SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kamu pantas


__ADS_3

" Aisyah, kamu gak belikan Roti Boy untuk keluargamu? tanya Ranti.


" Mau, Aisyah juga memang mau beli Roti Boy untuk mereka", jawab Aisyah.


Penjaga konter Roti itu sangat senang, karena mereka membeli banyak, setelah selesai dan dirasa sepi Aisyah memasukkan roti boy ke dalam Cincin Ruang Penyimpanan.


Sejam lebih di perjalanan akhirnya mereka di kediaman Ranti di Pondok Indah, ya sekarang orangtua Ranti tinggal disana, tentunya bersama dengan Suratmi dan Lukman beserta Velove dan Vexia.


" Kak Rumah ayah dan bunda besar sekali", ucap Aisyah.


" Aisyah, rumah ini milik kakakmu, ayah dan bunda hanya merawatnya", potong Monicha.


" Ia sayang, ini rumah kakak, dan kalian semua Saudara kakak memiliki kamar masing-masing, termasuk kak Robin", ucap Ranti.


" Tapi Aisyah maunya tidur dengan kakak", jawab Aisyah.


" Ya sudah ayo, cuci muka dan ganti pakaian terus istirahat", ucap Ranti dan melakukan hal yang sama.


Mereka berdua terlelap, Ranti memeluk adiknya dengan penuh kebahagiaan.


Selama 2 Minggu Ranti memberikan waktu dengan maksimal buat Aisyah dan saudara-saudara Ranti yang lain serta kedua orangtuanya.


Ranti ingin mereka semua bahagia, sudah sangat jarang mereka berkumpul dengan formasi lengkap, dan di pastikan akan lebih jarang lagi, apalagi Rindu akan kuliah di Amerika Serikat, otomatis di rumah berkurang 1 anggota keluarga lagi.


Ranti dan Aisyah terbangun karena pintu kamarnya di ketuk oleh Monicha.


" Astaga kedua Putri bunda ternyata bisa bangun kesiangan juga", ucap Monicha.


" Hehehehe, Aisyah keenakan tidur di pelukan kakak", ucap Aisyah.


" Manja betul kamu sama kakakmu, ya sudah mandi terus turun sarapan", ucap Monicha Herdiani sambil mengusap pipi Aisyah.


Sementara itu, Lukman sedang kesulitan membangunkan kedua putrinya.


" Apa kalian mau tidur seharian dan gak mau makan", ucap Lukman setelah kedua putrinya bangun.


Kedua gadis kecil itu hanya tersenyum sambil beranjak dan memeluk Lukman.


" Mandi dan sarapan, bunda dan bibi kalian sudah siapkan sarapan", ucap Lukman sambil menggendong Vexia.


Kini semuanya sudah berada di ruang makan, para pelayan menata makanan di meja makan yang berukuran besar.


" Princes, Dady dan Mommy sejam lagi akan pergi mengikuti rapat, kalau kamu apa mau dirumah saja atau jalan-jalan? tanya Monicha.


" Princes mau antar Aisyah kembali ke Merak, Princes juga pertemuan dengan orang disana", jawab Ranti.


" Aisyah, nanti kalau kamu senggang datang temani bunda ya", ucap Monicha.


" Ia Bunda, Aisyah pasti datang, sekalian main dengan Velove dan Vexia", jawab Aisyah.


" Ia Nak, Velove dan Vexia jarang kemana-mana", sambung Suratmi.


" Tenang saja bibi, nanti Aisyah telpon saat mau kesini", jawab Aisyah.


" Tuan, Nona Brenda di laporkan ke polisi oleh istrinya laki-laki bejad itu", lapor Aplikasi Mata.


" Apa tuduhannya? tanya Ranti.


" Katanya, Brenda yang merayu suaminya", balas Aplikasi Mata Dewa.


" Rose, tolong kirim Pengacara dan bantu Brenda", perintah Ranti.


* Baik Tuan", jawab Rose.


Selesai sarapan, Ranti menghubungi Brenda.


" Halo Brenda, kamu kenapa, hingga istri dari laki-laki bejad itu melaporkan kamu ke Polisi ? tanya Ranti.


" Saya tidak melakukan apapun, saya tidak mengganggu laki-laki itu, dia saja yang sempat mengganggu saya di warung makan", jawab Brenda dengan jujur.


" Saya sudah siapkan pengacara, nanti sore mereka tiba di rumah kamu, jadi jangan kemana-mana", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", jawab Brenda.


Sementara itu, Rose memerintahkan Joey dan Zoey untuk segera ke Manado mendampingi Brenda yang besok pagi yang akan menghadap ke kantor Polisi.


" Aisyah, ayo kita berangkat, kakak antar kamu pulang ke Merak", Ujar Ranti.


" Ia kak, ini Aisyah sudah siap, tinggal mau pamitan sama ayah dan Bunda", jawab Aisyah.


Setelah berpamitan, Ranti dan Aisyah berangkat menuju Merak.


" Liburan ini sangat berkesan buat Aisyah kak, terimakasih sudah mengajak Aisyah liburan ke luar negeri", ucap Aisyah, membuka obrolan.


" Kamu adikku, jadi kakak bertanggungjawab membuat kamu bahagia, kakak hanya minta, jangan pernah kecewakan kakak itu saja, jika butuh sesuatu ngomong, jangan diam, selama kakak mampu pasti akan kakak berikan", jawab Ranti.

__ADS_1


" Terimakasih kak, Aisyah gak peduli orang mau ngomong apa, selama kakak tetap sayang sama Aisyah, Aisyah akan tetap kuat menghadapi apapun", ucap Aisyah.


" Selamanya kakak akan menyayangi kamu, asal jangan mengecewakan kakak, juga kakak yang lain, itu saja", jawab Ranti.


" Aisyah janji tidak akan pernah membuat kakak kecewa, dan akan belajar lebih dewasa dan Mandiri", ujar Aisyah.


" Kakak percaya, apapun yang terjadi, kita harus saling mendukung dan saling menyayangi", lanjut Ranti.


Sementara jauh itu, jauh di kota Airmadidi, Minahasa Utara, Brenda dan Inggrid sedang menghadapi orang suruhan laki-laki bejad itu.


Mereka mengintai rumah Brenda, hingga Brenda enggan beraktifitas, tanpa Brenda ketahui, tim Rose juga sedang memantau para orang suruhan itu.


Ranti yang mendapatkan laporan dari Aplikasi Mata Dewa, terlihat hanya senyum, kemudian Ranti menggabungkan kekuatan Mind Ruler dan aplikasi mata Dewa.


" Buat orang suruhan laki-laki itu pergi ke rumahnya dan hajar dan hajar laki-laki itu", perintah Ranti.


" Rose, apakah Drone Quantum bisa terbang hingga ke Manado? tanya Ranti.


* Jangankan ke Manado, ke Papua saja bisa, kecepatan Drone 4000 km perjam tuan, silahkan gunakan jika tuan ingin menghancurkan laki-laki itu", jawab Rose.


" Drone aktif, ikuti Koordinat dari aplikasi Mata Dewa, dan bakar rumah dan mobil laki-laki itu, berangkat sekarang", perintah Ranti.


Dengan kecepatan tinggi, 10 Drone langsung menuju ke rumah laki-laki itu, sedangkan yang 10 lagi, berangkat ke kantor laki-laki itu.


Sedangkan di Sleman tepatnya di rumah keluarga Yanuar, saat ini mereka tengah bersyukur dengan berbagi sembako, namun ada saja warga yang mencurigai mereka.


Juni dan Febiola tak mau ambil pusing, mereka tetap berkeliling dan terus membagikan sembako kepada keluarga yang kurang mampu.


Hingga mereka tiba di sebuah rumah yang sudah sangat memprihatinkan, dan tanpa basa-basi, kedua kakak beradik itu langsung masuk dan menemui pemilik rumah itu.


" Selamat pagi pak, ini kami ada sedikit rejeki buat keluarga bapak", ucap Juni.


" Terimakasih Dek, semoga kebaikan kalian dibalas oleh yang mahakuasa berlipat ganda", doa bapak itu.


" Amin", jawab Juni dan Febiola.


" Maaf pak, rumah dan tanah ini apa milik bapak pribadi atau sewa? tanya Febiola.


" Ini milik pribadi saya, hanya saja kami belum punya rejeki untuk merenovasinya, apalagi anak bapak satu-satunya tahun ini mau masuk SMA, jadi belum sempat menabung untuk renovasi rumah ini", jawab bapak itu.


" Bapak dan ibu sendiri bekerja apa? lanjut Febiola bertanya.


" Saya tukang bangunan dan istri saya jualan nasi pecel, tapi sudah 3 bulan saya tidak dapat pekerjaan, jadi hanya bantu-bantu istri berjualan", ujar bapak itu.


" Kira-kira berapa biayanya untuk merenovasi rumah ini dan di depan tanah bapak jika di buatkan Kios", tanya Juni.


" Kalau begitu apakah bapak punya rekening Bank? tanya Febiola.


" Istri saya punya rekening BRI, tapi untuk apa dek? tanya bapak itu.


" Untuk sementara kalian sewa dulu rumah, dan mulai besok silahkan bongkar rumah ini dan buat yang baru, saya kirim uang 200 juta, untuk tahap awal, dan ajak beberapa orang untuk membongkar rumah ini, besok sore kami kirim semen 200 sak, Bata merah 5000 biji, Besi 10, 100 batang, besi 12, 200 batang, genteng rumah 5000 biji, pasir 100 kubik, ubin ukuran 60x60 cm 25 kotak, ukuran 40 x 40cm 25 kotak, kami berharap 4 bulan rumah kalian sudah siap, jika Sudah terbangun 60% kami akan menambahkan uang 100 juta, dan jika sudah selesai, maka kami juga akan memberikan uang tambahan 150 juta", ucap Juni.


"Dek, itu sudah sangat kelebihan", jawab bapak itu.


" Tidak apa-apa, kami juga dulu orang yang sangat miskin, dan kami mendapatkan bantuan dari orang lain, apa salahnya kami berbagi rejeki dengan keluarga bapak, tapi ingat uang itu di pakai untuk membangun rumah dan kios, kalau kalian menyalahgunakan pemberian kami, maka akan tertutup rejeki kalian", ucap Juni.


" Terimakasih Nona, bapak akan gunakan untuk membangun 6dan kios", ucap bapak itu berjanji.


Juni segera mentransfer uang 200 juta, kemudian pergi dari rumah itu dan langsung menuju ke toko bangunan bersama bapak itu.


Namun terlebih dahulu, kedua kakak beradik itu mampir di toko Handphone dan membeli 3 unit handphone mere Xiaomi, yang harganya sekitar 3,5 jutaan, beserta kartu telpon dan paket data.


2 jam kemudian mereka sudah tiba di toko bangunan yang besar, mereka berbelanja di toko itu, dan setelah selesai dan membayar semuanya, Juni dan Febiola mengantar bapak itu pulang.


Ranti terkejut melihat aksi kedua kakak beradik itu, Ranti bangga dengan apa yang mereka lakukan.


" Rose berikan hadiah kepada Juni dan Febiola, masing-masing 100 milyar, sebagai hadiah kebaikan hati mereka", Perintah Ranti.


" Baik Tuan, jawab Rose singkat.


Setelah 2 jam perjalanan, akhirnya Ranti dan Aisyah tiba di kios Aisyah, pelabuhan Merak.


Mereka sudah di tunggu oleh keluarga Aisyah, juga Nayla dan Anjeli, serta Delia.


" Ayah, Bunda, Aisyah pulang", sapa Aisyah sambil memeluk ayahnya dan ibunya.


" Akhirnya kamu pulang Nak, ayah dan bunda sangat merindukanmu", ucap pak Antara.


" Aisyah pasti pulang ayah, kan hanya pergi liburan", ucap Aisyah.


" Kak Anjas, kak Atilla sapa Aisyah", sambil memeluk kedua Abang kesayangannya.


" Bagaimana perasaan kamu dek, apa kamu bahagia selama liburannya", tanya Anjas Antara.


" Sangat bahagia, nanti suatu saat keluarga kita juga pergi liburan bersama", ucap Aisyah

__ADS_1


" Amin", jawab mereka berdua.


Nayla dan Anjeli juga tak kuasa menahan kerinduan mereka berdua pada adik manjanya.


" Kok kami berdua tidak di peluk", ucap Nayla pura-pura ngambek.


" Hehehehe, jangan ngambek dong, nanti jadi jelek", ucap Ranti lalu memeluk Nayla dan juga Anjeli.


" Paman Nino apa kabarnya, kenapa diam-diam saja", ucap Aisyah.


" Gak apa-apa Nak, paman bahagia bisa melihat kamu, paman teringat betapa jahat pamanmu ini dulu sangat kamu, betapa bodohnya paman saat itu", ucap Nino.


" Lupakan masa lalu, sekarang Paman sudah hebat dan Aisyah bangga punya paman Nino", ucap Aisyah dengan tulus.


" Terimakasih nak, paman akan terus menjadi lebih baik, biar Aisyah, Anjas dan Atilla tidak malu memiliki Paman sepertiku", ucap Nino.


" Pak Nino, saya senang mendengarnya", ucap Ranti memotong pembicaraan mereka.


" Terimakasih Nona Muda, jujur selama Aisyah tidak ada, aku seperti kehilangan sesuatu, dan terngiang kejahatan saya", ucap Nino.


" Baguslah, tapi saatnya pak Nino berusaha memajukan Kios, tenang saja janji saya memberikan hadiah, tidak akan saya lupa", ucap Ranti.


" Diman, mana motor besar mu? tanya Ranti.


" Itu Nona Muda, pas disamping mobil Paman Antara.


" Wah masih mulus dan tidak berubah", sindir Ranti.


" Hehehehe, kapok saya nona Muda, jadi saya tak mau lagi mempreteli motor saya, apalagi pemberian Nona Muda", ucap Diman.


" Nona Muda, putra saya ini lucu, giliran sudah punya motor besar, malah kalau pergi hanya sebentar, paling jam 9 malam sudah di rumah, itupun kalau di ajak teman nya, kalau tidak ada yang ngajak dia juga hanya jualan sate dengan saya", ucap Nino.


" Itu bagus, buat apa keluyuran gak jelas, hanya sekedar mau pamer, sekali-kali kita begadang ya gak apa-apa, namanya juga kita punya kawan, tapi kalau tiap hari, itu yang tidak baik", ucap Ranti.


" terimakasih Nona Muda, Diman sadar akan kebodohan yang Diman lakukan dimasa lalu, hampir saja Diman kehilangan Bibi dan paman yang sangat menyayangi Diman", Ujarnya.


" Bibi dan Paman sangat berharap besar sama kamu, dari awal kedua Abang sepupumu ingin kamu kuliah menemani Aisyah, makanya paman dan bibi berusaha menyekolahkan kamu, lihatlah kedua Abang sepupumu itu", ucap Bu Antara.


" Terimakasih bibi, terimakasih Paman, Diman janji akan sekolah baik-baik, biar adik sepupuku yang cantik ini, tidak malu memiliki Abang sepertiku", ucap Diman.


" Hehehehe, akhirnya Abang Sepupuku kembali seperti dulu, rajin ibadah, rajin belajar dan juga sayang sama Aisyah", ucap Aisyah.


" Diman, saya janji sama kamu, jika kamu terus menyayangi Aisyah dengan tulus, percayalah hidupmu akan senang, jangankan motor, mobil sport pun akan ku belikan buat kamu, jadi jalankan saja ujian dari saya, kamu lulus SMA dengan nilai baik, saya belikan kamu mobil untuk kuliah, jika kamu sudah sarjana, dengan nilai bagus, dan akhlak kamu bagus, saya pastikan memberikan kamu posisi yang terbaik di perusahaan saya", ucap Ranti menyemangati Diman.


" Terimakasih Nona Muda, saya tidak ingin hadiah apa-apa lagi, dengan Paman dan bibi sudah memaafkan dan menyayangi Diman saja, itu sudah hadiah yang sangat berharga buat Diman, toh semuanya buat kehidupan Diman dimasa depan", ucap Diman.


" Aisyah, tambahkan uang jajan kakakmu Diman, tiap bulan berikan dia 10 juta, biar nanti teman-temannya tidak meremehkannya", ucap Ranti.


" Baik kak, mulai masuk sekolah lagi, Aisyah akan transfer 10 juta buat kak Diman", jawab Aisyah.


" Sekarang mari kita makan siang dulu, lihat itu si Delia, sudah menyiapkan kita makanan ", ucap Bu Antara.


" Astaga, Aisyah kira, kak Delia tidak datang menyambut Aisyah, ternyata kakak cantikku ini sedang memasak", ucap Aisyah sambil memeluk erat orang yang sangat menyayanginya dari kecil.


" Bukan hanya Delia saja, bibi juga sudah masak buatmu sayang, ucap pemilik kios sebelah.


" Bibi bohong, pasti makan ini, di buat oleh Paman, ayo ngaku, karena dari kecil hanya paman yang tau selera Aisyah", Ucapnya.


" Hahahaha pintar sekali kamu, ia ini yang buat Pamanmu, sebentar lagi dia datang", ucap tetangga kios itu.


" Ia dong, lagian bibi bohongnya pakai makanan yang ini, di dunia ini yang buat ceker ayam terenak hanya Paman, jadi Aisyah tau ini bukan buatan bibi, karena bibi tidak suka dengan ceker ayam, tapi kalau ayam balado, buatan bibi PING enak sejagat pelabuhan Merak", ucap Aisyah.


Hahahaha hahahaha.


" Bibi jadi malu, bilang ayam balado bibi terenak Se Pelabuhan Merak, padahal yang terkenal masakan soup bibi", ucapnya.


Suasana siang di kios Aisyah menjadi sangat hangat dan penuh kebahagiaan, tiba-tiba datang orang yang juga sangat menyayangi Aisyah.


" Halo Ponakan paman yang cantik, apakah Pamanmu boleh numpang makan? ucap Pak Lomban.


Namun tiba-tiba juga pak Lomban langsung terdiam kaku sambil berucap.


" Selamat Siang Nona Muda, maaf saya meninggalkan kantor, saya siap di hukum", ucap Pak Lomban gugup.


" Ayo masuk duduklah dan mari kita makan siang, siapa saja yang mobil? tanya Ranti.


" Mereka Manajer Kredit dan Manajer Keuangan, mereka ingin berkenalan dengan Nona Muda Aisyah, kami baru selesai dari survey terhadap permohonan kredit sebuah perusahaan disekitar sini", ucap pak Lomban yang belum berani duduk.


" Ya sudah panggil mereka berdua dan supir kantor, sekalian kita makan siang bersama", ucap Ranti.


" Tapi kami tidak pantas duduk makan bersama dengan keluarga Nona Muda", ucap Pak Lomban.


" Kalau tidak pantas, mulai hari ini Pak Lomban jangan lagi mengaku pamannya Aisyah, dan pak Lomban saya pindahkan ke Papua," tegas Ranti.


" Waduh, jangan dong Nona Muda, kasihan istri saya, dia sangat senang dengan kehadiran Nona Muda Aisyah", ucap psk Lomban.

__ADS_1


" Makanya, jangan bicara pantas dan tidak pantas, saya tidak melarang pak Lomban menganggap Aisyah sebagai Keponakan, karena saya yakin pak Lomban tulus menganggap Aisyah sebagai Keponakan, dan itu berarti pak Lomban pantas menjadi pamannya, silahkan ajak mereka dan mari kita makan, jadilah paman terbaik untuk adikku, lihat wajahnya sedih melihat pamannya seperti ini", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda ", ucap Pak Lomban dan langsung kembali ke mobil memanggil bawahannya.


__ADS_2