SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
mana yang pantas dan mana yang tidak


__ADS_3

Mendengar ancaman dari Ranti, Aquila tak bergeming kemudian tertawa, hahahaha


Siapa ingin bertemu lagi manusia rendahan seperti kamu, dilihat segi mana kamu bisa bertemu denganku, sombongnya


Ranti membalas, tunggu saja katakan pada ayahmu, " Tak lama lagi akan datang dan menghitung hutang ayahmu, ingat itu ", ancam Ranti sekali lagi


Aquila yang geram memanggil security, " penjaga usir perempuan ini dari hotel, tidak pantas dia berada disini...


Security bingung karena yang mau diusir adalah tamu, salah satu pegawai berusaha menenangkan Aquila, " maaf Non Aquila, wanita itu adalah Tamu di kamar VIP, jika kita mengusirnya bagaimana kalau tersebar ke media" ?


Aquila, memangnya dia siapa!, hingga kalian harus takut kepadanya, hardik Aquila


Hohoho.. tenang tuan Putri, santai, santai... nanti make up tebal mu hancur, ejek Ranti pada Aquila


Seruni yang melihat Ranti tidak takut dengan bos mereka, agak merinding, namun perlahan dia berdiri dan mendekati Ranti dan Niko


Aquila yang melihat Seruni akrab dengan Ranti, seketika emosinya naik lagi


Hei kamu siapa ?


Maaf Non saya ...saya... seruni tak bisa berkata-kata


Kalian pergi dari sini muak saya melihat orang-orang rendahan seperti kalian disini, kata Aquila


Dan tak disangka oleh Aquila adalah pernyataan dari Seruni, " kami rendahan di mata kamu yang kaya tapi tanpa kami apa kamu mampu mengurus hotel ini" .


Para pegawai tercengang...


Lanjut Seruni, kami rendahan di mata kamu tapi Dimata keluarga, kami adalah orang -orang yang berharga, ijinkan saya bertanya, apakah anda bisa bekerja semalaman seperti kami, apakah anda mampu mencuci pakaian anda sendiri,?


Mas Niko ayo kita pulang, kita memang tidak pantas berada didekat orang kaya seperti dia, meskipun kita miskin tapi harga diri kita lebih penting.


Saya Seruni mulai hari ini juga saya berhenti dari hotel ini!


Sontak pernyataan Seruni, membuat para pegawai tersentak, mereka tau Seruni dan Niko adalah termasuk pegawai yang rajin.


Widya hanya bisa diam dan bangga dengan Putrinya, hidup susah memang sudah biasa mereka jalani, dan masih banyak pekerjaan yang bisa mereka kerjakan, begitulah pikiran Widya.


Ranti mengatakan, para petugas hotel sekalian terimakasih sudah melayani saya, hotel kalian sangat bagus dan pelayanannya juga bagus, tapi sayang pemiliknya mengusir saya dari sini. Kalau kata tuan Putri kalian adalah pegawai rendahan dan tidak pantas, untuk apa kalian bekerja dengan orang tidak menghargai tenaga dan harga diri kalian.


Disaat suasana hening, keluarga Ryan datang, dan menyapa, selamat pagi Nona Ranti, maaf saya terlambat, apakah kita langsung berangkat sekarang.


selamat pagi juga pak Ryan, kita berangkat sekarang tapi saya bawa mobil sendiri, karena selesai dari RS, saya mau langsung kembali ke Bandung.


Oh baiklah


Seruni, Bu Widya dan Niko, saya pergi dulu nanti saya telpon kalau urusan sudah selesai, nanti tunggu saya di Grage Mall jam makan siang.


terimakasih Nona, jawab Bu Widya

__ADS_1


Aquila yang masih berada di lobby, sayup-sayup terdengar lagi ribut dengan seorang laki-laki, Ranti yang pendengarannya tajam, mendengar bahwa orang yang ribut dengan Aquila, adalah laki-laki yang menghamili Aquila.


Ranti mengikuti pak Ryan, ke RS Gunung Jati Cirebon,. Ranti akan mengobati ayah pak Ryan. Mobil sewaan Ranti di bawa supir keluarga pak Ryan, sedangkan pak Ryan menyetir mobil yang di Ranti dan istrinya.


20 menit, kemudian mereka sudah sampai di RS, dan langsung menuju ke ruangan orang tua pak Ryan.


Begitu tiba di ruangan, saudara-saudara dari pak Ryan nampak bersedih, Pak Ryan bertanya bagaimana kondisi ayah, pada adiknya, jawab adiknya, kata dokter hari ini juga harus segera di rujuk ke Bandung.


Mendengar adiknya mengatakan ayahnya harus di rujuk ke Bandung, membuat suasana hati pak Ryan jadi murung, tapi dengan cepat dia bangkit dan berkata kepada saudara- saudaranya.


Kenalkan Nona Ranti adalah teman saya dan istri, dia bisa membantu membantu ayah kita.


Adik Ryan, dokter ahli saja mengatakan bahwa ayah kita harus di rujuk, dan itupun belum tentu berhasil maksimal, kata kakak dari pak Ryan


Mas Ryan, bukan kami tidak percaya, tapi tolong jangan berikan harapan kosong, kita tau kondisi ayah, ungkap Marni adik perempuan pak Ryan


Ranti, buka Suara, Om dan Tante, nama saya Ranti dan saya tinggal di Surabaya, saya di Cirebon ada urusan dan kebetulan ketemu dengan pak Ryan dan istrinya, dan mereka mengatakan kalau ayah mereka sakit.


Maaf, mohon ijin perkenankan saya memeriksa kondisi orangtua kalian, toh proses tunjukkan juga belum selesai, beri waktu saya setengah jam, jika orang tua kalian tidak bisa saya sembuhkan, kalian masih punya waktu untuk membawanya ke RS di Bandung.


mereka saling menatap satu sama lain, Ryan berkata tolong ijinkan nona Ranti untuk mencobanya


Saudara - saudara pak Ryan masih bingung akan keputusan mereka, di pintu ruangan dokter dan perawat tiba dan langsung berkata, maaf pak 1 jam lagi pasien akan segera kita rujuk ke RS Bandung, keluarga setuju silahkan tanda tangan dan kabari kami, kata dokter itu dan dia undur diri bersama perawat.


Pak Ryan bertanya lagi, jadi bagaiman keputusan kalian?


Nona Ranti, bagaimana menurutmu penyakit ayah kami, Marni buka suara


Apakah saya boleh mencoba membantu ayah kalian atau bagaimana? Ranti bertanya meyakinkan


Silahkan Nona, kami sudah pasrah, kami yang sibuk akhirnya kami melalaikan orangtua kami, tolong bantu kami, jawab Marni dan di anggukin oleh saudaranya yang lain..


Saya akan mencoba dengan akupuntur, dan lanjutannya adalah minuman obat herbal, Ranti segera menulis jenis bahan yang harus di siapkan oleh mereka dan cara membuatnya, sebenarnya dengan teknik akupuntur saja, sudah bisa menyembuhkan total tapi karena beberapa hal jadi Ranti menambahkan dengan herbal.


Pak Ryan tolong buka lepaskan baju bagian atas atas ayah pak Ryan, setelah semua perintah di kerjakan, Ranti mulai melakukan terapi nya.


Ranti membuka Ransel nya dan mengambil jarum mata dewa, dan ini kali pertama dia mengobati orang dengan ketrampilan pengobatan kuno dan teknik akupuntur kuno


Baru saja Ranti mau memulai nya, seorang kerabat pak Ryan nampak sudah bahagia dan berkata, ayah kalian pasti tertolong, teknik ini sudah lama saya dengar, akhirnya saya bisa melihatnya. maaf nona apa ini jarum mata dewa ? tanya kerabat pak Ryan


Benar ini jarum mata dewa, darimana bapak mengetahuinya ? tanya Ranti


Teman-teman saya sering membicarakannya, bahwa teknik ini berbeda dengan akupuntur yang biasa digunakan oleh ahli akupuntur yang ada, saya juga bisa akupuntur namun tidak dikatakan ahli, karena saya tau beberapa titik saja.


Baiklah Nona tolong perlihatkan pada kami keajaiban teknik ini, dan sembuhkan lah saudaraku ini, saya mohon


Baiklah, bapak boleh bantu saya mari mendekatkan, tolong pegang gelas ini, Ranti akan mencelupkan jarum ke air surgawi baru menusuk ke titik akupuntur, dalam waktu singkat 16 jarum sudah berada pada tubuh ayahnya pak Ryan, seketika raut wajah nya sudah mulai nampak kemerahan, jari tangan dan kaki sudah mulai ada gerakan, setelah 16 jarum membuka semu jaringan, dan terakhir adalah yang utama 9 jarum mata dewa dan ini proses yang paling krusial, Ranti membuka sekali gulungan yang berisi 9 jarum yang mengkilap, dan mulai beraksi, setelah sembilan jarum berhasil masuk ke titik-titik akupuntur, semua yang berada dalam ruangan menunggu dengan harap-harap cemas.


Ranti berkata masalah sudah selesai 5 menit lagi jarum akan saya angkat, tolong siapkan baskom, dan 5 menit berlalu, kemudian Ranti mengangkat jarum-jarum tersebut, seketika ayahnya pak Ryan langsung muntah dan mengeluarkan keringat dan wajahnya sudah kembali normal.

__ADS_1


Semua langsung berbahagia dan membungkuk, " terimakasih Nona sudah menyembuhkan ayah kami, suasana haru, di kagetkan dengan suara ayah mereka, " dimana pakaian ku, ruangan ini sangat dingin", kalian ini..


Mereka saudara bersaudara di buat salah tingkah oleh ayah mereka.


" maafkan kami ayah", dan syukurlah ayah sudah sehat, Marni sesenggukan menangis bahagia melihat ayahnya sehat kembali dan berkata ayah, saya dan suami, akan tinggal dengan ayah mulai sekarang.


Baiklah putriku, mana suamimu, tanya ayah Marni


"saya disini ayah", maafkan aku, ucap suami Marni


Ayah mereka berkata, ayah yang salah tak menjaga diri dengan baik, sejak ibu kalian meninggal, ayah seolah kehilangan semuanya, ayah lupa kalau ayah masih ada kalian dan cucu-cucu.


Pak Ryan angkat bicara, ayah Nona Ranti yang menyembuhkan ayah, dia tinggal di Surabaya.


Oh jadi Ryan kamu sengaja membawa ahli buat ayah, tanya ayahnya penasaran, namun agak mencurigai ada maksud lain..


Maaf ayah kami tidak sengaja bertemu di kereta Surabaya- Cirebon, nona Ranti ada urusan disini, kami bercerita dan kami mengatakan tujuan kami kesini, maaf saya dan istri tidak punya tujuan apapun, kecuali berharap ayah sembuh..


Alasan saja kamu biar ayah percaya sama kamu, sudah kamu keluar sekarang, ada kamu atau tidak disini itu tidak penting buat saya. Ajak istrimu dan kembalilah ke tempat kalian berasal, dan jangan tambah kesal melihat kalian berdua disini, ketus ayahnya pak Ryan.


Saudara-saudara pak Ryan akan bicara, " ayah maafkanlah mas Ryan, apa salah kakak ipar sama ayah, ? apa ayah masih persoalkan status kakak ipar anak mbok Sri, ayah biarpun kakak ipar anak pembantu kita tapi lihatlah, mas Ryan bahagia, mas Ryan sudah bertobat tidak seperti dulu, itu berarti kakak ipar berhasil membuat mas Ryan berubah, ayah tolonglah sampai kapan ayah membenci mereka, kata Marni sedih


Adik Ryan dan adik ipar maafkan ayah kita, sabar ya kakak dan adik Marni akan selalu mendukung kalian...


Ranti yang mendengar pak Ryan di usir ayahnya, mau tidak mau angkat bicara, " maaf tuan yang terhormat" saya datang kesini dan membantu anda karena saya melihat ketulusan pak Ryan dan istrinya, hari ini saya sudah membantu anda untuk sembuh tapi saya tidak menjamin penyakit anda untuk tidak kambuh lagi. ingat didunia ini 99% manusia diserang stroke hanya ada 2 kemungkinan, mati atau setengah mati. Kalau mati selesai masalahnya, tapi kalau setengah mati, maka anda akan merepotkan anak-anak anda bahkan cucu anda.


Pak Ryan anda sangat hebat, jujur saja hari ini harusnya saya akan melanjutkan pengobatan ayahmu tahap 2 dengan obat herbal yang akan saya buatkan untuk ayah pak Ryan. tapi maaf saya punya prinsip siapapun yang tidak tahu terimakasih dan tidak menghargai usaha orang maka dia tidak layak menerima bantuan ku.


anggap saja bantuan saya ini adalah ucapan terimakasih saya buat pak Ryan dan istri karena sudah bantu saya di kereta, ini hadiah saya untuk kalian berdua, Ranti memberikan 2 butir pil surgawi, pak Ryan ingat baik- baik pil ini disebut pil surgawi dan hanya saya yang memilikinya, saya berikan kepada kalian untuk berjaga- jaga di kemudian hari. Dan jangan berikan kepada ayah mu yang kejam.


Tuan yang terhormat, kematian istrimu disebabkan oleh kelalaian mu yang tiap malam mabok, kecelakaan terjadi karena pak Ryan waktu dipaksa olehmu sendiri untuk mengantar istrimu ke kantor. Pak Ryan waktu itu belum lancar menyetir mobil tapi karena anda masih dalam pengaruh alkohol jadi anda memaksanya.


Kamu tahu darimana saya yang memaksa Ryan, apakah anak durhaka ini yang bercerita kepadamu..


Maaf tuan besar, pak Ryan tidak bercerita apa-apa, dan semua anakmu juga tau kalau anda yang memaksanya bukan...


ah.. sudahlah saya permisi, 3 hari lagi kondisi anda akan kembali seperti saat saya datang, dan silahkan rujuk ke Bandung.


Mendengar ucapan Ranti, mereka semua terdiam, Ryan juga yang sudah tak tahan di salahkan ayahnya bertahun-tahun bahkan istri dan anaknya tidak dihargai, soal harta saja dia tidak di hitung oleh ayahnya, jadi diapun sudah pasrah.


Ayah maafkan saya dan istri saya dan saya berjanji tidak akan pernah lagi kembali ke sini, mulai hari ini saya akan menggunakan nama belakang mama, Pak Ryan dan istrinya pun langsung pergi.


Ranti tidak habis pikir punya orang tua yang tega seperti ayahnya pak Ryan, seketika suara sistem terdengar,


* Tuan banyak manusia yang egois seperti itu, apa yang Tuan lakukan sudah benar, bantulah orang yang berhati baik, tuan tenang saja, kedepannya tuan pasti akan mengerti siapa yang layak dibantu dan siapa yang pantas di hukum, Rose mengakhiri omongannya*


" terimakasih Rose"


*Sama-sama Tuan*

__ADS_1


Setelah sampai di parkiran dia mendengar saudara-saudara pak Ryan memanggilnya.


Nona tunggu...


__ADS_2