SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kompensasi untuk Maureen


__ADS_3

Sepeninggal Ranti, Yolanda dan kedua anaknya, melanjutkan obrolan mereka.


" Mam, kita akan punya rumah yang bagus, dan punya mobil, ucap Lukas


" Ia sayang, kamu juga bisa melanjutkan cita-cita mu, maafkan ibu ya nak, yang sudah membuatmu menanggung beban keluarga kita, ucap Yolanda


" Mam, demi mama dan Maureen, Lukas rela banting tulang, hanya kalian berdua Keluarga Lukas saat ini, ucap Lukas.


" Terimakasih sayang, mama sangat menyayangi kalian berdua, tugas kita saat ini adalah melayani keluarga Nona Muda Ranti, ucap Yolanda.


" Harus itu mam, ayah pasti bangga lihat kita kembali melayani majikan ayah dan mama, ucap Lukas.


" Kalian berdua pakailah uang dengan bijak, dan ingat aturan dasar keluarga majikan, " Bersikaplah Rendah Hati, jangan sombong, serta harus Jujur dan Setia, ucap Yolanda.


" Kami akan melakukannya dengan ikhlas, lihatlah bukti kesetiaan ayah, walau hampir terlambat, tapi hasilnya akan kita rasakan mulai hari ini, coba seandainya ayah tidak jujur dan setia, pasti mulai hari ini, kita akan di hukum dengan sangat berat, ucap Lukas.


' Bagus kalau kamu mengerti, ucap Lukas


" Oh ia mam, apakah pihak RS sudah mengabulkan permohonan penangguhan pembayaran administrasinya, tanya Lukas.


" Oh maaf mama hampir lupa, seluruh biaya Rumah Sakit adikmu, sudah di lunaskan oleh Nona Muda, jadi besok kita hanya melakukan CT Scan dan bisa pulang sesuai rencana kita, ucap Yolanda sambil menunjukkan kwitansi pelunasan biaya rumah sakit.


" Bu, ini ada Tas, yang di tinggalkan Nona Muda, katanya buat biaya CT Scan, dan buat pegangan serta saldo awal pembuatan rekening, untuk menerima biaya dari majikan, kata Maureen.


" Astaga ini banyak banget 250 juta, ucap Lukas


" Majikan kita sangat baik, hari ini Nona Muda sudah memberikan kita 510 juta, dan juga kesembuhan buat Maureen, Budi keluarga Nona Muda sangat besar buat kita, kalau bukan kesalahan ibu menikah lagi, pasti kita tidak akan menderita seperti yang sudah kita lewati, ucap Yolanda.


' Tidak usah di pikirkan lagi Bu, siapa yang tahu kalau Om itu ternyata Jahat, ucap Maureen


Kembali ke posisi Ranti.


Ranti saat ini sudah berada di kamarnya di hotel Aryaduta.


" Rose apakah ATM yang berisi uang ayahnya Mikhael sudah jadi, tanya Ranti


* Sudah Tuan, Dana tersimpan sebesar 150 milyar, ATM nya sudah berada di Cincin Semesta, ucap Rose.


" Terimakasih Rose "


Malam kini sudah berganti ke lagi hari, dengan menggunakan taksi online, Ranti menuju ke Kantor Tri Link Finance Indonesia.


Ranti meminta ijin kepada security, dan disuruh menghadap ke resepsionis.


" Selamat Pagi Nona, ada yang bisa kami bantu, sapa resepsionis dengan sopan.


" Saya ingin bertemu dengan Pak Jusuf Maulana, tapi maaf saya belum membuat janji ketemu, ucap Ranti mengetes resepsionis itu.


" Mohon tunggu sebentar, saya tanya ke sekretaris Pak Jusuf, apa beliau bisa bertemu dengan anda Nona, tapi mohon maaf, Nona dengan siapa dan dari mana serta ada keperluan apa, tanya resepsionis dengan sopan.


" Saya Ranti Putri, kedatangan saya untuk membicarakan urusan perusahaan, ucap Ranti


" Baik Nona, mohon tunggu sebentar, balas resepsionis itu.


Terimakasih Nona, ucap Ranti


Pak Jusuf Maulana yang sedang berdiskusi dengan para petinggi Bank yang di akuisisi, perihal jabatan mereka, seketika wajahnya berubah entah senang atau bagaimana.


" Murti, tolong kamu layani baik- baik Nona Muda Ranti, dia pemilik Perusahaan kita, tapi jangan ngomong ke karyawan yang lain, antarkan kesini sekarang, perintah Pak Jusuf.


" Baik Pak, ucap Murti.


" Maaf Nona Muda, pak Jusuf sedang rapat, tapi mari saya antarkan ke ruangan Pak Jusuf, ucap Murti.


" Terimakasih, siapa nama kamu, tanya Ranti, sambil berjalan ke arah lift khusus.


" Nama saya Murti, maaf tidak mengenal Nona Muda dari awal, saya baru 3 hari bekerja disini, menggantikan resepsionis lama yang naik jabatan, ujarnya dengan jujur.


" Bekerjalah dengan baik, bila perlu kalau Sore kamu kuliah, kata Ranti


" Saya memang kuliah Sore Nona Muda, ambil administrasi perkantoran, ujarnya


" Bagus itu, selama cara kamu melayani tamu seperti ini, saya yang jamin kamu disini, tegas Ranti


" Terimakasih Nona Muda, jawab Murti


Dengan berpakaian stelan tomboi, membuat para karyawan, memandang aneh ke Ranti, bahkan ada yang berbisik-bisik bertanya siapa Ranti sebenarnya.


Mereka yang sedang berbisik-bisik itu di tegur Jeremy yang kebetulan sedang berada di lantai dasar.


" Apa yang kalian gosip kan pagi-pagi begini, mau kalian saya kasih hadiah SP, ujar Jeremy yang belum sadar kehadiran Ranti.

__ADS_1


" Maaf Pak, coba bapak lihat resepsionis sedang membawa orang ke arah lift, ucap salah seorang karyawan kena teguran.


Ketika Jeremy melihat bahwa yang di bicarakan karyawan adalah Ranti, dia langsung berkeringat dingin, hingga membuat karyawan bertanya kepada nya.


" Ada pak, kenapa wajah anda pucat dan badan anda berkeringat dingin, ujar seorang karyawan


" Berhenti kalian bicara, dan fokus bekerja jika masih ingin bekerja disini, asal kalian tahu siapa yang di antar Resepsionis itu, Dia adalah pemilik Tunggal Perusahaan ini, ucap Jeremy


Para karyawan yang mendengar omongan Jeremy, berbalik gugup dan pucat serta gemetaran, apalagi yang berbisik negatif.


Tak ada lagi yang berani berbicara, Jeremy langsung bergegas naik kelantai atas dan langsung menuju ke ruangannya.


Ranti tiba di ruang rapat dan disambut oleh pak Jusuf Maulana dan seluruh jajaran yang ada.


" Silahkan lanjutkan diskusi kalian semua, saya akan mendengar nya, ucap Ranti


" Kami sedang membicarakan soal kelanjutan merger dan reposisi jabatan, ucap Pak Jusuf


" Lalu apa sudah ada titik temunya, tanya Ranti.


" Mereka pada dasarnya setuju hanya persoalan gaji yang di pertanyakan, ucap Pak Jusuf.


" Baiklah, bapak-bapak, maafkan saya yang tiba-tiba datang, perkenalkan nama saya Ranti Putri, saya pemilik dari Tri Link Finance dan saya yang membeli Bank tempat kalian bekerja.


" Saya to the point saja, jika kalian ingin bergabung dengan Bank hasil merger, saya ucapkan terima kasih, tapi jika tidak saya juga tidak memaksa apalagi memohon kepada kalian.


" Perlu kalian ketahui saat saya membeli Bank anda, disitu telah di sepakati, bahwa saya akan mempertahankan karyawan biasa yang berprestasi, sedangkan untuk jabatan mulai dari menengah hingga direktur saya berhak melanjutkan atau tidak kalian menempati posisi masing-masing.


" Jika kalian mau bergabung silahkan dan ikut aturan yang baru, yang di terbitkan oleh perusahaan, bukan kalian yang mengatur perusahaan.


Ranti di kagetkan dengan suara salah seorang direktur dari bank yang di akuisisi.


" Maaf saya memotong pembicaraan anda anda Nona, kenalkan saya Januar Dewangga, direktur Bank sejahtera, apa tidak berlebihan jika jabatan kami di turunkan berikut gajinya, tanya Januar.


" Gaji akan mengikuti jabatan yang di pegang, apa ada cleaning Service gaji Manajer, atau manajer gaji direktur ? tanya Ranti.


Januar terdiam sejenak lalu kembali bersuara


" Kami memohon agar gaji kami tidak dipangkas, mohon kebijaksanaan dari nona sebagai pemilik perusahaan, ucapnya


" Sebutkan alasan yang kuat dan masuk akal hingga saya harus mempertahankan gaji kalian ? tantang Ranti


Tidak ada yang berani menjawabnya.


" Maaf anda tidak bisa bergabung di perusahaan saya, ucap Ranti dengan tegas,


Januar langsung pucat, bagaimana dia menghidupi keluarganya, anak-anak nya masih pada kuliah.


" Pak Jusuf, aturan sudah buat, bagi mereka yang tidak mau dengan kebijakan kita silahkan cari penggantinya, Perintah Ranti


" Kami sudah berbaik hati menawarkan kalian Posisi, apa susahnya bersabar sambil memajukan bank yang batu terbentuk, kalau berhasil, tidak mungkin manajemen tidak memperhatikan kinerja kalian, pilih sekarang mau menerima dan ikuti aturan atau tidak, dan ingat baik-baik, saya tidak suka dengan orang yang munafik ! tegas Ranti


" Nona berikan saya kesempatan sekali lagi, ucap Januar


" Baik saya beri kamu kesempatan, tugas anda menyiapkan berdirinya kantor cabang di seluruh Propinsi yang ada di Pulau Jawa, bagaimana apa anda bersedia, tegas Ranti


' Saya bersedia, setelah semua syarat merger selesai dan peresmian bank baru, saya akan ajukan proposal pembukaan cabang ke CEO, ucap Januar.


" Pak Jusuf, buatkan ruangan sebagai divisi sementara, yaitu perencanaan pengembangan dan pembangunan kantor cabang wilayah Jawa, perintah Ranti.


" Maaf Nona saya butuh Tim 10 orang, ucap Januar


" Baik, semua urusan divisi anda silahkan berhubungan dengan pak Jusuf.


" Baiklah kian lanjutkan saja, saya masih ada urusan, nanti malam saya sudah harus kembali ke Surabaya, ujar Ranti dan langsung beranjak.


" Kami antar Anda Nona hingga lobby, ucap pak Jusuf.


" Tidak usah, saya sudah perintahkan Murti menunggu saya, ucap Ranti


" Baiklah kalau begitu, ucap Pak Jusuf.


" Murti ayo kita turun, dan ini buat kamu, buat beli HP dan Laptop serta motor, ucap Ranti sambil menyerahkan cek senilai 50 juta.


" Terima Nona Muda, ucap Murti.


" Sama-sama, ucap Ranti singkat


Setelah mereka berdua tiba di lantai dasar dan hendak menuju lobby, semua karyawan di lantai dasar segera berdiri dan menyapa


" Terimakasih Nona Muda sudah berkunjung, maafkan kami tidak menyambut saat anda Tiba, ucap mereka semua.

__ADS_1


" Sudah-sudah, silahkan kembali bekerja, dan suruh Jeremy menghadap ke Pak Jusuf, ucap Ranti


Ranti di temani Murti menunggu taksi, waktu sudah menunjukkan jam setengah 10 pagi.


Jam 10.15 Ranti sudah tiba di RS St Carolus dia bergegas ke ruangan Maureen, ketika dia tiba, Maureen baru saja selesai CT Scan.


" Kapan hasilnya bisa diambil, tanya Ranti


" Dua hari lagi, jawab Yolanda.


" baguslah kalau begitu, jawab Ranti singkat.


" Lukas ini hadiah untuk mu, setelah semua urusan beres silahkan telan Pill ini, 3 hari setelah menelan Pill ini, baru kamu minum serum ini, ingat rahasiakan apa yang ku berikan kepada kalian, Perintah Ranti


" Baik Nona Muda, terimakasih


" Maureen, ini untukmu, uang dalam ATM ini berjumlah 150 milyar, Nama pemegang ATM ini bukan kamu, jadi ingat baik-baik PIN nya dan segera pindahkan ke rekening kamu, tapi terpisah dari rekening untuk tunjangan biaya hidup dan kuliahmu, apa kamu sudah mengerti


" Tapi ini, uang untuk apa Nona, tanya Maureen


" Uang ini aku ambil paksa dari Mikhael yang membuat kamu koma, kamu tenang saja, sampai kapanpun keluarganya tidak akan mengetahui uangnya saya ambil.


" Nona Muda kenal dimana dengan Mikhael, tanya Maureen


' Saat ini dia sekelas dengan saya di Surabaya, tadi pagi saya berkelahi dengan dia, alasannya kamu tau sendiri sifatnya dia seperti apa, dia mencoba mendekati aku dengan kekayaannya, lebih parah lagi orang tuanya mengancam saya, dan meminta ganti rugi 5 milyar karena membuat Mikhael ompong, ucap Ranti


" Setelah membaca latar belakang dia, orang-orang saya mencari kasus apa yang paling berat, ternyata kamu, orang saya mengatakan bahwa kami di masukkan RS tanpa kompensasi dari keluarganya, ya sudah, mumpung aku bisa meretas, jadi kuretas akun Bank ayahnya, Seolah-olah keluarga mereka telah menyumbang untuk 100 yayasan sosial.


" Jadi aman uang itu, percayalah, jangan kuatir, ucap Ranti


" Tapi banyak sekali ini Nona Muda, ucap Maureen


" Tak usah di pikirkan, segera kamu buat rekening dan jadikan deposito berjangka, tapi ingat bagikan juga buat kakakmu 25 milyar dan ibumu 25 milyar, hitung-hitung balas jasa kamu buat mereka berdua, yang sudah merawat kamu saat sakit, ucap Ranti


" Pasti Nona Muda, terimakasih sudah menghukum mereka, ucap Maureen.


" Sama-sama, apalagi sekarang kalian adalah bagian dari keluarga saya, jadi tak usah sungkan.


Di tempat berbeda, di keluarga Mikhael, pria paruh baya lagi mengamuk dan sibuk menelepon pihak Bank, namun pihak bank menyodorkan bukti-bukti bahwa ayahnya Mikhael sendiri yang mentransfer uang itu ke bank Virtual alasannya untuk investasi, pembelian saham.


Ketika di konfirmasi ke pihak bank Virtual, ternyata bank tersebut tidak terdaftar di negara sebagaimana alamat yang tertulis.


Secara tidak langsung pihak Bank mengatakan bahwa keluarga Mikhael tertipu.


Ayah Mikhael langsung menelpon Polisi agar segera di selidiki, dan saat ini polisi sedang menganalisa proses transfer, yang ternyata berasal dari handphone ayahnya Mikhael, bahkan jam transfer pun di samarkan oleh aplikasi Mata Dewa menjadi sore hari, sebelum Ranti bertengkar dengan Mikhael.


Sedangkan ATM yang di berikan ke Maureen, membuat data seolah-olah Ranti uang mentransfer ke ATM yang di berikan ke Maureen. ini artinya jejak uang ayahnya Mikhael tidak bisa di temukan.


Kembali ke Ranti


Selesai mereka berkemas, mereka keluar dari RS menuju parkiran, disana sudah menunggu Rezita.


' Tujuan kita kemana Nona, tanya Rezita


" Kita ke Mall Cempaka, saya ingin makan siang disana dan lanjut ke PIK 2, saya mau cari rumah buat keluarga saya, ucap Ranti


" Baik Nona Muda, mati kita berangkat, Ucap Rezita.


" Bibi, Maureen, Lukas, kenalkan ini adalah Rezita, dia karyawan saya di gedung RPS Emerald, gedung itu milik saya, juga gedung Sapphire dan gedung Ruby, terakhir kita akan ke Mall Cempaka, itu juga milik saya, direktur utama Disana, anak dari Paman Haris Setiadi,. Yoga Aprilian Setiadi namanya.


Kurang lebih 30 menit perjalanan,. mereka tiba di Mall Cempaka, mereka langsung naik lift menuju ke restoran seafood.


Kehadiran Ranti membuat para pelayan kelabakan dan langsung melayaninya.


" Selamat datang Nona di restoran kami, ucap pelayan itu


Selesai mereka memesan makanan, pemilik restoran datang mendekat dan menyapa Ranti, selamat datang kembali, apakah nona Salma, hari ini tidak ikut, tanya pemilik restoran.


" Asik saya sedang sekolah, jadi dia tidak ikut, bagaimana dengan sewanya, tanya Ranti


" Sudah di perbaharui Nona Muda, Terimakasih kemurahan hati anda memberikan saya diskon biaya sewa, ucap pemilik restoran.


" Santai saja, selama adik saya bahagia, maka saya akan lakukan apapun untuk dia, ucap Ranti


" Tapi Tuan Yoga dan Tuan Bayu kenapa mereka tidak bersama anda?


" Mereka tidak tahu saya datang, biarkan saja, saya tidak mau mengganggu pekerjaan mereka, ucap Ranti


" Baiklah Nona, saya juga tidak akan memberi tahu kedatangan anda, ujarnya.


" Baguslah, ingat ya jangan sampai mereka tahu, tegas Ranti

__ADS_1


" Siap laksanakan Nona, jawab pemilik restoran dengan gembira.


__ADS_2