
Tak terasa semalam sudah terlewati, dan kini sudah berganti pagi dan hari ini adalah hari Jumat, Berarti hari ini adalah hari terakhir ujian dan nanti siang aku ke bank mandiri untuk mengambil mobil.
Tak banyak yang dilakukan Ranti di pagi hari, dia hanya bangun, mandi berganti pakaian seragam dan sarapan, keempat kakaknya juga demikian.
Mereka kini sudah berada di sekolah dan Ranti juga sudah bergegas ke ruangan kelasnya.
Pengumuman
Besok pagi kita akan pergi jalan-jalan ke Trenggalek sesuai dengan rencana dan jam 08.00 wib semua di harapkan sudah berada di kelas. kata ketua kelas.
" Siap pak ketua, jawab mereka serentak.
Kita menginap 1 malam disana, di harapkan semuanya mempersiapkan segala kebutuhan untuk menginap. Dan penginapan kita, hanya menyediakan tempat saja, konsumsi kita masak sendiri, jadi tolong bawa bekal untuk di masak disana.
" Baik pak ketua, jawab mereka lagi
Selesai pengumuman, ujian hari terakhir di laksanakan, dan tidak ada kesulitan yang di hadapi Ranti, semua soal mampu dia kerjakan.
Hingga selesai jam kedua, mereka menagih janji Ranti, maka jadilah mereka semua berkumpul di kafe depan sekolah.
Ketua Kelas melanjutkan obrolan soal rencana perjalanan sambil menunggu pesanan datang, Ranti hanya memesan kentang goreng, udang krispi dan cap cai.
Hampir 2 jam mereka berkumpul, makan dan saling bercanda, kemudian Ranti berdiri dan berjalan mendekati Yulianto dan Yulianti, Ranti menyerahkan cek senilai yang dia janjikan dan gerobak bakso dan mie ayam akan tiba seminggu lagi, setelah menyerahkan cek, Ranti membayar semua makanan dan pamit pulang
Ranti beserta keempat kakaknya, langsung pulang rumah, sampai di rumah Ranti segera berganti pakaian dan pamit kepada empat kakaknya, bahwa dia mau ambil hadiah di bank mandiri.
Mereka hanya mengatakan berhati-hati, dan berangkatlah Ranti bersama mang Dul.
Setelah Ranti Turun dari mobil dia berpesan agar mang Dul pulang saja, karena hadiah Ranti adalah mobil.
Dari parkiran Ranti berjalan menuju lobby dan berkata ke satpam kalau dia ingin mengambil hadiah dari Bank Mandiri Global Indonesia.
Satpam yang mendengar omongan Ranti terkejut tak percaya, dan berkata dengan agak sinis.
Maaf gadis kecil,. apa saya tidak salah dengar, kamu datang mau ambil mobil yang di parkir di parkiran VVIP.
" Ia apa ada masalah, kalau ada masalah ya sudah, saya pulang saja, tapi kalau sampai saya di telpon suruh ambil mobil itu, maka kamu yang antarkan ke rumah saya. tegas Ranti dengan wajah marah
" Hey Nona, ini masih siang, lagian kamu tidak tidur, jadi jangan mimpi sambil melek, itu namanya orang gila. kata satpam itu.
" Jadi kamu pikir aku orang gila, berarti kamu tidak kerja hari Senin kemarin. kata Ranti
Mereka sedang berdebat, lewat seorang bapak-bapak yang kepo,
" Ada pak Satpam, tanya pria itu
" Ahh.. Tidak ada apa-apa pak, hanya saja Nona kecil ini, datang-datang, ingin ketemu pak kepala kantor untuk mengambil mobil itu, jawab satpam sambil menunjuk mobil Bugatti Chiron.
" Dek, kelihatannya kamu tidak sakit, tapi jangan karena kamu senang dengan mobil itu, hingga otakmu rusak, belajar lah baik-baik dan bekerja keras, maka kamu bisa beli mobil itu. kata laki-laki itu.
" Terimakasih atas saran anda, tapi mobil apakah yang sudah mampu anda beli, Tuan ? tanya Ranti
{ Ranti mengerti omongan laki-laki itu sopan tapi mengejek nya. }
" Saya pemilik Toko Perhiasan, yang menjual berlian dan batu mulia lainnya, pasti kamu mengerti berapa keuntungan saya. kata laki-laki itu
" Kebetulan sekali Tuan saya punya 12 biji berlian sebesar bola pingpong dan saya mau jual apakah anda mau membelinya.
Maaf Nona kecil, jangan tambah hayalan kamu dengan bicara Berlian, gadis seperti kamu sudah banyak saya temui, jadi maaf saja, kalau mau menipu jangan kepada saya. kata laki-laki itu.
" Ranti memasukkan tangannya ke tas dan mengambil 1 buah berlian Pink Champagne, sebesar bola pingpong, dan berkata
__ADS_1
" Tuan apakah anda bisa mengecek apakah berlian saya ini asli atau tidak, tanya Ranti
Laki-laki itu yang hendak pergi, namu mendengar suara Ranti dia berbalik badan melihat berlian itu.
" Maaf Non kecil, jangan menipu orang yang Ahli dengan berlian, kata laki-laki itu.
" Jadi maksud tuan berlian saya ini palsu, begitu?
" Baiklah saya cek dulu, jika palsu kamu bayar 1 juta ongkos ceknya, kata laki-laki itu
" Ranti membuka dompet dan mengambil 1 juta, dan berkata Dan jika berlian saya ini asli apakah Tuan mampu membelinya.
Hahahaha, tak ada berlian di Indonesia yang tak sanggup aku beli, katanya dengan sombong
Baik kalau itu asli, silahkan anda 11 buah lagi, Dan berbeda-beda warnanya apa anda sanggup, karena aku akan menjualnya sekaligus, kata Ranti menantang
" baiklah jika semua asli akan aku bayar sombongnya
laki-laki itu langsung ke mobilnya untuk mengambil alat test
Para nasabah mulai berminat melihat perdebatan mereka, dan seorang ibu-ibu berkata itu berlian asli dan langka, aku lihat di internet harga berlian itu 300 milyar.
Para nasabah itu, tercengang mendengar omongan ibu-ibu itu, namun si laki-laki itu masih di mobilnya mengambil alat test
Sesampainya laki-laki itu dia langsung mengecek, mukanya sudah mulai berubah, keringat dingin sudah terlihat di wajahnya.
Ada apa Tuan orang kaya, bagaimana apakah berlian saya palsu, jika palsu ini uangnya dan silahkan anda hancurkan, tantang Ranti
Karena laki - laki itu masih berdiam, Ranti mengirim pesan ke kepala Bank Mandiri pusat Surabaya. Ranti menulis bahwa dia sudah datang namun di usir oleh satpam ini, Ranti memotret satpam itu dan mengirimkan ke kepala Bank.
Selesai menulis pesan Ranti, Ranti bertanya lagi ke laki-laki yang mengecek Berlian nya.
Bagaimana, apa masih lama anda mengeceknya
Para nasabah yang mendengar nya langsung melotot matanya, seorang gadis muda membawa berlian, seperti membawa pentol bakso tusuk saja.
Ya sudah kalo ini, ku maafkan penghinaan Anda, dan pergi dari lobby Bank
Namu sebelum pergi Ranti menghapus masalah berlian ke seluruh yang melihatnya.
Ranti memesan taksi online untuk pulang.
Disaat taksi datang, ruang kepala Cabang baru selesai rapat dan dia membuka handphone yang di silent.
Ranti langsung pergi bersama taksi online menuju rumahnya.
Kepala Bank melihat Pesan masuk 10 menit yang lalu, si kepala Bank kebingungan dan berkata, mampus kita semua, hanya berkata demikian dan berlari ke arah lift khusus, dan bergegas turun dari lantai 8.
Sampai di lobby, Kepala Bank melihat Satpam yang mengusir Ranti sedang berdiri santai di depan pintu yang berhadapan dengan mobil hadiah untuk Ranti.
Kepala Bank dengan emosi bertanya, apa kamu tadi mengusir seorang gadis yang ingin bertemu dengan saya perihal mobil itu, kepala Bank bertanya dengan wajah yang memerah.
Ia pak, dia datang dengan pakaian biasa, dan lagian hanya seorang gadis kecil, apa pantas dia datang langsung bertanya dan ingin bertemu bapak sebagai kepala Bank.
Masih berdebat mereka berdua, si kepala Bank menerima telpon dari Jakarta, dan memarahinya.
Baru habis di marahi orang pusat, telpon kepala Bank berdering, ternyata dari Ranti.
Halo selamat siang tuan Kepala Bank yang terhormat, Saya tidak mau panjang-panjang, besok hari Senin pagi jam 9 saya harap bapak sudah menyelesaikan permohonan saya untuk menarik semua uang saya di bank bapak, kecuali yang mandiri global.
Saya ingin menariknya tanpa meninggalkan 1 rupiah pun, dan mobil saya, segera antar kerumah saya tanpa ada cacat 1mili pun. terimakasih.
__ADS_1
setelah Branti menutup telpon, pesan email permohonan menutup rekening bank Ranti masuk ke kepala Bank.
Pak kepala langsung meninju satpam itu dan memakinya,
" Kamu tau tidak, siapa yang kamu usir tadi, Dia itu pemilik mobil itu dan sekarang karena kamu sudah mengusirnya dengan cara sangat tidak sopan.
" Maaf pak saya tidak tahu kalian dia itulah pemilik mobil itu, jawab satpam itu.
" Apa kamu tidak di ajarkan bagaimana Menerima tamu, emosi kepala Bank.
" Maafkan saya pak, sambil tertunduk ketakutan
" Saya memaafkan kamu, tapi apakah kata maaf kamu bisa membuat orang pusat tidak memecat saya, apalagi Nona itu mau menutup rekeningnya dan saudara- saudaranya.
" Sudahlah pak tadi juga saya melihat gadis itu memang tidak terlihat sebagai nasabah di bank ini, emang berapa saldo di rekening banknya, tanya seorang nasabah.
" Saya kasih tau kamu, untuk 2 kakaknya saja yang di Jogja, saldonya hampir 900 milyar , keempat kakak gadis itu, masing-masing memiliki 550 milyar, dan dia sendiri 87 triliun, dan dia minta semuanya harus di selesaikan hari Senin, apa tidak langsung collapse bank ini.
Ini rahasia Bank, terlanjur saya bicara tolong jangan sampai keluar dari gedung ini. Tapi percayalah bank kami tidak akan bangkrut, hanya saja akan menggemparkan dan bisa terdengar ke kementerian BUMN
Pembantu dan sopir saja punya saldo hingga beberapa puluh juta bahkan kepala pelayannya bisa sampe 2 milyar dan semuanya akan di tutup, belum karyawan yang terafiliasi dengannya. Batin kepala Bank
Pak satpam saya tidak tau harus bagaimana cara kamu meminta ampun kepada gadis itu.
Ternyata Ranti ingin menarik semua uangnya, bahkan semua saudara- saudaranya. Dan uang untuk pembangunan sebesar 300 triliun juga akan di tarik dan saldo Deposito dari sistem juga akan di tarik, sistem sudah menyetujuinya tinggal bagaimana pihak menyelesaikan masalah ini.
Mobil Ranti akhirnya di antarkan oleh kepala Bank dan satpam menggunakan jasa angkut mobil yang sangat berpengalaman.
Belum lagi bernapas, dia dan satpam masih di jalan, pak kepala Bank menerima telpon dari Kantor pusat Bank Mandiri Jakarta, untuk rapat karena email Ranti yang akan menarik uang 500 T dalam sehari atau maksimal 3 hari.
Tapi karena alasan kepala Bank masih di jalan mengantar mobil Ranti maka, rapat mereka tunda, namun mereka berpesan agar hari Senin mereka bisa bertemu dengan Ranti.
Mobil yang mengangkut mobil Ranti terus melaju, dan tak tanggung-tanggung, pihak bank meminta tolong agar aman. 45 menit berselang akhirnya mereka tiba di rumah Ranti.
Mereka di sambut oleh Bu Likha dan mang Dul, namun Ranti tidak kelihatan.
Pak kepala Bank menyapa Bu Likha dan mengatakan kalau mereka ingin bertemu dengan Ranti.
Sesaat kemudian Ranti keluar dari garasi dengan mobil Lamborghini SIAN miliknya, dan berpamitan ingin pergi, namun pak kepala Bank memohon agar di kasih waktu untuk bicara.
Tapi Ranti hanya bilang, tidak ada yang perlu di bicarakan dengan orang gila seperti saya kata Ranti, pak kepala Bank langsung pening dan pucat.
Satpam berlutut memohon ampun, " Maafkan saya Nona, ampuni saya kata satpam itu.
Saya paling baik dengan siapapun, tapi saya juga paling jahat pada siapapun yang jahat kepada saya dan tidak akan saya ampuni sekalipun kamu menangis hingga keluar darah.
Kalau kamu hanya menyinggung perasaan saya, aku maklum karena mungkin pakaian saya, tapi jelas aku sehat, dan seenaknya kamu bilang saya gila
Dan pihak bank juga sebelum tiba di Bank saya sudah mengirim pesan, tapi tak ada balasan, lebih parah lagi saya berdebat dengan satpam ini, tak ada karyawan lain yang datang menolong saya, masalah sedang terjadi dan sudah 10 menit aku tunggu tak ada jawaban anda, ya Aku pulang.
" Jadi, pak kepala Bank, hari Senin semua uang saya, sudah harus siap dan orang saya akan datang membawa surat kuasa dari saya, Dan terimakasih sudah mengantar mobil saya.
Selesai berbicara, Ranti pun langsung pergi, meninggalkan kepala Bank dan satpam itu. karyawan yang mengangkut mobil Ranti di berikan tips masing-masing 5 juta.
Maaf Bu, boleh saya bertanya tentang majikan ibu, tanya kepala Bank?
" Bu, bagaimana cara saya, agar bisa mendapatkan maaf dari majikan ibu, tanya satpam itu.
" Lebih gampang kamu minta uang 1 milyar, daripada kamu minta maaf ke majikan saya. kata Bu Likha
" Saya kasih tau kamu, Nona muda saya, pantang di remehkan, karena dia pantang meremehkan orang, tapi kalau kamu meremehkan dia sudah syukur, kamu tidak di pukul oleh nona kami.
__ADS_1
Terserah kalian semua berpandangan apa soal Nona Muda kami, tapi bagi kami, tidak mungkin Nona muda marah, kalau kalian tidak membuat masalah.
Silahkan bapak-bapak meninggalkan kediaman kami, takutnya keempat kakaknya bangun, maka bisa ada keributan disini.