mengenal para tetangga, kalau ada kegiatan tolong ajak saya, juga istri saya ajak jika ada kegiatan ibu di sini", ucap Pak Yanuar.
" Baik Pak, dan terimakasih atas makanan dan minumannya, saya ijin undur diri, tapi sebelum itu mohon kita bertukar kontak, dan kalau senggang kapan-kapan ikutlah ke proyek", ucap Pak Herman dan beranjak keluar dari ruang tamu.
" Baik Pak, nanti Sore kami sekeluarga ke rumah bapak", ucap Yanuar.
" Saya akan menunggunya, oh ya pak RT, tolong rahasiakan siapa orang di belakang pak Yanuar, dan tolong cek semua barang-barang untuk di proyek", perintah Pak Herman.
Ternyata Pak RT adalah anak buah Pak RW si perusahaannya.
Di tempat lain, tepatnya di Pabrik yang di tenggelamkan Ranti, sudah di penuhi oleh karyawan, warga sekitar dan juga pihak kepolisian, semuanya kebingungan, bagiamana tidak, bangunan Pabrik beserta isinya, hilang dalam semalam dan tanpa bekas, yang ada lahan itu hanya tertinggal pos satpam, dan parkiran beserta tembok keliling.
Security berkata bahwa mereka tidak melihat apa-apa, sepanjang malam mereka berjaga, gedung masih ada, tapi saat habis shalat Subuh tiba-tiba gedung sudah tidak ada.
Kesaksian Security cukup masuk akal, juga sesuai dengan rekaman CCTV, hingga shalat subuh bangunan itu masih ada.
Sedangkan di kampung lama Pak Yanuar juga Pak Kades dan para bawahannya yang rumahnya juga terbakar, kebingungan, dan mencari rumah kontrakan, masalahnya di kampung seperti itu, paling hanya ada rumah kosong yang di tinggal merantau pemiliknya.
Mereka juga kehilangan uang, jadi tambah berat masalah mereka, berbanding terbalik dengan kehidupan pak Yanuar, saat ini keluarga itu lagu menikmati sarapan nasi goreng seafood buatan Arsini dan kedua Putrinya.
" Ayah, Bunda, hari pertama kali kita sarapan dengan menu istimewa, ucap Juni dan Febiola.
Sementara mereka sarapan, orang toko sedang membongkar AC outdoor dan indoor, serta yang lain sedang mempersiapkan untuk pemasangan di bangunan untuk Toko.
Sementara di Surabaya, Ranti yang sudah kembali ke rumah sedang duduk santai bersama Monicha dan Nindya.
" Mommy, siapa orang yang menipu uang perusahaan mommy? tanya Ranti.
__ADS_1