
" Baiklah, lalu kamu mau pindah sekolah kemana, apa masih mau di sekolah negeri atau swasta? tanya Ranti.
" Kemana aja asal jangan ada pembullyan", jawab Aisyah.
" Ya sudah kita lihat dulu kasusnya, kalau misalnya selesai dengan baik, bagaimana? tanya Ranti.
" Ya bagus dan Aisyah tetap di sekolah itu, tapi tetap saja pembatalan sumbangan tetap berlaku, ucap Aisyah.
" Wah kejam sekali adik cantikku ini kalau lagi marah", ledek Ranti.
" Abisnya Pihak sekolah tidak mau bantu Nuril, ya kita juga gak usah bantu sekolah, toh itu sekolah negeri, jadi bukan kewajiban kita", ucap Aisyah.
" Ya sudah, kakak kerja dulu, jangan lupa makan ya", ucap Ranti
" Rose tolong kirim Tim ke merak dan tangkap ketiga anak berandalan itu, masukkan ke kantong Ruang 4 musim, bebaskan mereka saat Aisyah sudah lulus sekolah", perintah Ranti.
* Baik Tuan, salah satu orangtua dari ke-tiga anak itu adalah Manajer di super speed Line", ucap Rose.
" Biarkan saja, biar ayahnya Nuril yang membereskannya", ucap Ranti.
Setelah Nuril selesai di visum, mereka langsung keluar dari Ruangan visum menuju parkiran, Aisyah terkejut melihat mobilnya di kerumunin oleh banyak orang dan berfoto-foto.
" Aisyah, bagaimana kita mau masuk mobil kalau seperti itu", ucap Nuril.
" Ayo, kita permisi saja kepada mereka", ucap Aisyah.
" Mohon maaf, saya mau lewat, tolong saya mau masuk ke mobil saya, udah ya foto-fotonya", ucap Ranti.
" Hei kamu siapa ! jangan ganggu kami lagi foto! hardik salah seorang gadis yang berada di dekat mobil Aisyah.
" Saya tidak mengganggu kalian, saya mau masuk mobil dan pulang", ucap Aisyah.
" Hei.. jangan ngaku- ngaku ini mobil kamu, agar bisa foto duluan", ujar gadis itu mengejek.
" Hei Nona minggir, gak pantas kalian berdua berfoto di mobil mewah ini? ucap seorang pria berpakaian rapi terlihat orang kaya.
" Oh memangnya kamu pemilik mobil ini, atau penjaga mobil majikan kamu? sengit Aisyah.
" Mobil ini milik teman saya, dia sedang di dalam RS", ucap pria itu.
" Oh begitu, apa buktinya mobil ini, milik teman kamu ? ujar Aisyah.
" Hahahaha, lihat saja pakaian kamu yang masih sekolah, dan lebih menjijikan teman kamu itu, ucap pria itu dengan sangat mengejek.
" Seorang pria dewasa seperti kamu, siang-siang seperti ini berada di keramaian, hanya ada 2 alasan, pengangguran dan ingin menebar pesona, ucap Aisyah menohok.
" Hahahaha, kamu salah besar gadis kecil, saya salah satu Petinggi di KFC Indonesia, saya kesini karena ada pekerjaan, ke RS hanya menemani kawan saya", ucap Pria itu. Dia utus Joey untuk mengeceknya kondisi Pembangunan KFC untuk Aisyah.
" Oh jadi kamu seorang karyawan di KFC, baiklah ternyata kamu orang kaya", ucap Aisyah.
" Saya Adolfo Neman, Manajer pemasaran KFC Indonesia wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat", ucapnya dengan bangga.
" Baiklah, saya akan ingat nama kamu, dan sudah ku foto wajahmu yang ganteng", Saya Aisyah Aliyah Antara", ucap Aisyah.
" Hahahaha gadis seperti kamu tidak level dengan saya, yang ada kamu nanti minta ini dan itu, kalau kamu mau cari orang yang mau memelihara kamu, pergi Mall, pasti disana banyak Om- Om", ucap Adolfo Neman.
" Hahahaha, kamu ternyata boleh juga, suatu saat kamu menyesal dengan omongan kamu ! Tuan Adolfo Neman sang Manajer Perusahaan besar di Indonesia.
" Permisi, tolong foto-fotonya sudah ya, sekarang saya dan teman saya mau pulang, ucap Aisyah dan menekan remote kontrolnya.
Terdengar bunyi dari mobil itu dan pintu langsung terbuka.
" Tuan Adolfo, kalau saya tidak pantas berada di mobil ini, lalu anda bagaimana, kalau saya orang miskin bisa punya mobil ini, tentu mobil kamu lebih mahal dari mobilku bukan", ucap Aisyah mengejek.
Orang- orang disitu hanya bisa mengumpat.
" Sial .. ! ternyata mobil mewah itu miliknya", umpat Adolfo.
" Ohh Astaga tadi dia menyebutkan namanya, Aisyah Aliyah Antara", monolog Adolfo dan melihat data pemilik Gerai KFC yang akan dia datangi, dia sudah sudah di wanti wanti agar jangan memberitahukan kepada Aisyah Maslah ini.
Saat Adolfo Neman membuka handphonenya, dia melihat Profil singkat Aisyah, matanya terbelalak saat membaca status Aisyah yang adalah adik angkat pemilik KFC Indonesia, seketika dia terdiam, hingga tak menyadari temannya sudah datang.
" Adolfo kamu kenapa, kita lanjutkan perjalanan ke Gerai itu, tadi Tuan Joey sudah menghubungi ku agar segera diselesaikan", ucap teman Adolfo yang merupakan direktur pemasaran KFC Indonesia.
" Tidak apa-apa Pak Direktur, ayo kita lanjutkan perjalanannya", ucap Adolfo yang pikirannya sudah tak karuan.
" Pak Direktur, apakah Pemilik Perusahaan itu orangnya baik ? tanya adolfo.
" Sangat baik, hanya saja dia tidak segan memecat atau menghancurkan orang yang menghina keluarganya, apalagi Kakak-kakaknya dan adiknya', ucap direktur pemasaran KFC Indonesia.
" Oh begitu ya Pak", ucap Adolfo.
" Ia, makanya kita para para direktur hingga supervisor, di bagikan foto Pemilik dan daftar saudara-saudaranya yang sama sekali tidak boleh di ganggu, saya harap kamu nanti saat pembukaan gerai KFC itu, jangan sampai ada kesalahan
Kamu harus ingat Nona Muda Aisyah adalah adik angkat Nona Muda Ranti Pemilik saham terbesar dan anak dari pemilik saham kedua", ucap Direktur Pemasaran KFC Indonesia.
" Baik Pak", sahut Adolfo.
Aisyah dan Nuril kini mampir di toko handphone yang dulu tempat Ranti belikan dia dan Delia handphone.
" Halo neng, mau beli handphone apa ? tanya pelayan toko itu,
" Saya mau merek Reno 8 Pro 5 G, serta kartu Internetnya, apa ada barangnya dan berapa Harganya", tanya Aisyah.
" Harga nya 9,9 juta dan kartu Internetnya 100 ribu , jadi totalnya 10 juta", ucap pelayan toko tersebut.
__ADS_1
" Ya sudah saya bayar pakai kartu yang ini saja', ucap Aisyah mengeluarkan Black Card Centurion miliknya.
Pelayan itu terdiam dan matanya melotot melihat kartu milik Aisyah.
" Ada apa Nona, apa disini tidak menerima kartu seperti ini", ujar Aisyah membuyarkan ketegangan si Pelayan itu.
" Tidak Nona, baiklah saya akan menggeseknya, dan berhasil membayarnya.
" Ini tips buat kamu, ucap Aisyah kemudian memberikan 300 ribu kepada pelayan dan mereka pergi dari toko itu.
" Nuril itu buat kamu, sekarang kita ke Dealer motor, ucap Aisyah dan menjalankan mobilnya.
Tak berapa lama mereka sampai di dealer motor Yamaha.
" Nona, saya mau beli motor Nmax keluaran terbaru, apa syaratnya saya beli cash ucap Aisyah.
" KTP saja, atau KK", ucap SPG itu.
" Aisyah, apa kamu sudah punya KTP atau SIM ? tanya Aisyah.
" Punya, aku kan lebih tua setahun dari kamu", jawab Nuril.
" Ya sudah berikan KTP kamu, dan pilih warna motor yang kamu mau", ucap Aisyah.
" Aisyah, harganya sangat mahal, coba lihat ini, 31 jutaan, ucap Nuril.
" Tidak apa-apa, ambil saja, nanti jika kita masih disekolah di situ, motormu parkir bersamaku, Kecuali aku bawa mobil", ucap Aisyah santai.
" Ya sudah aku ambil warna biru saja", ucap Nuril.
" Nona, ambil warna biru, kira-kira kapan motornya di kirim? tanya Aisyah.
" Besok sebelum makan siang sudah diantar", jawab SPG itu
Berapa harganya, cara bayarnya bagaimana, cash, transfer atau debit? tanya Aisyah.
" Semua cara bisa", jawab SPG dan menunjuk kasir.
Aisyah membawa dokumen itu dan membayarnya dengan Black Card Centurion.
Selesai urusan motor, Aisyah mampir ke rumah makan dan mere berdua menikmati makanannya sambil ngobrol ringan,
" Aisyah terimakasih ya, ucap Nuril.
" Sama-sama, ya sudah ayo cepat habiskan makanan kamu dan kita ke rumahmu, ada hal yang ingin aku sampaikan ke ayahmu", ucap Aisyah.
Lagi asyik makan, kembali tiga siswa yang memukul Nuril di sekolah tiba-tiba muncul.
" Hei Nuril, ternyata kuat juga kamu, dan kamu Aisyah, ternyata kamu dengar-dengaran juga, keluarga kamu bebas bertindak apapun, jadi kalian itu bukan siapa-siapa, walaupun kamu orang kaya, bukan berarti kami takut dengan kamu", ucap mereka.
" Hahahaha, karma, kamu sumpahin kami ! ucap mereka emosi.
Brak... brak...
Makanan Aisyah dan Nuril tumpah semuanya.
"' Nuril ayo kita pulang, ajak Aisyah yang masih sabar.
Aisyah menarik tangan Nuril dan hendak ke kasir.
" Mau kemana kalian, bayar sekalian makanan kami, ucap mereka.
" Baik bos besar, ucap Aisyah masih mengalah.
" Berapa totalnya, tambah tagihan 3 orang itu ? tanya Ranti.
" Totalnya 1 juta semuanya", ucap kasir itu.
" Ini kartu saya, ucap Aisyah.
Tak jauh restoran itu, 2 orang Tim Rose sudah bersiap untuk menangkap 3 siswa begadulan itu.
" Berikan kami uang 1 juta sekarang", hardik mereka.
" Ini, ambilah ucap Aisyah, sambil menyodorkan uang 1 juta.
" Nah gitu dong, itu namanya kamu tau diri", ejek mereka lalu pergi ke parkiran motor.
Saat mereka tiba di parkiran, dengan cepat Tim Rose memasukkan mereka ke dalam kantong Ruang 4 musim.
" Nona siapa mereka, seragam kalian sama dengan 3 laki-laki itu, mereka kalau makan disini sesuka hati mereka membayarnya', ucap pelayan restoran itu.
" Mereka satu sekolah dengan kami", ucap Aisyah.
Sementara ketiga siswa begadulan itu kebingungan, mereka berada di hutan, bersama dengan motor mereka.
" Bro dimana ini, kenapa tiba-tiba kita berada di hutan, dan hanya ada gubuk disini", ucap salah satu dari mereka.
" Aku juga gak tahu ini dimana", ucap siswa yang di anggap bos.
" Kita ke gubuk itu saja, siapa tahu ada orang disitu", ajak salah satu dari mereka.
Saat mereka masuk ke dalam gubuk dalam gubuk itu, mereka langsung di suguhkan dengan tulisan yang mengatakan.
SELAMAT DATANG DI RUMAH BARU KALIAN, MULAI HARI INI, KALIAN TINGGAL DI RUMAH INI, TEMPAT INI KHUSUS UNTUK MANUSIA RENDAHAN SEPERTI KALIAN
__ADS_1
SELAMAT BERSENANG-SENANG... KALAU MAU HIDUP SILAHKAN BEKERJA, TIDAK ADA MAKANAN MEWAH DISINI, INTERNET JUGA TIDAK ADA, TV JUGA TIDAK ADA, KALAU LISTRIK HANYA MALAM SAJA.
KALIAN BISA BEBAS 2 TAHUN LAGI, ITU KALAU KALIAN MASIH HIDUP... HAHAHAHA.
mereka bertiga berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengarnya.
Di meja ada secarik kertas panduan untuk bertahan hidup di situ
" Bro, kita disuruh bekerja untuk kebutuhan kita, bertani, beternak berburu dan mancing di kolam ikan", ucap salah seorang siswa.
Aisyah tidak tahu dengan kejadian itu, dan dia langsung menuju ke rumah Nuril.
Mobil Aisyah jadi perhatian warga kampung disitu, mereka tercengang saat Aisyah membuka pintu dan turun dari mobilnya bersama dengan Nuril.
" Ya ampun Nuril, kenapa bajumu jadi banyak coretan begini, dan pipimu lebam begini", ucap ibunya Nuril.
" Maaf Bu, nama saya Ranti, kami teman dari SMP tapi saat ini beda kelas di SMA, dia tadi di pukul teman-teman nya, tapi sudah saya bawa ke RS, masalah ini biar kita urus nanti, tujuan saya kesini juga ingin bicara dengan ayahnya Nuril? ucap Aisyah.
" Oh sebentar ibu panggilkan", ucap Ibunya Nuril, dan beranjak ke dapur memanggil suaminya.
" Saya Fuadi, ayahnya Nuril, ada apa Nona, adakah yang bisa bapak bantu", ucap Fuadi
" Ada, saya to the point saja, apa bapak masih mencari pekerjaan atau sudah malas", tanya Aisyah tegas.
" Bapak masih berusaha, hanya memang sudah mulai jenuh, ratusan perusahaan tidak ada yang menerima Bapak", ucap Fuadi.
" Bapak Tau tidak PT Super Speed Line itu, sekarang sudah berganti pemilik", ujar Aisyah.
" Bapak hanya dengar dari kawan yang baik dengan bapak, tapi jika bapak melamar disana, pasti di ejek sama Rianto dan kawan- kawan mereka sekarang sudah jadi bos disana, walau kerjanya hanya nongkrong saja", ucap Fuadi.
" seandainya bapak jadi direktur di sana, apa bapak berani memecat mereka? tanya Aisyah.
" Hahahaha, jika benar demikian, maka sejam saya bapak jadi direktur, bapak pecat mereka semua tanpa pesangon, bukti-bukti kecurangan mereka ada sama bapak, tapi ya, ini hanya sebatas cerita kosong saja", ucap Fuadi Menarik nafas panjang.
" Tujuan saya kesini, adalah memerintahkan bapak ke PT Super Speed Line, hari Selasa jam 10 pagi, bertemu dengan Direktur Utama, harus datang jika bapak mau kehidupan bapak kembali dan bahkan lebih dari sebelum di pecat.
" Perusahaan itu sekarang milik kakak angkatku, kakakku sendiri yang memerintahkan bapak kesana", ucap Aisyah.
" Maaf kalau masalah kasus Rianto, bapak memang menyimpan bukti nya, tapi bapak bapak tidak mau berurusan dengan mereka, apalagi saya tidak punya jabatan apa-apa lagi disana, Ucap Fuadi.
" Justru itu datanglah, saya jamin, bapak bisa membalas mereka", tolong juga bantu perusahaan kakakku, ucap Aisyah.
" Baiklah, tapi apa nak Aisyah bisa pinjamkan bapak 1 juta untuk beli pakaian dan sepatu baru, bapak malu kesana jika pakai pakaian yang lama", ucap Fuadi.
" Hahahaha, gampang itu, asal bapak bersedia datang, uangnya tidak usah di kembalikan, ini 5 juta, pakailah, nanti direktur Utama yang akan menjelaskan kepada bapak, apa posisi bapak disana kedepannya, jangan kuatir, soal para pemalas itu kita urus kemudian, yang penting sekarang adalah bapak harus bekerja di sana", ucap Aisyah.
" Baik nak, bapak akan datang dan bekerja lagi disana", ucap Fuadi.
" Ya sudah, saya pamit pulang, Nuril sudah ku belikan motor, hari Selasa bapak boleh pinjam, untuk ke kantor, ujar Aisyah dan langsung Keluar dari rumah Nuril.
Terlihat di halaman rumah Nuril banyak orang yang melihat mobil mewah itu.
" Nak Aisyah, apa ini mobilmu? tanya Fuadi.
" Ya ini mobil saya, baru di belikan kakakku kemarin", ucap Aisyah polos.
" Nuril, ini uang buat kamu, beli seragam yang baru dan sepatu baru juga tas serta perlengkapan yang lain", ucap Aisyah sambil memberikan uang sebesar 5 juta.
" Dan ini buat ibu, semoga bisa tambah jualannya ', ucap Aisyah yang juga memberikan uang 5 juta kepada ibunya Nuril.
" Terimakasih Aisyah, maaf sudah merepotkan kamu", ucap Nuril.
" Gak apa-apa, nanti kita ngobrol chating saja, aku sudah di suruh pulang sama bundaku", ucap Aisyah yang kemudian masuk ke mobilnya dan beranjak pergi.
" Nuril, bukannya Aisyah itu teman SMP kamu, kalau gak salah ingat orangtuanya, jualan di di pelabuhan? tanya Fuadi.
" Sampai sekarang masih jualan, kakak angkatnya yang kaya raya, pemilik Bank IDB Indonesia, Aisyah juga punya mobil Mercedes, dan motor seharga 130 juta.
Aisyah bilang kekayaan kakaknya sangat banyak, perusahaannya hingga ke luar negeri, sekarang lagi membangun peternakan di Lampung luasnya 5000 hektar, dia beli cash", ucap Nuril.
Jauh di Sulawesi Utara, tepatnya daerah Minahasa Utara, Ranti sedang duduk santai di tenda proyek, Dia terlibat perbincangan dengan beberapa orang warga yang memohon pekerjaan.
" Kalau bapak - bapak mampu bekerja, silahkan saja, tapi perusahaan kami baru beroperasi akhir tahun depan", ucap Ranti.
" Tidak apa-apa Nona, kami akan menunggunya sambil kami tetap bekerja seperti biasa", ucap mereka.
" Ya sudah, pokoknya lihat saja kalau bangunan sudah mau selesai, segera siapkan berkas lamarannya, ijasah apa saja Silahkan, asalkan ada, dan yang paling penting adalah rajin, jujur dan setia.
" Saya butuh orang yang berpengalaman dalam melihat kualitas kopra, pala dan cengkih secara alami, kalau bapak bertiga sanggup dan berpengalaman, maka kalian bisa saya jadikan penaksir saat membeli dari Petani dan Kepala yang bertanggungjawab terhadap kualitas barang, bagaimana? tantang Ranti.
" Saya petani Kopra, dan juga bertahun-tahun hingga Sekarang bekerja sebagai penaksir kualitas, saya bersedia tes jika nanti perusahaan ini akan dibuka, begitu juga mereka berdua, kami berdua juga siap tes ", ucap mereka bertiga.
" Baiklah, tulis nama kalian dan nomor telpon yang bisa di hubungi, nanti Maura yang akan menghubungi kalian saat akan di buka dan ikut tes", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, semoga kami bisa bergabung", ucap mereka.
" Baiklah kalau begitu, dan mohon maaf saya mau kembali ke Surabaya, dan semuanya nanti diurus oleh Maura", sahut Ranti dan berdiri.
" Maura, mari kita ke rumah Brenda, tapi apa pesanan saya sudah dibuat ibumu? tanya Ranti.
" Sudah, nanti kita mampir baru ke rumah Brenda", jawab Maura.
" Apa kamu yakin tidak butuh orang untuk mengawasi proyek ini, apa kamu tidak capek setiap hari duduk disini mengontrol orang kerja", tanya Ranti.
" Tidak Nona, kadang keluarga saya datang, atau orangtuanya Miky, lagian pekerjaan ini tidak berat, apalagi para pekerja juga baik-baik, nanti jika sudah mulai sibuk, pasti saya lapor ke Nona, ucap Maura, yang sama sekali tidak mau di bantu dalam mengawasi proyek itu.
__ADS_1