
Alexius Robinson, menelpon para bawahannya untuk membantunya menyewa mobil derek agar bisa di bawa ke bengkel, masalahnya bengkel resmi Lamborghini sudah tutup.
Sementara Ranti dan kawan-kawannya, sudah selesai berbincang-bincang, dan bersiap ke bandara.
Di lain tempat, tepatnya di Kantor Propam Depok, sedang berlangsung interogasi mengenai penganiayaan terhadap Ranti yang kini viral di media, bahkan para netizen juga membaca seluruh kasus yang pernah di lakukan oleh Petinggi itu dengan jelas, rekaman suara yang berisi perintah juga bisa di dengar dengan sempurna.
Kasus ini tambah pelik, ketika pemilik ruko yang lama, datang kekantor itu dan membawa bukti-bukti manipulasi kasus, serta bukti penganiayaan para preman yang dilindungi itu.
Seorang mantan Kapolres hanya bisa diam, apalagi dia sendiri yang menganulir kasus itu.
Seakan hari ini hanya berfokus pada Ranti, Alexius Robinson yang merasa terhina, menyuruh orang IT agar membayar para Hackers untuk meretas Tri Link dan SADB.
Ranti yang mendapat notifikasi dari Aplikasi Mata Dewa, hanya tersenyum santai.
" Pantau terus saja, malam ini aku akan membakar gedungnya, setelah aku pulang dari Bandara.
Ranti mengantar seluruh teman-temannya, termasuk Anggun, pulang ke Surabaya, sementara di Surabaya sendiri Sandrina sudah sudah menunggu di Bandara untuk berangkat ke Jakarta, karena pesawat Bombardir Global 7500 akan langsung kembali ke Jakarta, nanti Sandrina akan di jemput oleh Regina.
Tepat jam 8 malam, 2 pesawat mewah itu take of dari bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng.
Ranti Segera kembali, tapi kali ini dia langsung ke apartemen miliknya, disana dia sudah tunggu oleh Vanya dan juga Darel serta Sonia.
Satu jam setengah kemudian dia sampai di apartemen miliknya, dia langsung memeluk kedua kakak kesayangannya, serta calon kakak iparnya.
" Kamu itu datang gak tapi gak nginap disini", ujar Vanya.
" Gak enak sama kawan-kawan, lagian hanya semalam, dan besok malam aku harus ke Cirebon ada rapat di sana, mumpung lagi free jadi aku datang saja, sekalian mau lihat perkembangan Disana", ujar Ranti.
" Ya sudah, besok kamu mau kemana? tanya Vanya.
" Tidak kemana-mana, kalaupun pergi paling juga hanya jalan-jalan, tapi nanti bersama Sandrina, saudarinya Sabrina dan Santina", ucap Ranti.
" Baguslah kalau kamu ada temannya, lalu ke Lampung kapan? tanya Vanya.
" Rabu jam 11 malam baru aku ke Merak, dan nanti nyebrang saat Roro pertama berangkat, agar lagi sudah disana, nanti pulang aku naik pesawat langsung ke Jogjakarta, soalnya hari Jumat aku mau tanda tangan pembelian lahan 60 hektar disana, saat ini pak Supomo yang mengurusnya", ujar Ranti.
" Ia Paman dan ayahku sudah kasih tau, katanya kamu mau buat peternakan, jika benar seperti itu, kakak minta tolong, boleh gak suaminya teman kakak yang mengelolanya, dia saat ini berada di Pekanbaru mengurus peternakan orang juga, dia manajer disana", Ucap Vanya.
" Wah, bagus itu kak, dia sudah pengalaman, tapi dia harus tau aturan kita", Ujar Ranti.
" Kalau itu tenang saja, lagian suami teman kakak itu juga orang Magelang, dan berteman dengan mas Bram kakakku, nah dia itu musuh bebuyutan si brengsek Tristan",ujar Vanya.
" Ya sudah, telpon saja teman kakak dan suruh datang saja, agar dia bisa bantu pak Supomo dan pak Gunadi membangun Peternakan itu", ujar Ranti.
" baiklah besok kakak telpon ", ujar Vanya.
" Tuan, para hackers makin bertambah, mereka orang suruhan dari perusahaan Alexius Robinson, hanya IP address mereka di sembunyikan", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah sebentar lagi saya akan masuk, dan tolong retas seluruh retas seluruh sistemnya, biar aku bisa masuk, dan pindahkan jaringan internet ke satelit kita", Perintah Ranti.
" Baik Tuan ", balas Aplikasi Mata Dewa.
" Kak Darel dan kak Sonia mau nginap disini gak? tanya Ranti.
__ADS_1
" Tidak, besok ada kuliah jam 8, nanti kalau disini takut telat masuk kuliah ada persiapan ujian, 2 Minggu lagi kami ujian semester", ujar Darel.
Akhirnya dengan terpaksa Ranti membiarkan kakak laki-laki satu-satunya itu pulang ke apartemennya.
Vanya langsung masuk kamar, Ranti juga masuk kamar dan langsung mandi, kemudian dia mengeluarkan laptopnya dan masuk ke server perusahaan Alexius Robinson.
Ranti, mengirim email kepada seluruh buyer bahwa akan ada penundaan pengiriman barang, Ranti paham pasti pihak buyer akan menghubungi perusahaan Alexius Robinson, dan pasti pihak Alexius Robinson akan mengklarifikasi masalah itu.
Perlu diingat, bahwa di luar negeri kita harus profesional, jadi trik Ranti menghancurkan perusahaan Alexius dengan lebih halus.
Ranti tidak menggubris serangan dari para hackers, yang sudah sejak Sore belum mampu membobol sistem keamanan Ranti di lapisan pertama, sedangkan lapisannya ada 9 mirip Pelindung Semesta.
Kalaupun mereka bisa membobolnya, mereka tidak akan menemukan data-data penting, karena Ranti secara otomatis sudah memindahkan seluruh datanya ke Mainframe milik pribadi dengan menggunakan jaringan internet milik sistem, jadi tidak cela hakcer manapun membobolnya, bahkan email Ranti saja tidak menggunakan jaringan milik Indonesia, intinya semua data penting, Ranti menggunakan jaringan milik sistem.
Para hackers mulai kecapean membobol sistem keamanan Ranti, hingga mereka putus asa, dan saat itu lah aplikasi Mata Dewa menyerang balik dan memblokir komputer mereka dan mengambil seluruh data mereka, komputer dan laptop mereka di masukin virus.
Setelah Ranti mengobrak abrik server perusahaan Alexius, dia terbang menuju gedung milik Alexius Robinson, gedung yang terletak di daerah Kuningan, dengan terdapat 3 Gedung di lahan itu, 2 gedung khusus di sewakan, sedangkan 1 gedung menjadi pusat kendali seluruh bisnis Alexius.
Begitu tiba disana, Ranti dengan Segera memasuki ruangan Alexius yang terletak di lantai Paling atas, mata semesta Ranti memindai satu persatu ruangan yang ada dan menemukan Brankas, dengan sarung tangan pemindah, Ranti mengambil seluruh isi uang yang ada di dalam brankas itu.
Setelah selesai dengan urusannya, Ranti memerintah Drone agar menghancurkan seluruh ruangan Gedung itu, sistem kantor mereka di hapus, dan seluruh meja, kursi dan komputer semuanya dihancurkan, bahkan lift di potong kabelnya.
Untuk jaringan listrik juga dimatikan, hingga kerugian Alexius Robinson bisa mencapai milyaran, beberapa kendaraan milik Alexius yang terparkir di basement juga di rusak, masih bersyukur Rose melarang Ranti membakarnya.
" Aplikasi Mata Dewa, kuras semua uang perusahaan Alexius, sebagian nanti kita berikan ke anaknya dari almarhum istrinya yang telah dia biarkan di rumah sakit jiwa.
" Baik Tuan, namun ada 1 satu perusahaan milik istrinya, dan surat kepemilikan itu telah pindah tangankan oleh Alexius Robinson, kasusnya mirip dengan ibu-ibu orang Solo yang pernah bantu, lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Baik Tuan", Balas Aplikasi Mata Dewa.
" Rose, ini ada berkas yang sudah di balik dinama secara sepihak, Alexius memanfaatkan kesehatan almarhum istrinya, apakah bisa kita merubahnya? tanya Ranti.
" Tidak bisa Tuan, tapi tuan bisa memanfaatkan uang kantor yang tuan yang di kuras untuk membeli perusahaan itu dan berikan kepada anaknya almarhum istri Alexius, bermain halus saja Tuan, efeknya justru akan lebih banyak bagi Alexius Robinson, di perusahaan itu juga Saham 60 % masih atas nama almarhum istrinya, jadi sebenarnya perusahaan itu masih di kendalikan oleh anaknya almarhum Istrinya, makanya anak itu di buat gila agar Alexius Robinson bisa mendapatkan dividen dengan alasan merawat anak mendiang Istrinya, yang juga secara hukum adalah anaknya", ujar Rose.
" Rose yakin dia akan senang ketika ada orang yang membeli saham 30 % miliknya, dan dia berharap bahwa 60% dividen saham milik mendiang Istrinya masih tetap mengalir ke rekeningnya, surat wasiat itu akan tidak bermanfaat saat anak almarhum Istrinya Alexius sembuh", ujar Rose.
" Baiklah, nanti seluruh dividen akan di masukkan ke rekening anak itu bagiamana Rose.
* Dirumah lama Almarhum istrinya itu ada ruangan bawah tanah di situ tersimpan dokumen surat kepemilikan saham dan beberapa aset milik almarhum, semuanya sudah di alihkan ke nama anaknya almarhum, kecuali yang perusahaan yang di pegang oleh Alexius", ujar Rose.
" Baiklah setelah dari sini, mohon tunjukkan lokasi rumah lama dari almarhum istrinya Alexius", ujar Ranti.
* Baik, disana juga tinggal sepasang suami-istri pelayan pribadi almarhum Istrinya, mereka tidak tahu jika anak majikannya itu meringkuk di Rumah sakit Jiwa", ujar Rose.
Ranti melihat Drone sudah selesai menghancurkan gedung Alexius, Ranti pun terbang menuju rumah lama, almarhum Istrinya Alexius, yang berada di Cinere.
Tiba disana Ranti langsung memindai, dan dia menemukan pintu masuk menuju keruang bawah tanah, ruangan ini tidak di ketahui oleh sepasang suami isteri pelayan itu, mereka hanya disuruh menempatinya oleh Almarhum majikan mereka jika dia telah meninggal.
Setelah Ranti dan mengambil seluruh Dokumen peninggalan almarhum istrinya Alexius, dan setelah memindai seluruh ruangan itu dan sudah tidak ada apa-apa lagi, Ranti keluar dari ruangan itu dan pergi menuju kerumah Alexius di kawasan Pondok Indah.
Tiba disana, Ranti masuk ke Ruang kerja, mata semesta memberikan laporan bahwa di balik lemari besar itu adalah ruangan rahasia juga, dan terdapat brankas, Ranti Segera memasuki ruangan itu.
Ranti begitu takjub dengan ruangan itu, yang terbuat dari baja, dan didalam berisi, beberapa kotak yang ada namanya yaitu nama Almarhum istrinya, saat Ranti membukanya, ternyata itu adalah perhiasan miliknya, Ranti segera memisahkan, beberapa kotak itu, baru kemudian Ranti mengambil mengambil semua harta yang ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Ranti sengaja tidak mengambil uangnya Alexius Robinson, namun dia membuatnya miskin dengan cara elegan, walaupun dia masih bisa kaya, tapi itu membutuhkan waktu yang panjang, apalagi salah satu perusahaan penghasil uang terbesarnya akan diambil alih oleh anak almarhum istrinya.
Alexius sendiri baru bercerai dengan istri keduanya setelah sang memergokinya selingkuh dengan Pembantu dirumahnya.
Selesai menguras harta, Ranti Keluar dan sengaja lewat di kamar Alexius, dia melihat ada seorang wanita yang menemaninya tidur tanpa busana.
Tak peduli dengan semua itu, kemudian Ranti beranjak dan hendak Pergi, tetapi saat sudah terbang Ranti melihat mobil Alexius masih terparkir bersama mobil yang mengangkut Lamborghini itu.
Ranti memerintahkan Drone agar merusak mesin total mesin mobil itu agar tidak bisa di perbaiki, sementara itu Ranti jadi kepikiran untuk merusak mobil yang lain, saat memindainya di tempat parkir basement rumahnya, disana terdapat Rolls-Royce Phantom biasa, dan langsung di rusak oleh sebagian Drone, Ranti membiarkan mobil Maserati Ghibli dan Ferrari biasa.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, akhirnya Ranti kembali ke apartemen.
Ranti masuk kamar mandi dan membersihkan badannya kemudian dia duduk santai di kasurnya.
" Tuan semua uang perusahaan Kecuali 1 perusahaan milik almarhum Istrinya Alexius sudah di kuras dengan total 200 triliun", lapor aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih", ucap Ranti singkat.
Ranti kemudian masuk ke cincin semesta dan menghitung seluruh harta yang di ambil dari rumah Alexius Robinson, ternyata lumayan banyak, ada sekitar 300 batang Emas dengan berat 2 kg, hasil dari tambang Emas milik almarhum Istrinya.
Sedangkan 5 Kotak yang juga milik dari almarhum istrinya Alexius itu, Berisi puluhan perhiasan dari Berlian dan dan juga terdapat, emas batangan 1kg.sekitar 50 batang, ternyata almarhum istrinya alexius bukan orang sembarangan.
Akhirnya Branti keluar dari Cincin Semesta dan istirahat.
Keesokan harinya, Ranti Bertemu dengan Sandrina saat sarapan, setelah bertegur sapa di meja makan, Vanya berangkat kuliah.
" Dek, kakak berangkat kuliah dulu ya, kami semua lagi persiapan ujian semester, kakak ada kuliah jam 10 tapi kakak mampir sebentar di Tri Link baru berangkat kuliah", ujar Vanya.
" Hati-hati di jalan", Ranti.
" Nona Muda, apa kegiatan kita lagi ini, sebelum ke Cirebon, tanya Sandrina.
" Kita tidak berangkat ke Cirebon, karena nanti tidak ada waktu ke Lampung, jadi nanti kita nanti malam saja ke Lampung, tapi kamu tunggu saya di Merak, tapi jangan bilang ke kakak ku kalau aku ke Cirebon", Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab Sandrina singkat.
" Segera bersiap, kita pagi ini akan kerumah Sakit jiwa mau menyelamatkan orang", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda ", jawab sandrina dan langsung beranjak masuk kamar dan bersiap.
Dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, akhirnya mereka tiba di RS jiwa, dan langsung menuju informasi, menanyakan pasien bernama Cindy Bernadette usia 22 tahun, apakah benar dirawat RS itu, tapi pihak RSJ mengatakan tidak.
Ranti memindai seluruh kamar dan dia menemukan ruang rawat Cindy sangat tidak layak, akhirnya Ranti memutuskan untuk menculiknya saja.
" Terimakasih Nona, kalau begitu saya permisi saya akan mencari di rumah di RSJ lain saja", ujar Ranti kemudian menghapus seluruh ingatan para petugas itu mengenai kedatangan Ranti dan Sandrina, serta menghapus data CCTV.
Ranti dan Sandrina keluar dari RSJ, saat tiba di jalan raya, Ranti memerintahkan cari parkiran di dekat RSJ itu.
Setelah berhenti sejenak Ranti segera turun sudah dengan Armor Ultimate Mode Stealth, Ranti bergegas masuk dan menuju ruangan tempat Cindy Bernadette dirawat, begitu tiba di ruangan Cindy Bernadette, Ranti langsung memasukkannya ke kantong penyimpanan dalam keadaan tertidur.
Setelah mendapatkan Cindy Bernadette, Ranti segera keluar dan terbang mencari Sandrina, yang ternyata berhenti di parkiran KFC. yang berjarak 1 km dari RSJ itu.
Ranti langsung masuk ke dalam mobil dan setelah keluar dari parkiran barulah Ranti menonaktifkan Armor Ultimate Mode Stealth, lalu mereka kembali ke apartemen untuk menyembuhkan Cindy Bernadette.
__ADS_1