SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pecundangi Mafia


__ADS_3

Ranti memindai seluruh ruangan hingga ke gudang penyimpanan, dia melihat barang-barang yang akan di lelang, semua bernilai tinggi bahkan ada yang bernilai lebih dari 1 juta euro untuk penawaran awal.


Barang itu adalah peninggalan dari tokoh perempuan hebat Jeanne d'Arc, yaitu buku catatan tentang pertempurannya.


Acara lelang dimulai dengan menampilkan sebuah barang yaitu karpet berusia 150 tahun, dengan harga awal 400 ribu euro, akhirnya barang tersebut laku terjual dengan harga 750 ribu euro.


Barang kedua adalah sepasang kepala Rusa kutub yang berusia 250 tahun, harga awal 500 ribu Euro, lumayan banyak yang berminat, akhirnya terjual seharga 950 ribu Euro.


Barang ketiga adalah selembar kulit domba berukuran 1,5 meter, yang di nyatakan dengan hasil pengujian bahwa kulit tersebut adalah kulit Domba yang berusia lebih dari 250 tahun, hingga terlihat tidak menarik dan kaku, harga awal 500 ribu euro, Ranti agak tertarik dengan barang itu.


Mata Semesta memperlihatkan status barang itu, dan layak untuk dibeli dan masih bisa di gunakan untuk membuat Tas dan dompet, akhirnya untuk pertama kalinya Ranti menawar, dia bertarung dengan beberapa orang pengusaha, bahkan ada yang berasal dari pengusaha fashion.


Karena hanya sebatas tertarik jadi Ranti tidak melanjutkan penawarannya, saat kulit tersebut, telah mencapai harga 1,2 juta Euro.


Barang keempat adalah Sebuah kotak yang biasanya untuk menyimpan berbagai perhiasan, terbuat dari kayu yang berusia sangat tua, dan di pakai oleh Ratu dari zaman awal Perancis.


Ranti memindai dengan sangat intens, bahan kayu itu berasal dari kayu Lignum Vitae, bahan kayu yang biasa.dingunakan untuk Perahu dan Kapal, saat ini kayu tersebut sudah tidak bisa di perjual belikan.


Harga yang ditawarkan bernilai lumay mahal 600 ribu euro maka akan mendapatkan ketiga kotak itu.


Ranti melihat ada sisi yang tertutup dari kayu dan berisi sebuah dokumen masa lalu.


Akhirnya Ranti memutuskan untuk mendapatkan barang itu, kotak berusia 700 tahun dan digunakan oleh para orang kaya di masa itu, jadi pantas untuk di beli.


Para kolektor mulai bertarung untuk mendapatkan barang itu, Ranti menawar dengan harga 800 ribu euro, yang lain ikutan dengan 900 ribu Euro, hingga 1,3 juta euro, kemudian Ranti menawar dengan 1,5 juta, ada yang membalas dengan 1, 6 juta euro, Ranti membalas dengan 1,750 juta euro.


Para peserta lain sangat terkejut melihat 3 orang bertarung demi tiga buah kotak perhiasan terbuat dari kayu.


Dua orang kolektor itu akhirnya menyerah, dan barang tersebut jatuh ke tangan Ranti dan langsung segera membayarnya menggunakan ATM Bank BNP Paribas, Bank terbaik dan terbesar di Perancis.


Barang kelima adalah, sebuah Patung berukuran tinggi 1 meter terbuat dari Perunggu, di perkirakan telah berusia lebih dari 800 tahun, barang itu terjual dengan harga 1,6 juta Euro.


Barang keenam, Sebuah mata tombak dari batu dan diperkirakan berasal dari Mesir, Ranti memindai batu tersebut dan ternyata batu itu telah berusia jutaan tahun, batu tersebut mengandung unsur logam yang kuat.


* Tuan silahkan anda beli batu itu, batu itu bisa di lebur menjadi belati yang sangat tajam dan kuat, sangat cocok saat tuan bertualang di masa depan.


" Baiklah, tapi kita lihat apa ada peminatnya atau tidak", jawab Ranti.


Batu itu di tawarkan dengan harga 600 ribu euro, tapi tidak ada yang berminat, Ranti menawar dengan harga 750 ribu Euro, dan sudah tidak ada yang menawarnya, mungkin karena mereka tidak tahu cara memanfaatkan barang tersebut.


Batang ke tujuh adalah lukisan dari salah satu pelukis terkenal di abad pertengahan, harga yang di tawarkan sebesar 800 ribu Euro, dan begitu banyak yang tertarik pada lukisan itu.


Sekali lagi Ranti memindai lukisan itu, dia tidak berminat membeli ya, dia hanya merekam apa yang dia lihat bahwa di balik lukisan itu terdapat sebuah Peta dan dalam Peta menggambarkan sebuah rahasia besar yang berada di taman di pusat kota Paris.


Ternyata Barang inilah yang diincar oleh para Mafia yang berasal dari 3 kelompok, mereka menawar lukisan itu dengan harga yang lumayan tinggi, ketiga kelompok itu bersatu melawan beberapa orang kaya untuk mendapatkan barang itu.


Ranti membiarkan mereka bertarung habis-habisan, dia sendiri karena tidak terlalu suka dengan lukisan, maka dia merekam detail peta tersebut.


Akhirnya Peta Tersebut laku terjual pada kelompok mafia itu, dengan harga, 6 juta euro.


Kini saat nya Barang terakhir yaitu barang misterius, inilah barang yang di incar oleh Ranti.


Ranti sangat senang dari awal, karena benda yang dia incar benar ada, Satu set Teko bergambar burung Phoenix Merah atau Phoenix Api.


Barang tersebut disimpan dalam kotak kaca yang sangat tebal dan Anti Peluru, dan benar saja sungguh banyak para peminat dengan barang itu, harga awal yang di tawarkan sebesar 2 juta euro.


Para kolektor dan juga para orang kaya lainnya mulai menawar barang itu, Ranti masih diam membiarkan mereka bertarung.

__ADS_1


Pertarungan para orang kaya, termasuk para gengster yang ikut meramaikan pelelangan terakhir itu.


Kini harga barang itu telah menyentuh angka 10 juta euro dan masih seru pertarungan yang terjadi.


Ranti kemudian mengejutkan semua orang dengan menawar 12 juta euro, semua peserta hening sejenak.


Namun tiba-tiba seorang dari Mafia yang berasal dari Jepang menawar dengan harga 13 juta Euro, Ranti tidak mau kalah, dia menawar 15 juta Euro.


Mafia Jepang itu tidak bisa lagi mampu menawar dengan harga lebih tinggi, akhirnya dia menyerah.


Dipijak lain kedua kelompok mafia dari Eropa sudah mengirim pesan kepada seluruh anggota mereka untuk bertindak melakukan perampokan, apalagi Ranti memiliki 3 barang yang cukup mahal.


Mafia Jepang itu hanya bisa mengatakan "selamat" kepada Ranti, dia menerima kekalahannya, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa di negara orang, apalagi dia tidak membawa anak buah yang banyak.


Selesai acara lelang, Ranti membayar barang terakhir yang dia dapatkan senilai 12 juta Euro.


* Tuan sebaiknya anda jangan kembali ke hotel tempat anda menginap, carilah hotel di pinggiran kota Paris agar keluarga anda tidak menjadi target kedua mafia dan Gengster itu", ujar Rose memperingatkan Ranti.


" Terimakasih Rose",


Ranti memerintahkan kepada 4 pengawalnya agar segera keluar dari Gedung Lelang itu, dan menuju arah pinggiran kota Paris.


Sepanjang perjalanan, terlihat beberapa mobil mengikuti mobil Ranti, namun para penguntit itu tidak bertindak apa- apa.


Pengawal Ranti langsung mampir ke sebuah Hotel mewah di pinggiran kota Paris dan melakukan pemesanan kamar, para penguntit itu terlihat memasuki loby hotel.


Mereka akhirnya mendapatkan nomor kamar yang di pesan Ranti, dan mereka juga ikut memesan kamar yang tepat berada di kiri kanan dan juga depan kamarnya Ranti, sejenak terlihat bahwa Ranti telah terkepung.


Para pengawal, keluar dari kamar Ranti setelah mereka memastikan bahwa Ranti benar-benar telah berada di kamarnya.


" Tuan semua detil dari kedua mafia itu sudah di temukan, mereka berasal dari Perancis dan Italia, mereka memang sudah bermitra sangat lama, merekalah Pengendali narkoba dan senjata ilegal terbesar di Eropa", ujar Aplikasi mata Dewa.


" Baiklah, mari kita ambil saja uangnya dan untuk mafia yang di Perancis tolong kirim data markas mereka, kita cukup hancurkan markas mereka", ujar Ranti.


" Baik Tuan, data markas mereka sudah dikirim ke laptop dan malam nanti ada transaksi narkoba di pelabuhan yang di samarkan lewat pengiriman ikan dan kepiting", Lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Lalu bagaimana dengan uang organisasi mereka?" tanya Ranti.


" Uang oragnisasi kedua kelompok mencapai 15 miliar Euro", lapor Aplikasi Mata


" Hahahaha lumayan banyak, tolong kuras sekarang juga, namun buat seolah-olah uang mereka masih ada, Ujar Ranti.


" Baik Tuan, tunggu 15 Menit", balas aplikasi Mata Dewa.


* Rose bagaimana menurutmu, apakah pantas kita mengambil uang mereka?", tanya Ranti.


" Sangat pantas, toh uang mereka hasil dari kejahatan jadi sistem tidak mempersoalkan nya, kecuali tuan mengambilnya dari orang baik, Tuan harus ingat, target Pembersihan tuan di masa depan yang pertama adalah Membersihkan semu negara dari Mafia", ujar Rose.


" Tapi apakah dengan begitu kejahatan akan habis?" tanya Ranti.


* Penjahat tidak akan pernah habis, tapi organisasi Mafia tidak akan mampu bertahan jika mereka tidak memiliki uang, Karena sebuah organisasi besar, harus di topang dengan anggaran yang besar", ujar Rose.


" Baiklah, saya mengerti", ujar Ranti.


Selesai berbicara dengan Rose Ranti segera mengaktifkan Armor Transparan Mode Stealth dan Sarung Tangan Pemindah.


Dengan mata Semesta Ranti memindai ke arah kamar sebelah kanan, ternyata para penguntit sedang melihat pergerakkan lewat kamera CCTV yang mereka retas.

__ADS_1


Ranti masuk kamar yang berada di sebelah kiri dan melihat kedua orang itu sedang asyik memantau, dan dengan segera Ranti menangkap mereka berdua dan memasukkan ke Kantong 4 musim, lalu dia keluar dari kamar tersebut dengan membersihkan terlebih dahulu kamar itu.


Selanjutnya dia melewati kamarnya dan pindah ke kamar sebelah kanan, mereka juga sama memantau pergerakan Ranti, lewat kamera CCTV yang diretas, Ranti segera menangkap mereka dengan Kantong 4 musim.


" Terakhir dia menuju kamar yang tepat berada di depan kamarnya, Ranti juga memperlakukan mereka sama dengan teman-teman mereka.


Ketiga kamar itu sudah di bersihkan Ranti dan kembali ke kamarnya, dia menghubungi Salma bahwa ternyata dia tidak bisa membawa Salma jalan-jalan nanti malam, Salma hanya mengatakan tidak apa-apa.


Setelah menghubungi Salma, Ranti mendapat laporan dari Aplikasi Mata Dewa, bahwa uang kelompok mafia itu sudah selesai di kuras dan berada di rekening virtual.


Tepat jam 7 malam, Ranti turun dari kamarnya menuju loby restoran, dia menikmati makan malam sendirian.


Sejam kemudian Ranti kembali kekamarnya dan langsung mengaktifkan Armor Ultimate Mode Stealth dan terbang menuju Taman Kota Paris.


Dengan Mata Semesta dia mencari lokasi yang di tunjukkan oleh Peta tersebut.


Ranti melihat sebuah gedung tua yang masih terawat dengan baik dan terdapat 1 keluarga, hidupnya Pas-pasan dengan mengandalkan 1 kedai minuman sederhana di rumah Tua itu.


Dengan segera dia memindai detil dari bangunan itu dan benar adanya, di bawah rumah itu terdapat sebuah ruangan yang telah tertimbun 5 meter dengan Tanah dan di atas nya sudah berubah menjadi kamar tidur anak dari Keluarga itu.


Dari hasil laporan Aplikasi Mata Dewa, bahwa keluarga itu hanya menyewa di bangunan itu, selama beberapa tahun.


Tanpa menunggu lama Ranti segera masuk ke kamar itu dan dia melihat seorang gadis remaja sedang terlelap tidur di ranjangnya.


Dengan Sarung Tangan Pemindah, Ranti langsung memasuki ruang yang berada di bawah tanah.


Ruangan seluas 6 x 6meter itu terdapat 8 kotak berukuran 2 x 2 meter, berbahan kayu tersusun rapi di salah satu sudut ruangan itu.


Ternyata isinya adalah emas batangan dari zaman Napoleon Bonaparte, dengan berat perbatang 2 kg, berjumlah 800 batang, sedangkan di sudut yang berbeda, Ranti menemukan 2 kotak berukuran 1 meter dan berisi emas batangan juga dengan berat 1 kg, sebanyak 200 batang.


Ranti memasukkan semuanya ke Cincin Semesta, lalu keluar dari ruangan itu, kembali ke kamar anak gadis itu, dan menurut mata semesta, gadis itu selalu di buly karena jelek dan juga miskin.


" Rose tolong buat kan 3 ATM Bank BNP Paribas dengan saldo masing-masing 1 miliar euro dan ambil dari uang mafia, serta cairkan uang cash sebesar 1 miliar euro", perintah Ranti.


Setelah menunggu 10 Menit, ATM nya selesai, kemudian Ranti mengambil 1 ATM dan 1 botol Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh dan 1 Pill Rekonstruksi Fisik dan Jaringan Sel, 1 botol berisi 1 tetes air Surgawi, setelah itu dia mencatat aturan pakai dan efeknya saat menggunakan ketiga barang itu, terakhir Ranti meninggalkan 1 ATM BNP Paribas serta 400 ribu Euro dan Tak Lupa Ranti menulis Kalimat agar dipakai dengan Bijak, dan semoga kuliahnya bisa sukses.


Selesai dari kamar gadis itu, Ranti memasuki kamar yang di tempati suami istri itu dan meninggalkan masing-masing sama dengan barang yang diberikan Ranti kepada gadis itu, juga Ranti tinggalkan 2 ATM masing-masing 1 miliar Euro dan uang cash 600 ribu euro.


Ranti juga menulis sebuah surat agar segera pindah dari rumah itu ke alamat yang sudah di tulis Ranti, Rose di perintahkan Ranti untuk membeli sebuah rumah di pinggiran Kota Paris, full furnished dan 2 mobil Renault Megane.


Selesai memberikan mereka hadiah, kembali Ranti menulis kalimat mengucapkan selamat Natal kepada keluarga itu, dan bergegas Pergi, Ranti terbang menuju Pelabuhan, untuk menggagalkan penyeludupan narkoba, juga sebagai pesan kepada para mafia.


Dengan cepat Ranti memindai seluruh kapal yang di tandai aplikasi Mata Dewa dan benar adanya, terdapat 3 Kapal kecil berisi 150 kg narkoba.


Tak menunggu lama Ranti segera mengaktifkan Drone dan memerintahkan agar segera menenggelamkan ketiga kapal itu.


Drone yang mendapatkan perintah segera terbang menuju kearah 3 kapal itu dan mulai merusak lambung kapal dan mesin, Ranti sendiri duduk di atas atap bangunan dan melihat kearah 3 kapal itu yang Secara perlahan mulai tenggelam.


Drone keluar dari ketiga kapal itu dan Kembali ke Ranti, Ranti sendiri duduk dengan santai sambil melihat kericuhan yang terjadi, para anggota Mafia sibuk menelpon bosnya.


Sejam kemudian bosnya datang dan mulai bertanya kepada anak buahnya, kemudian dia menyuruh orang agar menyelam untuk menyelamatkan narkoba yang tenggelam.


Mereka tidak tahu jika seluruh narkoba telah dirusak bungkusannya oleh Drone.


Selesai menonton drama para mafia, Ranti kembali ke hotel tempat dia menginap sementara, dan setelah tiba di kamarnya dia segera mandi dan berganti pakaian, kemudian istirahat.


Tepat jam 6 pagi dia kembali ke hotel tempat keluarganya menginap dan menunggu mereka di restoran hotel sambil menikmati kopi dan Sandwich.

__ADS_1


__ADS_2