
Dengan penuh semangat dan rasa penasaran, para pengunjung masih setia menunggu proses pemotongan batu tersebut.
Ranti sebelumnya sudah memberi tanda kepada tukang potong agar mengikuti tanda yang Ranti buat, 3 orang tukang potong segera mengeksekusi dengan begitu hati-hati.
Para pengunjung merekam momen dimana proses pemotongan batu yang terlihat begitu jelek.
Ranti melihat proses itu sambil bercengkrama dengan Ling Ling dan Kenzo serta pak Thomas, sementara kelima bersaudara teman Ranti dan 5 tukang gerobak, mereka tengah berdiri mendekati para tukang potong.
" Ding Fan, terimakasih banyak, dan kami sudah sepakat akan memberikan sebagian dari 5 milyar Yuan, yang kami dapat, ucap kelima Tukang Gerobak.
" Tidak perlu, itu untuk kalian saja, dan gunakan dengan baik, dulu kami juga seperti kalian, tenang saja uang kami sudah sangat banyak", balas Ding Fan.
" Tapi kan karena kalian bertiga yang mengajak maka kami bisa dapat uang banyak", lanjut mereka.
" Walau dulu kita tidak terlalu akrab, tapi kalian tetap teman kami, jadi tidak masalah, besok carilah rumah yang layak dan mulailah buka usaha, sisanya kalian tabung buat anak-anak nanti sekolah, ucap Xiao Lang.
" Terimakasih kalo begitu, ucap mereka berlima.
Tak terasa sudah setengah jam berlalu, pemotongan sudah memasuki tahap 2, dan terlihat dari dalam batu menetes air bercampur lumpur, hingga membuat, tukang potong terkejut, tapi mereka tetap melanjutkan proses pemotongan sesuai arahan Ranti.
" Ternyata batu jelek itu memiliki kandungan Giok, walau belum terlihat jelas giok jenis apa", ujar seorang pengunjung.
Proses pemotongan Tahap 2, sudah selesai, para pemotong mengambil selang air dan menyiram batu, setelah bersih, mereka mengganti mata pisau yang lebih halus.
Sudah satu jam setengah, proses pemotongan itu, tapi antusias pengunjung masih tetap kuat.
Setengah jam melakukan pemotongan tahap 3, kembali batu itu di disiram dengan air, kini terlihat bentuk batu Giok itu, meski masih tertutup lapisan yang sangat tipis.
" Wow.. ternyata isinya benar-benar giok dan ukurannya juga besar", komentar para pengunjung.
" Tuan-tuan dan nyonya dan saudara sekalian, silahkan bagi siapa yang ingin menebak giok saya, bagi siapa yang menebak mendekati benar akan saya berikan hadiah 10 juta Yuan, dan jika tebakan nya lebih mendekati mendekati benar maka hadiahnya 100 juta Yuan dan jika barang siapa yang menebak dengan benar dan sempurna maka saya akan memberi hadiah 1 milyar Yuan, masing-masing kategori tidak lebih dari 10 orang", ucap Ranti.
Para pengunjung yang yang ditantang Ranti langsung lebih bersemangat, dan terbukti banyak yang ikut ambil bagian.
" Tuan tolong lanjutkan pemotongan tahap akhir tapi ganti mata pisau kalian, karena lapisannya tidak lebih dari 1 cm ketebalannya", kata Ranti.
Sesudah berkata demikian Ranti kembali membuat pola pada batu itu, semua yang melihatnya tercengang.
Di dunia Maya juga kini tengah banyak penonton melalui siaran langsung yang di lakukan beberapa orang pengunjung, ada lebih dari 30 juta orang yang menonton acara itu.
Setelah teman-teman Ranti dan tukang gerobak mengumpulkan kertas yang bertuliskan nama dan hasil tebakan selesai, lalu mereka memberikannya kepada Ranti.
Ranti kaget dari 100 orang yang berpartisipasi hanya 1 orang yang sanggup menebak dengan sempurna.
Ranti langsung memegang kertas itu, dan memerintahkan agar proses pemotongan segera di lanjutkan.
Detik demi detik berlalu, namun kali ini seolah - olah waktu terasa lambat, suasana terlihat senyap, yang terdengar hanya suara mesin potong saja.
Kembali seorang tukang potong menyiram air ke batu itu, dan terlihat agak samar kilauan berwarna hijau.
* Tuan, segera anda aktifkan Armor Transparan, dan keluarkan seluruh Drone, terdapat beberapa mafia telah berada di berbagai jalur keluar dari pasar ini, dan di luar area sudah mereka tempatkan ratusan anggota untuk mencegat anda", ucap Rose.
" Terimakasih Rose", balas Ranti, sambil mengaktifkan Armor Transparan.
" Pak Thomas, Kenzo dan Ling Ling, kita tidak bisa Transaksi disini, bagaimana setelah selesai pemotongan dan terlihat batunya, kita Transaksi di rumah pak Thomas saja, usul Ranti.
" Kami berdua setuju, jika transaksi di rumah sepuh Thomas, ucap Kenzo dan Ling Ling, ternyata mereka juga memiliki firasat yang sama.
" Suatu kehormatan kalian mau datang ke rumahku, dengan senang hati, tapi ijinkan saya mengajak teman 1 orang, ucap pak Thomas.
" tidak masalah, jawab Ranti singkat.
" Aplikasi Mata Dewa, tandai para mafia yang berada di dalam lokasi pasar ini?" perintah Ranti.
" Baik Tuan,"
Waktu sudah menunjukkan jam 4 Sore waktu Beijing, para Tukang Potong terlihat sudah berkeringat dingin, kembali mereka mengganti mata pisau dengan ampas halus.
" Hati-hati", ini batu yang sangat langka, harganya ratusan juta per gramnya, perintah pemimpin tukang potong.
__ADS_1
Seketika mata 2 orang tukang potong itu langsung melotot saat melihat Kilauan hijau dari batu itu.
" Bos apakah ini, Sang Legendaris itu, tanya tukang potong itu.
" Kamu benar, ini Giok Legendaris, hampir 40 tahun saya bekerja sebagai tukang potong, baru saat ini saya melihatnya, bahkan ayah dan kakekku, belum pernah bertemu dengan sang legendaris ini", ujar kepala tukang potong itu.
Kepala tukang potong itu, sekaligus pemilik toko potong batu itu.
" Nona Muda, kami sudah selesai memotongnya, tinggal menyiramnya saja dan memoles, tentu harga memoles berbeda dengan harga pemotongan", ujar pemilik toko itu
Tidak ada masalah, berapa harganya?" tanya Ranti.
" Harganya 150 ribu Yuan", jawab pemilik toko itu.
" Baiklah, nanti saya mau membelahnya menjadi 4 bagian, buat 3 bagian, dengan berat masing-masing 5 kilogram", balas Ranti.
" Baik", saya segera siapkan alat potong untuk membaginya", jawab pemilik toko itu, dan langsung beranjak.
" Tuan semua mafia sudah ditandai, terdapat 100 orang di luar toko ini, dan tersebar di jalan akses keluar masuk dan 10 orang menyamar menjadi pengunjung", lapor aplikasi mata dewa
" Terimakasih kasih", balas Ranti sambil melihat gambar para mafia yang menyamar jadi pengunjung.
" Retas handphone mereka dan cari tahu siapa pemimpin nya", Perintah Ranti.
" Mind Ruler, kontrol otak 10 orang ini dan buat mereka lupa dengan tujuannya kesini", Perintah Ranti.
Drone mendapat perintah untuk mengeksekusi para mafia yang berada di luar toko, dengan menembak kaki para mafia itu.
Aplikasi mata Dewa sudah meretas semua alat komunikasi dari seluruh mafia yang berada di pasar itu.
Ranti sendiri sudah memblokir seluruh area pasar dengan Array Pelindung Ilusi.
Lagi asik menyusun strategi melawan para mafia, Ranti terkejut dengan suara pengunjung yang tiba-tiba berteriak.
" Wow.. ini benar-benar kejadian yang luar biasa, itu Giok hijau sang legendaris, dan ternyata cerita itu benar-benar nyata", ucap seorang pengunjung, dia termasuk sesepuh dalam dunia batu Giok.
" Ini yang di sebut dengan raja tertinggi dalam Batu Giok, " Kaisar Hijau". ucap pria sesepuh batu Giok.
" Apa pak Tua, kami hanya mendengar dari orang tua kami", jawab mereka
" Giok Kaisar Hijau, terakhir muncul 300 tahun lalu, beratnya hanya 7 kilo dan sekarang berada museum Negara", ucap pria sesepuh dalam dunia batu Giok.
Setelah sentuhan akhir di lakukan oleh tukang potong, sontak seluruh mata pengunjung melotot dan tercengang melihat kilauan yang keluar dari Batu Giok legendaris.
Bukan hanya di dalam toko tapi suasana penonton di dunia Maya terkagum- kagum melihatnya.
" Kalau begini, pemilik batunya akan langsung kaya Raya, ujar penonton siaran langsung.
" Rekan-rekan semua ini adalah penemuan yang sangat langkah, ini adalah batu giok yang sering kita sebut " Batu Legendaris", atau " Kaisar Hijau", ucap pria sesepuh dalam dunia batu Giok.
Pernyataan pria itu sontak membuat pengunjung dan netizen terkejut, tak berapa lama, penampakan batu tersebut langsung heboh di jagat Maya, hingga menarik perhatian beberapa ahli.
Para pengunjung, walaupun mereka bahagia namun mereka sadar bahwa mereka tidak mampu untuk membelinya jadi mereka diam saja, tak ada yang berani menawar.
Ranti memberikan waktu kepada mereka untuk berfoto dengan batu Kaisar Hijau miliknya.
Mereka sangat berterimakasih, walau hanya bisa menyentuh dan berfoto saja.
Ranti mengumumkan pemenang tebakan dan langsung memberikan hadiah kepada para pemenang.
Terakhir Ranti memanggil 1 orang yang menebak dengan sempurna, dia adalah pemuda tukang bersih-bersih toko, Ranti segera mentransfer uangnya dan menambahkan 100 juta Yuan.
Ranti berbisik kepada pemuda itu, agar jangan memberitahukan kalau dia pemenang utama, agar tidak di tipu, dan pemuda itu setuju, dan setelah itu dia melihat terdapat 2 transaksi di akunnya, 1 sebesar 1 milyar Yuan dan satu lagi 100 juta Yuan.
" Terimakasih bagi Tuan-tuan dan Nyonya sekalian yang sudah berpartisipasi dalam acara ini, dan sebagai rasa syukur, maka setiap pengunjung saya berikan hadiah 1 juta Yuan.
Para pengunjung terkejut, walau mereka berasal dari kalangan yang memiliki banyak uang, tapi mendapatkan uang 1 juta Yuan, merupakan hal yang sangat bagus.
" Hitung-hitung sebagai uang lelah, karena kalian dari tadi sudah menunggu hasil dari pemotongan batu saya ini", ujar Ranti.
__ADS_1
" Nona anda sungguh sangat baik hati", ujar pengunjung itu.
Banyak sekali komentar yang di lemparkan oleh para pengunjung.
Setelah pengunjung pada bubar, tidak terkecuali 10 orang mafia yang menyamar setelah mendapat uang 1 juta Yuan, mereka juga langsung keluar dari toko itu, mereka lupa dengan tujuan mereka.
Seketika saja toko langsung sepi, dan Ranti langsung meminta agar segera memotong batu itu menjadi 4 bagian.
Kenzo, Ling Ling dan Pak Thomas terlihat sangat bahagia, mereka mendapatkan kehormatan untuk bisa memiliki batu legendaris ini.
Dan yang paling bahagia adalah Ling Ling, dia membayar dengan cicilan untuk semua batu yang di berikan Ranti kepadanya.
Selesai di potong dan timbang, Ranti memerintahkan agar mobil masuk ke dalam lokasi pasar untuk menjemput mereka, dan menuju ke rumah Pak Thomas.
Ranti memberikan uang kepada seluruh tukang potong 300 juta Yuan, Tukang bersih-bersih mereka mendapatkan 150 juta, dan kasir mendapatkan 200 juta, sementara penjaga keamanan, masing-masing di berikan 100 juta, sedangkan pemilik Toko Ranti memberikan 1 milyar Yuan.
Mereka semua beristirahat sambil minum teh, dan mengobrol.
" Nona, mobilnya sudah datang", ujar seorang penjaga keamanan.
Ternyata bukan hanya mobil Ranti, tetapi mobil Kenzo, Ling Ling dan pak Thomas serta 1 unit mobil box untuk mengangkat batu-batu milik Ranti yang sudah di kemas dengan sangat rapi.
Terlihat di setiap jalan terdapat banyak mafia yang sudah menunggu dan hendak menyerang, tapi sayang mereka tidak bisa melakukannya, hal itu di karenakan jarum penghancur tulang yang di tembakkan Drone telah di aktifkan oleh Ranti.
Ranti telah mengembangkan 1 jenis jarum sebagai senjata yang di pasang ke Drone miliknya.
Terlihat para mafia itu tidak bisa melangkah karena kesakitan di bagian kaki mereka, dan saat mereka akan menelpon teman-temannya, handphone mereka sudah rusak.
Para mafia yang tersebar di luar pasar, bingung karena tidak mendapatkan informasi dari mereka yang berada di dalam area pasar.
Drone kempeskan seluruh roda kendaraan para mafia", perintah Ranti.
" Tuan Saya sudah mengirim lokasi markas para mafia itu, dan pemimpinnya juga sudah saya dapatkan, apakah tuan tertarik menguras harta oragnisasi nya yang bernilai 500 milyar Yuan", goda aplikasi Mata Dewa.
" Hahahaha, kuras saja, biar aku bagikan ke seluruh teman-teman aku disini", balas Ranti.
Ranti hanya mengambil uang organisasi saja, Ranti tidak mau berurusan lebih dalam soal organisasi itu. apalagi uang mereka di simpan di salah satu Bank milik dari petinggi mafia itu.
" Tuan apakah markas mereka akan tuan eksekusi ? tanya aplikasi Mata Dewa.
" Nanti malam saya akan mengeksekusi markas mereka, tapi saya tidak akan menghancurkan organisasi mafia itu, minimal dengan kehilangan uang dan markas pasti mereka akan kesulitan bergerak", balas Ranti.
* Anda benar Tuan, untuk saat ini, jangan terlalu jauh berurusan dengan Mafia itu", ujar Rose.
Selesai semua batu dipindahkan mereka langsung bergerak menuju ke kediaman pak Thomas.
Tak terkecuali para tukang gerobak, mereka tidak lagi membawa gerobak mereka ke pangkalan mereka, gerobak mereka di titipkan di Toko tempat pemotongan batu.
Diluar pasar, para mafia sudah menunggu di dalam mobil, dan bersiap akan menyergap mobil Ranti dan kawan-kawan.
Dengan santai Ranti dan kawannya melewati para mafia itu, dan benar saja setelah jarak 100 meter dari pasar, mobil-mobil para mafia mulai mengikuti mereka.
tapi sial bagi para mafia, mobil mereka mengalami kebocoran ban, yang sengaja di buat bocor halus, tak hanya itu Drone merusak beberapa panel, seperti AC, juga merusak jendela kaca otomatis.
Para mafia berusaha mengejar, Ranti yang sudah bersepakat dengan anak buah Pak Thomas dan Kenzo, mengarah ke jalur yang padat, untuk memperlambat laju kendaraan para mafia.
Mobil-mobik mereka terjebak di kemacetan, hingga roda kendaraan para mafia mulai kempes, tiba-tiba juga AC mobil mereka mati. sedangkan kaca tidak bisa di turunkan.
Ranti dan temannya langsung mencari jalan untuk keluar dari kemacetan, lewat kaca mata Quantum, Ranti menemukan sebuah jalan alternatif dan langsung menuju kearah jalan itu.
Sementara kendaraan para mafia sudah dalam kondisi memprihatinkan, mobil mereka tidak bisa berjalan dengan cepat, semua mobil mengalami kempes di semua rodanya, dalam sekejap, jalanan tambah macet, walau hari sudah Sore, tapi berada dalam mobil yang tertutup, dan tidak ada AC pasti kepanasan.
Di posisi Ranti dan seluruh temannya, mereka dengan santai bergerak dengan tujuan awal rumah pak Thomas.
Akhirnya setelah menempuh sekitar yang berputar- putar, akhirnya mereka tiba di kompleks rumah pak Thomas.
Terdapat halaman yang luas serta bangun rumah yang juga luas.
Mereka di sambut pelayan rumah pak Thomas dan langsung mengarahkan tamu ke ruang tamu.
__ADS_1