
" Maaf Tuan Marlon, Kartu Debit anda tidak cukup saldo membayar semua tagihan Anda sebesar 5 juta, kata kasir
" Apaaaa, tidak cukup, jangan bercanda Nona
" Saya tidak bercanda Tuan, kata kasir itu
" Coba sekali lagi, dan saya mau lihat apa pesan dari mesin EDC kamu, kata Marlon
" Silahkan tuan baca, kata kasir sambil menunjukkan layar EDC tersebut
" Coba kartu yang ini, dan perlihatkan juga kepada saya
" Sama tuan Saldo kartu debit anda tidak mencukupi, kata kasir itu dan menunjukkan mesin EDC.
" Terpaksa Marlon menggunakan Kartu Kredit kantor, yang sengaja tidak di blokir Ranti.
" Terimakasih Tuan, kata kasir itu.
Marlon tak menjawabnya dan langsung beranjak dari tempat karaoke.
Sampai di parkiran dia mengecek M Banking nya, dan betapa terkejutnya, hari ini dia telah mentransfer uang sebesar 30 milyar ke rekening atas namanya di bank virtual.
Dia mengecek Rekening yang satu lagi, bahwa dia juga mentransfer ke rekening atas nama dia sendiri sebesar 50 milyar.
Kok bisa tiba-tiba aku punya rekening virtual, padahal aku selama ini tidak pernah membuat rekening di bank virtual, monolognya dengan emosi
Mana banknya tercatat di luar negeri lagi, atau apakah ada yang meretas akun bank saya, gumamnya
Ranti yang asik menonton tingkah Marlon hanya senyum-senyum sendiri
Besok Senin mau ada rapat pemegang saham di perusahaan, bagaimana jika mereka menarik Sahamnya, bisa mampus aku, batin Marlon
Aplikasi Mata Dewa, retas data kantor Megamas Multifinance dan cari siapa saja pemegang saham dan kontrol pikiran mereka semua agar menarik semua saham mereka di Megamas Multifinance, dan Enter.
Selesai melihat situasi Marlon Suryapati, Ranti melanjutkan obrolannya dengan Kakak-kakak nya
" Ranti terimakasih sudah memberikan kami segalanya, termasuk cincin Ruang ini, kita bisa bawa pulang mobil tanpa capek nyetir atau sewa angkutan, kata Renata
" Tapi ingat apa yang sudah ku katakan, tegas Ranti
" Pasti kami mengingatnya, lagian ini adalah rahasia keluarga kita, jawab Renita
" Benar itu Kak, semua dokumen penting simpan saja didalam Cincin Ruang penyimpanan ini, kata Ranti
" Sampai dirumah kami langsung membereskan nya. Dan untuk mobilnya juga kami belum mau mengeluarkan nya, kata Renata.
" Baiklah, kita keluarga harus saling mendukung dan saling menyayangi, dan kalian berdua ingat, kita punya 2 adik Armando dan Salma, juga keponakan kita yang besar namanya Celine dia berada China dan keponakan Kecil Ketty Angelina, kata Ranti
" Kami sudah mengingatnya dan ini foto kamu dan Celine dan foto kamu dan Ketty Angelina, kata Renata.
" Sudah waktunya kakak berdua berangkat, kata Ranti sambil memeluk kedua kakak kembarnya.
" Kakak selalu menyayangi kamu dek, kata Renata kepada Ranti
" Ranti tahu kalian menyayangi ku, balas Ranti
" Armando, Salma, kakak kembar pulang dulu, nanti kalau kalian libur mainlah ke tempat kakak kembar di Jogjakarta, kata Renata
" Ia Kak, biar Salma bisa naik pesawat, kata Salma sambil memeluk si kembar berdua
" Armando juga pasti datang ke rumah kakak kembar di Jogjakarta, balas Armando yang juga memeluk Renata dan Renita.
Semua mereka berpelukan karena lama lagi mereka akan bertemu.
__ADS_1
Setelah di kembar sudah tidak kelihatan, mereka bertujuh beranjak untuk pulang, namun seperti biasa mereka akan membelikan pelayan mereka roti boy.
Selesai membeli roti mereka langsung ke mobil dan beranjak pulang kerumah.
Kita ke posisi Marlon
Marlon yang sedang kebingungan, menelpon pihak Bank, dan menuntut pihak bank, menarik kembali dana yang di Transfer ke Bank virtual dan menyelidiki bank virtual itu.
" Halo, Call center Mandiri disini, ada yang bisa dibantu, tanya Call center
" Saya ingin melaporkan rekening atas nama Marlon Suryapati, tadi saya mengecek Saldo Rekening saya kosong
" Silahkan sebutkan Nomor rekening bank anda dan atas nama siapa
Marlon menyebutkan nomor rekening dan menjawab beberapa pertanyaan untuk verifikasi.
Akhirnya bank menjawab, bahwa transaksi tersebut di lakukan di aplikasi M-banking Marlon, artinya bahwa Marlon sendiri yang dengan sadar melakukan transaksi.
" Kami pihak bank hanya mengikuti perintah nasabah, mau tarik atau Transfer itu semua berdasarkan prosedur yang sudah di sepakati, kata call center.
" apakah pihak bank tidak bisa membantu saya, mohon Marlon
" Bukan tidak bisa, tapi persoalannya adalah ketika Tim kami mengeceknya, ternyata rekening di bank virtual itu, menggunakan nama Anda, kami sudah melacaknya tapi call center disana mengatakan bahwa uang tersebut sudah di cairkan atas nama anda.
" Saya tidak merasa melakukan itu, kata Marlon
" Silahkan anda telpon langsung ke kantor penyedia layanan bank virtual, kata call center.
" Terimakasih Nona'
" Sama-sama, jika masih ada kendala silahkan hubungi kami lagi, terimakasih.
Marlon menelpon ke Bank untuk rekening yang satu lagi, kasusnya sama namun Bank virtual nya berbeda lagi, ketika pihak bank coba membantu, responnya sama.
Ranti melihat kejadian itu segera menghapus ingatan Marlon soal pemerkosaan yang menghasilkan seorang anak.
Kenapa hal ini Ranti lakukan, untuk menghindari pertanyaan pertanyaan Polisi siapa saja yang tidak suka kepada Marlon, walaupun kemungkinannya sangat-sangat kecil, tapi Ranti harus waspada.
Namun di luar dugaan ketika pihak kepolisian membuat BAP, justru kepolosan menyarankan agar menghubungi pihak bank virtual, karena syarat-syarat membuat rekening Bank Virtual yang di maksud agak lebih rumit dan data yang di gunakan juga harus menyertai paspor.
Dari langkah ini polisi sudah bisa menyimpulkan bahwa, rekening atas nama Marlon Suryapati di Bank Virtual adalah benar di buat sendiri oleh Marlon, kedua keabsahan dari rekening itu terdapat kiriman OTP ( One Time Password) via SMS, dan nomor telpon yang di gunakan adalah Nomor Marlon pribadi, begitu juga untuk masuk ke aplikasi Bank Virtual hanya menggunakan email, sedangkan email yang di gunakan adalah email pribadi yang biasa di pakai Marlon.
Lantas, kenapa Marlon tidak bisa mengakses masuk ke aplikasi Bank Virtual, itu karena Marlon belum bisa menjawab pertanyaan verifikasi.
Kepolisian melihat kasus ini, hanyalah Kasus kesalahan sendiri dan bukan kesalahan Bank, jadi tidak bisa di lanjutkan.
" Maaf Tuan Marlon Suryapati, kami tidak bisa melanjutkan kasus ini, karena tidak ada unsur kesalahan atau kesengajaan dari pihak bank.
Ke posisi Ranti sebentar...
Didalam mobil, Ranti hanya tersenyum dan sesekali membalas obrolan keempat kakaknya dan juga ikut tertawa melihat tingkah Salma.
Ranti menerima notifikasi lagi, dan membacanya, Proses mengontrol pikiran para pemegang saham sudah di mulai.
" hahahaha, rasakan kau Marlon, akhirnya kamu yang bertekuk lutut menyerah dan jatuh miskin, batin Ranti
Jangan pernah menghina orang-orang yang dekat dengan saya, apalagi keluargaku, Batin Ranti
" Rose apa tindakan saya tidak terlalu kejam, tanya Ranti
* Tidak tuan, uang tersebut pantas di berikan gadis yang di perkosa nya dan anak itu harus hidup dengan baik, kata Rose
" Baiklah kalau begitu"
__ADS_1
* Tuan hendaknya anda juga menghapus ingatan gadis itu dengan Marlon dan begitu sebaliknya, karena jika suatu saat mereka bertemu belum tau apa yang akan terjadi.
" Terimakasih sudah mengingatkan, kalau ingatan Marlon sudah ku hapus soal gadis itu, dan akan kulakukan menghapus Marlon dari memorinya.
* Tuan jika tuan mau, Darah anak itu bisa di samarkan dengan cairan pemurnian darah dan bisa di campurkan ke dalam susu formula anak itu, nanti hasilnya darah anak itu tidak akan berhubungan dengan Marlon jika kelak terjadi sesuatu.
" Lakukan hingga tuntas, dan biarkan ibu dan anak itu menikmati hidup tenang tanpa ada gangguan kecil apapun dari pihak Marlon, kata Ranti
* Baik, Rose akan memotong 1 point pengabdian
" Lanjutkan Rose dan terimakasih"
Kita kembali lagi ke Marlon
Setelah mendengar keputusan pihak kepolisian, Marlon Suryapati makin kebingungan, uang 80 milyar hilang entah kemana, namun siapapun tidak akan percaya jika mendengar ceritanya dan bahkan mencoba menelusuri kasusnya.
Setiba dia di rumahnya, dia mendapatkan telpon dari sekretaris nya bahwa seluruh pemegang saham akan menarik Sahamnya.
" Selamat malam Tuan, berusaha 3 orang pemegang saham ingin menarik Sahamnya, totalnya 45 % , kita harus bagaimana Tuan, tanya sekretaris nya
" Katakan saja nanti kita bicarakan di Senin saat rapat, kata Marlon
" Baik Tuan, jawab sekretaris nya
Selesai menerima telpon dari sekretarisnya, Marlon terdiam dan mulai mencoba berpikir semua yang pernah dia lakukan, hingga dia tega menendang Rendi dari perusahaan, hanya karena takut suatu saat Rendi berkhianat, padahal hanya Rendi yang tulus berteman dengannya.
Di tempat lain, gadis yang pernah di perkosa Marlon, mulai merencanakan kehidupan baru bersama anaknya.
Dia hanya bimbang, jika pulang kampung apa kata tetangga, meskipun dia yatim-piatu tapi dia tidak mau keluarga almarhum ibunya tercoreng, akhirnya dia memilih pindah ke Malang, disana lebih ramai dan cari lokasi untuk jualan makanan dekat kampus saja.
Lain cerita dengan Marlon yang tengah bingung, bisa di pastikan perusahaannya akan runtuh seketika, ketika para pemegang saham menarik semua sahamnya.
Marlon menghitung semua hartanya, namun tak cukup untuk menutupi kekurangannya, jalan satu-satunya adalah menjual sahamnya agar dia masih bisa hidup dan bisa mencari pekerjaan lain.
Ranti yang terus menerus memantaunya, terbesit kata kasihan, namun ketika mengingat ancamannya Ranti akhirnya tenang dan melanjutkan hingga tuntas.
Marlon yang sudah pasrah, dan kini hanya bisa menelpon ibunya yang sudah lama dia abaikan, niat hati ingin berbicara dengan ibunya, tapi ibunya sudah tidak menghiraukannya.
" Marlon, kamu sekarang sudah sangat kaya, bahkan lebih kaya dari dari ibu, makanya kamu membuang ibu, kini anak ibu tinggal Marlina, dan kamu sudah mati bagi ibu, semua sudah ibu lakukan untukmu, kamu minta ibu jangan mengganggumu maka ibu tidak menggangumu lebih dari 5 tahun, dan kamu minta ibu jangan mengaku-ngaku kamu anak ibu, maka ibu sudah mengakui kalau kamu sudah mati.
" maafkan Marlon Bu, kata Marlon
" Ibu sudah memaafkan kamu, tapi mengaku kamu sebagai anak ibu, ini yang terakhir kali, kedepannya kata ibu akan ibu hilangkan, bahkan jika ibu melihatmu maka ibu akan menjauh, kamu mau mati di hajar orang atau kamu mau bunuh orang sekalipun itu bukan urusan ibu, silahkan berurusan dengan keluarga ayahmu yang kaya raya, kata ibunya Marlon
" Tapi Bu sejak ayah meninggal mereka tak perduli lagi dengan Marlon, kata Marlon sambil menangis
" Karena mereka tidak peduli dengan kamu maka kamu mencari ibu, memang cerdik otakmu seperti Ayahmu, ini terakhir kamu menelpon ibu.
" Bu, ibu tinggal dimana Marlon akan tempat ibu, jerit Marlon
" Ibu dan Marlina tidak tinggal di Surabaya lagi, semua harta ibu yang tersisa, sudah ibu jual, dan sekarang ibu dan Marlina sudah pindah ke Papua, kami buka usaha disini dan Alhamdulillah maju, walaupun tak sekaya kamu dan ayahmu, kata ibunya Marlon
" Maafkan Marlon Bu, kata Marlon minta maaf lagi
" Ibu sudah Maafkan kamu, ayahmu dan keluarganya sudah ibu Maafkan, tapi mengakui kamu sebagai anak ibu itu tidak akan pernah terjadi, biarlah dosa ibu yang tanggung, tapi kamu sendiri menolak ibu, bahkan kamu memukul ibu seminggu pingsan, rumah ibu kamu bakar, untung saja ibu nginap di rumah kakakmu, kalau tidak ibu sudah mati kamu bunuh, apa kamu sudah lupa itu semua, kata ibunya Marlon
" Ampuni Marlon Bu, mohon Marlon
" Mengampuni kamu sudah dan ibu ikhlas menerimanya, tapi ibu memang sudah tidak memiliki anak bernama Marlon, ibu rela masuk neraka daripada menerima anak yang ingin membunuh ibunya dan mempermalukan ibunya dengan mengatakan ibunya sering main dengan laki-laki lain, sudahlah suami saya sudah mau pulang jangan ganggu saya dan Marlina, kamu sudah mati buat saya dan Marlina, ibunya Marlon langsung menutup telpon dan memblokirnya.
Ternyata anak biadab juga dia rupanya, batin Ranti
" Kita tunggu hari Senin, karena nadi. dari Megamas Multifinance, di tentukan hari Senin.
__ADS_1
" Selamat malam pak Haris, besok pagi tolong telpon saya, " penting !, pesan Ranti