
Sampai di kelas, Salma langsung di cecar pertanyaan oleh teman-temannya, walau hanya sekedar bertanya saja.
Salma hanya acuh dengan pertanyaan beberapa teman sekelasnya dan hanya menjawab, " aku baik-baik saja".
" Mora, hari Jumat malam kami mau ke Singapura, kamu ikut ya", ucap Salma.
" Ia Tuan putriku tercinta, aku pasti temani kamu", ucap Mora sambil menggoda Salma.
" Kamu itu, nanti ku laporkan ke kakakku, karena selalu menggodaku", ucap Salma membalas candaan Mora.
Sementara Ranti dan saudara-saudaranya sudah berada di ruang Kepala Sekolah dan berbincang dengan Bu Indarwati.
Vanya memberikan hadiah uang dan perhiasan kepada Bu Indarwati, sebagai rasa terimakasihnya.
" Terimakasih Nak, ibu bisa menikmati masa tua dengan tenang, dan bisa juga di pakai untuk membuatkan rumah untuk anak bungsu ibu, terimakasih Nak Vanya.
" Gunakanlah dengan baik, saya berterima kasih juga karena sudah mendidik adik-adik saya hingga Ranti dan kini Salma dan Armando", ucap Vanya sambil menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat.
Sementara di Merak, Aisyah juga sudah mengatakan kepada Nuril bahwa dia nanti akan ke Singapura, dan tolong kontrol semua usahanya.
* Tuan, ada sebuah perkampungan di daerah Malang, warga kesulitan air bersih apalagi saat musim kemarau, di daerah itu ada sebuah bukit dan memiliki mata air yang jernih hanya saja debit airnya kecil danebih kecil saat kemarau", ucap Rose.
" Baiklah, pulang dari sini saya akan kesana, dan tolong lahan perbukitan itu milik siapa dan berapa luasnya? tanya Ranti.
* Lahan itu milik salah seorang warga yang tak mau berbagi air dengan desa sekitar, jadi, airnya sebagian besar di alirkan ke rumahnya, dan dia berjualan air isi ulang dengan harga tinggi", jawab Rose.
" Saya tidak mau mengganggunya, hanya saya akan merubah struktur tanah di perbukitan dekat dengan warga desa yang Rose sarankan, saya kan bangun kolam Besar, tolong beli tanah yang ada disekitar situ", Perintah Ranti.
* Warga setempat memang ingin menjual tanahnya, dan dia akan pindah ke kita kecamatan, harganya murah saja, luas 3 hektar dia hanya menjual 350 juta, itupun bisa negosiasi, tanah itu yang memiliki sumber air, tempat warga bergantung saat kemarau panjang", jawab Rose.
" Beli tanah itu sekarang, dan hitung ada berapa KK disana dan siapkan ATM bagi setiap KK sebesar 2,5 milyar, dan dana untuk desa sebesar siapkan 150 milyar yang bisa aku gunakan disana", perintah Ranti.
* Tuan harus menghukum kepala Desa dan 1 keluarga yang sangat sombong, mereka suka menindas warga dengan mewajibkan menjual hasil pertaniannya kepada mereka dengan harga murah", ujar Rose.
" Baiklah, sejam lagi saya kesana", jawab Ranti.
* Tuan segera perbaiki jalan mereka agar bisa mengakses kota kecamatan yang berjarak 25 KM, dan ada jembatan yang sudah sangat rentan hancur", lanjut laporan Rose.
" Saya akan meminta mereka bertani jagung dan kedelai, dan khusus menyuplai pabrik pakan ternak saya", jawab Ranti.
* Rose sediakan anggaran 10 triliun untuk membangun di desa itu, termasuk merenovasi rumah-rumah penduduk, jangan kuatir Tuan, ada sebuah situs bersejarah disana, peninggalan kerajaan masa lampau, yang telah terkubur dan menjadi sebuah bukit, di daerah itu, terdapat beberapa keluarga yang secara turun temurun berada di wilayah itu", ucap Rose.
* Bantulah keluarga-keluarga itu sama seperti keluarga keturunan Kaisar di China", lanjut Rose.
" Baiklah, terimakasih atas informasinya", ucap Ranti.
" Dek ayo kita pulang, kakak mau kembali ke Jakarta, katanya ada 2 perusahaan asing dari Eropa ingin berjumpa dengan kakak besok pagi di Kantor", ucap Vanya.
" Baiklah, Ranti juga harus ke Malang, untuk melihat sekolah kita disana", ucap Ranti dan langsung berpamitan dengan Bu Indarwati.
Singkat kata, kini Ranti setelah dari rumah, ke Bandara Juanda antar Vanya, Darel dan Sonia, kini dia sedang terbang menuju Malang.
Ranti mendarat di ujung kampung dan mengeluarkan mobilnya, dan berjalan dengan santai, apalagi jalannya tidak bagus.
Tepat memasuki kampung, jalannya makin berlubang, dengan sabar Ranti terus maju, hingga akhirnya dia sampai di tengah kampung.
Betapa mirisnya Ranti melihat para warga yang menggunakan pakaian dari berbagai partai, itupun sudah sangat jelek.
" Rose tolong kirim Tim dan bawa pakaian serta makanan siap saji dan juga paket sembako", perintah Ranti.
* Baik Tuan, sejam lagi tim akan tiba, silahkan temui seorang bapak bernama Burhan, dia sangat di hormati warga sini", ucap Rose.
Dengan segera Ranti mendekati seorang warga paruh baya dan bertanya dimana pak Burhan tinggal.
Dengan pria paruh baya itu menawarkan diri untuk mengantar ke rumah pak Burhan.
Tiba dirumah Pak Burhan, Ranti langsung memperkenalkan dirinya.
" Selamat siang Pak, saya Ranti dari Surabaya, saya ke kampung ini, karena viral di media sosial, dan ternyata itu benar, apalagi ada yang membantah berita itu, dan saya sendiri melihat bapak di wawancara oleh seorang youtuber", ucap Ranti sambil memindai Pak Burhan.
" Saya Pak Burhan, terimakasih sudah datang ke kampung kami dan khususnya ke gubuk saya ini", balas Pak Burhan, sambil menyuruh Ranti untuk duduk.
Lebih dari 30 menit mereka berbicara, baru terlihat senyum di wajah Pak Burhan.
__ADS_1
" Baik Nona, saya akan mengumpulkan para warga yang ingin mengikuti program anda, tapi jangan sampai Nona termakan omongan Pak Kades kami dan seorang yang paling kaya dikampung ini", ucap Pak Burhan.
" Bapak tenang saja, dan sekarang saya ingin mengobati bapak dulu, agar bapak sehat dan kuat untuk mengumpulkan warga di sini", ucap Ranti.
Setelah melalui proses 1 jam, Pak Burhan terlihat sudah sangat sehat, bahkan terlihat lebih muda dan bertenaga, begitu juga dengan pria paru Bayah yang mengantar Ranti.
" Pak Burhan dan Pak Yono, mulai hari ini kalian orang kepercayaan saya di kampung ini, percayalah, saya akan bangun jalan penghubung sepanjang 25 km dan jembatan, dan saya akan bangun mulai besok, artinya setelah warga setuju maka orang saya akan datang besok mensurvei dan akan lanjut pembangunannya", ucap Ranti.
Dan sekarang tolong bapak panggil beberapa orang agar membantu bapak untuk mengumpulkan orang disini sekarang, saya tunggu.
Ditengah obrolan mereka, seorang warga datang melapor ke Ranti, bahwa 5 truk yang datang membawa barang miliknya.
" Maaf pak, tolong antarkan mereka kesini, dan bantu juga memanggil warga yang lain agar kesini, kecuali keluarga kaya dan keluarga pak kades", mohon Ranti.
" Baik Nona, jawab pria dewasa itu, dan langsung pergi memanggil Tim Rose.
Ranti kuatir akan banyak pertanyaan ke pak Burhan maka, Ranti mengaktifkan Mind Ruler, agar warga yang tidak banyak pertanyaan karena diajak berkumpul secara mendadak.
Sementara beberapa bapak-bapak memanggil warga yang lain, Tim Rose sendiri sibuk menurunkan barang-barang dari 5 truk yang datang.
Hanya selang 1 jam, warga sudah berkumpul, mereka terkejut dengan mobil Mercedes Benz GLE 53 milik Ranti.
Ranti langsing memimpin pertemuan dadakan itu, dengan suasana yang terbilang sangat kondusif.
Akan tetapi di tengah-tengah Ranti berbicara, datanglah Pak Kades dan beberapa warga yang setia dengan dia dan juga para Linmas yang berseragam lengkap.
" Burhan, kenapa ada acara kumpul-kumpul di halaman rumah kamu, dan kamu tidak melaporkan kepada saya", hardik pak Kades.
" Pak Kades, Burhan tidak pernah mengakui anda sebagai Kades di kampung ini", Ucap Orang kaya di kampung itu.
" Bachtiar, secara hukum kamu adalah Kadesnya, tapi anda tidak menjalankan tugas anda dengan benar dan adil", jawab Burhan.
" Oh jadi kamu ingin menjatuhkan saya ! tambah kencang suara Pak Kades.
" Bachtiar, jika saya ingin menjatuhkan kamu, apakah kamu pikir kamu masih Kades disini?, ingatlah ! saya tidak perduli dengan cara kamu memimpin desa ini, lihat saja seluruh pengurus desa adalah saudaramu, dan saudara dari pihak istrimu, tapi saya dan teman-teman tidak ambil pusing", jawab Pak Burhan.
" Pantas untuk apa kamu mengumpulkan warga diam-diam? selidik Pak Kades.
" Jelas anda salah, karena tidak ada surat resmi ke Kantor Desa", jawab Pak Kades.
" Apakah jika saya melapor kepada bapak, apakah warga akan bapak kumpulkan, maaf disini yang datang hanya 25 KK saja, sisanya tak berani datang karena takut kepada juragannya", jawab Ranti.
" Hahahaha, kamu mau membangun jalan tembus yang jaraknya 25 km, juga akan memperbaiki jembatan, perlu kamu ketahui, pemerintah saja tidak mau membuatnya dengan alasan anggaran yang terbatas", jawab Pak Kades.
" Lalu bantuan dari pusat apakah warga Disni semuanya menerima atau tidak? 25 warga yang hadir dan yang tidak hadir saat ini, apakah mereka memiliki BPJS Kesehatan dari pemerintah, atau kenapa jalan disini tidak pernah ada dalam daftar usulan ke pemerintah, padahal anda adalah Kades", tegas Ranti.
" Nona kasusnya mirip dengan yang terjadi di salah satu desa di Situbondo", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Ya, aku paham akan hal itu", ucap Ranti.
" Kalau anda ingin membuat jalan maka silahkan anda membayar pembebasan lahan, dan membayar kompensasi ke desa, karena anda juga menggunakan lahan desa", ucap Pak Kades
" Baiklah hitung saja berapa panjang dan lebar yang terkena dan hari ini juga akan saya bayar.
" Kompensasi ke Kas desa sebesar 5 milyar,sedangkan seluruh tanah warga yang terdampak, harga 1 meter tanahnya 250 ribu, jawab Kades itu.
" Baiklah", singkat Ranti.
" Bagus itu, dan juga anda wajib menyumbang sukarela bagi kampung ini, minimal 250 juta", lanjut Pak Kades.
" Hey Nona, saya Yono, anda akan melewati beberapa lahan saya, khusus tanah saya, harganya 500 ribu permeter", ucapnya.
" Baiklah, singkat Ranti.
" Apa itu artinya anda setuju dengan harga yang tawarkan", ucap Yono.
Ranti diam sebentar, kemudian dia mengaktifkan Mind Ruler dan mengontrol pikiran Yono.
" Maaf pak Yono, saya hanya bisa memberi harga sesuai harga pasaran dan saya sudah menaikkan sedikit dari harga tersebut, bagaimana Pak? tanya Ranti.
" Baiklah, samakan saja dengan harga para warga yang lain", ucap Pak Yono dengan lembut.
Pak Kades dan pengikutnya terkejut dengan jawaban pak Yono.
__ADS_1
* Tuan silahkan ambil surat jual beli di mobil anda, dan segeralah lakukan tanda tangan dan bayar lahan itu", ucap Rose
Ranti mengambil beberapa lembar surat Perjanjian Jual beli dan melakukan pembayaran sesuai kesepakatan, pak Kades bertindak sebagai saksi, dan juga para pengurus desa tersebut, tentunya Ranti sudah mengontrol pikirannya.
Dua jam sudah pertemuan itu berlangsung, pembayaran lahan sudah selesai, tinggal pengesahan dari BPN, yang sudah di urus oleh Tim Rose.
* Tuan, Rose sudah menghubungi perusahaan penyewaan alat berat, dan menyewa 10 unit ekskavator dan 10 buldozer serta 20 truk pengangkut tanah, semuanya sudah selesai bayar, dan akan mulai bekerja besok pagi", ucap Rose.
* Tuan juga harus mengatur struktur tanah sebelum pengaspalan dilakukan", ucap Rose.
" Baiklah, tolong awasi dengan benar, karena nanti saat pengaspalan jalan, saya akan meminta ayah teman saya sekelas yang mengerjakannya, kualitasnya, minimal 15 tahun tidak akan rusak, begitu juga harus membuat selokan air agar aspalnya lebih awet", tegas Ranti.
Setelah semua proses selesai, Kades dan Yono serta seluruh pengikut mereka pergi dari pertemuan itu,
" Bapak dan ibu semuanya, saya ingin membagikan sembako dan beberapa lembar pakaian untuk semua yang hadir disini", lanjut Ranti.
Dengan segera Tim Rose membagi-bagikan barang yang mereka bawa, terlihat wajah para warga yang ikut pertemuan itu bahagia.
Tak hanya itu saja, mereka juga bersepakat akan saling membantu dalam merenovasi rumah-rumah mereka, Ranti sudah mengatakan agar renovasi rumah warga harus dikerjakan secara gotong royong.
Pak Burhan sendiri, di daulat sebagai kepala dari seluruh proyek itu.
Akhir acara itu, Ranti membagikan, ATM sebesar 2,5 milyar perorang, dan warga juga sudah menandatangani kontrak untuk menanam jagung dan kedelai.
" Maaf Nona, kami berharap anda bisa membantu kami sekali lagi, yaitu membuatkan tempat penampungan air", ucap pak Burhan.
" Tenang saja, Tim Saya akan membuat Bak penampung dan juga kolam, tapi siapakah pemilik lahan yang berada di dekat bukit itu", tanya Ranti.
" Itu milik saya yang sebagian, Pak Kades dan Yono marah kesaya, karena saya tidak mau menjual lahan itu, saya tidak ingin mereka menguasai mata air yang berada di lahan saya, dan pemilik satu lagi adalah Subagio, yang juga menolak tawaran dari pak Kades dan Yono", sergah pak Burhan.
" Baiklah, bagaimana kedua lahan itu saya beli, dan kita bangun sumber air bersih khusus bagi warga, nanti pengelolaannya biar warga saja, dan bapak berdua bisa bercocok tanam di tanah tersebut, bagaimana? ucap Ranti.
" Kami berdua setuju, tapi mata airnya sangat kecil, apakah bisa kita membuat bak besar untuk air bersih seluruh warga? tanya Pak Burhan.
" Percayalah, airnya akan cukup untuk seluruh penduduk desa ini", jawab Ranti.
Setelah terjadi kesepakatan harga, maka Ranti langsung membayarnya, masing-masing 15 milyar.
" Rose nanti malam saya kesini lagi dan mengatur struktur tanah dan juga memperbesar debit air, agar mampu memenuhi kebutuhan air bagi warga desa ini", ucap Ranti.
* Baik Tuan, lindungi lahan Tuan itu, agar jangan dimasuki orang jahat, dan jangan lupa, bantu keluarga yang menjaga situs bersejarah yang tinggal di perbukitan sebelah kampung ini", ucap Rose.
" Pasti saya akan membantu mereka", ucap Ranti.
* Di tempat itu ada 5 keluarga yang hidupnya sangat susah, buatkan akses jalan agar mereka bisa dengan leluasa datang ke desa ini", ucap Rose.
" Saya akan buatkan jalan setapak dengan struktur batu, agar kokoh, dan motor bisa lewat dengan baik", jawab Ranti.
* Baiklah, silahkan selesaikan tugasnya, dan Rose akan berikan hadiah, tapi juga tuan harus memberikan mereka biaya hidup, agar keturunan mereka bisa hidup dengan baik", ucap Rose.
" Baiklah, buatkan ATM, dan belikan motor, serta, SIM ajaib", ucap Ranti.
* Semuanya bisa dilakukan, tuan tenang saja, begitu tiba disana pasti semuanya sudah selesai, ganti pakaian Tuan layaknya seorang lagi berpetualang, dan silahkan terbang hingga mendekati pemukiman mereka.
Rose, membuatkan mereka masing-masing ATM 250 milyar dan 10 milyar untuk biaya hidup sehari-hari sebelum bunga deposito cair", ucap Rose.
* Semuanya menggunakan uang dari sistem, jadi tenang saja Tuan, uang anda tidak akan berkurang", ujar Rose.
" Terimakasih Rose, kamu sangat baik, i love you, aku akan menjalankan tugasku dengan lebih baik lagi", ucap Ranti dengan penuh ketulusan.
* Terimakasih Atas perhatian Tuan dan lebih giat lagi dalam membantu orang-orang yang membutuhkan, Rose menghadiahkan Tuan sebuah kawasan industri di Batam, harap tuan segera membuatnya menjadi ramai, dan Rose akan mengirim orang untuk merenovasi semua bangunan kosong yang ada disana, saat ini masih ada sekitar 200 perusahaan yang menyewa disana dan kepala pengelolanya adalah Pak Mathias", ucap Rose.
" Rose, berapa luas kawasan itu? tanya Ranti.
* 250 hektar, dan masih ada lahan yang belum di bangun, pemilik awal kesulitan uang untuk membangunnya", jawab Rose.
" Baiklah aku akan mengembangkannya", balas Ranti.
" Bapak-bapak dan ibu-ibu, saya pamit, besok pagi saya datang lagi, dan saya hadiahkan motor perorang 1 unit, setelah bapak-bapak dan ibu-ibu memiliki SIM, jalan ini juga akan selesai dalam waktu 1 tahun", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona,uang yang anda berikan akan kami gunakan untuk berusaha dan menyekolahkan anak-anak kami", jawab mereka.
Ranti meninggalkan rumah pak Burhan dan beranjak keluar dari kampung itu, setelah sampai di ujung kampung, Ranti menghentikan waktu sebentar dan mengaktifkan armornya dan terbang menuju ke situs bersejarah.
__ADS_1