
Disebuah kontrakan sempit, tinggal seorang gadis yang terpaksa menikah demi membayar hutang judi paman dan bibinya, bahkan setelah menikah pamannya beberapa kali memperkosa gadis itu.
" Tuan gadis itu, juga beberapa kali di perkosa pamannya, hal itu di lakukan setelah gadis itu menikah dengan juragan rentenir itu", ucap Aplikasi Mata Dewa.
" Tunjukkan jalan kerumah kontrakan paman dan bibi gadis itu, biar kita tangkap kedua orang bejad itu".
Hanya 30 menit Ranti sudah menemukan rumah kontrakan suami istri itu, mereka masih terbilang mudah, tapi hidupnya sangat tidak normal. Paman gadis itu adalah adik kandung dari almarhum ibunya.
Tidak ada keluarga lain yang mau merawat gadis itu semenjak orangtuanya meninggal, akhirnya dia tinggal bersama pamannya yang lebih bejad dari keluarganya yang lain.
Dengan Armor Transparan Mode Stealth, Ranti masuk ke dalam rumah kontrakan suami istri itu, Ranti langsung masuk ke kamar mereka, ternyata mereka lagi asyik, Ranti yang melihat itu hanya menarik napas panjang dan langsung memasukkan mereka berdua ke kantong Ruang Penyimpanan bersama dengan group Tristan, tapi berbeda wilayah, semua pakaian mereka juga di masukkan juga.
Setelah selesai Ranti kembali ke rumah Mora sambil membawa surat rumah Mora.
Kembali sebentar ke gadis malang.
Gadis itu terkejut melihat notifikasi dari Bank BRI, dia melihat saldo rekeningnya bertambah 38 milyar, dia kebingungan dan berpikir jangan-jangan pihak bank salah mentransfer uang.
Tapi semua itu buyar setelah pihak bank menelponnya, agar segera datang ke Bank.
Baru saja dia hendak ke Bank, pintu kontrakkannya di ketuk oleh asisten bayangan Rose.
" Selamat Siang, apa benar ini dengan Nona Laras Widyanti", tanya asisten bayangan itu.
" Ia saya sendiri Nona", ada keperluan apa ? tanya Laras Widyanti.
" Saya di perintahkan majikan saya, agar hari ini membawa anda ke rumah baru milik anda dan juga ini adalah surat talak cerai dari suami anda, ucap asisten bayangan itu, sambil memberikan bukti talak 3 dari juragan rentenir itu.
" Tapi saya sedang hamil", bagaimana bisa tanya Laras.
" Apakah kamu mau hidup dengan laki-laki itu, apakah kamu di berikan biaya hidup yang layak? tanya asisten bayangan itu.
" Terimakasih kalau begitu, tapi saya mau ke Bank BRI, saya bingung dengan Rekening saya yang tiba-tiba mendapatkan uang yang sangat banyak, ujar Laras.
" Tenang saja, uang itu berasal dari majikan saya, besok saja anda berangkat ke Bank dan pindahkan uang anda menjadi deposito berjangka sebesar 30 milyar, sisanya buat biaya hidup kamu sehari-hari hingga anakmu lahir, sekarang berkemaslah bawa saja baju-baju kamu, soal peralatan dapur dan kasur biarkan saja, dirumah baru kamu juga sudah ada 1 orang pembantu, kamu cukup menggajinya 3 juta perbulan, ucap asisten bayangan itu.
Mereka berdua langsung berkemas, Laras mengembalikan kunci kontrakan kepada pemiliknya dan pergi dengan asisten bayangan itu.
Sejam kemudian mereka tiba di rumah 2 lantai, dan disambut seorang wanita dewasa yang nantinya akan menjadi pelayan buat Laras.
" Nona Laras ini sertifikat Rumah anda, dan surat-surat mobil dan SIM, ucap asisten bayangan itu.
Ketika Laras memegang SIM mobil itu, badannya terasa hangat, ternyata Rose memberikannya skill mengemudi, tapi keajaiban belum selesai, ketika dia masuk Rumahnya, badannya kembali hangat Rose memberikan dia skill memasak dan skill komunikasi serta kemampuan membuat konten.
Laras memasuki salah satu ruangan yang berisi lengkap peralatan komputer dan kamera, ruangan itu kayaknya sebuah studio.
" Nona Laras, majikan kami tahu anda senang suka berbagi Video, maka majikan saya memberikan semua hadiah ini buat anda, pesan dari majikan saya, agar anda membuat akun YouTube dan buat konten Memasak, tepat di bagian belakang rumah ini ada dapur khusus untuk studio memasak anda, ucap asisten bayangan itu.
" Terimakasih Nona, saya akan isi waktu dengan membuat video, untuk saat ini saya bisa mengerjakan sendiri, ujar Laras Widyanti.
" Baiklah semua sudah beres, mohon 3 hari dari sekarang anda sudah membuat video, ucap asisten bayangan itu.
" Oh ya Nona, saya belum bisa menyetir mobil, jadi bagaimana dengan mobil itu", tanya Laras yang belum paham dengan kemampuannya.
" Nona sudah bisa menyetir mobil juga motor, silahkan anda mencobanya, ini Toyota Raize, ujar asisten bayangan itu.
Ketika Laras masuk ke mobil dan memegang setir, dia langsung merasakan bahwa dia bisa menyetir mobil dan dengan percaya diri dia menyalakan mesin dan mulai menjalankan mobilnya, dia tertawa bahagia, dapat uang banyak, dapat rumah bagus yang lengkap serta dapat mobil.
" Nona Laras silahkan nikmati semuanya, jangan kuatir semua ini 100% milik anda, pesan majikan saya, agar anda menggunakannya dengan bijak, dan kembangkan diri anda menjadi konten kreator, masak dan food vloger, pasti akan ramai YouTube anda, ucap Asisten Bayangan itu.
" Tolong sampaikan terimakasih ku, kepada majikan anda, saya akan berusaha dengan baik", ujar Laras.
Kembali ke Ranti
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, Ranti tiba dirumah Mora.
__ADS_1
" Kakak sudah kembali, kami sudah siap berangkat, ujar Salma bahagia.
" Oke, mana paman dan bibi, tanya Ranti.
" Ayah dan ibu ada di dapur kak Ranti, tadi setelah terima telpon, mereka terlihat bingung", ucap Mora.
Ranti hendak ke dapur dan dia menemukan sepasang suami istri itu dalam keadaan pucat.
" Ada apa Paman, Kenapa wajah kalian seperti orang ketakutan? tanya Ranti.
" Ini Nona Muda, rekening kami menerima uang 25 milyar entah dari mana", ucap ayahnya Mora.
" Sudah nanti datang saja ke Bank, mereka pasti mau menawarkan deposito kepada Paman, jadi saran saya, 20 milyar simpanlah dalam bentuk deposito, tiap tahun ambil saja bunganya, dan 5 milyar untuk biaya hidup sehari-hari, 5 milyar sudah cukup kalian gunakan selama 5 tahun", ucap Ranti.
" Itu banyak sekali Nona Muda, ujar mereka.
" Apa kalian mau Mora dan adiknya hidup susah di masa depan?", pakailah dengan bijak dan saat ini kalian masih bekerja, jadi hidup kalian juga pasti akan berubah, tapi jangan pernah jadi orang Sombong karena merasa banyak uang.
" Ini saya tambahkan 5 milyar untuk Renovasi rumah kalian dan belilah mobil serta motor 1 lagi agar paman tidak bolak-balik antar jemput ibu, terakhir ini sertifikat rumah kalian, dan selamanya juragan itu tidak akan mengganggu kalian", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kami tetap bekerja dengan baik, dan segera merenovasi rumah kami, setelah itu saya akan beli mobil, agar Mora bisa lebih senang jalan-jalan nantinya, ucap ayahnya Mora.
" Baguslah, beli saja rumah kosong di samping rumah Paman dan renovasi sekalian, setelah itu bisa di sewakan ke orang", ujar Ranti.
" Pemilik rumah itu, ada di depan rumah ini, kebetulan anaknya sudah sukses dan dia hanya tinggal sendirian, jadi dia memang ingin menjualnya, apalagi ini rumah yang paling kecil miliknya", ujar ayah Mora.
" Ya sudah paman beli saja, sementara rumah itu dulu yang di renovasi, setelah selesai baru rumah ini, buatlah 2 tingkat agar ruang tamu lebih luas, di lantai 2 khusus kamar saja", saran Ranti.
Selesai berbincang-bincang dengan keluarga Mora, Ranti segera kembali kerumahnya bersama dengan Mora.
Tak terasa waktu sudah sore, Ranti dan Vanya serta Salma juga Mora sudah bersiap-siap berangkat ke Jakarta.
" Dad, Mommy, kami berangkat dulu ya", ucap Ranti.
Ranti sengaja bawa mobil dan nanti di parkir di Bandara, karena Mang Dul ijin sehari kekampungnya melihat anaknya.
Hampir sejam di perjalanan, mereka tiba di Bandara Juanda, mereka segera mengurus dokumen dan berangkat, Darel belum kembali ke Jakarta karena masih libur kuliah.
Mora terlihat sangat senang karena bisa jalan-jalan ke Jakarta, apalagi naik pesawat mewah.
" Salma terimakasih ya sudah mau ajak aku naik pesawat milikmu, ujar Mora.
" Ini milik kakakku, aku belum punya pesawat, tapi kata kakak nanti aku akan di belikan pesawat jika aku sudah berumur 18 tahun, jadi masih lama, tapi tenang saja, kamu pasti akan ku ajak kemanapun aku Pergi", ucap Salma.
" Hahahaha, siap Nona Muda, hamba akan selalu mengikuti kemana Nona Muda Pergi, ucap Mora sambil membungkuk.
" Kamu itu sudah kayak pelayan di istana, kak Yati saja tidak seperti itu.
" hehehehe, kan kamu bosnya ujar Mora.
" Jangan bicara aneh-aneh", ujar Salma.
" Nona Salma, mari makan cemilan ucap pramugari itu.
" Terimakasih kakak cantik, ini temanku Mora Adisti namanya", ucap Salma memperkenalkan Mora.
" Salam kenal Nona Mora ", ucap pramugari itu.
" Dek, Mora makan dulu cemilannya nanti kalo sudah dingin tidak enak lagi, ucap Armando.
" Ia kak, apa kakak juga sudah makan? tanya Salma.
" Ini kakak juga baru mau makan, kak Ranti dan kak Vanya lagi kerja, Jawab Armando.
" Kakak cantik, tolong bawakan juga cemilan dan kopi latte buat kedua Kakakku ya, ujar Salma.
__ADS_1
" Baik Nona Salma ", ujar pramugari itu.
Ketiga bocah itu menikmati cemilan mereka dengan bahagia, hidup dengan kemewahan tak membuat Armando dan Salma menjadi orang yang sombong, Ranti selalu mengingatkan agar jangan sampai menjadi sombong dan ingat selalu darimana kita berasal.
Mora merasa beruntung bisa berteman dengan Salma, mereka ada berapa orang yang berteman, tapi Salma hanya akrab dengan Mora saja, karena teman mereka yang lain juga adalah anak orang Kaya, jadi Salma anggap mereka teman biasa saja.
Hampir 2 jam mereka di pesawat akhirnya mereka mendarat di Bandara Soekarno Hatta.
Kelima orang itu turun dari pesawat, sebelumnya Ranti sudah memberikan para pramugari itu sudah diberikan uang untuk sekedar mereka makan dan jajan.
Beres dengan urusan administrasi, kelima orang itu keluar dari Ruang VVIP dan mencari Taksi online untuk ke apartemen milik Ranti.
Ranti sudah menghubungi Regina dan Sasha agar menunggu mereka di apartemen, Ranti juga sudah menghubungi Yoga untuk rapat penting besok pagi jam 10 di Mall Cempaka.
" Pak supir tolong antar kami ke Grand Indonesia saja, nanti kami bayar sesuai aplikasi dengan tujuan awal, ujar Ranti.
" Baik Nona", jawab sopir itu.
DING... DING
* Misi dadakan terkonfirmasi, bantu supir taksi membayar angsuran mobil dan biaya rumah sakit istrinya yang baru melahirkan.
* Misi wajib di jalankan*
" Rose tumben kamu berikan aku misi dadakan, aku pikir misiku hanya berbuat baik setiap hari dan akan kamu hitung setiap 2 Minggu sekali, sudah lebih sebulan aku tak di berikan Misi", ujar Ranti.
* Biar Tuan tidak bosan saja, memang di Tahap Berlian seperti ini, sistem tidak membebani tuan dengan Misi untuk mengejar hadiah, untuk tuan sebenarnya tidak perlu Misi dadakan, setiap hari tuan sudah mengerjakan Misi dengan ikhlas, misi ini hanya refreshing buat Tuan", ujar Rose.
" Baiklah, kamu itu memang senang buat aku kaget", ucap Ranti.
* Hahahaha, abisnya tuan terlihat sangat serius dengan Nona Vanya", ujar Rose.
" Ya sudah tolong tukarkan 100 Poin Pengabdian untuk kebaikan dan buatkan Cek.
* Baik Tuan, ucap Rose.
Setelah tiba di Grand Indonesia, Ranti meminta Vanya dan yang lain duluan saja, sekaligus pesan makanan favoritnya.
" Ini pak Supir sesuai aplikasi, dan ini bonus dari saya, cairkan besok, ujar Ranti.
" Maaf Nona ini sangat banyak, saya hanya berharap Bintang 5, ujar sopir itu.
" ambillah, saya tahu kamu lagi butuh uang, untuk angsuran mobil ini, dan juga biaya rumah sakit istrimu, sisanya belilah rumah sederhana, dan anda bisa berdagang, pendapatan dari Taksi online tidak menentu, jadi buatlah usaha sampingan agar pemasukan anda cukup untuk keluarga kecilmu, kamu pernah kuliah gak, tanya Ranti.
" Saya dan isteri sama-sama sarjana, Aku jurusan Hukum sedangkan Istriku psikologi, kami pernah bekerja di perusahaan, tapi perusahaan itu bangkrut jadi ya seperti ini, ujar sopir taksi itu.
" Baiklah, setelah semua urusan kamu beres, bawa kartu Nama saya ini dan ke Bank IDB, dan tunjukkan ke Direktur Utama, saya akan menghubunginya, paling lambat hari Senin kamu sudah datang, jika lewat dari hari itu, maka kesempatan kamu sudah tidak ada lagi, ucap Ranti.
" Saya pasti datang, Bank IDB, aku sudah mengirim lamaran ke perusahaan itu, tapi belum ada panggilan, saya melamar di bagian legal sesuai pengalaman kerja saya dulu", ujar sopir itu.
" Baguslah, siapa nama lengkap mu dan berikan KTP kamu biar saya kirim ke direktur nya", Ranti sambil menelpon Pak Jusuf.
" Halo Pak Jusuf, apa Posisi legal masih membutuhkan orang", tanya Ranti.
" Masih Nona Muda, tapi bagian Kepala, kami masih bingung memilih dari 3 kandidat yang ada", ucap pak Jusuf.
" Saya punya orang, dia sudah melamar tapi belum di panggil, Namanya Leonardus Aprilianto, hari Senin dia akan datang, tolong di atur", ujar Ranti.
" Kebetulan Nona Muda, nama itu termasuk dari 3 kandidat yang akan kami pilih, walau tidak jadi di bagian legal disini, akan tetapi 2 kandidat lain akan kami masukkan ke perusahaan kita yang lain", ujar pak Jusuf.
" Ya sudah, putuskan saja, Leonardus Aprilianto yang jadi Kepala legal Bank kita, kasih percobaan 6 bulan, jika berhasil atur gajinya dengan baik, jika tidak silahkan pecat saja", tegas Ranti.
Leo yang mendengar ucapan Ranti, bingung sekaligus senang, dia tahu CEO IDB adalah Jusuf Maulana, di berita sudah beredar luas soal IDB.
" Kamu jangan sampai tidak datang, jadi mulai besok urus semua masalahmu dan beli semua perlengkapan kerja kamu, dan juga rumah buat keluarga kamu, segala aturan akan di jelaskan langsung oleh CEO, jadi kamu jangan besar Kepala dan tetaplah rendah hati, kalau kamu melanggar, saya sendiri yang akan menghancurkan kamu, jadi selama kamu menjalankan aturan dari saya, percayalah kamu akan hidup dengan senang dan karirmu akan berkembang, ini kartu nama saya, dan kamu akan tahu arti kartu nama ini dari pak Jusuf", ujar Ranti dan langsung turun dari taksi.
__ADS_1