
Dengan menggunakan mata semesta Ranti memindai gedung itu, lantai demi lantai, sesuai penglihatannya bahwa tidak ada satupun orang yang berada di dalam gedung itu.
Ranti mengaktifkan Armor Transparan Mode Stealth dan melangkah kearah gedung, setelah melewati pos security, Ranti segera membuat Array Pelindung Ilusi dan memblokirnya agar tidak terdengar bunyi apapun.
Dengan menggunakan Elemen Api, Ranti meletakkan tangannya di tembok gedung itu, dia juga menggunakan jarum Black Soul agar proses pembakaran gedung lebih cepat.
Setelah api mulai menjalar, Ranti mengaktifkan elemen angin, dia membuat angin tornado dan di gabungkan dengan Api putih.
Ranti keluar dari dari area gedung dan menuju ke mobilnya, Ranti melihat api hitam sementara membakar sedangkan Api berbentuk tornado menambah dan meningkatkan suhu panas.
Sudah 30 menit gedung itu mulai ambruk perlahan-lahan, setelah menunggu 30 menit lagi gedung 6 lantai itu telah rata dengan tanah.
Sentuhan akhir Ranti menggunakan elemen Tanah untuk mengubur puing-puing gedung itu.
Sebagai sentuhan pemanis di lahan yang sudah kosong, dan dari dalam tanah tumbuh rumput dan tanaman hias yang cantik.
Rose yang tak mau kalah dari Ranti, dengan isengnya dia menambahkan pendopo lengkap dengan beberapa set meja dan kursi.
Ranti tersenyum melihat keisengan Rose, Ranti tidak langsung menghilangkan Array Pelindung Ilusi, dia membiarkannya hingga pagi sebelum matahari bersinar.
Kini di sudut jalan itu akan ada taman dan pendopo yang cantik dengan rumput hijau dan beraneka ragam bunga.
Selesai dari gedung Setiawan, Ranti berpindah ke Gedung milik Sumitro, dengan gedung utama 5 lantai dan 1 Gedung serbaguna, yang biasa dipakai untuk acara nikahan, luas lahan yang luas membuat ke dua gedung itu terlihat sangat bagus.
Kali ini Ranti tidak mau berlama-lama, Array Pelindung Ilusi Segera dia aktifkan, memblokir kebisingan.
Dengan masih menggunakan Armor Transparan Mode Stealth, Ranti memasuki area kedua Gedung itu.
Ranti melihat ada beberapa Security yang berjaga-jaga. Dengan Mind Ruler, Ranti memerintahkan mereka agar ke pos yang berada di pintu masuk.
Setelah semua Security berada dalam pos, Ranti memerintahkan mereka untuk tidur.
Saat area kedua Gedung itu benar-benar sudah tidak ada orang.
Ranti menghentakkan kakinya dia mengaktifkan elemen Tanah dan air
Dalam beberapa detik terlihat tanah mulai bergerak di sekeliling kedua gedung itu dan lumpur mulai menghisap kedua gedung itu.
Sementara di area parkiran Ranti yang dibantu Rose membuat taman dan mempercantik pepohonan yang ada, kedua gedung masih terus tenggelam, dan saat yang sama taman-taman mulai selesai, dari gerbang masuk, Ranti dan rose membuat kolam air mancur.
Gedung serbaguna sudah tenggelam sempurna, dan di ganti dengan tumbuhnya rumput yang hijau, Ranti dan Rose membuat lahan itu menjadi hijau dihiasi dengan tanaman yang sangat Indah, kini gedung perkantoran juga sudah tenggelam dengan sempurna, gedung berada persis di tengah lahan, membuat Ranti berpikir agar di buatkan pendopo.
Tak butuh waktu lama, hanya 10 menit Pendopo dengan model klasik dan di hiasi dengan ornamen klasik, di percantik dengan 3 set meja kursi.
Pendopo yang simetris dengan kolam air mancur menambah kesan yang indah dan mewah.
Tidak hanya itu, Pagar dan pintu gerbang juga di perbaiki dengan model yang sama, di gerbang di tambahkan gapura dengan tinggi 5 meter yang berfungsi juga sebagai pos security.
Ranti senang melihat perbuatannya, dan sambil tersenyum dia berkata dalam hati, " Taman yang Indah",
Selesai mengagumi perbuatannya, Ranti melajukan mobilnya ke arah gedung perkantoran William.
Gedung yang berada di seberang jalan Mall Galaxy, terlihat tertata rapi, ada baiknya tempat ini di buatkan tempat nongkrong dan buatkan Suro dan Boyo.
Gedung yang berdiri di lahan 1 hektar dengan tinggi bangunan 12 lantai membuat gedung ini termasuk dalam gedung perkantoran yang megah, disinilah pusat kendali usaha Keluarga William, yang masuk daftar orang-orang kaya di Indonesia.
Ranti segera mempersiapkan semuanya, Armor Transparan Mode Stealth, Jarum Es Abadi, untuk membekukan 5 lantai atas Gedung dan Jarum Black Soul, kemudian Array Pelindung Ilusi dan Array Pelindung Suara.
Ranti memindai seluruh lantai gedung hingga parkiran bawah tanah, ternyata tidak ada satupun manusia disana, namun dia melihat ada 2 Brankas tersimpan di dalam sebuah ruangan.
__ADS_1
" Rose bagaimana cara mengambil ke dua brankas itu dengan cepat.
* Gunakan sarung tangan yang pernah tuan pakai untuk masuk ke Rumah zaman Belanda, jawab Rose
" Baiklah, dengan segera Ranti masuk ke Gedung itu dan dan naik ke lantai 3, tempat brankas itu berada.
Ranti menempelkan telapak tangan nya dan seketika dia sudah berada dalam naungan brankas itu. tanpa basa-basi, Ranti memindainya alat pengaman dari brankas itu alat penghubung ke alarm segera di alihkan dan di samarkan.
Sedangkan pengait yang tertancap di lantai langsung di cairkan semua proses hanya 15 menit, sedang di lantai 12 dan 11, Es Abadi sudah Mulai membekukan nya.
Setelah kedua Brankas itu terbebas dari pengamannya, Ranti langsung memasukkan ke Cincin Semesta.
Dia bergegas turun ke lantai dasar dan keluar dari gedung itu.
Para Security yang sudah tertidur itu, tidak lagi mengetahui apa yang sedang terjadi.
Lima lantai teratas gedung sudah berubah menjadi Es, Ranti yang segera menyelesaikan pekerjaannya, dengan segera mengeluarkan semua jarum black soul dan api hitam dan putih segera dia aktifkan bersamaan.
Angi berbetuk tornado membungkus gedung itu seperti kepompong hingga membuat gedung yang tersisa 7 lantai itu terpanggang namun tidak terlihat nyala api.
Dari awal proses kini sudah 1 jam, dan secara bersamaan, Ranti dan Rose mulai membuat, beberapa gazebo untuk nongkrong, tempat duduk dari batu, Taman-taman yang ada di percantik serta membuat taman yang baru, di area samping yang berfungsi sebagai parkiran, tanahnya di bongkar habis hingga tumbuh rerumputan dan di bangun tempat bermain anak-anak.
Gedung terus terbakar, Ranti juga terus menata lahan itu, di juga membuat kolam ikan, dan langsung ada ikannya dan kali ini dia melepas ikan koi.
Setelah gedung selesai terbakar, dan dengan sekali sentakan kaki tanah langsung menyedot puing - puing gedung itu.
Ranti membuat pendopo agak ke belakang dari lokasi gedung agar tamannya menjadi luas, gazebo di bangun hingga ada 10 buah, tepat pukul 3 dini hari pekerjaan nya selesai.
Tak lupa dia mengambil foto before after, melengkapi kedua foto yang sama dari gedung Setiawan dan Sumitro.
Ranti langsung bergegas kembali kerumah nya, dan tiba jam 4 pagi, dengan masih menggunakan Armor Transparan Mode Stealth dan sarung tangan pemindah dia masuk dalam rumah dan langsung kekamarnya tanpa membuka pintu.
Saat di buka ternyata isinya adalah uang tunai miliaran, dokumen dan beberapa barang berharga lainnya, bahkan ada selusin anggur yang harganya ratusan juta.
Selesai dengan semua itu, Ranti membuka semua bajunya dan berendam di sungai surgawi sambil mengaktifkan elemen api.
Dia memejamkan matanya sejenak dan merilekskan seluruh badannya, sekitar 30 Menit dia berendam kemudian dia memakai pakaian dan duduk di gazebo sambil menikmati minuman herbal hangat dan cemilan favorit nya.
Uang miliaran rupiah itu di masukkan ke dalam Cincin Semesta, sementara Ranti masih menikmati cemilannya, Aplikasi Mata Dewa sedang mengumpulkan data-data karyawan yang bekerja di 3 perusahaan itu, total karyawan yang bekerja berjumlah 1000 orang.
" Rose setelah masalah ini agak tenang, silahkan ambil rampasan dan Transfer ke 5000 orang karyawan, masing-masing 2 milyar, agar mereka masih bisa hidup dengan baik, karena di pastikan ke 3 perusahaan ini akan tutup dalam jangka waktu yang lama.
Minimal saya tidak membiarkan karyawan mereka hidup menderita karena tidak ada penghasilan, uang 2 milyar, bisa mereka jadikan usaha di kemudian hari, atau sebagai dana talangan sebelum mereka mendapatkan pekerjaan.
Waktu sudah menunjukkan 6 pagi, Ranti membuka tabletnya, dan melihat pantauan aplikasi Mata Dewa, ternyata Surabaya kembali di hebohkan dengan kembali menghilangnya 3 gedung dan berganti dengan Pendopo dan taman yang indah serta sangat cantik.
Security yang bertugas di 3 gedung itu, terkejut melihat apa yang terjadi ketika mereka bangun, bahkan pos mereka berubah menjadi sangat bagus dan rapi.
Para Security itu melaporkan ke Komandan mereka, dan mengirimkan foto-foto sebagai bukti.
Ranti melihat semua tindakannya itu dengan tertawa kecil.
* Tuan, ini adalah cara menghukum terunik sepanjang Rose mengikuti Tuan- tuan yang terdahulu, anda memang kreatif Tuan, Bahkan Absolute Supreme Divine, tersenyum melihat tindakan anda, yang kejam tapi tetap mampu menguasai situasi, bahkan tuan memikirkan nasib karyawan mereka, ucap Rose bahagia.
" Terimakasih Rose, kamu juga turut membantu dalam eksekusi ini, ujar Ranti
* Rose melihat tuan akan kehabisan waktu, Rose takut tuan akan mengerahkan kekuatan penuh, untuk menghindarinya, lebih baik Rose membantu mempercepat proses eksekusi", ucap Rose.
Terdengar suara ketukan pintu kamarnya, Ranti bergegas membuka pintu ternyata Bu Likha yang datang untuk membangunkannya.
__ADS_1
Ranti langsing berganti pakaian seragam dan turun ke lantai bawah dan menuju meja makan.
Selesai sarapan Ranti dan saudara- saudaranya berangkat ke sekolah, mereka melewati gedung Sumitro yang sudah sudah di padati warga sekitar, ada yang datang untuk berfoto dan ada yang datang untuk melihat fenomena yang terjadi.
Para petugas kepolisian juga turut serta, para Security sudah di mintai keterangan, tapi mereka juga bingung, saat datang bertugas, gedung masih ada, namun saat pagi hari mereka tidak lagi melihat gedung perkantoran, dan sudah berganti menjadi Taman.
Ranti tiba di sekolah hampir terlambat, karena jalanan sangat macet.
" Kak Armando nanti pulang sekolah kita mampir disini ya, Salma ingin berfoto buat Instagram, ujar Salma.
" Nanti Sore saja kita jalan kesini, pasti ramai dan juga tidak panas, usul Armando
" Oh ya sudah kak, tapi ijin dulu ke kakak semuanya, ujar Salma.
Disekolah juga ramai di perbincangkan, Tiara yang melewati gedung Setiawan, juga membicarakan tentang gedung Setiawan yang berubah jadi taman dalam semalam.
Ditempat lain, tepatnya di kediaman Sumitro, Aldino dan ibunya kebingungan, bagaimana tidak sekretaris mereka dan pengelola gedung serbaguna menerima telpon dari beberapa orang yang sudah menyewa gedung pertemuan itu untuk acara pernikahan, meminta uangnya dikembalikan.
Tak berhenti sampai disitu, para pemegang saham juga sudah langsung menyatakan sikap untuk menarik semua saham mereka.
Di kediaman William juga berlaku hal yang sama, mereka memanggil seluruh keluarga nya untuk rapat darurat, kecuali Jerry William.
Di Jakarta, Ferdiansyah Setiawan segera menghubungi Aquino Setiawan anaknya, tapi Aquino bingung menjelaskan nya, secara dia sendiri keluar dari kantor sudah jam 7 malam.
Tapi bangun jam 7 pagi gedungnya sudah berubah menjadi Taman.
Riuh suasana kota Surabaya dengan hadirnya 3 Taman yang Indah, membuat warga Indonesia juga merasa heran, seluruh stasiun TV membahas membahas fenomena ini.
Para komentator dan pengamat spiritual, hingga paranormal pun di buat bingung.
Pada jam pembukaan bursa saham, saham 3 perusahaan itu langsung merangsek ke posisi terbawah.
Makin hancur ketiga keluarga itu, ditambah lagi uang perusahaan sudah kosong,
* Tuan ketiga keluarga itu sudah kebingungan, apa tuan ingin membeli ketiga lahan itu, tanya Rose.
" Hahahaha kita beli saja pakai uang mereka dan serahkan lahan itu kepada Pemkot Surabaya untuk di kelola, ujar Ranti
* Baiklah tuan kita lihat saja nanti, ucap Rose.
Pada jam istirahat, Ranti menghubungi Rendi, agar siap-siap untuk membeli semua saham Keluarga William dan Sumitro, kalau Setiawan biarkan saja.
Ketiga keluarga mengaku mengalami kerugian puluhan triliun, mereka melaporkan agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan tentang hilangnya uang kantor.
Para karyawan sudah pasrah, pihak perusahaan pasti akan mengadakan PHK besar-besaran.
Dan benar saja, ketiga perusahaan itu mengadakan konferensi pers, menyatakan bahwa mereka harus mengambil keputusan yang sulit yaitu memberhentikan sebagian besar karyawan mereka.
Untung saja Ranti tidak menghancurkan Pabrik mereka, jadi walaupun mereka akan kesulitan untuk bangkit namun keluarga itu, masih bisa hidup.
Ranti belum berpikir untuk mengambil harta Pribadi mereka, bahkan Ranti masih ingin membantu dengan membeli saham-saham yang di jual murah juga saham yang akan ditarik oleh pemegang saham.
Artinya kedua perusahaan itu masih bisa berjalan, karena lini produksi mereka masih berjalan.
Kepala Keluarga William menelpon Jerry William, mereka bertanya apakah ada koleganya yang mampu menerima saham dari pemegang saham yang ingin menariknya.
Jerry William menjawab tunggu nanti sore saja dia akan membicarakan dengan temannya ( Ranti ).
Jerry William mengirim pesan ke Ranti perihal omongan keluarga besarnya, Ranti hanya menjawab nanti sore kalau dia sudah pulang sekolah.
__ADS_1
Keluarga Sumitro, meminta saran ke Keluarga William, dan Keluarga William hanya menjawab bahwa mereka lagi menunggu Jerry William menghubungi temannya dan Sore ini katanya akan di berikan kepastian.