
Selesai Rapat, Ranti mendatangi proyek pembangunan gedung Panti, disana dia bertemu dengan para pekerja yang sedang beristirahat.
Terlihat pembangunan Gedung itu sudah mulai menyusun bata, tapi ada sesuatu yang membuat Ranti bingung, kenapa para pekerja terlihat kurang bersemangat.
" Halo selamat siang bapak-bapak, kenapa kalian terlihat pada tidak semangat bekerja", tanya Ranti.
" Tidak apa-apa Nona, kami hanya berpikir mau berhenti bekerja", ujar mereka.
" Ada masalah apa sampai kalian mau berhenti?" tanya Ranti.
" Kami di janjikan upah 125 ribu, ada makan siang serta dapat mess, tapi ternyata tidak tidak sesuai dengan omongannya, kamu hanya di bayar 80 ribu dan tempat tinggal serta makan siang beli sendiri", ujar mereka.
" Oh begitu, apa kalian sudah bicarakan dengan mandornya tanya Ranti.
" Sudah, tapi kata mandor, upahnya memang segitu dan tidak ada fasilitas lain, sebenarnya bukan kami protes masalah gaji dan fasilitasnya tapi omongannya waktu merekrut kami dari kampung", ujar mereka.
" Kalian bekerja saja, nanti setiap Minggu saya tambah kekurangannya dan untuk makan siang kalian, nanti saya suruh ibu Kantin menyediakan untuk kalian, soal tempat tinggal kalian nanti saya bayarkan, tapi kalian diam-diam saja dulu", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona, ujar mereka".
" Nah ini buat kalian bersepuluh saya kasih seorang 2 juta untuk makan siang, sebulan, kalian langsung bayar saja ke ibu Kantin, dan ini uang untuk sewa rumah tinggal 10 juta buat 6 bulan", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona, kembali para pekerja itu berterimakasih".
" Ya sudah tolong semangat bekerja, nanti bukan depan akan ada yang datang untuk memberikan uang makan kalian, Serta sisa upah harian Kalian", ujar Ranti dan langsung meninggalkan Proyek itu.
Para pekerja merasa sangat senang, hingga terlihat semangat mereka dan segera bekerja kembali.
Sampai di mobil, Ranti menghubungi Tiara yang masih berbaring di ranjang disampingnya duduk Robin yang setia menunggunya.
" Halo Tiara, bagaimana keadaan kamu?" tanya Ranti.
" Sudah lumayan, ibuku lagi urus untuk bisa pulang Sore ini atau besok pagi", uang Tiara.
" Terus kamu dan Om siapa temani di kamar?" tanya Ranti.
" Disini ada kakak gantengmu dari pagi sudah menemaniku",ujar Tiara.
" Syukurlah, ya sudah, tunggu saja aku kesana sekarang", ujar Ranti.
" Oke, tapi tolong belikan apel ya", ujar Tiara.
" Baiklah, nanti aku bawa 1 truk", balas Ranti sambil bercanda.
" Dasar kamu itu, kan karena ketawa lukanya bikin aku jadi sakit, awas nanti kamu di omelin sama kakak mu", ujar Tiara.
" Ya sudah tunggu ya", ujar Ranti dan. langsung beranjak, dan menuju ke Supermarket DAMKAR.
Sambil menyetir mobil Ranti mendapat informasi dari Rose bahwa beberapa tahun depan akan ada banyak negara yang akan bangkrut, mereka sulit mendapatkan pinjaman luar negeri, tapi menurut Rose justru kesempatan Tuan untuk membantu negara - negara itu, RPS Development Bank bisa menjadi bank yang yang besar", ujar Rose.
" Oke baiklah, saya akan perintahkan Yoga agar segera menjajaki negara-negara yang rentan mulai dari sekarang", uang Ranti.
* Benar Tuan, itu langkah yang bagus", ujar Rose.
__ADS_1
Ranti menghubungi segera menghubungi yoga agar Segera menjajaki beberapa negara yang rentan jika krisis global melanda.
Ranti juga menghubungi Hasto dan Neil di Palu Sulawesi Tengah, Ranti menanyakan progres pembongkaran lahan dan persiapan lahan untuk perkebunan dan juga sawah, tapi Hasto menjawab bahwa, lahan baru bisa di gunakan pada awal Januari tahun depan, karena yang di bongkar baru sampai pada 150 hektar, target hingga Desember 1000 hektar, untuk sawah dan ladang jagung.
" Lalu bagaimana dengan kayu hasil pembabatan hutannya, apakah ada masalah dengan pemerintah setempat", tanya Ranti.
" Tidak ada Nona, kita jual ke pemerintah dengan harga di bawah pasar dan dana dari kayu sebagian kami gunakan untuk Pembangunan beberapa sementara bagi pekerja serta untuk persediaan logistik makanan, jadi aman-aman saja, laporan mingguan sudah saya kirim ke email Nona", ujar Hasto.
" Baguslah, dan kalau bisa tambah saja alat beratnya, kalau perlu tambah 10 lagi dan tambah pekerja sekitar 50 orang lagi, agar awal Desember kita sudah selesai mempersiapkan lahannya, dan awal Januari kita sudah mulai menanam", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, saya segera siapkan, begitu juga bangunan untuk pengolahan padi dan jagung serta Gudang, agar bisa selesai bersamaan", ujar Hasto.
" Bagus, Jangan lupa gudang Pupuk dan obat-obatan, dan juga kantor, bila perlu semuanya harus selesai akhir Februari tahun Depan", Perintah Ranti.
Selesai berkoordinasi dengan Hasto, Ranti juga segera menghubungi Niko dan Seruni di Garut, Pak Adam di Cirebon, agar lebih selektif dalam membuat kerjasama.
" Kira-kira tepatnya kapan krisis global itu akan terjadi?" tanya Ranti.
* Sekitar 3 tahun lagi, tapi jangan kuatir, Bank Global Intercontinental sangat kuat jadi uang anda tetap aman disana, apalagi Tuan memiliki stok emas yang sangat banyak, juga tuan belum mengambil harta Karun yang ada di dalam Peta itu", ujar Rose.
" Baiklah Rose, saya pastikan Indonesia tidak akan hancur, dan tolong percepat perkebunan sawit agar kita bisa segera berproduksi, dan akan saya simpan semuanya, untuk persiapan operasi pasar saat krisis berlangsung", ujar Ranti.
* Baik Tuan, Pabrik disana sudah tahap finishing, tinggal mesin- mesin saja yang akan Rose percepat datangnya, agar saat mesin datang kita bisa langsung produksi CPO, percayalah jika tuan terus membangun pasti perekonomian masih bisa bertahan", ujar Rose.
" oh oke aku paham Rose", Ujar Ranti.
* Perusahaan Tuan akan sanggup bertahan, justru akan berkembang, jangan sampai negara Tuan berhutang kepada pihak yang mengatur krisis ini, 3 tahun kedepan produksi peternakan dan pertanian pasti akan membantu negara ini dari dampak krisis", ujar Rose.
" Saya akan menggenjot pembukaan lahan di palu, walaupun kita hanya memproduksi tidak sampai 100 ribu ton per tahun, tapi minimal kita bisa membantu pemerintah untuk mengatasi pangan", ujar Ranti.
Obrolan Ranti dan Rose terhenti karena Ranti sudah Tiba di DAMKAR Supermarket, Ranti segera membeli buah Apel untuk Tiara dan anggur dan buah Pear buat Robin.
Setelah selesai membeli buah Ranti bergegas ke rumah sakit, namun ditengah jalan, Ranti berpikir bahwa dia harus bicarakan kepada Kakak-kakaknya agar membuat gudang darurat, untuk supermarket.
Bak sebuah kebetulan, Ranti menerima telpon dari Pak Supomo.
" Maaf mengganggu Nona Muda, di daerah saya ada lahan 50 hektare mau di jual Pemiliknya, hanya saja agak jauh dari pedesaan, ujar pak Supomo.
" Berapa harganya dan kira-kira jarak dari jalan utama berapa kilometer?' tanya Ranti.
" Harganya 60 milyar, dan jarak ke jalan utama sekitar 6 km, dan sudah ada jalan rintisan, tapi perlu di lebarkan, dan lebih dekat dengan jalan menuju ke arah Sleman, letak nya memang 10 Km ke jalan utama, dan langsung menuju Sleman atau sebaliknya", ujar Supomo.
" Agak berat di transportasi, aku pikirkan dulu, soalnya membangun jalan itu yang susah karena harus berhadapan dengan para pemilik Tanah, kalau mereka mau kita bayar gak apa-apa, tapi biasanya mereka akan menaikkan harga tanah gila-gilaan" ujar Ranti.
" Kalau itu masalahnya gampang Nona Muda, jalan rintisan itu milik pemerintah dan lebarnya 6 meter, jika tuan bekerja sama dengan pemerintah, barangkali tuan bisa menyewa lahan pemerintah yang berada persis di jalur 10 Km itu, ada yang 100 hektar, ada juga beberapa warga sekitar mau menjual lahannya, mungkin sekitar 20 hektar, itu yang berbatasan langsung dengan yang 50 hektar, dan persis berada di jalan rintisan, katanya lahan itu mau di jual 30 milyar.
Lokasi itu sangat cocok untuk peternakan ayam pedaging dan ayam petelur. ini peluang besar Nona Muda, jika Nona Muda membeli dan mejadikan lahan itu sebagai peternakan ayam pedaging dan petelur, pasti harga telur dan daging ayam di Jogja dan Jawa tengah bisa dipastikan harganya akan stabil", ujar Supomo.
" Baiklah, coba hubungi ke dua pemilik lahan dan bicarakan soal kelengkapan dokumen nya, dan satu lagi apakah di lahan itu ada sumber mata Air walau tidak besar?" tanya Ranti.
" Ada Nona Muda, ada 2 mata air yang cukup besar, tapi kedua mata air itu tidak pernah kering walau kemarau panjang, banyak warga yang sering kesana untuk ambil air jika kemarau panjang", jawab Supomo.
" Baiklah, atur saja dengan pemilik tanah dan Carikan waktu agar saya bisa bertemu dengan pemerintah untuk proses pembuatan jalan sekaligus ijin membangun peternakan", ucap Ranti.
__ADS_1
* Tuan, anda mujur jika membeli lahan itu, tempat yang sangat bagus untuk di jadikan peternakan, air disana sangat jernih, tuan hanya perlu membangun 3 bak penampungan untuk satu mata air, itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Peternakan tuan", ujar Rose.
" Baiklah, saya akan membelinya dan segera membangun membangun, itu berarti produksi pakan ternak juga harus kita kembangkan lebih baik lagi agar hasil telur dan daging ayam kita berkualitas Baik", jawab Ranti.
" Itu benar Tuan, jangan kuatir Tuan sistem menyediakan teknologi canggih untuk peternakan Tuan, bahkan ada robot canggih yang akan memantau ayam- ayam itu 24 jam dan juga Rose memiliki serum khusus ayam unggul, yang bisa bertelur 350 butir pertahun.
Di lahan sebesar itu tuan bisa beternak 500 ribu ekor ayam petelur dan 400 ribu ekor ayam pedaging, selain bisa di jual untuk Umum, produksinya bisa untuk bahan baku di Food Excellent, artinya Tuan tidak akan bergantung pada peternakan lainnya", ujar Rose.
" Saya hanya kuatir saat krisis datang semua harga bahan pokok akan melambung tinggi, apalagi para tukang timbun barang", Ujar Ranti.
* Waktu masih ada, jadi segera eksekusi pembelian lahan itu, agar 2 tahun kemudian Tuan sudah bisa berproduksi maksimal dan saat datangnya krisis Tuan sudah siap membantu pemerintah, 70 hektar lahan itu lahan itu sudah sangat cukup untuk membantu menstabilkan harga di wilayah Jogja dan Jawa tengah", ujar Rose.
" Baiklah Rose, saya ingin bangun juga bangun RPA ( Rumah Potong Ayam), ujar Ranti.
* Untuk peternakan besar, memang harus ada itu Tuan, jadikan bisa ke Surabaya dengan jumlah yang lebih besar, dan yang menjadi nilai tambah adalah kualitas telur yang bagus dengan kualitas ekspor, begitu juga dengan daging, tentunya tuan harus menyediakan pakan ternak yang berkualitas", ujar Rose.
" Terimakasih Rose atas sarannya".
* Sama-sama Tuan".
Ranti tiba rumah sakit dan langsung menuju ke ruang rawat VIP Tiara dan Pak Pribadi.
" Ini pesanannya, awas gak habis", ujar Ranti.
" Terimakasih ya", ujar Tiara.
" Mana kakakku ? tanya Ranti.
" Dia ke kantin cari kopi dan cemilan", uang Tiara.
" Oh , lalu kamu kapan keluar tanya Ranti.
" Kata sore ini sudah pulang, hanya mereka sarankan besok jam 9 pagi saja setelah pemeriksaan besok, ujar Tiara.
" Ya sudah besok pagi saja, nanti di rumah aku obati agar kembali seperti biasa, dan hari jumat kita bisa ke Singapura", ujar Ranti.
" Ya sudah aku ikut saja saranmu", Ujar Tiara.
" Dek, udah lama nyampe ya?" tanya Robin.
" Baru 10 menit, dan ini buah untuk kakak", ujar Ranti.
" Terimakasih ya Dek, kamu baik banget", ujar Robin.
" Ia dong, aku akan lakukan apa saja untuk kalian berdua agar selalu bahagia", ujar Ranti.
" Terimakasih Dek, kakak bahagia punya adik yang sangat perhatian buat kakak, tapi maafkan kakak kalau kurang memperhatikan kamu", ujar Robin sambil merangkul Ranti.
" Tidak apa-apa kak, kakak kan sekarang kuliah, selama ini kan juga ada Tiara yang menemani baku selain kakak-kakakku yang lain dan kedua adikku, jadi santai saja", ujar Ranti sambil merangkul lengan Robin.
" Sudah, suatu saat kita bisa seperti dulu, kemana-mana kita bersama", ujar Tiara, yang selalu bahagia saat mereka bertiga sedang berkumpul.
Saking asik mereka ngobrol ternyata waktu sudah sangat Sore, akhirnya Ranti memutuskan untuk pulang, dia masih ingin berdiskusi soal peternakan ayam dan indikator pendukung dari peternakan nya, yaitu Pabrik Pakan dan bahan baku produksi pakan, seperti jagung, kedelai, bungkil dan juga gandum.
__ADS_1
Tepat jam 7 malam Ranti tiba di rumahnya dan langsung mandi, kemudian berkumpul dengan saudara-saudaranya, di akhiri dengan makan Malam bersama.